cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
ZONASI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU (TPST) BANTARGEBANG Maulana, Yoga Candra
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3400

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi zonasi pemanfatan di TPST Bantargebang. Subjek penelitian adalah pemanfaat pembungan sampah di TPST Bantargebang. Penentuan informan melalui teknik rolling snowball. Hasil yang diperoleh adalah Zonasi formal di TPST Bantargebang, terdiri dari enam zona pembuangan berdasarkan asal sampah dan jenis samah yang dibuang dari DKI Jakarta (zona I – V) dan Kota Bekasi (zona VI). Penguasaan wilayah berupa kewenangan pengelolaan teritori dikuasai oleh dasar etnisitas. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain; (1) Penataan kawasan pembuangan sampah tidak hanya dilakuan dengan pendekatan formal seperti mengatur pembuangan sampah berdasararkan asal sampah dan jenis sampah. Namun penataan kawasan hendaknya melibatkan struktur informal melalui mandor dan ketua rombongan pemulung untuk mengatur pemanfaat terutama pemulung dalam melakukan aktivitas, dan pengaturan tempat tinggal pemulung di TPST Bantargebang. (2) Mengingat Tempat Pembuangan Sampah (TPST) Bantargebang menjadi magnet bagi para pendatang, dan hal ini rawan konflik maka harus adanya pengelolaan sosial yang baik. Pengelolaan sosial ini berupa pemberdayaan struktur sosial diantaranya Lapak, Penggilingan, dan Mandor dalam mengawasi dan membina pemulung.Kata kunci : Bantargebang, Dinamika TPST. 
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Purwanti, Indah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2599

Abstract

Banyak metode pembelajaran yang sudah dikembangkan berpusat pada siswa dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satunya adalah pendekatan Keterampilan Proses yang diterapkan pada materi Atmosfer dan Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar metode pendekatan Keterampilan Proses memberikan peningkatan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek eksperimen adalah siswa-siswa kelas X SMAN 11 Kota Bandung Tahun Ajaran 2008/2009. Kelas X-3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen menggunakan metode pendekatan Keterampilan Proses sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah bervariasi yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif berupa pilihan ganda, sedangkan analisis data menggunalkan cara statistik, yaitu uji normalitas data menggunakan uji chi kuadrat, uji homogenitas data menggunakan uji F, dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang dilihat dari hasil pre test dan post test pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode pendekatan keterampilan proses. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut berdasarkan hasil uji hipotesis dimana H1 diterima dan Ho ditolak (thitung = 7,91 dan ttabel = 1,997). Terdapat peningkatan hasil belajar siswa antara hasil pre test dan post test pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah bervariasi dengan H1 diterima dan Ho ditolak (thitung = 7,51 dan ttabel = 1,997). Selain itu terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, namun dengan H1 ditolak dan Ho diterima (thitung = 0,42 dan ttabel = 1,997). Hal tersebut dikarenakan perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak signifikan. Hasil tersebut dilihat dari rata-rata gain kelompok eksperimen sebesar 4,47 dan kelompok kontrol 4,24 yang hanya memiliki selisih 0,23. Kata kunci: Pendekatan keterampilan proses, prestasi belajar.
PENGARUH APLIKASI MODEL ASSURE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Eva, Rosmalia
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i2.3543

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam menempuh pembelajaran. Akan tetapi, Motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Cikalongwetan masih rendah. Padahal, sarana dan prasarana pembelajaran yang berada di lingkungan sekolah cukup memadai. Karena itu, penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aflikasi model ASSURE untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik di SMAN 1 Cikalongwetan. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen (Quasi Experiment) dengan menggunakan Design Non-Equivalent, Pretest-Posttest Control Group Design.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan desain model ASSURE dalam pembelajaran Geografi berpengaruh terhadap hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik. Hal ini dapat diketahui dari hasil rata-rata pretes dan postes hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Geografi.Kata kunci: model assure, motivasi belajar, hasil belajar.
POTENSI WILAYAH KECAMATAN CIKAKAK DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN EKOWISATA PANTAI PALABUAN RATU KABUPATEN SUKABUMI Mulyadi, Asep
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i2.2451

Abstract

Ecotourism adalah perjalanan yang bertanggung jawab ke tempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat”. Ekoturisme sarat oleh aspek primer yakni, mengelaborasi alam untuk kepentingan pariwisata tanpa menurunkan kualitas alam, atau mengubahnya menjadi wujud intervensi penyebab degradasi ekosistem. Kecamatan Cikakak adalah salah satu wilayah yang berada di kawasan pantai Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Wilayah ini memiliki potensi yang baik untuk menopang pengembangan kawasan wisata pantai Pelabuhan Ratu terutama pengembangan ke arah ekowisata. Pengembangan kawasan ekowisata di Pelabuhan Ratu diyakini dapat meningkatkan perkembangan kawasan wisata di daerah ini yang bermanfaat tidak hanya bagi lingkungan fisik, tetapi juga masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. Potensi yang dimiliki oleh wilayah kecamatan Cikakak dalam pengembangan kawasan ke arah ekowisata meliputi potensi berbasis marine, berbasis agro, dan berbasis petualangan yang cukup memadai untuk dikembangkan. Melalui upaya-upaya dengan mempergunakan pendekatan yang komprehensif , kendala-kendala yang ada diyakini akan dapat di atasi. Kata Kunci : Ecotourism, Kawasan Pantai, Pembangunan berbasis masyarakat.
PENERAPAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAP) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI-2 IPS SMAN 1 RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Harjanti, Diah Trismi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3366

Abstract

enelitian ini dilatarbelakangai oleh lemahnya pemahaman konsep geografi peserta didik di SMAN 1 Rasau Jaya. penyebab lemahnya pemahaman konsep geografi adalah materi ajar yang sangat banyak pada setiap pokok bahasannya membuat guru sering memilih memberikan tugas meringkas materi dan mendiktekan materi kepada peserta didik disetiap pertemuannya. Salah satu upaya untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep geografi peserta didik adalah dengan dapat menerapkan teknik peta pikiran. Penelitian ini juga dapat mengetahui hambatan yang dihadapi selama penerapan teknik peta pikiran. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMAN 1 Rasau Jaya pada semester genap. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS 2 dengan jumlah peserta didik 24, peserta didik laki-laki 12 dan peserta didik perempuan 12. Rencana tindakan dilaksanakan melalui dua siklus dan disetiap siklusnya terdiri dari dua tindakan. Adapun dalam setiap tindakan terdiri dari tiga kegiatan yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), dan refleksi (reflection). Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila 75% dari jumlah peserta didik atau sekitar 18 peserta didik mencapai KKM. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geografi peserta didik melalui penerapan teknik peta pikiran (Mind Map) pada mata pelajaran geografi. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari setiap tindakan yang dilakukan.Hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan penelitian diantaranyaketerbatasan waktu penelitian, penguasaan langkah-langkah teknik pembelajaran, manajemen waktu yang kurang baik oleh guru model, dan kurangnya minat peserta didik dalam membaca dan menulis. Kesimpulannya, teknik peta pikiran (Mind Map) dapat meningkatkan pemahaman konsep geografi peserta didik. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah guru dapat mencoba menggunakan teknik peta pikiran untuk pembelajaran selanjutnya, selain dapat mempermudah dalam penyampaian pokok bahasan yang banyak juga dapat melatih guru dalam penggunaan waktu yang efisien., melatih minat baca dan menulis peserta didik serta melatih ketekunan, ketelitian dan kesabaran peserta didik.  Kata kunci: teknik peta pikiran, pemahaman konsep, penelitian tindakan kelas.
STUDI KOMPARASI PENDEKATAN INQUIRY TIPE PROJECT BASED LEARNING DENGAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP PADA VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN PANTAI KARANGSONG - INDRAMAYU Astriyandi, Asep Andri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3464

Abstract

This study aims to improve understanding of the concept of students in learning geography through the implementation of project-type approach to inquiry based learning with group investigation, understanding the concept of indicators analyzed in this study is the aspect of translation, interpretation and extrapolation. The learning model is applied for in accordance with the principles of learning, which is centered on the problems, real experience, and students must have feedback about the process of achieving goals. Data obtained using quasi-experimental research methods, with techniques pretest and posstest. Research data processing techniques apply normality test and homogeneity test. To test the hypothesis, researchers applied statistical calculations parametric and non-parametric statistical calculations softwere utilization. The subjects were students of class XI and class XI IPS 2 IPS 3 SMAN 1 Anjatan. The results showed; (a) in the experimental class with the model PPA there are differences in pretest and posttest results, from the t-test results obtained sig (2-tailed) 0.000 0.05, (b) the experimental class with GI learning there are differences in pretest and posttest results , of the t-test results obtained sig (2-tailed) 0.000 0.05, (c) Generally from the comparison shows that the PPA models superior to models GI, it is based on the average - average class n.gain The PPA is superior, (d) Model PPA and GI have a different effect on every aspect of understanding the concept, the PPA is superior aspect is translation and interpretation, while GIs are superior in the aspect of translation and ekstrapolation. Thus the type of project-based inquiry approach to learning can be compared to the main alternative diajadikan group investigation in increasing understanding of the concept of students in learning geography, especially the matter of environmental preservation. Keywords: project based learning model, model group investigation,concept
PEWARISAN NILAI-NILAI KEARIFAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT ADAT (Peranan Kepala Adat dalam Mewariskan aturan Adat di Kampung Adat Dukuh Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat) Wijarnako, Beny
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3356

Abstract

This study investigates how the inheritance of traditional values by the head of customs in the society. The study also sought to answer the question, how the tradition of leadership in the Kampung Dukuh? What is the form of traditional wisdom in the face of socio-cultural change kuncen and environmental change? Kuncen leadership is seen as a routine form of authority, because it is oriented to keep the line in the existing rules. Routine addition, the stability of traditional authority can be achieved due to internalized values, or the value of a strong process of socialization of traditional leaders in instilling values outhority sacred to the community. Kuncen is the guardian of the estate in the form of sacred tombs, traditions, and rules established by the ancestors; Within fungctions as kuncen protector also has a rule of customary law as chief at the time as a decision maker in solving the problem of Kampung Dukuh community life.
KAJIAN RUANG DAN RESPON MASYARAKAT TERHADAP AKTIFITAS PENERBANGAN DI KAWASAN SEKITAR LANDASAN PACU BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA Jati, J.A.R
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Bandung, permintaan penggunaan lahan untuk pemukiman terus tumbuh, termasuk di Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan (KKBK) Bandara Husein Sastranegara. Di sisi lain pertumbuhan aktifitas penerbangan yang ada dari tahun ke tahun dapat dikatakan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Melakukan evaluasi kesesuaian penggunaan lahan dengan Rencana Detail Tata Ruang, (2) Menganalisis respon masyarakat terhadap aktifitas penerbangan. Metode yang digunakan adalah survey deskriftif. Teknik analisis yang dilakukan untuk mengolah data penggunaan lahan adalah teknik skoring, sedangkan respon masyarakat dianalisis dengan skala Linkert. Hasil penelitiaan menunjukan: (1) Seluruh kelurahan dalam wilayah penelitiaan ada pada kategori kelas kesesuaian tinggi, namun perlu penegakan peraturan yang lebih ketat karena ditemukannya Koefisien Dasar Bangunan yang tidak sesuai dengan rencana. (2) Sebagian besar masyarakat yang ada di wilayah penelitian memiliki respon positif terhadap aktifitas penerbangan. Untuk mendukung kegiatan penerbangan yang terus tumbuh dan tetap meredam dampak negatif yang mungkin dirasakan masyarakat, pengelola bandara dapat melakukan pembatasan aktifitas penerbangan pada jam tertentu.Kata kunci: Pertumbuhan pemukiman, Pertumbuhan Aktifitas Penerbangan, Kesesuaian Penggunaan Lahan, Respon Masyarakat. 
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP CINTA TANAH AIR PESERTA DIDIK Suhayah, Yayah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3307

Abstract

Latar belakang penelitian adalah hasil belajar yang rendah, kurang rasa cinta tanah air, hilang rasa persatuan peserta didik bahkan mengarah kepada perpecahan. Penggunaan metode mengajar yang monoton, kurangnya media pembelajaran interaktif yang berakibat kemampuan berpikir siswa kurang terlatih dan berdampak pada hasil belajarnya. Perlu dilakukan berbagai upaya, salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran interaktif. Subjek penelitian siswa Kelas VIII SMPN 3 1 Ban dun g berjumlah 60 siswa. Metode penelitian menggunakan eksperimen. Pengumpulan data dengan teknik tes (pretes, postes), dan non tes (skala sikap kategori Likert). Teknik pengolahan data adalah Uji T, Uji normalitas, dan homogenitas dengan bantuan program SPSS versi 17,0. Hasil analisis data menunjukkan 1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil pre-tes siswa antara kelas yang menggunakan media interaktif dengan kelas yang menggunakan media gambar 2) terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil pos-test siswa antara kelas yang menggunakan media interaktif dengan kelas yang menggunakan media gambar 3) terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil pre-test dan posttest siswa yang menggunakan media interaktif yang menggunakan media gambar, 4) terdapat perbedaan signifikan sikap cinta tanah air peserta didik antara pre-tes dan post tes siswa yang menggunakan media interaktif dengan siswa yang menggunakan media gambar. Adapun kendala yang dihadapi adalah waktu yang kurang cukup dan masih ada siswa yang membuka situs lain ketika pembelajaran interaktif berlangsung. Kata kunci: Media Interaktif, Hasil Belajar, Sikap Cinta Tanah Air.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH Julimawati, Julimawati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3396

Abstract

Masyarakat sebagai salah satu aktor pembangunan, berperan penting dalam menentukan kualitas permukiman, sikap dan perilaku masyarakat akan membawa dampak terhadap kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengukur kualitas lingkungan di kawasan Baleendah; 2) mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman; 3) mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman; Populasi penelitian ini adalah keseluruhan Blok Komplek Permukiman yang ada di Baleendah dengan jumlah Blok sebanyak 22, dengan jumlah KK 4.023. Sampel penelitian diambil secara random sampling dengan menggunakan rumus Taro Yamane, Blok sampel terdiri atas: 1) Komplek Balesarakan Baleendah; 2) Komplek KTSM; dan 3) Komplek Puri Cikarees. Tekhnik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen yang dilakukan dalam bentuk observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan prosedur deskriptif  dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan kecendrungan bahwa kualitas lingkungan permukiman dapat dikatakan baik. Bentuk partisipasi dalam meningkatkan kuaitas lingkungan yang terdiri dari buah pikiran/ide, harta/uang, tenaga, keterampilan dan bentuk sosial. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah pendapatan, ketersediaan sarana prasarana, persepsi tentang kualitas lingkungan permukiman, peran tokoh masyarakat, motivasi dan jumlah anggota keluarga sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas linkungan di komplek permukiman. Kata kunci : Partisipasi Masyarakat, Kualitas Lingkungan PermukimanÂ