cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
ISSN : 23032677     EISSN : 25409239     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGETAHUAN DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Thoriq Tri Prabowo
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.35 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i2.9970

Abstract

This research is aim to understanding the level of UIN Sunan Kalijaga Library in implementing knowledge management. This type of research is a quantitative descriptive. This research is a population research, because it engages all of UIN Sunan Kalijaga Librarians as the respondents. Total of the respondents are 21 librarians.To collect the data the researcher uses the questionnaire, and also uses the nonparticipant observation, interviews, and the documentation to understand deeper abou the research object. Likert scale is used to measure the data, the researcher uses mean and grand mean formulas to analyze the data. The result of the research shows that the level of UIN Sunan Kalijaga Library in implementing knowledge management is high. But, from the this research also understood that there is an indicator need to be increased because the score is lower than the mean, it is “learning” indicator.One of interesting phenomena is about the librarians education background. The librarians which graduated from non library and information science (LIS) could implement knowledge management better than the librarians which graduated from LIS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat implementasi manajemen pengetahuan yang dilakukan oleh pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena jumlah populasinya hanya 21 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui lebih dalam kondisi di lapangan digunakan juga observasi nonpartisipatif, wawancara dan dokumentasi. Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Analisis data dalam penelitian ini merupaan analisis deskriptif, yaitu menggunakan mean dan grand mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Impementasi manajemen pengetahuan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masuk dalam tingkat yang tinggi.Dari hasil penelitian ada beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, yaitu indikator yang mem- peroleh skor di bawah rata-rata yaitu indikator learning. Salah satu temuan yang menarik adalah tingkat implementasi manajemen pengetahuan pustakawan yang berlatar belakang pendidikan formal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI) justru lebih rendah daripada pustakawan yang bukan berlatar belakang pendidikan formal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI). 
LANDASAN ILMIAH ILMU INFORMASI PERPUSTAKAAN DALAM PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Rohanda Rohanda
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.154 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i1.9592

Abstract

The core issues that are discussed in this article is the concept, the philosophical foundation and the scientific basis Information and Library Studies in a variety of perspectives. Given the information and library science is so broad, comprehensive and interdisciplinary so confusing in the placement or provision of address and its container in a particular field of science clumps. Does it make clumps of Humanities, Social Communication, Technology or to a group of Science and Mathematics. Then, whether stand-alone or as an interdisciplinary science. There are no definitive answers. Information and Library Science is formulated as a concept of interdisciplinary remember that science in the division of the classification of DDC, enter the group General Science (general science), meaning that knowledge can stand as a discipline itself, did not join the other sciences as a subdivision from other fields, so that with this paper designed and introduced scientific basis as well as notify a clear address of the place of the art. The new paradigm of Information and Library Science is a science that is stable like modern science are not looking at the world of work alone, but more towards the development of problem-solving strategies that are so extensive and complicated. As a unit of knowledge, information and library science should be independent, not attached or affixed to other disciplines.Inti persoalan yang dibahas dalam artikel ini adalah konsep, landasan filosofis dan landasan ilmiah Ilmu Informasi dan Perpustakaan dalam berbagai perspektif. Mengingat Ilmu Informasi dan Perpustakaan begitu luas, komprehensif dan interdisiplin sehingga membingungkan dalam penempatan atau pemberian alamat dan wadahnya di bidang rumpun ilmu tertentu. Apakah masuk rumpun Ilmu Budaya, Sosial, Komunikasi, Teknologi atau pada kelompok Sains dan Matematika. Kemudian, apakah berdiri sendiri atau sebagai ilmu interdisiplin. Belum ada jawaban yang pasti. Ilmu Informasi dan Perpustakaan diformulasikan sebagai konsep interdisiplin mengingat ilmu tersebut dalam pembagian klasifikasi DDC, masuk pada kelompok General Science (ilmu pengetahuan umum), artinya ilmu tersebut dapat berdiri sebagai disiplin ilmu sendiri, tidak bergabung dengan ilmu lain sebagai sub divisi dari bidang lain, sehingga dengan tulisan ini dirancang dan diperkenalkan landasan ilmiah yang sekaligus memberitahukan alamat yang jelas tentang kedudukan ilmu tersebut. Paradigma baru Ilmu Informasi dan Perpustakaan merupakan ilmu yang stabil layaknya ilmu modern yang tidak lagi memandang dunia kerja saja, akan tetapi lebih ke arah pengembangan strategi pemecahan masalah yang begitu luas dan rumit. Sebagai satu kesatuan ilmu, Ilmu Informasi dan Perpustakaan sudah seharusnya mandiri, tidak menempel atau ditempelkan pada bidang ilmu lain.
PEMANFAATAN “TWITTER TMCPOLDAMETRO” DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PARA PENGGUNA JALAN RAYA Isni Puspitadewi; Wina Erwina; Nuning Kurniasih
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.706 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11625

Abstract

This research is about how the utilization of “twitter TMCPoldaMetro” in satisfy information need of the users of the higway.The purpose of this research is to know the extent of utilization of “twitter TMC Polda Metro” in meet information need of the new approach, the approach needs regular information, in-depth information needs approach, and the approach to information needs at a glance the user of the highway. This reaserach method used is descriptive method intended to describe or expose variables that become the object of his research. Technic to collect data done with question form, interviews, and study literature. Population in this research are the follower “twitter TMCPoldaMetro” and technic to take sampel used accidental sampling to anyone around Polda Metro. Based on the reaserach results that using “twitter TMCPoldaMetro” enough to satisfy new information needs, daily information needs approach, to deep information needs approach, and information needs approach of the users of the higway approach.Penelitian ini adalah mengenai bagaimana pemanfaatan “twitter TMCPolda Metro” dalam memenuhi kebutuhan informasi para pengguna jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan “twitter TMCPoldaMetro” dalam memenuhi pendekatan kebutuhan informasi mutkahir, pendekatan kebutuhan informasi rutin, pendekatan kebutuhan informasi mendalam, dan pendekatan kebutuhan informasi sekilas para pengguna jalan raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dimaksudkan untuk menggambarkan atau memaparkan variabel–variabel yang menjadi objek penelitiannya. Teknik pengambilan datanya dilakukan melalui angket, wawancara, dan studi pustaka. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah follower “twitter TMCPoldaMetro” dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik accidental sampling yaitu mengambil sampel siapa saja yang ada atau yang kebetulan ditemui. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan memanfaatkan “twitter TMCPoldaMetro” cukup memenuhi pendekatan kebutuhan informasi mutakhir, pendekatan kebutuhan informasi rutin, pendekatan kebutuhan informasi mendalam, dan pendekatan kebutuhan informasi sekilas para pengguna jalan raya. 
Model knowledge sharing pada grup Facebook Backpacker Dunia Aulia Puspaning Galih
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 6, No 1 (2018): 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.417 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v6i1.14699

Abstract

Facebook is the largest networking site in the world with a growing number of users. Currently, Facebook has evolved into a site that can be used for information sharing by individuals through their personal accounts in the group called ‘Backpacker Dunia’, totaling 104,130 members whose hobby is traveling all over the world. This study aimed to identify (1) the relationship between commitment, excitement of helping others, reputation, and the group's appreciation of attitudes towards knowledge sharing, (2) the relationship between attitudes toward knowledge sharing and purpose of knowledge sharing, (3) the appropriate model for knowledge sharing in this study. This knowledge sharing model was adapted from the Theory of Reasoned Action (TRA). The method used in this study was quantitative with an online questionnaire instrument to facilitate the collection of data because the respondents were in cyberspace. SEM-PLS and Smart-PLS 3.0 were used as methods and tools for data analysis and constructing a knowledge sharing model in this study. The number of respondents in the study was 54 people. In the model proposed in the study were 4 hypotheses in the tested coefficient path and one of them was not significant. The study reveals that the relationship between commitment and attitude toward knowledge sharing is not significant, while the relationship between excitement of helping others and attitude towards knowledge sharing; reputation and attitude towards knowledge sharing; attitude toward knowledge sharing and purpose of knowledge sharing are significant.
SIKAP PENGUNJUNG TERHADAP KETERSEDIAAN LAYANAN DI READING LIGHTS (Studi Deskriptif Kuantitatif Sikap Pengunjung Terhadap Ketersediaan Layanan Reading Lights Coffee & Corner) Nina Nopianti; Tine Silvana; Agung Budiono
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.073 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11624

Abstract

This study discusses the users attitudes of the availability of services in Reading Lights. This study was conducted to determine how the visitor attitudes towards availability of services in Reading lights. The research method used is quantitative method with a descriptive approach. Data collection methods used in this study are questionnaires, interviews, observation, and literature study. The population in this study are the visitors Reading Lights by taking a sample of 50 respondents. The results obtained show that the attitude of the visitors are comprised of aspects of knowledge (cognitive) visitors agreed to know the service availability in Reading Lights, Impression (affective) visitors agreed include aspects of respondents' feelings agreed include aspects of respondents' feelings about the provision of foreign language collection, behavior (conative) visitors tend to always want to come to Reading Lights. The conclusion of this study is Cognitive Aspects (Knowledge) visitors to the availability of services and Coffee Corner Reading Lights which includes knowledge about the services available in the Reading Lights, collections and facilities support(favorable), Aspects of Affective (feeling) of visitors to the availability of services Reading Light and Coffee Corner, which includes a sense of excitement/love to the services available in the Reading Lights, collections and facilities in general support (favorable), Aspect Conative (Behavior) of visitors to the availability of the service Light Reading and Coffee Corner, which includes the respondent wishes to come, read/buy a book, use the reading room, use the facilities and tell other people about Reading Lights that generally supports (favorable).This is evident from the questionnaire in the results research to be a reference to improve the Reading Lights service.Penelitian ini membahas sikap pengunjung terhadap ketersediaan layanan di Reading Lights. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana sikap pengunjung terhadap ketersediaan layanan di Reading Lights. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan datan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi dan studi literatur. Populasi dalam penelitian ini ialah pengunjung Reading Lights, yang diambil sampel 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pengunjung terdiri dari aspek pengetahuan pengunjung (kognitif) setuju untuk mengetahui ketersediaan layanan di Reading Lights, perasaan pengunjung (afektif) meliputi aspek perasaan responden tentang ketersediaan layanan koleksi bahasa asing, prilaku pengunjung (konatif) cenderung selalu ingin datang ke Reading Lights. Kesimpulan dari penelitian ini ialah aspek pengetahuan pengunjung (kognitif) dalam sikap ketersediaan layanan dan Coffee Corner Reading Lights meliputi pengetahuan mengenai layanan yang tersedia di Reading Lights, koleksi dan fasilitas pendukung (favorable), aspek perasaan pengunjung (afektif) mengenai ketersediaan layanan Reading Lights dan Coffee Corner meliputi perasaan senang/cinta kepada layanan yang tersedia di Reading Lights, koleksi dan fasilitas pendukung (favorable). Aspek prilaku pengunjung (konatif) mengenai ketersediaan layanan Reading Lights dan Coffee Corner, mencakup responden ingin datang, membaca/membeli buku, menggunakan ruang baca, menggunakan fasilitas dan memberitahu orang lain tentang Reading Lights yang umumnya mendukung (favorabel). Hal ini terlihat dari hasil kuesioner penelitian yang diharapakan menjadi acuan untuk meningkatkan layanan di Reading Lights. 
BELAJAR BERSAMA PARA JAMAAH DI PERPUSTAKAAN MASJID Evi Rosfiantika; Pawit M Yusup
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.004 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.9998

Abstract

The  mosque is  a  place  of  worship for Muslims, both in nature mahdoh and ghoerumahdhoh. In the context of worship latter, very broad and diverses, one of which is a mosque used as a place of activities for the benefit of mankind. One of the activities is to build mosque to learn add to the general knowledge and religious through reading. Means and facilities for reading in mosque activities carried out by the Mosque Library. These activities are not directly become binding pilgrims to stay longer while reading in the library of the mosque. One example of such activities include: (1) discussion and shared learning and reading and its implications for the intellectual development   of   Muslims   in   general;   (2)   the provision of facilities books and other media that are   useful;   (3)   The   activities   of   assistance  to pilgrims in learning and reading according to their specialization.Masjid adalah tempat ibadah bagi Muslim, baik di alam mahdoh dan ghoerumahdhoh. Dalam konteks penyembahan kedua, dan diverses sangat luas, salah satu yang adalah sebuah masjid digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan untuk kepentingan manusia. Salah satu kegiatan adalah untuk membangun masjid untuk mempelajari menambahkan ke pengetahuan umum dan melalui agama membaca. Berarti fasilitas dan untuk membaca masjid di kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Masjid. Kegiatan ini tidak langsung menjadi mengikat peziarah untuk tinggal lebih lama di saat membaca di perpustakaan masjid. Salah satu contoh dari kegiatan-kegiatan seperti ini mencakup: (1) diskusi dan belajar bersama dan membaca dan implikasi untuk perkembangan intelektual Muslim secara umum; (2) penyediaan fasilitas buku dan media lain yang berguna; (3) aktiviti-aktiviti bantuan kepada peziarah dalam pembelajaran dan membaca menurut spesialisasi mereka.
PRAKTIK LITERASI INFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT (INFORMATION LITERACY PRACTICES IN THE PROCESS OF LIFELONG LEARNING) Pawit Muhammad Yusup; Encang Saepudin
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.854 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11387

Abstract

Dalam perkembangan sekarang, konsep literasi tidak lagi hanya dikaitkan dengan informasi dan media, namun sudah disentuhkan ke dalam aspek-aspek tertentu kehidupan manusia secara lebih spesifik. Dalam konteks penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, literasi dilekatkan dengan kemampuan orang untuk menggunakan perangkat komputer baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Sekarang, literasi sudah menyentuh banyak sekali aspek kehidupan manusia. Penelitian ini mengkaji literasi yang dilekatkan pada proses pembelajaran sepanjang hayat. Dengan menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara terhadap 15 orang informan dari kalangan pemuda pedesaan di Jawa Barat bagian Selatan, diperoleh gambaran bahwa, literasi bukan sebuah karakteristik manusia sejak lahir, namun lebih merupakan sebagai kemampuan yang bisa dipelajari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Literasi bahkan dilekatkan sebagai kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungannya, dengan budayanya, dengan bisnisnya, dengan politiknya, dengan kehidupannya, dengan penghidupannya.
KETERBUKAAN KOMUNIKASI DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KOMUNIKASI YANG KONDUSIF DI PERPUSTAKAAN Putu Suparna; Tine Silvana Rachmawati; Yunus Winoto
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.464 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i2.11006

Abstract

The research objective to: 1) determine the openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng of aspects of communication supervisor; 2) know the openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng of the communication aspect of subordinates; 3) the implications openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng. Qualitative research methods using a case study approach. The key informant was manager Kapusipda Buleleng, ten speakers. The results showed as follows: 1) based on the communication aspect boss has not been fully implemented because there are some bosses who never communicate to subordinates, such as the results of the meeting. Ie, the section chief supervisor should have to provide information or to bridge between subordinate to a higher leadership position in the organization; 2) based on the communication aspect subordinate seen already run effectively, which means their communication relationships between subordinates and superiors are effective according to environmental conditions and balanced. The willingness of employers to listen to complaints or difficulty of the work and receive suggestions or ideas presented subordinates by opening the door wide for subordinates; 3) the implications of open communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng seen their trust, closeness, support, and are willing to listen to the problem, and be willing to accept advantages and disadvantages. Conclusions of research as follows: 1) based on the communication aspect boss has not been fully implemented because there are still some employers at the level of section chief who has not communicating information to a subordinate, for example, the results of the meeting; 2) based on the communication aspect of subordinates seen their communication relationships between subordinates and superiors are effective according to environmental conditions and balanced. The willingness of employers to listen to complaints or difficulty of the work and receive suggestions or ideas presented subordinates by opening the door wide for subordinates; 3) the implications of open communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng seen their trust, closeness, support, and are willing to listen to the problem, and be willing to accept advantages and disadvantages. Tujuan penelitian untuk : 1) mengetahui keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng dari aspek komunikasi atasan; 2) mengetahui keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng dari aspek komunikasi bawahan ; 3) mengetahui implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Informan kunci adalah pengelola Kapusipda Kabupaten Buleleng, sebanyak sepuluh narasumber. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) berdasarkan aspek komunikasi atasan belum sepenuhnya dilaksanakan karena masih terdapat beberapa atasan yang tidak pernah mengkomunikasikan pada bawahan, misalnya hasil rapat. Seyogyanya atasan yakni kepala seksi harus menyediakan informasi atau dapat menjembatani antara bawahan dengan pimpinan yang lebih tinggi lagi kedudukannya dalam organisasi tersebut; 2) berdasarkan aspek komunikasi bawahan terlihat sudah berjalan efektif yang berarti adanya hubungan komunikasi antara bawahan dan atasan yang efektif sesuai kondisi lingkungan dan seimbang. Adanya kesediaan atasan mendengarkan keluhan atau kesulitan pekerjaan dan menerima saran atau gagasan yang disampaikan bawahannya dengan cara membuka pintu lebar-lebar bagi bawahan; 3) implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng terlihat adanya kepercayaan, kedekatan, dukungan, dan bersedia mendengarkan masalah, serta bersedia menerima kelebihan dan kekurangan. Simpulan penelitian sebagai berikut: 1) berdasarkan aspek komunikasi atasan belum sepenuhnya dilaksanakan karena masih terdapat beberapa atasan pada tingkatan kepala seksi yang belum mengkomunikasi kan informasi ke bawahan, misalnya hasil rapat; 2) berdasarkan aspek komunikasi bawahan terlihat adanya hubungan komunikasi antara bawahan dan atasan yang efektif sesuai kondisi lingkungan dan seimbang. Adanya kesediaan atasan mendengarkan keluhan atau kesulitan pekerjaan dan menerima saran atau gagasan yang disampaikan bawahannya dengan cara membuka pintu lebar-lebar bagi bawahan; 3) implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng terlihat adanya kepercayaan, kedekatan, dukungan, dan bersedia mendengarkan masalah, serta bersedia menerima kelebihan dan kekurangan.
STRATEGI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENGHADAPI VANDALISME (Studi Kasus Mengenai Strategi Manajemen Perpustakaan dalam Menghadapi Vandalisme oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara) Eka Evriza; Encang Saepudin; Ninis Agustini Damayani
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.674 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9488

Abstract

The research was conducted to determine library management strategies in the face of vandalism, viewed from the aspects such as: human resources, budget, infrastructure and services. The research was conducted in the Library of Northern Sumatera University. The sample of the research amounted to 12 people. Respondents in this research were employees in the Library of Northern Sumatera University, including librarians. Research method used was the case study method with qualitative approach. Results of this study that in the aspects of human resources, USU library puts a number of employees and security officers (guards) at some point the library building which is prone to vandalism. From the aspect of the budget, USU Library allocates a budget for the maintenance and repair of the damaged collections. Then aspects of infrastructure, USU Library designing appropriate placement of infrastructure building a unique design that creates a spatial comfortable and safe for the user and is also equipped with a security system for library collections that include the use of security magnetic tape, CCTV, convex mirrors and magnetic detector. Meanwhile, judging from the aspect of services, the strategy pursued USU Library is providing various kinds of services to support the use of the collections by the user according to his needs, including standard collection services, circulation services, short loan collection service, maintenance services and collection services user guidance.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen perpustakaan dalam menghadapi vandalisme dilihat dari aspek sumber daya manusia (SDM), anggaran, sarana prasarana dan layanan perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Informan dalam penelitian ini adalah para pegawai termasuk pustakawan di Perpustakaan USU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa dari aspek SDM, Perpustakaan USU menempatkan sejumlah pegawai dan petugas keamanan (satpam) di beberapa titik gedung perpustakaan yang rawan terjadi vandalisme. Dari aspek anggaran, Perpustakaan USU mengalokasikan sejumlah anggaran untuk perawatan dan perbaikan koleksi yang rusak. Kemudian aspek sarana prasarana, Perpustakaan USU merancang penempatan sarana prasarana sesuai desain gedung yang unik sehingga menciptakaan tata ruang yang nyaman dan aman bagi pengguna dan juga dilengkapi dengan sistem pengamanan untuk koleksi perpustakaan yang meliputi penggunaan pita magnetic, CCTV, cermin dan magnet detector. Sementara itu, dilihat dari aspek layanan, strategi yang dilakukan Perpustakaan USU adalah menyediakan berbagai jenis layanan untuk mendukung pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya, meliputi layanan koleksi standar, layanan sirkulasi, layanan koleksi pinjam singkat (KPS), layanan perawatan koleksi dan layanan bimbingan pengguna.
KEGIATAN PENGOLAHAN DOKUMEN DI BAGIAN INFORMATIKA PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMBA BARAT Simson P. E Baok; Saleha Rodiah; Agung Budiono
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.875 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v2i2.11647

Abstract

This study aims to analyze how the document management activities in section infor- mation at the Secretariat District of West Sumba. The purpose of this study to find out how the document management activities in sub-section data input, telematics sub-section, sub-section data services. The method used in this study is qualitative research methods. Type of research by the author is a descriptive study. Data collection techniques used were interviews, observation, library research, triangulation of data, and documentation. Subject in this study is the head of telematics, telematics data, input data, data services Kasubag, Academian of documentation, and archival Unpad. The informants were interviewed in person and via telephone. These result indicate that the document mana- gement activities in Section Information the secretariat of the West Sumba District already works quite well particularly confidential documents but in practice there are still many obstacles both in terms of collection of documents, turning up to meet documents are still not well due to lack of facilities and infrastructures are still processing the document.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana Kegiatan Pengelolaan Dokumen di Bagian Informatika pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kegiatan penge- lolaan dokumen pada sub bagian data masukan, sub bagian telematika, sub bagian layanan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Jenis pene- litian yang penulis lakukan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digu- nakan adalah wawancara, observasi, studi kepus- takaan, triangulasi data, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Bagian telematika, Kasubag data telematika, Kasubag data masukan, Kasubag layanan data, Akademisi dokumentasi, dan kearsipan Unpad. Para infor- man diwawancarai secara langsung dan melalui telepon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan dokumen di Bagian Infor- matika pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sum- ba Barat sudah berjalan dengan cukup baik teru- tama dokumen rahasia namun dalam pelaksana- annya masih banyak kendala baik dari segi peng- umpulan dokumen, sampai dengan temu balik dokumen masih belum baik dikarenakan masih kurangnya sarana dan prasarana pengolahan dokumen.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 13, No 1 (2025): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 12, No 2 (2024): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 12, No 1 (2024): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 11, No 2 (2023): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 11, No 1 (2023): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 10, No 2 (2022): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 10, No 1 (2022): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re Vol 9, No 2 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 9, No 1 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 8, No 2 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 7, No 1 (2019): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub Vol 6, No 2 (2018): 2018 Vol 6, No 1 (2018): 2018 Vol 6, No 1 (2018): 2018 Vol 5, No 2 (2017): 2017 Vol 5, No 2 (2017): 2017 Vol 5, No 1 (2017): 2017 Vol 5, No 1 (2017): 2017 Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue