cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Sampul GEA Vol 20, No 2 Oktober (2020) Gea, Gea
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.29834

Abstract

Sampul
METODE DEFUZZIFIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN Wulansari, Harvini
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.28163

Abstract

Artificial neural network is a non-parametric approach which does not require class statistical distribution to be described normally, the advantages of non-parametric approach are its ability to combine septral data and non-spectral data, which is assumed by adding non-spectral data, the resulting accuracy also increased. The method used in this study is a fuzzy logic-based approach with defuzzification using an artificial neural network algorithm. The input spectral data were taken from the ALOS AVNIR-2 image and non-spectral data in the form of slope, soil solum and image texture. This study resulted in an overall accuracy and kappa index that was not good or proper, however the results were still acceptable. The results of the overall accuracy calculation for the 14 land use classes of the artificial neural network defuzzification process involving spectral data only (4 bands ALOS AVNIR-2) were 55% and the kappa index was 0.51. Meanwhile, when non-spectral data such as slope slope, soil solution and image texture are involved as input, the accuracy decreases in 14 land use classes, with an overall accuracy of 40% and a kappa index of 0.35 where the input slope and soil solum are interpolated in the software. ArcGIS first, while the one that was directly interpolated in the Idrisi Selva software, the overall accuracy was 49.75% and the kappa index was 0.45%.
SINTESA GEOMORFOLOGI ANTROPOSEN KAWASAN CAGAR ALAM GEOLOGI KARANGSAMBUNG BAGIAN SELATAN Raharjo, Puguh Dwi; Haryono, Eko
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.27727

Abstract

Permukaan bumi mengalami perkembangan secara dinamis, tidak hanya pada perubahan jenis penggunaan lahan namun juga pada bentuklahan geomorfologi secara detail. Perubahan dinamis ini disebabkan adanya kebutuhan manusia mengenai lahan. Pulau Jawa memiliki fisiografi yang beragam, hal ini dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dan pengangkatan wilayah serta erosi dan sedimentasi. Kawasan Karangsambung merupakan daerah dengan topografi perbukitan dan tersingkap banyak batuan yang merupakan bukti dari proses tektonik. Singkapan batuan yang banyak dan pada daerah yang realitif luas, mengakibatkan pertanian tidak dominan. Masyarakat cenderung memanfaatkan keberadaan lokasi sebagai tempat untuk penambangan. Penambangan yang dilakukan oleh masyraakat di Kawasan Karangsambung meliputi batuan-batuan yang dianggap memiliki fungsi komersil. Selain itu erosi dan sedimentasi yang tinggi memicu penambanggan pasir pada daerah pengendapan. Penambangan yang dilakukan dilakukan secara luas dan berangsur-angsur menyebabkan permasalahan lingkungan. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui dampak dari aktivitas manusia terhadap kondisi alamiah di Kawasan Cagar Alam Karangsambung bagian selatan. Pendekatan keruangan menggunakan data citra penginderaan jauh sebagai identifikasi awal. Hasil yang diperoleh bahwa pada Kawasan Karangsambung terdapat 3 aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan bentuklahan, yaitu perubahan dari dataran aluvial menjadi dataran banjir dan ledok fluvial, perubahan sinuositas sungai akibat sedimentasi dan longsoran akibat pemotongan lereng, serta perubahan dari perbukitan intrusi diabas menjadi lahan rusak topografi datar. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan, sehingga diperlukan penanganan dari berbagai pihak.
THE METHOD OF IMAGINARY MAP FOR HIGHER GEOGRAPHY LITERACY IN GENDER PERSPECTIVE Rahma, Isma Yullia; Yani, Ahmad; Waluya, Bagja; Ridwana, Riki
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.27914

Abstract

The objectives of this study were (1) to compare the differences in perceptual tendencies between male and female students, (2) to analyze the opportunities for the effectiveness of the application of the imaginary map method in the classroom from a gender perspective. The total population of this study was 46 students of Geography Education, Universitas Pendidikan Indonesia, with a gender ratio of 50:50. Data were obtained by using literature study and questionnaire methods, and data analysis used was quantitative and qualitative. From the research, data are acquired that there is a general tendency for the same perception between genders, but the difference is that female has a wider and different level of object perception. Although there was a majority of answers to object perception, about 40% of students have a completely different perception of an object. Therefore, to be applied to the classroom, the teacher can work around by providing an imaginary map with the shape of an object that has been given a bold line, so that the image given to students can be more purpose-driven kind of attention. Furthermore, it is necessary to examine the method of the imaginary map directly to students who currently studying map material in class, as well as the need to develop imaginary objects for maps of all countries.
ANALISIS RISIKO BANJIR TERHADAP FASILITAS PENDIDIKAN DI DKI JAKARTA Dahlia, Siti; Fadiarman, Fadiarman
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.24113

Abstract

Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota negara, memiliki fungsi startegis yaitu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis, pusat pemerintahan, dan pusat pendidikan. Akan tetapi, DKI Jakarta merupakan area yang rawan terhadap bencana banjir, yang berdampak pada berbagai elemen berisiko salah satunya yaitu sekolah. Dampak terjadi banjir pada lingkungan sekolah berpotensi menghambat proses pembelajaran, kerugian, kerusakan, bahkan korban jiwa. Upaya penanggulangan banjir merupakan penting sebagai upaya penurunan tingkat risiko kerugian, kerusakan, dan korban jiwa. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian yaitu: 1). Untuk memetakan tingkat bahaya banjir DKI Jakarta; 2). Menilai tingkat kerentanan sekolah terhadap banjir; 3). Analisis risiko banjir terhadap fasilitas pendidikan khususnya Sekolah Menengah Atas di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu untuk memetakan banjir yaitu analisis spasial berdasarkan data elevasi, bentuklahan, penggunaan lahan, dan historis kejadian banjir. Metode penilaian kerentanan menggunakan system pembobotan dan skoring pada setiap parameter dengan skala 0-1. Analsisi risiko menggunakan analisis secara kualitatif menggunakan matrkis risiko. Hasil analisis yaitu daerah dengan tingkat kerawanan banjir rendah seluas 13.613,40 ha, sedang seluas 23.238,67 ha, dan tinggi seluas 27.216,72 ha. Berdasarkan penilaian kerentanan sekolah terhadap banjir menunjukkan bahwa terdapat 8 sekolah tidak rentan, 22 sekolah dengan tingkat kerentanan rendah, 16 sekolah kerentanan sedang, dan 4 sekolah kerentanan tinggi. Berdasarkan analisis risiko sekolah terhadap banjir yaitu risiko rendah 10 sekolah, risiko sedang 27 sekolah, dan risiko tinggi 13 sekolah. Hasil analsisi teridentifikasi adanya konsisten antara area tertinggi tingkat kerentanan dan risiko yaitu area Jakarta Utara dan Barat.
PERKEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN KECIL DI PINGGIRAN KOTA PEKALONGAN Mardiansjah, Fadjar Hari; Rahayu, Paramita
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.25842

Abstract

The growing of peri-urban regions has been characterized urbanization process of cities in Java including in both large and much smaller ones. This paper uses villages’ monograph data from 1990 to 2017 to present the extent to which peri-urban development has been occurring in Pekalongan region, as an elaboration of such process in a small city in Java, the densest populated big islands in the world. The study reveals peri-urban development process also happen in Pekalongan Region that shows as an extended urbanization phenomenon from the core to the surroundings peripheries. The elaboration shows peri-urban development in this region is highly concentrated along the national road of Pantura that form a more than 40 km urban corridor. Long term analysis shows the influence of the regional road network as well as the availability of the previous urban centers in the peripheries of Pekalongan City bring strong support to the extended formation of Pekalongan Urban Region. The paper concludes with a discussion of the policy implications of the findings.
SKENARIO UNCERTAINTY JUMLAH PENAKAR CURAH HUJAN DI KOTA MAKASSAR Arno, Giarno; Muflihah, Muflihah; Mujahidin, Mujahidin
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.24051

Abstract

Ketersediaan data curah hujan yang akurat sangat penting dalam berbagai bidang. Kebutuhan akan penakar curah hujan akan makin meningkat terutama jika terjadi peningkatan curah hujan akibat hujan ekstrim, seperti banjir yang terjadi di Kota Makassar tahun 2019. Penelitian ini bertujuan membuat skenario jumlah penakar hujan yang optimal di Kota Makassar. Penentuan jumlah rain gauge yang optimal menggunakan coefficient of variation dan derajat kesalahan berdasarkan data curah hujan pada stasiun yang tersedia. Hasil skenario beberapa tingkat kesalahan menunjukkan adanya perubahan jumlah optimal rain gauge terhadap skenario kesalahan. Semakin akurat data yang diinginkan, maka jumlah rain gauge harus bertambah banyak, durasi akumilasi yang lama memerlukan jumlah optimal rain gauge yang lebih banyak. Diperlukan 10 lokasi stasiun hujan untuk Kota Makassar dengan derajat kesalahan 5% dan 5 lokasi rain gauge untuk tingkat kesalahan 10%. Berdasarkan kombinasi antar rain gauge, disaratkan penambahan rain gauge antara Balai IV atau Biring Romang dengan Sudiang, demikian juga tambahan juga diperlukan antara Paotere dan Barombong
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGUASAAN ADVANCE MATERIALS UNTUK PEMBELAJARAN GEOGRAFI Nandi, Nandi; Murtianto, Hendro; Pamungkas, Totok Doyo; Putri, Indri Megantara; Wijaya, Muhamad Akbar
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.29762

Abstract

The ability to manage learning is a competency that must be possessed by a teacher, including geography teachers. Not only pedagogically, a geography teacher is expected to be able to convey geography learning contextually. To improve the capability of geography teachers during learning, it is necessary to increase the ability to master the materials by deepening advanced materials. This study was conducted to determine perceptions of mastery of advance materials for geography learning conducted to 142 geography teachers as respondents. This study is important given the lack of literature on the perception of geography teachers in mastering advanced materials. Based on the research results, the teacher conceptually understands what is meant by advance materials. This understanding can be seen at least from the teacher's ability to differentiate between advance materials and essential materials as well as teacher competence in sorting materials based on the depth of the materials.
ANALISIS PASCA BENCANA TANAH LONGSOR 1 JANUARI 2020 DAN EVALUASI PENATAAN KAWASAN DI KECAMATAN SUKAJAYA, KABUPATEN BOGOR Sri Naryanto, Heru; Prawiradisastra, Firman; Ardiyanto, Ruki; Hidayat, Wahyu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.24232

Abstract

Bencana tanah longsor semakin sering terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Bogor termasuk di Kecamatan Sukajaya. Bencana longsor telah terjadi secara masif, menyeluruh dan waktu yang bersamaan di Kecamatan Sukajaya, pada tanggal 1 Januari 2020 . Kecamatan Sukajaya termasuk dalam zona bahaya tanah longsor tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu: kelerengan, kondisi geologi dan tanah, tataguna lahan, pola drainase, curah hujan, dan aktivitas manusia. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah: curah hujan harian yang ekstrim sebelum dan saat terjadi longsor, jenis batuan vulkanik yang membentuk tanah sangat tebal dan gembur, dan kemiringan lereng yang curam-sangat curam. Analisis berbagai faktor penyebab longsor, zonasi tanah longsor serta analisis mekanisme longsor, akan sangat membantu dalam pananganan dan antisipasi bencana ke depan. Penataan kawasan pasca bencana longsor sangat diperlukan untuk bisa mengurangi risiko bencana serta membangun kawasan yang aman berkesinambungan. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam penataan kawasan longsor tersebut antara lain adalah: daerah bekas dan rawan longsor dijadikan kawasan konservasi, relokasi penduduk yang terancam ke tempat yang aman, pengaturan drainase, penguatan tebing dan lereng jalan, menghindari tinggal pada lereng bukit serta alur sungai, penghijauan dengan tanaman yang keras dan berakar kuat. Pembentukan kesiapsiagaan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana tanah longsor. 
PERDAGANGAN BURUNG DI KOTA BANDUNG (Antara Ekonomi, Keanekaragaman Hayati, dan Konservasi) Mulyadi, Asep; Dede, Moh.
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.28828

Abstract

Burung merupakan salah satu hewan peliharaan favorit masyarakat Kota Bandung. Selain dinikmati suara, warna, dan bentuknya, bagi kalangan tertentu burung merupakan hewan istimewa dan menjadi komoditas ekonomi yang menguntungkan untuk diperdagangkan. Permintaan pada burung tertentu yang terus meningkat dikhawatirkan dapat menyebabkan kelangkaan dan kepunahan di habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman hayati burung yang diperdagangkan di Kota Bandung beserta nilai ekonomi dan status konservasinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan lima informan yang bersedia untuk menjadi narasumber. Data dan informasi diperoleh menggunakan kegiatan wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menunjukkan para pedagang burung tertarik untuk melakukannya, karena kegiatan ini memiliki margin keuntungan yang tinggi. Mayoritas burung dagangan merupakan hasil dari kegiatan budidaya. Dari sisi keanekaragaman hayati, terdapat 23 jenis (spesies) burung yang beberapa diantaranya merupakan burung langka, berstatus dilindungi, dan terancam punah lokal. Perdagangan burung di Kota Bandung membentuk mekanisme pasar terbuka dan pasar tertutup dengan rantai suplai yang berasal dari Pasar Burung Sukahaji hingga dari luar Pulau Jawa. Potensi perdagangan burung yang besar di Kota Bandung memerlukan pengawasan dan pemahaman bersama agar kegiatan ekonomi tetap selaras prinsip-prinsip konservasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10