cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Relevansi Isi Buku Teks Bahasa Sunda dengan Kurikulum Tingkat Daerah Muatan Lokal 2013 Revisi 2017 Alawiyah, Hana Rabiatul; Haerudin, Dingding; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34137

Abstract

Abstrak: Latar belakang dari penelitian ini yaitu penemuan peneliti terhadap masih adanya ketidaksesuaian isi antara buku teks dan kurikulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan relevansi isi buku teks Rancage Diajar Basa Sunda (RDBS) tingkat SMA/SMK/MA/MAK dengan KIKD, yang terdiri dari relevansi pokok bahasan, struktur materi, dan kedalaman materi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik ceklis. Sumber data dari penelitian ini adalah buku teks RDBS tingkat SMA/SMK/MA/MAK dengan 22 bab; kelas sepuluh 8 bab, kelas sebelas 8 bab, dan kelas dua belas 6 bab. Hasil dari penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: pertama, pokok bahasan di semua kelas pada umumnya relevan dan termasuk dalam kategori baik, untuk kelas sepuluh 87.5%, kelas sebelas 96.9%, dan kelas dua belas 95.8%. Kedua, struktur materi di semua kelas masuk dalam kategori cukup, yaitu kelas sepuluh 75%, kelas sebelas 71.8%, dan kelas dua belas 62.5%. Ketiga, kedalaman materi di kelas sepuluh dan sebelas masuk dalam kategori cukup, yaitu masing-masing 68.75%, dan di kelas dua belas masuk dalam kategori kurang 58.3%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa relevansi isi buku teks RDBS tingkat SMA/SMK/MA/MAK berkenaan dengan pokok bahasan masuk kategori sangat baik (93.1%), struktur materi masuk kategori cukup (70.5%), dan kedalaman materi masuk kategori cukup (65.9%).Kata Kunci: buku teks, KIKD, RDBS, relevansi isi Abstract: The background of this study is the researcher's discovery of the discrepancy between the content of the textbook and the curriculum. The purpose of this study is to analyze and describe the relevance of Rancage Diajar Basa Sunda (RDBS) textbooks at the senior high school level with KIKD, which consists of the relevance of the subject, the structure of the material, and the depth of the material. The method used for this research is descriptive qualitative method using checklist techniques. The data source of this research is the RDBS textbook for senior high school with 22 chapters; tenth grade 8 chapters, class eleven 8 chapters, and class twelve 6 chapters. The results of this study describe; first, the relevance of the subject matter in all classes, included in the very good category, with percentages in tenth grade 87.5%, eleventh grade 96.9%, and twelfth grade 95.8%. Second, the structure of the material in all classes falls into the sufficient category, with percentages in class ten 75%, class eleven 71.8%, and class twelve 62.5%. Third, the depth of material in grades ten and eleven falls into the sufficient category, with the same percentage of 68.75%, and in the twelfth grade included in the less category, with a percentage of 58.3%. Based on the results of the study, it can be concluded that the relevance of the content of RDBS textbooks at the senior high school level in terms of the relevance of the subject is in the very good category, with a percentage of 93.1%, in the material structure is in the sufficient category, with a percentage of 70.5%, and in the depth of material enough category, with a percentage of 65.9%.Keywords: textbooks, KIKD, RDBS, content relevance
Tradisi Hajat Sasih Mulud di Kampung Naga Untuk Bahan Pembalajaran Membaca Artikel: Kajian Semiotik Astuti, Aisah; Ruhaliah, Ruhaliah; Kosasih, Dede
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29143

Abstract

Metafora Konseptual dalam Rubrik Unak-Anik Kahirupan Majalah Online Manglé : Analisis Semantik Kognitif Aulia, Zakia Nurfitri; Nur, Tajudin
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.25251

Abstract

This study aims to reveal the types of conceptual metaphors, conceptual meanings, and image scheme at unak anik kahirupan writing in Manglé electronic magazine.This type of research includes qualitative research that is descriptive analysis.  A cognitive semantic conceptual study of Lakoff and Johnson (1980) supported by Cruse Croft (2004) are used to describe and analyze the data. This study used descriptive method in which the data source were got from unak anik kahirupan writing in Manglé electronic magazine in the February 2020 edition. The result show that there are twelve (12) data which classified based on type of metaphors. First, there are four (4) data of struktural  metaphors with various conceptual meanings, such as pioneer, supporter, education stage, and specialist. Second, there are four (4) data of orientational metaphors with various conceptual meanings, such as influence, feeling, and enhancement. The last, there are four (4) data of ontological metaphors with various conceptual meanings, such as relation, teaser, process, and defense. Furthermore, that data has six (6) type of  image scheme, such as identity (matching), excistence (process),unity (link), force (restraint, attraction, counter force), container  (content),  and Space (up-down).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis metafora konseptual, makna konseptual, dan skema citra dalam penulisan unak-anik kahirupan majalah online manglé. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang bersifat analisis deskriptif. Metode deskriptif dan kajian konseptual semantik kognitif Lakoff Johnson (2003) dan Cruse Croft (2004)) yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang bersumber dari data tulisan di dalam majalah online manglé edisi bulan Februari tahun 2020. Hasil analisis ditemukan terdapat dua belas (12) data yang diklasifikasikan berdasarkan jenis metafora. Pertama, terdapat empat (4) buah data metafora struktural dengan makna konseptual kader, penyemangat, jenjang pendidikan, dan ahli; Kedua, terdapat empat (4)  buah data metafora orientasional dengan makna konseptual pengaruh, perasaan, dan proses; dan terakhir, terdapat empat (4) buah data metafora ontologis dengan makna konseptual hubungan, pemikat, proses, dan pertahanan. Data tersebut pun memiliki enam (6) buah jenis skema citra, yaitu identitas ‘identity’ (matching), eksistensi ‘excistence’ (process), kesatuan ‘unity’(link), kekuatan ‘force’ (restraint, attraction, counter force), wadah ‘container’ (content), Ruang ‘Space’ (up-down).
Nilai Moral dalam Novel Si Bohim jeung Tukang Sulap Karangan Samsoedi Untuk Bahan Pembelajaran Membaca Novel Haryanti, Haryanti; Permana, Ruswendi; Hendrayana, Dian
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34139

Abstract

Makna dan Fungsi Pamali Seputar Makanan bagi Masyarakat Kabupaten Sumedang Rismaya, Rima; Machdalena, Susi
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.30164

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi pamali yang merupakan salah satu bentuk tabu yang masih digunakan sebagai aturan kehidupan tidak tertulis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka dan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah pamali seputar makanan yang berlaku bagi masyarakat Kabupaten Sumedang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data lapangan tema budaya dengan model Spradley. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pamali seputar makanan bagi masyarakat Kabupaten Sumedang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pamali untuk anak, pamali untuk perempuan, dan pamali untuk umum. Sayangnya, kalangan anak muda sudah mulai jarang mempercayai dan menerapkan pamali-pamali ini dalam kehidupan sehari-hari karena dianggap kurang masuk akal dan hanya bualan orang tua zaman dahulu.Kata Kunci: aturan; etnolinguistik; masyarakat; pamali. Abstract: This research is an ethnolinguistic research which aims to describe the meaning and function of pamali as a form of taboo which is still used as an unwritten rule of life for the people of Sumedang district, West Java province . This research uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques, namely literature study and interviews. The data source of this research is pamali about food that applies to the people of Sumedang district. The data analysis technique in this study used field data analysis techniques with cultural themes used Spradley model. Based on the research that has been done, pamali about food for the people of Sumedang district is divided into three types, namely pamali for children, pamali for women, and pamali for the public. Unfortunately, young people have started to rarely believe in and apply this pamalis in their daily lives because it is considered as unreasonable thing and is just a boasting of ancient parents.Keywords: ethnolinguistics; pamali; rules; society.
Meningkatkan Keterampilan Mendongeng Menggunakan Media Pop-Up Book Ilahi, Triani Endah Nur; Kuswari, Usep; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29144

Abstract

Posisi Liminal Batik Tulis Tenun Gedog Sanggar Sekar Ayu Wilujeng dalam Glokalisasi Agustin, Iffah Ainul Fajariyah; Abdillah, Autar; Lodra, I Nyoman
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.28005

Abstract

This study aims to discuss the liminality of Gedog woven batik in its position as a product of Indonesian art and culture in glocalization. This research begins by discussing the historiography of batik and the problems of batik in global cultural treasures, the identification of the batik motifs of the Gedog woven at Sanggar Sekar Ayu Wilujeng, and conservation efforts undertaken in the global arena, in terms of glocalization. This study used a qualitative descriptive analytic study, which was conducted at Sanggar Sekar Ayu Wilujeng, Tuban Regency, East Java. Primary data of the study were obtained by direct observation at Sanggar Sekar Ayu Wilujeng and documentation study related to the woven batik Gedog. Furthermore, data analysis was carried out by looking at historiography, development of form, meaning, and philosophy, development of its use or functionalias, and the liminal position of gedog woven batik in glocalization. The results showed that the liminal position of Gedog woven batik at Sanggar Sekar Ayu Wilujeng placed it in a strategic position in the global arena as an effort to preserve and preserve Indonesia's cultural assets. Batik motifs, conceptualization, manufacture, and use of hand-woven batik gedog are still preserved by their sacredness and initial philosophy until now. This is because the hand-woven batik gedog embodies the people of Tuban Regency through its motives. Furthermore, the locality that is in the woven batik gedog is strengthened, and is reflected back to the global scene as glocalization. The reflection process is an institutional isomorphism mechanism for the handmade batik of Sanggar Sekar Ayu Wilujeng as a cultural product, and as an effort to preserve cultural products.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas liminalitas batik tulis tenun gedog dalam posisioningnya sebagai produk seni budaya Indonesia dalam glokalisasi. Penelitian ini diawali dengan membahas historiografi batik dan permasalahan batik dalam khasanah kebudayaan global, identifikasi motif batik tulis tenun gedog Sanggar Sekar Ayu Wilujeng, dan upaya pelestarian yang dilakukan dalam kancah global, dalam istilah glokalisasi. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan penjabaran deskriptif analitik, yang dilakukan di Sanggar Sekar Ayu Wilujeng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada Januari 2019 hingga Januari 2020, terhitung mulai dari pengajuan rencana penelitian, hingga penulisan artikel terkait batik tulis tenun gedog. Data primer penelitian didapatkan dengan observasi secara langsung di Sanggar Sekar Ayu Wilujeng dan studi dokumentasi terkait batik tulis tenun gedog. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan melihat historiografi, perkembangan bentuk, makna, dan filosofi, perkembangan penggunaannya atau fungsionaliasnya, dan posisi liminal batik tulis tenun gedog dalam glokalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi liminal batik tulis tenun gedog Sanggar Sekar Ayu Wilujeng menempatkannya dalam posisi strategis dalam kancah global sebagai upaya pelestarian dan aset budaya Indonesia. Motif batik, konseptualisasi, pembuatan, dan pemanfaatan batik tulis tenun gedog masih terjaga kesakralan dan filosofi awalnya sampai saat ini. Hal ini dikarenakan batik tulis tenun gedog menubuh dengan masyarakat Kabupaten Tuban melalui motif-motifnya. Selanjutnya, lokalitas yang ada di dalam batik tulis tenun gedog diperkuat, dan dipantulkan kembali ke kancah global sebagai glokalisasi. Proses refleksi tersebut merupakan mekanisme isomorfisme institusional terhadap batik tulis tenun gedog Sanggar Sekar Ayu Wilujeng sebagai produk budaya, dan sebagai upaya pelestarian produk budaya.
Subaltern Pada Novel Jemini Karya Suparto Brata (Perspektif Gayatri Spivak) Andriyanto, Octo Dendy; Hardika, Meilita; Tjahjono, Tengsoe; Supratno, Haris
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34140

Abstract

Abstrak: Penelitian pada novel Jemini Karya Suparto Brata terfokus pada teori Subaltern perspektif Gayatri Spivak. Perempuan sebagai tokoh sentral dalam novel ini sangat erat dengan ketidakbebasan, perbudakan “munci”, dan penyiksaan. Tujuan penelitian ini adalah membahas posisi subaltern perempuan, pembalikan hirarki, dan bentuk perlawanan terhadap subaltern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terfokus konteks dan mengedepankan interpretasi serta kedalaman makna. Teori yang digunakan adalah Subaltern Gayatri Spivak dengan pendekatan poskolonial. Hasil penelitian ditemukan bagaimana kedudukan Subaltern dalam novel Jemini seperti yang digambarkan tokoh perempuan yang tinggal di Tangsi yang kesehariannya tidak bisa lepas dari perbudakan, pembatasan, serta penyiksaan. Perlawanan Subaltern menggunakan Feminisme Modern Behaviour ada otentisitas manusia atas hak yang dimiliki.  Sikap keingintahuan Jemini dalam segala hal sebagai bentuk kemajuan perempuan dalam menyikapi hidup. Kedewasaannya dalam bersikap menunjukkan kekukuhan sosok perempuan dalam menghadapi berbagai karakter orang dalam lingkungannya sehingga semakin menguatkan eksistensi feminis dari sosok Jemini.Kata Kunci: Jemini; perempuan; subaltern Abstract: Research in the novel Jemini by Suparto Brata focuses on the subaltern theory of the Gayatri Spivak perspective. Women as central figures in this novel are closely related to freedom, “lock-in” slavery, and torture. The purpose of this study is to discuss the position of women's subalterns, hierarchical reversals, and forms of resistance to subalterns. This study uses a context-focused qualitative method and emphasizes interpretation and depth of meaning. The theory used is the Gayatri Spivak Subaltern with a postcolonial approach. The results of the research found how the position of Subaltern in Jemini's novel as depicted by a female character who lives in Tangsi whose daily life cannot be separated from slavery, restriction, and torture. Subaltern resistance to using Modern Feminism Behavior is human authenticity of rights. Jemini's curiosity in everything is a form of women's progress in responding to life. Her maturity in acting shows the strength of the female figure in facing the various characters of the people in her environment, thereby strengthening Jemini's feminist existence.Keywords: Jemini; woman; subaltern
Verbalisasi Nomina dalam Bahasa Sasak Dialek Pujut: Kajian Ke Arah Tipologi Morfologis Mahendra, Dian
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.32343

Abstract

AbstractThis research is a qualitative descriptive study that aims to describe the verbalization of nouns in Bahasa Sasak dialek Pujut and their morphological typology based on the noun verbalization process. The data in this study are in the form of words, both basic and formations that are sourced from the spoken speech of speakers of Bahasa Sasak dialek Pujut. The data were collected using the observation method of tapping techniques with advanced techniques in the form of listening proficiently and recording techniques. The data were analyzed using the distribution method with the smallest element description technique and the two-by-two opposition technique. The results of the data analysis show that the verbalization of nouns in Bahasa Sasak dialek Pujut can be done through the affixation process. In this case, there are seven types of noun verbalization in Bahasa Sasak dialek Pujut, namely zero derivation + DN type, the {N-} + DN type, the {bə-} + DN type, the DN + {-an} type, the DN + {-in} type, the {tə-} + DN + {-an} type, and type {tə-} + DN + {-in} type. Furthermore, based on the noun verbalization process, Bahasa Sasak dialek Pujut can be grouped into an agglutinative type for several reasons, namely: 1) the inner word consists of one or more morphemes; 2) clear boundaries between morphemes; 3) word formation is done by derivation; and 4) word formation is done through the affixation process.Keywords: verbalization of nouns, Bahasa Sasak dialek Pujut, derivation, morphological typologyAbstrakPenelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut beserta tipologi morfologisnya berdasarkan proses verbalisasi nomina tersebut. Data dalam penelitian ini berbentuk satuan lingual berupa kata, baik dasar maupun bentukan yang bersumber dari tuturan lisan penutur bahasa Sasak dialek Pujut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak teknik sadap yang dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat serta rekam. Data dianalisis menggunakan metode distribusional teknik urai unsur terkecil dan oposisi dua-dua. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut dapat dilakukan melalui proses afiksasi. Dalam hal ini, ada tujuh tipe verbalisasi nomina dalam bahasa Sasak dialek Pujut, yaitu tipe derivasi zero + DN, tipe {N-} + DN, tipe {bə-} + DN, tipe DN +  {-an}, tipe DN + {-in}, tipe {tə-} + DN + {-an}, dan tipe {tə-} + DN + {-in}. Selanjutnya, berdasarkan proses verbalisasi nomina tersebut, bahasa Sasak dialek Pujut dapat dikelompokkan ke dalam bahasa yang bertipe aglutinatif dengan beberapa alasan, yaitu: 1) kata dalam tersebut terdiri dari satu morfem atau lebih; 2) batas antar morfem jelas; 3) pembentukan kata dilakukan secara derivasi; dan 4) pembentukan kata dilakukan melalui proses afiksasi.Kata Kunci: verbalisasi nomina, bahasa Sasak dialek Pujut, derivasi, tipologi morfologis
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Anak Guha Karang Legok Pari Karya Hidayat Susanto Koswara, Dedi; Permana, Ruswendi; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29145

Abstract