cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Hubungan antara Konstruksi Sumur Gali dan Jarak Sumber Pencemar dengan Kandungan Escherichia coli pada Sumur Gali Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas Tahun 2022 Nurbaiti Sekar Kinasih; Zaeni Budiono; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i2.9760

Abstract

Air merupakan sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit. Di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, 57,7% rumah menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih untuk keperluan higiene sanitasi. Hasil uji pendahuluan kandungan E. coli pada 3 sampel sumur gali di desa tersebut masing-masing yaitu 1100, 2400, dan 2400. Berdasarkan Permenkes RI Nomor 32 Tahun 2017 hasil tersebut belum memenuhi baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konstruksi sumur gali dan jarak sumber pencemar dengan kandungan E. coli pada sumur gali Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas tahun 2022. Peneliti menggunakan metode obeservasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Peneliti mengambil 23 sampel dari 682 populasi sumur gali dengan cara cluster random sampling. Hasil analisis menggunakan Uji Regresi Linier menunjukkan hubungan antara konstruksi sumur gali dengan kandungan E. coli p=0,031, jarak sumber pencemar dengan kandungan E. coli p=0,893, serta konstruksi sumur gali dan jarak sumber pencemar secara simultan dengan kandungan E. coli p=0,103. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konstruksi sumur gali dengan kandungan E. coli, tidak ada hubungan yang signifikan antara jarak sumber pencemar dengan kandungan E. coli, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara konstruksi sumur gali dan jarak sumber pencemar secara stimultan dengan kandungan E. coli. Disarankan kepada pemilik sumur gali agar memperbaiki konstruksi sumur gali yang retak dengan semen atau plester.
Analisis Pemodelan Capaian Sarana Sanitasi Dasar Rumah dengan Kejadian Stunting pada Balita Nuryanto Nuryanto; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10497

Abstract

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari 12 provinsi yang mempunyai prevalensi stunting tertinggi pada balita. 19 kab/kota diantaranya memiliki kategori kuning (20-30%), termasuk Kab. Banyumas sebesar 21,6%. Tujuan penelitian untuk menganalisis pemodelan capaian sarana sanitasi dasar rumah dengan kejadian stunting pada Balita. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional study. Penelitian dilakukan di 33 Puskesmas dari 40 Puskesmas yang ada. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dan regresi linear ganda. Capaian sarana sanitasi dasar rumah di Kab. Banyumas tahun 2021 meliputi Sarana Penyediaan Air Bersih/SPAB (Mean=75,4%; Median=81,5%; Min-Max=30,6%-96,0% dan Standard Deviasi (SD) =17,4%), Sarana Pembuangan Tinja/SPT (Mean=76,8%; Median=77,7%; Min-Max=53,5%-94,3% dan SD=11,8%), Sarana Pembuangan Sampah/SPS (Mean=60,1%; Median=63,7%; Min-Max=0%-91,4% dan SD=27,4%), Sarana Pembuangan Limbah Cair/SPLC (Mean=46,7%; Median= 46,0%; Min-Max=0%-92,0% dan SD=27,4%) dan kejadian stunting (Mean=11,2%; Median=11,7%; Min-Max=3,7%-17,2% dan SD=3,6%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear capaian sarana penyediaan air bersih (p-value=0,02) dan sarana pembuangan tinja (p-value=0,04) dengan kejadian stunting pada balita. Persamaan model regresinya adalah stunting=22,879-0,068*SPAB-0,086*SPT, artinya bahwa semakin meningkatnya capaian sarana penyediaan air bersih dan pembuangan tinja maka diprediksi akan semakin menurunkan kejadian stunting pada balita di Kab. Banyumas
Variasi Panjang Briket Ampas Tahu terhadap Nyala Api La Jasmine Warapsari Ramadhani; Djamaluddin Ramlan; Bahri Bahri
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10466

Abstract

Ampas tahu merupakan limbah padat. Sisa produksi berupa ampas tahu yang tidak dijual menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga perlu dilakukan pengolahan seperti dijadikan briket. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi Panjang briket ampas tahu terhadap nyala api. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experiment rancangan One Shot Case Study. Sampel yang digunakan 25 kg ampas tahu yang dihasilkan dari industri tahu Kaliputih, kemudian dicetak sejumlah 117 briket dengan variasi panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm. Variasi panjang briket 3 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 377,19 oC. Variasi panjang briket 5 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 272,17 oC. Warna nyala api yang dihasilkan briket dengan variasi panjang 3 cm dan 5 cm adalah kuning + biru. Briket ampas tahu panjang 7 cm menghasilkan warna nyala api kuning. Waktu didih air briket ampas tahu briket panjang 3 cm rata-rata adalah 784 detik, briket panjang 5 cm adalah 853,3 detik, dan briket panjang 7 cm adalah 1.031 detik. Variasi panjang briket 7 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 222,48 ºC. Analisis perbedaan variasi briket panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm briket ampas tahu terhadap nyala api menggunakan uji statistik One Way Anova menunjukkan nilai sig0,05 yang artinya ada pengaruh signifikan berbagai variasi panjang briket ampas tahu dengan terhadap nyala api yang dihasilkan.
Sarana Air Bersih Jenis Perpipaan (PDAM) di Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, Kalimantan Timur Ellanda Yunisa; Arnelya Natasha Lumadyo; Cica Rahmawati; Nurmala Indika; Ervini Ervini; Munawati Banne La’bi; Tirsa Tonapa; Irene Fidela Fuan Taruk Padang; Ayudhia Rachmawati
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10452

Abstract

Pemanfaatan penggunaan PDAM sebagai sarana penyedia air bersih utama, masif digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Air Putih, Kalimantan Timur. Pentingnya pemenuhan persyaratan baik kualitas, kuantitas hingga kontinuitasnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih guna menunjang derajat kesehatan masyarakat. Oleh sebeb itu, penelitian ini mencoba menggambarkan adanya potensi risiko pencemaran pada sarana air bersih yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara secara langsung, guna dapat ditarik sebuah kesimpulan dari informasi yang didapatkan.  Adapun sampel penelitian adalah 30 KK dengan sistem purposive sampling. Sebanyak 21 KK (70%) termasuk pada kelompok penggunaan sarana air bersih yang tidak berisiko terhadap pencemaran air. Sedangkan 9 KK (30%) termasuk dalam kelompok yang berpotensi memiliki risiko terjadinya pencemaran sarana air bersih. Hal tersebut berdasarkan pada ditemukannya potensi cross-connection pada jaringan perpipaan masyarakat. Perlunya upaya monitoring dan evaluasi berkala yang dilakukan untuk dapat meminimalisir terjadinya kejadian tersebut.
Kombinasi Ovitrap Berbahan Plastik dan Atraktan terhadap Telur Aedes Aegypti yang Terperangkap Ferly Tiraningtyas Nusa Dewi; Nur Utomo; Iqbal Ardiansyah; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10432

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan penular vektor nyamuk Aedes aeypti. Kasus DBD pada tahun 2021 terdapat 73.518 kasus dengan jumlah kematian mencapai 705 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas ovitrap berbahan plastik dengan jenis atraktan terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap. Penelitian ini dengan jenis eksperimen dengan desain Quacy Experiment dengan Posttest only design with nonequivalent groups sebagai rancangan penelitian. Jenis bahan plastik yang digunakan yaitu PET (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyenthylene), dan PP (Polypropylene) dan atraktan yang digunakan yaitu air rendaman sabut kelapa konsentrasi 25% dan air rendaman jerami konsentrasi 25%. Analisis Faktorial Anova menunjukkan bahwa jenis atraktan mendapatkan hasil p ≤ 0,05, sehingga Ho ditolak artinya terdapat perbedaan signifikan berbagai jenis atraktan. Adapun jenis atraktan yang paling efektif yaitu air rendaman jerami konsentrasi 25%. Simpulan jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap dipengaruhi oleh jenis atraktan dan tidak dipengaruhi oleh jenis bahan plastik yang digunakan.
Analisis Kadar Debu Total Suspended Particulate (TSP) di Udara Ambien terhadap Keluhan Kesehatan Saluran Pernapasan Richa Virgia; Achmad Djamil
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10236

Abstract

Debu ambien pada lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan. Sumber debu di kawasan industri berasal dari pergudangan industri seperti semen dan batu bara, aktrivitas Pelabuhan dan lalu lintas berbagai kendaraan baik dari industri maupun kendaraan umum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar debu TSP di udara ambien dan keluhan kesehatan saluran pernapasan. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Pengumpulan data melalui pengukuran kadar debu sebanyak 2 titik selama 24 jam dan wawancara dengan responden sebanyak 95 orang (total sampling). Pengukuran kadar debu dilakukan 2 titik dikarenakan dikawasan industri tersebut terdapat 2 pemukiman warga. Analisa data menggunakan Uji Chi-square. Hasil pengukuran kadar debu pada titik 1 sebesar 87 µg/m3, sedangkan titik 2 sebesar 247 µg/m3. Hasil pengukuran pada titik 1 dibawah ambang batas, sedangkan titik 2 melebihi ambang batas yang dipersyaratan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Keluhan kesehatan saluran pernapasan yang dirasakan berupa batuk (57%), batuk dahak/lendir (35%), bersin (47%), dan sesak napas (14,7%). Analisis menggunakan chi square menunjukan nilai p-value = 0, 026 (OR=2,818; CI 95%=1,213 – 6,545) yang berarti bahwa terdapat hubungan kadar debu TSP dengan keluhan kesehatan saluran pernapasan.
Pencegahan Penyakit pada Pemulung dengan Metode Habit Forming di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Mela Amilia Rahman; Tubagus Erwin N; Achmad Djamil
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10240

Abstract

Salah satu pekerjaan yang rentan mengalami penyakit akibat kerja yaitu pemulung. Pemulung rentan terhadap tiga risiko kesehatan utama: kecelakaan, infeksi, dan penyakit kronis. Banyak pemulung tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Hasil dari penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti diketahui terdapat 17 pemulung yang mengeluhkan kulit kemerahan atau gatal-gatal, 11 pemulung mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasan (ISPA), dan 7 pemulung mengeluhkan diare yang disebabkan kurangnya pengetahuan pemulung untuk meggunakan alat pelindung diri saat bekerja untuk mencegah penyakit. Penelitian ini bertujuan agar diketahui Pengaruh Edukasi Penggunaan Alat Pelindung Diri Untuk Mencegah Penyakit dengan Metode Habit Forming Pada Pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kota Metro Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dan dengan metode edukasi habit forming selama 20 hari  dengan responden sebanyak 35 sampel yang merupakan popuasi homogen dan menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Hasil Penelitian Uji-T mendapatkan nilai p-value 0.005 yang dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan dan disimpulkan terdapat pengaruh edukasi penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah penyakit pada pemulung di TPAS sebelum diterapkan habit forming dan sesudah diterapkan model habit forming.
Pengaruh Variasi Pengolahan Kangkung Air (Ipomea aquatica Forsk) Terhadap Penurunan Kadar Logam Timbal (Pb) Elly Rahma Aminati; Zaeni Budiono; Ratih Lukmitarani
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10716

Abstract

Kangkung air menjadi sayuran yang digemari di Indonesia, namun kangkung air termasuk tanaman hiperakumulator yang dapat menyerap timbal sekaligus menjadi perantara penyebaran logam timbal (Pb) pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi pengolahan kangkung air terhadap penurunan kadar logam timbal (Pb). Penelitian yang digunakan pre-experiment dengan desain penelitian pretest-posttest design. Kangkung air diberikan berbagai perlakuan yaitu mentah, perebusan, penumisan, dan pengukusan selama 3 menit untuk mengetahui penurunan kadar logam timbal (Pb) pada kangkung air saat sebelum dan sesudah dilakukan pengolahan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan One Way Anova. Pengukuran rata-rata kadar logam timbal (Pb) pada kangkung air mentah sebesar 0.103 mg/kg, sesudah dilakukan pengolahan yaitu perebusan, penumisan, dan pengukusan masing-masing memiliki nilai rata-rata kadar timbal (Pb) sebesar 0.057 mg/kg, 0.05 mg/kg, dan 0.07 mg/kg. Penumisan menjadi metode pengolahan dengan persentase penurunan kadar timbal (Pb) tertinggi yaitu sebesar 48%. Analisis data yang diperoleh nilai sig 0.113 ˃ 0.05 menunjukkan tidak adanya pengaruh variasi pengolahan kangkung air terhadap penurunan kadar logam timbal (Pb). Hal ini dapat dipengaruhi dari waktu pemasakan dan kelarutan senyawa yang rendah sehingga menyebabkan kadar timbal (Pb) tidak sepenuhnya berkurang. Pada penelitian ini tidak terdapat pengaruh variasi pengolahan (perebusan, penumisan, pengukusan) terhadap penurunan kadar logam timbal (Pb) pada kangkung air. Sebaiknya sayuran yang akan dikonsumsi diolah terlebih dahulu dan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai variasi waktu pengolahan yang efektif untuk menurunkan kadar logam timbal (Pb).
Kombinasi Koagulan Tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk Penurunan Warna pada Air Limbah Batik Nasyi’a Zaimaturahmi; Sugeng Abdullah; Marsum Marsum; Fauzan Ma'ruf
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10847

Abstract

Industri batik menghasilkan limbah cair salah satunya berasal dari bahan pewarna yang dapat menyebabkan pencemaran apabila dibuang langsung ke badan air. Dampak buangan limbah batik berupa zat warna perlu dilakukan proses pengolahan sebelum limbah dibunag ke perairan salah satunya dengan metode kimia yaitu koagulasi flokulasi. Jenis penelitian Quacy eksperiment dengan metode pretest-posttest control dengan 1 kelompok kontrol dan 5 variasi dosis kombinasi koagulan tawas dan PAC dilakukan 5 kali replikasi. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dan analisis tabel. Uji One Way ANOVA sig 0,000 0,05 terdapat perbedaan pada kelompok kontrol dan setiap variasi dosis untuk menurunkan warna air limbah batik. Hasil analisis tabel dosis optimum kombinasi koagulan tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk menurunkan warna air limbah batik yaitu dosis 3 dengan dosis kombinasi koagulan PAC 50 mg/L dan tawas 150 mg/L. Terdapat perbedaan yang signifikan kelompok kontrol dan semua variasi dosis untuk menurunkan warna air limbah batik dan dosis optimum pada penelitian yaitu dosis 3 dengan kosentrasi PAC 50 mg/L dan tawas 150 mg/L. Saran dilakukan pengolahan sebelum air limbah batik dibuang ke badan air dengan kombinasi koagulan tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC).
Higiene Sanitasi Proses Pengolahan Susu terhadap Cemaran Mikrobiologi (Coliform) di Bangka Botanical Garden Zairinayati Zairinayati; Siti Santia
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10821

Abstract

Meskipun susu merupakan makanan yang sangat padat nutrisi, bakteri dapat dengan cepat mengkontaminasi susu. Susu terkontaminasi bakteri selama proses pemerahan dan bertahan selama fase pemrosesan hingga dikonsumsi. Kurangnya hygiene sanitasi pada saat proses pengolahan susu dapat menyebabkan susu terkontaminasi bakteri. Dampak dari kontaminasi pada susu dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, demam dan infeksi saluran kemih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hygiene sanitasi proses pengolahan susu dan cemaran mikrobiologi coliform di Bangka Botanical Garden. Metode penelitian ini adalah observasional analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang berjumalah 30 orang. Variable bebas adalah pengetahuan penjamah, hygiene sanitasi proses pengolahan, dan personal higiene penjamah dan variabel terikatnya adalah kontaminasi bakteri coliform. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terhadap kompoen pengetahuan, hiegene sanitasi proses pengolahan, personal hiegene penjamah dan pemeriksaan laboratorium. Pengolahan dan analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 80%, hygiene sanitasi proses pengolahan susu kategori buruk sebesar 50%, personal hygiene penjamah terdapat kategorik buruk 66,7%, jumlah bakteri coliform pada susu sebesar 9,2 MPN/ml. Penelitian ini disimpulkan bahwa higiene sanitasi pengolahan susu masih memenuhi standar mutu sesuai dengan SNI 01-3951-1995 sehingga susu tersebut masih layak di konsumsi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue