cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Uji Efek Anti Fungi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Trichophyton mentagrophytes Mardiana, Rosa; Safrida, Safrida; Husna, Nurul
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.13841

Abstract

Daun biduri (Calotropis gigantea L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antifungi. Daun biduri dijadikan sebagai antifungi berdasarkan zat kimia yang terdapat didalamnya seperti tannin, saponin flavonoid dan polifenol. Jamur Trichophyton mentagrophytes dapat menyebabkan penyakit kulit yang ditandai dengan timbulnya bercak melingkar dan bersisik atau gelembung kecil yang dikenal dengan istilah Tinea atau kurap. Jamur ini memiliki habitat (terutama pada daerah yang beriklim tropis dan basah) di tanah, manusia dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimal ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea L.) untuk menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry dan Laboratorium kimia FKIP kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada tanggal 26 April sampai 21 Agustus 2018. Daun biduri diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yang direndam selama 5 hari dengan 2 kali pengulangan dan diuapkan dengan menggunakan alat rotary evaporator hingga memperoleh ekstrak sebanyak 30 ml berwarna hijau kehitaman dan kental. Uji daya hambat terhadap jamur Trichophyton mentagrophtes dilakukan dengan metode difusi disc difussion pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dengan konsentrasi 20%, 35% dan 50%. Antifungi ketoconazole yang dibuat dalam bentuk suspensi sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang diperoleh dari ekstrak daun biduri pada konsentrasi 50% sebesar 9,16 mm termasuk dalam kategori sedang, pada konsentrasi 35% sebesar 8,66 mm termasuk dalam kategori sedang, konsentrasi 20% sebesar 8,16 mm termasuk dalam kategori sedang, pada ketoconazole suspensi sebesar 11,83 mm termasuk dalam kategori kuat dan pada aquadest sebesar 0 mm yang tidak memiliki daya hamba
Review : Enterocyn from Enterococcus Genus as a Probiotic, Antimicrobial and Biopreservative Alang, Hasria
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.12276

Abstract

Lactic acid bacteria (LAB) is agras, produces antimicrobial compounds called bacteriocin. It can reduce its dependence on antibiotic use. Enterococcus is one of member LA.B. This bacterium has a short and paired chain shape and produces bacteriocin called enterocin. This compound can inhibit the growth of pathogenic microbes that cause disease and food spoilage, so that it can be used as an antimicrobial and biopreservative and also as a probiotic candidate. The use of Enterococcus as a probiotic and biopreservative is often disputed. However, some studies suggest that cases of bacteremia and urinary tract infections by the genus only occur in people who have immune compromised and enterococcus that have been resistant to vancomycin.
Uji Aktivitas Repelen Ekstrak Etanol Bunga Marigold (Tagetes erecta) Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Shinta, Mas Arya
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.13339

Abstract

AbstractAedes aegypti mosquitoes are vectors of dengue fever caused by dengue virus infection. Marigold flower (Tagetes erecta) is a multipurpose plant, marigold flower has a distinctive smell that is widely used as an insect repellent plant. Marigold flower contains a compound of secondary metabolites that potentially have an effect as a natural insecticide. This study was conducted with a complete random draft by taking five treatments, namely: one negative control group (K-), three treatment groups (p1, P2, P3), and one positive control group (K+). The test results portray the marigold flower ethanol extract has a protection power of 0% on K-; 41.67% on P1; 71.67% on P2; 93.3% on P3; and 100% on K+. Screening phytochemicals against marigold flower ethanol extract identifies positive compounds of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. The protection power result shows that the marigold power ethanol extract 10% concentration lotion has a potential to have activity as repellent against Aedes aegypti mosquitoes with protection power above 90%.AbstrakNyamuk Aedes aegypti merupakan vektor dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Bunga marigold (Tagetes erecta) merupakan tanaman yang multiguna, bunga marigold memiliki bau khas yang menyengat sehingga banyak digunakan sebagai tanaman pengusir serangga. Bunga marigold mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki efek sebagai insektisida alami. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan mengambil lima perlakuan, yaitu satu kelompok kontrol negatif (K-), tiga kelompok perlakuan (P1, P2, P3), dan satu kelompok kontrol positif (K+). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga marigold memiliki daya proteksi pada K- sebesar 0%, P1 sebesar 41,67%, P2 sebesar 71,67%, P3 sebesar 93,3%, dan K+ sebesar 100%. Skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol bunga marigold mengidentifikasi positif senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Hasil pengujian daya proteksi menunjukkan bahwa lotion ekstrak etanol bunga marigold konsentrasi 10% berpotensi memiliki aktivitas sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan daya proteksi diatas 90%.
Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Daun Gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) Asal Papua Simaremare, Eva Susanty; Souisa, Widya Veronicha
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.14966

Abstract

Daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) tersebar luas dari daerah pantai hingga pegunungan Papua yang dipercayai masyarakat dengan menempelkan daun pada bagian tubuh yang sakit akan dapat menyembuhkan. Daun gatal adalah tanaman asli Papua yang telah dipergunakan secara turun temurun oleh masyarakat Papua untuk berbagai pengobatan untuk mengatasi pegal, nyeri, reumatik, dan lain-lain. Hiperurisemia merupakan keadaan yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar asam urat dalam darah melebihi normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar antihiperurisemia ekstrak daun gatal pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan mencit sebagai hewan coba, sebanyak 24 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I tanpa diberi perlakuan, kelompok II diberi kontrol positif dari allopurinol 10 mg, kelompok III diberi kontrol negatif dari CMC-Na 0,5 mL/g BB, kelompok IV, V, dan VI diberi dosis ekstrak daun gatal 12,5mg / kg BB, 25mg / kg BB, dan 50mg / kg BB secara berurutan. Sebelum pemberian ekstrak daun gatal setiap mencit diberikan hati ayam hingga mendapatkan nilai total pemberian hati ayam, diukur dan digunakan alat uric acid sebagai kadar antihiperurisemia. Hasil pengujian dengan persentase penurunan kadar asam urat terbaik yaitu dengan dosis 50 mg/kg berat badan 20,5%, diikuti etil asetat 25 mg/Kg berat badan 15,25%, Kontrol negative dan 0,5 mL 15%.
Formulasi Granul Effervescent Ekstrak Pandan Laut (Pandanus tectorius Parkinson ex Du Roi) Sebagai Analgetik Sriarumtias, Framesti Frisma
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.12309

Abstract

Sea pandanus plants are plants that are spread along the coast in Indonesia. Pandan sea fruit itself has never been used by the community, so it becomes waste on the beach. The purpose of this study was to make a formulation of effervescent granules from ethanolic extracts of sea pandanus (Pandanus tectorius) which has analgesic activity. The effervescent granule formula consists of ethanol extracts of sea pandanus, sodium bicarbonate, citric acid, tartaric acid, mannitol, lactose, PVP, aerosils and orange dyes. The difference of the three formulas are the ratio of the concentration of sodium bicarbonate which is 25%, 30% and 35%, respectively. The results show that the best formula is formula I, which fulfills the organoleptic test requirements, water content, rest angle, real specific gravity test, incompressible density test, compressibility, disperse time and pH. The analgesic activity test results using siegmund method known analgesic activity of formula I as the best formula with a dose of 125 mg / kg BW and aspirin as a comparison with a dose of 65 mg / kg body weight gives an anlgetic effect with protective power is 83.68%.
Review of Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS) Annisa, Viviane
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.11693

Abstract

Penghantaran obat oral memiliki keterbatasan terkait dengan absorpsi pada saluran pencernaan yang tidak sempurna. Absorpsi yang tidak sempurna ini dapat mempengaruhi tercapainya dosis terapi. Hal ini dipengaruhi oleh lambung karena adanya faktor Gastro Residence Time (GRT). Untuk meningkatkan absorpsi obat pada lambung, maka memerlukan sistem penghantaran obat yang dapat memperlama GRT. Salah satu penghantaran obat yang dapat memperlama GRT adalah Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS). Pengembangan GRDDS memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan bioavailabilitas obat, meningkatkan kelarutan obat yang kurang larut dalam pH tinggi, dapat mengontrol level terapi sehingga mengurangi terjadinya fluktuasi, serta dapat memperpanjang waktu paruh sehingga frekuensi pemberian obat dapat dikurangi. Faktor yang dapat mempengaruhi formulasi GRDDS adalah faktor farmasetika, fisiologis, dan kondisi pasien. Terdapat beberapa sistem dalam formulasi GRDDS, seperti sistem floating, bioadesif, densitas tinggi, superporos, expandable, raft forming, dan magnetik. Sistem floating dapat melalui 2 mekanisme pembuatan, yakni secara effervescent dan non-effervescent. Telah banyak bentuk sediaan dengan sistem GRDDS yang diproduksi dalam skala industri sehingga dapat ditemukan di pasaran.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari Tahun 2019 Sabarudin, Sabarudin; Ihsan, Sunandar; Arfan, Arfan; Hasmi, Waode Indri Sasmita; Anwar, Irvan; Hukmah, Nurul
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.15759

Abstract

Pengelolaan obat yang kurang baik di rumah sakit dapat memberikan dampak yang kurang baik dari segi ekonomi, sosial maupun kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan concurent yang disertai wawancara mendalam. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian item obat dengan Formularium Nasional sebesar 88.14%, kesesuaian item obat dengan Formularium Rumah Sakit sebesar 100%, persentase jumlah item obat yang direncanakan dengan yang diadakan mencapai 100%, frekuensi kurang lengkapnya surat SP/kontrak sebesar 0%, frekuensi pengadaan tiap item obat pertahun sebanyak 6 kali, frekuensi tertundanya pembayaran sebesar 0%, ketepatan data jumlah obat dengan kenyataan pakai obat sebesar 100%, sistem penataan gudang menggunakan sistem FEFO, persentase obat kadaluwarsa atau rusak sebesar 0%, persentase stok mati sebesar 0%, persentase peresepan nama generik mencapai 87.06% dan rata-rata kecepatan pelayanan resep non racikan 3,8 menit dan resep racikan 4,6 menit. Pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari Tahun 2019 sudah efisien, namun persentase kesesuaian item obat yang tersedia dengan formularium nasional belum memenuhi dan frekuensi pengadaan obat dalam setahun masih cukup rendah
Uji Aktivitas Bakteri Keratinolitik Sebagai Penghasil Biosurfaktan Rahayu, Yayuk Putri; Prasetyo, Healthy Aldriany
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v6i2.12533

Abstract

ABSTRAKBiosurfaktan banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan dapat diaplikasikan dalam berbagai industri seperti farmasi, obat-obatan, biomedis, kosmetik, oleokimia, produksi asam lemak dan turunannya, deterjen, penyamakan kulit, petrokimia dan minyak bumi. Penggunaan surfaktan dalam berbagai industri dapat menyebabkan masalah dalam penggunaannya karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai (non biodegradable). Berdasarkan hal tersebut perlu mencari sumber surfaktan yang aman bagi lingkungan seperti biosurfaktan yang berasal dari mikroorganisme, salah satunya bakteri keratinolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari sumber penghasil biosurfaktan dari isolat bakteri keratinolitik menggunakan teknik metode oil displacement dan emulsifikasi. Teknik pengujian aktivitas biosurfaktan dengan metode oil displacement dilakukan untuk mengukur zona perpindahan minyak untuk mendapatkan nilai oil displacement area (ODA), dan metode emulsifikasi dilakukan untuk menentukan nilai indeks emulsifikasi (IE24). Dari hasil pengujian biosurfaktan pada masing-masing isolat bakteri keratinolitik diperoleh nilai ODA sebesar 38.0 dan 15.0 mm dan EI24 sebesar 20 dan 15% untuk masing-masing isolat bakteri. Aktivitas biosurfaktan yang diperolah pada pengujian oil displacement seiring dengan hasil yang diperoleh pada pengujian emulsifikasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bakteri keratinolitik mampu menghasilkan biosurfaktan meskipun nilainya kecil.Kata Kunci: bakteri keratinolitik, biosurfaktan, indeks emulsifikasi, oil displacement.
Teratogenic Effects of Durian Fruit (Durio Zibethinus Murr) on White Mice Fetus (Mus musculus L) Rusdi, Mesa Sukmadani; Efendi, M. Rifqi; Hilma, Hafizhatul
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.13489

Abstract

Durian (Durio zibethinus L.) is one of the most consumed and liked fruit in Indonesia, but there was no evidence about the safety of consuming durian during pregnancy. This study was determine the level of safety of durian fruit consumption during pregnancy by conducted teratogenicity test of durian fruit (Durio zibethinus Linn) on fetuses of white mice (Mus musculus L). Teratogenicity test was conducted in vivo, by step: preparation of experimental animal, observation during administration, laparotomy, fixation and observation of morphological defects. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If the results were significant (P < 0.05), the analysis was continued using Duncan Multiple Range Test. Administration durian during pregnancy did not affects the bodyweight of the mice (P > 0,05), but significantly influences the number of fetuses (P < 0,05) and its body weight (P < 0,05). Consumption of durian during pregnancy is safe in 32,5 mg / KgBW, but it has the potential teratogenic in 65 mg / KgBW and 97,5 mg/KgBW groups. Teratogen effects that were found in several fetuses were underweight, dead, hemorrhage, maternal death and there were resorption sites.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Hand Body Lotion Ekstrak Etanol Daun Miana (Pleactranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Rasydy, La Ode Akbar; Zaky, Mohammad; Surtiana, Rika
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i1.16320

Abstract

Daun miana (Pleactranthus scutellarioides (L.) R. Br.) merupakan tanaman yang memiliki varietas yang sangat banyak dan beragam macam senyawa, 2-methylthiophene, (Z)-3-heptadecen-5-yne, dotriacontane yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami untuk antipenuaan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun miana menjadi lotion dan uji evuluasi sehingga memiliki stabilitas yang baik. Penelitian dilakukan secara eksperimental yang diawali dengan mengekstraksi daun miana dengan metode maserasi. Ekstrak kemudian diformulasikan dalam sediaan lotion yang dibuat dengan konsentrasi ekstrak 0,5% (F1), 1% (F2) dan 1,5% (F3). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun miana dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion. Hasil lotion dari ekstrak daun miana dievaluasi selama 3 minggu meliputi uji organoleptis, uji pH, uji omogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji berat jenis, uji daya lekat dan uji hedonik. Lotion dengan konsentrasi ekstrak 0,5% pada F1 merupakan sediaan yang paling baik dengan karakteristik bentuk agak kental, warna coklat muda, wangi lemon, homogen, memiliki pH 5,9-5,5 dan daya sebar 5,2–5,9 cm, viskositas 2903-3103 Cps, berat jenis 0,966, daya lekat 4,27-4,56 detik serta tes hedonik menunjukkan responden menyukai warna menarik, bau harum, dan tekstur lembut dari lotion

Page 11 of 14 | Total Record : 134