cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
PERKEMBANGAN TINGKAT PENDIDIKAN KELUARGA NELAYAN DI DESA WAWOSUNGGU KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN (1995-2015) Marna Sari, Marna Sari; Hj. Darnawati, Hj Darnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.249 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6195

Abstract

ABSTRAK Permasalahan pokok yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan di Desa Wawosunggu Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan, (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan di Desa Wawosunggu Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan, (3) Bagaimana dampak perkembangan tingkat pendidikan terhadap keluarga nelayan di Desa Wawosunggu Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode sejarah yang bersifat deskriptif kualitatif, yang terdiri atas tiga tahap yaitu sebagai berikut: (1) Heuristik, yang terdiri atas penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research), (2) Kritik sumber (verifikasi) yang terdiri dari kritik eksternal dan kritik internal dan (3) Historiografi yang terdiri dari penafsiran(interpretasi), penjelasan (Eksplenasi), dan penyajian (Ekspose). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan di Desa Wawosunggu mengalami perkembangan yang sedang, dimana pada awal Tahun 1979 hanya ada 31 orang saja yang mengenyam pendidikan dengan rata-rata tamatan SD dari 89 jumlah populsai penduduknya, sedangkan pada Tahun 1995 sampai 2015 terlihat jelas perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan Desa Wawosunggu meningkat tinggi, karena sudah ada orang tua yang menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi sebanyak 53 orang dari 495 jumlah populasi penduduknya, karena semakin bertambah dari tahun ke tahun. (2) Faktorfaktor yang berhubungan dengan perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan di Desa Wawosunggu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: (a) Tingkat pendidikan kepala keluarga, (b) Pendapatan keluarga, dan (d) Jumlah tanggungan. Sedangkan yang termasuk ke dalam faktor eksternal adalah jarak tempat tinggal dengan sekolah. (3) Dampak perkembangan tingkat pendidikan keluarga nelayan meliputi beberapa bidang yaitu: (a) bidang sosial, (b) bidang ekonomi, dan (c) bidang budaya. Perkembangan tingkat pendidikan memberikan dampak positif, perubahan ini sangat kompleks di saat masyarakat lebih mengutamakan pendidikan yang lebih baik di banding harus melaut, di samping itu juga dengan mengenyam pendidikan pola pikir mereka kedepan lebih unggul.Kata kunci : Tingkat Pendidikan, Perkembangan, Faktor, dan Dampak
SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Bini, Bini; Anwar, H.; Hayari, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i1.11982

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berutujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan sejarah, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari (1) heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) kritik sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, dan (3) historiografi yang dimaksudkan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: latar belakang pelaksanaan banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, tidak diketahui secara pasti, namun dapat di perkirakan banti-banti dan Pobanti lahir sebelum masuknya Islam di Pulau Wangi-Wangi yakni sebelum abad ke-13. Sedangkan proses pelaksanaan banti-banti tersebut masuk dalam aktivitas masyarakat masyarakat Mandati seperti hembula?a gandu (penanaman jagung), kegiatan gotong royong, serta digunakan sebagai pengantar tidur. Disamping itu, banti-banti juga digunakan sebagai nyanyian yang mengiringi tari-tarian tradisional seperti, tari Lariangi, tari Badenda dan tari Pajogi. Nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti yakni nilai agama, kejujuran, tanggung jawab, serta nilai bersahabat/komunikatif yang akan tampak dalam sikap dan perilaku masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Kata Kunci:Latarbelakang, proses, dan nilai-nilai, banti-banti Description Alternative: ABSTRACT: This study aims to describe and describe the history, process and values contained in banti-banti in the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency. This research uses a historical method consisting of (1) heuristics that is looking for sources through interviews, library research, and field research, (2) source criticism consists of external criticism and internal criticism in order to obtain accurate data, and (3) historiography intended in writing systematically and chronologically. The results of the study show that: the background of the implementation of the bantis to the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District Wakatobi Regency is not known, but it can be predicted that Banti and Pobanti were born before the entry of Islam on Wangi-Wangi Island before 13th century. While the implementation of the banti-banti included in the Mandati community activities such as hembula'a gandu (planting corn), mutual cooperation activities, and used as a lullaby. Besides that, banti-banti is also used as a song that accompanies traditional dances such as Lariangi dance, Badenda dance and Pajogi dance. The values contained in the banti-banti namely religious values, honesty, responsibility, and friendly / communicative values that will appear in the attitudes and behavior of the people in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi District. Keywords: Background, process, and values, banti-banti 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DIHARAPKAN DENGAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KEPUTUSAN BERSAMA Hj. Wajampika, Hj WAJAMPIKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.513 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.6200

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa, melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok masalah penelitian adalah Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keputusan bersama di kelas V SD Negeri15 Baruga Kota Kendari?; Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan aktivitas mengajar guru kelas V SD Negeri 15 Baruga Kota Kendari?; Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SD Negeri15 Baruga Kota Kendari?. Penelitian ini menggunakan metode PTK yang di lakukan dalam dua siklus hasil penelitian menunjukan Hasil belajar PKn siswa kelas V SD Negeri15 Baruga Kota Kendari pada materi keputusan bersama dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa siklus I mencapai 60% dengan rata-rata nilai siswa adalah 65,3 meningkat menjadi 88% pada siklus II dengan rata-rata76,2 pada siklus II; Aktivitas belajar siswa kelas V SD Negeri 15 Baruga Kota Kendari pada pembelajaran PKn materi keputusan bersama dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan rata-rata pesentase keberhasilan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata persentase keberhasilan aktivitas belajar siswa adalah 65,4% meningkat menjadi 84,6% pada siklus II.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Dan Snowball Throwing
SEJARAH DESA MADAMPI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT (1999-2017) Selfi, Wa Ode; Hayari, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i2.12059

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini ialah: 1) Bagaimana asal usul pemberian nama Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 2) Apa latar belakang terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 3) Bagaimana proses terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat? 4) Bagaimana perkembangan Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat (1999-2017)? Metode penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pengumpulan sumber (heuristik) yaitu kegiatan peneliti untuk memperioleh data, 2) Kritik sumber (verifikasi) yaitu untuk mengetahui otentitas (keaslian) dan kredibilitas (kebenaran) data yang berhasil dikumpulkan, 3) Penulisan sejarah (historiografi) yaitu, menyampaikan sintesa dalam bentuk kisah sejarah. Dalam kajian pustaka penelitian ini menggunakan konsep dan teori sejarah, konsep desa dan syarat terbentuknya desa, konsep pemerintahan desa, dan konsep perkembangan desa, serta penelitian yang relevan dengan judul penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Asal usul pemberian nama Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat di ambil berdasarkan hasil kesepakatan dari seluruh lapisan masyarakat, dan juga diilhami dari sebuah peristiwa sejarah pada zaman dulu. 2) Latar belakang terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat merupakan keinginan masyarakat setempat untuk membentuk desa tersendiri. Hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dalam bidang pemerintahan terutama dalam pelayanan pengurusan administrasi, yang memperkasai terbentuknya Desa Madampi yakni para tokoh adat dan para tokoh masyarakat. 3) Proses terbentuknya Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat merupakan keinginan masyarakat untuk memimpin daerahnya sendiri, yang diprakarsai oleh masyarakat yang tergabung dalam organisasi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), sekarang disebut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), mengadakan suatu musyawarah untuk membahas bahwa Dusun Madampi layak untuk melakukan satu pemekaran wilayah. 4) Perkembangan Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat (1999-2017) yaitu dapat dilihat dari beberapa bidang seperti: a) Perkembangan bidang politik, b) Perkembangan pelayanan umum, c) perkembangan ekonomi, d) Perkembangan bidang pendidikan, dan e) Perkembangan sarana dan prasarana.Kata Kunci: Asal usul, latar belakang, proses, perkembangan Desa Madapi ABSTRACT: The main problems in this study are: 1) What is the origin of giving the name of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 2) What is the background of the formation of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 3) What is the process for the formation of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency? 4) How is the development of Madampi Village, Lawa District, West Muna Regency (1999-2017)? The research method uses historical research methods with the following steps: 1) Collection of sources (heuristics), namely the activities of researchers to obtain data, 2) Criticism of sources (verification), namely to determine the authenticity and authenticity of the data collected , 3) Writing history (historiography) that is, conveying synthesis in the form of historical stories. In the literature review, this research uses historical concepts and theories, village concepts and conditions for village formation, village governance concepts, and village development concepts, as well as research relevant to the title of this research. This study shows that: 1) The origin of giving the name of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency was taken based on the agreement of all levels of society, and was also inspired by a historical event in the past. 2) The background of the formation of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency is the desire of the local community to form their own village. This was done because to get better services in the field of government, especially in administrative management services, which strengthened the formation of Madampi Village, namely traditional leaders and community leaders. 3) The process of the formation of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency was the desire of the community to lead their own area, initiated by the people who were members of the Village Community Resilience Institute (LKMD), now called the Community Empowerment Institute (LPM), held a meeting to discuss that Madampi Hamlet is eligible to undertake a regional division. 4) Development of Madampi Village, Lawa Subdistrict, West Muna Regency (1999-2017), which can be seen from several fields such as: a) Development of the political field, b) Development of public services, c) economic development, d) Development of education, and e) Development facilities and infrastructure. Keywords: Origins, background, process, development of Madapi Village
SEJARAH TARI LULO PADA MASYARAKAT SUKU TOLAKI KELURAHAN ALANGGA KECAMATAN ANDOOLO KABUPATEN KONAWE SELATAN (1800-1996) Ahmad Aldin B, Ahmad Aldin B; Pendais Hak, Pendais Hak
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.179 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7338

Abstract

ABSTRAK: Subtansi penelitian ini mengacu pada tiga aspek permasalahan dasar (1) menjelaskan latar belakang Tari Lulo pada masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Alangga Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (1800-1996). (2) Menjelaskan perubahan Tari Lulo pada masyarakat Suku Tolaki Kelurahan Alangga Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan. (3) Menjelaskan Nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Lulo pada masyarakat Suku Tolaki Kelurahan Alangga Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (1800-1996). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan prosedur mengacu pada Helius Sjamsuddin, yang terbagi tiga tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Kritik sumber (verifikasi data), (3) Historigrafi.     Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sejarah Tari Lulo pada masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Alangga Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu tradisi masyarakat Suku Tolaki yang memiliki sejrah yang sangat panjang, Berawal dari kegiatan masrakat Suku Tolaki merontokkan bulir padi dari tangkainya, yang disebut “molulowi” kemudian dari gerakan ini, dan rasa persaudaraan dari masyarakat yang sangat tinggi kemudian melahirkan satu  karya dalam bentuk tari yang disebut “Lulo”/”Molulo” yang tentunya sangat di sakralkan pada saat itu sebagai satu tradisi sebelum pembukaan lahan pertanian sebagai tempat penanaman padi, atau sesudah panen sebagai bentuk dari rasa syukur masyarakat atas hasil yang di dapat. Penamaan Lulo di adopsi dari bahasa tolaki yaitu kata “Molulowi”, dan terbagi dari tiga suku kata Mo-Lulo-Wi, “Mo” merupakan awalan yang berarti mengerjakan sesuatu pekerjaan, “Lulo” berarti menginjak-injak sesuatu sesuatu secara bergantian kiri dan kanan  dan kata “Wi”  berarti menegaskan  suatu pekerjaan pada kata dasarnya. Kegunaan Tari Lulo pada masyarakat Suku Tolaki pada masa lampau yaitu sebagai suatu ritual dalam pembukaan lahan agar dijauhkan dari petaka seperti gangguan makhluk halus dan hama tanaman sekaligus agar penghuni hutan tidak mengganggu baik tanaman atau pemilik lahan, selain itu pada masa lampau Tari Lulo juga digunakan untuk satu ritual pesta panen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang didapatkan. Nilai-Nilai sosial budaya yang terkandung dalam Tari Lulo adalah: (1) Nilai etika, (2) Nilai solidaritas, (3) Nilai historis. Kata Kunci: Perubahan, Nilai-Nilai, Tari Lulo
POLA PENDIDIKAN ANAK PADA MASYARAKAT TOLAKI DESA ALOSI KECAMATAN KOLONO KABUPATEN KONAWE SELATAN (2000-2017) Apriadin, Apriadin; Darnawati, Darnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i3.12817

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi, metode, media dan nilai-nilai pendidikan anak pada masyarakat Tolaki di Desa Alosi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Pengumpulan Sumber, yakni pengumpulan sumber melalui studi kepustakaan, dokumen, pengamatan, dan wawancara (2) Kritik Sumber yakni penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjelasan, dan penyajian. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa: (1) Materi pendidikan anak pada pada masyarakat Tolaki di Desa Alosi yaitu Usia 1-3 tahun mengajarkan anak bagaimana cara berjalan, berbicara, dan makan,Usia 4-6 mulai di ajarkan nilai-nilai kesucian dari islam dalam masyarakat Usia 7-12 tahun materi mengarah kebentuk fisik Usia 13-19 tahun materi pemberian tanggung jawab dan kedisiplinan. (2) Metode pendidikan anak pada masyarakat Tolaki di Desa Alosi yaitu: Usia 1-3 metode demonstrasi dan metode perhatian atau pengawasan, Usia 4-6 tahun metode latihan keterampilan dan metode simulasi, Usia 7-12 tahun metode latihan keterampilan dan metode diskusi atau musyawarah, Usia 13-19 tahun metode ceramah, Usia 20 tahun ke atas metode keteladanan, ceramah, dan perhatian atau Pengawasan. (3) Media pendidikan anak pada masyarakat Tolaki di Desa Alosi yaitu Usia 1-3 tahun yaitu media-media sederhana seperti poster, Usia 4-6 tahun media yang digunakan kartun, Usia 7-12 tahun media yang digunakan adalah papan flanel, Usia 13-19 tahun sampai dewasa yaitu anak mulai diperkenalkan dengan teknologi seperti handphone, dan leptop, Usia 20 tahun ke atas medianya adalah media komputer. (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pola pendidikan anak pada masyarakat tolaki adalah: a) : Nilai religius, (b) Nilai kejujuran, (c) Nilai toleransi, (d) Nilai disiplin, (e) Nilai mandiri, (f) Nilai cinta tanah air. Kata Kunci: Materi, Metode, Media dan Nilai-Nilai, Pendidikan Anak ABSTRACT: This study aims to describe the material, methods, media and educational values of children in the Tolaki community in Alosi Village, Kolono Subdistrict, Konawe Selatan District. The method used in this study is the historical method according to Helius Sjamsuddin which consists of: (1) Collection of Sources, namely collection of sources through the study of literature, documents, observations, and interviews (2) Source Criticism namely the assessment of data through external criticism and internal criticism ( 3) Historiography, namely writing history through interpretation, explanation, and presentation. The results of the field research show that: (1) Children's educational materials in the Tolaki community in Alosi Village, namely 1-3 years old, teach children how to walk, talk, and eat, Ages 4-6 begin to teach the values of purity of Islam in age 7-12 years old material leads to physical form Age 13-19 years old material giving responsibility and discipline. (2) Children education methods in the Tolaki community in Alosi Village, namely: Ages 1-3 Demonstration methods and methods of attention or supervision, Ages 4-6 years skills training methods and simulation methods, Ages 7-12 years skills training methods and discussion methods or deliberation, Ages 13-19 years lecture method, Ages 20 years and above exemplary method, lecture, and attention or Oversight. (3) Children's educational media in the Tolaki community in Alosi Village, namely 1-3 years old, simple media such as posters, 4-6 years old media used by cartoons, 7-12 years old media used are flannel boards, Aged 13 -19 years until adulthood, that is, children are introduced to technology such as mobile phones and laptops. Age 20 years and above, the medium is computer media. (4) The values contained in the pattern of children's education in the Tolaki community are: a): Religious values, (b) Honesty values, (c) Tolerance values, (d) Discipline values, (e) Independent values, (f) The value of loving the motherland. Keywords: Material, Methods, Media and Values, Children's Education
KAPAL PERANG JEPANG DI TELUK KOLONO SEBAGAI SUMBER PENINGGALAN SEJARAH (1942-2018) Harto, Ari; Darnawati, Hj.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.063 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7345

Abstract

ABSTRAK: Subtansi penelitian ini mengacu pada tiga aspek permasalahan dasar: (1) Untuk Menjelaskan latar belakang keberadaan Kapal perang Jepang di Teluk Kolono. (2) Untuk Mendeskripsikan Bagaimana Kondisi Peninggalan Kapal perang Jepangdi Teluk Kolono.(3) Untuk Menjelaskan Bagaimana akibat pendudukan Jepang bagi masyarakat dengan masuknya kapal perang Jepangdi Teluk Kolono.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Pengumpulan Sumber, yakni pengumpulan sumber melalui studi kepustakaan, dokumen, pengamatan, dan wawancara (2) Kritik Sumber yakni penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjelasan, dan penyajian.Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa: (1) Latar belakang masuknya kapal Jepang di Teluk Kolono yaitu: Untuk melakukan persembunyiaan dari pasukan sekutu Amerika Serikat karena Jepang sedang mengalami kemunduran sehabis dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan Hirosima sehingga ditandainya Jepang mengalami kekalahan dalam perang dunia II, mengakibatkan daerah penjajahan Jepang juga mendapatkan dampaknya, termasuk Indonesia. (2) Kondisi Peninggalan kapal perang Jepang di Teluk Kolono sudah tak utuh lagi,  karena tidak dijaga dan dilestarikannya salah satu situs peninggalan sejarah tersebut  oleh pemerintah dan masyarakat setempat serta instansi   terkait, karena kurangnya pemahaman sejarah dan arti betapa pentingnya peninggalan sejarah sebagai bukti nyata kejadian masa lampau yang harus terus di jaga. Dari kekurangan tersebut mengakibatkan diambilnya besi-besi kapal oleh beberapa oknum masyarakat untuk ditimbang dan dijual demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari .(3) Akibat pendudukan Jepang dengan masuknya kapal perang Jepang di Teluk Kolono yakni: tidak berjalan normalnya kehidupan masyarakat dan banyak aktivitas dan rutinitas yang terganggu dikarenakan takutnya masyarakat terhadap penjajah Jepang yang masuk di Teluk Kolono, seperti aktivitas mencari ikan di laut, serta aktivitas-aktivitas lainya, begitupula dengan masuknya kapal perang Jepang di Teluk Kolono serta dibomnya kapal tersebut memiliki dampak berarti yakni masyarakat tidak dapat memakan ikan dengan waktu berbulan-bulan  serta tidak dapat mengambil air di kali sena dikarenakan banyak mayat di perairan Teluk Kolono.  Kata Kunci: Kapal Perang, Jepang, di Teluk Kolono
SEJARAH MADRASAH ALIYAH ANNUR AZZUBAIDI DI DESA LAROWIU KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE (1992-2017) Nisa, Miftahul Khoirun; Mursidin T., Mursidin T.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i4.12856

Abstract

ABSTRAK: Rumusan tujuan dalam skripsi ini adalah: (1) Untuk menjelaskan latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi di Desa Larowiu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe (2) Untuk menjelaskan perkembangan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi di Desa Larowiu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe (1997-2017)? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yaitu bahwa tata kerja dalam metode sejarah terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu (1). Pengumpulan Sumber (Heuristik), (2). Kritik Sumber yang terdiri dari kritik eksternal dan kritik internal, dan(3). Penulisan Sejarah (Historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi adalah kondisi anak-anak di sekitar Desa Larowiu yang sangat sulit untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena pengaruh faktor sarana dan prasarana transportasi yang sulit, tingkat pendapatan masyarakat yang rendah, jarak yang ditempuh untuk melanjutkan sekolah di SMA sangat jauh. (2) Perkembangan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi (1992-2017) adalah: (a) Perkembangan Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi tahun 1992-2017 adalah diawali dengan 3 ruang kelas dan pada tahun 2017 menjadi 6 ruang kelas, 1 ruang kantor, 1 ruang laboratorium komputer, 1 ruang perpustakaan, 1 gedung terbuka, dan 1 lapangan basket. (b) Perkembangan pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi adalah: pada awal didirikannya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi hanya berjumlah 7 orang itupun berstatus honorer, dan pada saat ini jumlah pendidik meningkat karena sudah berjumlah 21 orang yang terdiri dari 2 orang PNS, 1 orang yang sudah sertifikasi, dan 18 orang honorer dan tenaga kependidikan berjumlah 3 orang. (c) Perkembangan peserta didik di Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi pada tahun awal berdirinya berjumlah 8 orang, pada tahun 2017-2018 meningkat menjadi 172 orang. Kata Kunci: Perkembangan, Madrasah, Annur Azzubaidi[[ABSTRACT: The purpose of this thesis is: (1) To explain the background of the establishment of Aliyah Annur Azzubaidi Madrasah in Larowiu Village, Meluhu District, Konawe District (2) To explain the development of Aliyah Annur Azzubaidi Madrasah in Meluhu Village, Meluhu District, Konawe District (1997-2017) ? The method used in this study is the historical method according to Helius Sjamsuddin, namely that the work procedure in the historical method consists of 3 (three) stages, namely (1). Collection of Sources (Heuristics), (2). Source criticism consisting of external criticism and internal criticism, and (3). Historical Writing (Historiography). The results showed that: (1) The background of the establishment of Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi is the condition of children around Larowiu Village that is very difficult to continue their education to the high school level due to the influence of difficult transportation facilities and infrastructure, low income levels of the community, low distance taken to continue school in high school is very far. (2) The development of Annur Azzubaidi Aliyah Madrasa (1992-2017) is: (a) Development of Facilities and Infrastructure Annur Azzubaidi Aliyah Madrasa in 1992-2017 was started with 3 classrooms and in 2017 became 6 classrooms, 1 office space, 1 computer laboratory room, 1 library room, 1 open building, and 1 basketball court. (b) The development of Educators and Education Personnel of Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi are: at the beginning of the establishment of Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi there were only 7 people who were also honorary status, and at this time the number of educators increased because there were already 21 people consisting of 2 civil servants, 1 person who have been certified, and 18 honorary and educational staff totaling 3 people. (c) The development of students in Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi in the initial year of its establishment numbered 8 people, in 2017-2018 it increased to 172 people.Keywords: Development, Madrasas, Annur Azzubaidi
INDEKS KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA KENDARI DITINJAU DARI ASPEK HUBUNGAN SOSIAL, HUBUNGAN KEAGAMAAN, NILAI DAN PERAN PEMERINTAH Abas, Muh.; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.222 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7350

Abstract

ABSTRAK Fakta kebergaman agama dan kepercayaan masyarakat adalah sebuah keniscayaan di Indonesia. Keberagaman ini disatu sisi bisa menjadi sumber kekuatan dan potensi bangsa dalam membangun sebuah peradaban manusia, namun disisi lain jika tidak dikelola dan dirawat dengan baik bisa menjadi sumber konflik yang justeru dapat menghancurkan kemanusiaan itu sendiri. Tentunya itu juga bertentangan dengan fitra yang melandasi mengapa manusia harus beragama di bumi ini. Untuk itu, cerita konflik selalu melahirkan berbagai bentuk analisa dan paradigma bagi siapapun yang menyorotnya. Di kota Kendari dapat dimasukan sebagai kota yang multi kultur dan agama. Beberapa data yang diperoleh saat ini ada lima agama yang memiliki penganut dan tersebar pada 10 kecamatan yang ada di kota Kendari yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Secara teoritis sosiologis keberagaman (pluralitas) pasti menyimpan potensi konflik sehingga dalam konteks hubungan umat beragama sangat tergantung dari pola komunikasi dan toleransi yang dibangun oleh masing-masing umat beragama. Melalui penelitian penggambungan antara kuantitatif dan kualitatif yang dipusatkan di 2 kecamatan yaitu Kadia dan Kecamatan Mandonga dengan jumlah responden 130 orang yang diambil dari unsur-unsur umat beragama, diperoleh hasil bahwa Kota Kendari termasuk daerah yang memiliki tingkat toleransi yang kuat namun disisi lain pada tingkatan grashroot dan aspek-aspek tertentu  masih menyimpan masalah dan ketegangan walaupun memang tidak meluas dan terkuak. Dari 4 aspek yang dilihat yaitu hubungan sosial, hubungan keagamaan, nilai yang melandasi hubungan kerukunan, dan peran pemerintah menunjukan hubungan keagamaan masih rendah yaitu indeks 2,7 sedangkan hubungan sosial dan peran pemerintah relatif baik yang berada pada indeks 3,0, akan tetapi belum berada pada posisi maksimal. Dengan demikian diperlukan upaya dan penguatan kerukunan sebagai bentuk preventif aproach dan perawatan kerukunan umat beragama di Kota Kendari. Kata Kunci:   Umat Beragama, Potret dan Kerukunan
SEJARAH ETNOPEDAGOGI PADA MASYARAKAT MORONENE DI KELURAHAN TAUBONTO KECAMATAN RAROWATU KABUPATEN BOMBANA Dewi Ningsi, Anggi Puspita Sari; Darnawati, Darnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.496 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i3.12865

Abstract

ABSTRAK: Tujuan  utama dalam  penelitian  ini adalah: (1)  Untuk  mendeskripsikan  latar belakang  etnopedagogi pada masyarakat Moronene di Kelurahan Taubonto,  (2) Untuk mendeskripsikan implementasi etnopedagogi dalam lingkungan keluarga masyarakat Moronene di lingkungan sekitarnya, (3) Untuk  mendeskripsikan karakter yang  dikembangkan  etnopedagogi  dalam  budaya masyarakat Moronene. Prosedur penelitian ini terdiri atas 3 tahap yaitu:  (1)  Heuristik, yang terdiri dari a) penelitian kepustakaan, b) pengamatan, c) wawancara (2)  Kritik sumber, yang terdiri dari a) kritik eksternal b) kritik internal dan  (3)  Historiografi, yang terdiri dari a) penafsiran (interpretasi), b) penjelasan (eksplanasi), dan c) penyajian (ekspose). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Latar belakang etnopedagogi pada Masyarakat Moronene, etnopedagogi merupakan landasan dalam pendidikan sejalan dengan salah satu landasan filosofi pengembangan pendidikan yang berakar pada budaya bangsa masa kini dan masa yang akan datang. (2) Implementasi etnopedagogi dalam lingkungan keluarga masyarakat Moronene yaitu: a) Pendidikan  dalam bidang agama, dalam hal agama suku Moronene mayoritas memeluk agama islam, adapun ajaran agama yang diberikan pada anaknya yaitu mengaji, sholat, menghafal ayat-ayat Al-Quran. b) Pendidikan dalam bidang bertata krama, dalam budaya masyarakat Moronene ada yang disebut Moko Anu dan Upalli, inilah yang membangun semangat manusia ketika ia pergi untuk menuntut ilmu maupun bekerja. c) Pendidikan dalam bidang bertutur kata, bertutur kata adalah sesuatu yang kita ucapakan dengan baik dan santun yang mencerminkan tingkah laku yang baik. dan d) Pendidikan bidang sosial agar memahami norma-norma yang ada dalam keluarga maupun dalam masyarakat. (3) Karakter yang dikembangkan pada etnopedagogi dalam budaya masyarakat Moronene yaitu: 1) Kejujuran, dimana anak sejak kecil sudah mulai diajarkan jujur kepada orang tuanya. 2) Disiplin, anak sejak masih kecil sudah mulai di ajarkan disiplin waktu agar kelak dewasa nanti ia bias lebih dispilin lagi dalam hal apa saja.. 3) Kemandirian, anak diajarkan mandiri agar kelak ia dapat mengurus dirinya sendiri tidak bergantung pada orang lain lagi.  4) Demokratis, ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dan anaknya, mereka membuat aturan-aturan yang di setujui bersama. dan 5) Tanggung jawab, tanggung jawab keluarga merupakan pusat pendidikan yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan diri dan sosial saja. Kata Kunci: Latar Belakang, Implentasi, Etnopedagi, Karakter ABSTRACT: The main objectives in this study are: (1) To describe the ethnopedagogical background of the Moronene community in the Taubonto Village, (2) To describe the implementation of ethno-agogy in the family environment of the Moronene community in the surrounding environment, (3) To describe the character developed by the ethnopedagogist in Moronene community culture. This research procedure consists of 3 stages, namely: (1) Heuristics, which consists of a) library research, b) observations, c) interviews (2) Critical sources, which consist of a) external criticism b) internal criticism and (3) Historiography, which consists of a) interpretation (interpretation), b) explanation (explanation), and c) presentation (exposure). The results showed that: (1) Ethnopedagogical background in the Moronene Society, ethnopedagogy is the foundation in education in line with one of the philosophical foundations of educational development that is rooted in the nation's culture today and in the future. (2) Implementation of ethnopedagogy in the Moronene community family environment, namely: a) Education in the field of religion, in terms of the majority Moronene religion embraces Islam, as for the religious teachings given to their children namely to recite, pray, memorize verses of the Koran. b) Education in the field of manners, in the culture of the Moronene community there is what is called Moko Anu and Upalli, this is what builds human enthusiasm when he goes to study and work. c) Education in the field of word-telling, word-telling is something that we say well and politely that reflects good behavior. and d) Social education in order to understand the norms that exist in the family and in the community. (3) The characters developed in ethnopedagogy in the culture of the Moronene community are: 1) Honesty, where children from childhood have begun to be taught honestly to their parents. 2) Discipline, children from childhood have begun to be taught the discipline of time so that later they can later be more disciplined in any case .. 3) Independence, children are taught independently so that one day they can take care of themselves not to depend on others anymore. 4) Democratic, this is marked by the open attitude between parents and children, they make rules that are agreed upon together. and 5) Responsibilities, family responsibilities are the center of education which does not only carry out self and social education. Keywords: Background, Implementation, Ethnopedagi, Character

Page 6 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue