cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KAWASAN TEPIAN SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG (KASUS: KELURAHAN 5 ULU DAN 7 ULU) Utomo, Arditia Larasati; Agustian, Endy; Kospa, Herda Sabriyah Dara
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v13i1.36431

Abstract

The Musi River waterfront area in Palembang City has been a traditional residential settlement area since the era of the Sriwijaya Kingdom. The riverbank area has been chosen by the community as a place to reside due to the benefits of the river, which offers many potential resources and ease of river transportation access. This research aims to identify the characteristics of areas along the riverbanks in the 5 Ulu and 7 Ulu Subdistricts, Seberang Ulu 1 District, using a qualitative research approach. Data collection techniques employed include observation, interviews, and document review, followed by analysis comprising qualitative data analysis and Spradley model analysis. The research results outline that the identification of the characteristics of the Musi River waterfront area is based on both non-physical settlement aspects and physical settlement aspects. The non-physical settlement aspects describe that the research area has a long history as a traditional settlement for the ethnic Chinese community, with the local economy being predominantly medium to low, engaged in trading, river transport services, and household industries. Additionally, there is a diverse range of community groups with high levels of social interaction. The physical settlement aspect of the research area is predominantly residential, following a linear pattern along the Musi River and roads, with moderate to high population density. The majority of buildings are raised platform houses, and infrastructure and facilities still need further development to meet the needs of the local community.
STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI SEPEDA PRIVAT KAMPUS UNHAS TAMALANREA Ahmad, Syarifah Nuzul; Yamin Jinca, Muhammad; Kumala D.S, Yashinta
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v13i1.40784

Abstract

With various activities of the academic community and the community, it will certainly affect the movement of transportation in the Unhas Campus Area. Various characteristics of motorized and non-motorized vehicles located on one road section will cause congestion, noise and pollution. These transportation problems can interfere with comfort, safety, and security while on the move, For this reason, in the construction and development of infrastructure at the Unhas Campus, it is necessary to apply sustainable and environmentally friendly transportation, bicycles have many benefits, including health, economic, and environmental benefits. This study aims to determine how the effectiveness of bicycle lanes, bicycle transportation facility services, and the concept of bicycle transportation development that can be applied at the Unhas Tamalanrea Campus. The analysis method used is SWOT Analysis. Data collection was conducted through observation, interviews, and questionnaires. The respondents taken were cyclists at Unhas Tamalanrea Campus using axial sampling techniques. The results showed that the condition of bicycle transportation facilities at Unhas Tamalanrea Campus was quite good but still needed to be improved in accordance with the guidelines and concepts of campus bicycle transportation.
ARAHAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH PESISIR KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Iyan Awaluddin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i1.42450

Abstract

Galesong Utara merupakan kecamatan pesisir Kabupaten Takalar yang memiliki berbagai potensi untuk di kembangkan. Potensi yang dapat dikembangkan pada wilayah pesisir yaitu sektor perikanan, dan sektor wisata bahari. Potensi wilayah yang dimiliki Kecamatan Galesong Utara ditetapkan sebagai Pembangunan Kawasan Industri Takalar (KITA). Hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai seperti kurang optimalnya aksebilitas terhadap seluruh wilayah untuk mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi, maka perlu adanya arahan pengembangan infrastruktur untuk mengoptimalisasi potensi sumber daya tersebut. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu wawancara, observasi langsung, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif yaitu untuk mengetahui pengembangan infastruktur dengan melihat sebab akibat dalam peningkatan dan pengembangan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi sektor sekunder dan tersier. Adapun hasil analisis penelitian yaitu dengan mengoptimalisasikan pembangunan infrastruktur utama dan infrastruktur pendukung perikanan serta meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH) sebagau sarana hiburan atau tempat bermain.. Kata Kunci : Infrastruktur, Pengembangan, Pesisir.
TUJUH STRATEGI PENGEMBANGAN KABUPATEN SIDRAP SEBAGAI KSN (KAWASAN STRATEGIS NASIONAL) DARI SUDUT KEPENTINGAN PERTUMBUHAN EKONOMI K, Risnawati
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42490

Abstract

Kawasan Strategis Nasional (KSN) merupakan salah satu amanat dari Undang-undang No. 26 Tahun 2007 yang didefinisikan sebagai kawasan di mana di dalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain, dan atau kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kabupaten Sidrap adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang ditetapkan sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Kabupaten Sidrap sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, dengan melihat Kebijakan spasial dan perkembangan Kabupaten Sidrap, sumber data dari penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini, ada 7 strategi pengembangan kabupaten sidrap sebagai KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi yaitu : 1. Peningkatan kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi, 2. Pengembangan potensi ekonomi cepat tumbuh di Kabupaten Sidrap, 3. Pengembangan sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi, 4. Peningkatan potensi ekspor di Kabupaten Sidrap, 5. Penyediaan dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi di Kabupaten Sidrap, 6. Peningkatan kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi dan 7. Peningkatan fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan; Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Pertumbuhan Ekonomi
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN BERBASIS MITIGASI BENCANA POHON TUMBANG DI JALAN PENGHUBUNG KOTA MAKASSAR DAN KABUPATEN GOWA Awaluddin, Iyan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42492

Abstract

Selama tahun 2017-2022, kejadian pohon tumbang yang terjadi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah mengakibatkan kerugian materil bahkan korban jiwa, kejadian ini sangat rutin terjadi setiap tahun ketika puncak musim penghujan. Selain kerugian materil dan korban jiwa, juga berdampak pada gangguan arus lalu lintas. Penelitian ini diarahkan pada lokasi dengan intensitas kejadian pohon tumbang yang sering terjadi setiap tahunnya yaitu di Ruas Jalan HM. Yasin Limpo - Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa dan Jalan Letjen. Hertasning - Jalan Aorepala di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat kerawanan bencana pohon tumbang di lokasi penelitian serta merumuskan arahan strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya meminimalkan dampak (mitigasi) terhadap bencana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan data lapangan serta data citra satelit yang diolah untuk menghasilkan tujuan penelitian dalam bentuk spasial dan kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bencana pohon tumbang yang terjadi beberapa tahun terakhir di lokasi penelitian ternyata berbanding lurus dengan tingkat kerawanan bencana pohon tumbang yang menunjukkan bahwa loasi penelitian sebagian besar memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi atau berpotensi sangat tinggi, sehingga arahan penanganan dan penataan yang perlu dilakukan mencakup arahan penataan pada aspek penataan, aspek manajemen/pemeliharaan dan aspek pelibatan masyarakat. Kata Kunci : Mitigasi bencana, pohon tumbang, jalur hijau, penataan kawasan.
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAERAH RAWAN BENCANA KOTA BAUBAU Yaumul Asifah; Andi Sugiawarti Putri; Nurul Istiqamah Ulil Albab; Aulia Apriliyanti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42493

Abstract

Baubau merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dan termasuk daerah rawan bencana kategori kelas risiko tinggi berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2022 untuk indeks ancaman multi bencana dan berada pada peringkat 18 (delapan belas) dalam indeks risiko bencana multi ancaman Kabupaten Kota se-Indonesia dengan total skor 194,80 kelas risiko tinggi. Sedangkan pada skala Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota ini menduduki urutan teratas pada indeks risiko bencana per Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi mengenai tingkatan kerawanan bencana tsunami di Kota Baubau serta memberikan strategi dan rencana pengembangan infrastruktur pada daerah rawan bencana di kawasan pesisir Kota Baubau khusunya pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Batupoaro, dan Kecamatan Betoambari. Metode analisis yang digunakan adalah Teknik weighted overlay pada peta jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, ketinggian dan kemiringan lereng menggunakan software GIS. Hasil penelitian ini mengelompokkan kerentanan tsunami di Kota Baubau yaitu kerentanan tinggi 0,58 km2, kerentanan sedang 1,49 km2 dan kerentanan rendah 3,91 km2. Kemudian di kelompokkan lagi kedalam tiga kategori Kawasan I (kerusakan tinggi), Kawasan II (kerusakan sedang) dan Kawasan III (kerusakan rendah) untuk menentukan strategi pengembangan infrastruktur yang akan dilakukan. Kata-kunci : Infrastruktur, Mitigasi, Tsunami, Weighted Overlay
IDENTIFIKASI KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA TAMAN FAISAL KEL. BANTA-BANTENG KEC. RAPPOCINI DI KOTA MAKASSAR Adithya Yudistira; Gusti Hardyanti Musda; Andi Muhammad Ikhsan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42494

Abstract

Ruang publik merupakan wadah bagi masyarakat perkotaan untuk saling berinteraksi, berolahraga, dan kegiatan rekreasi lainnya. Usia anak-anak, dewasa, dan lansia semuanya melebur dalam satu ruang bersama dengan aktifitasnya masing-masing. Taman Faisal merupakan sebuah Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang terletak dalam lingkungan permukiman di Kel. Banta-bantaeng Kec. Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik masyarakat pengguna RTHP, 2) mengidentifikasi kualitas prasarana fisik (Hardscape) dan vegetasi (Softscape) Taman Faisal, 3) memberikan arahan desain Taman Faisal berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat pengguna. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara. Pengguna Taman Faisal didominasi oleh masyarakat yang berkunjung ke salah satu bangunan baik itu rumah sakit, kantor, atau bangunan fungsi perdagangan lainnya disekitar taman, kemudian singgah untuk sekedar duduk berbincang atau menunggu teman / jemputan. Kondisi prasarana atau fasilitas fisik (hardscape) dan vegetasi (softscape) dapat disimpulkan dalam kondisi kurang terawat. Batas areal taman dan badan jalan yang tidak jelas karena tanggul taman yang rusak atau tidak ada menyebabkan beberapa bagian areal taman yang beralih fungsi menjadi tempat parkir mobil dan bangunan pos jaga yang bukan untuk manfaat taman begitu juga vegetasi yang kelihatan kering dengan pola tanam yang tidak teratur atau tidak memiliki konsep yang jelas. Perlu dilakukan penataan ulang desain taman agar layak dan bisa digunakan dengan aman dan nyaman, Menambahkan dukungan fasilitas untuk aktifitas baru agar masyarakat perumahan/permukiman dapat lebih tergerak untuk berkunjung. Keywords: Ruang publik, ruan terbuka hijau, kualitas-taman
PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN LONGSOR DI KORIDOR JALAN POROS ENREKANG -MAKALE (STUDI KASUS DESA MENDAATE KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG) Syafri, Syafri; K, Risnawati; Wahidan, Nur
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42495

Abstract

Desa Mendatte yang karakteristik fisik alamnya berupa perbukitan dengan topografi yang curam juga didukung oleh kondisi atau kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan kawasan perbukitan sebagai tempat bermukim. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian pemanfaatan lahan sebagai antisipasi adanya pembangunan di daerah yang rentan terhadap longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Desa Mendatte, untuk mengetahui faktor penyebab daerah tersebut dijadikan sebagai daerah terbangun serta untuk mengetahui arahan pengendalian pemanfaatan lahan di darah rawan longsor. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan analisis Superimpose (overlay Peta ) dan analisis statistik dengan uji Crosstab atau tabulasi silang. Berdasarkan Hasil Analisis overlay peta dengan menggunakan ArcGis didapatkan 3 kelas tingkat kerawanan longsor di Desa Mendatte. Wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi mempunyai luasan 326, 56 Ha dengan presentase 62,69 % dari luas wilayah Desa Mendatte, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan sedang memiliki luasan 190,69 dengan presentase 36,61% Paling Rendah yaitu memiliki luasan 3,63 dengan presentase 0,70 %. Dari hasil analisis secara kuantitatif dengan uji statistik diketahui bahwasanya lama bermukim responden berhubungan atau menjadi salah satu faktor penyebab daerah tersebut dijadikan sebagai daerah terbangun sehingga menyebabkan tetap bermukimnya responden di Desa Mendatte. Upaya pengendalian pemanfaatan lahan berdasarkan zona dan kerentanan gerakan tanah dilokasi penelitian berupa rekomendasi terhadap peraturan penggunaan lahan, serta mitigasinya secara umum sesuai dengan karakteristik daerah rawan longsor. Kata Kunci : Kerawanan Bencana, Faktor Bermukim, Pengendalian Lahan.
IDENTIFIKASI TIPE PERKEMBANGAN KOTA TANGERANG SELATAN MENGGUNAKAN LANDSCAPE EXPANSION INDEX BERDASARKAN CITRA LANDSAT MULTITEMPORAL Diki Wahyudi; Lili Somantri; Nandi Nandi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42496

Abstract

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota penunjang DKI Jakarta yang mengalami perkembangan cukup pesat. Hal itu, terus mendorong kebutuhan akan lahan tempat tinggal sehingga berpotensi mengkonversi lahan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe perkembangan wilayah Tangerang Selatan tahun 1995 – 2009 dan 2009 - 2023. Identifikasi lahan terbangun pada penelitian ini menggunakan Index-based Built-up Index (IBI) yang diperoleh dari ekstraksi nilai indeks lahan terbangun, indeks vegetasi, dan indeks air. Lahan terbangun hasil ekstrasi IBI, lalu dilakukan analisis tipe perkembangan menggunakan Landscape Expansion Index. Hasil penelitian ini menunjukkan wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 1995 – 2009 mengalami peningkatan area lahan terbangun seluas 2501,5 ha dengan dominasi tipe perkembangan edge expansion (71,4%), infiling (24,4%), dan outlying (3,8%). Sementara itu, tahun 2009 – 2023 perkembangan area lahan terbangun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yaitu seluas 1753,56 ha dengan dominasi tipe perkembangan infiling (59,6%), edge expansion (38%), dan outlying (2,2%). Pola perkembangannya cenderung menyebar merata ke seluruh wilayah kota. Kata Kunci : Perkembangan kota, Kota Tangerang Selatan, Landscape expansion index.
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA PUSAT PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PPLH) PUNTONDO DI KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Amalia Rahmadhani Rahman; Nurfatimah Nurfatimah; Henny Haerany
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42498

Abstract

Kabupaten Takalar khususnya di Kecamatan Mangarabombang memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan. Seperti pada wisata Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo dimana wisata ini mengedepankan aspek pendidikan dan lingkungan hidup atau yang biasa disebut (eco-tourism). PPLH Puntondo mempunyai banyak lokasi wisata yang potensial untuk dikembangkan namun sampai saat ini belum dikelola dengan baik. Hal ini ditandai dengan masih adanya beberapa permasalahan pada wisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dan arah pengembangan wisata PPLH Puntondo di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis spasial dan non spasial yang terbagi dalam 3 tahap analisis. Analisis spasial meliputi analisis daya tarik wisata untuk mendapatkan kelas potensi wisata, dan analisis SWOT untuk menentukan strategi dan arah pengembangan pariwisata PPLH Puntondo, kemudian analisis non spasial yaitu analisis lanskap pariwisata yang dibagi menjadi 3 zona yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penyangga. Berdasarkan hasil analisis daya tarik wisata, PPLH Puntondo termasuk dalam kelas dengan potensi wilayah sedang, sehingga dilakukan analisis SWOT yang menghasilkan arahan pengembangan wisata PPLH Puntondo yang terbagi menjadi 3 zona, dari ketiga zona tersebut, zona inti mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dari 52% luas zona Inti yang bisa dikembangkan sekitar 30% yaitu 15% di hutan mangrove, 10% kebun, dan 5% di outbound kawasan wisata PPLH Puntondo. .Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kawasan Wisata, Ekowisata