cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
EKSTRAKTABILITAS PROTEIN IKAN PELAGIS DAN DEMERSAL SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Daniel AN Apituley; Pieter Tamaela
Majalah BIAM Vol 10, No 1 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.292 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i1.2024

Abstract

Ikan merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang sangat potensial bagi kesehatan, namun, dalam beberapa jam setelah ikan ditangkap, proses kerusakan mulai berlangsung baik oleh aksi biokimiawi maupun aktivitas mikroba. Penanganan dengan suhu dingin adalah metode yang diterapkan untuk menghambat proses kerusakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ekstraktabilitas protein baik pada ikan pelagis maupun ikan demersal selama penyimpanan dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraktabilitas protein baik ikan pelagis maupun ikan demersal mengalami penurunan selama penyimpanan dingin, dimana laju penurunan berlangsung lebih cepat pada ikan pelagis.
PENINGKATAN MUTU BAGEA SAPARUA DENGAN FORTIFIKASI SURIMI DAN KARAGINAN Joice PM Kolanus
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.747 KB) | DOI: 10.29360/mb.v9i2.2005

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh  formulasi  terbaik dari  fortifkasi  surimi dan karaginan yang dapat meningkatkan mutu bagea Saparua. Penelitian ini dibagi dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu : tahap pembuatan surimi;  pembuatan bagea dengan formulasi surimi (5%, 10%, 15%, dan 20%) dan karaginan (2%, 3%, 4%) serta pengamatan mutu terhadap organoleptik menggunakan skala hedonik, uji kimiawi (proksimat, serat kasar, amilosa, amilopektin) dan fsika (profl tekstur) bagea. Berdasarkan penilaian organoleptik menunjukkan bahwa  fortifkasi  15%  surimi  dan  3%  karaginan  merupakan  formulasi  yang  disukai  panelis  dan  mampu meningkatkan mutu gizi bagea Saparua yaitu mengandung 11,56% protein; 2,48% abu; 7,21% serat kasar; 2,74% kadar  air;  7,33%  lemak;  dan  nilai  profl  tekstur  kekerasan  dan  kerenyahan  berturut-turut  sebesar  4367,90gf dan  2350,77gf.  Kisaran  kadar  amilosa  terendah  sampai  tertinggi  adalah  23,78  sampai  29,48  g/100g.  Kadar amilopektin yaitu antara 40,97 sampai 47,75 g/100g. Bagea Saparua  fortifkasi potensial untuk dikembangkan sebagai  oleh-oleh  khas  daerah  Maluku  Tengah  dan  mampu  memberi  sumbangan  gizi  protein  masyarakat.
KARAKTERISTIK OBAT NYAMUK BAKAR BERBAHAN BAKU INSEKTISIDA ALAMI DARI LIMBAH PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH Husein Smith; Syarifuddin Idrus
Majalah BIAM Vol 15, No 1 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29360/mb.v15i1.5250

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak dijumpai di daerah tropis dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa. Pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue  melalui pemeriksaan jentik secara berkala dan berkesinambungan serta menggerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Penggunaan insektisida nabati sebagai repelen menolak gigitan nyamuk penular penyakit.  banyak memberikan keuntungan diantaranya ramah lingkungan, tidak berdampak buruk pada kesehatan dan bahan bakunya mudah di dapat. Untuk itu dilakukan penelitian pemanfaatan limbah penyulingan minyak kayu putih di Maluku sebagai insektisida alami menolak gigitan nyamuk. Fokus Penelitian ini untuk mempelajari karakteristik fisik (lama bakar, berat per pasang, kadar air, keutuhan) anti nyamuk bakar yang dibuat dari serbuk limbah penyulingan minyak kayu putih dengan menggunakan factorial complete randomized design. Variabel respon sifat fisik diukur menggunakan SNI No 06-3566-1994. Hasil penelitian menunjukkan penambahan perekat organik dan suhu pengeringan produk berpengaruh signifikan sampai tidak signifikan terhadap variabel respon anti nyamuk bakar. Berat per pasang anti nyamuk pada berbagai perlakuan berkisar 25,23  – 31,54 gram, lama bakar 6,44 – 8,52 jam dan kadar air 4,43 – 9,77%.
KARAKTERISASI KITOSAN DARI LIMBAH UDANG DENGAN PROSES BLEACHING DAN DEASETILASI YANG BERBEDA Marni Kaimudin; Maria F Leonupun
Majalah BIAM Vol 12, No 1 (2016): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.892 KB) | DOI: 10.29360/mb.v12i1.2321

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  karakterisasi  kitosan  dari  limbah  kulit  udang  dengan  perlakuan perendaman  (bleaching)  aseton  dan  proses  deasetilasi.  Lingkup  kegiatan  meliputi  persiapan  peralatan  dan bahan baku kulit udang windu, proses pembuatan kitosan, pengujian, analisa data dan pelaporan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil karakterisasi raw material kulit udang meliputi kadar air 75,10%, abu 5,02%, lemak 2,47% dan protein 14,85%. Hasil karakterisasi kitosan dengan  perendaman aseton 24  jam dan  deasetilasi  2x  adalah  kadar air  sebesar  9,72%,  abu  sebesar 3,37%, lemak  sebesar  3,50%  dan  protein  sebesar  4,29%.  Rendemen  yang  diperoleh  sebesar  32,20%.  Hasil karakterisasi kitosan dengan perendaman aseton 24 jam dan deasetilasi 3x adalah kadar air sebesar 9,64%, abu sebesar 0,09%, lemak sebesar 0,28% dan  protein sebesar 0.63%. Rendemen yang diperoleh sebesar 32,17 %. Hasil karakterisasi kitosan dengan perendaman aseton 48 jam dan deasetilasi 3x adalah kadar air sebesar 9,61 %, abu  sebesar  0,02%, lemak sebesar 0,15% dan  protein sebesar 0,51%. Rendemen yang diperoleh sebesar 22,18%. Karakterisasi kitosan komersial adalah kadar air sebesar 9,45%, abu sebesar 0,51%, lemak 2,31% dan protein 0,48%. Selain perbandingan dengan kitosan komersial, hasil penelitian ini dibandingkan dengan standar kitosan  yaitu  kadar  air  9,28%,  kadar  abu  1,32%,  lemak  sebesar  0,29%  dan  protein  <0,5%  adalah memenuhi standar.  Proses  perendaman  (bleaching)  dan  deasetilasi  sangat  berpengaruh  terhadap  karakterisasi  kitosan, dilihat dari hasil F hitung (68,6302) > F tabel (2,9011).
KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM BAHAN BAKU PRODUK REMPAH DARI PASAR DI KOTA PONTIANAK Heru Agus Cahyanto
Majalah BIAM Vol 11, No 2 (2015): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.259 KB) | DOI: 10.29360/mb.v11i2.2050

Abstract

Seiring perkembangan industri di sepanjang sungai Kapuas, dimungkinkan terjadinya pencemaran logam berat pada hasil pertanian. Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian terhadap sampel rempah dari pasar Tradisional di Kota Pontianak. Sampel dikeringkan dan diserbuk untuk diuji kadar logam berat dengan spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil uji dibandingkan dengan standar batas maksimum cemaran logam berat dalam makanan. Dari hasil uji didapatkan data kadar logam berat dalam bahan rempah masih dibawah batas yang diijinkan.
UJI KOMPRESIBILITAS DAUN DALAM KETEL SULING DAN BEBERAPA VARIABEL PREDIKTOR TERHADAP LAJU ALIR AIR DISTILAT DAN RENDEMEN MINYAK KAYU PUTIH Husein Smith; Sumarsana Sumarsana; Syarifuddin Idrus
Majalah BIAM Vol 15, No 2 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.202 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i2.5653

Abstract

Minyak kayu putih yang dihasilkan dari proses penyulingan daun kayu putih merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Di Maluku industri penyulingan minyak kayu putih cukup banyak tersebar di beberapa kabupaten,  namun teknologi  penyulingan minyak kayu putih belum berkembang, masih mengikuti cara tradisionil. Untuk dapat meningkatkan rendemen pada indutri kecil tersebut, perlu penguasaan teknologi penyulingan minyak kayu putih. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hubungan berbagai variabel prediktor terhadap laju alir disitilat dan rendemen minyak kayu putih. Untuk mengetahui pola dan keerataan hubungan antar variabel, data penelitian di analisis menggunakan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kompresibilitas dan variabel prediktor lainnya terhadap laju alir distilat dan rendemen minyak kayu putih. Kisaran rendemen setiap jam selama 4 jam penyulingan pada kompresibilitas daun dalam ketel 5% - 20% yaitu 0,63% - 0,13% dengan jumlah rendemen setelah penyulingan 1,46%. Sedangkan kisaran laju alir distilat pada kompresibilitas daun  5% Image 20% dalam ketel suling adalah 14,5 ml/menit Image 6,63 ml/menit.
KARAKTERISTIK NORI TIRUAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ALGA Hypnea saidana DAN Ulva conglubata DARI PERAIRAN MALUKU Vonda M.N. Lalopua
Majalah BIAM Vol 13, No 2 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.985 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i2.3529

Abstract

Perairan Indonesia tumbuh bemacam –macam spesies rumput laut dan berpeluang untuk  memproduksi nori. Nori adalah makanan diet dari Jepang yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Kualitas nori tergantung dari warna nori. Penelitian bertujuan untuk  mendeskripsi warna, mengetahui  tingkat kesukaan dan  kandungan  kimia  nori  yang dibuat dari rumput laut Hypnea  saidana, Ulva. conglubata dan kombinasi (H.saidana + U.conglubata). Metode penelitian yang digunakan  adalah metode percobaan pembuatan  nori menggunakan  cuka apel untuk memperoleh jenis nori kualitas tinggi  dilanjutkan dengan uji kesukaan sifat organoleptik dan analisa kandungan  gizi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa kualitas  warna  nori  H.saidana  lebih baik Panelis lebih suka akan warna nori U.conglubata  sedangkan  nori kombinasi lebih disukai dari rasa ,aroma dan kenampakan. Nori H.saidana memiliki  kandungan  air sebesar 29,57 % , abu  20,41 %, protein 1,36 %,  serat kasar 4,09 %, mineral  kalsium 755,21 ppm dan besi 4,3 ppm
SURIMI LIMBAH TUNA LOIN SEBAGAI BAHAN FORTIFIKASI DALAM PEMBUATAN “BAGEA SAGU” Febe F Gaspersz
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.061 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2033

Abstract

Penelitian Surimi  Limbah  Tuna Loin  Sebagai Bahan Fortifkasi  Dalam Pembuatan “Bagea Sagu” telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu A1 tepung sagu tanpa surimi, A2 1000 gram tepung sagu + 50 gram surimi, A3 1000 gram tepung sagu + 100 gram surimi, A4 tepung sagu 1000 gram +150 gram surimi, A5 1000 gram tepung sagu + 200 gram surimi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan surimi sebagai bahan fortifkasi dalam pembuatan bagea sagu serta meningkatkan nilai gizi dari bagea sagu terutama kandungan  proteinnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen surimi yang dihasilkan dari 2 kg, limbah dari tuna loin berupa tetelan menghasilkan 800 kg surimi.  kandungan gizi yang di hasikan dari kelima penambahan yaitu kadar protein 3,98% - 6,77%, kadar air  3,7-6,32%, kadar abu 2,73% - 3,50%, kadar lemak 12,76% - 13,87%, kadar karbohidrat 76,83% - 69,54%, nilai energi 438 kkal - 430 kkal. Disimpulkan bahwa perbandingan tepung sagu dan fortifkasi surimi yang terbaik adalah pada perlakuan A5 yaitu memiliki kadar air 6,32%, kadar abu 3,50%, kadar protein 6,77%, kadar lemak 13,87%, terjadi penurunan pada kadar karbohidrat 69,54% dan nilai energi yang di peroleh 430 kkal.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT DARI BEBERAPA JENIS IKAN HASIL BUDIDAYA KARAMBA SEBAGAI SUMBER OLAHAN PANGAN Sugeng Hadinoto; Noor Maryam Setyadewi
Majalah BIAM Vol 10, No 1 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.956 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i1.2015

Abstract

Pesisir merupakan daerah yang rawan terhadap pencemaran logam berat. Keberadaan logam berat di perairan dapat terakumulasi dalam ikan dan jika dikonsumsi manusia dapat menganggu kesehatan.  Penelitian terhadap ikan budidaya di Galala ini menggunakan metode adisi standar secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akumulasi kandungan logam berat pada bagian tubuh ikan hasil budidaya karamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat pada ikan baronang (Siganus canaliculatus), Ag terbesar terdapat pada jeroan yaitu 0,0213 ppm, kemudian kepala 0,0202 ppm, daging 0,0048 ppm; Ca pada bagian jeroan 14,5604 ppm, daging 5,9721 ppm dan kepala 3,9440 ppm; dan Zn pada bagian kepala 2,1492 ppm, bagian jeroan 1,5146 ppm, daging 0,6931 ppm.  Akumulasi  konsentrasi logam berat Ag pada ikan bubara (Trachinotus carolinus) terbesar pada bagian jeroan sebesar 0,0219 ppm, kepala 0,0207 ppm dan daging 0,0088 ppm; Ca pada bagian kepala 65,8074 ppm, daging 42,7087 ppm dan jeroan 13,9813 ppm; dan Zn 1,0616 ppm pada bagian daging, kepala 1,0005 ppm dan jeroan 0,6386 ppm.
KARAKTERISTIK MUTU PRODUK KERING DARI CACING KACANG (Sipunculus nudus) Bernitha B. Silaban; Fredrik Rieuwpassa
Majalah BIAM Vol 15, No 2 (2019): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.609 KB) | DOI: 10.29360/mb.v15i2.5561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu produk kering dari cacing kacang (Sipunculus nudus). Karakteristik mutu dilakukan pada produk kering dari cacing kacang berupa kering asin, kering bumbu dan kering tawar. Pengamatan dilakukan secara organoleptic dan kimiawi. Pengamatan organoleptik meliputi atribut kenampakan, tekstur, bau, warna dan rasa menggunakan skala heidonik 1-6. Pengamatan  secara kimiawi meliputi kadar air, abu, lemak dan protein. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2019 berlokasi di pantai Negeri Nalahia Pulau Nusalaut, Maluku Tengah dan Laboratorium Kimia Dasar Universitas Pattimura, Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik produk kering dari cacing kacang bertekstur kering, keras, tidak mudah patah, berwarna kuning sampai kecokelatan; gurih khas makanan laut, rasa rempah, garam cukup sampai rasa bumbu tajam. Tingkat kesukaan panelis untuk nilai tekstur (suka sampai sangat suka) sedangkan  bau, rasa dan warna  (agak suka sampai sangat suka). Karakteristik kimia produk kering dari cacing kacang menghasilkan kadar air sebesar 15,84-22,25%; lemak 1,01-1,13%; abu 4,84-27,85%; protein 48,15-75,67% dan karbohidrat 0,03-2,64%. Dengan perlakuan yang terbaik adalah produk kering asin.