cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Pemanfaatan Perpustakaan Digital Sebagai Sumber Belajar Elektronik Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Tingkat SMA Hadiapurwa, Angga; Novian, Rayhan Musa; Harahap, Noviandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.38526

Abstract

Kemahiran Bahasa Guru Bahasa Inggris dan Efektivitas Mengajar Novita, Ophelia Elisa; Yusuf, Fazri Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22332

Abstract

Pentingnya seorang guru bahasa untuk memiliki tingkat kemahiran berbahasa (Teacher’s Language Proficiency atau TLP) yang tinggi telah dipelajari dalam banyak penelitian. Ini disebabkan karena guru dengan kemampuan bahasa yang mumpuni dianggap memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk memberikan penjelasan yang akurat dan input bahasa yang lebih kaya. Di sisi lain, studi yang berkaitan dengan keefektifan pengajaran (Teaching Effectiveness atau TE) belum dapat mendefinisikan konsep keefektifan pengajaran, dan studi yang mengaitkan kefasihan bahasa dan keefektifan mengajar, terutama di Indonesia, lebih jarang ditemukan. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara kemahiran bahasa guru dan efektivitas proses pengajaran mereka dalam konteks sekolah bahasa di Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk memperoleh persepsi kemahiran bahasa dan keefektifan mengajar guru, serta wawancara dengan tim akademik. Hasil pengumpulan data kemudian ditabulasi silang dan dianalisis menggunakan Fischer-Freeman-Halton exact test. Ditemukan bahwa ada hubungan antara kemahiran bahasa dan dua aspek efektivitas pengajaran: mengelola kelas dan memahami dan mengkomunikasikan konten pelajaran, dan tidak ada hubungan antara kemahiran bahasa dan menilai siswa dan memberikan umpan balik. Ini berarti bahwa kemahiran bahasa dan efektivitas mengajar mempunyai hubungan yang kompleks dan tidak langsung, dan bahwa penguasaan satu aspek tidak selalu menyebabkan penguasaan aspek yang lain.
Pembelajaran Argument Driven Inquiry Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa Firdaos, Ilman Nurbaiti; Pursitasari, Indarini Dwi; Permana, Irvan
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37134

Abstract

AbstrakPembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran menurut kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru SMK harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang dapat menghasilkan aspek keterampilan kerja. Salah satu masalah paling kritis dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan adalah keengganan dan kreativitas guru yang kurang untuk menemukan cara agar pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang suatu materi yang telah diajarkan dalam proses belajar mengajar, guru harus memberikan tugas kepada siswa. Penugasan dapat dilakukan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan dalam desain deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau sebagai responden. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis proyek perlu dilakukan oleh guru di kelas Bahasa Inggris sebagai salah satu model dalam proses belajar mengajar karena berfokus pada siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Persepsi Guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan. AbstractProject-based learning is one of the recommended learning models to be used in learning according to the 2013 curriculum. The implementation of the learning process in Vocational High Schools has different characteristics from the implementation of learning in Senior High Schools. Vocational high school teachers must be able to develop learning models that can produce aspects of work skills. One of the most critical problems in teaching and learning English at Vocational High School is teachers’ unwillingness and less creativity to find ways to make learning more creative and fun. To find out to what extent students understand the material that has been taught in the teaching and learning process, the teachers must give assignments to the students. The assignments can be done with the model Project-Based Learning. The aim of this study was to investigate how teachers’ perceptions about project-based learning. This research was conducted in descriptive qualitative design which involved three vocational high school English teachers in Indragiri Hilir Regency, Riau Province as respondents. This research used the semi-structured interview as an instrument to collect the data. The result of the analysis showed that teachers have a positive perception of project-based learning. The conclusion can be drawn that project-based learning was needed to do by the teachers in the EFL classroom as one of the models in the teaching and learning process because its focus on student-centered.Keywords: Project-Based Learning, Teachers’ Perception, and Vocational High School.
Sinergitas Sekolah dengan Pemerintah, Masyarakat dan Dunia-Dunia Usaha/ Industri: Sebuah Langkah Optimalisasi Pengelolaan Pendidikan Life Skill pada Siswa Disabilitas Prihatin, Eka; Aprilia, Imas Diana; Permana, Johar; Syarifah, Liah Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22327

Abstract

Sinergitas sekolah dengan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha/ industri menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan life skill dalam mendorong kesempatan yang sama bagi siswa disabilitas di dunia kerja sehingga mereka bisa hidup mandiri di tengah keterbatasan yang dimiliki. Mengingat sumber daya yang dimiliki lembaga pendidikan sangat terbatas, maka sinergitas sekolah dengan berbagai pihak tersebut menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kerjasama sekolah dalam melaksanakan pendidikan life skill pada siswa disabilitas. Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini menggunakan siklus RD dari Borg Gall. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam kepada Kepala Sekolah Luar Biasa, perusahaan, dan orang tua siswa disabilitas. Validasi model dilakukan melalui Focus Group Discussion dengan melibatkan beberapa Sekolah Luar Biasa dan dunia usaha/industriyang ada di Kabupaten Subang serta pemerintah daerah setempat. Uji coba kelayakan model secara terbatas diberlakukan pada beberapa Sekolah Luar Biasa di Subang di antaranya yaitu SLB Waliwis Putih dan SLB Trituna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis sinergitas sekolah dengan pemerintah, dunia kerja dan masyarakat berkaitan dengan keterpaduan kurikulum sekolah dengan pendidikan life skill, pengelolaan pendidikan life skill pada siswa disabilitas, manajemen kerjasama sekolah, serta peran kepala sekolah dalam membangun kerjasama (sekolah) dengan pemerintah, dunia kerja dan masyarakat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sinergitas sekolah, pemerintah, dunia kerja dan masyarakat akan berdampak optimal jika peran kepala sekolah memiliki kompetensi kewirausahaan yang mumpuni sehingga mampu memanfaatkan semua sumber daya yang ada berdasarkan cost benefit analysis yang tepat dalam mengelola pendidikan life skill untuk siswa disabilitas.
Penerapan Model Latihan Small-Side Games terhadap Peningkatan Intrinsic Motivation dan Social Behavior Siswa Lugaya, Yuga Rahmatullah; Komarudin, Komarudin; Fitri, Mustika
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22338

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menghasilkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan perilaku sosial siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model latihan small-side games terhadap peningkatan intrinsic motivation siswa dalam pembelajaran bolabasket, dan untuk mengetahui pengaruh model latihan small-side games terhadap peningkatan social behavior siswa dalam pembelajaran bolabasket. Hasil penelitian menunjukan bahwa model latihan small-side games yang disusun secara terstruktur dengan proses integrasi intrinsic motivation dan social behavior memiliki hasil dan pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan dari keduanya. Selanjutnya, guru pendidikan jasmani dapat menggunakan program yang sengaja disusun tersesbut untuk pengembangan aspek afektif melalui berbagai aktivitas olahraga.
Game Simulasi Manajemen Produksi Game Dengan Metode Agile Development Rahadianto, Irfan Dwi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37405

Abstract

AbstrakIndustri game berkembang sangat pesat pada akhir 2010 hingga 2019. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2017 industri game Indonesia memiliki nilai pasar sebesar $879 milyar dan diprediksikan akan terus berkembang setiap tahunnya. Namun dari fenomena yang terjadi pada industri game didalam maupun diluar negeri menunjukan indikasi kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang metode pengelolaan pengembangan game yang mengakibatkan gagal produksi, sehingga dapat menghambat perkembangan dan penyerapan ekonomi kreatif, khususnya pada sektor industri game di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan edukasi tentang metode manajemen produksi game kepada pengembang game pemula melalui game simulasi, agar gagal produksi dapat dihindari. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan edukasi first principles of instruction oleh Merrill (2002) dengan kerangka berfikir design thinking. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pengembang game pemula kurang memiliki pengalaman dalam mengelola pengembangan game sehingga memiliki resiko kegagalan yang tinggi dalam fase produksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa game simulasi yang menerapkan metode edukasi Merrill dapat secara efektif memberikan pengalaman dan edukasi pada pengembang game pemula mengenai metode manajemen produksi game, dimana pengembang pemula dapat mengetahui proses-proses yang harus dilakukan pada fase produksi game.Kata Kunci: Manajemen Produksi, Produksi Game, Game Simulasi, Edukasi.. Abstract1434 / 5000 Translation results The game industry grew very rapidly from the end of 2010 to 2019. In Indonesia alone, in 2017 the Indonesian game industry had a market value of $879 billion and is predicted to continue to grow every year. However, the phenomena that occur in the game industry at home and abroad show indications of a lack of knowledge and understanding of game development management methods that result in production failure, so that it can hinder the development and absorption of the creative economy, especially in the game industry sector in Indonesia. This study aims to provide experience and education about game production management methods to novice game developers through simulation games, so that production failures can be avoided. This research method uses qualitative methods and the educational approach of first principles of instruction by Merrill (2002) with a design thinking framework. In this study it was found that novice game developers lack experience in managing game development so they have a high risk of failure in the production phase. The results of this study indicate that simulation games that apply Merrill's educational method can effectively provide experience and education to novice game developers regarding game production management methods, where novice developers can find out the processes that must be carried out in the game production phase.Keywords:. Production Management, Game Production, Simulation Game, Education.
Peningkatan Keterampilan Menulis Sajak dengan Menggunakan Media Gambar pada Siswa Cahyati, Yayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i1.17140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran menulis sajak dengan menggunakan media gambar. Adapun jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas kelas VII-A SMP Negeri 2 Jatinangor Kabupaten Sumedang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, angket dan dokumentasi. Adapun sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena pendekatan ini hanya mendeskripsikan data kemudian dianalisis. Proses pembelajaran menulis sajak dengan menggunakan media gambar ternyata lebih menarik perhatian siswa, siswa dapat lebih banyak menemukan inspirasi dan ide dalam menulis sajak. Gambar atau foto yang ditempelkan di papan tulis oleh guru dapat memberikan gambaran tentang segala sesuatu seperti suasana atau peristiwa tertentu yang dapat membawa imajinasi siswa ke tempat tersebut, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menulis sajak mengalami peningkatan setelahmenggunakan media gambar, berdasarkan hasil observasi awal terlihat bahwa keterampilan menulis sajak siswa masih rendah. Terdapat beberapa siswa masih mendapatkan nilai 55,13 dalam kegiatan menulis sajak Peningkatan hasil belajar siswa dalam menulis sajak pada siklus I nilai rata-rata mencapai 67,01 dengan kategori cukup. Rata-rata ini menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan menulis sajak dengan menggunakan media gambar dibandingkan dengan rata-rata pada kondisi awal, dan dari hasil siklus II diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 81,94 dengan kategori sangat baik.
Hubungan Antara Pengguna Aplikasi dan Motivasi Instrinsik dengan Perilaku Hidup Sehat (Berdasarkan Tingkat Usia) Riyanti, Riyanti; Kusmaedi, Nurlan; Ma’mun, Amung
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22333

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengguna aplikasi, dan motivasi intrinsik dengan perilaku hidup sehat pada komunitas lari berdasarkan gender dan tingkat usia. Metode yang digunakan adalah korelasional (deskriptif). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel 143 orang kualifikasi tingkat usia (remaja 13 – 18 dan dewasa 18 – 40) dari 580 populasi pada 3 komunitas lari yang ada di Kota Bandung diantaranya: Indorunners Bandung, Fakerunners Bandung dan RIOT Bandung (running is our therapy). Hasil penelitian ini menunjukkah bahwa: (1) terdapat hubungan antara pengguna aplikasi dengan perilaku hidup sehat (2), terdapat hubungan antara motivasi intrinsik dengan perilaku hidup sehat (3), terdapat hubungan antara pengguna aplikasi dan motivasi ekstrinsik dengan perilaku hidup sehat.
Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Kewirausahaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Akademik di Kabupaten Ciamis Rozak, Lili Abdullah; Sumarto, Sumarto; Nurdin, Diding; Prihatin, Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37241

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi kewirausahaan kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri terhadap mutu layanan akademik yang didukung dari hasil wawancara. Mutu layanan akademik perlu ditingkatkan karena pada prestasi akademik siswa, kekurangan jumlah guru serta sarana dan prasarana belajar. Data di dapatkan dari 80 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Ciamis dengan jumlah sampel sebanyak 322. Sementara wawancara dilakukan kepada kepala sekolah dan pengelola sekolah di dalamnya. Data dianalisa dengan menggunakan regresi linear ganda untuk melihat seberapa besar pengaruh kompetensi manajerial (X1) dan kewirausahaan (X2) terhadap terhadap mutu layanan akademik (Y). Hasil tersebut didukung dengan hasil wawancara. Dari hasil analisa data menunjukan bahwa kompetensi kompetensi manajerial (X1) dan kewirausahaan (X2) berpengaruh terhadap mutu layanan akademik (Y). Penelitian sangat berguna untuk para peneliti sebagai referensi serta kepala sekolah dalam mengambil keputusan dalam manajerial dan kewirausahaan. Adapun yang lebih penting adalah bagaimana mutu layanan yang diberikan oleh pemerintah melalui kepala sekolah mampu ditingkatkan dalam rangka memenuhi daya saing global di tingkat nasional maupun internasional.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Mutu Layanan Akademik, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan AbstractThe purpose of this study is to explain the influence of Public Secondary School Principals on managerial and entrepreneurial competence on the quality of academic services and supported by the results of interviews and documentation studies. Academic quality needs to be improved because of the student's academic skills, the lack of teachers, and the learning facilities and infrastructure in the school. Data were obtained from 80 Public Secondary schools in Ciamis Regency as many as 322 teachers. Data analysis using multiple linear regression to see how much influence managerial competence (X1) and entrepreneurship (X2) on the quality of academic services (Y). These results are supported by the results of the interviews. The results of data analysis show that managerial competence (X1) and entrepreneurship (X2) affect the quality of academic services (Y). Research is very useful for researchers as a reference as well as principals in making managerial and entrepreneurial decisions. What is more important is how the quality provided by principals is able to improve the framework to meet global competitiveness at the national and international levelsKeywords: Principal, Academic Service Quality, Managerial Competence, Entrepreneurial Competence
Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah Kejuruan Sari, Ratih Apri; Musthafa, Bachrudin; Yusuf, Fazri Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.36972

Abstract

AbstrakPembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran menurut kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru SMK harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang dapat menghasilkan aspek keterampilan kerja. Salah satu masalah paling kritis dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan adalah keengganan dan kreativitas guru yang kurang untuk menemukan cara agar pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang suatu materi yang telah diajarkan dalam proses belajar mengajar, guru harus memberikan tugas kepada siswa. Penugasan dapat dilakukan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan dalam desain deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau sebagai responden. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis proyek perlu dilakukan oleh guru di kelas Bahasa Inggris sebagai salah satu model dalam proses belajar mengajar karena berfokus pada siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Persepsi Guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan. AbstractProject-based learning is one of the recommended learning models to be used in learning according to the 2013 curriculum. The implementation of the learning process in Vocational High Schools have different characteristics from the implementation of learning in Senior High Schools. Vocational high school teachers must be able to develop learning models that can produce aspects of work skills. One of the most critical problems in teaching and learning English at Vocational High School is teachers’ unwillingness and less creativity to find ways to make learning more creative and fun. To find out what extent students understand about the material that has been taught in the teaching and learning process, the teachers must give assignments to the students. The assignments can be done with the model Project-Based Learning. The aim of this study was to investigate how teachers’ perception about project-based learning. This research conducted in descriptive qualitative design which involved three vocational high school English teachers in Indragiri Hilir Regency, Riau Province as respondents. This research used semi-structured interview as an instrument to collect the data. The result of the analysis showed that teachers have positive perception toward project-based learning. The conclusion can be drawn that project-based learning was needed to do by the teachers in EFL classroom as one of the models in teaching and learning process because its focus on student-centered.Keywords: Project-Based Learning, Teachers’ Perception, and Vocational High School.How to cite (APA Style): Sari, R., Musthafa,B., Yusuf, F.N. (2021).  Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah Kejuruan.  Jurnal Penelitian Pendidikan, 21 (2), 2021. 1-11. doi: https://10.17509/jpp.v21i2.36972

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025) Vol 25, No 1 (2025) Vol 23, No 1 (2023): Pendidikan Vol 22, No 3 (2022) Vol 22, No 2 (2022) Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021) Vol 21, No 2 (2021) Vol 21, No 1 (2021) Vol 20, No 3 (2020) Vol 20, No 2 (2020) Vol 20, No 1 (2020): MEDIA PEMBELAJARAN Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN More Issue