cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Uji Larvasida Ekstrak Etanol Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Larva Nyamuk Aedes spp. Parawansah, P; Arismawati, A; Rini, Risky Sesa; Nuralifah, N
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.834 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.8994

Abstract

Pencegahan kejadian DBD dengan penggunaan temefos yang terbuat dari bahan sintetis sudah mengalami resistensi di beberapa daerah sehingga diperlukan larvasida yang berasal dari bahan alam yang efektif. Buah pare yang mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin dapat dijadikan alternatif sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak etanol buah pare dan granul ekstrak  etanol buah pare (Momordica  charantia L.) sebagai larvasida terhadap larva nyamuk Aedes spp. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental laboratorium dengan desain pre and post test. Pengujian larvasida ekstrak etanol  buah pare dengan konsentrasi 10, 13, 16, dan 19 mg/100 mL. Granul ekstrak  etanol buah pare dibuat dengan dengan massa 100 mg, Temefos 0,02 ppm sebagai kontrol positif, akuades sebagai control negatif, serta granul plasebo (non ekstrak). Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 dan LT50 berdasarkan analisis regresi log probit dengan nilai LC50 pada pengamatan 10,080 menit adalah 48,9 mg/100mL dan LT50 pada konsentrasi 19 mg/100 mL adalah 144,543,9771 menit. Kematian larva pada pengujian ekstrak etanol buah pare mencapai 29%  pada konsentrasi 16 mg/100 mL dan mortalitas dari pengujian  granul ekstrak etanol buah pare  adalah 2%. Ekstrak etanol buah pare efektif pada konsentrasi 16 mg/100 mL dan granul ekstrak buah pare tidak efektif sebagai larvisida terhadap Aedes spp.Kata kunci: Momordica charantia L., Aedes spp., granul,
Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion Antioksidan dari Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays L.) sebagai Antioksidan dan Tabir Surya Armadany, Fery Indradewi; Musnina, Wa Ode Sitti; Wilda, Ulfa
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.424 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.8996

Abstract

Rambut jagung merupakan limbah tanaman pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu khasiat rambut jagung yang dapat dimanfaatkan adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol rambut jagung (Zea mays L.) sebagai antioksidan dan tabir surya. Ekstrak etanol rambut jagung diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50  sebesar 114,75 μg/mL. Lotion dibuat dengan konsentrasi ekstrak ekstrak 1,5%, 3%, dan 4,5%. Nilai IC50 dari masing-masing sediaan berturut-turut yaitu 111,68 μg/mL, 110,10μg/mL, dan 109,63μg/mL.sedangkan nilai SPF dari sediaan lotion berturut-turut yaitu 8,48; 8,78; dan 9,44. Sediaan lotion yang telah diformulasi selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion sebelum dan sesudah cycling test selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik meliputi pengamatan organoleptik,  pengujian pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta iritasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion secara keseluruhan stabil sebelum dan setelah dilakukan cycling test dimana sediaan yang dihasilkan berupa lotion dengan warna putih hingga coklat muda dengan bau khas, memiliki konsistensi  kental dan homogen, pH berkisar 5,91–6,63, daya sebar 12.000–17.000 cPs (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion), daya sebar 5,2–7,2 cm.  Hasil uji iritasi tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi.Kata kunci: rambut jagung, lotion, antioksidan, tabir surya
Kajian Etnomedisin Tumbuhan Obat Tradisional Suku Muna Desa Oe Nsuli Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Kasmawati, Henny; Ihsan, Sunandar; Suprianti, Rani
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.558 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.8997

Abstract

Studi etnomedisin tumbuhan obat pada suku Muna telah dilakukan dari Bulan September sampai Februari 2019 di desa Oe Nsuli Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai spesies dan organ tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pengolahan, cara pemberian, takaran, khasiat dan makna filosofis penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat suku Muna di desa Oe Nsuli. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yang menggunakan metode kualitatif dan teknik pengambilan sampel yaitu purpossive sampling melalui wawancara open-ended dengan 2 informan yang menggunakan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 31 spesies tumbuhan yang terbagi dalam 24 famili  yang telah dimanfaatkan sebagai obat. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan antara lain daun, batang, akar, rimpang, herba dan biji. Cara pengolahannya yaitu direbus, dikunyah, dimemarkan, ditumbuk, diparut, dikonsumsi secara langsung, diperas, direndam dan diembunkan. Makna filosofis yang terkandung pada penggunaan obat tradisional masyarakat suku Muna didesa Oe Nsuli terkait erat dengan nilai filosofis spiritual yang dianut oleh masyarakat suku Muna sebagai penganut agama Islam yang bercorak tasawuf dan membentuk sebagian besar budaya dalam masyarakat Muna.Kata kunci: Etnomedisin, tanaman obat, obat tradisional, Suku Muna
Skrining Fitokimia dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Salak Pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) Sebagai Antioksidan Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Hairah, Sania; Herman, Syahlan; Ruslin, R; Fitrawan, La Ode Muhammad; Sartinah, Ari; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Sabarudin, S
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10170

Abstract

Pemanfaatan kulit buah Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) sebagai sumber antioksidan alami dalam sediaan sabun cair merupakan salah satu cara untuk mencegah efek buruk radikal bebas terhadap kesehatan kulit. Tujuan penelitian ini adalah melakukan skrining fitokimia terhadap senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol 96% kulit buah Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) dan memformulasi serta mengevaluasi sediaan sabun cair dari ekstrak tersebut.  Skrining fitokimia ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode tabung. Penentuan variabel evaluasi sediaan sabun cair meliputi uji organoleptik, uji pH, tinggi busa dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) mengandung Flavonoid, Saponin, Tanin, dan Alkaloid. Sediaan sabun cair memilki karakteristik yaitu konsistensi yang cair, berwarna kuning kecoklatan, aroma rose. Tingkat keasaman (pH) adalah 10,46 dengan viskositas adalah 600 cPs dan Kestabilan busa mencapai 85% dimana semua hasil evaluasi karakteristik sediaan sabun cair ekstrak Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) sesuai dengan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI)Kata kunci: ekstrak, etanol, sabun, Salacca zalacca, antioksidan
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol 70% Daun Tegining Ganang (Cassia planisiliqua Burm.F.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus L.) Sianturi, Sister; Febriani, Amelia; Manalu, Mia Aty Dolok Rosa
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10165

Abstract

Daun tegining ganang (Cassia planisiliqua Burm.f.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat di Lombok. Berdasarkan pengalaman empiris masyarakat, daun tegining ganang dapat mengobati sakit perut, muntaber, maag, nyeri ulu hati, nyeri pinggang, batu ginjal, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui LD50 sehingga didapatkan tingkat toksisitas sediaan uji, dan efek toksik yang dihasilkan dari daun tegining ganang. Penelitian dilakukan dengan cara serbuk tegining ganang dimaserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diuapkan dengan rotary vacum evaporator. Kemudian dilakukan uji organoleptis, bebas pelarut etanol, dan penapisan fitokimia. Pengujian toksisitas akut dilakukan dengan cara memberikan sediaan uji  pada 4 kelompok mencit jantan pada dosis 800 mg/kgBB, 1600 mg/kgBB, 3200 mg/kgBB dengan batas uji 5000 mg/kgBB, dan suspensi CMC Na 1% sebagai kontrol negatif secara oral. Setelah pemberian, dilakukan pengamatan tanda toksisitas pada 4 jam pertama, kemudian pengamatan tanda toksisitas setelah 24 jam dan selama 14 hari dan dilakukan pengamatan efek toksik tertunda. Dari hasil penelitian didapatkan nilai LD50 semu (LD0) 3200 mg dengan kategori praktis tidak toksik dan tidak ada gejala klinis ketoksikan akut yang signifikan yang terjadi pada seluruh hewan coba.Kata kunci: toksisitas, ekstrak, tegining, Cassia
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatrik ISPA Non Pneumonia Menggunakan Sistem ATC/DDD di Seluruh Puskesmas Kota Kendari Ihsan, Sunandar; Sabarudin, S; Nuralifah, N; Kasmawati, Henny; Leorita, Mesi; Damu, Rusliati; Sudiman, Aswan; Jamsir, Asmaidah; Hasniar, Wa Ode; Septiyana, Wanda; Mardiani, Siti; Ariani, Eno Retno; Ningsih, Warda Ayu
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10166

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Menurut WHO kejadian ISPA non pneumonia sangat tinggi pada usia anak. Pendekatan ATC /DDD dilakukan sebagai prediktor untuk menentukan tingkat penggunaan antibiotik secara kuantitatif, dimana semakin tinggi penggunaan antibiotik maka semakin besar potensi ketidakrasionalan penggunaan yang berdampak pada resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan jumlah penggunaan antibiotik dengan menggunakan sistem ATC/DDD pada pasien pediatrik ISPA Non pneumonia di seluruh Puskesmas Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di seluruh puskesmas Kota Kendari tahun 2018 dengan total sampel 3083 pasien. Pengambilan data secara retrospektif melalui data rekam medik dan resep pasien ISPA non pneumonia yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan mengklasifikasikan dalam kode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) antibiotik berdasarkan Guidelines for ATC and DDD Assignment WHO tahun 2018. Kemudian menghitung jumlah kekuatan antibiotik (dalam gram) yang digunakan dan jumlah hari rawat (total Length of Stay, LOS) berdasarkan jumlah dan durasi penggunaan obat pasien ISPA. Hasil penelitian menunjukan antibiotik yang paling sering digunakan adalah amoksisilin untuk seluruh puskesmas dengan total peresepan sebanyak 2663 kali disusul dengan sefadroksil sebanyak 329 kali dan kotrimoksazol diresepkan sebanyak 102 kali, serta terdapat 2 pasien yang menggunakan eritromisin. Nilai DDD yang paling tinggi adalah amoksisilin yaitu 58/100 patient days, sedangkan nilai DDD terkecil adalah kotrimoksazol. Penggunaan antibiotik di seluruh puskesmas secara kuantitaif belum rasional dengan nilai total DDD rata-rata cukup tinggi yaitu 66/100 patient days.Kata kunci: rasionalitas, antibiotik, Puskesmas, Kendari, non pneumonia
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Buah Wualae (Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith) Terhadap Gambaran Histopatologi Organ Jantung Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jabbar, Asriullah; Wahyuni, W; Yusuf, Muhammad Ilyas; Helmia, Wa Ode Nia; Sahidin, I
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10167

Abstract

Buah wualae (Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas keamanan dari ekstrak yang ditinjau dari nilai LD50 dan pengaruhnya terhadap histopatologi organ jantung, paru-paru dan limpa tikus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode Reed-Munch menggunakan 28 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberi NaCMC 0,5% dan kelompok perlakuan diberi ekstrak dosis 500 mg/kg BB; 5000 mg/kg BB; dan15000 mg/kg BB. Rute pemberian yang digunakan adalah rute oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai LD50, gejala toksik yang timbul sampai tikus mati, dan perubahan bobot tikus, serta pemeriksaan histopatologi organ jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LD50 ekstrak etanol buah wualae adalah 8.649,679 mg/kg BB (kategori praktis tidak toksik). Pemeriksaan histopatologi organ jantung pada dosis 500 mg/kg BB, 5000 mg/kg Bb dan 15000 mg/kg BB menunjukkan gejala nekrosis.Kata kunci: Etlingera, wualae, hispatologi, organ, kongesti, nekrosis
Penapisan Fitokimia dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Beberapa Tanaman Obat Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach Mappasomba, Musadar; Wirasmanto, Bayu; Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Sahidin, I
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongansenyawa yang terdapat dalam ekstrak metanol beberapa tanaman obat yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara diantaranya miana (C. scutellaroidesL.), ketepeng cina (C. alata L.), eceng gondok (E. crassipes), kayu jawa (L. coromandelica H.), dan nenas (A. comocus L.) serta mengetahui tingkat toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sampel terdiri dari lima tanaman obat yang telah dipisahkan perbagiannya berupa akar, batang, daun, bunga dan buah. Ekstraksi menggunakan teknik maserasi, skrining fitokimia menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis, serta pengujian toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian larva dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing sampel, dimana ekstrak dikatakan toksik bila nilai LC50˂1000 µg/mL. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada setiap tanaman, kandungan alkaloid tidak terdapat pada tanaman E. crassipes, dan senyawa triterpenoid hanya terdapat pada daun tanaman C. alata L. Hasil pengujian toksisitas menunjukkan bahwa dari delapan belas sampel yang telah diuji, dua belas diantaranya bersifat toksik. Sampel yang memiliki nilai LC50 terkecil (120,573 µg/mL) adalah kulit batang L. coromandelica sedangkan nilai LC50 terbesar (1510,415 µg/mL) ditunjukkan oleh daun C. scutellaroides LKata kunci: ekstrak, toksisitas, skrining, Artemia, BSLT
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Vitamin A oleh Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Bungi Kota Baubau Lelawatty, Poniasih
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10168

Abstract

Beberapa faktor penyebab berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A oleh ibu nifas seperti faktor pengetahuan, kurangnya penyuluhan atau sosialisasi, akses informasi, konseling. Faktor-faktor ini berkaitan erat dengan ketercapaiannya target mengonsumsi vitamin A khususnya ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Bungi Liabuku. Penelitian ini faktor yang diteliti yang berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A oleh ibu nifas hanya faktor pengetahuan dan faktor konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan dan faktor konseling berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A oleh ibu nifas. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada hubungan faktor pengetahuan dan hubungan faktor konseling dengan mengonsumsi vitamin A oleh ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif survey dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling atau jumlah populasi sama dengan jumlah sampel yaitu 29 ibu nifas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 29 ibu nifas yang memiliki pengetahuan baik berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A sebanyak 5 (17,2%) dan ibu nifas yang berpengetahuan  kurang berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A sebanyak 9 (31,0%) ibu nifas . Selanjutnya dari 29 ibu nifas, yang memperoleh konseling dengan baik berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A sebanyak1 (3,4%) ibu nifas dan konseling kurang berhubungan dengan mengonsumsi vitamin A sebanyak 14 (48,3%) ibu nifas. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan dengan tingkat keeratan hubungan rendah faktor pengetahuan dan faktor konseling dengan mengonsumsi vitamin A oleh ibu nifas.Kata kunci: pengetahuan, konseling, vitamin, konsumsi, nifas
Formulasi dan Evaluasi Mikrokapsul Salut Enterik Lansoprazol Menggunakan Acryl-Eze® & Sureteric dengan Metode Ekstrusi dan Sferonisasi pada Era Jaminan Kesehatan Nasional Santoso, Rahmat; Ziska, Rahmah; Muzdalifah, Diana
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10169

Abstract

Ekstrusi dan sferonisasi merupakan kombinasi metode mikroenkapsulasi yang dapat menghasilkan mikrokapsul yang baik. Mikrokapsul dapat digunakan untuk mengontrol pelepasan obat seperti pelepasan enterik. Salah satu obat yang memerlukan pelepasan enterik adalah lansoprazol, karena telah terbukti secara signifikan dapat mengiritasi lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan alat sederhana sebagai ekstruder dan sferoniser, menghindari penggunaan pelarut organik yang toksik serta mendapatkan pelepasan enterik yang baik. Tahap awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah ekstrusi 5 formula kemudian dilakukan evaluasi organoleptik dan kadar airnya. Selanjutnya, dilakukan sferonisasi dan evaluasi organoleptik, kadar air, sudut istirahat, laju alir, distribusi ukuran partikel, efisiensi penjeratan zat aktif dan  perolehan kembali. Dari 5 formula yang disferonisasi dipilih F5 yang memenuhi persyaratan uji serta dilanjutkan dengan penyalutan enterik menggunakan panci penyalut konvensional yang tidak diperforasi. Penyalut enterik yang digunakan adalah Acryl-eze & Sureteric. Suspensi penyalutan di variasikan dimana F1, F2 dan F3 secara berturut-turut konsentrasi solidnya adalah 15 %, 20 % dan 25 %. Mikrokapsul yang dihasilkan dievaluasi organoleptis, kadar air, kenaikan bobot dan disolusi. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, F1, F2 dan F3 menunjukkan hasil profil disolusi mikrokapsul seluruh formula berbeda signifikan (p<0,05). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan sebagai polimer penyalut acryl-eze & sureteric dan teknologi rancang bangun sederhana sferonisasi dapat digunakan dalam memformulasi mikrokapsul salut enterik lansoprazol dengan pelepasan tertunda.Kata kunci: lansoprazol, ekstrusi, sferonisasi, mikrokapsul

Page 9 of 14 | Total Record : 134