cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR KIMIA
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 502 Documents
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA KECAP DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN METODE ALKALIMETRI Evana Evana; Nada Fitriana Dewi
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecap merupakan salah satu bumbu dapur yang sering ditambahkan kedalam masakan Indonesia. Kecap yang beredar di pasaran biasanya mengandung pengawet untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, penguraian, dan perusakan lainnya yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga kecap dapat disimpan dalam waktu yang lama.Salah satu pengawet kimia yang banyak digunakan dalam makanan adalah natrium benzoat. Penggunaan pengawet kimia ini dalam jumlah yang berlebih dapat mengganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu, penentuan kandungan pengawet kimia pada kecap yang beredar di pasaran merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui kadar pengawet natrium benzoat pada kecap melalui metode alkalimetri. Sampel kecap yang digunakan pada penelitian ini berasal dari lima merk kecap yang beredar di pasar di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan natrium benzoat yang terdapat pada sampel kecap A, B, C, D, dan E secara berturut-turut adalah 196,97; 221,60; 787,95; 1.698,83; dan 1.157,19 mg/kg. Sebanyak 40% sampel kecap menunjukkan kadar natrium benzoat yang melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM RI No.36 tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan natrium benzoat sebesar 1000 mg/kg.Kata kunci: alkalimetri, kecap, makanan, natrium benzoat, pengawet
KARAKTERISTIK SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) Lilik Sulasti; Yashinta Larasati; Yesi Desmiaty; Syamsudin Syamsudin; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif dari fraksi etil asetat daun teh yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstraksi daun teh dilakukan dalam pelarut etanol 96% secara maserasi sebanyak 3 kali, kemudian dipartisi dengan etilasetat - air = 1 : 1. Ekstrak etil asetat difraksinasi dengan kromatografi kolom (SiO2; n-heksan-etilasetat 10 : 1 ~ 1 : 1) memberikan 10 fraksi. Fraksi 6 dimurnikan kembali dengan kromatografi kolom (SiO2; n-heksan - etilasetat = 8 : 1 memberikan 6 fraksi (Fr. 6-1 ~ Fr. 6-6). Hasil uji penghambatan enzim -gluksodase terhadap keenam fraksi menunjukkan bahwa fraksi 6-2 memberikan IC50 sebesar 4,52 ppm. Identifikasi senyawa kimia dalam fraksi 6-2 berdasarkan interpretasi data LC-MS-MS dan infra merah (IR) memberikan senyawa campuran yaitu m/z 194 (kafein); m/z 442 (epikatehin 3-O-galat); m/z 458 (epigallokatehin 3-O-galat dan m/z 620 (dichrostachine F).Kata kunci : inhibisi enzim a-glukosidase, Camellia sinensis (L.) Kuntze, epikatehin 3-O-galat, epigallokatehin 3-Ogalat, kafein, antidiabetes
ANALISIS SEKTROSKOPI INFRA MERAH DAN MORFOLOGI PADA KOMPOSIT POLIETILENA/KARET ALAM SIKLIS/PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE YANG DIHASILKAN MELALUI METODE SISTEM PELARUT Ahmad Hafizullah Ritonga; Novesar Jamarun; Syukri Arief; Hermansyah Aziz; Yulidar Laila Safitri; Suarnikan Hulu; Barita Aritonang
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, kami melaporkan bahwa komposit Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE)/karet alam siklis(KAS)/precipitated calcium carbonate (PCC) telah berhasil diperoleh melalui metode sistem pelarut. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis perubahan gugus fungsi dengan fourier transform infrared (FTIR) dan mengkarakterisasisifat morfologinya dengan scanning elctron microscope (SEM) pada komposit LLDPE/KAS/PCC. Komposit ini dibuatmelalui metode pencampuran dengan sistem pelarut dengan adanya kompatibiliser LLDPE-g-AO. LLDPE, KAS, danLLDPE-g-AO dimasukkan secara bersama-sama ke dalam gelas beaker yang berisi pelarut xylene sebanyak 100 mL,diaduk hingga larut pada suhu 140 oC, lalu ditambahkan dengan bahan pengisi PCC sambil diaduk selama 10 menitagar PCC terdispersi merata. Hasil spektrum FTIR komposit polimer menunjukkan bahwa pita khas dari PCC terlihatpada daerah 872,1 cm-1. Hasil morfologi dengan SEM menunjukkan adanya perubahan signifikan pada strukturpermukaan pada komposit polimer setelah penambahan bahan pengisi PCC.Kata kunci : Komposit, PCC, LLDPE, KAS, Sistem Pelarut.
SINTESIS METIL ESTER DARI ASAM LEMAK CAMPURAN MINYAK SAWIT (CPO) DENGAN CARA REAKSI INTERESTERIFIKASI Ritson Purba; Nesti L. Sihombing; Pangeran Y. Acang
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa metil ester asam lemak campuran dihasilkan melalui reaksi interesterifikasi minyak sawit (CPO) dengan metanol dalam pelarut benzen menggunakan katalis asam sulfat. Reaksi ini berlangsung dalam kondisi refluks selama 5-6 jam pada suhu 60-65°C sehingga menghasilkan metil ester asam lemak campuran. Terbentuknya metil ester asam lemak campuran didukung oleh data spektroskopi FT-IR dan GC. Berdasarkan analisa data spektroskopi FT-IR dari minyak sawit (CPO) memberikan puncak-puncak pada daerah gelombang 470,6; 721,3; 941,2; 1099,3; 1164,9; 1296,1; 1411,8; 1434,9; 1465,8; 1708,8; 1743,5; 2341,4; 2677,0; 2850,6; 2920,0; dan 3004,9 cm-1, sedangkan pada spektroskopi FT-IR metil ester asam lemak campuran memberikan puncakpuncak pada daerah bilangan gelombang 428,2; 478,3; 721,3; 1118,6; 1172,6; 1361,7; 1438,8; 1465,8; 1743,5; 2854,5; 2923,9; dan 3004,9 cm-1. Pada minyak sawit (CPO) dua pita karbonil yang terbentuk yaitu terdapat pada daerah 1743,5 cm-1 dan pada daerah 1708,8 cm-1 menunjukkan terbentuknya dua ikatan C=O, hal ini terjadi karena perbedaan gugus R yang berbeda pada minyak, sedangkan pada metil ester asam lemak campuran terbentuk satu pita karbonil yang kuat muncul pada daerah 1743,5cm-1 hal ini menunjukkan hanya satu jenis ester yang terdapat pada ikatan C=O metil ester. Berdasarkan analisa GC komposisi metil ester asam lemak campuran terdiri dari asam lemak asam oleat C18 : 38,71675; asam palmitat C16 30,06644; asam linolenat C18: 21,06925; asam stearat C18: 7,92695; asam laurat C12 : 1,12210; asam linoleat C18: 1,09851.Kata kunci : minyak sawit mentah, campuran metil ester asam lemak, interesterifikasi
KORELASI KADAR ION LOGAM Pb TERHADAP KONSENTRASI PROTEIN PADA KERANG DARAH (Anadara granosa) YANG DIAMBIL DI PESISIR MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR Hendra Priatna; Rudi Kartika; Noor Hindryawati
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang korelasi kadar ion logam Pb terhadap kandungan protein pada kerang darah (Anadara granosa) yang diambil di pantai Muara Badak Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ion logam Pb dan kadar protein pada kerang darah berdasarkan ukuran dan lokasi sampel yang berbeda. Korelasi kadar ion logam Pb dan protein pada kerang darah diuji menggunakan metode Least Square dan product moment Pearson. Analisis kadar ion logam Pb menggunakan SSA (Atomic Absorption Spectrophotometer) dan analisis kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Pada penelitian ini didapatkan kadar ion logam Pb di pelabuhan umum Desa Muara Badak Ilir, Desa Salo Palai dan PT Pier .VICO Indonesia dengan rata-rata masing-masing sebesar 0,891 mg/L, 0,968 mg/L, dan 0,602 mg/L. Kandungan protein kerang darah di Desa Muara Badak Ilir, Desa Salo Palai dan PT Pier .VICO Indonesia dengan rata-rata masing-masing sebesar 20,4308%, 22,7810% dan 18,0098%. Korelasi kadar logam Pb terhadap kadar protein kerang darah (Anadara granosa) dinyatakan positif dengan hasil koefisien korelasi kuat (r = 0,9130).Kata kunci: Logam Pb, Protein, Kerang Darah (Anadara granosa)
ANALISIS KUANTITATIF FENOL TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR, METANOL, DAN N-HEKSAN DAUN PEPAYA DENGAN METODE DPPH Lilis Febriyanti; Adinda Citra
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, tanaman pepaya dapat tumbuh mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, bagian daunnya memiliki banyak komponen bioaktif salah satunya adalah senyawa fenol. Senyawa fenol telah dibuktikan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menghambatdan menangkal radikal bebas. Radikal bebas menyebabkan kerusakan sel pada tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalahmenetapkan kadar fenol total dan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrakair, metanol, dan n-heksan pada daun pepaya (Carica papaya L.). Penetapan kadarfenol total diukur dengan metode Folin-Ciocalteu. Hasil penelitianmenunjukan ekstrak metanol memiliki kadar fenol tertinggi sebesar 50,1818 mgGAE/g dan ekstrak n-heksan memiliki kadar fenol total terendah sebesar 3,1788 mgGAE/g sedangkan ekstrak air memiliki kadar fenol total sebanyak 21,0303 mgGAE/g. Hasil pengujian aktivitas antioksidan diketahui bahwa nilai IC50 ekstrak air,metanol, dan daun pepaya secaraberturut-turut sebesar 843,923 ppm; 495,618 ppm; dan 1.278,01 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak air, metanol, dan n-heksan daun pepaya mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat lemah.Kata kunci: daun pepaya, fenol total, antioksidan, air, metanol, n-heksan, Folin-Ciocalteu.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BLUMEA BALSAMIFERA L. LEAVES EXTRACTS Binawati Ginting; Maulidna Maulidna; Nurdin Nurdin; Aida Lisma
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blumea balsamifera L leaves were isolated and tested for antioxidant activity using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl(DPPH) method. B. balsamifera leaves were macerated as much as 1300 gram using a methanol solvent thenpartitioned with petroleum ether, n-hexane, and extracted with ethyl acetate and acetone to obtain petroleum ether, nhexane, ethyl acetate, acetone and methanol extracts by weight and% yield respectively, namely 6.34 g (5.43%), 4.97 g(4.25%), 7.34 g (6.28%), 14.14 g (12.11%) dan 5.66 (4.85%). Phytochemical tests of petroleum ether and n-hexaneextracts showed the presence of steroid compounds, while ethyl acetate, acetone, and methanol extracts showed thepresence of alkaloids, saponins, flavonoids, terpenoids, and phenolic compounds. The antioxidant activity test ofpetroleum ether, n-hexane, ethyl acetate, acetone, and methanol extracts obtained IC50 values respectively 177.47 ppm,192.66 ppm, 4.28 ppm, 7.33 ppm and 8.61 ppm. Acetone extract of B. balsamifera (BBA) is separated by chemicalcomponents using chromatography of gravity column so that the combined fraction of acetone B. balsamifera extract(BBA1-BBA11) is obtained. Antioxidant activity test of BBA1, BBA2, BBA3, BBA4, BBA5, BBA6, BBA7, BBA8, BBA9,BBA10 and BBA 11 fractions IC50 values obtained were 147.17 ppm, 81.36 ppm, 10.31 ppm, 3.84 ppm, 1.18 ppm, 3.37ppm, 6.76 ppm, 9.32 ppm, 19.26 ppm, 16.82 ppm, and 30.71 ppm. The BBA extract is characterized by its structureusing Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).Keywords: Blumea balsamifera L leaves, acetone extract, Antioxidant activity, 1-diphenyl-2-Pikrilhidrazil (DPPH)
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INOVATIF DAN INTERAKTIF BERBASIS KONSTEKTUAL PADA MATERI TERMOKIMIA DI SMA/MA Hiranda Wildayani; Asep Wahyu Nugraha; Nurfajriani Nurfajriani
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian bahan ajar kimia siswa kelas XI SMA/MA sederajat dan mendapatkan bahan ajar inovatif dan interaktif berbasis konstektual pada materi termokimia untuk siswa. Metode penelitian yang digunakan merupakan bagian dari metode penelitian dan pengembangan (R&D). Bahan ajar yang telah dikembangkan selanjutnya dinilai oleh beberapa validator ahli. Angket dipilih sebagai instrumen untuk menentukan kesesuaian bahan ajar siswa kelas XI SMA/MA dan pengumpulan data hasil validasi yang dilakukan validator. Dari hasil validasi menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksesuaian bahan ajar pada materi termokimia yang digunakan dengan siswa kelas XI SMA/MA dan bahan ajar inovatif dan interaktif berbasis konstektual pada materi termokimia yang dikembangkan berada dalam kategori sangat valid tidak perlu direvisi.Kata kunci : Bahan Ajar, Inovatif dan Interaktif, Konstektual, Yermokimia, R&D
INVESTIGASI LABORATORIUM : DETEKSI NIKOTIN DARI AIR LUDAH PEROKOK AKTIF Muhammad Taufik; Zul Alfian; Boby Cahyady; Endang Susilawati; Afniwati Afniwati; Mariany Razali; Nurul Fadillah Lubis
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi nikotin dari Air Ludah Perokok Aktif membutuhkan investigasi dan analisis Laboratorium yang akurat dan dapat dipercaya. Ludah Perokok Aktif dijadikan sampel untuk membuktikan seseorang apakah pengguna rokok mengandung nikotin ataupun tidak. Metode Purposif sampling dilakukan dengan melibatkan 5 (lima) orang PerokokAktif. Prosedur diawali dengan pengumpulan sampel masing masing sebanyak 10 ml. Preparasi dan ekstraksi dilakukan untuk mempermudah molekul nikotin terpisah dari Air Ludah. Proses maserasi coupling sonikasi dilakukan selama 15 menit, setelah nikotin terpisah, dilakukan analisis kualitatif meliputi spot test menghasilkan warna orange dan Kromatografi Kertas dengan nilai Rf sebesar 0,25. Analisis Kuantitatif dilakukan menggunakan Spektroskopi UV-Vis Pada Panjang gelombang 260 nm menghasilkan nikotin untuk masing masing sampel 1, 2, 3, 4, dan 5 masing masing sebesar : 0,5, 1,0, 1,5, 2,1, dan 0,5 ppm. Validasi metode menghasilkan nilai akurasi sebesar 107%. Pada presisi menghasilkan nilai SD : 0,000968 dan RSD : 0,19%. Untuk linearitas menghasilkan persamaan garis y = 0,0094x + 0,0313 dan R2= 0,9968. LOD = 0,0841 ppm dan LOQ = 0,2806 ppm. Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan bahwa terdapat nikotin pada sampel air ludah yang ditandai dengan adanya gugus OH terdapat pada bilangan gelombang 3296 cm-1, gugus C-H pada bilangan gelombang 2844 cm-1, gugus CH3 pada bilangan gelombang 1453 cm-1, gugus C-N aromatis pada bilangan gelombang 1398 cm-1, dan pada gugus C-N alifatispada bilangan gelombang 1017 cm-1. Metode preparasi dan ekstraksi nikotin dari air ludah perokok aktif telah dikembangkan dan menghasilkan data analisis yang valid.Kata kunci: nikotin, spektroskopi Ultra Violet, validasi
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM - GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP.) Danty Nur Alvionitasari; Lilik Sulastri; Yesi Desmiaty; Syamsudin Syamsudin; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis dengan gangguan metabolisme akibat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Terapi farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan menghambat kerja enzim -glukosidase sehingga menunda penyerapan glukosa di dalam saluranpencernaan. Penggunaan bahan alam yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim -glukosidase adalah daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yang secara empiris telah banyak digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif dari fraksi air daun salam yangmemiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Penarikan senyawa kimia dilakukan dengan maserasi serbuk daun salam dalam etanol 96%, kemudian ekstrak etanol dipartisi dengan etil asetat dan air. Ekstrak air difraksinasi dengan kromatografi kolom (SiO2 : i). CH2Cl2-MeOH = 10 : 1 ~ 1:1 ii). CH2Cl2 - aseton = 2 : 1 memberikan fraksi 2-1 mempunyai aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase paling baik, dengan IC50 21,54 ppm. Identifikasi senyawa kimia menggunakan Liquid Chromathography Tandem Mass Spectrum (LC-MS/MS) memberikan puncak dengan kelimpahan terbesar dengan bobot molekul ion m/z 413 (M+1)+ yang diperkiraan senyawa kimianya adalah Stigmasterol.Kata kunci : Syzygium polyanthum, fraksi air, stigmasterol, enzim -glukosidase, LC-MS/MS