cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA UMKM PENGRAJIN BATIK DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA -, Alifta Lutfiaazahra -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.795 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengelola UMKM pengrajin batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), mengetahui penerapan SAK ETAP, dan mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan SAK ETAP.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah UMKM pengrajin batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Sumber data primer berupa informasi dan data yang diberikan pemilik UMKM, sedangkan sumber data sekunder berasal dari website, dokumen-dokumen yang mendukung. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi, yaitu dengan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probabilitas sampling dengan snow-ball sampling. Teknik analitis data dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Berdasarkan penelitian dari sembilan belas UMKM pengrajin batik diketahui bahwa enam UMKM pengrajin batik menerapkan SAK ETAP dan tiga belas UMKM pengrajin batik tidak menerapkan SAK ETAP. Diketahui bahwa  ada dua UMKM pengrajin batik yang tidak melakukan pencatatan, sebelas UMKM pengrajin batik hanya membuat pencatatan keuangan sederhana tanpa membuat laporan keuangan, dan enam UMKM pengrajin batik membuat laporan keuangan. Kata kunci: implementasi, SAK ETAP, UMKM  
ANALISIS PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA UMKM (USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH) DALAM MENINGKATKAN LABA USAHA PADA KUB (KELOMPOK USAHA BESAMA) ALAM LESTARI DEPOK -, Sugiono -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.238 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penyediaan dan penggunaan modal kerja UMKM dalam meningkatkan laba usaha pada KUB Alam Lestari. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif deskriptif. Mengambil data dari informan berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi, serta melakukan triangulasi data dari hasil temuan.Hasil yang didapati dalam penelitian yakni Usaha dari KUB Alam Lestari termasuk dari kategori usaha mikro. Penyedian dan penggunaan modal kerja pada KUB Alam Lestari dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, sifat umum perusahaan, waktu dalam produksi, tingkat perputaran persediaan, tingkat perputaran piutang, pengaruh konjungtur, dan pengaruh musim. Modal kerja pada KUB Alam Lestari iuran anggota pada awal periode pembentukan usaha, dan hasil operasi usaha. Laba yang dihasilkan mengalami kenaikan dan penurunan karena produksi didasarkan pada pesanan.Rekomendasi yang diberikan peneliti kepada KUB Alam Lestari yakni pembukuan dilakukan secara teliti, meningkatkan jangkauan pemasaran, dan melakukan inovasi produk.  Kata Kunci : Penyediaan dan penggunaan modal kerja, UMKM dan laba usaha. The Purpose of this research is to analyze the provision and the use of working capital of UMKM in improving the profit on Alam Lestari KUB. The research method is descriptive qualitative method. Retrieving the data is from in formats in from of interview, documentation, and observation, and also uses the triangulation of data from the findings.The results of this research is the provision and the use of working capital in Alam Lestari KUB. The provision of working capital on Alam Lestari KUB goes well and the use of working capital is not maximize. The provision and use of working capital in Alam Lestari KUB is influenced by several factors such as the general nature of company, the time of production, the turnover inventory, the receivable accounts, the influence of conjuncture, and the influence of the season. The source of working capital on Alam Lestari KUB is derived from membership dues at the beginning of the period of the formation of business, the results of operations and earnings are retained the business. Income generated is increasing and decreasing, this is due to unstable production activities.The recommendation which are given by researchers to Alam Lestari KUB is to maximize the sources of the working capital, the use of working capital. Therefore, it can improve the outreach marketing, innovation and product diversification for doing bookkeeping carefully. Key Words : The provision and the use of working capital, UMKM, and Profit Bussines .  
KAJIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI -, Elly Astuti -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.843 KB)

Abstract

Pendidikan kewirausahaan semakin mendapatkan perhatian di seluruh negara pada berbagai belahan dunia, utamanya dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi pasar bebas. Dalam hal ini, pendidik memegang peranan penting untuk membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa, namun demikian untuk membawa misi agar mahasiswa berfikir dan bertindak secara enterpreneur memerlukan pengembangan kurikulum yang berkesinambungan. Pengembangan kurikulum dimaksudkan untuk memperbarui kurikulum yang telah ada ataupun menambahkan kompetensi dasar dan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan era global. Pada studi literatur jurnal pada beberapa negara dikemukakan bahwa untuk mengembangkan kurikulum pendidikan kewirausahaan diperlukan sinkronisasi antara sekolah dengan dunia bisnis agar dapat meminimalisasi kesenjangan materi yang diajarkan dengan praktik riil. Di samping itu perlu adanya keselarasan dengan kondisi sosial kemasyarakatan karena untuk mencetak seorang wirausahawan yang sukses adalah mereka yang mampu membaca peluang dan peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya. Diharapkan dengan adanya studi literatur ini mampu memberikan inspirasi mengenai pengembangan kurikulum kewirausahaan bagi perguruan tinggi agar mampu mencetak wirausahwan-wirausahawan muda berbasis ipteks. Kata Kunci:Kurikulum, Pendidikan Kewirausahaan, Perguruan TinggiEntrepreneurship education is increasingly gaining attention across the country in various parts of the world, particularly in preparing young people to face the free market. In this case, the educators play an important role in shaping the entrepreneurial spirit of students, however, to bring the mission to make students think and act as entrepreneurs require continuous curriculum development. Curriculum development was intended to update the existing curriculum or adding basic competence and the competence of graduates to suit the needs of the development of the global era. In the journal literature in some countries argued that to develop entrepreneurship education curriculum required synchronization between schools and the business world in order to minimize the gap material being taught with real practices. In addition, the need for alignment with social conditions as to print an entrepreneur who succeed are those who are able to read the odds and sensitive to the needs of the surrounding environment. Hopefully, by the study of literature is able to inspire the entrepreneurial curriculum development for universities to be able to print wirausahwan science and technology-based young entrepreneurs. Keyword: Curriculum, Entrepreneurship Education, Universities
PERAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DAN PENGAJARANNYA DALAM MEMASUKI ERA PKG DAN PKB BAGI GURU -, C. Dyah Sulistyaningrum Indrawati -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.763 KB)

Abstract

Professional teachers will always try to improve the professionalism of himself through Continous Progress Development (CPD/PKB). Entering the era of Teacher Performance Assessment (TPA/PKG), CPD/PKB activity is required by a professional teacher in order to realize the best performance, because through CPD/PKB deficiencies and weaknesses in the TPA/PKG can be improved in time TPA/PKG next year. Through learning Office  Administration, a vocation teacher of Office Administration Program  can do a variety of activities in a sustainable manner developed professionalism, good self-development activities of those through training and collective activities in KKG/MGMP; can also through scientific publications to produce a variety of products; as well as the activities that produce innovative work. The third alternative is continuous professional development, both personal development, scientific publications, as well as innovative work, may have been a teacher in order to improve performance, so it can be done through the CPD/PKB ensured teacher performance can be increased from time to time. Thus a teacher can realize a good performance according to the demands of professionalism, the outcome indicators TPA/PKG high value and productive with a variety of works, both scientific publications and innovative work. Ultimately impact teachers can meet the specified performance standards for career development in the promotion and positions to high level.Key word: TPA/PKG, CPD/PKB, profesionalisme, performance standard and career   development  
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROSES PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs NURUL ULUM MALANG -, Riril Mardiana Firdaus -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.509 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan proses pembelajaran dilihat dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan  pembelajaran, penilaian hasil belajar dan pemantauan proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS terpadu kelas IX di MTs Nurul Ulum Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian diskripftif. Hasil penelitian ini adalah implementasi kebijakan proses pembelajaran dilihat dari; 1 perencanaan, guru telah menyusun  perencanaan pembelajaran yang meliputi silabus dan RPP.  2 pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan, guru melaksanakan pembelajaran secara aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang berpatokan pada PAIKEM. 3 penilaian pembelajaran sudah maksimal, penilaian yang diterapkan oleh guru-guru IPS adalah penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik. 4 pengawasan pembelajaran meliputi; a) supervisi, kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala MTs terhadap guru-guru IPS terpadu. Pelaksanaan supervisi terjadwal, ada instrumen supervisi. b) evaluasi, evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk me­nentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, c) tindak lanjut, kegiatan ini meliputi (1) penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar, (2) teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar, (3) guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/pe­nataran lebih lanjut Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan Proses Pembelajaran, IPS TerpaduThe objective of this study were to describe and analyze the implementation of the learning process policy which is can be seen from the planning, conducting, evaluating, and monitoring the learning process of the implementation of Social science in IX class in MTS Nurul Ulum Malang. The methods used in this study are qualitative approach with the design of descriptive research. The result of this study showed that the implementation of learning process policy are seen from: (1) the planning of the learning social science including lesson plan and syllabus which is composed by the teacher, (2) The conducting of the learning process been drawn a good result since the teachers have an active, innovative, creative, and effective ways based on PAIKEM method in conducting a class, (3) The evaluating process is reaching a maximum effort since the evaluating process by the social science teachers based on cognitive, affective, and psychometric aspects, (4) the supervision of the learning process in conducting are as follows: a) supervision, which is conducted by the headmaster in a fix schedule and instrument, b) evaluation, evaluation process is aimed to determine the quality of a whole learning process, c) feedback: 1. The awards for the teacher, 2. The warning which is means educating for the teacher, 3. And the opportunity is given to the teacher in joining seminars and workshops. Key Word: Implementation, Learning Process Policy, Social Science
PENINGKATAN KOMPETENSI MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI MODEL PELATIHAN PARTISIPATIF DENGAN PENDAMPINGAN INTENSIF BAGI GURU GURU DI SMP NEGERI 2 AMPEL KABUPATEN BOYOLALI -, Nani Mediatati -; -, Bambang Ismanto -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.331 KB)

Abstract

Mediatati, Nani. 2015. Peningkatan Kompetensi Menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas melalui Model Pelatihan Partisipatif dengan Pendampingan Intensif bagi Guru Guru di SMP Negeri 2 Ampel Kabupaten Boyolali.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi menyusun proposal penelitian tindakan kelas (PTK) guru guru di SMP Negeri 2 Ampel Kabupaten Boyolali melalui model pelatihan partisipatif dengan pendampingan intensif. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan strategi siklus yang dimulai dari identifikasi masalah, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan identifikasi masalah, guru-guru mengalami kesulitan dalam menyusun proposal PTK. Tindakan pada siklus 1 diterapkan model pelatihan partisipatif dengan pendampingan intensif secara kelompok/klasikal. Pada siklus 2  diterapkan model pelatihan partisipatif dengan pendampingan intensif secara individu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan evaluasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kompetensi guru dalam menyusun proposal PTK dari siklus 1 ke siklus 2. Pada siklus 1 penilaian terhadap ketiga proposal PTK yang dipresentasikan guru mulai dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian, kajian teoritis/pustaka, kerangka berpikir, hipotesis tindakan, metode penelitian, jadwal penelitian, dan daftar pustaka, masing-masing dinilai dengan kriteria baik, cukup, dan kurang. Pada siklus 2, penilaian terhadap ketiga proposal yang dipresentasikan guru semuanya dinilai dengan kriteria baik. Observasi terhadap proses pelatihan menunjukkan bahwa guru-guru memiliki keseriusan, antusias, kemauan, dan keaktifan yang tinggi untuk menyusun proposal PTK. Partisipasi aktif guru-guru dalam proses pelatihan dan pendampingan intensif dari pelatih baik secara klasikal maupun individu dalam penyusunan proposal PTK inilah yang mendukung keberhasilan dari pelatihan ini.Kata Kunci : Kompetensi Menyusun Proposal PTK, Model pelatihan partisipatif dengan pendampingan intensif.Mediatati, Nani. 2015. Increasing Competence to Make a Classroom Action Research Proposal by Training Participatory Model with Intensive Support for The Teachers in Ampel 02 Junior High School of Boyolali District.The purpose of this research was to increase competence to make a classroom action research proposal for the teachers in Ampel 02 Junior High School of Boyolali district by participatory training model with intensive support. School action research was conducted with the cycle strategy which was starting from the problem identification, planning, action, observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. Based on the problem identification, the teachers had some difficulties to make a classroom action research proposal. The action in cycle 1 was applied by participatory training model with intensive support in a group or classical. The action in cycle 2 was applied by the participatory training model with intensive individual counseling. Data collection techniques that were used in this research were the observation, interview and evaluation. Data analysis used the comparative descriptive analysis. The results showed that there was an increasing of the teachers competence to make a classroom action research proposal from cycle 1 to cycle 2. In cycle 1, the assessment of the three proposals which were presented by teachers from the problem background, problem formulation, research objectives, research benefit, literature review, mind frame, hypothesis of action, research methods, research schedule and bibliography were determined by good, moderate, and less criteria. In cycle 2, the assessment of proposals which were presented by three teachers were assessed with good criteria. Observation of the training process showed the teachers had the seriousness, enthusiasm, willingness, and the high activeness to make a classroom action research proposal. The active participation of teachers in the process with intensive training and coaches assistance by classical and individual to make a classroom action research proposals  supported the success of this training.Keywords: competence to make a classroom action research , participatory training model with intensive support.
PENGARUH PRESTASI BELAJAR MICRO TEACHING DAN BIMBINGAN GURU PAMONG TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA DALAM PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PRODI PENDIDIKAN TATA NIAGA FE UNIMED -, Amin Fadly Kudadiri -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.482 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) pengaruh prestasi belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar PPL 2) pengaruh bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL 3) pengaruh prestasi belajar micro teaching  dan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk 2010  Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.                Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melakukan uji hipotesis. Penelitian ini mengambil lokasi di Prodi Pendidikan Tata Niaga FE Unimed. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan tata niaga FE Unimed yang mengikuti mata kuliah micro teaching dan program pengalaman lapangan (PPL) yang berjumlah 98 orang dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi dan angket. Uji validitas untuk analisis butir angket menggunakan rumus korelasi product moment, reliabilitasnya dihitung dengan menggunakan rumus cronbach alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji t dan uji F.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  1) tidak terdapat pengaruh yang signifikan prestasi belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan thitung = 0,234 < t tabel = 1,662. 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan thitung = 7,230 > t tabel = 1,662. 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan prestasi belajar micro teaching  dan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan Fhitung = 31,710 > F tabel = 3,09 dan per  samaan regresinya Y = 17,430 + 0,042 X1+0,687X2. Angka R Square sebesar 40% menunjukkan  bahwa persentase variabel independen (prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru pamong) berpengaruh sebesar 40% terhadap kemampuan mengajar dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata kunci: Micro teaching, bimbingan guru pamong, kemampuan mengajar PPL
"EMOTIONAL LEARNING" SEBAGAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER -, Yulia Suriyanti -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.913 KB)

Abstract

Pembelajaran merupakan proses adaptasi, penyesuaian yang berlangsung secara progresif. Dalam proses pembelajaran melibatkan berbagai komponen dari individu yang belajar, baik fisik dan kejiwaan yang meliputi perasaan, pikiran, pengalaman, bahasa tubuh dan emosi. Dalam pendidikan karakter dikenal dengan istilah pendidikan moral, pendidikan budi pekerti, pendidikan akhlak dan pendidikan nilai. Dalam pelaksanaannya pendidikan karakter dirancang dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Hal tersebut bertujuan untuk menemukan potensi peserta didik, merancang pembelajaran dengan berlatarbelakang karakteristik peserta didik dan tentunya agar tujuan dari pendidikan karakter tersebut dapat tercapai. Adanya keterlibatan emosi dalam pendidikan karakter, muncul asumsi yang menyatakan bahwa pendidikan tersebut akan tercapai apabila pembelajaran lebih difokuskan pada emosi daripada pembelajaran yang fokus pada intelektual. Fokus pembelajaran dengan mengutamakan emosi anak akan berdampak pada arah, bentuk ataupun rancangan pembelajaran berbasis emosi. Bahkan kondisi pembelajaran hendaknya juga diarahkan untuk lebih banyak melibatkan emosi anak dan guru. Emosi merupakan suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Dengan terciptanya emosi yang positif dari pendidik dan peserta didik maka proses pembelajaran akan lebih dalam dan bermakna.Kata Kunci: emotional  learning, pendidikan karakter
KESIAPAN IKIP PGRI MADIUN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) -, Farida Styaningrum -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.985 KB)

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerja sama bidang perekonomian yang akan diberlakukan pada 31 Desember 2015. Tujuan dibentuknya MEA untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antarnegara ASEAN. Generasi muda seperti mahasiswa harus mempersiapkan diri ketika pasar bebas ASEAN sudah diberlakukan.       Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi harus dapat menghasilkan lulusan yang kompeten agar siap menghadapi persaingan di MEA dan mampu merebut peluang pasar. Pihak perguruan tinggi khususnya pihak jurusan atau program studi sudah seharusnya mempersiapkan para lulusan yang mampu bersaing di dalam tingkat nasional ataupun ASEAN. Perombakan kurikulum perlu dilakukan agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan sesuai tuntutan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana IKIP PGRI MADIUN menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi MEA 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah ketua program studi S1 yang dianggap mengetahui dan paham tentang masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengikuti model Miles dan Huberman yaitu analisis interaktif (Interactive Model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKIP PGRI MADIUN telah menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi MEA 2015. Kesiapan tersebut terlihat dalam hal capaian pembelajaran, kurikulum, strategi pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, serta penjaminan mutu di masing-masing program studi.  Kata Kunci: MEA, IKIP PGRI MADIUN, deskriptif kualitatifASEAN Economic Community (AEC) is an agreement ASEAN countries in enhancing cooperation in the economy which will take effect on 31 December 2015. The purpose of the MEA to increase economic stability in the ASEAN region, and is expected to overcome the problems in the economic field between countries of ASEAN. The younger generation such as students should prepare themselves when ASEAN free market already enacted. Colleges as higher education institutions must be able to produce competent graduates to be ready to face competition in the MEA and able to seize market opportunities. The university, especially the majors or courses should prepare graduates who are able to compete at the national level or ASEAN. Overhaul the curriculum needs to be done in order to produce quality graduates and as per market demands. The purpose of this study was to determine the extent of PGRI MADIUN Teachers Training College prepares students to face the MEA 2015. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Informants in this study is the chairman of the study program S1 is considered to know and understand about the problems examined. Data collection technique used observation, interviews and document analysis. Data analysis techniques in this study follows the model of Miles and Huberman is interactive analysis (Interactive Model). The results showed that the Teachers Training College MADIUN PGRI has prepared students to face the MEA 2015. The readiness is seen in terms of learning outcomes, curriculum, instructional strategies, learning facilities and infrastructure, educators, as well as quality assurance in their respective study programs. Keywords: MEA, PGRI MADIUN, descriptive qualitative
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 PEKALONGAN -, Aang Kurnia -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran visual terhadap hasil belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 1 Pekalongan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan desain True Experimental Design dengan bentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menggunakan rumus regresi linier sederhana didapat t-hitung = 7,02 sedangkan t-tabel = 1,72 pada taraf signifikan 0,05 atau sebesar 5% dan t-tabel = 2,52 pada taraf signifikan sebesar 0,01 atau sebesar 1% dengan demikian t-hitung > t-tabel. Ini berarti regresi linier sederhana bersifat nyata, atau hipotesis terima, dan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Penggunaan media pembelajaran visual dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 pekalongan pada pokok bahasan: pendapatan nasional. Dibuktikan dengan rata-rata nilai pretest pengukuran awal sebelum proses pembelajaran sebesar dan rata-rata nilai posttest setelah diberikan treatment menggunakan variabel X sebesar .Kata Kunci : Pengaruh, Media Pembelajaran Visual, Hasil Belajar.

Page 5 of 16 | Total Record : 157