cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
TINGKAT KERUSAKAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI DAS CIKARO, KABUPATEN BANDUNG Pasya, Gurniwan Kamil; Jupri, Jupri; Murtianto, Hendro
Jurnal Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan karakteristik lahan di Sub Daerah Aliran Ci Karo, (2) Menghitung besar erosi dan sebarannya pada tiap satuan lahan DAS Ci Karo, (3) Menghitung besar erosi yang diperbolehkan pada lahan di DAS Ci Karo,(4) Menganalisis Kekritisan Lahan di DAS Ci Karo, (5) Menentukan Kelas Kemampuan Lahan di DAS Ci Karo, dan (6) Menentukan arahan konservasi lahan secara mekanis dan vegetatif. Metode penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, kuesioner dan uji laboratorium. Teknik analisis data menggunakan metode Persamaan Umum Kehilangan Tanah (PUKT). Hasil penelitian adalah (1) Besar erosi tanah permukaan pada lahan pertanian di Sub DAS Ci Karo, Kabupaten Bandung terbesar adalah pada satuan lahan AhIVTg yaitu sebesar 16.577,95 ton/ha/th dan besar erosi yang terendah terdapat pada satuan lahan AhISi, yaitu sebesar 0,01 ton/ha/th, (2) Besar erosi diperbolehkan berbeda-beda antar satuan lahan, erosi masih dapat diperbolehkan terbesar adalah pada satuan lahan AhITg yaitu 25,28 ton/ha dan terkecil pada satuan lahan ThIIIKb yaitu sebesar 5,68 ton/ha, (3) Lahan potensial kritis pada lahan pertanian memiliki kesuburan yang sedang hingga tinggi, kedalaman efektif tanah yang cukup. Lahan semi kritis terjadi karena faktor erosi, berkurangnya penutupan vegetasi, dan kemiringan lerengnya, (4) Kelas Kemampuan lahan terbagi menjadi : kelas III peruntukan pertanian sedang, kelas IV peruntukan pertanian terbatas, kelas VI peruntukan peternakan sedang dan hutan, kelas VII peruntukan peternakan terbatas dan hutan, dan kelas VIII peruntukan cagar alam atau hutan lindung, (5) Arahan konservasi lahan alternatif secara mekanis dan vegetatif dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan bentuk tata guna lahan dengan fungsi kawasan dan kemampuan lahannya. Sehingga fungsi kawasan terbagi menjadi kawasan lindung, penyangga dan budidaya tanaman tahunan. Aplikasi arahan konservasi berdasarkan pada jenis tindakan konservasi yang harus dilakukan sesuai dengan karakteristik lahan dan kemampuan lahan, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar sangat diperlukan guna mendukung suksesnya program konservasi lahan tersebut. Kata Kunci: erosi, kemampuan lahan, fungsi kawasan, konservasi.
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS (Studi Kasus pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup di SMP Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) Yanti, Enok
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh petani setempat, mengidentifikasi faktor penyebabnya,  mengetahui hubungan pemahaman dengan sikap peserta didik, dan merumuskan bahan ajar IPS tentang pemanfaatan lahan pada materi pelestarian lingkungan hidup. Metode yang digunakan metode deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui survei lapangan, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Populasi penelitian seluruh petani, peserta didik kelas VIII serta guru SMP maupun MTs di Kecamatan Argapura. Sampel petani diambil dengan teknik stratified random sampling, sampel peserta didik dengan teknik proportional random sampling, dan sampel guru diambil sesuai jumlah populasi yang ada. Teknik analisis data menggunakan prosentase dan regresi linear sederhana serta ganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemanfaatan lahan di Kecamatan Argapura sebagian besar tidak sesuai dengan kemiringan lerengnya, frekuensi mengikuti penyuluhan sebagai faktor penyebab pemanfaatan lahan mempunyai taraf signifikansi negatif. Pemahaman peserta didik terhadap kondisi lahan tidak sejalan dengan sikap mereka terhadap pemanfaatan lahan sehingga perlu perumusan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka agar pembelajaran lebih bermakna. Rekomendasi yang diajukan pemanfaatan lahan harus mengikuti kaidah dalam pengolahan lahan supaya pelestarian lingkungan tetap terjaga, dan bahan ajar yang dihasilkan baru sampai tataran konsep sehingga diharapkan ada penelitian lanjutan untuk mengujicobakan bahan ajar tentang pemanfaatan lahan pada materi pelestarian lingkungan hidup di SMP kelas VIII semester 1. Kata kunci : Pemanfaatan lahan, Bahan ajar, Pelestarian lingkungan hidup.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP SIKAP SISWA PADA LINGKUNGAN (Studi Eksperimen Quasi Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Purwadadi) Djuandi, Dadang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3465

Abstract

Earth hour, kantong plastic berbayar, dan penanaman sejuta pohon adalah wujud meningkatnya kepedulian manusia pada lingkungan yang semestinya diikuti pula dengan makin baiknya sikap siswa pada lingkungan, tetatpi sikap siswa pada lingkungan masih bersifat negative. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap sikap  siswa pada lingkungan. Model pembelajaran tersebut diterapkan karena sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada permasalahan yang terjadi nyata dekat dengan siswa. Data diperoleh menggunakan metode penelitian quasi eksperimen, dengan pengujian sikap pada pretest dan posttest, Teknik pengolahan data penelitian menerapkan uji t. Untuk menguji hipotesis peneliti menerapkan perhitungan statistik dengan memanfaatkan software SPSS versi 21. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 dan kelas XI IPS 4. Hasil peneltian menunjukkan: (1) sesudah penerapan PBM sikap siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan; (2) sesudah pembelajaran konvensional sikap siswa pada lingkungan di kelas kontrol mengalami peningkatan; (3) sikap siswa pada lingkungan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol; (4) di kelas eksperimen sikap siswa kelompok atas pada lingkungan lebih baik daripada kelompok bawah. Untuk meningkatkan keaktifan siswa perlu penerapan PBM lebih intensif, dan penelitian ini sebaiknya ditindaklanjuti dengan penelitian pada prilaku.Kata kunci: model pembelajaran, pembelajaran berbasis masalah, sikap.
MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA Ningrum, Epon; Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3357

Abstract

Keterampilan dasar mengajar menjadi kemampuan prasyarat yang harus dimiliki mahasiswa calon guru bagi terlaksananya pembelajaran konstruktivistik dan PAKEM. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkembangkan melalui pembiasaan dalam proses perkuliahan melalui kegiatan yang terintegratif antara teoretis dan praktik. Salah satu model pembelajaran yang memiliki karakteristik PAKEM dan konstruktif adalah quantum teaching. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Geografi melalui model quantum teaching. Metode penelitian mengimplementasikan metodologi penelitian tindakan kelas pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Geografi. Fokus kajian model quantum teaching dan keterampilan dasar mengajar. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, test, tugas, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif. Indikator ketercapaian adalah meningkatnya keterampilan dasar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model quantum teaching di ruang microteaching meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pada setiap tindakan, yang meliputi: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, memberikan pertanyaan dan penguatan, melaksanakan metode secara konsisten, menggunakan media, mengadakan variasi gerak dan mimik serta intonasi, mengelola kelas, dan memberikan penjelasan.Kata kunci: perangkat pembelajaran, quantum teaching, keterampilan dasar mengajar
PERANAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA DIDIK SMA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DAN LONGSOR DI KOTA PADANG Novarita, Amalia
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Padang merupakan zona sub-duksi lempeng Hindia-Australia dan Eurasia, 200 Km dari tepi pantai barat Kota Padang, gempa di Kota Padang berkaitan dengan gempa tektonik, vulkanik dan bencana lainnya. Pendidikan geografi berperan di ranah afektif (sikap) dan tindakan peserta didik lebih diutamakan dalam mengupayakan kebencanaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap peserta didik dalam memahami mitigasi bencana gempa bumi dan longsor di Kota Padang. Serta peranan pembelajaran geografi pada mitigasi bencana gempa bumi dan longsor di Kota Padang. Menggunakan penelitian survei di SMA Negeri atau Swasta di Kota Padang. Sampel Penelitian dilakukan di 11 sekolah SMA Negeri dan Swasta di Kota Padang, dengan teknik random sampling. Pengolahannya dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa peranan pembelajaran geografi dalam pembentukan sikap peserta didik terhadap mitigasi bencana tidak terlalu berpengaruh. artinya jika peserta didik benar-benar mengetahui dan memahami pembelajaran yang diberikan guru maka akan membentuk sikap peserta didik. Dari angket yang disebarkan ternyata peserta didik cenderung masih dalam kategori ragu pada pembelajaran mitigasi bencana. Kesimpulannya Peranan pembelajaran geografi pada mitigasi bencana masih cenderung kategori ragu dalam pembentukan sikap peserta didik dalam meminimalisir bencana, dan melatih sikap dan tindakan peserta didik ketika sebelum dan setelah terjadinya bencana gempa bumi dan longsor. Kata kunci: pembelajaran geografi, mitigasi bencana, sikap.
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR GEOGRAFIS Chepy, Indra
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3308

Abstract

Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mampu menunjang kebutuhan peserta didik dalam meningkatkan pemahaman tentang fenomena-fenomena keruangan khususnya pada lapisan geosfer. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidikan geografi untuk membentuk peserta didik yang memiliki potensi dalam mengenal ragam budaya dan sumber daya alam. Kemampuan berpikir secara geografis merupakan pola yang dikembangkan dalam pembelajaran geografi. Kemampuan berpikir tersebut harus ditunjang dengan motivasi yang tinggi, sehingga dapat membentuk kreativitas peserta didik yang dapat memberikan ide-ide baru. Judul penelitian ini adalah kontribusi motivasi belajar dan kreativitas peserta didik terhadap kemampuan berpikir secara geografis di SMA kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahawa tingkat motivasi, kreativitas dan kemampuan berpikir secara geografis masih rendah. Hal ini dimungkinkan karena pembelajaran geografi di SMA kota Bandung belum memberikan kontribusi yang besar terhadap motivasi belajar dan kreativitas peserta didik yang dapat menunjang terhadap kemampuan berpikir secara geografis. Peserta didik akan tertarik untuk belajar geografi, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi peserta didik. Kemampuan berpikir geografis yang sudah dimilki oleh peserta didik secara alami seharus dipertajam kembali dengan pembelajaran geografi yang ditampilkan lebih kreatif dalam kegiatan belajar agar peserta didik dapat mengasah kemampuan berpikir secara geografis dalam memahami pelajaran geografi.Kata kunci : Motivasi belajar, Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Secara Geografis
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR Ramawati, Isye
Jurnal Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus pada penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar efektif dan efisien untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS. Melalui metode inkuiri peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis yang di dalamnya terdapat indikator-indikator: orientasi pada masalah, belajar meneliti, pemecahan masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah dan menganalisa proses pemecahan masalah melalui proses pengamatan lingkungan yaitu Kawasan Punclut yang merupakan kawasan yang terletak di Bandung Utara, kawasan ini merupakan bagian dari cekungan Bandung yang memiliki kondisi alam dan keterkaitan ekosistem yang sangat penting untuk menjadi kawasan hutan lindung, dan sebagai salah satu generator iklim mikro serta entry point bagi penataan kawasan Bandung Utara, dimana indikator yang diteliti adalah vegetasi, kemiringan lereng, pola penggunaan lahan dan kedalaman air tanah (dilihat dari kedalaman sumur gali). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 52 Bandung tahun ajaran 2012-2013. Metode penelitian yang dipakai adalah kuasi eksperimen dengan instrument penelitian berupa pedoman observasi lapangan, observasi kelas, tes berpikir kritis, dan wawancara guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest berpikir kritis pada kelas yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri dengan yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode ceramah. Hal ini terlihat dari uji t yang menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri dengan peserta didik yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan menggunakan metode ceramah adalah berbeda secara signifikan. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan cara berpikir kritis peserta didik. Rekomendasi yang dapat disampaikan : 1) Dibutuhkan kepiawaian guru untuk merancang perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan lingkungan yang berada di sekitar sekolah. 2) Sebelum peserta didik memanfaatkan lingkungan sekitarnya, hendaknya mereka dibekali wawasan keilmuan dan hubungan sosial dengan masyarakat sebagai landasan dasar berpikir kritis. Kata Kunci : Pemanfaatan lingkungan, sumber belajar IPS, berpikir kritis, metode inkuiri
KAJIAN RUANG DAN RESPON MASYARAKAT TERHADAP AKTIFITAS PENERBANGAN DI KAWASAN SEKITAR LANDASAN PACU BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA Jati, J.A.R; Mulyadi, Asep
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i2.3549

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Bandung, permintaan penggunaan lahan untuk pemukiman terus tumbuh, termasuk di Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan (KKBK) Bandara Husein Sastranegara. Di sisi lain pertumbuhan aktifitas penerbangan yang ada dari tahun ke tahun dapat dikatakan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Melakukan evaluasi kesesuaian penggunaan lahan dengan Rencana Detail Tata Ruang, (2) Menganalisis respon masyarakat terhadap aktifitas penerbangan. Metode yang digunakan adalah survey deskriftif. Teknik analisis yang dilakukan untuk mengolah data penggunaan lahan adalah teknik skoring, sedangkan respon masyarakat dianalisis dengan skala Linkert. Hasil penelitiaan menunjukan: (1) Seluruh kelurahan dalam wilayah penelitiaan ada pada kategori kelas kesesuaian tinggi, namun perlu penegakan peraturan yang lebih ketat karena ditemukannya Koefisien Dasar Bangunan yang tidak sesuai dengan rencana. (2) Sebagian besar masyarakat yang ada di wilayah penelitian memiliki respon positif terhadap aktifitas penerbangan. Untuk mendukung kegiatan penerbangan yang terus tumbuh dan tetap meredam dampak negatif yang mungkin dirasakan masyarakat, pengelola bandara dapat melakukan pembatasan aktifitas penerbangan pada jam tertentu.Kata kunci: pertumbuhan pemukiman, aktifitas penerbangan, kesesuaian penggunaan lahan, respon masyarakat. 
ELEMEN DASAR KEBAHAGIAAN GEOGRAFIS Sudarma, Momon
Jurnal Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membuat pembahasan secara teoritis tentang arti kebahagiaan geografis. Secara rinci, meskipun masih studi pendahuluan, disajikan elemen dasar dari pembentukan kebahagiaan geografis. Asumsi dasar dari penulisan ini, semua orang membutuhkan tempat tinggal. Kebutuhan ini tidak dapat dipuaskan hanya dengan berpindah tempat (menjelajah). Pada dasarnya, hal utama yang diperlukan adalah kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup seseorang di lingkungannya, sambil mempertahankan keberadaannya sebagai bagian dari ekologi. Kata kunci: kebahagiaan, ruang geografis, kebahagiaan geografis.
PENGARUH ELEMEN EKOWISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN KE TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA Jamil, Rima Sophal; Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3471

Abstract

Forest tourism always improve itself to be better as like as the progressive of sustainable tourism and tourist has knew to go back to nature. The sustainable tourism well going on it is the ecotourism. One of the ecotourism area who famous is it Ir.H.Djuanda grand forest park. As a nature-based tourism Ir.H.Djuanda grand forest park need strategy to increase number of visit’s, they using elements of ecotourism strategy. Elements of ecotourism as independent variable (X) is nature, education and sustainability, and dependent variable (Y) is visit decision. Sustainable and education differentiating ecotourism from “nature-based tourism”. This type of research was descriptive verificative research and sampling methode use was systematic random sampling with the amount of sampling was 100 domestic tourist who has visited Ir.H.Djuanda grand forest park. Techniques of data analysis and hypothesis testing used was multiple linear regression analysis. The result showed that the dimension of the element of ecotourism education and visit decision dimension on purchase timing at the lowest score if we compared to other dimension. However it can be concluded that the elements of ecotourism Ir.H.Djuanda grand forest park and the visit decision to Ir.H.Djuanda grand forest park in the category of avarage, and also elements of ecotourism has influence the visit decision.Keyword : ecotourism, visit decision, grand forest park.