cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih Karya Tini Kartini Dewi, Gita Kurnia; Ruhaliah, Ruhaliah; Isnendes, Retty
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21359

Abstract

The background of the research is the personality conflict of the main characters in the short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih. The theory used in this study is Todorov's structural theory and Jacques Lacan's literary psychological theory. This research aimed to analyze and describe: 1) the structure the short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih, 2) the personality aspects of the main characters in the short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih, and 3) factors that influence the personality of the main character. The method used in this research is descriptive analysis method. The data source of this research is a short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih by Tini Kartini. Data collection techniques using a literature study technique. The techniques in processing data are using direct analysis techniques. The instruments in this research use table instruments and data analysis cards. The results of the research are, first, the structure of the story in the short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih made completely, it is formed by the whole syntactic and semantic aspects, and the story illustrates the imagination that is strengthened by consciousness in the history of the community and life. Second, the personality aspects of the main character can be clearly analyzed based on the results of their (real) needs, their deficiencies (which are imaginary), and their desires (which are symbolic). Third, the personality of the main character can be analyzed because of the factors that influence the personality of the main character consisting of internal factors and external factors. In conclusion, the short story collection of Jurig Paséa jeung Nyi Karsih has the personality aspect of the main character in the presence of the psychiatric element of the main character and the factors that influence the personality of the main character's personality.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik kepribadian para tokoh utama dalam kumpulan cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktural Todorov dan teori psikologi sastra Jacques Lacan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1) struktur kumpulan cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih, 2) aspek kepribadian para tokoh utama dalam kumpulan cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih, dan 3) faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih karya Tini Kartini. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik studi pustaka. Teknik dalam mengolah data yaitu menggunakan teknik analisis secara langsung. Adapun instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrumen tabel dan kartu data analisis. Hasil penelitiannya yaitu, pertama, struktur cerita dalam kumpulan cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih dibuat dengan lengkap, artinya dibentuk oleh aspek sintaksis dan semantik yang menyeluruh, serta ceritanya menggambarkan imajinasi yang dikuatkan oleh kesadaran dalam sejarah masarakat dan kehidupan dahulu. Kedua, aspek kepribadian tokoh utama bisa dianalisis dengan jelas berdasarkan hasil kebutuhannya (yang nyata), kekurangannya (yang imajiner), dan hasrat keinginannya (yang simbolik). Ketiga, kepribadian tokoh utama bisa dianalisis karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kepada kepribadian tokoh utama yang terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Kesimpulannya, kumpulan carpon Jurig Paséa jeung Nyi Karsih mempunyai aspek kepribadian tokoh utama dengan adanya unsur kejiwaan tokoh utama dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejiwaan pada kepribadian tokoh utama.
Pengenalan Bahasa Bali menggunakan Media Gambar pada Anak Usia Dini Wirani, Ida Ayu Sukma; Paramarta, I Ketut; Rai, Ida Bagus; Paryatna, Ida Bagus Made Ludy
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21333

Abstract

From the results of preliminary observations made at the Banjar Kindergarten, found problems regarding learning of the Balinese language at the Banjar Kindergarten and the availability of instructional media in class, to support the learning process is less supportive. One of the solutions offered is to conduct Balinese language learning training with drawing media at PAUD Teachers in Banjar Kindergarten. Based on the training that has been carried out, it can be concluded that the implementation of Balinese language learning training with drawing media for PAUD teachers in Banjar Kindergarten is going well and smoothly and has achieved the targets set previously. In addition, the teacher's response to the implementation of Balinese language learning training with drawing media on the teachers was very good, namely the teachers were very enthusiastic because they were seen to be very helpful in supporting Balinese language learning in PAUD. AbstrakDari hasil observasi awal yang di lakukan di TK Negeri Banjar, ditemukan permasalahan mengenai pembelajaran bahasa Bali di TK negeri Banjar dan ketersediaan media pelajaran di kelas, untuk mendukung proses pembelajaran kurang mendukung. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan pelatihan pembelajaran bahasa Bali dengan media gambar Pada Guru-Guru PAUD di TK Negeri Banjar. Berdasarkan pada pelatihan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan pembelajaran bahasa Bali dengan media gambar pada guru-guru PAUD di TK Negeri Banjar berjalan dengan baik dan lancar serta telah mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, respon guru-guru terhadap pelaksanaan pelatihan pembelajaran bahasa Bali dengan media gambar pada guru-guru sangat baik, yaitu guru-guru sangat antusias karena dipandang sangat membantu dalam menunjang pembelajaran bahasa Bali di PAUD.
Metode Image Streaming dalam Pembelajaran Menulis Sajak Rusmana, Renaldi; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21360

Abstract

Over time, students consider learning Sundanese in school increasingly difficult, especially in writing poetry learning material. The purpose of this study was to describe students poetry writing abilities before and after using the Image streaming method and the difference in students poetry writing abilities before and after using the Image Streaming method. This study uses a quantitative approach, the method used is quasi-experiment with one group pre-test and post-test research design, and the technique used is poetry writing ability test. The data source of this research is the ability to write poetry of class VII-E students at SMP 2 Lembang in the 2018-2019 school year, with 34 students. The results of this study show that: (1) the ability of students to write poetry before using the Image Streaming method with an average value of 57.56; (2) the ability of students to write poetry after using the Image Streaming method with an average value of 72.88; (3) differences in students poetry writing ability before and after using the Image Streaming method with an average initial ability score of 57.56, final ability of 72.88, then the average value of students poetry writing ability has increased by 15.32. Hypothesis test results show a significance value = 0,000. Based on the results of hypothesis testing, the value of Sig. 0,000 is smaller than 0.05, meaning H1 is accepted and H0 is rejected. Therefore, it can be concluded that the use of the Image Streaming method can improve the poetry writing ability of VII-E class students at SMPN 2 Lembang in the 2018-2019 school year. AbstrakSeiring berjalannya waktu, siswa menganggap pembelajaran bahasa Sunda di sekolah semakin sulit, khususnya dalam materi pembelajaran menulis sajak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis sajak siswa sebelum dan setelah menggunakan metode Image Streaming dan perbedaan kemampuan menulis sajak siswa sebelum dan setelah menggunakan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode kuasi eksperimen disertai desain one group pre-test and post-test. Teknik yang digunakan adalah teknik tes dengan menggunakan soal tes kemampuan menulis sajak pada siswa kelas VII-E di SMP Negeri 2 Lembang pada tahun ajaran 2018/2019. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) kemampuan menulis sajak siswa sebelum menggunakan metode Image Streaming dengan rata-rata nilai 57,56; (2) kemampuan menulis sajak siswa setelah menggunakan metode Image Streaming dengan rata-rata nilai 72,88; (3) perbedaan kemampuan menulis sajak siswa sebelum dan setelah menggunakan metode Image Streaming dengan rata-rata nilai kemampuan awal 57,56, kemampuan akhir 72,88, maka rata-rata nilai kemampuan menulis sajak siswa mengalami peningkatan sebesar 15,32. Hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikansi = 0,000. Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai Sig. 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Image Streaming dapat meningkatkan kemampuan menulis sajak siswa kelas VII-E di SMP Negeri 2 Lembang taun ajaran 2018-2019.
Memori Traumatis dalam Novel Jawa Kadang Suriname Sanak Merapi Karya Fuji Riang Prastowo: Kajian Postmemory Ernawati, Yunita
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25201

Abstract

This study examines the process of transmitting traumatic memory in a novel Kadang Suriname Sanak Merapi by Fuji Riang Prastowo. Through analysis of traumatic transmission it will be known how the formation of a structured transmission. The purpose of this study is to dismantle the structure of transmission through the process of traumatic transmission from the first generation to the next generation. This research uses Postmemory Theory by Marianne Hirsch. The analytical method in this study uses descriptive qualitative analysis. The results of this study are: 1) there are two transmissions that make up the novel, namely the familial transmission of grandmothers and parents so that it leads to affiliative transmission obtained from the office, 2) the Indonesian and Dutch governments experienced hypermasculinization. While Indies and exiles are Infantilized, 3) cropping was done by dominating the story of Indies and exiles as an effort to reconstruct memory. AbstrakPenelitian ini mengkaji proses transmisi memori traumatis dalam novel Kadang Suriname Sanak Merapi karya Fuji Riang Prastowo. Melalui analisis transmisi traumatis maka akan diketahui bagaimana pembentukan tramsmisi yang terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah membongkar struktur transmisi melalui proses transmisi traumatis dari generasi pertama ke generasi selanjutnya. Penelitian ini menggunakan teori Postmemory yang dipelopori oleh Marianne Hirsch. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yakni: 1) ada dua transmisi yang membentuk novel, yaitu transmisi familial dari nenek dan orangtua sehingga hal itu mengantarkan kepada transmisi afiliatif yang diperoleh dari kantor; 2) pemerintah Indonesia dan Belanda mengalami Hypermaskulinized. Sedangkan Indies dan orang-orang buangan mengalami Infantilized; 3) cropping dilakukan dengan mendominasikan cerita Indies dan orang buangan sebagai upaya rekonstruksi memori.
Sikap Bahasa Penyiar AKTV Terhadap Bahasa Sunda Fitri, Eneng Nuraeni; Haerudin, Dingding; Solehudin, Oleh
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25192

Abstract

”Basa téh cicirén bangsa, leungit basana ilang bangsana”. This proverb explains that language is the national identity if the language is lost the people will also disappear. The function of the language itself is a tool for communication. In line with that, the Sundanese people should maintain their language. As has been done by AKTV which provides programming in Sundanese. Efforts to maintain language are closely related to language attitudes. This research is motivated by the importance of Sundanese language skills in the broadcaster AKTV. This study aims to find out how the attitude of AKTV announcer language towards Sundanese and what factors influence it. To achieve this, a qualitative descriptive method is used. The technique used is observation and questionnaire techniques. Data sources were obtained from the broadcaster AKTV. The instruments used include recording equipment, cameras, and questionnaire guidelines. Where the data from this study will be described using the theories of Garvin and Mathiot. The results of this study are 1) the language loyalty of broadcasters AKTV towards Sundanese is 81.1%; 2) the pride of the language announcer AKTV to Sundanese is 59.1%; 3) awareness of the language norms of AKTV announcers towards Sundanese is 61.1%, and; 4) factors that influence the attitude of AKTV broadcasters' language. Thus it can be concluded that the broadcaster AKTV has a positive language attitude towards Sundanese. AbstrakBasa  téh  cicirén  bangsa, leungit basana ilang bangsana. Peribahasa tersebut menjelaskan bahwa bahasa adalah jati diri bangsa, jika hilang bahasanya hilang juga bangsanya. Fungsi dari bahasa sendiri adalah alat untuk komunikasi. Sejalan dengan hal itu, sudah seharusnya masyarakat Sunda mempertahankan bahasanya. Seperti  yang  telah  dilakukan  oleh  AKTV  yang  menyediakan  program  acara dengan pengantar bahasa Sunda. Upaya mempertahankan bahasa erat kaitannya dengan sikap bahasa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berbahasa Sunda pada penyiar AKTV. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap bahasa penyiar AKTV terhadap bahasa Sunda dan faktor apa saja yang memepengaruhinya. Untuk mencapai hal itu, digunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi dan angket. Sumber data diperoleh dari penyiar AKTV. Instrumen yang digunakan meliputi alat rekam, kamera, dan pedoman angket. Data penelitian ini dideskripsikan menggunakan  teori  Garvin  dan  Mathiot.  Hasil  dari  penelitian  ini  yaitu  1) kesetiaan berbahasa penyiar AKTV terhadap bahasa Sunda sejumlah 81.1%; 2) kebanggaan berbahasa penyiar AKTV terhadap bahasa Sunda sejumlah 59.1%; 3) kesadaran  norma  berbahasa  penyiar  AKTV  terhadap  bahasa  Sunda  sejumlah 61.1%; dan 4) faktor yang mempengaruhi sikap bahasa penyiar AKTV. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyiar AKTV memiliki sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Sunda.
Sajak Sunda Periode 1949-1962 (Kajian Struktural dan Sosiologi Sastra) Abidin, Zaenal; Koswara, Dedi
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25202

Abstract

Sundanese poetry of the period 1949-1962 was influenced by social events at that time, often the problems conveyed in poetry were irony, open, open, serious, satirical, and sentimental. Therefore, the aim of the research is to describe (1) the tone of the author, and (2) the fact of humanity that is reflected in his poems. This research is a qualitative research using analytic descriptive method. The technique of collecting data uses the study of documentation and contemporary author interviews. Poetry data was chosen 25 poems from 40 poems collected based on the year of publication, theme, and the poetry of the poem. The results of the study are based on the themes of the 1949-1962 Period poetry, namely (1) love for the motherland, (2) love for fellow human beings, (3) humanity, (4) mobs, (5) philosophical reflections, and (6) death. The tone analyzed in poetry includes formal attitudes in 11 poems, intimate attitudes in 11 poems, and arrogant attitudes in 3 poems. The conclusion of this study is the Sunda poem Period 1949-1962 raised about (1) love in the land of water / land Sunda, (2) love for fellow human beings, (3) humanity, philosophical contemplation, (3) hordes, (5) philosophical reflections, and (6) death. AbstrakSajak Sunda periode 1949-1962 dipengaruhi oleh kejadian sosial pada masa itu, seringkali masalah yang disampaikan dalam sajak yaitu ironi, terbuka, terbuka, serius, satir, dan sentimental. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan (1) tone/nada pengarang, dan (2) fakta kemanusiaan yang tergambar dalam sajak-sajaknya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analitik. Teknik mengumpulkan data menggunakan studi dokumentasi dan wawancara pengarang sezaman. Data sajak dipilih 25 sajak dari 40 sajak yang dikumpulkan berdasarkan pada tahun terbit, tema, dan titimangsa sajak. Hasil penelitian berdasarkan tema sajak Periode 1949-1962 yaitu (1) cinta tanah air, (2) cinta sesama manusa, (3) kemanusiaan, (4) gerombolan, (5) renungan falsafah, dan (6) kematian. Tone/nada yang dianalisis dalam sajak mecakup dalam sikap formal dalam 11 sajak, sikap intim dalam 11 sajak, dan sikap angkuh dalam 3 sajak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sajak Sunda Periode 1949-1962 mengangkat tentang (1) rasa cinta pada tanh air/tanah Sunda, (2) rasa cinta pada sesama manusia, (3) kemanusiaan, renungan falsafah, (3) Gerombolan, (5) renungan falsafah, dan (6) kematian.
Pengalaman Fenomenologis Pertunjukan Reog Ponorogo dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter Sriana, Fina Yuni; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25193

Abstract

This study discusses the relevance of character education through traditional arts in Indonesia, in this case, Reog in Ponorogo Regency. Furthermore, this research also explores character education through the phenomenology of the body and the transformation of experience into character education that occurs when individuals appreciate the performance of Reog Ponorogo. This research method uses naturalistic qualitative, with a phenomenological approach to the Reog Ponorogo phenomenon and its relationship to character education. The limitations of this research are asphalt in this study are Ponorogo Regency, temporal limits in July-December 2019, and the content limit lies in the aspect of aesthetic experience and transformation that occurs in its relevance to character education. Data obtained from observations, interviews, and subsequent documentation studies were analyzed descriptively about the history of Reog Ponorogo, its performances, experiences, and its relevance to character education. The results show that the phenomenological experience of the Reog Ponorogo show has relevance to character education and cultural education through education which plays a major role in cultural transmission. The education of local wisdom nationalism can also be well explained by the Reog Ponorogo show through the metaphors in the show as a symbol of aspects that will be explained to the public. There is character education in the Reog Ponorogo performance which creates an atmosphere of the transformation of cultural arts and culture towards character education by developing an environment in which cultural approaches are highly considered and prepared with cultural skills and practices as supporting the learning media of the younger generation. AbstrakPenelitian ini membahas tentang relevansi pendidikan karakter melalui seni tradisi di Indonesia, dalam hal ini adalah Reog di Kabupaten Ponorogo. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengeksplorasi pendidikan karakter melalui fenomenologi penubuhan dan transformasi pengalaman ke dalam pendidikan karakter yang terjadi ketika individu mengapresiasi pertunjukan Reog Ponorogo. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif naturalistik, dengan pendekatan fenomenologis terhadap fenomena Reog Ponorogo dan keterkaitannya dengan pendidikan karakter. Batasan penelitian ini aspasial dalam penelitian ini adalah Kabupaten Ponorogo; batasan temporal pada bulan Juli-Desember 2019; dan batasan isi terletak pada aspek pengalaman estetik dan transformasi yang terjadi dalam relevansinya terhadap pendidikan karakter. Data yang didapatkan dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi selanjutnya dianalisis secara deskriptif tentang kesejarahan Reog Ponorogo, pertunjukannya, pengalaman-pengalaman, dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman fenomenologis atas pertunjukan Reog Ponorogo memiliki relevansi terhadap pendidikan karakter dan pendidikan budaya melalui pendidikan yang memainkan peran utama dalam transmisi budaya. Pendidikan nasionalisme kearifan lokal juga dapat dijelaskan dengan baik oleh pertunjukan Reog Ponorogo melalui metafor-metafor dalam pertunjukannya sebagai simbol aspek yang akan dijelaskan kepada masyarakat. Terdapat pendidikan karakter di dalam pertunjukan Reog Ponorogo yang menciptakan suasana transformasi seni budaya menuju pendidikan karakter dengan mengembangkan lingkungan di mana pendekatan budaya sangat dipertimbangkan dan dipersiapkan dengan keterampilan serta praktik budaya sebagai pendukung media belajar generasi muda.
Konflik Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Budak Teuneung Karya Samsoedi Alamsyah, Zulfikar; Kosasih, Dede
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25203

Abstract

This research is based on psychological conflict experienced by children when experiencing fatherless. This case is reflected in a children's literary work with the title Budak Teuneung by Samsoedi. The purpose of this study is to describe the facts of the story, the characteristics of the main character, and the forms of psychological conflict that occur in children who experience fatherless and its causes and consequences. The method in this study is a descriptive method of reading and note-taking techniques to describe the facts of the story, the character of the main character, the psychological conflict of the main character, and their causes and consequences. The results of this study include three things, the first is the facts of the story and theme. The facts of the story include the characters, plot, and setting. The theme of this novel is orphans who have the courage to uphold the truth. The protagonist in this novel is Warji, while the main antagonist is Utun. The plot in this novel is a forward plot with 23 place settings, 7 time settings, and 5 socio-cultural backgrounds. Second, the main character of this novel is included in the character of the formal operational stage children with 11 characteristics. Third, psychological conflicts experienced by the main characters are four kinds, one of  the most dominant is approach-avoidance conflict with eight causative factors and six effects experienced. In conclusion, the facts of the story in this novel are mutually sustainable. The main character in this novel is at the formal operational stage. Then, aproach-avoidance conflict is more dominant experienced by the main character after experiencing fatherless. This indicates that the fatherless effect does not have much effect on Warji because he still has a mother figure who always educates and helps him. AbstrakPenelitian ini didasari oleh konflik psikologis yang dialami anak yang ditinggalkan ayahnya (yatim). Kasus ini tercermin dalam sebuah karya sastra anak dengan judul Budak Teuneung karya Samsoedi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fakta cerita, karakteristik tokoh utama, dan bentuk konflik psikologis yang terjadi pada anak yatim beserta sebab dan akibatnya. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik membaca dan mencatat untuk mendeskripsikan fakta cerita, karakter tokoh utama, konflik psikologis tokoh utama, beserta sebab dan akibatnya. Hasil dari penelitian ini meliputi tiga hal, yang pertama adalah  fakta cerita dan tema. Fakta cerita tersebut meliputi tokoh, alur, dan latar. Tema novel ini adalah anak yatim yang memiliki keberanian untuk menegakkan kebenaran. Tokoh protagonis dalam novel ini yaitu Warji, sedangkan tokoh antagonis utamanya adalah Utun. Alur dalam novel ini adalah alur maju dengan 23 latar tempat, 7 latar waktu, dan 5 latar sosial budaya. Kedua, tokoh utama novel ini termasuk kedalam karakter anak tahapan oprasional formal dengan 11 karakteristik. Ketiga, konflik psikologis yang dialami tokoh utama terdpat empat macam, salah satu yang paling dominan adalah approach-avoidance conflict dengan delapan faktor penyebab dan enam akibat yang dialami. Kesimpulannya, fakta cerita dalam novel ini saling berkesinambungan. Tokoh utama dalam novel ini berada pada tahapan oprasional formal. Lalu, konflik aproach-avoidance lebih dominan dialami oleh tokoh utama setelah ditinggalkan ayahnya. Hal ini menandakan bahwa efek kehilangan sosok ayah tidak begitu banyak berpengaruh terhadap Warji karena ia masih memiliki sosok ibu yang selalu mendidik juga membantunya.
Frasa Eksosentrik dalam Novel Kembang Kembang Petingan Karya Holisoh M.E Maryanika, Leni; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25198

Abstract

The research aims to analyze and describe exocentric phrase that include the form, stucture, and semantics (the relation between grammatical elements) that contained in the novel Kembang Kembang Petingan by Holisoh M.E. In this study used descriptive method with a qualitative approach. Technique used in collecting data is a literature study. The data analysis technique used in this study is direct elemental analysis techniques. The data source used in this study is Novel Kembang Kembang Petingan by Holisoh M.E. The results of this research have 1133 phrase with 1658 frekuesi and describe three things, (1) exocentric phrase divided into two types of phrase, direktif phrase and relative phrase, (2) stucture of exocentric phrase have four general stucture and eleven substucture, and (3) semantics (the  relation between grammatical elements) have twelve relation gramatical of direktif phrase and two relation gramatical of relative phrase in the Kembang novel Kembang Petingan by Holisoh ME. Based on research can be concluded phrase exocentric in Kembang Kembang Petingan novel by Holisoh M.E can be examined in aspects form, stucture, and relation grammatical elements. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan frasa eksosentrik yang meliputi bentuk, struktur, dan semantik (hubungan antarunsur gramatikal) yang terdapat dalam novel Kembang Kembang Petingan karya Holisoh M.E. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tehnik studi pustaka, dan teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis unsur langsung. Sumber data yang digunakan adalah novel Kembang Kembang Petingan karya Holisoh M.E. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 1133 frasa eksosentrik dengan frekuensi 1658 kali, lalu mendeskripsikan tiga hal yaitu (1) bentuk frasa eksosentik yang terdiri atas data 2 jenis frasa yaitu frasa direktif dan relatif, (2) struktur frasa eksosentrik yang memiliki 4 pola utama dan 11 subpola, dan (3) semantik (hubungan makna antarunsur gramatikal) yang terdiri atas 12 hubungan makna antarunsur gramatikal frasa direktif dan 2 hubungan makna antarunsur gramatikal frasa relatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frasa eksosentrik mempunyai bentuk, struktur, dan hubungan gramatikal antarunsurnya yang berkaitan dengan kajian struktur dan semantik.
Model Explicit Intruction dalam Materi Kawih Sunda Nadia, Cica Zahra; Rahman, Rahman
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25161

Abstract

This research is motivated by the lack of students' abilities in Sundanese. The purpose of this study is to describe the ability of ngawih before and after using the Explicit Intruction model, whether or not increasing after using the Explicit Intruction model, as well as describing the difference between the ngawih ability before and after using the Explicit Intruction model. The method used in this study is a quasi-experimental method, to students of class XI KPU-2 SMK Negeri 12 Bandung by using a pre-test and post-test design. Based on the results of research conducted, the average before using the Explicit Intruction model is (30.14) which proves that students are not capable of being incompetent, while the average after using the Explicit Intruction model is (75.88) which proves students are capable of being incompetent. Based on the statistical test results the significance value (Sig.2-tailed) is (0,000 0.5) or less than 0.5. Thus, H1 is accepted and H0 is rejected. This means that there is a significant difference between the ability to appear before and after using the Explicit Instruction model. This shows that the Explicit Intruction learning model can improve the Sundanese ngawih ability of class XI KPU-2 students of SMK Negeri 12 Bandung in Academic Year 2018/2019. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam ngawih Sunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan ngawih sebelum dan setelah menggunakan model Explicit Intruction, meningkat atau tidaknya setelah menggunakan model Explicit Intruction, serta mendeskripsikan perbedaan antara kemampuan ngawih sebelum dan setelah menggunakan model Explicit Intruction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen, kepada siswa kelas XI KPU-2 SMK Negeri 12 Bandung dengan menggunakan desain pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, rata –rata sebelum menggunakan model Explicit Intruction adalah (30,14) yang membuktikan bahwa siswa belum mampu ngawih, sedangkan rata-rata setelah menggunakan model Explicit Intruction adalah (75,88) yang membuktikan siswa mampu ngawih. Berdasarkan hasil uji statistika nilai signifikansi (Sig.2-tailed) yaitu (0,0000,5) atau kurang dari 0,5. Dengan demikian, H1 diterima serta H0 ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan anatar kemampuan ngawih sebelum dan setelah menggunakan model Explicit Intruction. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran Explicit Intruction dapat meningkatkan kemampuan ngawih Sunda siswa kelas XI KPU-2 SMK Negeri 12 Bandung Tahun Ajaran 2018/2019.