cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X IPS DI SMA NEGERI 8 MALANG SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014 -, Mar’atus Sholihah -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.472 KB)

Abstract

Bagi seorang pendidik, pemilihan model pembelajaran hendaknya dilakukan secara cermat agar pilihan itu tepat atau relevan dengan berbagai aspek pembelajaran yang lain, efisien, dan menarik. Pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru membuat siswa menjadi pasif, hal ini ternyata kurang dapat menyerap materi yang diajarkan, sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Hal ini tercermin dari nilai UTS semester ganjil yang hasilnya buruk. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman daya ingat siswa terhadap materi pelajaran adalah dengan membelajarkan siswa cara mencatat yang baik yaitu melalui model pembelajaran Mind Mapping Penerapan pembelajaran ini menekankan keaktifan dan kemandirian siswa, baik secara fisik amupun mental, siswa diberi kesempatan untuk belajar berfikir, menghafal, menghayati, bekerjasama, berinteraksi, kreatif, dan terampil.                Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kreativitas siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS 1 SMA Negeri 8 Malang, (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS 1 SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan melalui 4 tahapan yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanan tindakan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 1 yang berjumlah27 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari dan Februari 2014.                Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas X IPS 1. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya presentase hasil kreativitas siswa siklus I yang meningkat dari  siklus II sebesar 21.61 %. Sedangkan hasil belajar siswa ranah kognitif juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya presentase hasil belajar siswa siklus I yang meningkat dari siklus II sebesar 29.63 %.                Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi guru Ekonomi agar menggunakan model pembelajaran Mind Mappingsebagai salah satu alternatif pembelajaran di kelas untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran. Kata Kunci: Mind Mapping, Kreativitas belajar, Hasil belajar. For an educator, teaching model selection should be done carefully so that it is the right choice or relevant to other aspects of learning, efficient, and attractive.  The existing learning which has been applied by the teacher can make students to be passive, less able to absorb the material being taught.Therefore, student learning outcomes is still low. This is reflected in the middle test score that is still low. One of the strategy that can be used to enhance the students understanding to memorize the subject matter is by telling them how to make a note well through Mind Mapping learning model that emphasizes the application of this learning activity and independence of students, both physically and mentally.Studentsare given the opportunity to learn to think, memorize, live, collaborate, interact, creative, and skilled.This study aims to: (1) determine the creativity of students in the Economics subject for the tenth grade students of social studies 1 atSMAN 8 Malang; (2) determine student learning outcomes in Economics subjects for the tenth grade students of social studies 1 at SMAN 8 Malang. This study used a qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) which wasconductedin 2 cycles. In each cycle consists of 2 meetings and through 4 stages: planning, implementation, observation and reflection stages. The research subjects were students of the tenth grade students of social studies 1 at SMAN 8 Malang consisting of 27 people. This research was conducted in January and February 2014.Based on the results of the study, it showed that an increase in creativity and student learning outcomes for the tenth grade students of social studies 1 at SMAN 8 Malang. This can be shown by the percentage of the creativity of the first cycle of students increased from 21.61 % for the second cycle. Meanwhile, the cognitive learning outcomes of students also increased. This can be shown by the percentage of student learning outcomes in the first cycle is increased from 29.63 % for the second cycle. Based on these results, it is advisable for teachers to use instructional model for Economics by using Mind Mapping as an alternative learning in the classroom to promote creativity and student learning outcomes. For further researchers are expected to conduct similar research in order to improve the quality of learning. Keywords: Mind Mapping, Learning Creativity, Learning Outcome
PENGARUH AKSES INTERNET DAN MOTIVASI BERKULIAH TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU PROFESIONAL DIKALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UKSW -, Alex Ch. D. Mira Kaho -; -, Indra Lesmana -; -, Susi Hernawati Silalahi -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.431 KB)

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, seorang guru yang profesional perlu memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut dapat dibangun melalui berbagai cara, salah satunya dengan berkuliah di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur pengaruh akses internet dan motivasi berkuliah terhadap kesiapan menjadi guru profesional dikalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UKSW. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Data dikumpulkan dengan teknik angket yang dibagi kepada sampel mahasiswa sebanyak 41 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses internet berpengaruh positif terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru profesional. Nilai beta variabel akses internet sebesar 0,085 dengan nilai t 2,193 yang signifikan pada tingkat kesalahan 0,034 (lebih kecil dari 0,05) yang berarti H0 ditolak atau ada pengaruh positif akses internet terhadap kesiapan menjadi guru profesional. Sedangkan nilai beta variabel motivasi sebesar 0,077, dan nilai t 1,090 yang signifikan pada tingkat kesalahan 0,282 (lebih besar dari 0,05) yang berarti H0 diterima, atau tidak ada pengaruh motivasi terhadap kesiapan menjadi guru profesional. Koefisien determinasi dari akses internet sebesar 0,11 yang berarti akses internet dapat menjelaskan kesiapan menjadi guru profesional sebesar 11%. Sedangkan koefisien determinasi dari pengalaman organisasi sebesar 0,03 yang berarti pengalaman organisasi dapat menjelaskan kesiapan menjadi guru profesional sebesar 3%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada program studi Pendidikan Ekonomi untuk memberikan fasilitas lebih dalam hal akses internet untuk mencetak lulusan sebagai guru yang profesional. Kata kunci: akses internet, motivasi, kesiapan, guru professional
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE TEAM QUIZ DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA -, Wisnu Wibisono -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.552 KB)

Abstract

Abstract: The objective of this research is to improve the activeness in Personnel Administration subject matter of the students in Grade XI-4 of Office Administration Program of State Vocational High School 1 of Karanganyar through the use of the Cooperative Learning of the team quiz type.This research used the classroom action research with two cycles. Each cycleconsisted of four phases, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The  subjects  of  research  were  the  students  in  Grade  XI-4  of  Office  Administration Program of State Vocational High School 1 of Karanganyar. The data sources of research were a teacher, students, and documents. The data were collected through in-depth interview, observation, documentation, and test. They were validated by using the data triangulation and the method triangulation. The data were analyzed by using the descriptive comparative technique of analysis. The procedures of research include planning, implementation, observation, and reflection.The result of research shows that the application of the cooperative learning model of the team quiz type can improve the students’ activeness in Personnel Administration subject matter. Their activeness improves up to 44.22%. Prior to the treatment, their activeness is 31.89%. Following the treatment, it becomes 53.83% in Cycle I and 31.89% in Cycle II respectively.Thus, a  conclusion  is  drawn that  the application of  the  cooperative  learning model of the team quiz type improves the student’s learning activeness of the students in Grade XI-4 of Office Administration Program of State Vocational High School 1 of Karanganyar. Keywords:   The cooperative learning model of the team quiz type, students activeness
PENGARUH MODEL WORK-BASED LEARNING DAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MENATA PRODUK DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI PEMASARAN SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 -, Fanni Rahmawati -; -, Baedhowi -; -, Sri Wahyuni -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.771 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh penerapan model work-based learning dan cooperative learning “metode demonstrasi” terhadap prestasi belajar menata produk siswa; (2) Perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar menata produk siswa; (3) Interaksi pengaruh model pembelajaran dan motivasi siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar menata produk siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI Jurusan Pemasaran SMK Negeri 6 Surakarta. Sampel dalam penelitian, sebesar 34 siswa kelas XI Pemasaran 1 untuk diberikan treatment model work-based learnng dan 32 siswa kelas XI Pemasaran 2 untuk diberikan treatment model cooperative learning metode demonstrasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes untuk data prestasi belajar menata produk, angket untuk motivasi belajar siswa dan dokumentasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis varian dua jalan dengan desain faktorial 2x2 dan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas dan homogenitas dengan menggunakan software SPSS 17. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan penggunaan model work-based learing dan cooperative learning metode demonstrasi terhadap prestasi belajar menata produk  = 46.126 >  = 3,997) pada taraf signifikan 0,05 atau 5%. (2) Terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan antara tingkat motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar menata produk ( = 28.351 >  = 3,997) pada taraf signifikan 0,05 atau 5%. (3) Terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar menata produk (  = 4.299 >   = 3,997) pada taraf signifikan 0,05 atau 5%.  Kata Kunci: work-based learning, cooperative learning, motivasi, prestasi belajar This study is aimed to find out (1) the effect of work-based learning model and demonstration method toward display product learning achievement; (2) the effect of high and low motivations toward display product learning achievement; (3) the interaction between motivation and teaching learning, work-based learning model and demonstration method toward display product learning achievement.  This study ia a quantitative research with experimental method. Population of the study are all the eleventh year students of state senior high school 6 for marketing major in surakarta. The sample consist of XI Marketing 1 (34 students) for work-based learning treatment and XI Marketing 2 (32 students) for demonstration method treatment. The techniques of collecting data were test for display product achievement, questionnaires for student’s motivation, documentation. To analyzed the hypothesis, the researcher used two-way analysis of variance with a 2x2 factorial design and the significant level was 5%. The prerequisite test of normality and homogenity were analyzed by using SPSS software. Based on the result of analysis data was concluded: (1) there ia a significant effect of work-based learning and cooperative learning with demonstration method toward the student achievement in display product subject matter  = 46.126 >  = 3,997) at 5% level of significant; (2) there is a significant effect oh high learn motivation and low learn motivation toward the student achievement in display producy  subject matter ( = 28.351 >  = 3,997) at 5% level of significant; (3) there is asignificant interaction effect between the instructional model and student’s learn motivation toward the student ahievement in display product subject matter (  = 4.299 >   = 3,997) 5% level of significant.  Key words: work-based learning, cooperative learning, motivation, student achievement. 
PENERAPAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKONOMI DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 -, Dewi Tinjung Sari -; -, Kristiani -; -, Dewi Kusuma Wardani -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.078 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada materi Ekonomi kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Surakarta tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 peserta didik. Prosedur penelitian meliputi tahap (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi, (d) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti kemampuan berpikir kritis peserta didik ditinjau dari segi aspek yaitu indikator-indikator berpikir kritis pada pra siklus 27,1%, siklus I 70,17%, dan siklus II 82,52% dan jika ditinjau dari segi individu pada pra siklus 16,13%, siklus I 70%, dan siklus II 85,48%. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata pra siklus 78,41 (persentase ketuntasan 71,88%), siklus I menjadi 82,67 (persentase  ketuntasan 84,38%), dan siklus II menjadi 85,54 (persentase ketuntasan 93,75%). Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir kritis, hasil belajarThe purpose of this research is to improve critical thinking skills and students learning outcomes of economic lesson at class X IIS 1of Senior High Sschool 3 Surakarta in the academic year of 2014/2015 with the implementation of Problem Based Learning (PBL) model. The type of this research is classroom action research. The subject of this research is students at X IIS 1 of Senior High School 3 Surakarta in the academic year of 2014/2015 with 32 students. The procedures of this research are (a) planning, (b) action, (c) observation, and (d) reflection. Based on the research results, the learning process with the implementation of Problem Based Learning (PBL) model can increase the critical thinking skills and learning outcomes of the students. It can be seen in the cycle I that the students’ critical thinking skills in terms of every indicator aspect are pre research 27,1%, cycle I 70,17%, and cycle II 82,52%, and the individual critical thinking skills are pre cycle 16,13%, cycle I 70%, and cycle II 85,48%. Students learning outcomes are also increased at pre cycle have average value 78,41 (percentage of completeness 71,88%), cycle I becomes 82,67 (percentage of completeness 84,38%), cycle II becomes 85,54 (percentage of completeness 93,75%).Keywords: Problem Based Learning (PBL), critical thinking skills, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2014/1015 -, Sigit Wahyudi -; -, Sunarto -; -, Bambang Wasito Adi -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.373 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkatkan hasil belajar negosiasi pada siswa kelas X Pemasaran 3 di SMK Negeri 1 Sukoharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share dengan pendekatan saintifik (scientific approach).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Pemasaran 3 SMK Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 36 siswa. Sumber data berasal dari siswa, guru, data dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Teknik yang digunakan untuk keabsahan data adalah triangulasi sumber data. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share dengan pendekatan saintifik (scientific approach) dapat meningkatkan hasil belajar negosiasi. Peningkatan terjadi pada siklus I, walaupun belum optimal. Pelaksanaan siklus II menyebabkan hasil belajar siswa mencapai kualifikasi sangat tinggi.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share dengan pendekatan saintifik (scientific approach) dapat meningkatkan hasil belajar negosiasi pada siswa kelas X Pemasaran 3 SMK Negeri 1 Sukoharjo. Kata kunci: think pair share, Pendekatan Saintifik, hasil belajar The objective of this research is to improve learning achievement of the students in Grade X  Marketing Class 3 of State Vocational High School  1 Sukoharjo through the application of cooperative learning model think pair share with the scientific approach.This research is a Classroom Action Research (CAR). The study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation and reflection. The subjects were students in Grade X  Marketing Class 3 of State Vocational High School  1 Sukoharjo totaling 36 students. Source of data derived from students, teachers, data and documents. Data collection techniques are observation, testing, documentation and interviews. Techniques for the validity of the data using triangulation of data sources. The data analysis using descriptive analysis techniques and qualitative analysis techniques.The results shows that through the application of cooperative learning model think pair share with a scientific approach (scientific approach) can improve the students’s learning achievement in Negotiations subject matter. The improvement occurred in the first cycle, although not optimal. Application of the second cycle causes the learning acheivement of students achieving very high qualification.The conclusions of this research is the application of cooperative learning model types think pair share with a scientific approach can improve learning achievement of  Negotiations subject matter  in Grade X Marketing Class 3 of State Vocational High School  1 Sukoharjo. Keywords: think pair share, Scientific Approach, learning achievement
PENINGKATAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA -, Pahrudin -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.961 KB)

Abstract

Guru mempunyai peranan yang signifikan dan penting dalam kemajuan pembangunan pendidikan yang mendukung pembangunan nasional. Sebagai hasil, guru seharusnya menjadi pusat pembangunan nasional, khususnya sumber daya manusia. Idealnya guru harus mempunyai kinerja dan kompetensi seperti pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam kenyataannya, tidak semua hasil dalam layanan pendidikan dapat tercapai seperti kinerja dan pengembangan. Disisi lain, guru kurang mempunyai inovasi dalam proses pembelajaran. Dari alasan tersebut, peningkatan kinerja dan kualitas guru sangat penting. Hasil dari peningkatan kinerja dan pengembangan guru adalah sebagai petunjuk untuk menciptakan proses pembelajaran lebih efektif dan  selanjutnya peningkatan hasil belajar siswa. Guru mempunyai peran yang signifikan dalam kemajuan pendidikan nasional, hasil dari peningkatan kinerja dan pengembangan guru akan memberikan  kualitas pendidikan yang tinggi di negeri ini. Tujuan dari makalah ini adalah menjelaskan kinerja  dan pengembangan profesional guru. Metode  dalam makalah ini adalah menggunakan studi kepustakaan berdasarkan pada teori kinerja atau kompetensi dan pengembangan guru. Hasil menunjukkan bahwa perlunya peningkatkan kinerja atau kompetensi guru dan pengembangan profesionalitas seperti (1) pengembangan dan peningkatan skill (kemampuan mengajar), (2) pengembangan dan peningkatan organisasi dan (3) pengembangan dan peningkatan keperibadian (motivasi berprestasi)  yang dapat meningkatkan  kualitas pendidikan di Indonesia.  Kata Kunci: kinerja/kompetensi, pengembangan, profesionalitas, mutu Teachers have role a significant and important  in the progress of development education, which supports to the national development. As the result, teacher should be centre a national development, especially human resources. Ideally, teachers should be have good performance and competency  to enhance achievement of students such as : paedagogic, personal, profesional and social. In reality, however, not all the product this pre-service education can achieve such as performance and competency. In the other hand, teachers least have inovation in process of learning. From that reason, improving teacher’s performance and development are very important. The effort from improvement teacher’s competency and development profesionalism are intended to guide to be able to create more effective learning process, which then results in the improvement of learner’s achievement. Since, teachers have significant role in the progress of nation education, any efforts to improve teacher quality will give result in higher quality of education in this country. There are There are at least skill and have  influence in development character nation. The aim this paper is to explain the performance and development teacher’s profesionality. The method this paper use library research based on theories of performance and development teacher. The result from the article show that to increase performance or competency is important and development teacher’s professional should be done in three different scheme: (1) the skill improvement (that include the teaching skills), (2) Development and improvement of organization  and (3) developing and improving personality (achievement motivation) to increase quality education in Indonesia. Keyword: performance/competency,development, profesionality, quality  
PEMANFAATAN INTERNET OLEH GURU AKUNTANSI SMK-BM KOTA SALATIGA SEBAGAI SUMBER BELAJAR -, Arief Sadjiarto -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.113 KB)

Abstract

Keberadaan internet dan segala fasilitas yang ada dapat memberikan pengetahuan baru ataupun menelusuri bahan ajar bagi guru sehingga internet sebagai sumber belajar yang lebih mudah dan dapat memperkaya wawasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan internet sebagai sumber belajar bagi Guru Akuntansi SMK-BM di Salatiga.Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan populasi yang sama dengan sampel adalah seluruh Guru Akuntansi aktif SMK-BM di Salatiga dengan menggunakan analisis data Chocran Q-test.Hasil penelitian menunjukkan H0 diterima pada uji ke enam menunjukkan bahwa Qhitung adalah 11.582 berada pada signifikasi > 0.05 dengan 9 indikator yang diterima karena terdapat kesamaan pendapat adalah Mencari bahan melalui internet, Mencari bahan melalui blog/web, Mencari jurnal dan penelitian melalui internet, Menggunakan internet setiap hari, Dorongan pribadi untuk menggunakan internet, Menyelesaikan tugas tepat waktu, Memiliki group dalam media sosial, Pekerjaan lebih efektif dan efisien dengan menggunakan internet dan Informasi lebih cepat diterima melalui internet. Namun demikian ada 6 indikator yang ditolak yakni Bertukar informasi melalui e-mail, Membaca berita melalui internet, Mendapatkan buku melalui internet, Memiliki group dalam media sosial, Berdiskusi kelompok melalui Mailling List, dan Menggunakan E-Learning.Guru Akuntansi SMK-BM di Salatiga disarankan untuk lebih mempertinggi efektifitas penggunaan internet sebagai sumber belajar. Tidak hanya sekedar mencari bahan maupun jurnal dan atau penelitian untuk kegiatan pembelajaran tetapi juga dapat digunakan untuk menulis karya sehingga dapat meningkatkan profesionalitas Guru Akuntansi, disarankan pula untuk menggunakan internet secara baik untuk menambah kasanah bahan pemikiran bagi peningkatan kemampuan daya saing Guru. Kata kunci : Internet, Sumber belajar, Guru SMK-BM
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF -, Anis Rahmawati -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.113 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah melakukan inovasi pembelajaran pada mata pelajaran Mekanika Teknik di SMK Teknik Bangunan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Inovasi dilakukan melalui pengembangan media pembelajaran presentasi berbasis animasi menggunakan program Powerpoint dan media pembelajaran game interaktif menggunakan program macromedia Flash. Pengembangan media pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan tahap pendesiminisasian (desseminate). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Mekanika Teknik, Media presentasi animasi, Media game interaktifThe purpose of this Research and Development was to innovate learning in Mechanics of Engineering subjects at SMK Building Engineering to improve student learning outcomes.  Innovation was done by developing of instructional presentation media using PowerPoint program based animation and interactive gaming learning media using Macromedia Flash program. Learning Media development was done through the stages were define,  design , develop and desseminate.  The results of this study indicate that the instructional medias developed were feasible  and succeeded in improving student learning outcomes. Keywords: Mechanical Engineering , instructional presentation media, interactive gaming media 
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN FINANCIAL LITERACY BERBASIS NILAI-NILAI ANTI KORUPSI SEBAGAI INVESTASI SOSIAL: SEBUAH PEMIKIRAN -, Ikka Nur Wahyuny -
Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.525 KB)

Abstract

Investasi sosial adalah salah satu komponen investasi pada sumber daya manusia untuk memajukan kesejahteraan agar setiap individu maupun kelompok agar dapat berkontribusi bagi penciptaan kesejahteraan. Beberapa tahun terakhir banyak negara maju dan berkembang mengkhawatirkan masalah tingkat Financial Literacy yang merupakan salah satu komponen sumberdaya manusia, komponen ini digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan. Kekurangan Financial Literacy merupakan salah satu faktor yang menyebabkan krisis keuangan terjadi, sehingga Financial Literacy sekarang diakui secara global sebagai elemen penting dari stabilitas ekonomi, keuangan, dan pembangunan. (INFE dikutip OECD, 2012:7). Edukasi dan sosialisasi Financial Literacy saat ini masih diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menetapkan peraturan bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan tingkat kepatuhan ketentuan edukasi dan perlindungan konsumen masih rendah dengan kegiatan edukasi masih terdapat kerancuan antara kegiatan edukasi dengan marketing. Rendahnya tingkat Financial Literacy masyarakat berbanding terbalik dengan tingginya nilai korupsi di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara dengan peringkat korupsi 107 dari 174 negara (TII:2015). Edukasi dan sosialisasi mengenai nilai-nilai anti korupsi sudah dilakukan oleh pihak KPK dan mulai dilaksanakan oleh pihak lembaga pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran tertentu, misal Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Ekonomi, dan lainnya. Namun edukasi Financial Literacy masih dilakukan oleh pihak OJK bersama PUJK saja. Edukasi mengenai Financial Literacy dan nilai-nilai korupsi merupakan salah satu bentuk investasi sosial untuk meningkatkan modal manusia Indonesia ke depan yang hendaknya dapat dilaksanakan juga oleh masyarakat dan dunia pendidikan. Kata kunci: Financial Literacy, anti korupsi, integrasi, investasi sosial  

Page 4 of 16 | Total Record : 157