cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah
ISSN : 24772771     EISSN : 24778214     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of History Education Department in Faculty of Teacher Training and Education named Candrasangkala. In Indonesia Candrasangkala is the year of Saka as one of the influence of Hinduism. As a journal name, Candrasangkala is unique and closely related to history in terms of temporal aspects. Thus, Candrasangkala is a scientific journal of education and history as a place for critical thinking.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR M-PROR TENTANG PERAN PAHLAWAN SUKARNI KARTODIWIRYO UNTUK KELAS XI SMA Nerry Supanji; Yuliati Yuliati; Lutfiah Ayundasari
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v7i2.11696

Abstract

Some of the problems encountered by the author are as follows, (1) Lack of student independence in learning; (2) Utilization of technology and learning facilities is sometimes less precise than what students need; (3) Printed teaching materials must be purchased at school cooperatives; (4) At least reading about the character Sukarni Kartodiwirjo. This study aims to develop learning materials, test and determine the response of students' learning independence after operating the M-PROR. This research method uses the ADDIE model with the following stages: (1) needs analysis; (2) design and data collection; (3) product manufacture; (4) product validation and testing; (5) evaluation. The results of validation by media experts obtained a percentage of 90.95%, the results of validation by material experts were 94.47%, the results of validation by teachers were obtained by a percentage of 91.02%, the results of large trials obtained a percentage of 85.34%, and the student's learning independence response obtained a percentage of 83.47%. Based on the validation and trial data, the M-PROR teaching materials can be ascertained as follows: (1) research and product development can be completed properly according to the needs analysis; (2) overall the criteria are very feasible; (3) the level of student learning independence is obtained with very positive criteria. The M-PROR teaching materials were further developed by discussing other figures in the proclamation event in depth.
PERANAN SAREKAT ISLAM (SI) DAN MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN POLITIK DAN PENDIDIKAN PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL Iyus Jayusman; Oka Agus Kurniawan Shavab
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v7i2.3669

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peranan Sarekat Islam dan Muhammadiyah di bidang politik dan pendidikan pada masa pergerakan nasional Tahuun 1911-1942. Organisasi perjuangan Sarekat Islam (1911) dan Muhammadiyah (1912) menjadi organisasi yang melakukan perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan agama sebagai landasan perjuangannya. Kedua organisai ini sama-sama berjuang demi terciptanya kemerdekaan Indonesia, namun dengan jalan dan ideologinya masing-masing dimana perjuangan Muhammadiyah lebih terkonsentrasi di bidang pendidikan, sementara Sarekat Islam di Bidang Politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan-tahapannya, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan Historiografi. Bentuk peranan Sarekat Islam pada masa pergerakan nasional khususnya di bidang politik adalah melalui gerakan buruh, volksraad, dan kritik langsung terhadap pemerintah melalui kongres nasional yang diadakan setiap tahun. Lain halnya dengan organisasi Muhammadiyah yang tidak terlibat secara langsung dengan gerakan-gerakan politik yang muncul pada saat itu, namun organisasi ini mendukung perjuangan gerakan politik yang meperjuangkan aspirasi masyarakat Islam. Pada masa ini, Muhammadiyah juga banyak terlibat dalam bidang pendidikan terutama dengan mendirikan sekolah-sekolah binaan Muhammadiyah.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DENGAN METODE PEMBELAJARAN RESITASI BERBASIS WEBSITE MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Yusuf Perdana; Winda Pitriani Parhamah; Nadira Febri Faradila; Rayhan Alfarisi
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v7i2.11733

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran resitasi pada masa pandemi Covid-19 di SMAN 9 Bandar Lampung (2) untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai karakter pada siswa melalui metode pembelajaran resitasi dalam pelajaran sejarah, dan (3) untuk mengetahui dampak implementasi pembelajaran sejarah dengan metode resitasi berbasis website. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka (library research). Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan sebagai berikut: (1). Implementasi metode resitasi berbasis website dengan memberikan penugasan yang dapat dikerjakan di rumah dengan waktu yang longgar agar siswa dapat memahami materi sejarah secara menyeluruh. (2). Penanaman nilai-nilai karakter yang tercipta dengan metode resitasi adalah kejujuran, nasionalisme, gotong-royong dan lainnya. (3). Dampak positif bagi siswa salah satunya adalah menuntut kreativitas yang tinggi, sedangkan bagi guru mempermudah dalam jejak digital yang mempermudah absensi.
SISTEM PEMERINTAHAN ORDER AFDELING OGAN ILIR TAHUN 1906-1942 Aldi Aldi; Egy Gusti Hawali; MHD Irwan; Syarifuddin Syarifuddin; Supriyanto Supriyanto
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v7i2.10025

Abstract

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, wilayah Sumatra Selatan merupakan bagian dari Karesidenan Palembang. Pada masa ini, Karesidenan Palembang terbagi menjadi beberapa wilayah administratif mulai dari afdeeling sampai dengan Dusun. Pada awalnya Onderafdeeling Ogan Ilir merupakan salah satu wilayah afdeling di Karesidenan Palembang namun sejak tahun 1906 wilayah ini berganti status menjadi wilayah onderafdeeling. Status Onderafdeeling Ogan Ilir baru berakhir sejak pemerintahan kolonial Belanda menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang pada tahun 1942. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pemerintahan Onderafdeeling Ogan Ilir pada tahun 1906-1942. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahap penelitian yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Onderafdeeling Ogan Ilir menggunakan sistem pemerintahan kolonial Belanda yang terdiri dari sistem pemerintahan onderafdeeling (controleur), marga (pasirah), dusun (kerio) dan juga memiliki dewan rakyat yang dikenal dengan sebutan Onderafdeeling Raad Ogan Ilir
PENGUATAN NILAI NASIONALISME DALAM SEJARAH PERJUANGAN ALRI DIVISI IV KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Muhammad Rezky Noor Handy; Diana Novita Sari; Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Herry Porda Nugroho Putro
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14803

Abstract

Penulisan dari artikel ini adalah mengulas sejarah perjuangan dari ALRI Divisi IV Kalimantan Selatan yang terdapat nilai-nilai nasionalisme yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan focus pada sejarah local Kalimantan Selatan selanjutnya dengan Metode dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Adapun tahapan analisis data; 1) reduksi data yang tidak sesuai dengan fokus penelitian, 2) penyajian data dalam bentuk deskriptif, dan 3) penarikan kesimpulan berdasarkan temuan penelitian sehingga menggambarkan hasil penelitian secara sistematis. Data-data yang diperoleh dari penelitian lapangan, wawancara, studi literature baik berupa artikel-artikel, buku sejarah local dan dokumen lainnya. ALRI Divisi IV Kalimantan yang dibentuk oleh pemerintah provinsi Kalimantan oleh P. M. Noor, melakukan perlawanan terhadap Belanda dan NICA pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terbagi menjadi 3 fase, yaitu fase awal yaitu pembentukan, fase kedua yaitu perlawanan dan taktik melawan Belanda dan fase ketiga yaitu proklamasi 17 Mei 1949, Selanjutnya dari sejarah local perjuangan ALRI Divisi IV Kalimantan ini terdapat nilai-nilai nasionalisme seperti cinta tanah air, rela berkorban dan menghargai jasa para pahlawan, yang juga mampu di integrasikan kedalam materi ajar IPS kelas IX pada materi Masa Kemerdekaan Indonesia 1945-1950 pada sub-materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
DESAKRALISASI PARTAI POLITIK ISLAM PADA AWAL REFORMASI DI INDONESIA Abdul Rahman
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14354

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the emergence of Islamic parties at the beginning of the reformation (2) the relationship between the desacralization of Islamic parties and the defeat of Islamic parties. The research method applied is the historical method. The results showed that (1) the emergence of so many Islamic parties at the beginning of the reformation was one of the impacts of President B.J Habibie's policy which opened the faucet of democracy by providing opportunities for all citizens of the Republic of Indonesia to form associations and gather through political parties. (2) The presence of an Islamic political party in the 1999 election contestation did not get the majority support from the public so that it failed to emerge as the main winner. The failure of Islamic parties to gain popular support cannot be separated from Nurcholish Madjid's idea of the desacralization of Islamic parties through the jargon of Islam yes, Islamic party no. In addition, the failure of Islamic parties to gain popular support, because the number of Islamic parties is so large that the voter's voice from among Muslims is divided, and Islamic parties are unable to compete with nationalist parties both in terms of financial and work programs offered to voters.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemunculan partai Islam pada awal reformasi (2) keterkaitan antara desakralisasi partai Islam dengan kekalahan partai Islam. Metode penelitian yang diterapkan ialah metode historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemunculan partai Islam yang begitu banyak pada awal reformasi merupakan salah satu dampak dari kebijakan Presiden B.J Habibie yang membuka keran demokrasi dengan memberikan kesempatan kepada segenap warga negara Republik Indonesia untuk berserikata dan berkumpul melalui jalur partai politik. (2) Kehadiran partai politik Islam dalam kontestasi pemilu 1999 tidak mendapat dukungan mayoritas dari masyarakat sehingga gagal tampil sebagai pemenang utama. Kegagalan partai Islam memperoleh dukungan rakyat tidak dapat dilepaskan dari gagasan Nurcholish Madjid tentang desakralisasi partai Islam melalui jargonnya Islam yes, partai Islam no. Selain itu, kegagalan partai Islam meraih dukungan rakyat, karena jumlah partai Islam sangat banyak sehingga suara pemilih dari kalangan Islam terbagi-bagi, dan partai Islam kalah bersaing dengan partai nasionalis baik dari segi finansial maupun program kerja yang ditawarkan kepada pemilih
PERAN LADA LAMPUNG MENYOKONG KOMODITAS PERDAGANGAN BANTEN Sumargono Sumargono; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari; Aprilia Triaristina
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14987

Abstract

Tanoh Lampung tanoh lado, sebaris lirik lagu daerah yang mengingatkan sejarah kejayaan lada Lampung yang terkenal keberbagai bangsa pada masa penguasaan Kesultanan Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejayaan lada Lampung dan relasi antara Lampung dengan Banten sampai lada Lampung menjadi komoditas perdagangan dan pelabuhan Kesultanan Banten. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan dua sumber pengumpulan data yakni studi pustaka dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, kejayaan lada Lampung dan terjalinnya relasi yang baik antara Lampung dengan Kesultanan Banten merupakan dua hal yang sangat mendukung. Lada Lampung yang terkenal karena kualitas dan ketenarannya pada masa Kesultanan Banten menguasai Lampung. Hubungan antara Banten dengan Lampung terjalin dengan baik karena adanya lada Lampung yang semakin diluaskan lahan perkebunannya. Antara Lampung dan Kesultanan Banten juga tidak terjadi pemberontakan/perlawanan/perang yang dilakukan kedua belah pihak. Hal ini dikarenakan adanya kesepakatan antara Banten dan Lampung yakni Banten memberikan perintah melalui piagam (pijagem) yang dikeluarkan mengenai perintah tanam pohon lada kepada para pemimpin adat di marga Lampung dan sebaliknya para pemuka adat Lampung mendapatkan gelar adat dan benda simbolis dari Sultan Banten yang dapat digunakan dalam kepimimpinan marga. Hal inilah yang menjadi resep harmonisnya hubungan Lampung dan Kesultanan Banten sampai Lampung menjadi komoditas penyokong lada utama dan sampai terbangunnya pelabuhan-pelabuhan yang megah di Banten.
PERAN DAN KONTRIBUSI PERHIMPUNAN AMATIR FOTO (PAF) BANDUNG DALAM BIDANG FOTOGRAFI INDONESIA (1954-2000) Muhammad Rinaldy Syarifulloh; Reiza D. Dienaputra; Ayu Septiani
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14436

Abstract

This study aims to explain the development of the Bandung Amateur Photo Association (PAF) in particular focusing on the discussion of its role and contribution in the field of Indonesian Photography in 1954-2000. The data collection method used in this research is descriptive-qualitative method with the stages through the historical method. The historical method consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. To analyze the role and contribution of PAF Bandung in Indonesian photography, this study uses the concepts of role and contribution,. The results of this study indicate that the Bandung Amateur Photo. Association (PAF) has a role and contribution in the field of Indonesian photography, especially amateur photography. PAF has contributed to the documentation of international activities, namely the 1955 Asian-African Conference (KAA). In addition, PAF has a role in being one of the initiators of the establishment of a national photography federation, including the Indonesian Photographic Association Association (Gaperfi) and the Federation of Indonesian Photographic Associations (FPSI). PAF has always played an active role and contributed to the holding of the Indonesian Photo Salon. In addition, PAF and PAF, which is the oldest photo community in Indonesia, have succeeded in producing outstanding photographers at the national and even international levels.Keywords: PAF; Photography; Amateur Photography; FPSI; Indonesian Photo Salon.
SEPANJANG JALAN PEJUANG (PERAN PEJUANG DAN TOKOH LAMPUNG) di LAMPUNG Suparman Arif; Muhammad Basri; Maskun Maskun; Ali Imron; Valensy Rachmedita
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dari tokoh Lampung yang namanya diabadikan menjadi nama dari jalan yang ada di Kota Bandar Lampung.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik pengumpulan data studi pustaka. Kota Bandar Lampung banyak ditemui nama-nama pejuang dan tokoh Lampung yang di jadikan sebagai nama-nama jalan yang ada di Kota Bandar Lampung. Hal ini didasari oleh penetapan yang dilakukan pemerintah Kota Bandar Lampung yang menggunakan nama tokoh Lampung dibeberapa nama jalan untuk mengenang jasa dan peranpejuang dan tokoh Lampung dalam memperjuangan Indonesia di Lampung baik sebelum kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Nama-nama pejuang dan tokoh Lampung tersebut memilki peran besar pada masa sebelum maupun setelah kemerderkan antara lain memperjuangkan kemerdekaan pada masa kolonial, memiliki peran berdirinya provinsi Lampung, menjadi pemimpin daerah pada awal kemerdekaan serta ikut serta pada kegiatan politik maupun pers.
SEPAK BOLA DAN PERGERAKAN KAUM BUMIPUTRA DI BANDUNG, 1900-1940 Angga Pusaka Hidayat
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14759

Abstract

This paper intends to show the connection between sport and the natives movement in a colonized society that was built on differences in social status and skin color. Sport, especially football, has become a tool used to carry out socio-political movements. The biggest influence that football shows is its ability to be used in large numbers. In seeing football as a means of struggle, Bandung is used as a historical stage because this city is one of the centers of the national movement. The research method used is the historical method which includes the stages of finding and collecting sources, source criticism, interpretation, and presenting research representations in the form of historiography. The action approach is used as an analytical tool. This paper proposes the assumption that the bumiputra (natives) play football, which can be interpreted as an attempt to change the order of colonial society. Bumiputera playing football is a way to show social equality with Europeans living in the Dutch East Indies. The movement of the football club’s in mobilizing the masses has encouraged Europeans and the colonial government in Bandung to choose to lower their aspirations. As a result, the colonial community structure became looser and the natives had the opportunity to associate with other social groups

Page 10 of 14 | Total Record : 138