cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SUKABUMI Ruhimat, Mamat
Jurnal Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan penduduk merupakan kekuatan yang mendorong penduduk, khususnya penduduk petani untuk memperluas lahan garapannya atau keluar dari lapangan kerja petanian. Fnomena ini terjadi karena pertumbuhan dan jumlah penduduk terus meningkat secara superekponensial, sementara di lain pihak luas lahan garapan dan kualitas lahan tidak mengalami peningkatan. Indeks tekanan penduduk (ITP) ditentukan oleh proporsi pendapatan petani yang bersumber dari aktifitas non pertanian, luas lahan rata-rata yang diperoleh oleh setiap penduduk petani untuk dapat hidup layak, proporsi penduduk yang menjadi petani, luas lahan total pertanian, dan tingkat pertumbuhan penduduk per tahun. Sumber data yang digunakan diambil dari data skunder. Hasil perhitungan berdasarkan data skunder menunjukkan bahwa indeks tekanan penduduk (ITP) untuk Kecukaraja Kabupaten Sukabumi adalah sebesar 13.34. Hal tersebut berarti bahwa dilihat dari tekanan penduduknya, Kecamatan Sukaraja sudah dikategorikan sebagai wilayah yang sudah tidak dapat lagi menampung penduduk baru. Kata kunci : tekanan penduduk terhadap lahan.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KELUARGA KECIL PADA MASYARAKAT KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG Eridiana, Wahyu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2595

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang, dengan fokus kajian latar belakang yang membentuk keluarga kecil di kecamatan ini. Jumlah sampel sebanyak 52 responden dan teknik pengujiannya menggunakan teknik perhitungan prosentase. Dari hasil kajian yang difokuskan kepada faktor sosial dan ekonomi terutama terhadap pandangan masyarakat, maka keluarga kecil pada masyarakat Buah Dua ada kaitannya dengan pandangan bahwa anak sebagai beban ekonomi dalamkeluarga, dan mereka menginginkan kehidupan yang sehat dan mapan. Disamping itu suatu keluarga dianggap ideal jika memiliki 2 – 3 anak, jumlah anak di atas 3 yaitu 4 – 5 anak sudah dipandang keluarga yang anaknya banyak. Kata kunci: Nilai sosial, keluarga kecil
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Ramawati, Isye
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3469

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar efektif dan efisien untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS. Melalui metode inkuiri peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis pada masalah lingkungan sekitar sekolah di Kawasan Punclut (Bandung Utara) dimana merupakan bagian dari cekungan Bandung yang memiliki kondisi alam dan keterkaitan ekosistem sangat penting untuk menjadi kawasan hutan lindung, dan sebagai salah satu generator iklim mikro serta entry point bagi penataan kawasan Bandung Utara. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 52 Bandung tahun ajaran 2012-2013. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest berpikir kritis pada kelas yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri dengan yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode ceramah. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan cara berpikir kritis peserta didik. Rekomendasi yang dapat disampaikan : 1) Dibutuhkan kepiawaian guru untuk merancang perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan lingkungan yang berada di sekitar sekolah. 2) Sebelum peserta didik memanfaatkan lingkungan sekitarnya, hendaknya mereka dibekali wawasan keilmuan dan hubungan sosial dengan masyarakat sebagai landasan dasar berpikir kritis.Kata kunci: Pemanfaatan lingkungan, sumber belajar IPS, berpikir kritis, metode inkuiri.
DESAIN SEBARAN TITIK KERANGKA DASAR PEMETAAN DETAIL SITUASI KAMPUS UPI BANDUNG Jupri, Jupri; Sugandi, Dede; Sugito, Nanin Trianawati
Jurnal Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kampus utama UPI melakukan pembangunan besar-besaran. Dalam rangka inventarisasi sarana dan prasarana kampus sebagai aset UPI diperlukan adanya pemetaan detail situasi kampus. Dari peta detail situasi kampus ini akan dihasilkan informasi posisi secara akurat. Penentuan posisi tersebut dilakukan dengan menggunakan metode tertentu untuk memecahkan parameter posisi (koordinat) berdasarkan pada suatu sistem referensi dan koordinat. Dalam pemetaan detail situasi kampus mutlak diperlukan titik kerangka dasar pemetaan. Representasi titik-titik kerangka dasar pemetaan tersebut di lapangan berupa Bench Mark/tugu yang memiliki nilai koordinat definitif, yang terintegrasi baik secara sistem nasional, bahkan di lingkup praktis global. Hingga saat ini pemetaan yang dilakukan di kampus UPI masih menggunakan sistem koordinat lokal. Hal ini disebabkan oleh kondisi Bench Mark/tugu yang rusak, hilang, atau tidak dapat digunakan lagi. Melalui penelitian ini akan dihasilkan desain sebaran titik kerangka dasar untuk pemetaan detail situasi kampus UPI. Desain sebaran titik kerangka dasar akan diupayakan memenuhi spesifikasi teknis yang distandarkan, sehingga akan dihasilkan lokasi Bench Mark/tugu yang aman dan memungkinkan keberadaannya dari waktu ke waktu akan terjaga dengan baik. Kata Kunci : titik kerangka dasar, pemetaan UPI.
PERILAKU WARGA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI ADIWIYATA DI SMK NEGERI 2 SEMARANG Hidayati, Nanik
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adiwiyata is a government program to succeed a sustainable educational development. It aims at creating responsible school memberships in protecting and conserving environment through good school management. This is implemented by state vocational school 2 Semarang having won Adiwiyata Mandiri in 2013.This research is to explore State Vocational School 2 Semarang members’ ’attitude on the implementation of adiwiyata program. The research employs descriptive qualitative approach. The data taken on this research are primary and secondary ones. The primary data refers to direct sources like the principal, teachers, administrative staffs, students and school committee. The secondary data are taken from collecting written sources and documents. The techniques of collecting data are through participation, interview, and documentation. The data analysis involves reduction, presentation, and data verification.The result shows that four adiwiyata indicators comprising environmental based school policy, environmental school based curriculum, participative school based activity and environmental school based infrastructure have been successfully implemented at State Vocational School 2 Semarang as evidenced by the success of the management of parks, greenery, cleanliness and cultural reduce, reuce, and recycle success is supported by habits, knowledge, and real actions that requires explicit school regulation and sustainable environmental managements.Adiwiyata program in State Vocational School 2 Semarang needs to be preserved, transmitted, and distributed to schools or other community.Keywords : Adiwiyata, Environment, Attitude, School’s Memberships
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA KURIKULUM 2013 Yani, Ahmad
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek kajian geografi sejatinya ada yang berbentuk konkrit dan sebagian ada yang terkategori “abstrak”. Seseorang baru dapat mengetahui adanya persebaran suatu objek, interaksi antar ruang, interelasi, interdependensi, dan adanya proses yang bekerja dalam ruang jika telah divisualisasikan dalam peta, tabel, grafik, gambar, angka statistik, dan atau visual animasi. Sifat kajian geografi tersebut tentu saja memiliki implikasi terhadap pembelajaran geografi di sekolah apalagi ada kewajiban untuk disampaikan melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Implementasi pendekatan saintifik pada mata pelajaran geografi akan mudah jika tersedia data sekunder yang berasal dari berbagai instansi yang berwenang dan jika lokasi observasi lapangan relatif dekat dengan lokasi sekolah. Oleh karena itu, pengelolaan waktu pertemuan di kelas, sebaiknya berorientasi pada efektivitas pembelajaran dan bukan semata-mata memenuhi lima langkah saintifik pada setiap pertemuan.Kata kunci: standar proses, geografi, Kurikulum 2013, saintifik.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS PADA ASPEK KOGNITIF PESERTA DIDIK (Penelitian Eksperimen Pada Materi Geografi di Kelas X SMAN 6 Cimahi) Nuraini, Ani
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3352

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pembelajaran geografi yaitu rendahnya aspek kognitif peserta didik terhadap materi pembelajaran geografi dan penggunaan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas mendorong peserta didik untuk melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan untuk mencari dan menyelidiki suatu fenomena dengan sistematis, kritis, logis dan analitis, sehingga peserta didik dapat merumuskan dan menyimpulkan hasil pembelajarannya. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X SMAN 6 Cimahi yang berjumlah 104 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan teknik tes (pre tes dan post tes). Hasil analisis data menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran inkuiri bebas pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig.(p–value) 0,0332 0,05. 2) Terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran konvensional pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig. (p-value) 0,004 0,05. 3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri bebas dengan model pembelajaran konvensional pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig. (p-value) 0,219 0,05.Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Bebas, Aspek Kognitif
PEMANFAATAN FENOMENA PERUBAHAN RUANG SIMPANG AMD BATOH DALAM PROSES PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH (Kasus Penggunaan Metode Insiden dan Media Gambar/ Foto dan Ilustrasi pada kelas XI) Adista, Deki
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3401

Abstract

Pendidik geografi Kota Banda Aceh beranggapan bahwa media pembelajaran selalu berkaitan dengan peralatan elektronik, sebagai pendidik terhadap media dan sumber belajar dilingkungan sekitar untuk mendukung proses pembelajaran geografi seperti fenomena-fenomena yang bersifat kontekstual pada daerah lokal untuk pemahaman konsep peserta didik terkait perubahan ruang Simpang AMD Batoh. Tujuan penelitian menganalisis pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik sebelum dan sesudah serta keunggulan dan kelemahan pembelajaran metode insiden dengan media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Metode penelitian Quasi Eksperiment. Populasi seluruh peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh sebanyak 98 peserta didik, sampel sebanyak 49 peserta didik. Teknik pengumpulan data soal test prestasi, lembar kerja siswa dan lembar observasi dan angket. Teknik analisis data statistik korelasi dan rumus N-Gain. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pemahaman konsep perubahan ruang serta antara kelas metode insiden dan kelas media gambar/ foto dan ilustrasi dalam proses pembelajaran geografi. Kedua sampel homogen pada taraf kesalahan α  = 0,05, populasi berdistribusi normal pada taraf kesalahan α  = 0,05, pengujian hipotesis diterima pada taraf kesalahan α  = 0,05. Rekomendasi penelitian diharapkan kepada guru mata pelajaran geografi agar lebih mengedepankan fenomena-fenomena bersifat konten lokal untuk pemahaman konsep perubahan ruang peserta didik dalam proses pembelajaran geografi.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER Asymanidar, Asymanidar
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3302

Abstract

Implementasi pendidikan karakter di sekolah mengharuskan guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat mengarahkan peserta didik pada tercapainya karakter yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran geografi berbasis pendidikan karakter peduli lingkungan pada materi pokok hidrosfer. Metode pengembangan menggunakan model 4-D (four D) yang terdiri atas empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Hasil analisis dokumen perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa selama ini implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran geografi di SMA negeri 8 Pekanbaru belum terlaksana dengan baik. Karena itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran yang berguna secara efektif untuk membangun karakter peduli lingkungan peserta didik khususnya pada materi pokok hidrosfer. Terbukti dari hasil analisis validitas perangkat pembelajaran menunjukkan kategori sangat baik, praktikalitas perangkat oleh guru sangat baik dan oleh peserta didik kategori baik. Efektifitas perangkat dilihat dari hasil belajar ranah kognitif dan afektif juga dalam kategori baik. Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini baru sampai pada tahap tiga pengembangan (develop) dari empat tahap pengembangan model 4-D. Akan lebih baik jika model pengembangan ini dilakukan sampai pada tahap penyebaran (disseminate) sehingga perangkat pembelajaran dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas.  Kata kunci: perangkat pembelajaran geografi, karakter peduli lingkungan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENGEMBANGKAN KEPEDULIAN PESERTA DIDIK TERHADAP LINGKUNGAN Oktavian, Catur Nurrochman
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i2.3544

Abstract

The research was prompted by students’ lack of environmental awareness. Cultivating concern and responsibility for environmental awareness can be carried out through social studies teaching and learning. In general, the research aimed to see differences in the effectiveness of project-based learning model in social studies teaching and learning in the experimental class and the use of problem-based learning model in the control class to develop students’ environmental awareness. It employed quantitative approach with quasi-experimental method. The design used was Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this research included all seventh graders of SMP Negeri 1 Kemang, Bogor Regency. Students’ environmental awareness appeared to improve after teaching and learning, as can be observed from their discipline in putting trash to its place, communal work to clean up scribbles on the desk and classroom walls, and active participation in keeping the classroom clean. The research results also show positive responses from students because project-based learning gives project assignments that provided them with opportunities to develop their confidence and hone their creativity. Students’ activity in teaching and learning increased, as observed from their active involvement and independence in completing the projects during the teaching and learning process. Teachers responded positively and viewed that social studies teaching and learning process implementing project-based model had more advantages, namely: It could improve teachers’ knowledge and understanding of the syntax of innovative learning models and improve their abilities and skills in managing, organizing, and conducting instruction in the classroom. The obstacles encountered in the implementation of this project-based learning model were time allocation and the long preparation for teachers in order for the model to work well.Keywords: project based learning model, environmental awareness, social studies.