cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Perkembangan Anak Usia Prasekolah di TK Ash Shafiyah Kabupaten Bireuen Raudhati, Sri; Agustina, Agustina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2323

Abstract

Masa prasekolah disebut juga golden ages, merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapat perhatian khusus sebagai masa pembentukan pondasi kepribadian yang akan menentukan pengalaman kehidupan selanjutnya. Masalah yang dihadapi anak usia dini, biasanya berkaitan dengan gangguan pada proses pertumbuhan dan  perkembangannya. Maka apabila terjadi gangguan tersebut dan tidak segera diatasi maka dikhawatirkan akan berlanjut pada fase perkembangan berikutnya di sekolah dan dapat menghambat proses perkembangan anak yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di TK Ash Shafiyah Kabupaten Bireuen. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif korelatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah anak usia 4-6 tahun di TK Ash Shafiyah, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling, yaitu sebanyak 40 anak. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner KPSP, timbangan berat badan, dan pengukur tinggi badan. Metode analisa data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara urutan kelahiran dan status gizi dengan perkembanagan anak di TK Ash Shafiyah Kabupaten Bireuen (p value = 0,039; p value = 0,002). Maka dengan hasil penelitian ini, penulis berharap agar pengelola pendidikan taman kanak-kanak, terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, dan secara rutin melakukan stimulasi dan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah untuk mengetahui dan menindaklanjuti jika terdapat anak yang mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangannya.Kata Kunci : Perkembangan, Anak, Pra Sekolah. The preschool period, also called the golden age, is the next generation of the nation that needs special attention as a period of forming the personality foundation that will determine the next life experience. Problems faced by early childhood are usually related to disturbances in the process of growth and development. So if the disorder occurs and is not immediately addressed, it is feared that it will continue in the next phase of development at school and can hinder the process of optimal child development. The purpose of this study was to analyze the growth and development of early childhood in Ash Shafiyah Kindergarten, Bireuen Regency. This research is a type of quantitative research that uses a descriptive correlative method using a cross sectional study design. The research sample was children aged 4-6 years in Ash Shafiyah Kindergarten, with a total sampling technique of 40 children. The tools used in this study were the KPSP questionnaire, weight scales, and height measurement. The method of data analysis was carried out with the chi-square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between birth order and nutritional status with child development in Ash Shafiyah Kindergarten, Bireuen Regency (p value = 0.039; p value = 0.002). So with the results of this study, the authors hope that kindergarten education managers continue to improve the quality of education for children in accordance with the developmental needs of children, and routinely stimulate and detect early growth and development of preschool-aged children to find out and follow up if there are any children with growth and development problems.Keywords: Development, Children, Pre-School
Hubungan Faktor Predisposisi dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Pada Pasien Post Operasi di Ruang Intensif RSU Meuraxa Kota Banda Aceh Saputra, Rusdi Ami; Riza, Saiful; Desreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2366

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah suatu bentuk pneumonia yang termasuk kedalam infeksi nosokomial yang terjadi pada pasien yang menerima ventilasi mekanis sejak 48-72 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan faktor predisposisi dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien post operasi di ruang Intensif RSU Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian  adalah analitik dengan desain cross sectiona Study yang terdiri dari 61 sampel yaitu pasien post operasi yang dirawat di Ruang Intensive. Teknik pengambilan sampel yaitu secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi data demografi responden, factor predisposisin dan lembar observasi kejadian VAP. Penelitian dilakukan di RSU Meuraxa Kota Banda Aceh pada tanggal 20 Desember 2021 sampai dengan 13 Januari 2022. Hasil penelitian berdasarkan univariat didapatkan bahwa umur mayoritas pada kategori masa tua dengan 52%, jenis kelamin mayoritas berada pada laki-laki sebanyak 75%, system imun mayoritas pada kategori >11.000/ul sebanyak 69% dan lama penggunaan ventilator mayoritas berapa pada kategori .72 jam sebanyak 52%. Sedangkan secara analisa bivariate diketahui tidak ada hubungan faktor usia dengan kejadian VAP, tidak ada hubungan faktor jenis kelamin dengan kejadian VAP, ada hubungan faktor sistem imun dengan kejadian VAP, ada hubungan faktor lama penggunaan ventilator mekanik dengan kejadian VAP, dan tidak ada hubungan jenis penyakit penggunaan ventilator mekanik dengan kejadian VAP pada pasien post operasi di ruang Intensif RSU Meuraxa Banda Aceh. Diharapkan agar tenaga kesehatan yang bekerja di ruang intensive agar dapat meningkatkan perawatan bagi pasien post operasi yang menggunakan ventilator mekanik agar berkurangnya kejadian VAP pada pasien. Kata kunci: Ventilator Associated Pneumonia,Faktor Predisposisi, Intensif Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Patient safety is one of the elements in measuring the quality of health services as explained by the Institute of Medicine. The latest survey in 2017 indicates that 21% of the patients have experienced medical errors. A research conducted in eleven hospitals in five countries has recorded the incidents related to patient safety including in Hong Kong (31%), Australia (25%), India (23%), United States (12%), and Canada (10%). In 2007, there were 145 incidents in Indonesia with Jakarta in the first place (37.9%) while Aceh got 1.07%. Surgery is one of crucial medical treatments in health service, and a surgical safety checklist consisting of safe and quality steps of a surgery as well as a communication tool used by a professional team in a surgery room is important The purpose of this research was to identify the factors associated with nurses’ adherence in implementing patient safety, especially in surgical time out phase in IBS Room of dr. Zainoel Abidin Public Hospital of Banda Aceh. This quantitative research was conducted with a correlative method and a cross-sectional study approach. A number of 93 nurses were chosen as the samples by using a total sampling technique. The data were collected by using a questionnaire from July 1 to 5, 2019 in IBS Room of dr. Zainoel Abidin Public Hospital of Banda Aceh. The results of univariate and bivariate data analyses show that the nurses’ knowledge (p=0.000), years of service (p=0.003), and motivation (p=0.06) were correlated to the implementation patient safety, especially in surgical time out phase. Hence, it is suggested that the medical workers develop their adherence regarding the patient safety in order to enhance the quality of nursing care.Keywords : Nurses’ Adherence, Surgical Time Out Phase, Patient Safety
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri di MTsS Darusa’adah Cot Tarom Kabupaten Bireuen Septiani, Minda; Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2489

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan indikator penting untuk menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara dan infertilitas.  Penyebab gangguan menstruasi dapat terjadi karena kelainan biologik (organic atau disfungsional) atau dapat pula karena psikologik seperti keadaaan-keadaan stress dangan ganguan emosi atau gabungan biologic dan psikologik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di MTsS Darusa’adah cot tarom, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Total sampling (total sampel) dengan jumlah 70 responden yang sudah menstruasi di MTsS Darusa’adah Cot Tarom, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square antara tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja  diperoleh hasil nilai p value (0,000) < dari α (0,05), maka hipotesis diterima H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan gangguan menstruasi pada remaja putri.Diharapkan kepada responden  untuk lebih aktif mencari informasi dan mengikuti berbagai penyuluhan khususnya tentang Menstruasi. Hal ini dapat diperoleh dengan memperbanyak membaca dan mengikuti acara seminar.Kata Kunci     : Tingkat Kecemasan, Gangguan MenstruasiMenstrual disorders are an important indicator of the presence of reproductive system disorders that can be associated with an increased risk of various diseases such as uterine cancer, breast cancer and infertility. The causes of menstrual disorders can occur due to biological abnormalities (organic or dysfunctional) or can also be psychological such as the state of stress with emotional disturbances or biologic and psychological combined. This study aims to determine the relationship between the level of anxiety with menstrual disorders in young women in MTsS Darusa'adah cot tarom, Bireuen District. This research is kind of analytic research with cross sectional approach. The sampling in this study by using technique Total sampling  (total sample) with number of respondents 70 student in MTsS Darusa'adah Cot Tarom, District of Bireuen. This study was conducted on August, 2022. The data collection through questionnaires. Univariate data analysis techniques use frequency distribution and bivariate analysis using chi-square test. Based on the result of chi-square statistic test between anxiety level and menstrual disorder in adolescent is obtained p value (0.000) value from α (0,05), hence hypothesis accepted H0 rejected and it can be concluded that there is a significant relationship between anxiety levels with menstrual disorders in girls. It is expected that the respondents to be more actively seeking information and following various counseling especially about Menstruation. This case can be obtained by multiplying reading and attending seminars.Keywords        : Anxiety Level, Menstrual Disorder
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021 Marbun, Serepina; Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sinaga, Janno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2349

Abstract

Masa balita merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana setiap anak akan mengalami banyak perubahan baik dari segi fisik, motorik, sosial dan emosional yang dapat berlangsung dengan cepat. Pada masa balita ini, berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, dimana salah satunya adalah Stunting. Stunting pada balita baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sanitasi lingkungan, pendapatan keluarga dan asupan makanan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Siborong-borong, kabupaten,tapanuli utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol (Case Control). Variabel yang diteliti meliputi variabel pendapatan, pengetahuan, sanitasi lingkungan dan asupan makanan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 1892 orang dengan jumlah balita yang terkena stunting sebesar 104 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknil total sampling dengan total sampel 104 balita. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Pengetahuan ibu P- Value = 0.005  (95% Cl 1.322 – 4.086), asupan makanan P- Value = 0.000 (95% Cl 2.022-6.359), Sanitasi dan lingkungan P- Value = 0.000  (95% Cl 1.113 – 7.924). sedangkan Variabel yang  tidak berhubungan adalah pendapatan P- Value = 0.778  (95% Cl  0.510-1.543). Hasil analisis multivariate diketahui bahwa asupan makanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3.586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang memiliki asupan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting. Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan, Pendapatan, Sanitasi lingkungan, Asupan MakananThe  objective of this research is to determine the correlation of knowledge, environmental sanitation, family income,  and food intake with the incidence of stunting  in  the working  area  of the Puskesmas  (Community Health  Center) Siborong-Borong,  North  Tapanuli Regency.  This  is quantitative research with Case-Control  design.    The   variables  studied   included   income,   knowledge, environmental sanitation,  and food  intake.   The population  in  the research is 1,892 people and the number of toddlers affected by stunting is  104  toddlers. The research uses the total sampling technique with  104 samples taken.  The results  show  that there  is a correlation  between  maternal  knowledge  (a   =0.005)  with an OR value of 2,324 times, food (a  = 0.040)  with an OR value of 3,586  times,  and environmental sanitation  (a  =  0.040)  with an OR value of 2,970 times.  The income variable is not a variable correlated to the incidence ofstunting (a= 0.078)  with an OR value of0.887 times.  Based on the results of multivariate analysis, food intake is the most influential factor in the incidence of stunting  in toddlers with an OR value of 3,586  times.  It  is expected that mothers can increase their knowledge by participating  in various training on providing food for  toddlers  (PMBA)  which  are  carried  out  both from  the Puskesmas   (Community  Health  Center)  and  Posyandu  (Integrated  Service Center).Keywords:   incidence    of   stunting,    knowledge,    income,    environmental sanitation, food   intake
Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Posbindu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong Lhoekseumawe Fadhilah, Khayatol; Nyorong, Mappeaty; Fitria, Aida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2403

Abstract

Lansia perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua sektor untuk upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Adapun untuk mengatasi masalah kesehatan lansia tersebut, perlu upaya pembinaan kelompok lanjut usia melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang mencakup kegiatan promotif, preventif, dan rehabilitatif.  Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Pengaruh yang Lebih Dominan Terhadap Pemanfaatan Posbindu Di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan sampel penelitian sebanyak 95 responden. Penelitian ini menggunakan kuisoener. Waktu penelitian bulan Maret-November 2021 sebagai lanjutan akhir penelitian. nalisis penelitian ini menggunakan Univariat, Bivariat dan Multivariate. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi longistik. Hasil penelitian mengenai pengaruh Pengetahuan (P-value 0,002), Sikap (P-value 0,000), Sarana (P-value 0,000), Akses (P-value 0,004), Dukungan Keluarga (P-value 0,001), dan  Dukungan Petugas Kesehatan (P-value 0,002),   dan berdasarkan uji regresi binary linear  Pengetahuan, Sikap, Sarana, Akses, Dukungan Keluaga dan Dukungan Petuga Kesehatan merupakan variabel yang berpengaruh pemanfaatan posbindu lansia. Kesimpulan dalam Penelitian ini menunjukkan Ada pengaruh yang signifikan antara Sikap, Sarana , Dukungan Kleuarga dan Dukungan Petugas Kesehatan terhadap pemanfaatan Posbindu Lansia.   Saran untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan membuat perencanaan program kegiatan lain seperti posyandu gabungan satu kali dalam satu tahun dan membuat jadwal ulang sesuai dengan kebutuhan lansia tanpa mengabaikan waktu kerja tenaga kesehatan.Kata Kunci : Sikap, Sarana, Akses, Dukungan Keluarga, Lanisa, PosbinduThe elderly need to get serious attention from all sectors for efforts to improve the welfare of them. As for overcoming the health problems of the elderly, it is necessary to develop their group through the Health Center which includes promotive, preventive, and rehabilitative activities. The purpose of this study was to determine the dominant influence on the utilization of Posbindu at Working Area of Mon Geudong Health Center, Lhokseumawe. This study used a quantitative method with a cross sectional design, with a sample of 95 respondents. This study used a questionnaire. The research was conducted on March-November 2021 as a follow-up to the end of the research. The analysis of this study used Univariate, Bivariate and Multivariate. The statistical test used chi square test and logistic regression. The results of the study on the influence of Knowledge (P-value .002), Attitude (P-value 0.000), Facilities (P-value 0.000), Access (P-value .004), Family Support (P-value .001), and Health Officer Support ( P-value .002), and based on binary linear regression test knowledge, attitudes, facilities, access, family support and support of health workers were variables that affect the use of Posbindu for the elderly. The conclusion shows that there is a significant influence between attitudes, facilities, family support and support from health workers on the use of Posbindu for the elderly. It is suggested for strengthening cross-sectoral cooperation and planning other activity programs such as a joint Posyandu once a year and rescheduling according to the needs of the elderly without neglecting the working time of health workers.Keywords: Attitude, Facilities, Access, Family Support, Elderly, Posbindu
Hubungan Perokok dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh Yusmaniar, Yusmaniar; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2314

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan the silent killer karena tidak terdapat terdapat tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar dan merupakan penyebab utama dari kematian kardiovaskular. Berdasarkan data Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Tingkat II Iskandar Muda pada tahun 2020 jumlah pasien yang mengalami hipertensi sebanyak 562 kasus dan tahun 2021 yaitu sebanyak 602 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Perokok dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian diperoleh pada saat pengumpulan data penelitian sebanyak 89 orang dan sampel dengan yang sesuai kriteria diambil secara accidental sampling sebanyak 68 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 6 - 10 Juni 2022 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Analisis data secara univariat bivariat. Hasil penelitian analisis univariat diperoleh dari 68 responden yang mengalami hipertensi sebanyak 51 (75.0%), responden yang merokok sebanyak 52 (76.4%) dan responden yang memiliki riwayat keluarga mengalami hipertensi sebanyak 53 (77.9%). Analisis bivariat variabel perokok (p-value = 0.024), dan riwayat keluarga (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara perokok dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada pasien Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan penanganan secara tepat bagi pasien penderita hipertensi dan memberikan edukasi kepada seluruh pasien yang berkunjung ke poli penyakit dalam tentang bahaya hipertensi dan merubah kebiasaan tidak baik menjadi perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.Kata Kunci    : hipertensi, perokok, riwayat keluargaHypertension is a health problem, the silent killer because there are no signs or symptoms that can be seen from the outside and is the main cause of cardiovascular death. Based on data from the Internal Medicine Poly Hospital of Iskandar Muda Level II, in 2020 the number of patients with hypertension was 562 cases and in 2021 there were 602 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between smokers and family history with the incidence of hypertension in patients at the Internal Medicine Polyclinic, Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Analytical research method with a cross sectional approach, the research population obtained at the time of collecting research data as many as 89 people and samples with the appropriate criteria were taken by accidental sampling as many as 68 people. The research instrument used a questionnaire by means of interviews. The data collection of this research was carried out from 6 - 10 June 2022 at the Internal Medicine Polyclinic of the Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Data analysis was univariate bivariate. The results of the univariate analysis were obtained from 68 respondents who had hypertension as many as 51 (75.0%), respondents who smoked as many as 52 (76.4%) and respondents who had a family history of hypertension as many as 53 (77.9%). Bivariate analysis of smoking variables (p-value = 0.024), and family history (p-value = 0.000). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between smokers and family history with the incidence of hypertension in patients at the Internal Medicine Polyclinic, Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Suggestions for health workers can provide appropriate treatment for patients with hypertension and provide education to all patients who visit the internal medicine clinic about the dangers of hypertension and change bad habits into clean and healthy living behavior to avoid hypertension.Keywords: hypertension, smoker, family history
Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah yang Mendapatkan Predikat Kampong Bantar di RT. 36 Kelurahan Paal Merah Kota Jambi Sakti, Ridho Buana; Kurniawati, Eti; Fahri, Sukmal
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2340

Abstract

Sampai saat ini sampah masih menjadi masalah di kesehatan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi penyebab penyakit seperti diare, kecacingan dan lain-lain. Di Kelurahan Paal Merah khususnya RT 36 masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak membuang sampah pada tempatnya. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah yang mendapatkan predikat kampung bantar di RT. 36 Kelurahan Paal Merah Kota Jambi. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah kepala keluarga yang ada di RT 36 Kelurahan Paal Merah sebanyak 100 KK. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah berhubungan dengan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,016) dan faktor pendorong (p=0,000). Diharapkan RT yang mendapatkan kampung bantar tersebut dapat lebih dipantau kebersihan lingkungannya dan indikator-indikator dalam program kampung bantar tersebut, jika RT tersebut telah mendapatkan predikat kampung bantar dan tidak mentaati atau melaksanakan indikator-indikator tersebut setelah penilaian maka haruslah diberikan sanksi berupa dicabut nya predikat tersebut, dan di umumkan di media sosial maupun media cetak.Kata Kunci : Perilaku pengelolaan sampah Until now, waste is still a problem in environmental health. If not managed properly it can cause diseases such as diarrhea, worms and others. In Paal Merah Village, especially RT 36, there are still people who litter and do not throw garbage in its place. This study aims to determine the behavior of the community in waste management who received the title of Kampung Bantar in RT. 36 Paal Merah Village, Jambi City. The study used a cross sectional design. The research sample is the head of the family in RT 36 Paal Merah Village as many as 150 families. The research instrument is a questionnaire. Data collection techniques by means of interviews. Data were analyzed using chi-square test. The results showed that waste management behavior was related to knowledge (p=0.009), attitude (p=0.016) and driving factors (p=0.000). It is hoped that the RT that gets the bantar village can be better monitored for the cleanliness of its environment and the indicators in the bantar village program, if the RT has received the bantar village title and does not obey or implement these indicators after the assessment, it must be given a sanction in the form of revoking the title and published on social media and print media.Keywords: Waste management behavior
Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Kesehatan yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Binjai Kota Anisah, Iis; Nasution, Zuraidah; Yuniati, Yuniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2393

Abstract

Kemenkes RI menyatakan kualitas pelayanan kesehatan merupakan segala hal yang meliputi kinerja yang menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, tidak saja yang dapat menimbulkan kepuasan bagi pasien sesuai dengan kepuasan rata-rata penduduk tetapi juga sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan. Mutu menjadi salah satu elemen penting dalam setiap pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pihak penyedia jasa pelayanan kesehatan harus selalu menjaga mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk   menganalisis faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas Binjai Kota. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat rawat jalan di Puskesmas Binjai Kota dalam waktu 9 bulan  lebih kurang 2235 kunjungan pengambilan smpel dengan metode Accidental  sampling.sedangkan sampel berjumlah 100 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat.  Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa kejadian hipetensi berpengaruh terhadap Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance dan Empahaty p = 0,001, artinya ada Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance dan Empahaty terhadap kepuasan pasien. Dari hasil analisis multivariat diketahui variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Responsiveness dengan nilai OR 15.104. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Responsiveness  merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Binjai kota. Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang harus diperbaiki terutama jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pasien seperti: menyelesaikan administrasi pasien, cepat tanggap dengan keluhan pasien, memberikan obat secara cepat dan tepat, memberikan informasi dan cepat tanggap dalam menangani pasien agar ditingkatkan tercipta sebuah kepuasan pasien yang menjadi kepuasan pasien terhadap di Puskesmas Binjai Kota.Kata Kunci : Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance,  EmpahatyThe Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the quality of health services is everything that includes performance that shows the level of perfection of health services, not only which can lead to satisfaction for patients in accordance with the satisfaction of the average population but also in accordance with the standards and professional code of ethics that have been set. Quality is an important element in every health service. Therefore, in providing health services for the community, the health service providers must always maintain the quality of the services provided. The aim of this study is to analyze the factors that influence the quality of health services on outpatient satisfaction at the Binjai City Public Health Center. This type of research uses a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all patients who came for outpatient treatment at the Binjai City Health Center within 9 months of approximately 2235 sampling visits with the Accidental Sampling method. While the sample amounted to 100 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. Based on the results of the chi-square test, it is known that the incidence of hypertension affects Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance and Empathy p = 0.000, meaning that there is Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance and Empathy on patient satisfaction. From the results of multivariate analysis, it is known that the most influential variable in this study is the Responsiveness variable with an OR value of 15.104.   The conclusion in this study is that Responsiveness is the dominant factor influencing patient satisfaction at the Binjai City Health Center. To be able to improve the quality of services that must be improved, especially security and comfort guarantees for patients such as: completing patient administration, responding quickly to patient complaints, giving drugs quickly and accurately, providing information and being responsive in handling patients so that it can be improved to create a patient satisfaction that becomes a priority. patient satisfaction at the Binjai City Health Center.Keywords : Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance, Empathy
Hubungan Fungsi Keluarga dengan Status Gizi Balita Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Kurniawati, Putri; Kulla, Periskila Dina Kali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2305

Abstract

Pendahuluan : Periode emas pada balita dapat diwujudkan apabila bayi dan anak mendapatkan asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang yang optimal, asupan makanan (asupan gizi) yang baik pada balita sangat dipengaruhi oleh peran keluarga dalam menjalankan fungsi keluarga yang sesungguhnya. Semakin berperannya keluarga terhadap status gizi balita maka semakin baik pula status gizi balita tersebut. Tujuan : Untuk Menganalisis Hubungan Fungsi Keluarga Dengan Status Gizi Balita Usia 0-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cros sectional study. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesma Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah balita 0-24 Bulan sebanyak 76 balita dengan tehnik pengambilan sampel secara cluster dan purposife sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dan diolah kedalam analisis univariat, bivariate dan multivariate. Hasil : Berdasarkan uji statistik menunjukkan ada hubungan sangat bermakna antara fungsi afektif, fungsi perawatan kesehatan, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi dan fungsi keluarga dengan status gizi balita usia 0-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Tidak ada hubungan funsi sosial dengan status gizi balita usia 0-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar . Kesimpulan : ada hubungan fungsi keluarga dengan status gizi balita usia 0-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk dapat melakukan pemantauan secara intensif kepada balita dengan resiko gizi kurang yaitu dengan melakukan kunjungan rumah jika ibu tidak membawa balitanya keposyandu dan membantu penyaluran pemberian makanan tambahan (program pemerintah).Kata Kunci : Fungsi Keluarga, Status Gizi Balita Usia 0-24 BulanBackground : The golden period for toddlers can be realized if babies and children get appropriate nutritional intake for optimal growth and development, good food intake (nutritional intake) for toddlers is strongly influenced by the role of the family in carrying out real family functions. The more the role of the family in the nutritional status of the toddler, the better the nutritional status of the toddler. Objectives: To analyze the relationship between family function and nutritional status of children aged 0-24 months in the working area of the Kuta Baro Health Center, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency in 2021. Method : The research design used was analytic with a cross sectional study design. The research was conducted in the Working Area of the Kuta Baro Health Center, Kuta Baro District, Aceh Besar District. The population in this study were toddlers 0-24 months as many as 76 toddlers with cluster sampling and purposive sampling techniques. Data collection techniques used primary data and secondary data and processed into univariate, bivariate and multivariate analysis. Results : Based on statistical tests, it shows that there is a very significant relationship between affective function, health care function, reproductive function, economic function and family function with the nutritional status of toddlers aged 0-24 months in the Kuta Baro Health Center Work Area, Kuta Baro District, Aceh Besar District. There is no relationship between social function and nutritional status of children aged 0-24 months in the Work Area of the Kuta Baro Health Center, Kuta Baro District, Aceh Besar District. Conclusion: There is a relationship between family function and the nutritional status of children aged 0-24 months in the Kuta Baro Health Center Work Area, Kuta Baro District, Aceh Besar District with a p value of 0.000 (p < 0.05). It is expected that health workers, especially midwives, will be able to carry out intensive monitoring of toddlers at risk of malnutrition, namely by making home visits if the mother does not bring her toddler to the Posyandu and assisting in the distribution of additional food (government program).Keywords : Function to Family, Toddler Nutritional Status Ages 0-24 Months 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lueng Keubeu Jagat Kabupaten Nagan Raya Tahun 2021 Juliandika, Rozi; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2329

Abstract

Balita stunting di wilayah Puskesmas Lueng Keubeu jagat masih tinggi. Upaya yang dilakukan untuk menurukan angka kejadian stunting berupa penyuluhan, pemberian makanan tambahan belum memberikan dampak yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai faktor penyebab kejadian stunting usia 2-5 tahun di Puskesmas Lueng Keubeu. Desain Penelitian ini adalah cross sectional study. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan besar sampel 124 ibu balita yang terdiri dari 62 ibu yang memiliki balita stunting dan 62 ibu yang memiliki balita normal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p=0.003), riwayat asi eksklusif (p=0.008), dukungan suami (p=0.007), pendapatan keluarga (p= 0.004), dan pola makan (p=0.000) dengan stunting. Factor dominan yang paling berpengaruh terhadap stunting adalah riwayat asi eksklusif (p=0.04 dan OR=0.235). Berdasarkan analisis multivariat, variabel dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting secara berturut turut adalah Riwayat asi eksklusif (OR=0.235; 95%CI: 0.088-0.630 ), dukungan suami (OR=0.129; 95%CI: 0.043-0.390) dan pola makan (OR=0.068; 95%CI: 0.024-0.192). Disimpulkan bahwa pemberian asi eksklusif dapat menurunkan kejadian stunting 0.23 kali dari pada balita tidak mendapatkan asi ekslusif.Kata kunci : Pengetahuan, Riwayat Asi Eklusif, Dukungan Suami, Pendapatan Keluarga, Pola Makan, StuntingStunting toddlers in the Lueng Keubeu Jagat Health Center area was still high. Efforts made to reduce stunting rates in the form of counseling, supplementary feeding have not had a significant impact. This study aims to determine the factors that cause stunting at the age of 2-5 years at the Lueng Keubeu Public Health Center. Design this research is a cross sectional study. The data were collected using a questionnaire with a sample size of 124 mothers with toddlers consisting of 62 mothers who had stunting toddlers and 62 mothers who had normal toddlers. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.003), history of exclusive breastfeeding (p = 0.008), husband's support (p = 0.007), family income (p = 0.004), and diet (p = 0.000) with stunting. The dominant factor that most influenced stunting was a history of exclusive breastfeeding (p=0.04 and OR=0.235). Based on multivariate analysis, the dominant variables related to the incidence of stunting sequentially were history of exclusive breastfeeding (OR=0.235; 95%CI: 0.088-0.630 ), husband's support (OR=0.129; 95%CI: 0.043-0.390) and diet ( OR=0.068; 95%CI: 0.024-0.192). It was concluded that that exclusive breastfeeding could reduce the incidence of stunting by 0.23 times compared to infants who did not receive exclusive breastfeeding.Keywords : Knowledge, Exclusive Breastfeeding History, Husband's Support, Family Income, Diet, Stunting

Page 60 of 123 | Total Record : 1226