cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021" : 11 Documents clear
Analisis Wacana pada Lirik Ntoko Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat Muslimah, Muslimah
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.22639

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merupakan penelitian mengenai nyanyian daerah, di Bima Nusa Tenggara Barat yang disebut dengan Ntoko Mbojo. Tulisan ini mengkaji Ntoko Mbojo dengan menggunakan analisis wacana dalam paradigma etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah teknik dasar berupa teknik pancing dan teknik lanjutan yang berupa teknik cakap bertemu muka. Selain itu, pengumpulan data juga menggunakan metode observasi partisipatoris. Struktur wacana Ntoko Mbojo yang dipentaskan semalaman tersebut terdiri dari 17 ntoko (irama) dengan 2 irama yang berulang. Unsur pembentuk Ntoko Mbojo terdiri dari dua unsur yang saling bertautan yaitu unsur irama dan unsur verbal. Sedangkan unsur verbalnya menggunakan bahasa mbojo umum, tetapi terkadang ada sedikit campur kode dengan bahasa Indonesia. Konteks wacana Ntoko Mbojo juga berpengaruh antara lain dari aspek latar, partisipan, hasil, pesan, cara, sarana, norma dan genrenya. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa terdapat kohesi gramatikal (4) dan leksikal (6) dalam wacana Ntoko Mbojo. Sedangkan koherensi yang memadukan sejumlah irama dengan syairnya ialah wacana tentang cinta. Kemudian aspek kebahasaan yang menonjol adalah gaya bunyi aliterasi dan asonansi, gaya bahasa ironi, metafora, repetitio dan pilihan kata. Kata kunci: Ntoko Mbojo; Bima; analisis wacana; kohesi; koherensi     Abstract: This research is a study of the oral traditions, folk song, in the Province of West Nusa Tenggara Bima called Ntoko Mbojo. This study examines the Ntoko Mbojo using discourse analysis in the paradigm of ethno-linguistic. The method used is the basic techniques such as fishing techniques and continue techniques in the form of a conversation face to face. In addition, collecting data is also using participatory observation method. Discourse structure of Ntoko Mbojo performed was consists 17 ntoko (rhythm) with two repetitive rhythm. Ntoko Mbojo elements consist of two intertwine elements, namely the elements of rhythm and verbal elements. Rhythm analysis looks at the short length of the tone, and sometimes steady or not steady. Whereas the verbal element mbojo common language, but sometimes there is a bit of code-mixing with Indonesia language. Contexts of Ntoko Mbojo also influences among aspects like as background, participants, ends, art sequences, keys, instrumentalities, norms and genre. The research also showed that there were grammatical cohesion (4) and lexical (6) in a Ntoko Mbojo discourse. While coherence that combines a number of rhythms with his lyric is a discourse on love. Then the linguistic aspect that stands out is the sound style alliteration and assonance, style irony, metaphor, repetitive and diction. Keyword: Ntoko Mbojo; Bima; discourse; cohesion; coherence  
Citra Perempuan dalam Roman Pendek Pileuleuyan Karya Yus Rusamsi Robby, Kaffa Kupita; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34148

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh anggapan bahwa suara perempuan yang tercurahkan dalam sebuah karya sastra, harus digali dan diketahui secara luas oleh masyarakat.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) struktur cerita; (2) citra diri perempuan; dan (3) citra sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka. Sumber data yang digunakan berupa roman pendek yang berjudul Pileuleuyan karya Yus Rusamsi dengan disertai  sumber lain yang mendukung. Hasilnya: (1) struktur cerita meliputi tema, fakta cerita (alur, tokoh/watak, latar) dan sarana sastra (judul dan sudut pandang). Tema roman ini tentang kejiwaan, menggambarkan kesabaran seorang perempuan yang bernama Lili dalam menghadapi cobaan hidup terutama dalam persoalan perasaan, cobaan yang membuat dirinya harus bijak dalam mengambil keputusan. Alurnya campuran, menceritakan kejadian yang sudah berlalu. Latar tempat dari meliputi di rumah, jalan, dan puncak. Latar waktu yang digunakan dalam roman ini yaitu waktu faktual. Latar sosial menggambarkan masarakat kelas atas dan kelas rendah. Ada 13 karakter tokoh yang tergambar dalam roman ini, sedangkan sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga tidak terbatas; (2) citra diri perempuan meliputi citra fisik dan citra psikis yang digambarkan oleh tokoh dalam roman ini; (3) citra sosial yaitu citra perempuan di keluarga, msalanya dalam kesopanan dan rasa tanggung jawab sebagai anggota keluarga serta sebagai anggota masyarakat. Kesimpulannya, citra perempuan dalam roman pendek Pileuleuyan menggambarkan sosok perempuan yang tegar dan teguh pendirian dalam mengambil keputusan.Kata kunci: citra perempuan, roman pendek, Pileuleuyan. Abstract: The background of this research is based on the assumption that the voices of women who are poured out in a literary work must be explored and widely known by the public. The purpose of this study is to describe: (1) the structure of the story; (2) self-image of women; and (3) social image. The method used is descriptive analytic with literature study techniques. The data source used is a short novel entitled Pileuleuyan by Yus Rusamsi, accompanied by other supporting sources. The results: (1) the structure of the story includes the theme, the facts of the story (plot, character / character, setting) and literary means (title and point of view). The theme of this romance is about the psyche, depicting the patience of a woman named Lili in facing life's trials, especially in matters of feelings, trials that make her wise in making decisions. The plot is mixed, telling events that have already passed. The setting of the place includes the house, the road, and the summit. The time setting used in this novel is factual time. Social background describes the upper class and lower class society. There are 13 characters depicted in this romance, while the point of view used is that the third person is not limited; (2) the self-image of women includes physical and psychological images that are depicted by the characters in this romance; (3) social image, namely the image of women in the family, for example in politeness and a sense of responsibility as family members and as members of society. In conclusion, the image of the woman in the short romance Pileuleuyan depicts a woman who is steadfast and steadfast in making decisions.Keywords: female image, short romance, Pileuleuyan
Media Realia dalam Pembelajaran Menulis Carita Pondok Sobarudin, Refia Mustikaati; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34138

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menulis cerita pendek. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum dan sesudah menggunakan Media Realia; 2) kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum dan sesudah tidak menggunakan Media Realia 3) peningakatan kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum dan sesudah menggunakan Media Realia; 4) perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerita pendek siswa yang menggunakan Media Realia dan yang tidak menggunakan Media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen murni (True Experimental Design). Hasil dari penelitian ini adalah 1) kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum menggunakan Media Realia termasuk ke dalam kategori belum mampu (rata-rata 70, 29; KKM ≥ 75), sesudah menggunakan media Realia masuk ke dalam kategori mampu (rata-rata 78,41; KKM ≥ 75); 2) kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum tidak menggunakan Media Realia masuk ke dalam kategori belum mampu (rata-rata 64,14 ; KKM ≥ 75), sesudah tidak menggunakan media Realia masuk ke dalam kategori belum mampu (rata-rata 71,28 KKM ≥ 75); 3) Adanya peningakatan kemampuan menulis cerita pendek siswa sebelum menggunakan media Realia (70,29) dan sesudah menggunakan Media Realia (78,41); 4) adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerita pendek siswa yang menggunakan Media Realia dan tidak menggunakan Media Realia hal ini berarti bahwa H0 ditolah dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Media Realia efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerita pendek.Kata kunci: cerita pendek, Media Realia, menulis. Abstract: This research is motivated by the lack of student interest in literacy. This can be seen from the lack of students' ability to get ideas for writing short stories. The purpose of this study is to describe 1) the ability to write short stories of students before and after using Realia media; 2) the ability to write short stories before and after students do not use Realia media; 3) an increase in the ability to write short stories of students before and after using Realia media; and 4) measuring the comparison of students' ability to write short stories using Realia media and those not using Realia media. The results of this study are 1) the data obtained from this study after the test of the nature of the data, has a normal (P0,05) and homogeneous (P0,05); 2) the results of hypothesis testing using the t-test show that the ability to write short stories of students who use Realia media P=0,000 (P0,05=significant) and the ability to write short stories of students who do not use Realia media P=0,000 (P0.05=significant); 3) There is an improvement in the ability to write short stories of students before using Realia media (70,29) and after using Realia media (78,41); 4) there is a significant difference between the ability to write short stories of students who use Realia media and those who do not use Realia media. So, it can be concluded that Realia media is effective in learning to write short stories.Keywords: Media Realia, short story, writing.
Relevansi Isi Buku Teks Bahasa Sunda dengan Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal 2013 Revisi 2017 Alawiyah, Hana Rabiatul; Haerudin, Dingding; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34137

Abstract

Abstrak: Latar belakang dari penelitian ini yaitu penemuan peneliti terhadap masih adanya ketidaksesuaian isi antara buku teks dan kurikulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan relevansi isi buku teks Rancage Diajar Basa Sunda (RDBS) tingkat SMA/SMK/MA/MAK dengan KIKD, yang terdiri dari relevansi pokok bahasan, struktur materi, dan kedalaman materi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik ceklis. Sumber data dari penelitian ini adalah buku teks RDBS tingkat SMA/SMK/MA/MAK dengan 22 bab; kelas sepuluh 8 bab, kelas sebelas 8 bab, dan kelas dua belas 6 bab. Hasil dari penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: pertama, pokok bahasan di semua kelas pada umumnya relevan dan termasuk dalam kategori baik, untuk kelas sepuluh 87.5%, kelas sebelas 96.9%, dan kelas dua belas 95.8%. Kedua, struktur materi di semua kelas masuk dalam kategori cukup, yaitu kelas sepuluh 75%, kelas sebelas 71.8%, dan kelas dua belas 62.5%. Ketiga, kedalaman materi di kelas sepuluh dan sebelas masuk dalam kategori cukup, yaitu masing-masing 68.75%, dan di kelas dua belas masuk dalam kategori kurang 58.3%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa relevansi isi buku teks RDBS tingkat SMA/SMK/MA/MAK berkenaan dengan pokok bahasan masuk kategori sangat baik (93.1%), struktur materi masuk kategori cukup (70.5%), dan kedalaman materi masuk kategori cukup (65.9%).Kata Kunci: buku teks, KIKD, RDBS, relevansi isi Abstract: The background of this study is the researcher's discovery of the discrepancy between the content of the textbook and the curriculum. The purpose of this study is to analyze and describe the relevance of Rancage Diajar Basa Sunda (RDBS) textbooks at the senior high school level with KIKD, which consists of the relevance of the subject, the structure of the material, and the depth of the material. The method used for this research is descriptive qualitative method using checklist techniques. The data source of this research is the RDBS textbook for senior high school with 22 chapters; tenth grade 8 chapters, class eleven 8 chapters, and class twelve 6 chapters. The results of this study describe; first, the relevance of the subject matter in all classes, included in the very good category, with percentages in tenth grade 87.5%, eleventh grade 96.9%, and twelfth grade 95.8%. Second, the structure of the material in all classes falls into the sufficient category, with percentages in class ten 75%, class eleven 71.8%, and class twelve 62.5%. Third, the depth of material in grades ten and eleven falls into the sufficient category, with the same percentage of 68.75%, and in the twelfth grade included in the less category, with a percentage of 58.3%. Based on the results of the study, it can be concluded that the relevance of the content of RDBS textbooks at the senior high school level in terms of the relevance of the subject is in the very good category, with a percentage of 93.1%, in the material structure is in the sufficient category, with a percentage of 70.5%, and in the depth of material enough category, with a percentage of 65.9%.Keywords: textbooks, KIKD, RDBS, content relevance
Nilai Moral dalam Novel Si Bohim jeung Tukang Sulap Karangan Samsoedi Untuk Bahan Pembelajaran Membaca Novel Haryanti, Haryanti; Permana, Ruswendi; Hendrayana, Dian
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34139

Abstract

Makna dan Fungsi Pamali Seputar Makanan bagi Masyarakat Kabupaten Sumedang Rismaya, Rima; Machdalena, Susi
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.30164

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi pamali yang merupakan salah satu bentuk tabu yang masih digunakan sebagai aturan kehidupan tidak tertulis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka dan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah pamali seputar makanan yang berlaku bagi masyarakat Kabupaten Sumedang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data lapangan tema budaya dengan model Spradley. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pamali seputar makanan bagi masyarakat Kabupaten Sumedang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pamali untuk anak, pamali untuk perempuan, dan pamali untuk umum. Sayangnya, kalangan anak muda sudah mulai jarang mempercayai dan menerapkan pamali-pamali ini dalam kehidupan sehari-hari karena dianggap kurang masuk akal dan hanya bualan orang tua zaman dahulu.Kata Kunci: aturan; etnolinguistik; masyarakat; pamali. Abstract: This research is an ethnolinguistic research which aims to describe the meaning and function of pamali as a form of taboo which is still used as an unwritten rule of life for the people of Sumedang district, West Java province . This research uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques, namely literature study and interviews. The data source of this research is pamali about food that applies to the people of Sumedang district. The data analysis technique in this study used field data analysis techniques with cultural themes used Spradley model. Based on the research that has been done, pamali about food for the people of Sumedang district is divided into three types, namely pamali for children, pamali for women, and pamali for the public. Unfortunately, young people have started to rarely believe in and apply this pamalis in their daily lives because it is considered as unreasonable thing and is just a boasting of ancient parents.Keywords: ethnolinguistics; pamali; rules; society.
Subaltern Pada Novel Jemini Karya Suparto Brata (Perspektif Gayatri Spivak) Andriyanto, Octo Dendy; Hardika, Meilita; Tjahjono, Tengsoe; Supratno, Haris
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34140

Abstract

Abstrak: Penelitian pada novel Jemini Karya Suparto Brata terfokus pada teori Subaltern perspektif Gayatri Spivak. Perempuan sebagai tokoh sentral dalam novel ini sangat erat dengan ketidakbebasan, perbudakan “munci”, dan penyiksaan. Tujuan penelitian ini adalah membahas posisi subaltern perempuan, pembalikan hirarki, dan bentuk perlawanan terhadap subaltern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terfokus konteks dan mengedepankan interpretasi serta kedalaman makna. Teori yang digunakan adalah Subaltern Gayatri Spivak dengan pendekatan poskolonial. Hasil penelitian ditemukan bagaimana kedudukan Subaltern dalam novel Jemini seperti yang digambarkan tokoh perempuan yang tinggal di Tangsi yang kesehariannya tidak bisa lepas dari perbudakan, pembatasan, serta penyiksaan. Perlawanan Subaltern menggunakan Feminisme Modern Behaviour ada otentisitas manusia atas hak yang dimiliki.  Sikap keingintahuan Jemini dalam segala hal sebagai bentuk kemajuan perempuan dalam menyikapi hidup. Kedewasaannya dalam bersikap menunjukkan kekukuhan sosok perempuan dalam menghadapi berbagai karakter orang dalam lingkungannya sehingga semakin menguatkan eksistensi feminis dari sosok Jemini.Kata Kunci: Jemini; perempuan; subaltern Abstract: Research in the novel Jemini by Suparto Brata focuses on the subaltern theory of the Gayatri Spivak perspective. Women as central figures in this novel are closely related to freedom, “lock-in” slavery, and torture. The purpose of this study is to discuss the position of women's subalterns, hierarchical reversals, and forms of resistance to subalterns. This study uses a context-focused qualitative method and emphasizes interpretation and depth of meaning. The theory used is the Gayatri Spivak Subaltern with a postcolonial approach. The results of the research found how the position of Subaltern in Jemini's novel as depicted by a female character who lives in Tangsi whose daily life cannot be separated from slavery, restriction, and torture. Subaltern resistance to using Modern Feminism Behavior is human authenticity of rights. Jemini's curiosity in everything is a form of women's progress in responding to life. Her maturity in acting shows the strength of the female figure in facing the various characters of the people in her environment, thereby strengthening Jemini's feminist existence.Keywords: Jemini; woman; subaltern
Verbalisasi Nomina dalam Bahasa Sasak Dialek Pujut: Kajian Ke Arah Tipologi Morfologis Mahendra, Dian
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.32343

Abstract

AbstractThis research is a qualitative descriptive study that aims to describe the verbalization of nouns in Bahasa Sasak dialek Pujut and their morphological typology based on the noun verbalization process. The data in this study are in the form of words, both basic and formations that are sourced from the spoken speech of speakers of Bahasa Sasak dialek Pujut. The data were collected using the observation method of tapping techniques with advanced techniques in the form of listening proficiently and recording techniques. The data were analyzed using the distribution method with the smallest element description technique and the two-by-two opposition technique. The results of the data analysis show that the verbalization of nouns in Bahasa Sasak dialek Pujut can be done through the affixation process. In this case, there are seven types of noun verbalization in Bahasa Sasak dialek Pujut, namely zero derivation + DN type, the {N-} + DN type, the {bə-} + DN type, the DN + {-an} type, the DN + {-in} type, the {tə-} + DN + {-an} type, and type {tə-} + DN + {-in} type. Furthermore, based on the noun verbalization process, Bahasa Sasak dialek Pujut can be grouped into an agglutinative type for several reasons, namely: 1) the inner word consists of one or more morphemes; 2) clear boundaries between morphemes; 3) word formation is done by derivation; and 4) word formation is done through the affixation process.Keywords: verbalization of nouns, Bahasa Sasak dialek Pujut, derivation, morphological typologyAbstrakPenelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut beserta tipologi morfologisnya berdasarkan proses verbalisasi nomina tersebut. Data dalam penelitian ini berbentuk satuan lingual berupa kata, baik dasar maupun bentukan yang bersumber dari tuturan lisan penutur bahasa Sasak dialek Pujut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak teknik sadap yang dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat serta rekam. Data dianalisis menggunakan metode distribusional teknik urai unsur terkecil dan oposisi dua-dua. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut dapat dilakukan melalui proses afiksasi. Dalam hal ini, ada tujuh tipe verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut, yaitu tipe derivasi zero + DN, tipe {N-} + DN, tipe {bə-} + DN, tipe DN +  {-an}, tipe DN + {-in}, tipe {tə-} + DN + {-an}, dan tipe {tə-} + DN + {-in}. Selanjutnya, berdasarkan proses verbalisasi nomina tersebut, bahasa Sasak dialek Pujut dapat dikelompokkan ke dalam bahasa yang bertipe aglutinatif dengan beberapa alasan, yaitu: 1) kata dalam tersebut terdiri dari satu morfem atau lebih; 2) batas antar morfem jelas; 3) pembentukan kata dilakukan secara derivasi; dan 4) pembentukan kata dilakukan melalui proses afiksasi.Kata Kunci: verbalisasi nomina, bahasa Sasak dialek Pujut, derivasi, tipologi morfologis
Nilai Budaya dan Agama dalam Naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.” Fathurahmah, Ani Tsania; Ruhaliah, Ruhaliah; Koswara, Dedi
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34141

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah, menyusun edisi teks, menganalisis nilai budaya dan agama yang terdapat dalam naskah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini yaitu naskah “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw.”. Proses edisi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan edisi standar yakni dengan membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan, sedang ejaannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, naskah ini merupakan salah satu naskah dalam bentuk mikrofilm rol 34-05 yang ada di Pusat Studi Sunda yang isinya menceritakan mi’rajnya Kangjeng Nabi Muhammad saw. ke langit. Selain itu, dalam naskah ini juga terdapat beberapa nilai budaya dan agama. Nilai budaya yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) sistem religi, 2) sistem kemasyarakatan, 3) sistem pengetahuan, 4) sistem bahasa, 5) kesenian, 6) mata pencaharian, dan 7) sistem teknologi. Sedangkan nilai agama yang terdapat pada naskah di antaranya: 1) akidah yang ditemukan berhubungan dengan keimanan (Rukun Iman); 2) syariah tentang salat, puasa, zakat, dan beberapa hukuman untuk manusia; dan 3) berhubungan dengan akhlak kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia. Kata Kunci: filologi; nilai agama; nilai budaya.  Abstract: This research aims to describe the script, arrange text edition, analyze cultural and religious value in the manuscript. The method was used is descriptive of analysis by using interview technique and literature study. Edition process were used is standard edition, it fix small errors and inconsistencies, and the spelled according to the applicable provisions. The sources of data is manuscript of “Kitab Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw”. Based on the result, this script is one of microfilm rolls 34-05 in the center for Sundanese studies, which is the narrated of Mi’raj Kangjeng Nabi Muhammad saw to the heavens. In addition, in this text there are several cultural and religious values. The cultural values, namely: 1) religious system, 2) social system, 3) knowledge system, 4) language system, 5) art system, 6) livelihood system, and 7) technology system. While the religious values are: 1) aqidah is related to faith (six pillars of faith), 2) syariah about Shalat, fasting, zakat, and some punishment for humans, and 3) Morals is morals to Allah and morals to fellow human being.Keywords: cultural values; philology; religious values.
Analisis Makna Idiomatis Bahasa Melayu Batu Bara Pada Percakapan Masyarakat Desa Benteng Dewi, Rahma; Nisa, Khairun
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.33089

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna idiomatis bahasa Melayu Batu Bara pada percakapan Masyarakat Desa Benteng Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif (penggambaran). Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekam catat, dan teknik dokumentasi. Idiom adalah perkataan atau kelompok kata yang khususnya untuk menyatakan suatu maksud dengan arti kiasan. Pada saat ini kurangnya pengetahuan generasi sekarang dan kurangnya keinginan untuk melestarikan bahasa daerah Suku Melayu di Kabupaten Batu Bara, mengenai makna idiomatis dalam sebuah percakapan dapat menyebabkan terjadinya sebuah kebodohan sepihak, yang mana para generasi sekarang tidak mengetahui makna dari sebuah idiom yang diungkapkan oleh para orang tua. Makna idiomatis yang terdapat dalam percakapan Masyarakat Desa Benteng, mengandung banyak makna idiomatis Bahasa Melayu Batu Bara Kecamatan Talawi Kabupaten  Batu Bara.Kata Kunci: bahasa Melayu; makna idiomatis; percakpan masyarakat Abstract: This study aims to determine the idiomatic meaning of Batu Bara Malay Language in the conversation of the Benteng Village Community, Talawi District, Batu Bara Regency. The method used in this research is a descriptive qualitative method (depiction). Data collection was carried out using observation techniques, interview techniques, note recording techniques, and documentation techniques. Idioms are words or groups of words specifically to express a meaning with a figurative meaning. At this time, the lack of knowledge of the current generation and the lack of desire to preserve the local language of the Malay Tribe in Batu Bara Regency, regarding the idiomatic meaning in a conversation can lead to a one-sided ignorance, where the current generation does not know the meaning of an idiom expressed by people. old. The idiomatic meaning contained in the conversation of the Benteng Village Community, contains many idiomatic meanings in Batu Bara Malay Language, Talawi District, Batu Bara Regency.Keywords: Malay language; idiomatic meaning; community conversation

Page 1 of 2 | Total Record : 11