cover
Contact Name
Sandi Pratama
Contact Email
pratamasandi2008@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltarbawipai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Peranan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Munirah Munirah
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.966 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v3i02.1597

Abstract

AbstrakDalam proses pembelajaran di sekolah baik guru maupun siswa, pasti mengharapkan agar mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa berhasil dalam belajarnya, dan siswa mengharapkan guru dapat mengajar dengan baik, sehingga mereka memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Dalam kenyataan, harapan  itu tidak selalu terwujud, masih banyak siswa yang tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Kesulitan dalam belajar siswa merupakan suatu gejala yang selalu dihadapi oleh guru, karena guru bertanggung jawab untuk mengatasinya, kesulitan belajar ialah suatu keadaan dimana siswa kurang mampu menghadapi tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran sehingga proses dan hasilnya kurang memuaskan. Ini terjadi karena kemampuan siswa untuk melakukan tugas yang tidak seimbang dengan tuntunan pembelajaran. Ada siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan rendah, bahkan ada pula siswa yang gagal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kenyataan ini, menunjukkan bahwa masih banyak guru yang menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pembelajaran di kelas. Kesulitan dalam belajar merupakan suatu bentuk gangguan faktor fisik dan psikis yang mendasar yang meliputi pemahaman atau gangguan bahasa, lisan atau tulisan yang dengan sendirinya muncul berbagai kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis atau membuat perhitungan matematika. Termasuk juga kelemahan motorik ringan, gangguan emosional akibat keadaan ekonomi, budaya atau lingkungan yang tidak menguntungkan. Selanjutnya untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami oleh siswa madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) maka digunakan metode wawancara dengan guru yang terkait dengan permasalahan yang ada. Adapun kesulitan belajar yang dialami siswa MIN Turikale Kabupaten Maros yang merupakan hasil pengamantan dan hasil wawancara dengan beberapa guru yang ada di sekolah tersebut adalah kesulitan dalam mata pelajaran matematika yaitu berhitung, kemudian kesulitan memahami soal yang diberikan baik itu soal tertulis maupun soal pertanyaan yang ditanyakan langsung oleh guru dan kesulitan yang lainnya adalah terkadang siswa masih sangat sulit untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri.Kata Kunci: Peranan, Guru, Mengatasi ,Kesulitan, Belajar AbstractIn the learning process at schools both teachears and students , surely expect to achieve the best results. The teacher expects that the students succeed in their learning, and students expect the teacher to be able to teach well, in order to they obtain satisfying learning outcame. In reality, the hope is not always realized. There are still many students who don’t get satisfactory result. The difficulties in student learning is a symptom that is always faced by the teacher because the teacher is responsible for dealing with it. The learning difficulties are a situation where students are less able to face the demands that must be made in the learning process, in order that the process and results are less satisfying. This happens because the students’ ability to perform tasks that are not balanced with the guidance of learning. There are students who get high and low scores, some students even fail to achieve learning goals. This fact shows that there are still many teachers who face a number of abstacles in the learning process in the classroom. The difficulties in learning are a form of interference with basic physical and psychological factors which include language or verbal comprehension and impairment which naturally arises various imperfect abilities for listening, thinking, speaking, reading, writing or making mathematical calculations. Also includes mild motor weakness, emotional disturbaces due to unfavorable economic, Colorado or environmental conditions. Furthermore, to find out the learning difficulties experienced by public Madrasah Ibtidaiyah (MIN) students, the method of teachers is used which is related to existing problems. The learning difficulties experienced by students of MIN Turikale, Maros Regency, which were the result of observation and the results of interviews with several teachers in the school were difficulties in math subject, namely counting, then difficulty understanding the questions given both written questions and the question asked directly by the teacher and the other difficulties are sometimes students are still very difficult to express their own opinions.  Keywords: Role, Teacher, Overcoming, Difficulty, Learning
Rasionalisme Descartes dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam Muhammad Abduh Mursyid Fikri
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 02 (2018): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.747 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v3i02.1598

Abstract

Abstrak Peneitian ini bertujuan mengupas tentang paham rasionalisme yang dicetuskan Rene Descartes dan Implikasinya terhadap Pemikiran Pebaharuan Islam Muhammad Abduh. Rasionalisme Rene Descartes merupakan paham yang muncul ditengah kungkungan gereja Kristiani yang dikenal dengan masa skolastik. Paham ini lebih menekankan pada penggunaan akal (rasio) untuk memperoleh sebuah pengetahuan. Tentunya sebagai hasil filsafat, paham rasionalisme sangat berperan penting pada perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, Penulis mencoba mengaitkan dan menampilkan Implikasi antara pemikiran Rasionalisme descartes dan pemikiran pembaharuan dalam islam. Adapun hasil penelitian ini penulis melihat adanya benang merah antara dasar rasionalisme descartes dan pemikiran muhammad abduh bahwa keduanya menjadikan akal sebagai alat untuk melakukan penalaran terhadap suatu kebenaran. Kata kunci : Rasionalisme Descartes, Implikasinya, Pemikiran Pembaharuan         Muhammad  Abduh AbsractThis study aims to explore the understanding of rationalism triggered by Rene Descartes and its implications for Islamic Reformation Muhammad Abduh. Rene's Reneisme Descartes is an understanding that emerged amidst the confines of the Christian church known as the scholastic period. This emphasis is more on the use of reason (ratio) to gain a knowledge. Certainly as a result of philosophy, the notion of rationalism is very important role in the development of other sciences. The method used in this research is descriptive qualitative method, the author tries to link and display the implication between Rationalism thinking descartes and thinking of renewal in Islam. The results of this study the authors see the existence of a common thread between the foundations of descartes rationalism and thought muhammad abduh that both make sense as a tool to make reasoning against a truth. Keywords: Rationalism Descartes, Implication, Thinking Renewal Muhammad Abduh
Perkembangan Sosio-emosional pada Masa Awal Anak dalam Keluarga Ahmad Abdullah
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.902 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2131

Abstract

Abstrak  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi.Salah satu aspek paling penting dari perkembangan emosi anak adalah pembentukan konsep diri, atau identitasnya, yaitu perasaannya tentang siapa dirinya dan apa hubungannya dengan orang lain. Kecenderungan paling mencolok pada anak-anak, kesadaran diri yang berkembang adalah pergeseran dari atribut fisik konkret ke karakteristik yang lebih abstrak. Pergeseran ini jelas dalam karakteristik yang ditekankan anak-anak ketika diminta untuk menggambarkan diri mereka sendiri Kata Kunci: Sosio-emosional dan Anak Abstract The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. One of the most important aspects of the child,s emotional development is the formation of his self-conscet, or identity-namely, his senseof who he is and what his relation to other people is. The most conspicuous trend in children,s growing self-awareness is a shift from concrete physical attributes to more abstract characteristic. This shift is apparent in those characteristics children emphasize when asked to describe themselves Keywords: Sosio-emosional and Child
Kreativitas dalam Pembelajaran Abdul Azis Muslimin; Mutakallim Mutakallim
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.818 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2132

Abstract

AbstrakAdapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kreativitas dalam pembelajaran yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Adapun metodologi penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitiannya field research dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara tepat inovasi dosen yang dapat merangsang kreativitas belajar mahasiswa PAI, khususnya kelas VI.A tahun akademik 2014/2015 yang menjadi sasaran penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview atau wawancara mendalam. Adapun hasil penelitian yaitu kreativitas dalam pembelajaran menumbuhkan semangat mahasiswa dengan menerapkan sistem pembelajaran berbasis penggunaan teknologi seperti lap top dan auto fokus dalam presentasi, dosen menekankan bahwa mahasiswa harus bisa dan terampil pembuatan power. Adapun kendala-kendala dalam pembelajaran terkait media yaitu kurangnya auto fokus sebagai media yang sangat  penting dan masalah teknis lainnya selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Kreativitas dan Pembelajaran Abstract The purpose of this study is to find out the creativity in learning carried out by lecturers and students in Islamic Education Department at Muhammadiyah University of Makassar. The research methodology used is the type of research in field research with descriptive analysis methods that aim to accurately describe the innovations of lecturers who can stimulate the learning creativity of PAI students, especially VI.A class 2014/2015 academic year is the target of research. The method of data collection is done by in-depth interviews or in-depth interviews. The results of the study are creativity in learning fosters student enthusiasm by applying technology-based learning systems such as lap top and auto focus in presentations, lecturers emphasizing that students must be able and skilled in making power point. The obstacles in learning related to media are lack of auto focus as a very important medium and other technical problems during the learning process. Keywords: Creativity and Learning
Evaluasi Program Mutu Pelaksanaan Pembelajaran pada Tahapan Transactions (Suatu Pendekatan Model Stake’s Countenance Evaluation) Ferdinan Ferdinan; Nurhayati Nurhayati
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.155 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2126

Abstract

  AbstrakPenelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan jenis penelitian kombinasi (mixed methods). Pendekatan penelitian, yaitu: pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas, dan Kasubdit SDM Universitas dan yang menjadi responden yaitu 32 Ketua Prodi dan 70 Ketua Tingkat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi dokumentasi, dan lembar observasi. Penilaian untuk setiap aspek evaluasi dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tinggi, sedang, dan rendah.  Pengambilan keputusan dikategorikan menjadi tiga tingkatan: tercapai, kurang tercapai, dan tidak tercapai. Penelitian evaluasi ini memberikan beberapa kesimpulan,  yaitu gambaran pelaksanaan pembelajaran di Unismuh Makassar pada tahapan proses (transactions) menunjukkan bahwa: 1) penguasaan dosen dalam menyusun dan menyiapkan administrasi perkuliahan dari 7 subaspek  yang dievaluasi  terdapat 6 subaspek  telah memenuhi kriteria objektif dan 1 subaspek yang kurang tercapai yaitu kemampuan dosen dalam menyusun buku ajar, 2)) penguasaan dosen dalam pelaksanaan perkuliahan menunjukkan bahwa dari 15 subaspek yang dievaluasi 13 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek yang belum terpenuhi yaitu dosen tidak memberikan sanksi kepada mahasiswa yang terlambat 30 menit dalam mengikuti perkuliahan dan dosen belum menyampaikan materi kuliah dengan berbasis IT, 3) interaksi dosen dengan mahasiswa dalam perkuliahan, dari 4 subaspek yang dievaluasi semuanya telah memenuhi standar objektif, dan 4) kemampuan dosen dalam melakukan evaluasi hasil perkuliahan  menunjukkan bahwa dari 12 subaspek yang dievaluasi terdapat  10 subaspek sudah tercapai sesuai standar objektif dan 2 subaspek kurang terpenuhi. Kata Kunci: Evaluasi, Mutu Pembelajaran dan TransactionsAbstract                This study is an evaluation study using mixed methods. Research approach, namely: case study approach. The data sources of this study consisted of the Chancellor, Deputy Chancellor I, Chairperson of the Quality Assurance Agency, Chair of the Faculty Quality Assurance Unit, and the Head of Sub-directorate of Human Resources of the University and respondents, namely 32 Chairmen of Study Programs and 70 Chairmen. Data collection techniques are interviews, documentation studies, and observation sheets. Assessments for each aspect of evaluation are categorized into three levels: high, medium, and low. Decision making is categorized into three levels: achieved, less achieved, and not achieved. This evaluation study provides several conclusions, namely the description of the implementation of learning in Unismuh Makassar at the stages of transactions shows that: 1) the mastery of lecturers in preparing and preparing lecture administration from 7 sub-aspects evaluated, there are 6 sub-aspects that meet objective criteria and 1 sub-aspect is lacking achieved, namely the ability of lecturers in preparing textbooks, 2)) mastery of lecturers in lecturing shows that out of 15 sub-aspects evaluated 13 sub-aspects have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects that have not been fulfilled, namely lecturers do not sanction students who are 30 minutes late in attending lectures and lecturers have not delivered IT-based lecture material, 3) lecturer and student interaction in lectures, of the 4 sub-aspects evaluated all met objective standards, and 4) lecturers' ability to evaluate lecture results showed that from 12 sub the evaluated aspects have 10 sub-aspects that have been achieved according to objective standards and 2 sub-aspects have not been fulfilled.Keywords: Evaluation, Learning Quality and Transaction
Landasan Ontologi Ilmu Pengetahuan Rusli Malli
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.003 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2133

Abstract

AbstrakMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif  merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan kedudukan akal dalam islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku-buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan sumber referensi Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan, Wawancara dan Observasi. Pembahasan di dalam ontologi di mulai tanpa asumsi dasar, melainkan mengandalkan kreativitas akal yaitu inspirasi, intuisi, dan ilham. Metode abstraksi digunakan ontologi untuk mencari kejelasaan tentang dunia fakta seluruhnya sampai pada pengertian fundamental. Pengetahuan fundamental yang dihasilkan oleh ontologi dapat dijadikan dasar untuk membahas kembali asumsi dasar yang oleh ilmu pengetahuan telah dianggap mapan kebenarannya.Kata Kunci: Ontologi dan Ilmu PengetahuanAbstract               The method used in this study is a qualitative descriptive method. Descriptive research is a study that aims to describe the position of reason in Islam. While the source is taken from several scientific books published with the intention of being used as a source of reference. The data collection techniques in this study are Literature Studies, Interviews and Observations. The discussion in ontology starts without basic assumptions, but relies on resourceful creativity, namely inspiration, intuition, and inspiration. Abstraction methods are used ontologies to find clarity about the world of facts all arrive at a fundamental understanding. Fundamental knowledge produced by ontology can be used as a basis for revisiting the basic assumptions that science has assumed are established. Keywords: Ontology and Science
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasi Belajar PAI Wahyuni Wahyuni
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.35 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2129

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi dilapangan mengenai pengaplikasian serta efektivitas model pembelajaran Kooperatif Tipe Round Club (Keliling Kelompok) khususnya pada mata pelajan pendidikan Agama  yang di laksanakan di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Jenis penelitian ini adalan PTK deskriptif ( Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) yang dilakukan dengan tiga siklus. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentati. Hasil `penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian diperoleh Pada pra siklus, evaluasi hasil awal yang dicapai oleh siswa masih rendah yaitu 6,6% dengan rata-rata 50,95. Kemudian pada siklus I pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 36,6% dengan rata-rata 65,33, sedangkan pada siklus II pencapaian ketuntasan belajar sebesar 50% dengan rata-rata 70,33. dan pada akhir siklus III pencapaian ketuntasan belajar sebesar 77% dengan rata-rata 78, Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa penerapan model pembelajaran tipe round club (keliling kelompok)   dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PAI sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A  di SMP Negeri 20 Antang Makassar. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Round Club, Motivasi, dan Hasil BelajarAbstrackThis thesis examines the implementation of cooperative learning model round club to increased motivation and learning outcomes of students in class VIII A of subject PAI in SMP Negri 20 Antang Makassar. In this thesis discussed about how the teacher becomes a facilitator in exercising their round type of learning model cooperative on the subjects  of religious education.The purpose of this research is describe the events that occurred in the field of the application as well as the efectivity of learning models cooperative round –type club, especially on the subjects of religious education in SMP Negri 20 Antang Makassar.The method of research is using descriptive PTK method (penelitian tindakan kelas) , consisted of planning, acting, observing, and reflecting performed with three cycles. The data collected by using the techniques of observation, interviews and documentation. The results of research using data analysis techniques by collecting data, reducing the data and take conclusions. The results obtained by pre-cycle evaluation of the results achieved by students is still low at 6.6% with average score 50.9, then in the first cycle students achievement in classical learning completeness of 36.6% with an average score 65.33, in the second cycle their mastery learning achievement of 50% with an average score 70.33, and at the end of or the third cycle their mastery learning achievement of 77% with an average score 78, these can be concluded that the application of learning round-type club in the implementation of teaching and learning activities PAI as part of an effort to improve motivation and learning in SMP Negri 20 Antang be able to improve their result of learning specially PAI Keywords: Round Club Cooperative Learning Model, Motivation, and Learning Outcomes
Strategi Guru Kelas dalam Menghadapi Peserta Didik yang Malas Belajar Muhammad Warif
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 01 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.799 KB) | DOI: 10.26618/jtw.v4i01.2130

Abstract

Abstrak Guru merupakan seseorang yang tugasnya mengajar, membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar. Guru adalah merupakan suatu jabatan khusus dalam dunia pendidikan, dia termasuk salah satu sumber belajar yang utama karena dari sanalah siswa/peserta didik memperoleh bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Profesionalisme seorang guru di peroleh lewat pendidikan khusus keguruan atau latihan dan pengalaman. Kemudian menurut  Undang-Undang  Sistem  Pendidikan  Nasional  Guru adalah  tenaga  kependidikan  yang  berkualifikasi  sebagai  guru,  dosen,  konselor,  pamong praja, widyaiswara, tutor, instruktur, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Sejalan dengan itu guru menurut Undang-Undang tentang guru ditegaskan bahwa :Guru adalah pendidik prefesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.(Undang-Undang RI,  2003;2).Profil guru ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan karena tuntutan uang belaka tidak membatasi tugas dan tanggung jawabnya tidak sebatas dinding sekolah.Masyarakat juga jangan hanya menuntut pengabdian guru, tetapi kesejahteraan guru pun perlu diperhatikan. Guru dengan kemuliaannya dalam menjalankan tugas tidak mengenal lelah, hujan dan panas bukan rintangan bagi guru yang penuh dedikasi dan loyalitas untuk turun ke sekolah agar dapat bersatu jiwa dalam perpisahan raga dengan siswa. Raga guru dan siswa boleh berpisah, tapi jiwa keduanya tidak dapat dipisahkan (dwitunggal). Oleh karena itu dalam benak guru hanya ada satu kiat bagaimana mendidik siswa agar menjadi manusia dewasa susila yang cakap dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa di masa yang akan datang.(Djam’an dkk, 2007).Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilaku sehari-hari. Kata Kunci: Strategi, Guru, Peserta Didik, Malas, Belajar   Abstract                The teacher is someone whose job is teaching, guiding and directing children to learn. The teacher is a special position in the world of education, he is one of the main learning resources because from there students / students receive guidance, teaching and training. The professionalism of a teacher is obtained through special teacher training or training and experience. Then according to the National Education System Law Teachers are qualified teaching staff as teachers, lecturers, counselors, civil service, widyaiswara, tutors, instructors, and participate in organizing education. In line with that the teacher according to the Law on Teachers emphasized that: The teacher is a professional educator with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, evaluating, and evaluating students in early childhood education, formal education, basic education, and secondary education. (Republic of Indonesia Law, 2003; 2). The ideal teacher profile is a person who devotes himself based on the calling of the soul, the call of conscience, not because the demands of money alone do not limit his duties and responsibilities are not limited to the walls of the school. teacher, but the welfare of the teacher also needs attention. Teachers with their glory in carrying out tasks that are tireless, rainy and hot are not a hindrance for teachers who are full of dedication and loyalty to go to school to be able to unite their souls in physical separation with students. The body of the teacher and students may separate, but the souls of the two cannot be separated (duvies). Therefore, in the minds of teachers there is only one tip on how to educate students to become capable adult human beings who are capable and useful for religion, religion and nation in the future (Djam'an et al., 2007). Personality competency is a competency related to the teacher's own personal behavior which later must have noble values so that reflected in everyday behavior. Keywords: Strategy, Teacher, Students, Lazy, Learning
POTRET PENDIDIKAN ISLAM MODEL MUHAMMADIYAH DAN PERANNYA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Darsitun Darsitun
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 01 (2020): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v5i01.2459

Abstract

Artikel ini lahir dengan latar belakang fenomena perkembangan dunia yang semakin global menuntut semua lapisan masyarakat berpikir modern. Penulis tertarik membicarakan pendidikan Islam khususnya pendidikan model Muhammadiyah yang tentunya tidak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya yaitu KH. Ahmad Dahlan. Jenis pendekatan yang dipilih dalam menyusun tulisan ini adalah library research dengan analisis deskriptif content analysis. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa fakta bahwa Muhammadiyah memiliki kemampuan untuk survive dalam mengelola pendidikan selama lebih satu abad (1912-2019) memang memerlukan landasan berpijak yang kokoh berupa seperangkat nilai-nilai dasar, jika terasa berlebihan untuk menyebutnya sebagai filsafat pendidikan. Penekanan pada karakter Islam yang berkemajuan, seperti yang dinyatakan oleh KH. Ahmad Dahlan dalam berbagai pesannya memberikan kekuatan yang dinamis bagi pencerahan peradaban ketika dihadapkan dengan perkembangan zaman. Tidak sekadar mempunyai kecerdasan, pengenalan diri, namun berpihak orang lain (mustadh’afin). Pendidikan Muhammadiyah merupakan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan dan antara iman dan kemajuan yang holistic.  
PENDIDIKAN INFORMAL DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Yakub Yakub
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 01 (2020): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v5i01.3347

Abstract

AbstrakMetode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan Pendidikan Informal dalam Prespektif Pendidikan Islam. Sedangkan sumbernya diambil dari beberapa buku ilmiah yang diterbitkan dengan maksud dijadikan suber referensi. Adapun tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan, wawancara dan observasi.Esensi pendidikan informal ini secara umum mencakup pembinaan keluarga dan dimasyarakat, khususnya pendidikan anak-anak atau peserta didik. Hal ini menemukan vitalitasnya karena motivasi yang sangat kuat bahwa tujuan akhir pembinaan keluarga dan dimasyarakat adalah penyelamatan keluarga dari keterpurukan dalam kehidupan di akhirat dan pembentukan kepribadian, keluarga masyarakat muslim yang sempurna. Dilema yang muncul pada pendidikan sehubungan dengan peran keluarga adalah kebijakan dalam arahan pendidikan yang digariskan dan ditetapkan oleh orang tuapeserta didik sering tidak dapat dipahami dan diikuti oleh anggota keluarga lainnya maupun masyarakat. Akibatnya, kebijakan dan arahan pendidikan itu seperti dimentahkan dan digagalkan oleh anggota keluarga lainnya dan anggota masyarakat, sehingga apa yang diharapkan dari pendidikan informal yang ideal agak sulit dicapai. Jalan keluar dari dilema ini adalah upaya yang terus menerus dari orang tua dan juga anggota keluarga lainnya serta anggota masyarakat yang sadar akan pentingnya pendidikan informal untuk memberikan informasi dan penyadaran akan pentingnya nilai pendidikan informal bagi anak-anak atau peserta didik. Yang terpenting juga adalah peran pemerintah dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat luas akan pentingnya nilai pendidikan informal.

Page 6 of 17 | Total Record : 168