cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
PERILAKU BELAJAR SOSIOLOGI AKIBAT PEMANFAATAN INTERNET (STUDI PADA SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 LASOLO) Nurlana, Siti; Darnawati, Darnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.372 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i4.12880

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku belajar sosiologi akibat pemanfaatan internet. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan prosedur mengacu pada Sugiyono dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) mengumpulkan data melalui sumber tertulis yaitu kegiatan peneliti untuk memperoleh data yang sesuai dengan pokus kajian. 2) sumber lisan yakni memperoleh data melalui keterangan lisan (wawancara) dengan para siswa dan siswi serta para guru yang telah memberikan penilaian dalam pembelajaran. 3) triangulasi berupaya untuk mengecek dari kebenaran data dan membandingkan dengan data yang di peroleh dari sumber lain pada berbagai fase penelitian lapangan. 4) kecukupan referensi yaitu mengumpulkan berbagai bahan-bahan catatan-catatan atau rekaman yang dapat di gunakan sebagai referensi. Hasil penelitian yaitu : bentuk-bentuk perilaku belajar sosiologi siswa IPS SMA Negeri 1 Lasolo akibat pemanfaatan internet yaitu : 1) kebiasaan siswa dan siswi saat mengikuti pelajaran, dimana saat proses belajar siswa masih sering berbicara dengan teman sebangku, menyontek hasil pekerjaan teman, mmengantuk dalam kelas saat guru sedang mengajar, dan kadang masih ada siswa yang malu bertanya atau menjawab karena takut salah. 2) cara mengatasi kesulian dalam belajar, biasanya siswa dan siswi menggunakan internet untuk solusi saat mengalami kesulitan dalam belajar, karena internet dapat memudahkan untuk mencari materi pelajaran yang diinginkan serta tidak cepat jenuh dalam membaca materi. 3) kebiasaan siswa dalam mengatasi ulangan/ujian, biasanya saat akan megatasi ujian/ulangan siswa mencari materi dari awal hingga akhir untuk dirangkum dalam buku catatan agar mudah dipelajari dan dipahami dan biasa siswa juga memanfaatkan internet untuk mencari sebagian materi yang kurang lengkap dibuku paket. Hasil belajar siswa mata pelajaran sosiologi setelah menggunakan media internet setiap tahunnya meningkat dengan nilai rata-rata 93 ditahun 2018 dan 98 ditahun 2019. Penggunaan media internet dalam pembelajaran sosiologi sebesar 80%. Apabila guru sosiologi hanya masuk menjelaskan guru tidak memperbolehkan menggunakan media internet dan memfouskan siswa terhadap penjelasan guru. Kata Kunci : Bentuk, Perilaku, Belajar, Internet. ABSTRACT: This study aims to describe the forms of sociological learning behavior due to the use of the internet. The method used in this study is a qualitative research method with procedures referring to Sugiyono with the following steps: 1) collecting data through written sources, namely the researcher's activities to obtain data in accordance with the focus of the study. 2) oral sources, i.e. obtain data through oral information (interviews) with students and students and teachers who have provided assessments in learning. 3) triangulation seeks to check the truth of the data and compare it with data obtained from other sources at various phases of field research. 4) adequacy of references, namely collecting various materials notes or records that can be used as a reference. The results of the study are: the forms of sociology learning behavior of Social Studies students of SMA Negeri 1 Lasolo due to the use of the internet, namely: 1) the habits of students and students when attending lessons, where during the learning process students still often talk to their peers, copy the results of friends' work, drowsiness in class when the teacher is teaching, and sometimes there are students who are embarrassed to ask or answer for fear of being wrong. 2) how to overcome difficulties in learning, usually students and students use the internet for solutions when experiencing difficulties in learning, because the internet can make it easier to find the desired subject matter and not quickly get bored in reading material. 3) students' habits in dealing with tests / exams, usually when they are going to take examinations / tests students look for material from beginning to end to be summarized in a notebook so that it is easy to learn and understand and ordinary students also use the internet to find some incomplete material in the package book. Student learning outcomes in sociology after using internet media every year increases with an average value of 93 in 2018 and 98 in 2019. The use of internet media in learning sociology is 80%. If the sociology teacher only enters explaining the teacher is not allowed to use internet media and makes students focus on the teacher's explanation.Keywords: Form, Behavior, Learning, Internet. 
SEJARAH KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA (1960-2014) Arifin, Yandi; Baenawi, La Ode; Hayari, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.789 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7361

Abstract

ABSTRAK            Fokus penelitian ini mengacu pada tiga permasalahan utama yaitu (1) Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kecamaan Katobu Kabupaten Muna? (2) Bagaimana perkembangan Kecamatan Katobu Kabupaten Muna? (3) Faktor-faktor apa  yang mendukung perkembangan Kecamatan Katobu Kabupaten Muna?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin, yang menempuh tiga tahapan yaitu : (1) Heuristik, yakni pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, (2) Verifikasi, yakni penilaian terhadap keautentikan dan keabsahan data, dan  (3) Historiografi, yakni mencakup penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose). Sedangkan kajian pustaka yang digunakan dalam penelitian ini adalahkonsep sejarah, konsep pembangunan daerah, konsep kecamatan, konsep pemerintahan daerah serta konsep otonomi daerah.Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa: (1)Latar belakang terbentuknya Kecamatan Katobu Kabupaten Muna yaitu merupakan salah satu pelengkap dari syarat pembentukan Kabupaten Muna. Hal ini diketahui bahwa ketika proses pembentukan Kabupaten Muna, Distrik Katobu disertakan sebagai salah satu dari empat kecamatan yang mendukung dari syarat administrasi terbentuknya Kabupten Muna. (2) Perkembangan Kecamatan Katobu Kabupaten Muna dari tahun 1960-2014 yaitu terlaksana dari sektor pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, pendidikan, kesehatan, kepemerintahan kecamatan dan lingkup desa/kelurahan serta sosial budaya. Hal ini menunjukan dengan meningkatnya sektor-sektor tersebut dari tahun ke tahun yang dilihat dari pemerintahan masing-masing Camat Katobu sejak terbentuknya (1960) sampai dengan masa pemerintahan sekarang (2014). (3) Faktor-faktor yang mendukung perkembangan Kecamatan Katobu Kabupaten Muna yaitu (a) faktor wilayah, yang terdiri dari sub faktorperekonomian dan daerah sentral/pusat kota kabupaten. (b) Faktor pemerintahan dalam hal ini peningkatan kualitas dan kuantitas kerja aparat pemerintah kecamatan hingga para kepala desa dan kelurahan. (c) Faktor sosial budaya ditandai dengan terlaksananya hubungan antar  sesama masyarakat serta hubungan masyarakat dengan pemerintah Kecamatan Katobu dalam mendukung pembangunan pemerintah baik pemerintah Kecamatan Katobu maupun pemerintah Kabupaten Muna.Kata Kunci: Sejarah, Perkembangan, Kecamatan Katobu
PERUBAHAN MAKNA DAN NILAI FITU KABINTINGIA DALAM PROSES PERKAWINAN ADAT MUNA (STUDI DI KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA) hasran, Hasran; Jamiludin, H.; Haq, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.71 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7366

Abstract

ABSTRAKFokus dan tujuan penelitian ini diarahkan pada tiga hal yaitu (1) makna dan nilai–nilai fitu kabintingi dalam proses perkawinan masyarakat Muna, (2) Perubahan yang terjadi pada Fitu Kabintingi dalam Proses Perkawinan Masyarakat Muna, (3) Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pada fitu kabintigi dalam proses perkawinan pada masyarakat Muna.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri dari 3 (Tiga) tahapan yakni (1) Heuristik: pengumpulan data melalui studi dokumen, pengamatan, wawancara dan penelitian kepustakaan; (2) verifikasi (Kritik Sumber) yakni penelitian terhadap keotentikan dan keabsahan data yang terdiri dari kritik ekstern dan kritik intern, (3) Historiografi (penulisan sejarah) yang terdiri atas: a) penafsiran (interpretasi), b) penjelasan (eksplanasi), c) penyajian (ekspose). Sedangkan kajian pustaka yang ditampilakan sesuai dengan penelitian ini memut konsep (1) Konsep Kebudayaan, (2) Konsep Nilai, (3) Konsep Makna dan Simbolik Kebudayaan, (4) Konsep sistem perkawinan dalam masyarakat Muna, (5) Prosedur dan tata cara perkawinan adat angka mata dalam masyarakat Muna, (6) Penelitian terdahulu.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Pertama, Kabintigi disebut juga bingkisan atau seserahan, sedangkan proses penyerahkan bingkisan atau kabintingi tersebut disebut dengan “kabintingia”. Karena tuju paket seserahan maka disebutlah “fitu kabintingia” yang terdiri kantaburi, paniwi, Lolino ghawi, Kaokanuha dan Kafoatoha, Adhati balano (sara-sara), matano kenta, kakawi, dan kafosulino katulu. Kedua, Perubahan yang terjadi pada fitu kabintingi dalam proses perkawinan masyarakat Muna sebenarnya hanya pada tataran alat dan metode saja misalnya pada zaman dahulu kabintingi ini ditempatkan pada talang yang berbentuk persegi panjang, seiring perkembangan zaman semua itu telah berubah yang sekarang ini fitu kabintingi telah tempatkan pada sebuah piring, selain itu uga bentuk perubahan lain walaupun tidak merubah subtansi (makna) Ketiga, Faktor yang menyebabkan perubahan tersebut karena faktor internal dan faktor eksternal. faktor internal yang terdiri dari; (a) Pengaruh perilaku masyarakat dan (b) Perubahan penduduk. Kemudian faktor eksternal yaitu; (a) Pengaruh pola hidup modern, (b) Pengaruh social dan Kebudayaan, dan (c) Adanya percampuran suku dan perkawinan campuran. Kata Kunci: Perubahan, Makna dan Nilai, dan Fitu Kabintingia
TRADISI KASAMBU DALAM MASYARAKAT MUNA DI DESA KONTUKOWUNA KECAMATAN KONTUKOWUNA KABUPATEN MUNA Fitriani, Fitriani; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.674 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.8440

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan latar belakang tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna; (2) Untuk menguraikanproses pelaksanaan tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuma Kabupaten Muna; dan (3) Untuk menguraikan  nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuma Kabupaten Muna.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna adalah sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena akan dikaruniai seorang anak yang merupakan rezeki dari Allah SWT. Selain itu masyarakat Muna percaya dengan adanya tradisi Kasambu yang dapat menghilangkan perasaan takut dan waspada pada calon istri yang sedang  hamil untuk memperlancar proses kelahiran sang bayi yang menjadi  berkah bagi bayi dan orang tua; (2) Proses pelaksanaan tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna yaitu: (a) Tahapan persiapan Kandulua (bantal), Piso (pisau), Doi (uang), Kalei Siladja (pisang raja), Ghoti (nasi),  Lapa (lapa-lapa), Katupa (ketupat), Ghunteli Manu Kampo (telur ayam kampung), Wadhe (wajik), Susuru (cucur), Kaholeno Kalei manuru (pisang goreng bugis), Kue Sirikaea (kue sirsak); (b) Tahapan pelaksana yaitu: 1) Kakadiu (dimandikan) 2) Detunu dupa bheka basano Haroa (bakar dupa serta pembacaan Haroa). 3) Dopointaralima modhi bhe moghanebhe robhinemeangkafino adhatino kasambu (jabat tangan Pak Imam antara suami istri yang mengikuti tradisi Kasambu). 4) Dopointara lima modhi bhe Sando bhe mie maino (jabat tangan Pak Imam dan Sando serta orang-orang yang datang. 5) Keteino doi (simpan uang). 6) Kasambuhi (penyuapan) seperti ghuntelin (telur), manu (ayam), Lapa (lapa‑lapa), Kaholeno Kaleimanuru (pisang goreng bugis), Wadhe (wajik), Susur (cucur), Kue sirikaea (kue sirsak). 7) Kasambuhino  ghunteli (penyuapan telur). 8) Kasambuhino lapa bhe manuno (penyuapan lapa-lapa dan ayam terhadap anak yang mendampingi). 9) Kasambuhin kaleno kalei manuru (penyuapan pisang goreng). 10) Kasambuhino wadhe (penyuapan wajik). 11) Kasambuhino susuru (penyuapan cucur). 12) Kasambuhino kue sirikae (penyuapan kue sirsak). 13) Kasambuhino kue sirikae (penyuapan kue sirsak terhadap anak yang mendampingi). 14) Kasungkinokandulua (bantal yang dicungkil); dan (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Kasambu di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuma Kabupaten Muna terdiri dari nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras,nilai rasa ingin tahu, nilai peduli lingkungan, dan nilai tanggung jawab.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KONSEP PECAHAN SEDERHANA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 19 KABAWO, DENGAN MENGGUNAKAN PERAGA BENDA KONKRET DAN GAMBAR Boholi, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.159 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i1.8474

Abstract

ABSTRAKPenelitian Tindak Kelas (PTK) dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan rumusan masalah Bagaimana cara meningkatkan pemahaman anak tentang konsep pecahan sederhana secara aktif dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan media/alat peraga dari benda konkret maupun gambar-gambar?.  Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SD Negeri 19 Kabawo Kec. Kabawo kabupaten Muna. Subyek dari peneltian ini adalah siswa Kelas IV semester 2 Tahun 2014. Kemudian metode yang digunakan yaitu melakukan prosedur sebagaimana yang telah ditetapkan dalam prosedur PTK yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan evaluasi, serta sesia akhir yaitu refeksi. Melalui perbaikan pembelajaran yang terbingkai dalam penelitian tindakan kelas, ternyata didapatkan hasil bahwa pemahaman siswa tentang konsep pecahan sederhana jadi lebih meningkat. Dan penggunaan alat peraga secara optimal merupakan salah satu solusi terbaik untuk memaksimalkan hasil belajar siswa. Hasil tersebut yaitu (1) Setiap siswa memiliki kemampuan dan pemenuhan kebutuhan yang berbeda. (2) Siswa memiliki motivasi dalam belajar. (3) Penguasaan materi oleh siswa dapat ditingkatkan melalui penjelasan disertai contoh-contoh dari benda-benda konkret. (4) Siswa merasa senang dan berkesan jika dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Pemahaman, Konsep, dan Pecahan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS XI IPS II SMAN 9 TANA TORAJA Yoland, Erostika; Anwar, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.057 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9794

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan Efektifitas mengajar guru sejarah melalui penerapan model pembelajaran talking stick, 2) Untuk meningkatkan Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran talking stick, 3) Untuk meningkatkan Hasil  belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran talking stick kelas XI IPS II SMAN 9 Tana Toraja.             Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa 1) Penerapan model pembelajaran talking stick dalam keefektivan mengajar guru pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS II di SMAN 9 Tana Toraja. Pada siklus I keefektivan mengajar guru dikatakan belum berhasil karena dari 14 poin yang disiapkan, guru hanya mampu mencapi 10 poin dengan perolehan persentase sebanyak 71,42% denga persentase skor yang tidak terlaksana sebanyak 28,5%. Tindakan siklus II dinyatakan berhasil untuk meningkatkan keefektivan mengajar guru karena dari 14 poin yang yang disiapakan telah terlaksana secara keseluruhan dengan perolehan persentase 100%, 2) Penerapan model pembelajaran talking stick dalam aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS II SMAN 9 Tana Toraja. Pada siklus I aktivitas belajar siswa belum mecapai indikator yang telah ditetapkan. Dari 12 poin yang disediakan pada lembar observasi guru hanya mampu melaksanakan 7 poin dengan persentase 58,33% sedangkan yang tidak terlaksana dengan persentase 41,66%. Aktivitas belajar siklus I dengan menggunakan model pembelajaran talking stick belum dikatakan berhasil karna semua poin yang disediakan pada lembar observasi belum terlaksana seluruhnya.  Pada siklus II tindakan dengan menggunakan model pembelajaran talking stick dikataka berhasil karena dari 12 poin yang disediakan telah terlaksana secara keseluruhan dengan perolehan skor 12 dan persentase 100%, 3) Melalui penerapan model pembelajaran talking stick dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa hasil belajar sejarah kelas XI IPS SMAN 9 Tana Toraja meningkat karena telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan. Namun Pada siklus I siswa hanya memperoleh persentase sebanyak 72%, hanya 18 dari 25 orang siswa yang dinyatakan tuntas dengan perolehan nilai KKM yang telah ditetapkan sekolah, dan 7 orang yang dinyatakan tidak tuntas dengan perolehan skor dibawah nial KKM dengan persentase 28%. Pada siklus II siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 24 dari 25 orang dengan perolehan persentase keberhasilan sebanyak 96% dan persentase ketidak berhasilan sebanyak 4% atau 1 orang siswa yang dinyatakan tidak tuntas. Kata kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, Guru, Siswa, Hasil Belajar
PERKEMBANGAN MASYARAKAT DESA TERAPUNG DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH (1970-2015) Novita, Novita; Baenawi, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.456 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i2.6107

Abstract

ABSTRAK                                                                                            Ulasan dan fokus penelitian ini mengacu pada permasalahan (1) Bagaimana proses terbentuknya Desa Terapung di Kecamatan Mawasangka  Kabupaten Buton Tengah? (2) Bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah sesuai dengan yang ditulis oleh Helius Sjamsuddin Adapun tata kerja dalam metode sejarah tersebut adalah: (a) Heuristik yaitu pengumpulan data (b) Verifikasi atau kritik sejarah yaitu penilaian terhadap keabsahan data (c) Historiografi yaitu penulisan dan penyusunan sejarah. Hasil Penelitian ini menggambarkan (1) proses terbentuknya desa Terapung yaitu pada tahun 1970 lahir Desa Terapung, Dinamakan Desa Terapung karena terapung di atas air, dimana rumah-rumah yang di dirikan menggunakan tiang selain itu mayoritas masyarakatnya bajo sehingga jika ada air pasang desa ini tidak tenggelam sebab Desa berdekatan dengan Pulau Watandabulawa di situlah ketertarikan masyarakat untuk tinggal di Desa ini karena ada pasir yang membumbung tinggi seperti pulau. (2) Perkembangan kehidupan Masyarakat Desa Terapung lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, hal itu antara lain dilihat dari perkembangan Ekonomi yang sudah memadai, salah satunya sumber perikanan. Dimana dalam hal penangkapan ikan yang paling menonjol yaitu alat transportasi laut.Dulu masyarakat menangkap ikan menggunakan perahu, sekarang seiring dengan perkembangan zaman mulai menggunakan Bagang.Selain itu juga desa Terapung yang kini dimekarkan menjadi beberapa desa dan satu kelurahan, kemudian terbentuk satu kecamatan yaitu Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Kata Kunci:  Masyarakat, Desa Terapung, Perkembangan
SEJARAH DESA TERAPUNG DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH (1970-2017) Farsianti, Farsianti; Barlian, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.925 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9835

Abstract

ABSTRAK: Fokus dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana asal mula orang Bajo di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah? 2) Bagaimana pola pemukiman orang Bajo di Desa Terapung di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Boton Tengah? 3) Bagaimana keadaan ekonomi orang Bajo yang ada di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah? 4) Bagaimana proses sosialisasi orang Bajo di Desa Terapung terhadap masyarakat di sekitarnya?            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri atas: (1) Heuristik yaitu pengumpulan data meliputi penelitian keperpustakaan, penelitian lapangan, pengamatan, wawancara, dan studi dokumen; (2) Verifikasi meliputi kritik ekstern dan kritik intern; (3) Historiografi (penyusunan data) meliputi penafsiran, penjelasan, penyajian. Dalam kajian pustaka penelitian ini menggunakan konsep sejarah, konsep desa dan desa terapung, konsep suku Bajo, serta penelitian yang relevan dengan judul penelitian ini.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sejarah Desa Terapung warganya  berasal dari Desa Kaudani yang berpenduduk dari suku Bajo Semenanjung Malaka yang awal kedatangan mereka tahun 1970; 2) Keadaan pemukiman masyarakat pada umumnya ditentukan oleh lingkungan sekitar misalnya pemukiman di pesisir pantai  membentuk perkampungan yang memanjang sedangkan suatu pemukiman yang berbentuk lembah sesuai dengan landscape (kontur tanah) yang membentuk perkampungan yang mengelompok; 3) Dari temuan penelitian diketahui keadaan ekonomi masyarakat Desa Terapung lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.  Hal itu antara lain dilihat dari perkembangan ekonomi yang sudah memadai, yang salah satunya sumber perikanan; 4) Sosialisasi orang Bajo di Desa Terapung sangat kental sehingga sangat terjalin hubungan persatuan dan kesatuannya baik dalam hal membangun rumah tempat kegiatan, gotong royong mereka sangat tinggi.  Kata Kunci: Asal Mula, Pola Pemukiman, ekonomi, sosialisasi
SEJARAH MADRASAH ALIYAH ANNUR AZZUBAIDI DI DESA LAROWIU KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE (1992-2017) NISA, MIFTAHUL KHOIRUN; h. Mursidin T, H Mursidin T
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.607 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6191

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi di Desa Larowiu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe (2) Untuk menjelaskan perkembangan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi di Desa Larowiu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe (1997- 2017)? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yaitu bahwa tata kerja dalam metode sejarah terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu (1). Pengumpulan Sumber (Heuristik), (2). Kritik Sumber yang terdiri dari kritik eksternal dan kritik internal, dan(3). Penulisan Sejarah (Historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang berdirinya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi adalah kondisi anak-anak di sekitar Desa Larowiu yang sangat sulit untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena pengaruh faktor sarana dan prasarana transportasi yang sulit, tingkat pendapatan masyarakat yang rendah, jarak yang ditempuh untuk melanjutkan sekolah di SMA sangat jauh. (2) Perkembangan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi (1992-2017) adalah: (a) Perkembangan Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi tahun 1992- 2017 adalah diawali dengan 3 ruang kelas dan pada tahun 2017 menjadi 6 ruang kelas, 1 ruang kantor, 1 ruang laboratorium komputer, 1 ruang perpustakaan, 1 gedung terbuka, dan 1 lapangan basket. (b) Perkembangan pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi adalah: pada awal didirikannya Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi hanya berjumlah 7 orang itupun berstatus honorer, dan pada saat ini jumlah pendidik meningkat karena sudah berjumlah 21 orang yang terdiri dari 2 orang PNS, 1 orang yang sudah sertifikasi, dan 18 orang honorer dan tenaga kependidikan berjumlah 3 orang. (c) Perkembangan peserta didik di Madrasah Aliyah Annur Azzubaidi pada tahun awal berdirinya berjumlah 8 orang, pada tahun 2017-2018 meningkat menjadi 172 orang. Kata Kunci: Sejarah, Madrasah, Annur Azubaidi
SEJARAH KELURAHAN TAKIMPO KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON (1981-2017) Maria, Maria; Batia, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.718 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9887

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1)  Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton? 2) Bagaimana proses terbentuknya Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton? 3) Bagaimana perkembangan Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton (1981-2017)?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helium Sjamsuddin  dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (Kritik Sumber), Historiografi (penulisan sejarah). Dalam kajian pustaka penelitian ini menggunakan konsep sejarah, konsep  pemerintahan daerah, konsep kelurahan, konsep perkembangan, dan syarat terbentuknya kelurahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Latar belakang terbentuknya Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton dilihat dari beberapa faktor yaitu: a) Faktor jumlah penduduk, b) Faktor luas wilayah, c) Faktor sosial budaya, d) Faktor potensi kelurahan, e) Sarana dan prasarana. 2) Proses terbentuknya Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton adalah a) Diawali dengan musyawarah Organisasi LKMD sekarang disebut LPM beserta kepala lingkungan Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, b) Dari hasil musyawarah memutuskan bahwa harus ada yang mengusulkan terkait adanya pemekaran Kelurahan Takimpo, dalam proses pengusulan tersebut waktu yang dibutuhkan untuk memperjuangkan terbentuknya  Kelurahan Takimpo 1 tahun 2 bulan, c) Sesudah pengusulan dilaksanakan dan disetujui kemudian  diadakan  kembali  musyawarah,  untuk   membahas  pembagian  batas-batas wilayah Kelurahan Kombeli dan Kelurahan Takimpo. 3) Perkembangan  Kelurahan  Takimpo  Kecamatan  Pasarwajo  Kabupaten  Buton dari tahun  1981-2017  mengalami  peningkatan  yang  cukup  signifikan: a) Dalam bidang ekonomi masyarakat Kelurahan Takimpo mengalami kemajuan demikian pula  dengan  profesi-profesi  lain  makin  hari  makin nampak, misalnya, petani, pedagang dan pekerjaan lain yang dapat memberikan hasil yang lebih baik untuk menghidupi keluarganya. b) Dalam bidang politik Kelurahan Takimpo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton diawali dengan penunjukkan lurah pertama yaitu La Kabona, hingga kepala kelurahan saat ini yaitu La Dila, c) Dalam bidang sarana dan prasarana antara lain Benteng Lipu Ogena, SDN 1 Takimpo, SDN 2 Takimpo, Masjid, dan pasar. Kata Kunci: Latar Belakang, Proses dan Perkembangan

Page 5 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue