cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Hubungan Kualitas Pelayanan Home Care dengan Tingkat Kepuasan Keluarga di Wilayah Puskesmas Mesjid Raya Juwita, Elianur; Iskandar, Iskandar; Octaviyana, Cut
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1959

Abstract

Home care merupakan program pelayanan menyeluruh dan tanpa henti yang diberikan kepada orang dan keluarga di rumah mereka, dengan tujuan untuk membatasi efek penyakit, dan memperluas kebebasan pasien dan keluarga dalam mempertimbangkan serta merawat kerabat yang memiliki masalah medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan home care dengan tingkat kepuasan keluarga di Wilayah Puskesmas Mesjid Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional yang dilaksanakan dari tanggal 15 Juli 2021 dengan  di Wilayah Kerja Puskesmas Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 55 orang keluarga yang mendapatkan pelayanan home care di Wilayah Kerja Puskesmas Mesjid Raya, sedangkan yang menjadi sampel juga sebanyak 55 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, yaitu analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya hubungan reliability dengan tingkat kepuasan keluarga, p value 0,008 (p < 0,005), adanya hubungan yang responsiveness dengan tingkat kepuasan keluarga, p value 0,014 (p < 0,005), adanya hubungan yang signifikan assurance dengan tingkat kepuasan keluarga, p value 0,001 (p < 0,005), adanya hubungan yang signifikan emphaty dengan tingkat kepuasan keluarga, p value 0,001 (p < 0,005), dan adanya hubungan yang signifikan tangible dengan tingkat kepuasan keluarga, p value 0,008 (p < 0,005). Disarankan kepada Puskemas Mesjid Raya sebagai pihak yang menyediakan pelayanan  home care, agar dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Selain itu memberikan pendampingan dari tenaga pengamanan, terutama bagi petugas yang berdinas dimalam hari ketika melakukan pelayanan home care agar keselamatannya terjamin, minimal dalam sekali memberikan pelayanan satu team terdiri dari dua orang yang ke rumah pasien.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Home Care, Kepuasan Keluarga                                     Home care is a comprehensive and non-stop service program provided to people and families in their homes, with the aim of limiting the effects of illness, and expanding the freedom of patients and families in considering and caring for relatives who have medical problems. This study aims to determine the relationship between the quality of home care services and the level of family satisfaction in the Mesjid Raya Community Health Center. This type of research is a quantitative study with a cross-sectional approach which was carried out from July 15, 2021 in the Working Area of the Mesjid Raya Health Center, Aceh Besar District. The population in this study amounted to 55 families who received home care services in the Mesjid Raya Health Center Work Area, while the sample was also 55 people, while the sampling technique was the total population. Collecting data using primary data. The data collection technique was carried out using a quantitative approach, namely univariate and bivariate analysis. The results showed that there was a relationship between reliability and family satisfaction level, p value 0.008 (p < 0.005), responsiveness relationship with family satisfaction level, p value 0.014 (p < 0.005), assurance significant relationship with family satisfaction level, p value 0.001                (p < 0.005), there was a significant relationship between empathy and family satisfaction level, p value 0.001 (p < 0.005), and a significant tangible relationship with family satisfaction level, p value 0.008 (p < 0.005). It is suggested to the Puskesmas Mesjid Raya as the party that provides home care services, so that they can contribute to improving public health. In addition, providing assistance from security personnel, especially for officers who work at night when carrying out home care services so that their safety is guaranteed.Keywords: Home Care Service Quality, Family Satisfaction
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN GAYA HIDUP DENGAN MENARCHE PADA SISWI KELAS I DAN II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 2 TAKENGON Zulfahmi Zulfahmi; rauzah tunnur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.1011

Abstract

AbstrakSetiap remaja akan mengalami pubertas. Pubertas merupakan masa awal pematangan seksual, yakni suat periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, hormonal, dan seksual serta mampu mengadakan proses reproduksi. Pada awal masa pubertas, kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle-Stimulating Hormone) akan meningkat, sehingga merangsang pembentukan hormon seksual. Pada siswi, peningkatan kadar hormon tersebut menyebabkan pematangan payudara, ovarium, rahim, dan vagina serta dimulainya siklus menstruasi. Di samping itu juga timbulnya ciri-ciri seksual sekunder, misalnya tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan gaya hidup dengan usia menarche pada siswi kelas I dan II SMP Negeri 2 Takengon. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional dengan populasi seluruh siswi kelas I dan II SMPN 2 Takengon Aceh Tengah yang berjumlah 97 orang. Penelitian ini direncanakan dilaksanakan pada tanggal 20 – 22 Oktober 2016. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisa secara univariat dan bivariat. Kata Kunci: Menarche, status gizi, gaya hidup 
PERBANDINGAN PEMBERIAN SOYA SEDIAAN DAN SOYA LOKAL TERHADAP KADAR HDL-C dan LDL-C PADA WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Putri Santy; Raudhatun Nuzul ZA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1860

Abstract

Masalah alamiah yang terjadi pada masa menopause sebagai akibat defisiensi hormon estrogen yang memiliki peranan dalam regulasi reproduksi, modulasi kepadatan tulang, transport kolesterol serta stimulasi proliferasi sel epitel kelenjar payudara. Kekurangan hormon estrogen menimbulkan berbagai gangguan fungsi fisiologis seperti osteoporosis dan penyakit kardiovaskular seperti hiperkolesterolemia. Pemberian estrogen dari luar tubuh dengan HRT (Hormon Replacement Therapy) memiliki efek samping, sehingga diperlukan pengobatan alternativ yang umumya berasal dari tumbuh-tumbuhan (alamiah) yang kaya akan fitoestrogen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian soya sediaan dan soya lokal terhadap kadar HDL-C dan LDL-C pada wanita usia menopause. Jenis penelitian ini adalah comparative design, dengan rancangan nonrandomized pretest-postest. Populasi adalah wanita menopause usia 45-55 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan sampel secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Jumlah sampel minimal pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 30 orang wanita menopause. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar HDL-C sebelum dan sesudah diberikan soya lokal (ρ=0,20). Terdapat perbedaan yang signifikan untuk kadar LDL-C pada kelompok soya lokal sebelum dan sesudah diberikan intervensi selama satu bulan (ρ=0,00). Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan soya sediaan terhadap kadar HDL-C dan LDL-C (ρ=0,00). Kesimpulan diperoleh bahwa pemberian soya sediaan meningkatkan kadar HDL-C dan menurunkan kadar LDL-C. Sedangkan pemberian soya lokal terbukti tidak mempengaruhi kadar HDL-C dan berpengaruh meningkatkan kadar LDL-C.Kata Kunci: susu kedelai, menopause, kadar high density lipoprotein (HDL), kadar low-density lipoprotein (LDL)
Evaluasi Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Handover, Komunikasi Teraupetik dan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2021 Hasibuan, Lili Fitrianti; Efendy, Ismail; Afriany, Miskah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1939

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi penatalaksaan standar operasional prosedur handover, komunikasi terapeutik, dan lingkungan kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Jenis penelitian metode kuantitatif merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 52 pasien di Rumah Sakit Haji dan semua populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat, chi square dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara evaluasi penatalaksaan standar operasional prosedur handover terhadap kepuasan pasien dengan p-value 0,000<0,05, nilai OR = 18,125 dan nilai koefisien regresi 0,410, hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien dengan p-value 0,000<0,05, nilai OR = 7,138 dan nilai koefisien regresi 0,255, hubungan antara kesehatan lingkungan rumah sakit terhadap kepuasan pasien dengan p-value 0,000<0,05, nilai OR = 5,571 dan nilai koefisien regresi 0,120. Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan antara management evaluasi standar operasional prosedur handover, antara komunikasi terapeutik perawat dan lingkungan kesehatan rumah sakit dan kepuasan pasien di Rumah Sakit Haji Medan.Kata Kunci : Handover, Komunikasi Terapeutik, Kesehatan Lingkungan,  Kepuasan pasien di Rumah Sakit Haji Medan. Patient safety is a basic principle of health services which views that safety is the right of every patient in receiving health services. The study aimed to determine the evaluation of the management of standard operating procedures for handover, therapeutic communication, and environment health on patient satisfaction at Haji Hospital Medan. The research was quantitatively analytic with a cross-sectional approach. The stuay population was 52 patients in Haji Hospital. All were taken as the sample. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis used bivariate analysis, chi-square and multiple regression analysis. The results of the study were based on the relationship between evaluation of the standard operational management of handover procedures on patient satisfaction with p-value 0.000<.05, OR value = 18.125 and regression coefficient value .410; nurse therapeutic communication relationship to patient satisfaction with p-value .000<.05, OR value = 7.138 and regression coefficient value .255; The relationship between hospital environment health and patient satisfaction with p-value 0.000<.05, OR value = 5.571 and regression coefficient value .120. The conclusion showed there was a relationship between evaluating the management of standard operational procedures handover, between nurse therapeutic communication and environment health hospital, and patient satisfaction at Haji Hospital Medan.Keywords: Handover, Therapeutic Communication, Environmental Health, Patient Satisfaction, Haji Hospital Medan
Analisis Manajemen Kepegawaian Memengaruhi Capaian Kinerja Dinas Kesehatan Kota Langsa Masyitah, Irinne; Efendy, Ismail; Fitriani, Arifah Devi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1971

Abstract

Tenaga kesehatan memberikan kontribusi hingga 80% dalam keberhasilan pembangunan kesehatan. Menurut data laporan capaian kinerja pegawai kesehatan di Indonesia tahun 2019 masih belum tercapai dengan baik, dimana dari target capaian kinerja 100% hanya sekitar 54% saja yang tercapai. Masalah yang terjadi di Dinas Kesehatan Kota Langsa yaitu pegawai yang sesuai dengan bidangnya masih terbatas dan sebagian besar beberapa seksi terpaksa menggunakan pegawai yang lain yang mampu memberikan bantuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kepegawaian memengaruhi capaian kinerja Dinas Kesehatan Kota Langsa. Desain penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Karakteristik informan kunci adalah kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit, kepala bidang kesehatan masyarakat dan kepala bidang sumber daya kesehatan, sedangkan informan utama yaitu pegawai. Teknik pengumpulan data kualitatif menggunakan metode Triangulasi. Analisis data menggunakan deskriftif kualitatif dengan tahapan data triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan, pengarahan dan pengendalian sudah berjalan dengan baik, sedangkan pengorganisasian belum berjalan secara efektif. Kejadian yang terjadi pada variabel pengorganisasian yaitu pegawai merangkap 2 atau 3 program pekerjaan, yang sebenarnya bukan dibidangnya. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan, pengarahan dan pengendalian sudah berjalan dengan baik, sedangkan pengorganisasian belum berjalan secara efektif.Diharapkan perlu meningkatkan pengorganisasian kepegawaian meliputi pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap pegawai, penetapan pembagian tugas (subsistem) sesuai dengan tupoksi para pegawai serta penentuan hubungan-hubungan antar pegawai.Kata Kunci: Manajemen, Pegawai, Kinerja Kerja, KesehatanHealth workers contribute up to 80% in the success of health development. According to the report data on the performance of health workers in Indonesia in 2019, it is still not well achieved, of which only about 54% of the 100% performance target has been achieved. The problem that occurs in the Langsa City Health Office is that employees who are in accordance with their fields are still limited and most of the sections are forced to use other employees who are able to provide assistance. The purpose of this study was to analyze personnel management influencing the performance of the Langsa City Health Office. The research design used was qualitative research. Characteristics of key informants are the head of disease prevention and control, head of public health and head of health resources, while the main informants are employees. Qualitative data collection techniques using the Triangulation method. Data analysis used qualitative descriptive with data triangulation stages of technique, source and time. The results showed that planning, directing and controlling had been going well, while the organization had not been running effectively. Events that occur in the organizing variable are employees concurrently 2 or 3 work programs, which are not actually in their fields. The conclusion of this study is that planning, direction and control have been going well, while the organization has not run effectively. (subsystem) in accordance with the duties of the employees and the determination of the relationships between employees.Keywords: Management, Employees, Work Performance, Health
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen Tahun 2019 Nurjannah, Nurjannah; Nasution, Zuraidah; Muhammad, Iman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1962

Abstract

Pendahuluan: Gizi merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi agar balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktifitas berpikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 ibu dengan menggunakan teknik analisis data accidental sampling.  Hasil: diketahui bahwa tidak ada hubungan pekerjaan ibu terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 1,000 < 0,05. Ada hubungan pendapatan keluarga terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,002 < 0,05, ada hubungan riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,001 < 0,05, ada hubungan pola asuh terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,031 < 0,05. Adapun faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen tahun 2019 adalah faktor riwayat penyakit infeksi dengan nilai p 0,001 < 0,05.. Kesimpulan: Tidak Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian gizi kurang pada balita, dan ada hubungan  dukungan pendapatan keluarga riwayat penyakit infeksi pola asuh. Faktor yang paling berhubungan dalam penelitian ini adalah riwayat penyakit infeksi. Disarankan kepada ibu balita agar lebih memperhatikan pola makan dan asupan konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap anak balita, dalam mengonsumsi makanan sehari-hari membiasakan dengan menu seimbang.Kata Kunci:   Balita, Gizi KurangBackground: Nutrition is one of the needs that must be met so that toddlers can grow and develop properly. Malnutrition is a health disorder due to a lack or imbalance of nutrients needed for growth, thinking activities and all things related to life. Objective: This study aims to determine what factors are associated with the incidence of malnutrition in children under five in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019. Purpose : This study aims to determine what factors are associated with the incidence of malnutrition in children under five in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019. Method :  This study used an analytic survey with a cross sectional approach to study the factors associated with the incidence of under-five malnutrition. The sample in this study amounted to 34 mothers using accidental sampling data analysis techniques..  Result :  it is known that there is no relationship between mother's work and the incidence of malnutrition with p value 1,000 < 0.05. There is a relationship between family income and the incidence of malnutrition with a p value of 0.002 < 0.05, there is a relationship between a history of infectious disease and the incidence of malnutrition with a p value of 0.001 < 0.05, there is a relationship between parenting patterns and the incidence of malnutrition with a p value of 0.031 < 0, 05. The factors most related to the incidence of malnutrition in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019 were a history of infectious disease factors with a p value of 0.001 < 0.05. Conclusion: There is no relationship between work and the incidence of malnutrition in children under five, and there is a relationship between family income support, history of infectious diseases, parenting. The most related factor in this study was a history of infectious disease. It is recommended to mothers of toddlers to pay more attention to eating patterns and intake of food consumption in accordance with the nutritional needs of each child under five, in consuming daily food to get used to a balanced menu.Keywords: Toddler, Malnutrition
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Kunjungan Nifas Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Rahmi, Nuzulul; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1953

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah selesai persalinan dan berakhir disaat alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Angka kematian ibu terbesar terjadi pada masa nifas. Masa pandemi covid-19 pelayanan masa nifas menjadi terhambat hal ini disebabkan karena ibu nifas tidak melakukan kunjungan nifas untuk menghindari penularan virus covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam sebanyak 38 orang, sampel penelitian ini diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data secara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 11 sampai dengan 16 Desember 2021. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh variabel pengetahuan (p value=0.001, OR=6.000) dan sikap (p value=0.0001, OR=62.000). Kesimpulan ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap kunjungan nifas pada masa pandemic covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Saran diharapkan pada petugas kesehatan dan ibu nifas agar dapat tetap melakukan kunjungan nifas dengan mematuhi protokol kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan nifas, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 The postpartum period is a period that begins after delivery and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The greatest maternal mortality rate occurs during the puerperium. During the Covid-19 pandemic, postpartum services were hampered, this was because postpartum mothers did not make postnatal visits to avoid transmission of the Covid-19 virus. The purpose of this study was to determine the effect of mother's knowledge and attitudes on postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh. The research is analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were all postpartum mothers who were in the working area of the Kopelma Darussalam Health Center as many as 38 people, the sample of this study was taken as a total population. The research instrument used a questionnaire and data collection by distributing questionnaires which had been carried out from 11 to 16 December 2021. Data analysis was univariate and bivariate. The results of the study obtained variables of knowledge (p value = 0.001, OR = 6,000) and attitudes (p value = 0.0001, OR = 62,000). The conclusion is that there is an influence of mother's knowledge and attitude towards postpartum visits during the covid-19 pandemic in the Kopelma Darussalam Health Center Work Area, Banda Aceh City. Suggestions are expected for health workers and postpartum mothers to continue to make postpartum visits by complying with health protocols.Keywords: Postpartum visit, knowledge, attitude, covid-19 pandemic
Analisa Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kanker Payudara (Ca Mammae) di RSUD dr Pirngadi Medan Tahun 2020 Sipayung, Ika Damayanti; Lumbanraja, Sarma; Fitria, Aida; Silaen, Mangatas; Sibero, Jitasari Tarigan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2031

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya perhatian kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi dini. Jenis penelitian ini adalah analitik desain case control untuk mempelajari sejauh mana faktor–faktor yang memengaruhi terjadinya efek. Faktor-faktor dipelajari dengan menggunakan retrospektif. Memilih kasus yaitu wanita yang mengalami kanker payudara dan kontrol, wanita yang tidak mengalami kanker payudara. Populasi terdiri dari populasi kasus dan kontrol sebanyak 94, sampelnya adalah 47 kasus dan 47 kontrol. Data dikumpulkan melalui rekam medik. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square pada taraf kepercayaan 95% (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUD Dr Pirngadi Medan tahun 2020 yaitu usia p=0,002 , paritas p=0,557, riwayat pemberian ASI p=0,001, KB Hormonal p=0,001, riwayat keluarga p=0,002. Kesimpulan penelitian bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker payudara adalah usia, pemberian ASI, KB Hormonal, dan riwayat keluarga. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang baik tentang faktor yang dapat menimbulkan kanker payudara kepada setiap wanita dan lebih sering melakukan SADARI untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Kata Kunci: Faktor- faktor, Wanita, Kanker Payudara  Background: Breast cancer is a threat to women. Although there is already the best treatment, the fight against breast cancer is not always successful. This is because there is still a lack of attention by women in understanding breast cancer in order to avoid breast cancer attacks and how to do early detection. This type of research is case control analytic design to study the extent of the factors that influence the occurrence of effects. The factors were studied retrospectively. Selecting cases are women who have breast cancer and controls, women who do not have breast cancer. The population consisted of a population of 94 cases and controls, the samples were 47 cases and 47 controls. Data were collected through medical records. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi-square test at 95% confidence level (p=0.05). The results showed that the variables related to breast cancer at Dr Pirngadi Hospital Medan in 2020 were age p=0.002, parity p=0.557, history of breastfeeding p=0.001, hormonal family planning p=0.001, family history p=0.002. The conclusion of the study that the factors associated with breast cancer are age, breastfeeding, hormonal family planning, and family history. It ishoped that health workers, especially midwives, can provide good IEC (communication, information and education) about the factors that can cause breast cancer to every woman and do BSE more often to prevent breast cancer. Keywords: Factors, Women, Breast Cancer
Hubungan Baby Spa (Solus Per Aqua) dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di BPM Muaddah, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Ferinawati, Ferinawati; Kamila, Osya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2016

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) (2017), secara global sekitar 20-40% bayi usia 0-2 tahun mengalami masalah keterlambatan dalam proses perkembangan. Prevelensi masalah perkembangan anak di berbagai Negara maju dan berkembang di antaranya Amerika sebesar 12-16%, Argentina 22% dan Hongkong 23% dan 13-18% di Indonesia. Beberapa penelitian yang telah di evaluasi berdampak kegagalan bahkan memperpendek usia hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Baby SPA dengan perkembangan motorik pada bayi usia 6-12 bulan di BPM Muaddah, S.SiT kecamatan kota juang kabupaten bireuen. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di BPM Muaddah, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini semua ibu-ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan di BPM Muaddah, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Tehnik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dan diolah kedalam analisis univariat dan bivariat. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  Hasil uji statistik chi-square menunjukkan ada pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan dengan nilai p value (0,000) < α (0,05) jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Ada hubungan baby spa dengan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan di BPM Muaddah, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Diharapkan kepada responden untuk meningkatkan pengetahuannya secara mandiri tidak hanya bergantung kepada petugas kesehatan untuk mencari tahu apa itu baby spa, manfaat Baby SPA bagi perkembangan tumbuh kembang pada bayi.Kata Kunci: Baby SPA, Perkembangan Motorik Kasar Background: According to WHO (World Health Organization) (2017), globally around 20-40% of infants aged 0-2 years experience delays in the development process. The prevalence of child development problems in various developed and developing countries including America is 12-16%, Argentina is 22% and Hong Kong is 23% and 13-18% in Indonesia. Several studies that have evaluated the impact of failure and even shorten the life span. Objective: This study aims to determine the relationship between Baby SPA and motor development in infants aged 6-12 months at BPM Muaddah, S.SiT, Kota juang sub-district, Bireuen Regency. Methode: The research design used was an analytical survey research with a cross sectional approach. This research was conducted at BPM Muaddah, S.SiT, Kota Juang District, Bireuen Regency. The population in this study were all mothers who had babies aged 3-12 months at BPM Muaddah, S.SiT, Kota Juang District, Bireuen Regency. Data collection techniques used primary and secondary data and processed into univariate and bivariate analysis. Results: The results showed that the results of the chi-square statistical test showed that there was an effect of baby spa on gross motor development in infants aged 6-12 months with a p value (0.000) < (0.05) so Ho was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There is a relationship between baby spa and gross motor development in infants aged 6-12 months at BPM Muaddah, S.SiT, Kota Juang District, Bireuen Regency. Expected to respondents to increase their knowledge independently, they don't just depend on health workers to find out what a baby spa is, the benefits of Baby SPA for the development of growth and development in babies. Keywords:  Baby SPA, Gross Motor Development
Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Clinical Pathway Kanker Paru (Studi Kualitatif di RSUP H.Adam Malik tahun 2021) Fajrinur, Fajrinur; Handini, Myrnawati Crie; Tarigan, Frida Lina; Harefa, Karnerius; Ginting, Daniel
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2047

Abstract

Abstrak Pelaksanaan clinical pathway (CP) pada pasien kanker paru akan menurunkan jumlah hari rawat inap pasien di rumah sakit. Penelitian bertujuan menggali lebih dalam ketidakkelengkapan pengisian dokumen clinical pathway (CP) kanker paru di RSUP H. Adam Malik tahun 2021. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi di RSUP H. Adam Malik pada bulan Maret - September 2021. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, sebanyak enam informan dengan kriteria pegawai yang terlibat didalam pembuatan, perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan clinical pathway, memiliki masa kerja lebih dari dua tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi informan. Informan tersebut terdiri dari Kepala Bidang Pelayanan medik, Kepala Bidang Case Manager, Dokter bagian Paru, Kepala Perawat/perawat pelaksana bagian paru, Rekam Medik dan Tenaga Farmasi. Penelitian menggunakan metode analisis data Colaizzi. Penelitian menemukan empat hal penting dalam ketidaklengkapan pengisian clinical pathway kanker paru yaitu 1) Komunikasi: Sosialisasi clinical pathway kanker paru belum berjalan dengan optimal 2) Sumber daya: Sumber daya yang mengaudit pengisian clinical pathway belum tersedia khusus 3) Disposisi: Kurangnya komitmen dalam pengisian clinical pathway di rumah sakit 4) Struktur birokrasi: Struktur birokrasi yang mendukung pengisian clinical pathway. Kesimpulan penelitian adalah masih ditemukan lembaran clinical pathway tidak diisi secara lengkap. Disarankan untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk pelaksanaan clinical pathway kanker paru untuk meningkatkan komitmen dalam pengisian clinical pathway kanker paru.Kata kunci: clinical pathway, kanker paru, rumah sakit, SOP AbstractImplementation of clinical pathway (CP) in lung cancer patients will reduce the number of days of hospitalization for patients. This study aims to dig deeper into the incompleteness of filling out clinical pathway (CP) documents for lung cancer at H. Adam Malik Hospital in 2021. The research method was qualitative with a phenomenological approach at H. Adam Malik Hospital in March - September 2021. Research informants were taken by purposive sampling. , as many as six informants with the criteria of employees who are involved in the creation, planning, preparation and implementation of clinical pathways, have a working period of more than two years, are able to communicate well and are willing to become informants. The informants consisted of the Head of the Medical Services Division, the Head of the Case Manager Division, the Lung Doctor, the Chief Nurse/nurse implementing the Pulmonary Section, Medical Records and Pharmacy Staff. The study used the Colaizzi data analysis method. The study found four important things in the incomplete filling of lung cancer clinical pathways, namely 1) Communication: Socialization of lung cancer clinical pathways has not run optimally 2) Resources: Resources that audit clinical pathway filling are not specifically available 3) Disposition: Lack of commitment in filling clinical pathways pathways in hospitals 4) Bureaucratic structure: A bureaucratic structure that supports filling out clinical pathways. The conclusion of the study was that clinical pathway sheets were still not filled out completely. It is recommended to develop a special Standard Operating Procedure (SOP) for the implementation of lung cancer clinical pathways to increase commitment in filling lung cancer clinical pathways.Keywords: clinical pathway, lung cancer, hospital, SOP

Page 58 of 123 | Total Record : 1226