cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana)
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 25276208     EISSN : 25279017     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) is a journal focusing on pharmaceutical aspects. MPI is dedicated to update and support the development of information and knowledge on pharmaceutical fields. This journal is published twice a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE" : 7 Documents clear
Sintesis Senyawa Propan-2-il-tetradekanoat melalui Metode Refluks dan Kombinasi dengan Iradiasi Gelombang Mikro Harry Santosa
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan sintesis senyawa propan-2-il-tetradekanoat dari asam miristat dan 2-propanol dengan katalis asam sulfat pekat. Ada dua metode yang digunakan yaitu metode konvensional dan kombinasi melalui iradiasi gelombang mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode iradiasi gelombang mikro memberikan persentase produk yang lebih baik (85%) dibandingkan dengan metode konvensional (64%). Uji kemurnian hasil sintesis menggunakan KLT dengan berbagai fase gerak menunjukkan keberhasilan baik metode konvensional maupun iradiasi gelombang mikro dalam menghasilkan senyawa produk. Senyawa propan-2-il tetradekanoat yang diperoleh kemudian dikarakterisasi sifat fisikanya dan diperoleh data antara lain titik didih = 237-240°C (210 mmHg); indeks bias (nD) = 1,4353 (20°C) ; densitas = 0,8518 (25°C). Data karakterisasi struktur menggunakan IR dan NMR juga berhasil mengonfirmasi terbentuknya senyawa propan-2-il tetradekanoat yang ditunjukkan dengan adanya gugus fungsi ester serta total proton beserta lingkungan kimianya.
Analisis Akar Penyebab Masalah Dalam Meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Pengisi Krim ke Tube PT. Kimia Farma Plant Watudakon Fithrul Mubarok; Agnes Nuniek Winantari; Hadi Kardoko
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.196 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1575

Abstract

Industri farmasi Indonesia menghadapi tantangan besar dalam produktivitas dan efisiensipada persaingan pasar yang kompetitif karena adanya program Jaminan Kesehatan Nasional denganpengadaan melalui e-catalog. PT. Kimia Farma Plant Watudakon merupakan peserta pengadaane-catalog sehingga dituntut untuk memberikan harga yang bersaing dengan kuantitas besar. PT.Kimia Farma Plant Watudakon dapat meningkatkan efisiensi mesin dengan perhitungan OEE (OverallEquipment Effectiveness) dan identifikasi komponennya. Penelitian ini bertujuan menghitung nilaiOEE dan menganalisis enam kerugian besar dari dua mesin pengisi krim ke tube untuk produk unggulankrim mikonazol nitrat 2%. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasional secaralangsung di ruang produksi antara bulan Februari-Juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai OEE mesin pengisi krim ke tube I dan II berturut-turut adalah 73,38% dan 73,82%. Nilai OEEkedua mesin ini belum ideal, analisis Pareto menunjukkan bahwa idling and minor stoppages lossesdan reduced speed losses merupakan penyebab terbesar kerugian yaitu 78,10% untuk mesin pengisikrim ke tube I dan 78,84% untuk mesin pengisi krim ke tube II. Berdasarkan analisis sebab akibat,akar masalah dari idling and minor stoppages losses dan reduced speed losses adalah tidak seragamnyaketerampilan operator, pengaturan mesin yang kurang tepat, preventive maintenance kurang optimaldan penanganan tube aluminium yang tidak maksimal.
Pengaruh Komposisi Molar terhadap Karakteristik dan Stabilitas Fisikokimia Komplek Inklusi Alfa Arbutin dengan Hidroksipropil Beta Siklodekstrin Menggunakan Metode Kneading Elvi Setianingsih Suckristiana; Ni Luh Dewi Aryani; Ririn Sumiyani
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.366 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi alfa arbutin dengan hidroksipropilbeta siklodekstrin (HPBCD) yang dibentuk kompleks inklusi dengan menggunakan metode kneading,dibandingkan campuran fisiknya terhadap karakteristik dan stabilitasnya, yang disimpan pada suhu40o±2oC dan kelembaban 75%±5% selama 30 hari. Variasi komposisi molar alfa arbutin : HPBCD pada campuran fisik yaitu 1:1 (F1), 2:1 (F2), dan 1:2 (F3), sedangkan pada komplek inklusinya adalah 1:1 (F4), 2:1 (F5),dan 1:2 (F6). Interaksi padatan yang terbentuk pada komplek inklusi dan campuran fisik dikarakterisasi denganmorfologi, gugus fungsi, titik lebur, kadar alfa arbutin dan hidrokinon sebagai hasil urainya, serta uji disolusi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pembentukan komplek inklusi antara alfaarbutin dengan HPBCD yang dibuat dengan metode kneading. Hasil pembentukan komplek inklusi yang palingbaik secara berurutan adalah pada F6, F4, dan F5, karena memberikan perbedaan karakteristik fisikokimiasecara bermakna. Komplek inklusi menunjukkan kristal amorf yang lebih homogen, kadar alfa arbutin yanglebih tinggi dan stabil (48,32 ± 0,10%), serta laju disolusi yang lebih cepat dengan persen terdisolusi palingtinggi dibanding formula lainnya. Tidak terjadi perubahan fisikokimia baik pada campuran fisik maupun komplek inklusinya, dan hidrokinon yang merupakan hasil urai alfa arbutin tidak terbentuk selama dilakukan ujistabilitas dipercepat.
Uji Transport Emulgel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dengan Penambahan Enhancer Propilen Glikol dan Asam Oleat Muhammad Fariez Kurniawan; Nining Sugihartini; Tedjo Yuwono
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.95 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1570

Abstract

Kuncup bunga cengkeh mengandung senyawa eugenol yang merupakan minyak atsiri yang terbuktisebagai antiinflamasi. Untuk mendapatkan efek antiinflamasi yang optimal diperlukan suatu rancanganformulasi sediaan topikal berupa emulgel minyak atsiri bunga cengkeh (MABC) dengan penambahanenhancer kombinasi propilen glikol (PG) dan asam oleat (AO) yang dapat meningkatkan kemampuan eugenoldalam menembus lapisan kulit sehingga didapatkan daya antiinflamasi yang optimal dengan metodeSimplex Lattice Design (SLD). Diformulasikan 3 formula emulgel dengan perbandingan PG dan AO dalamemulgel: 100%:0% (FI); 50%:50% (FII); dan 0%:100% (FIII). Masing-masing formula dilakukan uji transportdengan alat uji difusi tegak Franz menggunakan media kulit punggung mencit dan ditetapkan kadarnyamenggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) serta diukur parameter uji transport yang meliputidaya permeabilitas, flux, koefisien difusi dan lag time. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metodeSLD. Analisis data yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pada parameter flux, permeabilitas,dan koefisien difusi serta penurunan pada lag time secara signifikan pada emugel dengan enhancer dibandingkan emulgel tanpa penambahan enhancer propilen glikol dan asam oleat. Diperoleh formulasi optimum emulgel MABC dengan penambahan 100% enhancer propilen glikol sebagai formula yang mempunyai parameter flux, permeabilitas, koefisien difusi, dan lag time paling baik dan nilai enhancement ratio 1,05 – 1,94.
Kajian Efektivitas Lansoprazol dan Pantoprazol sebagai Profilaksis Stress Ulcers di Intensive Care Unit (ICU) Mega Octavia; Zullies Ikawati; Tri Murti Andayani
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.896 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1568

Abstract

Resiko kejadian perdarahan meningkat pada pasien dengan kondisi kritis di intensive care unit (ICU) sehingga kebutuhan penggunaan profilaksis cukup tepat untuk mengurangi kejadian perdarahan selama di ICU. Kajian penggunaan profilaksis yang efektif sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi tersebut dengan harapan dapat meminimalkan kejadian perdarahan saluran cerna pada pasien di ICU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan biaya penggunaan lansoprazol dan pantoprazol sebagai profilaksis stress ulcers di ICU rumah sakit di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah seluruh pasien rawat inap di ICU dengan usia ≥ 18 tahun sampai 65 tahun yang mendapatkan terapi obat lansoprazol dan pantoprazol sebagai profilaksis stress ulcers selama bulan Januari 2014 – Desember 2016 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan membandingkan efektivitas terapi obat lansoprazol dan pantoprazol dengan melihat kejadian perdarahan minor dan mayor. Data penelitian dianalisis menggunakan Chi-Square untuk melihat perbedaan efektivitas antara 2 kelompok terapi. Dari total 119 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, terdapat 48 pasien (77,4%) dari kelompok terapi lansoprazol yang tidak mengalami kejadian perdarahan, sedangkan pada kelompok pantoprazol pasien yang tidak mengalami kejadian perdarahan sebanyak 35 pasien (61,4%). Secara statistik efektivitas lansoprazol dan pantoprazol sebagai profilaksis untuk mengatasi kejadian perdarahan tidak berbeda signifikan (P = 0,057). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara lansoprazol dan pantoprazol sebagai profilaksis stress ulcers pada pasien dengan resiko tinggi perdarahan saluran cerna di ICU.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Maserasi Bertingkat Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Porphyromonas gingivalis dan Staphylococcus aureus Lusi Indriani; Prasetyorini Prasetyorini; Arfian Eka Saputri
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.485 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1316

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) dengan kandungan alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, dan tanin, telah digunakan secara turun-temurun oleh suku Dayak sebagai obat tradisional. Secara empiris bawang Dayak berkhasiat sebagai diuretik, astringent, pencahar, analgesik, obat luka, batuk, sakit perut, disentri, kanker kolon, payudara, dan obat bisul. Porphyromonas gingivalis (bakteri gram negatif anaerob) dan Staphylococcus aureus (bakteri gram positif aerob) masing-masing merupakan bakteri yang menjadi penyebab periodontal dan infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang Dayak hasil maserasi bertingkat terhadap P. gingivalis dan S. aureus. Bawang Dayak diekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Masing-masing ekstrak ditentukan aktivitasnya dengan metode dilusi sehingga diperoleh nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Ekstrak dengan nilai KHM terkecil kemudian ditentukan daya hambatnya terhadap kedua bakteri dengan metode difusi kertas cakram sehingga diperoleh nilai Lebar Daerah Hambat (LDH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memberikan daya hambat paling baik terhadap bakteri P. gingivalis yaitu dengan KHM 1,25%, sedangkan ekstrak etanol 70% dan ekstrak n-heksan masing-masing sebesar 2,5% dan 20%. Ekstrak etil asetat dan etanol 70% memberikan daya hambat yang sama terhadap bakteri S. aureus yaitu dengan KHM sebesar 5%. Daya hambat ekstrak etil asetat terhadap bakteri P. gingivalis dengan metode difusi tidak dapat ditentukan karena bakteri sulit ditumbuhkan. Daya hambat ekstrak etil asetat terhadap bakteri S. aureus lebih baik dibanding esktrak etanol 70%. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LDH ekstrak etil asetat pada konsentrasi 20% adalah 9,21 mm, sedangkan ekstrak etanol 70% pada konsentrasi yang sama adalah 6,48 mm.
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Non Fenolik dari Daun Gowok (Syzygium polycephalum Miq.) Nur Amalia Choironi; Kaefiyah Nurul Insani; Dina Parika; Sunarto Sunarto; Ade Martinus; Muhamad Salman Fareza
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 2 No. 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.931 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1574

Abstract

Syzygium polychepalum (gowok) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian fitokimia terhadap daun gowok yang berasal dari Purwokerto. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi, sedangkan fraksinasi dan pemurnian dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair dan gravitasi. Karakterisasi senyawa hasil isolasi dilakukan dengan menggunakan metode spektroskopi 1H-NMR dan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa isolat merupakan senyawa asam lemak jenuh yaitu asam heksadekanoat dan 3-etilpropanoat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7