cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN KIAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER JUJUR DAN DISIPLIN SANTRI Nik Haryanti; Luluk Indarti
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.1.121-136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang terjadi kiai harus mempunyai strategi untuk pembentukan karakter santri. Strategi dalam pembentukan karakter merupakan salah satu metode pendidikan nilai yang komprehensif. Pembelajaran dalam pembentukan karakter santri sudah mulai mengenai dimana santri sudah mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama santri yang terwujud dengan saling membantu, mempunyai sifat jujur jika memang melanggar mengakui saja dan siap mendapatkan hukuman. Metode pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi partisipan, wawancara atau interview mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu: (1) analisis data kasus individu, dan (2) analisis data lintas situs. Hasil penelitiannya adalah: Strategi pembelajaran kyai dalam membentuk karakter jujur santri di Pondok Pesantren Panggung Tulungagung dan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut Tulungagung dilakukan dengan jalan: a) kyai memberikan kesadaran etika dengan mengajarkannya sebagaimana yang dalam kitab menuntun para santri untuk berkata benar, pengetahuan tentang etika berkata benar bahkan diajarkan mengendalikan diri. b) kyai mengajarkan pada santri untuk jujur dalam perkataan. c) Kyai memberikan pengarahan untuk membiasakan diri untuk berhenti berbohong.
DIGITALISASI DAKWAH PONDOK PESANTREN SAAT PANDEMI COVID 19 Ahmad Syafaul Hisyam Izzulloh; Amrullah Ali Moebin
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.1.20-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses digitalisasi dakwah yang terjadi di pondok pesantren Darul Ulum Jombang saat pandemi Covid-19 terjadi. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data dari penelitian ini adalah pengurus pesantren serta dokumen yang ada pada media sosial dan website. Pengumpulan datanya dengan melakukan wawancara dengan pengurus pesantren dan observasi pada website serta media sosialnya. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Sedangkan, proses pengecekan keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darul Ulum memanfaatkan sosial media sebagai media untuk berdakwah di era pandemi. Website resmi Pondok digunakan untuk memberikan informasi seputar pondok, sedangkan kegiatan istighosah, tahlil, dan mauidhoh hasanah dalam memperingati hari besar menggunakan media aplikasi tatap muka, seperti Zoom dan googlemeet. Minimnya pengetahuan dan wawasan kiai dan jajarannya seputar media digital dan cara membuat konten yang kreatif menjadi kendala bagi Pondok Pesantren Darul Ulum dalam berdakwah. Oleh karenanya, dalam menerapkan digitalisasi dakwah diperlukan sebuah perencanaan yang matang, keseimbangan unsur dakwah, dan identifikasi mengenai faktor penghambat dan pendukung terlaksananya digitalisasi dakwah.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENCEGAH NILAI-NILAI RADIKALISME PADA PESERTA DIDIK Himmatul Izzah; Muhammad Fahmi; Ahmad Yusam Thobroni
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.1.56-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru PAI dan dampak dari penerapan strategi guru PAI dalam mencegah nilai-nilai radikalisme pada peserta didik di SMPN 1 Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui kondensasi, penyajian, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data yang kredibel peneliti membatasi penelitian pada kelas VII, sehingga informan dalam penelitian ini terdiri dari guru PAI kelas VII, ketua takmir masjid, dan tiga peserta didik kelas VII. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa strategi yang dilakukan guru PAI dalam mencegah nilai radikalisme dengan memberikan edukasi mengenai radikalisme, pembiasaan melalui kegiatan keagamaan, membiasakan berempati pada sesama, menanamkan cinta tanah air dan agama, serta memperkuat sikap tasamuh dan tarahum. Adapun dampak dari penerapan strategi tersebut yaitu wawasan peserta didik mengenai radikalisme menjadi bertambah, pendidikan karakter peserta didik menjadi lebih kuat, terbentuknya sikap empati, serta sikap tasamuh dan tarahum pada peserta didik menjadi bertambah.
NILAI-NILAI PROFETIK SEPUTAR ETIKA PENDIDIK DALAM PEMBELAJARAN MENURUT YUSUF AL-QARDHAWI Abdul Azis; Jannatul Husna; Waharjani Waharjani
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.220-248

Abstract

Etika guru merupakan hal yang paling penting dalam proses pendidikan, karena tujuan dari pendidikan sendiri adalah memperbaiki akhlak. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Peneliti dalam analisis data menggunakan metode analisis isi dimana metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi informasi secara objektif. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah menurut Yusuf al-Qardhawi seorang pendidik haruslah memiliki etika-etika guna tercapainya situasi kelas yang kondusif dan membuat nyaman para pelajar. Berikut etika-etika yang harus dimiliki guru dalam proses belajar mengajar: kehati-hatian pengajar dan perencanaan sesuai dengan kompetensi, tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak, penyampaian materi kepada pelajar dan kebahagiaan bagi pelajar, ramah kepada pelajar, bersimpati kepada yang berbuat kesalahan, bersemangat berbuat baik dan bersemangat memberikan penghargaan kepada peelajar, mengalami peningkatan dalam belajar, menjaga kelompok-kelompok yang terpencil, keseimbangan dan menghilangkan kebosanan, pemanfaatan rekreasi sebagai pembelajaran, jalan pendukung pembelajaran, memilih cara yang baik, evaluasi dengan pertanyaan-pertanyaan baik tulis maupun lisan.
PERKEMBANGAN MORAL SANTRI DALAM PENDIDIKAN PESANTREN PERSPEKTIF JOHN DEWEY Annisa Ranah Zhafira; Muhammad Ikhsan Attaftazani
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.276-289

Abstract

Pesantren merupakan wadah bagi seorang anak untuk belajar tidak hanya ilmu agama tetapi juga sebagai pembentukan karakter. Tujuan penelitian mengenai perkembangan moral pesantren ini adalah untuk mengetahui bahwa anak yang baru memasuki dunia pesantren masih perlu beradaptasi dengan lingkungan dan moral seseorang belum langsung bertumbuh dengan baik. Dengan kata lain, yakni secara teoritis penelitian ini bertujuan untuk dapat menambah khazanah keilmuan perkembangan pendidikan moral di pesantren yang dilihat dari kacamata teori seorang tokoh filsafat. Sedangkan secara praktis, orang tua atau tenaga pendidik bisa mengetahui bahwa ada yang namanya tahap perkembangan moral. Oleh karena itu tenaga pendidik dan orang tua diharapkan lebih bersabar dalam menumbuhkan perkembangan moral anak. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber-sumber terdahulu. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan moral pada seseorang ketika baru menempuh pendidikan di pesantren itu bertahap, karena mereka perlu beradaptasi pada lingkungan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh John Dewey, yakni pra-moral, konvensional dan otonom.
KONTRIBUSI SYAIKH ABDUL WAHAB SEI LUMUT TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI SUMATERA UTARA Muallim Lubis
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.191-219

Abstract

Syaikh Abdul Wahab Sei Lumut yang lahir pada 1864 M adalah seorang ulama dan tokoh yang berkontribusi terhadap pendidikan Islam di Sumatera Utara. Kontribusinya adalah berupa pendirian Madrasah Ittihadul Wathaniyah, salah satu madrasah yang pertama kali berdiri di Sumatera Utara, tepatnya di daerah pesisir Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Diketahui bahwa Madrasah yang ia dirikan tersebut dari sisi pembelajaran lebih maju dibanding madrasah lain yang ada di Kabupaten Labuhanbatu, umumnya Sumatera Utara, baik dari segi sarana dan metode pembelajaran. Madrasah Ittihadul Wathaniyah, sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam, pada masanya telah memiliki ruang belajar, meja belajar, dan alat tulis yang terbilang lengkap, sedangkan yang lainnya masih bentuk halaqoh-halaqoh. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang ikut serta memperjuangkan pendidikan Islam dari aturan ordinansi Belanda yang mengekang pendidikan Islam di Sumatera Utara. Abstract: Shaykh Abdul Wahab Sei Lumut who was born in 1864 is a scholar and figure who contributed to Islamic education in North Sumatra. His contribution was in the form of the establishment of Madrasa Ittihadul Wathaniyah, one of the first madrasas to be established in North Sumatra, precisely in the coastal area of ​​Panai Hilir District, Labuhanbatu Regency, North Sumatra. It is known that the Madrasa he founded is more advanced in terms of learning than other madrasas in Labuhanbatu Regency, generally North Sumatra, both in terms of facilities and learning methods. Madrasah Ittihadul Wathaniyah, as an Islamic educational institution, in its time had a complete study room, study table, and writing utensils, while the others were still in the form of halaqoh-halaqoh. He is also known as one of the figures who participated in the struggle for Islamic education from the Dutch ordinance rules that curbed Islamic education in North Sumatra
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ‘ABID AL-JABIRI Wan Muhammad Fariq
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.160-190

Abstract

Muhammad ‘Abid Al-Jabiri dikenal sebagai pemikir wacana keislaman kontemporer yang banyak menghasilkan banyak karya berkaitan dengan studi pemikiran Islam, filsafat, politik, budaya, pendidikan dan lain-lain. Secara umum, pemikirannya penuh dengan kritik kontstruktif terhadap pemikiran Islam Tradisionalis-Konservatif. Berbicara tentang diskursus pendidikan, ia pernah membahas tentang sistem pendidikan di Maroko yang dianggap masih mempertahankan sistem tradisionalis dan sudah tidak relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri dan relevansinya terhadap pendidikan saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yaitu pengutipan dari buku, jurnal, berita dan hasil penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri tentang definisi, tujuan, metode, materi, evaluasi dan solusi dalam pengembangan pendidikan relevan dengan konteks pendidikan saat ini.
PENDIDIKAN PESANTREN DAN MODERASI BERAGAMA Eko Sumadi; Fariq Fahrun Nisa; Izatun Nufus; Farikhatul Akhlis Fahruddin Yulianto; Bahruddin Bahruddin
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.249-275

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam (pesantren) melalui sistem pendidikan dan pengajaran serta praktik nilai-nilai yang ditanamkan Pondok Pesantren Bali Bina Insani. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga data penelitian ini didapat dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan dan pengajaran yang diterapkan yaitu dengan mengadopsi Kurikulum Kementrian Agama, Kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kurikulum Pesantren serta menerapkan multibahasa dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dalam membentuk moderasi beragama ditengah-tengah masyarakat multikultural praktik nilai-nilai yang di internalisasikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yaitu Nilai Tasamuh yang dapat dilihat dari komitmen pimpinan dalam mengelola keragaman di internal pondok pesantren, Aulawiyah dengan tidak memasang pengeras suara di pondok pesantren, Musawah dengan tidak memandang kedudukan di pondok pesantren berdasarkan keyakinan, Tahaddur yang menjunjung tinggi adab terhadap satu sama lain serta I’tidal yang tidak mencampuradukkan perbedaan dan keyakinan.
LEARNING MANAGEMENT SYSTEM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO PADA MASA PANDEMI Siti Nuryani; Dhinuk Puspita Kirana
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.290-317

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa mahasiswa Pascasrjana IAIN Ponorogo juga terkena dampak Covid-19. Sesuai dengan Peraturan Menteri SKB 4 Menteri tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran selama pandemi Covid-19. Maka lahirlah SK Rektor IAIN Ponorogo yang mewarisi SK tersebut. Berdasarkan hasil penelitian kami, kami menemukan bahwa: Kebijakan ini lahir dalam keputusan 4 Menteri No. 01/KB/2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021 pada masa pandemi Covid-19. Penerimaan tahun ajaran dilakukan secara online menggunakan aplikasi e-learning. Kemudian, mahasiswa Pascasarjana IAIN Ponorogo membentuk Tim Task Force E-Learning untuk menindaklanjuti kebijakan SK Rektor tersebut. Tim ini bertujuan untuk mendukung penyampaian kuliah online dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau dokumen tertulis dengan akses internet, desain dan prestasi meningkat.. Tim Task Force E-Learning juga merancang kursus pelatihan (Coaching E-Learning) dan menghasilkan panduan e-learning untuk dosen dan mahasiswa. Dalam proses strategi pembelajaran e-learning dosen melalui tiga fase yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengunaan e-learning oleh mahasiswa di pascasarjana IAIN Ponorogo memiliki dampak positif dan negatif bagi dosen dan mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa mahasiswa Pascasrjana IAIN Ponorogo juga terkena dampak Covid-19. Sesuai dengan Peraturan Menteri SKB 4 Menteri tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran selama pandemi Covid-19. Maka lahirlah SK Rektor IAIN Ponorogo yang mewarisi SK tersebut. Berdasarkan hasil penelitian kami, kami menemukan bahwa: Kebijakan ini lahir dalam keputusan 4 Menteri No. 01/KB/2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021 pada masa pandemi Covid-19. Penerimaan tahun ajaran dilakukan secara online menggunakan aplikasi e-learning. Kemudian, mahasiswa Pascasarjana IAIN Ponorogo membentuk Tim Task Force E-Learning untuk menindaklanjuti kebijakan SK Rektor tersebut. Tim ini bertujuan untuk mendukung penyampaian kuliah online dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau dokumen tertulis dengan akses internet, desain dan prestasi meningkat.. Tim Task Force E-Learning juga merancang kursus pelatihan (Coaching E-Learning) dan menghasilkan panduan e-learning untuk dosen dan mahasiswa. Dalam proses strategi pembelajaran e-learning dosen melalui tiga fase yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengunaan e-learning oleh mahasiswa di pascasarjana IAIN Ponorogo memiliki dampak positif dan negatif bagi dosen dan mahasiswa.
EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS LITERASI DALAM MELAKSANAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Sulistyorini Sulistyorini
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2022.10.2.318-342

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan membentuk siswa memahami agama Islam dengan benar dan berkepribadian yang baik (berakhlakul karimah). Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan banyak membaca buku agama Islam. Salah satu buku bacaan agama Islam yang dibaca siswa-siswi merupakan produk dari guru-guru PAI. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghasilkan bahan ajar berbasis literasi guna mendukung pembelajaran yang PAI lebih menyenangkan, efektif dan efisien. Peneliti sekaligus berfungsi sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai perlunya guru mengembangkan sumber belajar berupa buku PAI. Metode penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, Evaluation). Langkah pengembangan sumber belajar berbasis literasi dimulai dengan tahap analisis, baik analisis konsep maupun analisis materi. Setelah melalui tahap analisis, materi akan disusun menjadi bahan ajar dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tahap selanjutnya adalah melakukan validasi dan uji kelayakan melalui program bimbingan teknik (bimtek). Tahap terakhir melakukan praktik dan evaluasi.