cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Tindakan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Anwar, Chairanisa; Safitri, Faradilla; Aisyah, Aisyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2018

Abstract

Komplikasi masa kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan yang penting, jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan kematian ibu yang tinggi. Tragedi yang mencemaskan dalam proses reproduksi salah satunya kematian yang terjadi pada ibu. Keberadaan seorang ibu adalah tonggak untuk keluarga sejahtera. Sectio caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi abdomen. Persalinan ini digunakan jika kondisi ibu menimbulkan distress pada janin atau jika telah terjadi distress janin. Berdasarkan survey WHO tahun 2008 di tiga benua, yakni Amerika Latin, Afrika dan Asia dilaporkan bahwa angka Persalinan sectio caesarea mencapai 25,7%, angka terendah di Angola 2,3% sampai angka tertinggi 46,2% di Cina. Angka persalinan section caesarea tanpa indikasi medis di 23 negara dalam tiga benua tersebut adalah 0,01 - 2,10%. Rata-rata persalinan section caersarea di Amerika mencapai 32%.  Sedangkan di Indonesia sendiri tahun 2003 mencapai 4,1% dan meningkat pada tahun 2007 mencapai 18%. Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang perempuan dalam masa hamil atau dalam 42 hari setelah kehamilan berakhir dengan sebab apapun, tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Pada tahun 2013 AKI didunia sebesar 210 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara berkembang 14 kali lebih tinggi bila dibandingkan negara maju, yaitu 230 per 100.000 kelahiran. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda menunjukkan kasus persalinan seksio sesarea pada tahun 2020 sebesar 62% dari 110 persalinan yaitu sebanyak 68 persalinan seksio sesarea. Kemudian pada tahun 2021 jumlah persalinan seksio sesarea meningkat menjadi 69 % dari 112 persalinan yaitu sebanyak 77 persalinan seksio sesarea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang sudah bersalin di Rumah Sakit Bhayangkara periode Januari-Desember 2021 sebanyak 235 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate.Kata Kunci: usia, paritas, sectio caesarea Complications during pregnancy, childbirth and the puerperium are important health problems, if not addressed can cause high maternal mortality. One of the worrying tragedies in the reproductive process is the death that occurs in the mother. The existence of a mother is a milestone for a prosperous family. Sectio caesarea is the expulsion of the fetus through an abdominal incision. This delivery is used if the mother's condition causes fetal distress or if fetal distress has occurred. Based on a 2008 WHO survey on three continents, namely Latin America, Africa and Asia, it was reported that the delivery rate for sectio caesarea reached 25.7%, the lowest rate in Angola was 2.3% and the highest rate was 46.2% in China. The rate of caesarean section deliveries without medical indications in 23 countries on the three continents is 0.01 - 2.10%. The average caesarean section delivery in America reaches 32%. While in Indonesia alone in 2003 it reached 4.1% and increased in 2007 to reach 18%. According to WHO, maternal death is the death of a woman during pregnancy or within 42 days of termination of pregnancy from any cause, by any action taken to terminate the pregnancy. In 2013 the MMR in the world was 210 deaths per 100,000 live births, while in developing countries it was 14 times higher than in developed countries, which was 230 per 100,000 live births. Data obtained from Bhayangkara Banda Hospital showed cases of cesarean section delivery in 2020 amounted to 62% of 110 deliveries, namely 68 cesarean deliveries. Then in 2021 the number of deliveries by cesarean section increased to 69% from 112 deliveries, namely 77 deliveries by cesarean section. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with sectio caesarea at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. The population in this study were all pregnant women who had given birth at Bhayangkara Hospital for the period January-December 2021 as many as 235 people. The sample of this study was taken using the Slovin formula of 71 people. The analysis used is bivariate analysis.Keywords: age, parity, sectio caesarea
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI RSUD Dr RM ‘DJOELHAM KOTA BINJAITAHUN 2020 Yuansyah, Romi; Harahap, Juliandi; Begum Suroyo, Razia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1799

Abstract

ABSTRAKManfaat hasil pemeriksaan laboratorium bagi para klinisi untuk membantu menegakkan bahkan dapat memastikan diagnosa pasien sehingga dengan ini dapat meminimalkan pengobatan/terapi yang tidak diperlukan. Menurut Menkes 2008 waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratoriun minimal kurang dari 140 menit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium klinik di RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas laboratorium klinik diRSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai tahun 2020 dengan jumlah 32 orang yang seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian. Sampel kualitatif dilakukan dengan 3 orang informan.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam.Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel fasilitas dan peralatan, transportasi spesimen, dan stabilitas listrik dengan nilai p<sig-α 0,05, sedangkan kualifikasi petugas, permasalahan pre-analitik, analitik dan pasca-analitik dengan nilai p>sig-α 0,05. Hasil analisis univariat diketahui bahwa fasilitas dan peralatan serta stabilitas listrik merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh fasilitas dan peralatan, transportasi spesimen dan stabilitas listrik dengan waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratirum, sedangkan kualifikasi petugas, permasalahan pre-analitik, analitik dan pasca-analitik tidak memiliki pengaruh yang bermakna.Diharapkan kepada pihak manajemen RSUD. Dr. R.M. Djoelham agar meningkatkankan pelatihan kepada tenaga analis laboratorium secara rutin agar memiliki kinerja yang lebih baik, menata ulang sarana dan prasana ruang laboratorium seperti memiliki laboratorium satelit yang letaknya tidak jauh dari IGD rumah sakit, mengevaluasi kelayakan fasilitas dan peralatan yang digunakan di laboratorium.Kata Kunci    : Waktu Tunggu, Pemeriksaan Laboratorium 
SISTEM RUJUKAN DAN UTILISASI RUMAH SAKIT STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2019 Sinta, Sinta; Juanita, Juanita; Aulia, Destanul; Santosa, Heru; Zulfendri, Zulfendri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1790

Abstract

ABSTRAKPelayanan kesehatan yang diterima peserta Jaminan Kesehatan Pemerintah dilakukan melalui mekanisme rujukan berjenjang. Sistem ini dikeluarkan untuk memenuhi aspek ketersediaan fasilitas kesehatan dan kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Sistem rujukan merupakan pelimpahan tanggung jawab terhadap masalah kesehatan secara vertikal  dan horizontal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apa saja yang menjadi faktor/determinan penurunan utilisasi, Menganalisi ketersedi aan supplyside pelayanan kesehatan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Penelitian telah dilakukan sejak 23 Januari hingga 25 Januari di Rumah Sakit Haji Medan.Dari hasil dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rendahnya utilisasi Rumah Sakit Haji Medan disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain: masalah administrasi dan sistem seperti sistem rujukan, pilihan rumah sakit dan pilihan pasien mengenai citra pelayanan dan peralatan rumah sakit; keterbatasan sarana dan prasarana; sumber daya manusia yang tidak sesuai baik secara kuantitas maupun kompetensi. Disarankan agar rumah sakit dan pegawai mengupayakan dan meningkatkan pelayanan kompetensinya agar sesuai dengan standar dan mekanisme yang telah diterapkan.Kata Kunci    : Sistem rujukan berjenjang, sarana, prasarana
DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI DESA SIMANGULAMPE KECAMATAN BAKTIRAJA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Sinambela, Rinto Ganser Heryanto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1853

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Stop BABS adalah kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak BABS. Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Perilaku stop BABS diikuti dengan pemanfaatan sarana sanitasi yang saniter berupa jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Simangulampe Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini digunakan meyode deskriptif, pengetahuan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan jumlah responden 117 responden. Hasil: tidak ada hubungan umur, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, status ekonomi terhadap perilaku buang air besar sembarangan, hasil analisis menunjukkan nilai p-value > 0,005. (Umur 0,156 > 0,05; jumlah anggota keluarga 0,137 > 0,05; tingkat pendidikan 0,913 < 0,05; status ekonomi 0,749 > 0,05), ada hubungan pengetahuan, sikap, jarak rumah dengan tempat BAB, kepemilikan Jamban terhadap perilaku buang air besar sembarangan, hasil analisis menunjukkan nilai p-value , 0.05 (pengetahuan 0,042 < 0.05; sikap 0.043 < 0.05; jarak rumah dengan tempat BAB 0.014 < 0.05 dan kepemilikan Jamban 0.009 <0.05).Katar Kunci : Perilaku Buang Air Besar
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG INSOMNIA DIPANTI YAYASAN PEMENANG JIWA SIMPANG SELAYANG KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TAHUN 2021 Br. Situmeang, Cintia Delviana; Veronika, Anita; Siallagan, Ermawaty Arisandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1795

Abstract

Latar Belakang :Insomnia merupakan suatu kumpulan kondisi yang dicirikan dengan adanya gangguan kuantitas, kualitas, atau waktu tidur pada seorang individu. Insomnia paling sering ditemukan pada usia lanjut. Usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas. Keluhan umum yang sering dijumpai pada lansia berupa kesulitan masuk tidur (sleep onset problem), mempertahankan tidur nyenyak (deep maintenance problem), dan bangun terlalupagi (early morning awakening/EMA). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Lansia tentang Insomnia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2021.Metode :Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif  dengan menggunakan metode accidential sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 responden.Hasil :Pengumpulan data menggunakan data primer dan dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada responden. Dari hasil peneliti bahwa responden minoritas yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 2 orang (10.0%), mayoritas memiliki pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (70,0%) dan minoritas memiliki pengetahuan kurang  4 orang (20.0%).Kesimpulan :Dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Lansia tentang Insomnia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2021 Berpengetahuan cukup diharapkan bagi responden untuk mengurangi gejela insomnia dapat melakukan kegiatanatan aktivitas fisik ringan yang dapat membantu pergerakan tubuh misalnya senam/jalan santai sehingga dapat membantu bisa tidur pada malam. Bagi lansia yang berpengetahuan baik diharapkan agar selalu mempertahankan pola tidur yang baik. Kata kunci : Pengetahuan, Lansia, Insomnia.
ANALISA FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA STAF BAGIAN UMUM DI RSUD. DR. FAUZIAH BIREUEN TAHUN 2019 ., Eddi; Fitriani, Arifah Devi; Nadapdap, Thomson. P.
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1774

Abstract

AbstrakPeran staf administrasi sangat penting karena sebagai salah satu ujung tombak rumah sakit dan merupakan tenaga yang sering kontak dengan tenaga kesehatan lainnya maupun pekerja rumah sakit lainnya dalam hal pengurusan berbagai kelengkapan berkas yang dibutuhkan. Penelitian bertujuan Menganalisis faktor yang memengaruhi kinerja staf bagian umum di RSUD dr. Fauziah Bireuen Tahun 2019. Desain Penelitian pendekatan kualitatif terdiri dari Informan kunci Wadir Administrasi Umum Dan Keuangan, dan 1 orang perawat di RSUD dr. Fauziah Bireuen sedangkan Informan utama 7 orang staf bagian umum di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Hasil penelitian didapatkan bahwa 5 dari 7 orang staf mengalami penurunan kinerja. Kesimpulan yang didapatkan peneliti dari hasil penelitian masih adanya masalah kepemimpinan, sikap, imbalan, desain pekerjaan dan motivasi serta posisi staf yang di tempatkan tidak sesuai dengan kompetensinya begitu juga pekerjaan yang di berikan terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kompetensinya sehingga menimbulkan beban dan kejenuhan terhadap pekerjaan. Diharapkan adanya tindak lanjut dari manajemen dan staf RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk dapat menempatkan pejabat struktural sesuai dengan pendidikan dan kompetensi yang dimiliki serta diharapkan agar proses mutasi tidak dilakukan dalam waktu yang singkat (6 bulan sampai dengan 1 tahun).Kata Kunci: Kinerja, Kepemimpinan, Sikap, Imbalan,  Desain  Pekerjaan Dan Motivasi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021 Yuniati, Yuniati; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2029

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan kesehatan dapat diartikan sebagai sebuah konsep yang diterapkaan untuk memberikan layanan dalam jangka waktu yang lama dan hal ini terus dilakukan kepada publik dan juga masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Metode: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat berjumlah 8.025 KK, sedangkan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan rumus Notoadmodjo yaitu sebanyak 99 responden. Jenis data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat, dengan menggunakan uji Chi-Square α = 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan Uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa nilai signifikan dengan faktor waktu tunggu pelayanan nilai p-value 0.132, faktor pengtahuan  nilai  p-value 0.026, faktor jarak nilai p-value 0.002 dan faktor tradisi/budaya nilai p-value 0.13 di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Kesimpulan: dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Sambirejo Langkat 2021. Disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan jenis penelitian yang berbeda, sehingga dapat membandingkan dengan peneliti sebelumnya. Kata Kunci:   Waktu Tunggu Pelayanan, Pengetahuan, Jarak, Tradisi/Budaya,  Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Background: Health services can be interpreted as a concept that is applied to provide services in the long term and this continues to be done to the public and also the community. Objective: to find out the factors related to the utilization of health services for the community at the Sambirejo Langkat Health Center 2021. Method: The stuay design was observational analytic with a cross-sectional approach. The populations were 8025 families. The sample was 99 respondents. Data used interviews and documentation. Data were analyzed by using univariate and bivariate analyses with Chi-Square test = 0.05. Result: from analysis used the Chi-Square test, it shows that the value is significant with the service waiting time factor p-value 0.132, knowledge factor p-value 0.026, distance factor p-value 0.002 and tradition/culture factor p-value 0.13 at the Sambirejo Langkat Health Centre 2021. Conclusion: showed that statistically there was a relationship between factors related to the utilization of health services for the community at Sambirejo Langkat Health Centre 2021. It is recommended that further research be carried out on the use of health services for the community with different types of research, so that it can be compared with previous researchers. Keywords:  Service Waiting Time, Knowledge, Distance, Tradition/Culture, Utilization of Health Services
Hubungan Empat Terlalu (4-T) dengan Riwayat Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Mursyida, Rika; Manalu, Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1947

Abstract

Empat Terlalu (4-T) adalah terlalu muda usia ibu < 20 tahun, terlalu tua usia ibu > 35 tahun, terlalu dekat jarak kehamilan atau persalinannya < dari 2 tahun, dan terlalu banyak jumlah anak > 4 (BKKBN, 2020). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Empat Terlalu (4-T) di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe maka dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas di Puskesmas Mon Geudong yang berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total populasi, penelitian dilakukan dari tanggal 12 Juni sampai 14 Juni tahun 2021. Analisa data digunakan uji chi square. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner yang berisi 5 pertanyaan. Selanjutnya data diolah dengan bantuan  sistem komputerisasi. Hasil penelitian yaitu responden yang tidak termasuk Empat Terlalu (4-T) sebanyak 19 orang (63,3%), riwayat persalinan normal 16 orang (53,3%). Hasil didapati ada hubungan Empat Terlalu (4-T) dengan riwayat persalinan di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe menunjukkan bahwa analisa statistik menggunakan chi square test didapatkan  ρ value = 0,000 yang berarti ρ < α, yang berarti ada hubungan Empat Terlalu (4-T) dengan riwayat persalinan di Puskesmas Mon Geudong bermakna Ha diterima. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi ibu-ibu agar lebih meningkatkan keinginan untuk lebih aktif lagi mendapatkan informasi dan melakukan pemeriksaan penunjang guna menghindari risiko dari empat terlalu yang berdampak bagi proses kehamilan dan persalinan.Kata kunci: Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak, Terlalu Dekat, Riwayat KelahiranFour Too (4-T) is too young for the mother < 20 years old, too old for the mother > 35 years old, too close in pregnancy or delivery < 2 years, and too many children > 4 (BKKBN, 2020). The purpose of this study was to determine the relationship of Four Too (4-T) at the Mon Geudong Health Center, Lhokseumawe City, so this research was carried out. This research is analytic with cross sectional approach. The population in this study were all postpartum mothers at the Mon Geudong Health Center, which amounted to 30 people, with a total population sampling technique, the study was carried out from June 12 to June 14 2021. Data analysis used chi square test. Data was collected by distributing questionnaires containing 5 questions. Furthermore, the data is processed with the help of a computerized system. The results of the study were 19 people (63.3%), a history of normal delivery 16 people (53.3%). The results found that there was a relationship of Four Too (4-T) with a history of childbirth at the Mon Geudong Health Center, Lhokseumawe City, showing that statistical analysis using the chi square test obtained value = 0.000 which means ρ < α , which means there is a relationship of Four Too (4-T) with a history of childbirth at the Mon Geudong Health Center means that Ha is accepted. It is hoped that this can be an input for mothers to increase their desire to be more active in obtaining information and carrying out supporting examinations to avoid the risk of four too many which have an impact on the process of pregnancy and childbirth.Keywords: Too Young, Too Old, Too Much, Too Close, Birth history
AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA SALEP EKSTRAK BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L.) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) YANG TERINFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Nadya, Nadya; Meilina, Rulia; Keusumawati, Keusumawati; Nuzul ZA, Raudhatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka dari salep ekstrak biji ketumbar pada mencit yang terinfeksi bakteri Staphyloccus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Salep ekstrak biji ketumbar dibuat dalam 3 formulasi yaitu F1 (formulasi salep mengandung sebanyak 4 gram ekstrak etanol ketumbar), F2 (formulasi salep mengandung sebanyak 6 gram ekstrak etanol ketumbar), F3 (formulasi salep mengandung sebanyak 8 gram ekstrak etanol ketumbar). Sebagai kontrol negatif adalah dasar salep tanpa kandungan ekstrak biji ketumbat dan sebagai control positif ada lah salep hidrokartison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan luka sayat pada mencit menggunakan salep dengan formulasi sebanyak 8 gram ekstrak etanol ketumbar memberikan hasil yang efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit dibandingkan dengan salep dengan formulasi FI dan FII. Kesimpulan penelitian ini bahwa sediaan salep ekstrak biji ketumbar memiliki aktivitas yang baik terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit yang terinfeksi bakteri Staphlococcus aureus. Kata kunci: biji ketumbar, sediaan salep, luka sayat, mencitThis study aims to determine the wound healing activity of coriander seed extract ointment in mice infected with Staphyloccus aureus bacteria. The method used in this study is experimental. Coriandrum sativum seed extract ointment is made in 3 formulations. F1 (ointment formulation contains as much as 4 grams of coriandrum sativum ethanol extract), F2 (ointment formulation contains as much as 6 grams of coriandrum sativum ethanol extract), F3 (ointment formulation contains as much as 8 grams of coriandrum sativum ethanol extract). As a negative control is the basis of ointment without the content of coriandrum sativum seed extract and as a positive control there is hydroartison ointment. The results showed that the healing of my sores on mice using ointments with formulations of as much as 8 grams of coriandrum sativum ethanol extract provided effective results against the healing of my sores on mice compared to ointments with FI and FII formulations. The conclusion of this study is that the preparation of coriandrum sativum seed extract ointment has good activity against the healing of sores in mice infected with staphlococcus aureus bacteria.Keywords: Coriandrum sativum, Staphylococcus aureus, ointment
Hubungan Personal Hygiene dan Kepatuhan Physical Distancing Terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2020 Mayes Felda Simamora; Nova Sontry Node Siregar; Debora Simamora
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.2071

Abstract

Perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil menyebabkan ibu hamil mudah terpapar infeksi dan penyakit. Ibu hamil sebagai populasi yang berisiko dipercaya akan menjadi kelompok yang lebih rentan terinfeksi dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Penting bagi ibu hamil untuk dapat melakukan pencegahan penularan Covid 19, dengan melakukan protokol kesehatan. Salah satunya seperti menjaga kebersihan diri seperti mandi, cuci tangan, dan jaga kebersihan diri serta menjaga jarak (physical distancing) yaitu aturan dan himbauan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Personal Hygiene dan Kepatuhan Physical Distancing terhadap pencegahan penularan Covid-19. Jenis Penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dan menggunakan metode cross sectional. Populasi sebanyak 40 orang, dan pengambilan sampel secara total sampling yaitu seluruh populasi menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioener kemudian diolah dengan uji fisher exact test dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05). Hasil penelitian ini menggunakan uji fisher exact test yang menunjukkan tidak ada hubungan personal hygiene terhadap pencegahan penularan Covid-19 dengan nilai sig = 0,150 (sig > 0,05), dan ada hubungan physical distancing terhadap pencegahan penularan Covid-19 dengan nilai sig = 0 (sig < 0,05). Kepada ibu hamil diharapkan agar selalu melakukan personal hygiene dan tetap patuh terhadap physical distancing agar dapat melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan baik di masa pandemi. Kepada tenaga kesehatan (Bidan) agar menajdi role model atau menjadi contoh yang baik dalam melakukan protokol kesehatan.Kata Kunci: Personal Hygiene, Physical Distancing, Pencegahan Covid-19 Changes in the body and immune system of pregnant women cause pregnant women to be easily exposed to infections and diseases. Pregnant women as a population at risk are believed to be a group that is more susceptible to infection with higher rates of morbidity and mortality. It is important for pregnant women to be able to prevent the transmission of Covid 19, by implementing health protocols. One of them is maintaining personal hygiene such as bathing, washing hands, and maintaining personal hygiene and maintaining distance (physical distancing), namely the rules and appeals in dealing with the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between Personal Hygiene and Physical Distancing Compliance with the prevention of Covid-19 transmission. This type of research is descriptive analytic and uses cross sectional method. The population is 40 people, and the total sampling is the entire population as the sample. The data was collected using a questionnaire and then processed by the Fisher exact test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results of this study used the Fisher exact test which showed that there was no relationship between personal hygiene and prevention of Covid-19 transmission with a value of sig = 0.150 (sig > 0.05), and there was a relationship between physical distancing and prevention of Covid-19 transmission with a value of sig = 0. (sig < 0.05). Pregnant women are expected to always carry out personal hygiene and remain obedient to physical distancing in order to prevent the transmission of Covid-19 properly during the pandemic. To health workers (midwives) to be role models or be good examples in carrying out health protocols.Keywords: Personal Hygiene, Physical Distancing, Prevention Covid-19 

Page 59 of 123 | Total Record : 1226