cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502325X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS adalah jurnal yang memuat hasil penelitian ilmiah yang memiliki nuansa akademik yang inovatif dalam bidang kajian pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PENILAIAN AUTENTIK PADA MATA PELAJARAN RUMPUN IPS DI SMA NEGERI 1 PASIR PUTIH Iksan Uzin; La Iru; Nanik Hindaryatiningsih
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2021): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v5i2.27966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS di SMA Negeri 1 Pasir Putih yang sesuai dengan standar penilaian; Kendala-kendala mengimplementasikan model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS  di SMA Negeri 1 Pasir Putih; Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mengimplementasikan model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS di SMA Negeri 1 Pasir Putih. Jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini semua guru rumpun IPS (ekonomi, geografi, sejarah dan Sosiologi) yang berjumlah 4 orang serta sebagai informan adalah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Metode pengumpulan data  yang  digunakan  yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif  kualitatif,  yaitu reduksi  data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dicapai yaitu Implementasi model penilaian  autentik  pada  mata  pelajaran  rumpun IPS (ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi) di SMA Negeri 1 Pasir Putih  telah  dilaksanakan  pada  tiga  ranah  yaitu  kompetensi sikap (afektif) melalui penilaian observasi, penilaian diri, penilaian antar teman siswa, dan penilaian jurnal; kompetensi  pengetahuan (kognitif) melalui penilaian tes tulis, penilaian tes lisan dan penilaian penugasan; dan kompetensi keterampilan (psikomotorik) melalui penilaian praktek, penilaian produk dan penilaian portofolio. Faktor penghambat implementasi model penilaian autentik meliputi banyaknya karakteristik siswa, kompetensi guru dan keterbatasan waktu. Upaya yang  dapat  dilakukan  untuk mengatasi hambatan implementasi model penilaian autentik adalah  mendalami karakteristik siswa, melaksanakan workshop guru dan pengaturan waktu kegiatan penilaian.Kata Kunci: Model penilaian autentik; rumpun IPS
PENAMBANGAN BATU KAPUR DALAM BINGKAI KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PADA MASYARAKAT DI DESA NEPA MEKAR Amaluddin Amaluddin; Harubali Harubali
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 6, No 2 (2022): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v6i2.35473

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui latar belakang masyarakat Desa Nepa Mekar bekerja sebagai penambag batu kapur, 2) untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Nepa Mekar yang bekerja sebagai penambang batu kapur. Hasil peneltian Penambangan batu kapur di desa Nepa Mekar telah dilakukan masyarakat sekitar 48 tahun silam yaitu pada tahun 1970, menambang dengan cara sederhana dengan alat-alat yaitu berupa linggis, sekopang, palu, kagaru (batok kelapa), ember dan karung, dampak penambangan batu kapur dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Nepa Mekar. pada pembangunan tempat tinggal masyarakat dari rumah gantung sudah menggunakan beton dan atap seng serta memiliki kendaraan pribadi. Pada bidang pendidikan anak-anak mereka sudah dapat melanjutkan pendidikan SMP, SMA, dan sampai pada kejenjang perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Serta meningkatkan sistem kekerabatan masyarakat akan bergotong royong. pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat pada tahun 1970-2000 dimana masyarakat  menambang mulai pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Dengan penghasilan dalam satu ret batu kapur berjumlah 150 karung yang diisi stengah karung dan di hargai 50 ribu/truk. pada tahun 1970 2000 mengalami peningkatan jumlah penambang batu kapur dari mulai sebanyak 20 - 45 kepala keluarga.
PERAN SULTAN DAYANU IKHSANUDDIN DALAM MENATA SISTEM PEMERINTAHAN MODERN DI KESULTANAN BUTON (1596 - 1632) Munawir Mansyur; Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 6, No 2 (2022): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v6i2.35477

Abstract

Tujuan  dalam  penelitian  ini  adalah:  (1)  untuk mengetahui latar balakang terbentuknya sistem pemerintahan modern di Kesultanan Buton, (2) untuk mengetahui peran sultan Dayanu Ikhsanuddin dalam menata sistem pemerintahan modern di Kesultanan Buton, (3) untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Dayanu Ikhsanuddin. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dari hasil  penelitian  menunjukan  bahwa: (1)  Latar  belakang  terbentuknya sistem  pemerintahan  modern  di Kesultanan  Buton  dipengaruhi  oleh  beberapa faktor yaitu pertama, Masyarakat dari golongan Bangsawan (Kaomu) terkadang melakukan tindakan diluar koridor hukum yang ditetapkan pada masa itu, kedua, tidak adanya suatu aturan hukum yang tegas tentang penentuan wewenang penyelenggaraan negara, ketiga, akibat dari pengaruh krisis ekonomi yang disebabkan oleh kemarau panjang yang terjadi dimasa pemerintahan Sultan Buton ketiga, Sultan La Sangaji  pada tahun  1566-1570, (2) Peranan  Sultan  Dayanu Ikhsanuddin  dalam  menata sistem pemerintahan  modern  di  Kesultanan  Buton ialah ketika beliau berhasil penyusun dan menetapkan Undang-Undang Martabat Tujuh sebagai pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan dan kemudian merubah sistem pemerintahan dari monarki menjadi demokrasi, (3) Perubahan yang terjadi pada masa Sultan Dayanu Ikhsanuddin adalah perkembangan pemerintahan Kesultanan Buton dimasa kepemimpinan Sultan ke-IV pada tahun 1596-1632 yang mana pada saat itu banyak sistem yang dibuat dan ditata guna kelancaran  roda  pemerintahan.

Page 10 of 10 | Total Record : 93