cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Unsur Budaya Dalam Cerita Film Cakra Buana Karya Sutradara Massimo Burhanuddin Dwiyanti, Revi; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21361

Abstract

This research is motivated by the lack of research on film that uses Sundanese language and cultural settings. This study aims to describe the cultural elements that exist in the Cakra Buana film story. The method used in this research is descriptive analysis with document study techniques in the form of artwork. The data source in this study is the story of the film Cakra Buana by director Massimo Burhanuddin. The results of the study include 7 cultural elements, including: language, this film uses Sundanese language and undak usuk basa, knowledge systems are divided based on knowledge about nature and social, social organizations include government systems, how to replace leaders and designations of kinship, technological systems including tools, food, clothing, houses and means of transportation, the livelihood system that is farming, the religious system is still influenced by Hinduism and Buddhism because it uses the word "Sang Hyang" in mentioning the name of God, and there are 2 arts in this film namely music and art motion (traditional dance).AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penelitian tentang perfilman yang menggunakan bahasa dan latar budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur budaya yang ada dalam cerita film Cakra Buana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan teknik studi dokumen yang berupa karya seni. Sumber data dalam penelitian ini yaitu cerita film Cakra Buana karya sutradara Massimo Burhanuddin. Hasil penelitian meliputi 7 unsur budaya, diantaranya: bahasa, film ini menggunakan bahasa Sunda serta menggunakan undak usuk basa, sistem pengetahuan dibagi berdasarkan pengetahuan tentang alam dan sosial, organisasi sosial meliputi sistem pemerintahan, cara mengganti pemimpin dan sebutan kekerabatan, sistem teknologi diantaranya perkakas, makanan, pakaian, rumah dan alat transportasi, sistem mata pencahariannya yaitu bercocok tanam, sistem religinya masih ada pengaruh dari ajaran Hindu dan Buddha karena menggunakan kata “Sang Hyang” dalam menyebutkan nama Tuhan, dan kesenian dalam film ini ada 2 yaitu seni musik dan seni gerak.
Kemampuan Nyurat Aksara Bali menggunakan Aplikasi Papan Ketik (Patik) Bali pada Android Rai, Ida Bagus
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21356

Abstract

This study aims to (1) explain the procedure for using TPS type cooperative learning models with the PaTik Bali application in the Balinese script writing course for Undiksha Singaraja Balinese language education students, (2) the ability of students in the Balinese Undiksha Singaraja language learning program, after using the learning model TPS cooperative type with the application of PaTik Bali in writing Balinese script, and (3) the opinion of students of the Undiksha Singaraja Bali language education program, about the TPS type cooperative learning model in writing Balinese script. This research uses descriptive qualitative and quantitative data. The subject in this research was the lecturer writing the Balinese Undiksha Singaraja Balinese language education program, and the object in this study was learning using the type of cooperative learning model TPS. Data collection methods used were observation, tests and questionnaires. The results of the study include (1) the procedures for lecturers using the TPS type cooperative learning model with the PaTik Bali application in the Balinese script according to the learning plan that has been made, (2) using the TPS type cooperative learning model with the PaTik Bali Application can improve the ability of students in the Study Program Undiksha Singaraj's Balinese language education, and (3) the opinion of Undiksha Singaraja's Balinese language education program students, in using TPS type cooperative learning models with the PaTik application provide good responses to improve students' ability to write Balinese script. There is a positive and significant influence in using the type of TPS cooperative learning model with the application of PaTik Bali in improving the ability to write Balinese script students of the Balinese Undiksha Singaraja language education program.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan tata cara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan aplikasi PaTik Bali dalam mata kuliah menulis aksara Bali mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja, (2) kemampuan mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja, setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan aplikasi PaTik Bali dalam menulis aksara Bali, dan (3) pendapat mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja, tentang model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam menulis aksara Bali. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitan ini adalah dosen menulis aksara Bali Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja, dan objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan angket/kuesioner.  Hasil  penelitian  meliputi  (1)  tata  cara dosen  menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan aplikasi PaTik Bali dalam mata kuliah nyurat aksara Bali sesuai rencana pembelajaran yang telah dibuat, (2)  menggunakan  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  TPS  dengan  Aplikasi PaTik Bali bisa meningkatkan kemampuan mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraj, dan (3) pendapat mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja, dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan aplikasi PaTik memberikan respon yang baik untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis aksara Bali. Ada pengaruh yang positif dan signifikan dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan aplikasi PaTik Bali dalam meningkatkan kemampuan menulis aksara Bali mahasiswa Prodi pendidikan bahasa Bali Undiksha Singaraja.
Kata Tugas Bahasa Sunda dalam Karangan Laporan Peristiwa Masitoh, Imas Siti; Nurjanah, Nunuy
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21362

Abstract

Interest in researching specific task words in the event report essay, is due to the large number of task words that do not have lexical meaning, but have a big influence when understanding the contents of the essay. The purpose of this study is to describe the form and type of assignment words. In this study, descriptive methods were used as well as test and documentation techniques which were analyzed using elemental analysis techniques directly in the essay report of class VIII-B students at SMP Negeri 12 Bandung. Based on the results of the study, four forms and four types of task words were found. Forms of task words found include (1) basic words (one syllable, two syllables, three syllables), (2) affixed words (front affixes, rear affixes, front-back affixes), (3) repetitive words ( dwimurni), and (4) compound words (KK + P, P + KT, P + KB, P + KSam, and KS + KBil). Then the types of assignment words found include (1) affirmative words (phatic categories, introduction, stages, determinants, aspect enhancers, and enhancers of modalities), (2) conjunctions (coordinative, subordinative, and inter sentence), (3) front soy sauce (meaning place, direction of destination, origin / beginning, tool, comparison, actor, limiter, purpose, accompaniment and object), and (4) interjection (meaning happy / happy). The lesson about assignment words is important for student of junior high school, because the assignment words functions as an explanation between the parts of the sentence in an essay. Therefore, students' essays will be easier to understand and quality because of the accuracy of the use of the word assignment.AbstrakKetertarikan meneliti khusus kata tugas dalam karangan laporan peristiwa, disebabkan oleh banyaknya kata tugas yang tidak memiliki makna leksikal, tapi besar pengaruhnya ketika memhami isi karangan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis kata tugas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif serta teknik tes dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis unsur langsung pada karangan laporan peristiwa siswa kelas VIII-B SMP Negeri 12 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan empat bentuk dan empat jenis kata tugas. Bentuk kata tugas yang ditemukan meliputi (1) kata dasar (satu suku kata, dua suku kata, tiga suku kata), (2) kata berimbuhan (awalan, akhiran, gabungan), (3) kata ulang (semu), dan (4) kata majemuk (KK + P, P + KT, P + KB, P + KSam, dan KS + KBil). Lalu jenis kata tugas yang ditemukan meliputi (1) adverbia (partikel penegas, pengantar, tahapan, penentu, penambah aspek, dan penambah modalitas), (2) kata sambung (koordinatif, subordinatif, dan antar kalimat), (3) preposisi (bermakna tempat, arah tujuan, asal/awal, alat, pembanding, pelaku, pembatas, tujuan, penyerta, dan objek), serta (4) kata seru (bermakna senang/gembira). Materi tentang kata tugas terbilang penting untuk siswa SMP, sebab kata tugas berfungsi sebagai penjelas antar bagian kalimat dalam sebuah karangan. Oleh sebab itu, karangan siswa akan lebih mudah dipahami dan berkualitas jika tepat dalam penggunaan kata tugas.
BAHASA SUNDA DIALEK PANGANDARAN DI KECAMATAN SIDAMULIH (Kajian Fonologis) Widyastuti, Temmy
LOKABASA Vol 8, No 1 (2017): Vol. 8, No. 1, April 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i1.15971

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan variasi bahasa masyarakat dalam satu wilayah bahasa yang bisa mengakibatkan perbedaan pemahaman. Seperti diungkapkan dalam geografi dialek bisa saja hal tersebut dilatarbelakangi oleh lapisan masyarakat berdasar usia, pekerjaan ataupun pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan observasi, wawancara, kuesioner dan analisis padan. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kebahasaan masyarakat Pangandaran Kecamatan Sidamulih khususnya dalam kajian fonologi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan dialek masyarakat kecamatan Sidamulih Pangandaran yang berkaitan dengan fonologi, yaitu penambahan vokal ataupun konsonan dalam kata yang digunakan dan perbedaan semantis dari variasi bahasa yang digunakan. ABSTRACTThis research is motivated by language variation differences in one area of the language that can lead to differences in understanding. As expressed in the geography of the dialect, it can be caused by the differenciation of the society based on age, occupation or education. The method used is descriptive method, with observation, interview, questionnaire and comparative analysis. The purpose of this study is to obtain a description of the language condition of Pangandaran people in Sidamulih especially in the study of phonology. The results of this study explain the dialect Pangandaran people in Sidamulih that related with phonology. It reveals that there is the addition of vowel or consonant in the word used and the semantic difference of language variation used.
Nilai Keagamaan Naskah Guguritan “Dangdanggula Nu Jadi Mamanis” Karya Kalipah Apo Meilinda, Nanda
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21357

Abstract

This research is backgrounded by the lack study of religious value and transliteration to guguritan script. The purpose of this research is to study religious value on guguritan script through transliteration process and analyctical hermeneutic. The method used is descriptive-analyctical by using literature review technic. The data source of this research is guguritan script “Dangdanggula nu Jadi Mamanis” by Kalipah Apo and other references supporting this research. Based on the research, it’s gainned several things: 1) transliteration content and script description, 2) from analictical hermeneutic result, gainned content from thus guguritan wich explains several ways to be perfect human, 3) religious value, gainned from the output study on guguritan is aqidah, akhlak, and shariah.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kajian tentang nilai keagamaan juga transliterasi terhadap naskah guguritan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai keagamaan pada naskah guguritan melalui proses transliterasi dan analisis hermeneutik. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analisis dengan menggunakan tekhnik studi pustaka. Sumber data penelitian ini adalah naskah guguritan “Dangdanggula nu Jadi Mamanis” karya Kalipah Apo dan buku sumber lainnya yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa hal berikut: 1) isi transliterasi dan deskripsi naskah; 2) dari hasil analisis hermeneutik didapatkan isi dari guguritan ini yaitu penjelasan mengenai amalan-amalan untuk menjadi manusia sempurna; 3) nilai keagamaan yang didapatkan dari hasil kajian pada guguritan ini adalah akidah, akhlak, dan syari’ah.
Aspek Sosial dalam Kumpulan Cerita Anak Ulin di Monumen Karya Tetty Hodijah Sari, Kurnia
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21363

Abstract

This research is motivated by the lack of awareness of the community to appreciate literary works that contain many social values. This study aims to describe the social aspects contained in the collection of Ulin children's stories at Monumén by Hodijah Tetti. The method used in this study is a descriptive analysis method, using steps to collect data from a collection of children Ulin in Monumén, analyze the data collected, and describe the data. The main data source of this research is the book collection of Ulin's short stories in Monumén by Tetti Hodijah. The data obtained is in the form of notes on the results of a literature study. The results of this study found 3 social aspects, namely social aspects of religion, socio-economic aspects, and social aspects of education. From the social aspect of religion, 3 elements related to religion were found, namely believing in Allah SWT, carrying out the commands of Allah SWT, and being sincere and thankful to Allah SWT. From the socio-economic aspect, it was found 3 levels of economy, namely the upper class economy, and middle class economy. From the socio-educational aspect, six elements of education were found, namely manners, mutual respect, love for the country, far from being jealous and envious, and learning to obey the rules that apply in society.
FENOMENA BAHASA NAMA DALAM BUDAYA JAWA: KAJIAN ASPEK FILOSOFIS DAN FAKTA SOSIAL M. Basir, Udjang Pr.
LOKABASA Vol 8, No 1 (2017): Vol. 8, No. 1, April 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i1.15972

Abstract

Nama dalam budaya Jawa tidaklah sekedar identitas belaka. Di dalamnya terkandung berbagai makna terselubung yang terkait dengan hidup dan perikehidupan masyarakat secara tradisi dan filosofi. Tradisi budaya yang umumnya berkembang secara turun-temurun itu merupakan potret sosial nyata tentang pola pemikiran dan keyakinan yang ada dalam komunitas masyarakatnya. Fenomena tersebut masih berkembang hingga saat ini. Sebagian masih menjadi keyakinan ritualistik masyarakat Jawa secara masif, tetapi tidak sedikit yang menggunakannya sebagai identitas budaya semata. Lebih dari itu ada pula yang memanfaatkannya sebagai unsur pembeda (brand) untuk kepentingan promosi dan kompetisi bisnis di tengah era globalisasi. Dengan konsep sosiopragmatik (didaktik) dan pendekatan semioantropologi (filsafat), sajian data akan digali menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara terbatas terkait dengan aspek latar penamamaan, tujuan, sumber rujukan, pemahaman dan fakta sosial. Vokus bahasan akan dipusatkan pada aspek fenomena penggunaan bahasa nama dalam budaya Jawa yang terkait dengan nama anak (orang). ABSTRACTThe name in Javanese culture is not just  merely an identity. It contains a variety of hidden meanings related to life, traditional and philosophical value of life. Cultural tradition that generally develops from generation to generation is a real social portrait of the patterns of thought and belief that exist in the society. The phenomena is still developing recently. Some of them still become ritualistic beliefs of mostly Javanese society, and many of them use it only as cultural identity. More than that there is also Javanese people use names as a differentiator for the benefit of promotion and business competition in the globalization era. With the concept of sociopragmatic and semioanthropological approach, the data presentation will be extracted by using the descriptive method with observation, documentation, and limited interviewing techniques related to aspect of naming backgrounds, objectives, referral sources, understanding and social facts. The focus of the discussion will be concerned on the phenomenon of the use of language of name in Javanese culture that is related to the name of the child.
Teknik Permainan Kartu Memo dalam Pembelajaran Aksara Sunda Farid, Muhamad; Rahman, Rahman; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21358

Abstract

The background of this study is the lack of students’ ability to write Sundanese writing. This study has a purpose to describe students’ writing ability towards Sundanese writing based on the form, grammatical writing, also manners before using memo cards game students’ writing ability towards Sundanese writing based on the form, grammatical writing, also manners after using memo cards game the effectiveness of memo cards game to help increasing the students’ writing ability in Sundanese writing based on the form, grammatical writing, and also manners. Using the quasi-experimental research and one-group pretest and posttest design. This study collected the data using tests to the Junior High School students grade VII-A in SMPN 2 Lembang, academic year 2018/2019 which is 37 students. The results show that: 1) students’ writing ability towards Sundanese writing before using memo cards game is about 60,13 from the 70 of passing grade; 2) students’ writing ability towards Sundanese writing after using memo cards game increase to 74,66; and 3) there is a significant difference between the students’ writing before using memo cards game and after using memo cards game. We can see from the hypothesis experiment that the value of Asimp. Sig (2-Tailed) is 0,000. We can conclude that the memo card game technique can mrove the writing skills of Sundanese grade VII-A junior high school student in academic year 2018/2019.AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah kurangnya kemampuan dalam menulis aksara Sunda siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang taun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis aksara Sunda siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan kartu memo berdasarkan bentuk, tatacara penulisan, serta kaidah-kaidahnya, dan perbedaan yang signifikan kemampuan menulis aksara Sunda sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan kartu memo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest and posttest. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes kepada siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang tahun ajar 2018/2019 yang berjumlah 37 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa, (1) kemampuan siswa menulis aksara Sunda sebelum menggunakan teknik permainan kartu memo adalah sebesar 60,13, (2) kemampuan siswa menulis aksara Sunda setelah menggunakan teknik permainan kartu memo adalah sebesar 74,66 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis siswa terhadap aksara Sunda sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan  kartu memo. Hal tersebut dapat kita lihat dari uji hipotesis bahwa nilai Asimp. Sig (2-Tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Teknik Permainan Kartu Memo dapat meningkatkan kemampuan menulis aksara Sunda siswa SMPN 2 Lembang tahun ajaran 2018/2019.Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kemampuan dalam menulis aksara Sunda siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang taun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis aksara Sunda siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan kartu memo berdasarkan bentuk, tatacara penulisan, serta kaidah-kaidahnya, dan perbedaan yang signifikan kemampuan menulis aksara Sunda sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan kartu memo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest and posttest. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes kepada siswa kelas VII-A SMPN 2 Lembang tahun ajar 2018/2019 yang berjumlah 37 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa, (1) kemampuan siswa menulis aksara Sunda sebelum menggunakan teknik permainan kartu memo adalah sebesar 60,13, (2) kemampuan siswa menulis aksara Sunda setelah menggunakan teknik permainan kartu memo adalah sebesar 74,66 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis siswa terhadap aksara Sunda sebelum dan sesudah menggunakan teknik permainan  kartu memo. Hal tersebut dapat kita lihat dari uji hipotesis bahwa nilai Asimp. Sig (2-Tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Teknik Permainan Kartu Memo dapat meningkatkan kemampuan menulis aksara Sunda siswa SMPN 2 Lembang tahun ajaran 2018/2019.
INVENTARISASI DONGENG HANTU DI KECAMATAN NAGRAK KABUPATEN SUKABUMI UNTUK BAHAN PEMBELAJARAN MEMBACA DI SMP Maulida, An-nisa Nur; Ruhaliah, Ruhaliah; Isnendes, Rétty
LOKABASA Vol 5, No 2 (2014): Vol. 5, No. 2, Okt 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i2.15942

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dongeng hantu, mengklasifikasikan dongeng hantu, menganalisis struktur cerita dongeng hantu, dan mengaplikasikannya untuk bahan ajar membaca di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka, observasi, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini menggunakan populasi wilayah, sedangkan sumber datanya adalah seluruh dongeng. Dongeng hantu yang berhasil dikumpulkan dari tujuh narasumber sebanyak delapanbelas dongeng. Setelah dideskripsikan,dongeng hantu selanjutnya diklasifikasikan. Klasifikasi delapan belas dongeng hantu tersebut terdiri atas: lima dongeng “ririwa”, dua dongeng hantu, dan sebelas dongeng lainnya termasuk dongeng siluman. Analisis dongeng mencakup: tema, alur, latar, dan tokoh. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tema dari semua dongeng hantu adalah tema sosial. Tujuh dongeng memiliki galur maju, sedangkan satu dongeng lainnya termasuk alur campuran. Pelaku dalam dongeng seluruhnya manusia. Latar tempat dalam delapan dongeng yang dianalisis adalah empat dongeng berlatar di rumah, tiga dongeng berlatar di hutan, dan satu dongeng berlatar di sungai. Adapun latar waktu sebanyak tujuh dongeng berlatar waktu siang hari. Sebagian berlatar waktu sore dan malam hari. Dongeng yang sesuai untuk bahan ajar membaca kelas VII sejumlah delapan dongeng. Pelestarian dongeng  oleh pemerintah dan masyarakat dengan cara membukukan dongeng ataupun menceritakan kembali dongeng ke generasi selanjutnya mungkin akan menjadi salah satu cara yang tepat agar kita tidak kehilangan nilai budaya dan tradisi di daerah kita sendiri. AbstractThis research was conducted based on a background to described, classified, and analyzed ghost’s folktale then applied it for reading teaching in Junior High School. This research used descriptive analytic’s method with literature written, observation, and interview’s techniques. The population in this research was region population  and data source was folktales. There was eighteen folktales from seven correspondences. After we described it all, we can classified that five folktales are “ririwa” folktales, two folktales are ghost folktales, and eleven folktales was “siluman” folktales.. Folktale’s analyzed included: theme, plot, setting, and character. All of theme in the folktale are social theme. Seven folktales are chronological plot, and one folktale is chronological-reverse plot. All characters are human. Place setting mostly at home, three folktales at jungle, and one folktale at the river. Time setting mostly at noon, some folktales are happened at afternoon and night. Eight folktales are suitable for reading teaching Taking responsibility by government and citizen to re-telling folktales for the next generation become one of the way to make culture belongs to life.  
Model Brain Writing dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Wawangsalan Sumartini, Sumartini; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21364

Abstract

This research is motivated by the lack of ability of students in writing wawangsalan. The purpose of this study is to describe the ability to write wawangsalan students of class VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung before and after using the model of learning brain writing, increase or not after using the models of learning brain writing, and the differences using the model of learning brain writing. The method used in this research is quasi-experimental method, using one group pretest and posttest design. Sources of data in this study were 30 students of class VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung Academic Year 2018/2019. Techniques used are test techniques, while the instrument is a writing test wawangsalan. The results of this study are (1) the ability to write students wawangsalan VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung before using the model make-up brain writing up the value of 43,2; (2) the ability to write wawangsalan after using the brain writing learning model on average to get the value of 76; (3) there is an increase in the ability to write wawangsalan after using brain writing model, from 34,2 to 76, mainly in aspects of the content and title relationship wangsal, and (4) there is a difference between the writing ability of wawangsalan before and after using the brain writing model. Based on statistical tests of significance values (Sig-2 tailed), namely (0,000 0,05) or less than 0,05. Which means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. This shows that the model of brain writing learning can improve students' writing ability of grade VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung Academic Year 2018/2019. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menulis wawangsalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis wawangsalan sebelum dan sesudah menggunakan model brain writing, meningkat, serta mendeskripsikan perbedaan antara kemampuan menulis wawangsalan sebelum dan sesudah menggunakan model brain writing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dengan menggunakan desain one group pretest and posttest ke 30 siswa di kelas VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung Tahun Ajaran 2018/2019. Teknik yang digunakan yaitu tehnik tes, sedangkan instrumennya berupa tes menulis wawangsalan. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan menulis wawangsalan siswa kelas VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung sebelum menggunakan model pangajaran brain writing rata-rata memperoleh nilai 43,2; (2) kemampuan menulis wawangsalan sesudah menggunakan model pembelajaran Brain Writing rata-rata memperoleh nilai 76; (3) ada peningkatan kemampuan menulis wawangsalan sesudah menggunakan model brain writing yaitu dari 43,2 menjadi 76, utamanya dalam aspek hubungan isi dan judul wangsal; (4) ada perbedaan antara kemampuan menulis wawangsalan sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran brain writing. Berdasarkan hasil uji statistik nilai signifikansi (Sig.2-tailed) yaitu (0,000 0,05) atau kurang dari 0,05. Dengan demikian, H1 ditarima serta H0 ditolak. Artinya, ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis wawangsalan sebelum dan sesudah menggunakan model brain writing. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran brain writing dapat meningkatkan kemampuan menulis wawangsalan siswa kelas VIII-G SMP Pasundan 4 Bandung Tahun Ajaran 2018/2019