cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
yusyusnaini@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Tingkat Serangan Parasit serta Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg) pada Kepiting Bakau (Scylla sp) Hasil Tangkapan di Desa Rarongkeu Kec. Lantari Jaya, Kab. Bombana Sulawesi Tenggara Arjuna Aris, Erick; Nur, Indriyani; Hamzah, Muhaimin
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 2, No 1 (2018): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.11 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v2i1.6579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis parasit dan tingkat serangannya serta kandungan logam berat merkuri (Hg) pada kepiting bakau (Scylla sp) Hasil Tangkapan di  Desa Rarongkeu Kec. Lantari Jaya, Kab. Bombana Sulawesi Tenggara. Pemeriksaan parasit dilakukan pada organ insang sedangkan pemeriksaan logam berat merkuri dilakukan pada beberapa organ yaitu, insang, daging, darah dan pada parasit yang menginfeksi insang (Octolasmis sp). Seluruh parasit yang ditemukan pada penelitian ini merupakan ektoparasit yang terdiri dari Octolasmis sp.,dan Ascarophis sp yang menginfeksi organ insang. Nilai prevalensi parasit berkisar antara 50 – 100 % dan intensitas 69 - 150 Ind/ekor. Hasil pemeriksaan konsentrasi logam berat pada daging adalah (0,15 mg/kg), Insang (0,087 mg/kg), dan darah (<0,002 ml/l). Kualitas air yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas air masih berada dalam kisaran toleransi untuk menunjang kehidupan organisme. Kata kunci : Scylla sp, Parasit, Prevalensi,
Aspek Biologi Reproduksi Sebagai Dasar Pengelolaan Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus, Linn 1758) di Perairan Toronipa, Konawe Basri, Muhammad Irfan; Sara, La; Yusnaini, Yusnaini
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 1, No 2 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.295 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v1i2.6624

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi reproduksi (rasio kelamin, tahap dan indeks perkembangan gonad, fekunditas dan ukuran  pertama  matang  gonad)  rajungan  (P.  pelagicus)  di perairan Toronipa. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei - Oktober 2014. Sample rajungan diperoleh setiap bulan secara acak. Setiap sample yang diperoleh didentifikasi jenis kelaminnya dan diukur lebar karapas menggunakan caliper ketelitian 0,05 mm, dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan digital ketelitian 1 g. Total sampel yang diperoleh 179 individu jantan dan 191 individu betina. Rajungan betina yang mempunyai telur (berried female) dilepaskan dari pleopodnya untuk dianalisis fekunditasnya.Sex ratio antara rajungan jantan dan betina yang diperoleh dihitung dan dianalisis menggunakan uji Chi-square (α = 0,05). Tingkat kematangan gonad (TKG) sample yang diperoleh diamati dengan cara membuka karapasnya. Perkembangan kematangan tersebut dikategorikan kedalam lima kelas yang dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran dan warna gonad mengikuti prosedur Costa dan Negreiros-Fransozo (1998) dan Sumpton et al. (1994). Indeks Kematangan Gonad (IKG) juga dihitung menggunakan rumus: IKG = (berat gonad/berat tubuh total)*100%. Fekunditas rajungan dihitung menggunakan metode “raising factor”, sedang hubungan fekunditas dan bobot tubuh rajungan dianalisis menggunakan persamaan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukan rasio J : B adalah 0,96 : 1, walaupun demikian rasio tersebut termasuk seimbang (p < 0.05). Rajungan diperairan ini mempunyai persentase tinggi pada TKG III dan IV yang cenderung dominan setiap bulan yang mempunyai IKG berkisar  3,45 - 5,06%. Puncak IKG terjadi pada bulan Mei (5,06%), sedang terendah pada bulan Juli (3,45%). Kemampuan reproduksi (fekunditas) organisma ini berkisar 0,48*106 - 2,98*106. Ukuran pertama matang gonad rajungan jantan lebih kecil (72,4 mm) dibadingkan dengan rajungan betina (78,5 mm). Pengelolaan rajungan di perairan ini harus hati-hati karena ukuran pertama matang gonad sangat kecil (< 10 cm), yang menunjukan bahwa rajungan di perairan ini mempunyai tingkat eksploitasi tinggi. TKG III dan IV tidak akan memberi potensi reproduksi jika eksploitasi dilakukan intensif. Fekunditas rajungan di perairan ini berhubungan dengan ukuran lebar karapas, yaitu semakin besar lebar karapas maka semakin besar jumlah fekunditas. Keywords: Portunus pelagicus, Biologi reproduksi, Nisbah kelamin, Fekunditas, Ukuran pertama gonad, Indeks kematangan gonad
Preferensi Habitat Kerang Coklat (Modiolus modulaides) pada Perairan Bagian Dalam dan Luar Teluk Kendari Sulawesi Tenggara Musni, La Ode; Ramli, Muhammad; Bahtiar, Bahtiar
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 1, No 1 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.719 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v1i1.6632

Abstract

Kerang Modiolus modulaides termasuk family Mytilidae dan mempunyai nilai ekonomis.  Berbagai aktivitas pengambilan serta pemanfaatannya sampai saat ini masih dilakukan dengan mengeksploitasi langsung tanpa kegiatan pengelolaannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi, kepadatan kerang Modiolus modulaides terhadap lingkungannya.  Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan interval waktu sehari sekali, di 7 stasiun mulai bulan Februari-Juni 2015.  Total kerang coklat yang ditemukan sebanyak 1.453 individu.  Data kepadatan dan distribusi kerang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan rumus yang telah baku.  Hasil analisis distribusi kemudian dilakukan uji lanjutan dengan chi kuadrat (χ2) sedangkan preferensi habitat kerang coklat (Modiolus modulaides) dianalisis dengan Principle Componen Analysis (PCA) dan Coresponden Analysis (CA) melalui program XLSTAT 2014.  Kepadatan kerang coklat berkisar 6,33-32,20 ind/m2.  Hasil analisis kelas ukuran kerang terdistribusi dalam 12 kelas yaitu kerang ukuran kecil (muda), kerang ukuran sedang (dewasa) dan kerang ukuran besar (tua), yang masing-masing terdistribusi berturut-turut 0,2-4,65 cm, 4,7-7,6 cm dan 7,65-8,7 cm.  Peningkatan jumlah kepadatan kerang berkorelasi terhadap tingkat kekasaran substrat dan kehadiran vegetasi lamun dan mengrove sementara pengelompokkan kerang berhubungan dengan tipe substrat, arus, serta interaksinya dengan organisme bentik lain.  Preferensi habitat kerang Modiolus modulaides dikarakteristikkan oleh substrat pasir sangat kasar, butiran pasir halus, serta interaksinya dengan kondisi fisik, kimia dan biologi perairan (arus, khlorofil-a, TOM, oksigen terlarut, suhu, kecerahan) serta kehadiran vegetasi lamun dan mangrove.       Kata kunci: Kerang coklat, preferensi habitat, kepadatan, distribusi ukuran 
Potensi Ekstrak Steroid dari Teripang Pasir (Holothuria scabra) dari Perairan Atowatu Kendari untuk Pengendalian Bakteri Vibrio harveyi Nur, Indriyani; Asnani, Asnani; Yusnaini, Yusnaini
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 3, No 1 (2019): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.836 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v3i1.7568

Abstract

Teripang pasir  merupakan salah satu invertebrata laut yang cukup melimpah terutama di perairan pantai Atowatu Kabupaten Kendari. Hewan akuatik ini diduga memiliki potensi besar dalam menghasilkan bioaktif steroid yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, khususnya untuk pengendalian penyakit kunang-kunang pada udang yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Kuantifikasi bahan aktif dari hasil ekstraksi dan  pengujian penghambatan bahan tersebut terhadap bakteri V. harveyi adalah parameter dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang pasir H. scabra yang diekstrak mengandung bahan aktif steroid (0.065%) dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi hingga dosis minimum yang diujikan yakni 10 ppm secara in vitro. Daya hambat terhadap bakteri V. harveyi pada ekstrak steroid 10 hingga 5000 ppm tidak menunjukkan perbedaan, namun perbedaan yang signifikan terdapat pada dosis 10000 ppm.  Kata kunci:  Steroid, teripang pasir  (Holothuria scabra),Vibrio harveyi, zona hambat
Keanekaragaman Juvenil Karang Batu (Ordo Scleractinia) di Perairan Sulawesi Tenggara Indonesia Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, Rahmadani
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 2, No 1 (2018): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.77 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v2i1.7578

Abstract

Keberadaan juvenil karang merupakan indikasi tingkat pemulihan dan resiliensi dari ekosistem terumbu karang. Juvenil karang yang berhasil menjadi karang dewasa akan berperan penting terhadap produktivitas di  perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  keanekaragaman juvenil karang batu (Scleractinia) di Perairan Sulawesi Tenggara. Inventarisasi juvenil karang menggunakan transek kuadrat 1 m2 (1x1 m). Fokus obyek pengamatan pada  anakan karang yang berdiameter ≤ 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah juvenil karang tercatat selama penelitian sebanyak 234 anakan karang yang masuk dalam 21 genera dan 12 famili. Dari data tersebut tercatat genus Fungia, Pavona, Favia, dan Porites mempunyai kontribusi besar terhadap keanekaragam juvenil karang di lokasi penelitian. Keanekaragaman juvenil karang tertinggi tercatat di sekitar gosong karang Tukalanggara dan Pulau Bahulu Kata kunci : Juvenil karang, Keanekaragaman, Kelimpahan, Perairan Sulawesi Tenggara
Struktur Ukuran dan Parameter Populasi Rajungan (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) di Perairan Toronipa, Sulawesi Tenggara, Indonesia Muchtar, Ari Sandy; Sara, La; Asriyana, Asriyana
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 1, No 1 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.375 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v1i1.6589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ukuran dan parameter populasi rajungan (P. pelagicus) di perairan Toronipa yang dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus 2014. Total sampel yang diperoleh adalah 376 ekor rajungan jantan dan 331 ekor rajungan betina. Kelas ukuran lebar karapas rajungan yang banyak tertangkap selama penelitian berkisar 95,84 mm – 106,35 mm untuk jantan dan 90,97 mm – 105,15 mm untuk betina. Data lebar karapas rajungan yang diperoleh dianalisis dan ditemukan 3 rata-rata kelompok ukuran (kohort). Ukuran lebar karapas rajungan tersebut dominan berada pada rata-rata 91,92 mm. Parameter populasi CW∞, K, and t 0 rajungan jantan dan betina terdapat kecenderungan nilai yang berbeda, yaitu CW∞ = 155,76 mm, K = 0,83/year, dan t 0 = - 0,126 untuk rajungan jantan, sedang CW∞ = 184,82 mm, K = 0,43/year, dan t 0 = - 0,231 untuk betina. Data parameter populasi rajungan tersebut mengindikasikan bahwa rajungan di perairan ini diusahakan dijaga/dipelihara dan dikelola baik karena nilai K kedua jenis kelamin relatif rendah dan akan membutuhkan waktu lama untuk mencapai nilai CW∞ kedua jenis kelamin. Diharapkan data dalam penelitian ini dapat menjadi bahan merumuskan pengelolaan rajungan agar supaya populasinya dapat dipertahankan. Kata Kunci:Struktur ukuran, Parameter populasi, Portunus pelagicus, Perairan Toronipa.
Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Bungkil Biji Kapuk (Ceiba petandra) Hasil Fermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan hidup Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Ketut Triastini, Ni Gusti; H. Muskita, Wellem; Susilowati, Prima Endang
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 1, No 2 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.013 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v1i2.6625

Abstract

Tepung bungkil biji kapuk merupakan sumber protein nabati alternatif yang dapat dimanfaakan untuk mengsubstitusi tepung kedelai. Masalahnya adalah bungkil biji kapuk mengandung antinutrisi yaitu gosypol dan asam lemak siklopropenat. Salah satu cara untuk mengurangi kedua antinutrisi tersebut dapat digunakan dengan cara biologi yaitu fermentasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung bungkil biji kapuk hasil fermentasi (TBBKHF) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname.  Udang vaname yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 2,54±0,16 g. Udang dipelihara selama 40 hari  dalam akuarium yang berukuran 60x50x40 cm dengan kepadatan 15 ekor/akuarium menggunakan sistem resirkulasi tertutup. Udang diberi pakan secara satiation dengan frekuensi 4 kali sehari. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan pakan uji dan diulang 3 kali. Perlakuan  A (30% TK + 10% TBBKHF), perlakuan B (20% TK + 20% TBBKHF), perlakuan C (10% TK + 30TBBKHF), dan perlakuan D (Pakan Komersial X). Pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), kelangsungan hidup (SR), Konsumsi pakan (KP),  efisiensi pakan (EP), retensi protein (RP), dan retensi energi (RE) dievaluasi dalam penelitian ini. Uji statistik dilakukan pada semua parameter yang dievaluasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A bila dibandingkan dengan perlakuan B dan C  memberikan  PM  (1,64 g), LPS (1,22%), SR (84,44%), KP (25,68 g), EP (44,11%), RP (1,02%) dan RE (19,54) terbaik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian substitusi 10% TBBKHP dengan 30% TK dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Kata kunci: Bungkil biji kapuk, fermentasi, asam lemak siklopropenat, udang  vaname.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pengembangan Pembenihan Lobster Air Tawar (Cerax quadricarinatus) di Kabupaten Kolaka Timur Yusnaini, Yusnaini; Ramli, Muhammad; Saenong, Zainuddin; Idris, Muhammad; Iba, Wa
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 2, No 1 (2018): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.553 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v2i1.6633

Abstract

Pengembangan pembenihan jenis komoditas baru, seperti lobster air  tawar (LAT)    merupakan alternatif  untuk optimalisasi pemanafaatan sumber daya perairan air tawar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan pembenihan LAT di Kabupatan Kolaka Timur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT, suatu analisis untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Berdasarkan analisis SWOT,  pembenihan LAT diperoleh nilai faktor internal dan nilai ekternal berada pada Kuadran I (S-W = 0,66; O-T=0,25). Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Kolaka Timur  sangat potensial dan ideal untuk dikembangkan  pembenihan lobster air tawar. Kata kunci:  pembenihan, lobster air tawar, analisis SWOT
Pengaruh Ekstrak Daun Mangrove (Avicennia marina) terhadap Ketahanan Tubuh Udang Vaname (Litopenaeus vannamei ) Samuria, Sitti Asna; Nur, Indriyani; Hamzah, Muhaimin
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 2, No 2 (2018): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.725 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v2i2.7573

Abstract

This study aims to determine the optimum dose of mangrove leaf extract (A. marina) which is able to improve the resistance of vaname shrimp (L. vannamei). The stages in this study consisted of : (1) extraction of mangrove leaves and, (2) Immunostimulation of shrimp with extracts orally, (3) analysis of shrimp resistance to defend against Vibrio alginolitycus bacterial infection through challange test. The treatment was conducted in different doses of extract in feed (10, 15, 20 g/kg), and the control treatment was pellets without extract. Feeding with the addition of the extract was carried out for 40 days, then tested against the bacterium V.alginolitycus. The parameter observed in this study was Survival Rate (SR) and clinical signs. In the treatment of 20 g showed an optimal increase in the vaname shrimp immune response with significantly different result compared to other treatments. Keywords : Vannamei,  Mangrove  Leaves,  V. alginolyticus,  Immunity
Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Baronang (Siganus sp.) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sudarno, Sudarno; Asriyana, Asriyana; Arami, Hasnia
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 2, No 1 (2018): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.229 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v2i1.7579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan baronang (Siganus sp.) di perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu dari bulan Maret sampai Mei 2014.  Penentuan titik pengambilan sampel berdasarkan keterwakilan lokasi alat tangkap sero di perairan Tondonggeu. Sero yang digunakan mempunyai mata jaring penajuh 1,5 inci dan bunuhan 1 inci. Hasil penelitian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Parameter lingkungan menunjukkan kisaran suhu 29–300C; salinitas 30–31‰; derajat keasaman (pH) 6,0–7,0; kecepatan arus 0,048–0,068 m/detik; dan oksigen terlarut 6,3–7,73 mg/L. Jumlah ikan yang terkumpul sebanyak 1.059 ekor dengan kisaran panjang total 70,0–190,0 mm. Hubungan panjang-bobot ikan baronang jantan menunjukkan pola pertumbuhan isometrik saat bulan Maret (b=2,99); allometrik negatif saat bulan April (b=2,87) dan Mei (b=2,75). Tipe pertumbuhan ikan baronang betina menunjukkan pola allometrik positif saat bulan Maret (b=3,07); isometrik saat bulan April (b=2,96) dan Mei (b=2,98). Faktor kondisi ikan baronang jantan berkisar 0,89–1,17 dan betina 0,81–1,80. Ikan betina mempunyai kondisi lebih baik daripada ikan jantan. Kata kunci :   Baronang, allometrik positif, isometrik, Tondonggeu