cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Aspek Sosial dalam Kumpulan Cerita Pendek Halis Pasir Karya Us Tiarsa Purnamasari, Indah
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74279

Abstract

Sebagian besar cerita yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Halis Pasir mengisahkan kehidupan sosial yang biasa terjadi di masyarakat. Kehidupan sosial cenderung erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial. Oleh karena itu, kumpulan cerita pendek ini perlu dikaji agar nilai-nilai sosial yang terdapat di dalamnya dapat terungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek sosial yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek Halis Pasir karya Us Tiarsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan langkah-langkah dimulai dari menentukan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data serta mendeskripsikan data. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerita pendek Halis Pasir karya Us Tiarsa. Data yang diperoleh berupa catatan hasil telaah studi pustaka. Hasilnya, dalam setiap cerita terdapat aspek sosial yang berbeda. Aspek sosial yang dianalisis dalam kumpulan cerita pendek ini dikelompokkan menjadi lima yaitu aspek sosial agama, aspek sosial pendidikan, aspek sosial ekonomi, aspek sosial politik, dan aspek sosial moral.
Penggunaan Metode Drill untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Bali Modern dengan Teknik Akrostik Siswa Kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja Rai Wibawa, Gede Putu
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.73748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) tata cara menggunakan metode drill dan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja, 2) mengetahui kemampuan menulis puisi Bali modern dengan menggunakan metode drill dan teknik akrostik siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja, dan 3) pendapat siswa tentang penggunaan metode drill dan teknik akrostik siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja. Hal ini berdasarkan pada kemampuan siswa yang belum memahami tata cara menulis puisi Bali modern. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja dan objek penelitiannya adalah pembelajaran dengan menggunakan metode drill serta teknik akrostik dalam menulis puisi Bali modern. Metode pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan kuisioner. Penelitian ini menghasilkan, (1) tata cara menggunakan metode drill dan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi Bali modern sudah sesuai dengan perencanaan pembelajaran, (2) metode drill dan teknik akrostik dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi Bali modern, terdapat peningkatan skor rata-rata siswa pada siklus I 71,73 dan siklus II 78,92, dan (3) siswa berpendapat tentang metode drill dan teknik akrostik pada siklus I skor pendapat siswa 20,65 yang berkategori baik, pada siklus II skor pendapat siswa 22,92 pada kategori sangat baik. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran interaktif, kreatif, dan konstruktif. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan, penggunaan metode drill dan teknik akrostik dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi Bali modern siswa kelas X MPLB A SMK Negeri 1 Singaraja telah berhasil.
Nilai Filosofis dalam Kesenian Calung Tarawangsa di Desa Parung, Kabupaten Tasikmalaya Sofyandini, Nenden
LOKABASA Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i2.64923

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat untuk menonton atau mengapresiasi kesenian tradisional khususnya calung tarawangsa. Hal ini disebabkan di antaranya oleh kurangnya pemahaman terhadap makna dan fungsi dari kesenian tersebut. Kajian ini ditujukan untuk mendeskripsikan keberadaan dan pelaksanaan kesenian calung tarawangsa dan nilai filsafat yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitis dengan pendekatan kualitiatif. Hasilnya  ditemukan bahwa calung tarawangsa merupakan kesenian tradisional dari Kampung Cigelap, Desa Parung, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya. Kesenian ini mengandung nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Hal ini terlihat dari seluruh aspek yang terdapat dalam kesenian tersebut, di antaranya dalam sesajian (sasajen), pakaian pangsi, kampret dan iket untuk laki-laki serta kebaya untuk perempuan atau juru kawih. Selain itu, juga dalam waditra seperti calung renteng, tarawangsa, kacapi dan suling, serta dalam lirik lagu yang dinyanyikan, di antaranya lagu salancar sebagai  lagu pembuka, lagu ayun, lagu manuk hejo, lagu cipinangan (ngaleuseuhan), dan kawih mulang sebagai lagu penutup.
Efektivitas Model Pendidikan Literasi Budaya pada Mata Pelajaran Bahasa Sunda di SMP Laboratorium Percontohan UPI Darajat, Danan; Damaianti, Vismaia Sabariah; Mulyati, Yeti
LOKABASA Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i2.59505

Abstract

Literasi budaya merupakan cara pandang seseorang dalam menyikapi segala sesuatu yang berkaitan dengan budaya, dari mulai bahasa hingga kesenian. Berbicara tentang literasi budaya, saat ini bukan lagi dikaitkan dengan membaca dan menulis persoalan budaya, tetapi lebih luas daripada itu. Sehingga dalam kaitannya dengan literasi budaya, peserta didik perlu mengenal hal-hal yang berkaitan dengan budaya, baik itu budaya tradisional maupun budaya modern. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dan deskriptif, pendekatan kuantitatif-kualitatif, dan teknik studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan resepsi belajar bahasa Sunda peserta didik sebelum dan setelah digunakannya model pendidikan literasi budaya. Dalam pelaksanaannya, percobaan model pendidikan literasi budaya ini dihubungkan dengan pembelajaran autentik, kolaboratif, dan konstruktivisme sosial dengan bantuan model pembelajaran project based learning pada materi Kaulinan Barudak di kelas VII SMP Laboratorium Percontohan UPI. Data penelitian diambil dari 23 peserta didik kelas VII-D. Hasilnya didapatkan, bahwa model pendidikan literasi budaya ini diterima peserta didik serta efektif dalam meningkatkan minat peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Sunda.
Nilai Moral dalam Naskah Drama “Kalangsu” karya Ayi G. Sasmita Fitriana, Meli
LOKABASA Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i2.74304

Abstract

Kajian ini membahas naskah drama “Kalangsu” karya Ayi G. Sasmita dengan pendekatan struktural dan nilai moral. Metode yang digunakan deskriptif analitis dengan teknik  pengumpulan data melalui studi pustaka. Pendekatan struktural yang dibahas meliputi: 1) tema, 2) fakta cerita, 3) sarana cerita, dan struktur formal dalam drama meliputi: 1) prolog, 2) dialog, 3) babak, 4) adegan, 5) kramagung, 6) solilokui, 7) aside, dan 8) épilog. Adapun nilai moral yang dianalisis berdasarkan pendapat Warnaen, dkk. meliputi 1) moral manusia terhadap Tuhan; 2) moral manusia terhadap dirinya; 3) moral manusia terhadap manusia; 4) moral manusia terhadap waktu; 5) moral manusia terhadap alam; dan 6) moral manusia dalam mencapai kepuasan lahir dan batinnya. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam naskah drama tersebut banyak terkandung nilai moral, baik yang buruk maupun nilai moral baik. Tentu saja pengarang memberikan amanat bahwa nilai moral baik harus diteladani dan moral yang buruk harus dijauhi.
Tahap Kesopanan dalam Kumpulan Cerita Pendek Nu Harayang Dihargaan karya Darpan Mulyani, Tintin
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.74089

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa dalam karya sastra seperti kumpulan cerpen Nu Harayang Dihargaan karya Darpan mengandung tahapan kesantunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tahapan kesantunan, maksim prinsip kesopanan, serta tuturan yang mematuhi dan melanggar maksim prinsip kesopanan dalam kumpulan cerita pendek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik studi pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Nu Harayang Dihargaan karya Darpan. Instrumen yang digunakan adalah kartu data digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis unsur langsung. Hasil penelitian menemukan adanya tahapan kesantunan dalam tuturan pada kumpulan cerpen tersebut. Selain itu, tuturan tersebut mengandung maksim prinsip kesopanan, baik yang mematuhi maupun yang melanggar prinsip kesopanan. Tahap kesantunan yang paling banyak digunakan adalah tahap bahasa loma (237 tuturan). Maksim prinsip kesopanan yang umumnya ditemui adalah maksim kedermawanan (149 tuturan) Tuturan yang mematuhi prinsip kesopanan ditemukan lebih banyak daripada tuturan yang melanggar prinsip kesopanan (244 tuturan).
Gotong Batak-Simalungun: Sebuah Kajian Semiotika Sosial Fahmi, Lisan Shidqi Zul; Saragih, Cristien Oktaviani; Sinulingga, Jekmen
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.69621

Abstract

Masyarakat Batak-Simalungun memiliki paheian (pakaian adat) yang berbeda dengan puak (sub-etnis) Batak lainnya. Salah satunya ialah gotong, yaitu penutup kepala pelengkap paheian bagi kaum pria. Gotong inilah yang menjadi objek penelitian dengan fokus kajian  pada bentuk, fungsi, makna, serta aturan penggunaannya. Penelitian ini bersifat kualitatif, yang hasilnya diuraikan secara deskriptif melalui perspektif semiotika Charles Sanders Pierce, yang membagi tiga unsur sistem tanda: tanda/representasi (sign), objek/referensi (object), dan makna/pemaknaan (interpretant). Teknik penelitian dilakukan melalui observasi serta studi dokumentasi, dengan data pendukung berupa hasil wawancara dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa gotong secara egaliter berbentuk tikkal, yaitu kerucut yang runcing di bagian depan, sebagai simbol kepemimpinan, kedewasaan, dan ketuhanan. Aksesoris pada gotong meliputi: (1) doramani yang memiliki variasi jumlah ganjil, dari tujuh, lima, tiga, hingga satu; (2) rantei gotong (sambolah pagar); (3) heper-heper; dan (4) rudang hapias. Masing-masing aksesoris merepresentasikan kedudukan, yang dapat dikenakan oleh keturunan harajaon (kerajaan), pejabat pemerintahan dan lembaga/organisasi, serta masyarakat di wilayah adat Batak-Simalungun pada acara-acara tertentu.
Makna Idiomatis dalam Peribahasa Sunda Perilaku (Kajian Semantik dan Etnolinguistik) Yusuf, Cecep Maulana
LOKABASA Vol 14, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i2.64879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, pengaruh bentuk terhadap makna, isi, serta unsur budaya dalam peribahasa Sunda perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan teknik studi dokumentasi dengan instrumen kartu data digital. Data didapat dari buku Pakeman Basa Sunda: Ulikan Idiomatik Sunda karya Yayat Sudaryat dan buku 1000 Babasan jeung Paribasa Sunda karya Budi Rahayu Tamsyah, dkk. Hasilnya yaitu (1) makna leksikal pada peribahasa Sunda perilaku tidak ada kaitannya dengan makna idiomatisnya, hanya pada kata-kata pembentuk sebagai perbandingan; (2) bentuk peribahasa Sunda perilaku didominasi tunggal, pengaruhnya dilihat dari panjang pendeknya peribahasa dan nilai filosofisnya; (3) isi yang terkandung didominasi piluangeun, sebab merupakan gambaran pengalaman di masyarakat; (4) ciri unsur budaya terdapat pada kata atau isi peribahasa, meliputi sistem religi, sistem bahasa, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem mata pencaharian, sistem ilmu pengetahuan, sistem peralatan dan teknologi, serta unsur budaya campuran seperti sistem religi dan sistem kesenian.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Ngarot Setia Dewi, Luh Putu Juni Ari; Rai, Ida Bagus; Paramarta, I Ketut
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.73883

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk menjelaskan serta menunjukkan temuan nilai pendidikan karakter yang ada pada permainan tradisional yakni permainan Ngarot. Permainan ngarot merupakan permainan tradisional garapan baru asal Buleleng, Bali. Dalam bahasa daerah khususnya daerah Buleleng Timur, ngarot memiliki artian jaring. Permainan Ngarot tersebut terinspirasi dari kisah keseharian para nelayan di Buleleng dalam mencari ikan menggunakan jaring. Permainan Ngarot ini menjadi garapan permainan tradisional (dolanan) duta Kabupaten Buleleng, yang dipentaskan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2023. Penelitian ini juga ingin membuktikan bahwa pengajaran tentang pembentukan karakter anak tidak hanya bisa didapat dari pembelajaran formal saja, namun dapat diperoleh juga dari permainan tradisional. Pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah permainan Ngarot. Objek pada penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam permainan Ngarot. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, dikumpulkan dengan metode dokumentasi serta wawancara. Instrumen yang digunakan untuk dapat mengumpulkan data penelitian ada dua. Instrumen yang pertama berupa kartu data untuk menunjang proses reduksi data dokumentasi dan instrumen yang kedua yakni draft lembar pertanyaan untuk menunjang pelaksanaan metode wawancara. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, dimulai dari (1) reduksi data, (2) klasifikasi data dan (3) deskripsi data. Ditemukan 9 nilai pendidikan karakter yang ada dalam permainan Ngarot. Kesembilan nilai pendidikan karakter dalam permainan Ngarot tersebut diantaranya, nilai kejujuran, nilai demokrasi, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai persahabatan, nilai cinta damai, nilai kepedulian sosial, dan nilai tanggung jawab. Kesembilan nilai pendidikan karakter yang ditemukan tersebut, memberikan pengajaran serta memupu moral dan Susila dalam diri anak ketika bersikap di masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter sangat amat berdampak bagi generasi muda untuk mendidik mereka menjadi generasi yang bermoral ketika bertingkah laku di masyarakat.
Nilai Estetika dalam Lagu Sotya Karya Dru Wendra Wedhatama A. Huda, M. Farich Farich; Setiawan, Bagus Wahyu
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.65573

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkap nilai dan unsur estetika dalam lagu Sotya karya Dru Wendra Wedhatama, kemudian pengaruh budaya Jawa terhadap keindahan dan nilai estetikanya serta tanggapan dan perspektif pendengar terhadap lagu tersebut. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari hasil observasi dan simak catat dari lagu Sotya serta literatur, artikel, berita dan beberapa tulisan yang berkaitan dengan subjek penelitian. Pengumpulan data tersebut didasarkan pada teori estetika yang dirumuskan oleh Sumarsan (2004) mengenai nilai estetika dalam lagu daerah. Kemudian didapatkanlah hasil bahwa dalam lagu Sotya karya Dru Wendra Wedhatama memuat banyak unsur estetika, seperti bahasa yang dipilih kaya akan penggunaan majas metafora yang ditujukkan untuk memperkuat emosi dan perasaan seperti pada lirik “Eseme kang manis madu” yang memiliki arti “Senyumnya semanis madu”, yang menambah kesan kuat pada pujian yang diberikan, serta berbagai unsur estetika lainnya seperti bait yang rapi, pemilihan bahasa dan tutur yang halus serta nada lembut yang sangat sesuai dengan tema asmara yang dibawakan pada lagu ini.