cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Bakaba: Jurnal Sejarah Kebudayaan dan Kependidikan
ISSN : 20896808     EISSN : 25979450     DOI : -
Core Subject : Social,
Bakaba: Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan (2089-6808) (2597-9450) is a scientific journal published two times a year. Bakaba: Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidika includes articles on the results of research and scientific work with the scope of History,Culture and Education. Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan is published by STKIP PGRI Sumatera Barat.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 1999-2018 Yulisa Teti; Refni Yulia; Zulfa zulfa
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2020.v8i2.4364

Abstract

Sioban village has existed since 1945, when the goverment system  was still in the form of a Nagari, since 1999, Sioban village began to undergo canges, because Mentawai District had separated it self from Padang Pariaman Regency and established its own district, namely the Mentawai Island Regency. The Mentawai Island carry out governance, starting from thr division of the sub-district in 2009 in the Mentawai Islands, including the Sipora sub-district, which is the capital of the Sioban sub-district, which is divided into the North Sipora District and the South Sipora District. Based on the results of research since the establishment of the Mentawai Island District, the aim of which is to get out of its backwardness, has not been seen in Sioban Village, South Sipora Subdistrict, because it is seen from the development of the village, infrastructure and social communities that are still langging behind. You can see that in the village at this time there is no internet network, tlephone network is still difficult. Judging from the original Mentawai traditions, the village community, the village community has no longer been preserving these original traditions since the exixtence of government policies.
Penggunaan Aplikasi Edmodo Dalam Pembelajaran Sejarah Dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar juliandry kurniawan junaidi; Pramitha Sari
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i2.5873

Abstract

This study aims to determine the use of power point media in the Edmodo electronic learning application in improving learning activities and student learning outcomes in history subjects for students of class X.2 SMK SMTI Padang. This research is a Classroom Action Research (CAR) in collecting data the authors use observation sheets and give tests at the end of each cycle. Observation sheets for learning activity data and giving tests for student learning outcomes data. The research was conducted in two cycles. From the results of the first cycle, it shows that learning activities are 19.64% after the second cycle there is an increase in student learning activities to 25%, while for learning outcomes there is also an increase in the first cycle, it is found that 60% of students complete data in the second cycle, an increase of 97.14% students complete. From the results I and II based on these two variables, it shows an increase in activity and learning outcomes using the Edmodo application in history lessons in class X2 SMK SMTI Padang.
Nilai Kearifan Lokal Dalam Pemberdayaan Perempuan Pada Songket Pandai Sikek Trina Febriani; Wibi Wijaya; Felia Siska
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i1.5865

Abstract

This study discusses the value of local wisdom in women's empowerment in Songket Pandai Sikek. Songket woven fabric craftsmen who still use the traditional method have decreased significantly, because there are non-machine looms or ATBMs that can produce songket for a maximum of 4 days, which previously took 40 days, while the purpose of this research is to describe the value of local wisdom. in Women's Empowerment in Songket clever Sikek in Jorong Tanjuang Nagari Pandai Sikek District X Koto Tanah Datar. The theory used is the theory of rational choice by James S. Coleman. Then the research method used a qualitative approach with descriptive type, the informants consisted of 27 people who were determined by purposive sampling. The types of data are primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews and document research. Data analysis uses the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that local wisdom can be seen from the first: the motifs used in the clever sikek songket weaving process using the theme of the surrounding nature, second: The ability of the craftsmen to be open to various changes is one way to develop the art of Pandai Sikek weaving.
Analisys of Inequality Development of the Education Sector in West Sumatra Jolianis Jolianis; Lovelly Dwinda Dahen; Putri Meliza Sari
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2022.v10i1.5844

Abstract

This study aims to analyze the effect of government spending in the education sector, gender gap, poverty and life expectancy on education inequality. This type of research is associative research. The object of research is the Regency/City in the Province of West Sumatra. The data analysis technique is hypothesis testing, panel data regression analysis with t test. The results of this study found that: 1) Government spending in the education sector has a significant negative effect on educational inequality. 2) The gender gap has a significant positive effect on educational inequality. 3) The level of poverty has a significant positive effect on educational inequality. 4) Life expectancy has a significant positive effect on educational inequality.
Kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam Mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Titik Ummaroh
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i1.4502

Abstract

 Kerjasama antar negara didunia juga sangat diperlukan bahkan dapat menjadikan suatu negara semakin lebih baik. Hubungan Internasional antar negara bukan hanya tentang mengenai peredaman konflik. Dalam bidang sosial ekonomi misalnya yang menjadikan banyak negara menjalin kerjasama, salah satunya seperti Indonesia dengan Malaysia. Kabupaten Sambas merupakan suatu tempat yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Karena letak Provinsi Kalimantan Barat dengan Malaysia bagian timur yang cukup dekat maka diharapkan adanya kerjasama dapat lakukan. Indonesia dengan beragam budaya seperti halnya dalam hal pariwisata ,kerjasama yang dibahas meliputi perkembangan wilayah pariwisata serta strategi agar banyaknya turis asing agar singgah di pariwisata Sambas. Serta dengan budaya yang berbeda antara Indonesia dengan Malaysia tentunya dapat menambah ide baru dalam mengembangkan potensi kawasan wisata di Kabupaten Sambas.Kata kunci : Pariwisata, Sosial Ekonomi, Kerjasama Indonesia dan Malaysia
Penerapan Pembelajaran Tematik Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Rambah Rejeki Rejeki; Widia Syafriani; Desi Syafitri
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i2.5451

Abstract

Desy Syafitri, Widia Syafriani, 2021, Penerapan Pembelajaran Tematik Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV. Penelitian ini berfokus pada penerapan pembelajaran tematik berbasis lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Rambah. Penelitian ini dilatar belakangi Pembelajarannya kurang efektif karena guru dalam mengajar hanya memberikan Jurnal Bakaba Volume 1 Nomor 1, Januari-Juni 2017, p. 13-22 ISSN : 2597-9450 (Online) http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/bakaba 3 pembelajaran di kelas dan juga tidak menggunakan model pembelajaran dan ketika belajar siswa bermain. Jenis penelitin ini Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dan tiap siklusnya terdiri dari satu pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1) Penerapan pembelajaran tematik berbasis lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa siklus I yaitu, 80,31%. sedangkan nilai rata – rata siklus II yaitu 97,81% 2) Menggunakan lingkungan sekolah sebagai objek belajar dapat menciptakan susana belajar yang menyenangkan dan meningkatnya antusias belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran tematik berbasis lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Nagari Adat di Minangkabau Dalam Tinjuan Sejarah Refni Yulia; Livia Ersi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i1.5866

Abstract

Nagari Adat in Minangkabau are autonomous nagari and part of the lowest nagari governance system in West Sumatra. The naming of adat nagari in West Sumatra is more for the sake of tourism, so that some nagari that have tourism potential were developed into adat nagari and promoted on a district and provincial basis. So that the first 4 traditional villages were chosen, namely, the Indudur angari, the Seribu Gadang Nagari, Pariyangan Nagari, and Jawi-Jawi villages. The four nagari have become national tourist destinations and have been visited by domestic and foreign tourists and were recorded in the tourist calendar in West Sumatra. The development of adat nagari ultimately spurred other nagari to develop their potential in their adat and tourism.
Tradisi Sambatan Sebagai Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Wibi Wijaya
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2022.v10i1.5575

Abstract

The sambatan tradition is a tradition that comes from the Javanese tribe and the tradition will be carried wherever the people are. The sambatan tradition is reflected in the daily social life of the community. The philosophy of this tradition is a sense of helping others and a sense of mutual cooperation and its relation to character building in learning in elementary schools. In line with the Indonesian government which will revolutionize the nation's character through strengthening character education. The purpose of this study was to examine the value of the sambatan tradition in character building in social studies learning in elementary schools. This type of research is qualitative research. The determination of informants was carried out by purposive sampling with a total of 17 people. Data collection techniques were carried out by observation and in-depth interviews. The results of this study can be concluded that the decline in the morality of young people who are still teenagers can be suppressed by the sambatan tradition without looking at ethnic differences and other differences. The community's concern for the interests of others is very much reflected in Koto Tangah Padang starting from children, teenagers to adults in helping other people who need help. Then the second result is that social studies learning in elementary schools is quite effective in instilling an attitude of helping others. This can be seen in the activities provided by the teacher to students both in the form of theory and practice in the school environment.
Masalah Moro: Sebuah Kajian Perkembangan Kasus Konflik Internal Moro Hingga Kancah Internasional (1946-2019) Nuril Ayni
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i1.4509

Abstract

Kasus terorisme dan separatisme sering muncul di beberapa tahun belakangan ini. Hal tersebut karena adanya ketidakpuasan suatu kelompok terhadap ketentuan yang telah diputuskan oleh pemerintah. Sejarah mencatat salah satu negara dengan konflik internal terpanjang yaitu Filipina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konflik yang terjadi di moro Filipina dan perkembangannya hingga dimasa sekarang ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber kualitatif dari urnal, buku dan juga berita. Di lihat dari sejarah, Masyarakat moro merupakan Muslim Filipina yang mendiami filipina bagian selatan. Terdapat konflik tak terselesaiakan pada daerah ini. Faktor awal penyebabnya yaitu kebijakan pemerintah yang memaksa supaya daerah yang dihuni masyarakat muslim ini meneruskan kebijakan masa kolonial. Seperti yang sudah diketahui kebijakan masa kolonial sangat diskriminatif terhadap kaum muslim. Bahkan setelah kemerdekaan Filipina, masyarakat Moro tidak merasakan kemerdekaan itu. Kemiskinan melanda daerah tersebut begitu pula pendidikan yang sangat minim. Namun dari pendidikan yang minim tersebut ternyata mampu melahirkan tokoh intelektual yang akhirnya membuat sebuah kelompok pemberontak yang bertujuan untuk memisahkan diri dari negara filipina atau gerakan sparatisme. Pemberontakan tersebut terus berlangsung dan melahirkan golongan-golongan kelompok islam lainnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah filipina agar dapat berdamai dengan muslim moro. Bahkan dalam kasus terbarunya banyak dari muslim moro yang tergabung dalam ISIS. Pemeintah filipina telah melakukan banyak hubungan diplomasi untuk dapat membantunya dalam menangani konflik internal tersebut. Perkembangan konflik yang panjang tersebut baru terartasi baru-baru ini melalui di tandatanginnya referendum yang akhirnya bisa menguntungkan masyarakat Mindanao untuk dapat mengelola daerah otonominya sendiri.
Kajian Nilai-Nilai Tradisi Kembar Mayang Dalam Prosesi Pernikahan Abdul Malik Fajar Fanjalu; Bahrul Sri Rukmini
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2022.v10i1.5864

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya bentuk permasalahan yang menarik, yaitu mengenai tradisi kembar mayang yang masih dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Dalam hal ini penulis membahas beberapa macam pokok permasalahan yaitu tentang apa yang melatar belakangi sejarah awal mula munculnya kembar mayang yang ada di Desa Karangsoko, penggunaan kembar mayang dalam prosesi pernikahan adat Jawa di Desa Karangsoko dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam setiap bagian yang terdapat dalam kembar mayang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang sejarah adanya kembar mayang, tata cara penggunaan kembar mayang dalam pernikahan adat Jawa dan makna yang terkandung dalam kembar mayang yang masih terus digunakan dalam upacara pernikahan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana penulis menggambarkan dan menceritakan apa saja yang diperoleh dan dialami penulis secara langsung dilapangan mengenai tradisi kembar mayang dengan menggunakan data hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi kembar mayang merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang yang biasa digunakan dalam setiap upacara pernikahan adat Jawa maupun kematian apabila masih berstatus lajang. Kemudian dalam kembar mayang terkandung beberapa macam nilai-nilai filosofis, yang diantaranya seperti nilai kepribadian yang dilambangkan dalam bentuk candi, belalang, kupat, cambuk yang terbuat dari (janur) dan daun puring, nilai biologis yang dilambangkan dalam bentuk kipas, burung, payung yang terbuat dari (janur) dan bunga mayang, nilai agama atau kerohanian yang dilambangkan dengan bentuk keris dan kelopak bunga yang terbuat dari (janur), daun pohon beringin, daun lancuran kuning dan pohon pisang dan nilai hukum yang dilambangkan dengan daun andong. Oleh karena itu kembar mayang menjadi sebuah bentuk media sebagai perantara doa kepada sang pencipta dan pesan-pesan yang baik bagi kedua pengantin dalam membangun sebuah hubungan rumah tangga yang harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat, nusa dan bangsa