cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Uji Toksisitas Akut Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Ketapang Laut (Terminalia Catappa L.) Menggunakan Metode BSLT Sartinah, Ari; Yamin, Y; Arba, Muhammad; Akib, Nur Illiyyin; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Nurhasana, N; Pascayantri, Asniar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11430

Abstract

AbstrakToksisitas akut merupakan kemampuan suatu bahan kimia (obat/bahan obat) dalam menimbulkan kerusakan  pada suatu organisme dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ketoksikan akut dari ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi air kulit batang ketapang laut (Terminalia catappa L.). Pengujian toksisitas akut dilakukan dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis program untuk mengetahui nilai LC50 dari ekstrak dan fraksi. Hasil uji toksisitas akut menunjukan nilai LC50  dari ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi air kulit batang ketapang laut (Terminalia catappa L. )  berturut-turut 247,997 ppm; 400,666 ppm dan 618,046 ppm. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak metanol batang ketapang laut (Terminalia catappa L.) bersifat paling toksik dibandingkan fraksi etil asetat dan fraksi air.Kata kunci: Ekstrak, Fraksi, Terminalia catappa L., BSLT, Artemia salina LeachAbstractAcute toxicity is the ability of chemical (drug/drug ingredient) to cause damage to organisms in a relatively short time. The purpose of this study was to determine the potential for acute toxicity of methanol extract, ethyl acetate and water fractions of sea ketapang stem skin (Terminalia catappa L.). Acute toxicity testing was performed using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method and program analysis to determine the LC50 values of extracts and fractions. The results of the acute toxicity test showed the LC50 values of methanol extract, ethyl acetate and water fractions of the plant stem skin consecutively were 247,997 ppm; 400,666 ppm and 618,046 ppm. This shows that the methanol extract of sea ketapang stems (Terminalia catappa L.) is the most toxic compared to the ethyl acetate and the water fraction.Keywords: Extract, Fraction, Terminalia catappa L., BSLT, Artemia salina Leach
The Test of Improvement Activity on Kidney Function by Etanolic Extract of Lansau from Muna Regency on Male Wistar Rat Ruslin, R; Kasmawati, Henny; Suryani, S; Ihsan, Sunandar; Soleman, Imelda Sarda
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11655

Abstract

Lansau is one of the traditional ingredients that consist of 44 types of plants that are believed by the local society as a nutritious herb to treat various diseases that exist in the society of Muna Southeast Sulawesi Province that has been used for hundreds of years for generations. The study was conducted to determine the effect of ethanol extract of Lansau on the improvement activity of kidney function that induced gentamicin-piroxicam. A total of 24 rats were used in which 20 ratswere modeled with damage of renal function using gentamicin-piroxicam drug which was then grouped into 5 groups. The first group was treated using a Lansau extract with doseI , the second group was treated with aLansauextract dose II, the third group was treated with the Lansau extract dose III, the fourth group was treated with ketosteryl, the fifth group was no treatment only given Na. 1% CMC and the sixth group is the normal group. The Modeling was performed for 7 days and on the eighth day blood sampling was taken to measure creatinine and urea levels. As for therapy performed for 4 weeks and every end of the week also made blood taking for measurement of creatinine and urea. The highest percentage of creatinin decrease for each group was negative group -8.92%,positive group control was 84.21%,dose group I 74.75%, dose group II 80.07%, and dose group III 84.08%. For the highest percentage of decrease of ureum level for each group that is negative group -31.l49%,positive control group 49.59%,dose group I 40.53%, dose group II 26.79%, and dose group III 43.32%. The results showed that Lansau ethanol extract has the potential and effectiveness in the repair of kidney function damage.
Aktivitas Antimikroba dan Skrining Fitokimia Beberapa Tanaman Berkhasiat Obat di Kota Kendari Mappasomba, Musadar; Malaka, Muhammad Hajrul; Hamsidi, Rini; Zulbayu, La Ode Muhammad Andi; Sahidin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11445

Abstract

Penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap beberapa tanaman berkhasiat obat yaitu ekstrak metanol tanaman asam (Tamarindus indica L.), paria (Momordica charantia L.), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), jambu bol (Syzygium malaccense L. Merr), dan seledri (Apium graveolens L) yang ada di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Bagian tanaman berupa akar, batang, kulit batang, daun, maupun buah dipreparasi dan dimaserasi menggunakan metanol. Penapisan fitokimia dilakukan dengan metode KLT untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid, sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 35219 dan Staphylococcus aureus ATCC 2592 dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil skrining fitokimia terhadap beberapa tanaman obat menunjukan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin terkandung pada bagian akar, batang, maupun daun. Hasil pengukuran zona hambat ekstrak tanaman yang diuji menunjukan aktivitas antibakteri sangat aktif terhadap E. coli yaitu ekstrak akar belimbing wuluh, akar jambu bol, dan batang jambu bol. Selain itu, aktivitas antibakteri yang paling aktif terhadap S. aureus adalah ekstrak dan akar jambu bol.Kata kunci: fitokimia, antibakteri, obat tradisional, Kendari, Sulawesi Tenggara
Efektifitas Krim Papain Kasar Getah Buah Pepaya (Carica Papaya.L) yang Diolah Dengan Metode Freeze Drying Terhadap Penyembuhan Penebalan Kulit (Callus) Anggraini, Deni
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.10407

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efektivitas krim papain kasar getah buah papaya (Carica papaya L) yang diolah dengan metode freeze drying terhadap penyembuhan penebalan kulit (Callus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proteolitik  dari papain kasar dalam penyembuhan Callus yang diolah dengan metode freeze drying. Formula dibuat dengan memvariasikan konsentrasi papain kasar getah buah papaya (Carica papaya L) 10%, 15%, dan 20% dengan pemilihan tipe krim A/M. Evaluasi sediaan krim yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas suhu, daya tercuci krim, daya menyebar dan uji iritasi kulit. Dari hasil penelitian diperoleh papain kasar getah buah papaya (Carica papaya L) dapat diformulasi dalam bentuk krim untuk penyembuhan penebalan kulit (Callus). Hasil pengurangan diameter Callus pada konsentrasi 10% yaitu A 0,65 cm, B 0,65 cm, C 0,35 cm, konsentrasi 15% yaitu A 0,4 cm, B 0,6 cm, C 0,6 cm, dan konsentrasi 20% yaitu A 1,25 cm, B 0,5 cm, C 0,7 cm. Krim papain kasar getah buah papaya (Carica papaya L) konsentrasi 20% dibandingkan dengan kontrol positif krim asam salisilat 20% belum memberikan efektivitas cukup baik.
Profil Penggunaan Statin Terhadap Pencapaian Kadar LDL Pasien Pasca Stroke Iskemik Ihsan, Sunandar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11532

Abstract

Hiperkolesterolemia dengan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) diatas 160 mg/dL adalah faktor resiko tinggi terjadinya stroke iskemik karena terbentuknya aterosklerosis dan pengerasan pembuluh darah sehingga menyumbat pembuluh darah serebral dan menghambat aliran darah ke otak menyebabkan kerusakan neurologis. Penggunaan terapi statin pada pasien stroke iskemik dengan hiperkolesterolemia terbukti dapat menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) <100 mg/dL yang mencegah stroke berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan statin dan pencapaian target setelah 1 bulan terapi statin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien stroke iskemik di RSU Bahteramas tahun 2014-2015. Untuk mengetahui perbedaan awal dan 1 bulan terapi statin digunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan terapi statin pada penelitian ini yaitu simvastatin 20 mg dan atorvastatin 20 mg. Penurunan kadar LDL <100 mg/dL sebanyak 24 pasien (96%) dan terdapat perbedaan bermakna (p>0.05) kadar LDL awal terapi dan 1 bulan setelah terapi statin.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Luka Bakar Dengan Nosokomial Pneumonia Di RSUD Dr. Soetomo Pada Tahun 2017-2019 Putra, Oki Nugraha
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11095

Abstract

Nosokomial pneumonia merupakan salah satu bentuk infeksi yang seringkali ditemukan pada pasien luka bakar dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Modalitas utama pada nosokomial pneumonia adalah pemberian antibiotik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik untuk pneumonia pada pasien luka bakar dengan nosokomial pneumonia secara kualitatif dengan metode Gyssen dan secara kuantitatif dengan defined daily dose (DDD). Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui data rekam medik pasien luka bakar dengan nosokomial pneumonia yang di rawat di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2017-2019. Diperoleh tujuh pasien luka bakar dengan nosokomial pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 7 pasien tersebut, enam diantaranya tergolong hospital acquired pneumonia (HAP), dan 1 pasien termasuk ventilator associated pneumonia (VAP). Antibiotik terbanyak untuk terapi nosokomial pneumonia yakni meropenem (34%), levofloxacin dan amikasin masing-masing sebesar 17%. Didapatkan 3 pasien (42,9%) termasuk kategori IVa (altenatif lebih efektif), 1 pasien (14,2%) termasuk kategori IVb (alternatif lebih tidak toksik), 1 pasien (14,2%) termasuk kategori IVd (spektrum lebih sempit), 1 pasien (14,2%) termasuk kategori IIa  (dosis tidak tepat) dan 1 pasien (14,2%) tidak termasuk kategori I-IV. Nilai total DDD /100 patients-days didapatkan sebesar 161,09. DDD/100 patients-days antibiotik pada penelitian ini didapatkan levofloxacin (67,50), amikasin (42,59), meropenem (39,82), serta cefoperazon (11,18). Pemberian antibiotik pada pasien luka bakar dengan nosokomial pneumonia termasuk dalam kategori kurang tepat sebesar 85,5% dan 14,5 % masuk dalam kategori tepat. Selain itu, tingkat pemakaian antibiotik masih cukup tinggi. Kata Kunci : Luka Bakar, Nosokomial Pneumonia, Antibiotik, Gyssen, Defined Daily Dose 
Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Kumbou (Artocarpus elastica Reinw. ex Bl) dengan Metode Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT) Yamin, Y; Kasmawati, Henny; Linggi Allo, Lisa Talita
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i1.11398

Abstract

Tumbuhan Kumbou (Artocarpus elastica Reinw. ex Bl) secara tradisonal digunakan sebagai obat disentri, peradangan dan infeksi dengan kandungan metabloit seperti fenolik, flavonoid, lipid dan sterol. Penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi toksisitas kulit batang Kumbou dengan menggunakan metode  Brine Shrimp Lethaly Test (BSLT ). Hasilnya menunjukkan bahwa baik ekstrak methanol maupun fraksi etil asetat dan fraksi air memiliki aktivitas tokisisitas terdahap larva A.salina leach dengan nilai LC50 berturut-turut 349.829 µg/ml, 456.223 µg/ml dan 449.895 µg/ml
Pemanfaatan Tumbuhan Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Sebagai Obat Sariawan dan Bau Mulut Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Hamid, Mustakim; Hasanuddin, Didi Dharmadi; Mawarni, Indah
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.12437

Abstract

Penelitian mengenai aktivitas antijamur dari tumbuhan ketepeng cina (Cassia alata L.) yang diketahui memiliki manfaat pengobatan sebagai antijamur telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daun ketepeng cina serta mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun ketepeng cina terhadap Candida albicans, serta memformulasikan ekstrak etanol daun ketepeng cina dalam sediaan moutwash. Ekstrak ketepeng cina dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol. Uji stabilitas sediaan mouthwash dilakukan dengan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak ketepeng cina 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm tidak meiliki aktivitas antifungi melainkan konsentrasi 5000 ppm yang merupakan larutan induk memiiki aktivtas antifungi dengan zona hambat 7 mm. Aktivitas antifungi tersebut dijadikan acuan formula sediaan. Hasil menunjukkan sediaan moutwash stabil secara fisik.Keywords: Ketepeng cina, mouthwash, Candida, antijamur
Physical Stability of Hair Tonic Contain Ethanol Extract Galangal (Alpinia galanga L.) Rhizome and Aloe Vera Leaf Filtrate (Aloe vera L.) Akib, Nur illiyin; Tendri Adjeng, Andi Nafisah; Lakasa, Rahiswari Pramudita; Suryani, Suryani; Sartinah, Ari; Ritonga, Halimahtussaddiyah; Armadany, Fery Indradewi
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.12054

Abstract

AbstractFormulation and stability testing of hair tonic contain galangal rhizome (Alpinia galanga L.) ethanol extract and Aloe vera L. filtrate has been done as alternative for dandruff removal and hair growth. This study aimed to produce stable hair tonic. Galangal rhizome extract obtained by maceration method using ethanol and aloe leaf filtrate obtained by filtering. Extracts and filtrates characterized include water and ethanol soluble content, water and ash content. Hair tonic was formulated by mechanical mixing method with variations of galangal rhizome ethanol extract and aloe vera leaf filtrate which were 4% and 12.5%; 5% and 25%; 6% and 37.5%. Hair tonic prepared were tested for stability by cycling test method including organoleptic, homogeneity, pH, and viscosity. The characteristics of the galangal rhizome ethanol extract were 12% water soluble extract, 12% ethanol soluble extract, 3% water content, and 2% ash content. The characteristics of Aloe vera leaf filtrate were 10% ethanol soluble extract, 1.6% water soluble extract, and 1% ash content. Stability testing shows that hair tonic preparations are organoleptically stable and homogeneous. The pH values before and after cycling test for formulas A, B, and C were 5.27 to 5.34, respectively; 5.00 to 5.15; and 4.87 to 5.05. Viscosity before and after the cycling test for formulas A, B, and C were 1.178 to 1.676 cPs respectively; 1,306 to 1,883 cPs; and 2,148 to 2,296 cPs. It is concluded that hair tonic prepared are stable based on the requirements of Indonesian National Standard (SNI).
Profile of Fruit Consumption and Utilization of Jamu by Housewives in Cicanir and Jatipamor Villages in the Era of Germas and Fit with Jamu Djunaedi, Diah Dhianawaty; Heryaman, Henhen -; Syamsunarno, Mas Rizky Anggun Adipurna; Dahlan, Anisah -
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.13119

Abstract

Healthy Lifestyle (Germas) and Fit with Jamu action (Bude Jamu) are the programs to improve health, which promote physical activities, consumption of fruits and vegetables, and the utilization of jamu. The figure of the mother in the family comes in the role of regulating a good diet for the family. In connection with these two programs, study was conducted to determine the profile of fruits consumption and utilization of jamu among housewives in Cicanir and Jatipamor villages, using the cross-sectional design with the number of respondents based on the number of minimum requirements in its activities. 150 Housewives were involved and given questions about the frequency of buying fruit, the favorite fruit, the habit of drinking jamu. The results were that most respondents bought fruit twice a week, their favorite fruits included orange, banana. People who drank jamu in Cicanir and Jatipamor were 40.79% and 25.86%, with the aim of disease prevention was 96.77% and treatment disease was 46.66%. Jamu gendong was the main source of jamu that was utilized, besides that the expertise in making jamu was still practiced and maintained by some respondents. In conclusions, fruit consumption in Cicanir and Jatipamor was quite good. Housewives in Cicanir and Jatipamor used jamu for the purpose of preventing and treating diseases. Jamu gendong was the most widely used source of jamu and the expertise in making jamu is still maintained. These all showed that the culture of Germas and Bude jamu have been applied in the lives of respondents.

Page 10 of 14 | Total Record : 134