cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
TRADISI KARIA PADA MASYARAKAT MUNA DI KECAMATAN WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA Ika Pratiwi, Ika Pratiwi; Pendais Hak, Pendais Hak
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.431 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6192

Abstract

ABSTRAK: Inti pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi Karia pada masyarakat Muna di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna? (2) Adakah Perubahan Yang Terjadi Pada Proses Pelaksanaan Tradisi Karia Pada Masyarakat Muna di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna (3) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Karia pada masyarakat Muna di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri dari (1) Heuristik (pencarian data), (2) Kritik Sumber (kritik internal dan eksternal), dan (3) Historiografi (penulisan) yang terdiri dari interpretasi, eksplanasi, dan ekspose. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan konsep kebudayaan, konsep pendidikan karakter, teori perubahan kebudayaan, konsep nilai, konsep makna simbolik, dan beberapa penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan tradisi Karia melalui 3 tahap yakni (a) pada tahap persiapan, pertama melakukan musyawarah dengan anggota keluarga, kerabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa untuk mempersiapkan segala sesuatunya terutama menentukan waktu dan hari pelaksanaannya, menghubungi pomantoto dan lebe (imam). Kemudian dibentuklah panitia penyelenggara dan memberikan tugas masing-masing, termaksud menyiapkan bahan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam upacara, (b) tahap pelaksanaan terdapat 8 tahapan-tahapan yang harus dilakukan, sebagai berikut: a) kafoluku, b)kabhansule, c) kalempagi, d) kafosampu, e) katandano wite, f) tari Linda, g) kahapui, dan (c) tahap akhir dalam upacara Karia adalah kaghorono bhansa/kafolantonobhansa. (2) Perubahan tradisi Karia di sebabkan oleh beberapa faktor yakni: (a) tempat pertunjukan, (b) waktu pertunjukan, (c) perlengkapan tradisi Karia, (d) tahapan pelaksanaan. (3) Nilai-nilai tersebut antara lain: nilai kedisiplinan dan kebersihan (Kesucian), nilai kerukunan dalam keluarga, dan nilai kepedulian/kesetiakawanan sosial. Nilai-nilai tersebut diwariskan melalui pelaksanaan upacara Karia.Kata Kunci: Tradisi, Karia, Masyarakat Muna
PERKEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI TAIPA KECAMATAN LEMBO KABUPATEN KONAWE UTARA (1993 – 2017) Karmila, Karmila; Jamiludin, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.844 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9892

Abstract

ABSTRAK: Fokus dari penelitian ini adalah (1) apa latar belakang taipa dijadikan sebagai objek wisata pantai? (2) bagaimana usaha pemerintah dalam mempromosikan wisata pantai taipa kecamatan lembo kabupaten konawe utara? (3) bagaimana perkembangan destinasi wisata pantai taipa kecamatan lembo tahun 1993-2017?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Heuristik (pengumpulan sumber), yang dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan studi dokumen, (b) Kritik, yang dilakukan melalui kritik eksternal dan kritik internal, (c) Historiografi, yang dilakukan secara sistematis melalui tahap interpretasi, eksplanasi, dan ekspose. Dalam tinjauan pustaka penulis menggunakan konsep sejarah, konsep perkembangan, dan destinasi wisata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Latar belakang terbentuknya Taipa sebagai objek wisata yaitu adanya usaha masyarakat Desa Taipa dalam upaya meningkatkan taraf kehidupannya melihat potensi wisata yang akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Desa Taipa (2) Usaha pemerintah dalam mempromosikan wisata pantai Taipa Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara adalah sebagai berikut: (1) Pemerintah mengadakan beberapa event atau festival antara lain: (a) Mengadakan festival Konasara 1, (b) Pemilihan Luale Anandonia Konasara (Duta Pariwisata Kabupaten Konawe Utara), (c) Mengadakan Konasara Photography Contest; (2) Promosi wisata menggunakan media televisi, radio, media cetak dan media sosial. (3) Perkembangan destinasi wisata Pantai Taipa Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara tahun 1993-2017 dapat dilihat dari perkembangan sarana dan prasarana sebagai berikut: (1) Periode 1993-2006; pada tahun 1993 belum ada pembangunan, tahun 1998 pembukaan akses jalan menuju pantai Taipa, tahun 2000 pembangunan gazebo sebanyak 6 unit serta pembangunan pintu gerbang masuk kawasan wisata pantai taipa (2) Periode 2007-2017;  tahun 2007 pembangunan toilet umum sebanyak 2 unit, tahun 2010 pembuatan tangga permanen, tahun 2013 pembangunan permanen pintu gerbang, tahun 2014 pembangunan menara pantau, tahun 2015 pembangunan bak sampah sebanyak 10 unit, tahun 2016 penambahan toilet umum sebanyak 6 unit, tahun 2017 pengaspalan jalan, pembangunan jalan pedestrian depan gazebo sepanjang 50 m, pembangunan dermaga sebanyak 2 unit, dan penambahan gazebo semi permanen sebanyak 10 unit. Kata Kunci : Usaha, Destinasi Wisata, Pantai Taipa
SEJARAH PETERNAKAN SAPI BALI DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1993-2015) Nurmiati Rochmah, Nurmiati Rochmah; H. Hayari, H Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.644 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6196

Abstract

Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana latar belakang peternakan Sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan? 2) Bagaimana proses perkembangan peternakan Sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan? 3) Bagaimana dampak perkembangan peternakan Sapi Bali terhadap kehidupan ekonomi masyarakat peternak di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Heuristik (Pengumpulan Sumber), 2) Kritik Sumber (Verifikasi), 3) Historiografi (Penulisan Sejarah) yang terdiri atas a) penafsiran (interpretasi), b) penjelasan (eksplanasi), c) penyajian (ekspose). Dalam kajian pustaka penelitian ini menggunakan konsep sejarah, konsep perkembangan, konsep peternakan dan peternakan Sapi Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Adanya peternakan Sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan di latarbelakangi oleh faktor pendorong dari dalam dan faktor pendorong dari luar. Faktor pendorong dari dalam dipengaruhi oleh dua aspek yaitu faktor kondisi geografi dan faktor kondisi ekonomi. Dan faktor pendorong dari luar yang dimaksud adalah pihak pemerintah yang turut menyalurkan bantuan dan hasil dari usaha peternakan Sapi Bali ke instansi lain. 2) Proses perkembangan peternakan sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan dari periode awal masuknya peternakan sapi Bali tahun 1993 sampai tahun 2015 mengalami perkembangan yang sangat signifikan. 3) Setelah adanya peternakan Sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan, menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat peternak di desa tersebut mengalami peningkatan. Dengan demikian jelas bahwa keberadaan peternakan Sapi Bali di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan membawa dampak positif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat peternak di desa tersebut.Kata Kunci: Sejarah, Sapi, Bali
SISTEM PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA WAELUMU KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2003 - 2017) Husna, Husna; Untarti, Dade Prat
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i1.11983

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sistem penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi? (2) Apa saja alat-alat yang digunakan dalam penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (2003- 2017)? (3) Bagaimana perubahan penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa Waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (2003-2017)? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber, (3) Historiografi. Penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat nelayan desa Waelumu, meskipun rata-rata mata pencahariannya adalah sebagai nelayan dan masih memiliki alat tangkap ikan yang sifatnya tradisional. Akan tetapi alat-alat penangkapan ikan yang mereka gunakan adalah benar-benar ramah lingkungan, sehingga dengan begitu keadaan lautnya tetap terjaga dan terlindung dari ancaman manusia yang tidak memiliki kesadaran akan hal itu. Dengan menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan akan memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat nelayan desa Waelumu maupun kehidupan biota lautnya serta masyarakat nelayan desa Waelumu memiliki kesadaran tersendiri bahwa dengan tetap melestaikan lingkungan baik darat maupun laut akan tetap bersih, nyaman, dan tentram. Alat-alat penangkapan ikan ramah lingkungan pada masyarakat nelayan desa Waelumu (2003-2017) antara lain: (a) Mata Pancing, (b) Jaring, (c) Tombak, (d) Panah, (e) Tofole (akar pohon), dan (f) Bubu. Kata Kunci: Sejarah, Tradisi Kampua, Masyarakat Muna ABSTRACT: The problems that become the reference in this study are: (1) How is the environmentally friendly fishing system in the fishing community of Waelumu Village, Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency? (2) What are the tools used in environmentally friendly fishing in the fishing community of Waelumu Village, Wangi-Wangi District, Wakatobi District (2003-2017)? (3) How is the change in environmentally friendly fishing in the fishing community of Waelumu village, Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency (2003-2017)? The method used in this study is a historical method consisting of (1) Heuristics, (2) Source Criticism, (3) Historiography. This research shows that the fishing community of Waelumu village, although the average livelihood is as a fisherman and still has traditional fishing gear. However, the fishing equipment they use are truly environmentally friendly, so that the state of the sea is maintained and protected from the threat of humans who have no awareness of it. Using environmentally friendly fishing gear will have a positive impact on the life of the Waelumu fishing community and the lives of its marine biota and the fishing community of the Waelumu village have their own awareness that by preserving the environment both land and sea will remain clean, comfortable, and peaceful. Environmentally friendly fishing gear in the fishing community of Waelumu village (2003-2017) include: (a) the hook, (b) Nets, (c) Spears, (d) Arrows, (e) Tofole (tree roots), and (f) the Trap. Keywords: History, Kampua Traditions, Muna Communities
TRADISI KATOBA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA MASYARAKAT DESA KONDONGIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA TAHUN 1960-2017 Agustina Heksa, Agustina Heksa; H. Anwar, H Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.834 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.6201

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah: (1) Menjelaskan fungsi tradisi katoba sebagai media pendidikan karakter anak pada Masyarakat Muna; (2) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tradisi katoba sebagai media pendidikan karakter anak pada Masyarakat Muna; (3) Mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat dalam tradisikatoba pada Masyarakat Muna; dan (4) Menjelaskan perubahan tradisi katoba sebagai media pendidikan karakter anak pada Masyarakat Muna tahun 1960-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tata kerja sebagai berikut: (1) Pengumpulan Data (Heuristik); (2) Kritik Sumber (verfikasi); dan (3) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Fungsi tradisi katoba sebagai media pendidikan karakter anak pada masyarakat Muna adalah katoba sebagai penyempurna ke-Islaman dan penyucian anak, katoba membentuk watak anak, dan untuk memberikan anak-anak nasehat-nasehat kehidupan; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tradisi katoba sebagai media pendidikan karakter anak pada masyarakat Muna terdapat 2 faktor yaitu eksternal dan internal, (a) faktor eksternal yaitu: pengaruh kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang semakin maju, dan kemajuan teknologi; dan (b) faktor internal yaitu: berkurangnya jumlah penduduk, sikap masyarakat yang terbuka terhadap perubahan-perubahan kebudayaan, dan lingkungan sekitar; (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi katoba yaitu nilai religius, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai peduli lingkungan, nilai kerja keras, dan nilai peduli sosial; dan (4) Perubahan katoba mulai terlihat pada tahun 1979 sampai dengan tahun 1997, perubahan yang terjadi hampir di semua aspek, terutama manfaat katoba itu sendiri sehingga terjadi perbedaan yang sangat besar antara 1960-1978 dan 1998-2017.Kata Kunci: Katoba, Media, Pendidikan Karakter
RITUAL DALAM TRADISI PERTANIAN (GALU) PADA MASYARAKAT DESA BONE TONDO KECAMATAN BONE KABUPATEN MUNA (1979-2017) HARNITA, HARNITA; Anwar, H.; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i2.12072

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama dalam penelitian ini mengetahui  latar belakang pelaksanaan kegiatan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna, mendeskripsikan ritual-ritual apa saja yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna, mendeskripsikan proses kegiatan ritual dalam Tradisi Pertanian pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna dan mendeskripsikan perubahan yang terjadi saat ini dalam proses Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo Kecamatan Bone Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik (pengmpulan sumber), (2) Kritik sumber (verifikasi), (3) Historiografi (penulisan sejarah).Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan ritual dalam tradisi pertanian pada masyarakat Desa Bone Tondo adalah dalam bercocok tanam (degalu) masyarakat Desa Bone Tondo memiliki keyakinan bahwa hutan di Muna banyak dihuni oleh makhluk ghaib yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat. Maka secara intensif masyarakat melakukan hubungan komunikasi dengan melalui upacara yang tradisional yang dimana harus dilakukan sebelum bercocok tanam. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dalam kegiatan perladangan terhindar dari marabahaya serta hasil panen yang melimpah. Ritual dilakukan karena adanya pantangan dan larangan yang apabila jika tidak dipatuhi akan menimbulkan dampak negatif. (2) Ritual-Ritual yang dilakukan dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo ritual pembukaan lahan kawasan hutan baru yaitu desolo. Ritual kaago-ago yang dilakukan saat lahan sudah bersih dan siap untuk ditanamkan, ritual dilakukan untuk memindahkan makhluk ghaib, permohonan dan sebagai rasa syukur. Ritual kasambuno wite (deghoti wite) dan ritual kafematai, (3) Proses pelaksanaan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada Masyarakat Desa Bone Tondo yaitu semua proses ritual dilakukan pada hari baik yang dipimpin oleh dukun (parika), menyiapkan alat dan bahan (sesajian) yang dibutuhkan tiap-tiap upacara ritual yang akan dilaksanakan. (4) Perubahan yang terjadi saat ini dalam proses pelaksanaan Ritual dalam Tradisi Pertanian (Galu) pada masyarakat Desa Bone Tondo, dapat dilihat pada ritual kaago-ago, dimana saat ini sabagian ritual tersebut tidak lagi dijalankan. Perubahan-perubahan lain adalah terkait dengan konsistensi ritual yang sebagian masih ada yang melakukan secara utuh namun ada juga yang hanya menjalankan 2 atau 3 ritual saja. Kata Kunci: latarbelakang, jenis, proses dan perubahan, galu ABSTRACT: The main objective in this study is to find out the background of the implementation of Ritual activities in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, Bone District of Muna District, describing the rituals performed in the implementation of ritual activities in the Agricultural Tradition (Galu) of the Village Community Bone Tondo, Bone District, Muna Regency, describes the process of ritual activities in the Agricultural Tradition of the Bone Tondo Village Community, Bone District Muna District and describes the changes that occur currently in the Ritual process in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, Bone District, Muna Regency. The method used in this study is the historical method according to Helius Sjamsuddin which consists of: (1) Heuristics (collection of sources), (2) Criticism of sources (verification), (3) Historiography (history writing). The results of the study show that: (1 ) The background of ritual implementation in the agricultural tradition of the Bone Tondo Village community is in farming (degalu). Bone Tondo Village community has the belief that the forests in Muna are inhabited by unseen creatures that have the potential to disrupt people's lives. So the community intensively communicates through traditional ceremonies which must be carried out before planting. With the intention of obtaining safety in farming activities to avoid danger and abundant harvests. The ritual is carried out because of restrictions and prohibitions which if not obeyed will cause a negative impact. (2) Rituals carried out in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community in the ritual of opening a new forest area, namely desolo. Kaago-ago rituals are carried out when the land is clean and ready to be planted, rituals are performed to remove supernatural beings, requests and as gratitude. Kasambuno wite rituals (deghoti wite) and kafematai rituals, (3) The process of implementing Rituals in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village Community, namely all ritual processes carried out on a good day led by a shaman (parika), preparing tools and materials (offerings) ) required each ritual ceremony that will be carried out. (4) Changes that occur at this time in the process of carrying out the Ritual in the Agricultural Tradition (Galu) of the Bone Tondo Village community, can be seen in the kaago-ago ritual, where at present the ritual portion is no longer carried out. Other changes are related to the consistency of the ritual, some of which still do the whole, but there are also those who only carry out 2 or 3 rituals. Keywords: Background, type, process and change, galu
PENETAPAN PASARWAJO SEBAGAI IBU KOTA KABUPATEN BUTON (2003-2017) Firman, Andi; Hadara, Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.604 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7339

Abstract

ABSTRAK: Subtansi penelitian ini mengacu pada tiga aspek permasalahan dasar 1) Mengapa Pasarwajo ditetapkan sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton? 2) Apa tantangan yang dihadapi dalam penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton? 3) Bagaimana perkembangan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton?Adapun tujuan dalam penelitian adalah: 1) Untuk mendeskripsikan latar belakang penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton. 2) Untuk mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton. 3) Untuk mendeskripsikan perkembangan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Helius  Sjamsuddin, dengan tata kerja terdiri dari tiga tahapan, sebagai berikut: 1) Heuristik (pengumpulan sumber). 2) Kritik sumber yakni langkah kedua dari pengumpulan data atau sumber. 3) Historiografi (penulisan sejarah) yakni tahap akhir dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2003 tentang pemindahan Ibu Kota Kabupaten Buton dari Kota Bau-Bau ke Pasarwajo di wilayah Kabupaten Buton. 2) Tantangan yang dihadapi dalam penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota yaitu diantaranya konflik aset antara Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau serta penetapan lokasi Ibu Kota Kabupaten Buton antara Batauga dan Pasarwajo. Oleh karena itu berakhirnya konflik kedua wilayah ini tidak diikutkan sebagaimana yang diinginkan oleh masing-masing masyarakatnya melainkan berdasarkan bentuk wilayah yang baik untuk menjadi Ibu Kota, walaupun diketahui bahwa akan ada pihak-pihak yang mersa tidak adil tetapi hak dan wewenang diberikan kepada pemerintah untuk mengatur dan mengelolah suatu wilayah dan pengambilan keputusan khususnya dalam penetapan Ibu Kota Kabupaten Buton yang berada di wilayah Pasarwajo. 3) Perkembangan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton mulai membenah dari segala aspek yaitu fasilitas pendidikan berdasarkan data tersebut ketersediaan sekolah setiap tahun cenderung bertambah. Serta jumlah fasilitas sekolah dan jumlah murid dan guru mulai dari tingkat pendidikan TK sampai SMA/SMK sederajat setiap tahun cenderung bertambah mulai dari guru sekolah dan murid sekolah. Kemudian fasilitas pasar berdasarkan data tersebut berbagai kegiatan perdagangan yang dilakukan di Kabupaten Buton seperti perdagangan ekspor-impor serta antar pulau semakin meningkat sarana perdagangannya. Fasilitas transportasi berdasarkan data menunjukan bahwa transportasi dalam penetapan Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton terus mengalami perkembangan, serta fasilitas pariwisata yang ada di Kabupaten Buton saat ini menjadi tujuan wisata dunia, pemerintah Kabupaten Buton terus meningkatkan fasilitas yang diinginkan wisatawan khususnya dibidang perhotelan dan wisatanya. Kata Kunci: Penetapan, Pasarwajo, dan Kabupaten Buton 
SEJARAH PELAKSANAAN PROGRAM KB DI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN 2004-2016 Arimbawa AT, Agastya Azwar Azwar; Batia, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i3.12819

Abstract

ABSTRAK: Fokus masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana latar belakang pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan? 2) Bagaimana proses perkembangan pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan 2004-2016? 3) Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan? 4) Faktor-faktor yang menghambat program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik sumber (eksternal dan internal), Historiografi (penulisan sejarah) yang terdiri yakni 1) penafsiran (interprestasi), 2) penjelasan (eksplanasi), 3) penyajian (ekspose). Dalam kajian pustaka penelitian ini teori sejarah, konsep kebijakan pemerintahan, konsep pelaksanaan kebijakan publik, konsep program KB. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dilatar belakangi oleh: a) Pada tahun 1980 program KB masuk di Kabupaten Konawe Selatan Kecamatan Tinanggea. Walaupun mendapat sedikit pertentangan dari masyarakat b) Pada tahun 1980-1990 program KB masih dalam pengenalan kepada masyarakat setempat tentang KB dan alat kontrasepsi. c) Hingga memasuki tahun 2000 program KB ini sudah memasuki era kemandirian hingga sampai sekarang karena program KB sudah dianggap menjadi kebutuhan warga setempat. 2) Perkembangan pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan 2004-2016: a) Masuknya program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan banyak masyarakat yang tidak setuju dengan program KB. b) Para PLKB/PKB berusaha meyakinkan warga sekitar dengan cara sosialisasi door to door tentang program KB. c) Hingga tahun 2004-2016 peningkatan terjadi karena masyarakat sudah mengetahui manfaat dari program KB. dari era kemandirian ini sesuai peraturan Pemerintah alat-alat kontrasepsi yang secara gratis hanya disediakan untuk warga prasejahtra di tandai dengan tanda Lingkaran Biru (LIBI), sedangkan warga yang non prasejahtra alat-alat kontrasepsi ini harus di perjual belikan dengan adanya tanda Lingkaran Mas (LIMAS). 3) Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan: a) Kelancaran komunikasi kepada warga setempat. b) Sumber daya. c) Disposisi/sikap pelaksana. d) Struktur Biroksasi. 4) Faktor faktor yang menghambat pelaksanaan program KB di Kecamatan Tinanggea: a) Sosial-Budaya. b) Pengetahuan c) Sikap d) Pendapatan Keluarga e) Efek Samping Penggunaan alat kontrasepsi. Kata Kunci: Sejarah, Pelaksanaan, KB  ABSTRACT: The focus of the problems examined in this study are: 1) What is the background of the implementation of the family planning program in Tinanggea District, Konawe Selatan Regency? 2) What is the process of developing the implementation of family planning programs in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District 2004-2016? 3) What factors support the implementation of family planning programs in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District? 4) What factors hinder the family planning program in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District? The method used in this research is the historical method with the following stages: Heuristic (gathering of sources), Criticism of sources (external and internal), Historiography (history writing) consisting of 1) interpretation (interpretation), 2) explanation (explanation) ), 3) presentation. In this research literature review historical theory, the concept of government policy, the concept of implementing public policy, the concept of family planning programs. The results of this study indicate that 1) The implementation of family planning programs in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District is motivated by: a) In 1980, the KB program was entered in Konawe Selatan District Tinanggea Subdistrict. Although there was little opposition from the community b) In 1980-1990 the family planning program was still in the introduction to the local community about family planning and contraception. c) Until entering the year 2000 the family planning program has entered the era of independence until now because the family planning program has been considered to be the needs of local residents. 2) Development of the implementation of family planning programs in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District 2004-2016: a) The inclusion of family planning programs in Tinanggea Subdistrict, Konawe Selatan District many people disagreed with the family planning program. b) PLKB / PKB tries to convince local residents by way of door-to-door socialization about family planning programs. c) Until 2004-2016 the increase occurred because the community already knew the benefits of the family planning program. from this era of independence in accordance with Government regulations contraception which is free only provided for prehistoric citizens marked with the Blue Circle (LIBI), while residents who are non-prehistoric contraceptive devices must be sold with the presence of the Circle of Mas (LIMAS) ). 3) Factors that support the implementation of family planning programs in Tinanggea District, Konawe Selatan District: a) Smooth communication with local residents. b) Resources. c) Disposition / attitude of implementers. d) Bureau structure. 4) Factors that hinder the implementation of family planning programs in Tinanggea District: a) Socio-Culture. b) Knowledge c) Attitudes d) Family Income e) Side Effects of the use of contraceptives. Keywords: History, Implementation, KB
SEJARAH BANDARUDARA SUGIMANURU DI DESA KUSAMBI KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT (1980-2017) Jaldin, Jaldin; Untarti, Dade Prat
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.875 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7346

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang pembangunan bandarudara Sugimanuru di Desa Kusambi Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat (2) Untuk menguraikan kendala pembangunan bandar udara Sugimanuru di Desa Kusambi Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat (3) Untuk menguraikan dampak pembangunan bandar udara Sugimanuru di Desa Kusambi Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat, dan (4) Untuk menguraikan perkembangan pembangunan bandar udara Sugimanuru di Desa Kusambi Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Helius Sjamsuddin, yang terdiri atas tiga tahap yaitu: (1) Heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) Kritik Sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna untuk mendapat data yang otentik, (3) Historiografi yaitu tahap penulisan dalam bentuk karya tulis kronologis, sistematis, dan ilmiah. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pembangunan bandar Udara Sugimanuru pada awal pembangunannya atas dasar pemikiran seorang pemimpin yang bernama Drs. La Ode Saafi Amane yang merupakan Bupati Muna periode 1981-1986 yang menjunjung tinggi empat poin visi dan misi yaitu: mendorong peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas dan daya dukung infrastruktur wilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam. Atas dasar itulah sehingga terbangun bandar udara Sugimanuru untuk pelayanan sipil, (2) Kendala pembangunan bandar udara Sugimanuru yaitu dapat dilihat dari pandangan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk respon yaitu ada pihak yang menerima pembangunan bandar udara Sugimanuru dan ada pihak yang menolak pembangunan bandar udara Sugimanuru, (3) Dampak dari pembangunan bandar udara Sugimanuru yakni terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, bertambahnya alat transportasi, mempermudah akses transportasi lintas daerah. (4) Perkembangan pembangunan bandar udara Sugimanuru dari tahun ketahun terlihat mengalami perkembangan yang signifikan, hal itu dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang ada. Kata Kunci: Kendala, Perkembangan, Bandar Udara
SEJARAH PUSKESMAS ANDOWIA DI KECAMATAN ANDOWIA KABUPATEN KONAWE UTARA (1982-2016) Nurtina, Nurtina; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i4.12857

Abstract

ABSTRAK: Masalah pokok penelitian ini adalah (1) Apa yang melatar belakangi pembangunan Puskesmas Andowia di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara?  (2) Bagaimana perkembangan Puskesmas Andowia di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan strukturis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang terdiri dari tiga yakni: (1) Heuristik (Pengumpulan Sumber), (2) Verifikasi (Kritik Sumber) dan (3) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Latar belakang pembangunan Puskesmas Andowia di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara yaitu  Pada awalnya sebelum ada Puskesmas Andowia, masyarakat setempat masih mempercayai dukun dapat menyembuhkan penyakit, Jadi pada saat itu masyarahkat setempat ketika mengalami sakit ataupun ada keluarga yang sakit mereka pergi ke dukun untuk berobat. (2) Perkembangan Puskesmas Andowia di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (1982-1994) yaitu (a)  Pada tahun 1982-2016 dimana pada saat itu Puskesmas Andowia belum ada perkembangan secara fisik; (b)  Pada tahun 1994-2007 dimana adanya tambahan fasilitas kesehatan dari pemerintah setempat; (c)  Pada tahun 2007-2016  adanya lagi penambahan alat-alat peralatan kesehatan seperti suntik, ukur berat badan dan lain-lainnya. (d) Perkembangan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Andowia Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara penulis memilih 5 dimensi kualitas, yaitu ketampakan fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy). Kata Kunci: Latar belakang, Perkembangan, Puskesmas ABSTRACT: The main problems of this research are (1) What is the background of the development of Andowia Health Center in Andowia Subdistrict, North Konawe Regency? (2) How is the development of Andowia Health Center in Andowia Subdistrict, North Konawe Regency? This type of research used in this study is a descriptive qualitative historical research. The approach used in this research is a structuralist approach. The method used in this study is the historical method according, which consists of three namely: (1) Heuristics (Collection of Sources), (2) Verification (Critical Sources) and (3) Historiography (Writing History). The results of this study are as follows: (1) The background of the development of the Andowia Community Health Center in Andowia Sub-district, North Konawe Regency, that is, before the Andowia Health Center was established, the local community still believed that the dukun could cure the disease. the sick they went to the shaman to seek treatment. (2) the development of Andowia Health Center in Andowia Subdistrict, North Konawe Regency (1982-1994), namely (a) in 1982-2016 where at that time the Andowia Health Center had no physical development; (b) In 1994-2007 where there were additional health facilities from the local government; (c) In 2007-2016 there was additional addition of medical equipment such as injections, weight measurements and others. (d) The development of the quality of health services in Andowia Health Center Andowia Subdistrict, North Konawe District, the authors chose 5 dimensions of quality, namely physical appearance (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (assurance) and empathy (empathy). Keywords: Background, Development, Health Center

Page 8 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue