Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles
251 Documents
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN OBJEK WISATA PANTAI BEROVA KABUPATEN KOLAKA UTARA
Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v11i2.36491
Efforts to increase the participation of Community Objects in maintaining the environmental quality of Berova Beach Tourism, North Kolaka Regency. The main issues discussed are how these factors influence community perception and participation, the relationship between several factors that influence community participation in improving the environmental quality of the Berova beach tourism object. So with this problem the authors conducted research in the village of Pitulua. The method used is descriptive analysis which is carried out in accordance with the research objectives by clearly describing or describing what is in the field, while to study Efforts to Increase Participation in the Community Maintaining the Environmental Quality of the Berova Beach Tourism Object the method is used, namely Likert Scale Analysis and AHP. The results of the study show that factors that influence community participation, based on public perceptions, namely Cleanliness, Comfort and Safety and the most dominant influencing community participation is the Cleanliness factor in improving the environmental quality of the Berova tourist attraction. Keywords: Flood, Vulnerability and Mitigation.
ARAHAN PENGEMBANGAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA DI KAWASAN WISATA DANAU TOLIRE KECAMATAN TERNATE BARAT
Mistahuljannah Sofian;
Andi Asmulyani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40837
ABSTRAK Menurut Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2012-2032, “kawasan wisata alam danau/mata air sebagaimana dimaksud mencakup Danau Tolire Besar di Kelurahan Takome, Pantai Tolire Kecil di Kelurahan Takome” Danau Tolire merupakan salah satu objek wisata yang ada di Ternate Barat, Kota Ternate. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui tingkat kebutuhan dan arahan pengembangan sa rana dan prasarana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu, survey lapangan, studi pustaka, studi dokumentasi dan kuisioner dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah Kondisi sarana prasarana pariwisata di kawasan wisata Danau Tolire tergolong baik 83%. Namun ada beberapa sarana dan prasarana pariwisata di kawasan wisata Danau Tolire saat ini yaitu belum ada sarana penginapan dan toko souvenir. Arahan pengembangan sarana dan prasarana pariwisata di kawasan wisata Danau Tolire yaitu perlunya penambahan sarana akomodasi dan toko souvenir dan untuk sarana prasarana yang sudah ada namun dalam kondisi kurang perlunya peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas guna menunjang kegiatan wisata di Danau Tolire. Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kebutuhan, Sarana dan Prasarana
TINGKAT BAHAYA BANJIR DI KAWASAN SUB DAS MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA
Wulan Ramadana;
Ilham Alimuddin;
Nurul Istiqamah Ulil Albab
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40838
ABSTRAK Sub DAS Masamba merupakan salah satu dari 3 sub DAS yg ada di Kecamatan Masamba yang berada di daerah perkotaan yang wilayahnya mencakup Kelurahan Bone, Desa Baloli, Desa Lapapa, Desa Laba, Desa Lero dan Desa Kamiri. Sub DAS Masamba merupakan sub DAS yang sering meluap ketika curah hujan yang tinggi dikarenakan daerah alirannya sudah terbangun banyak permukiman. Jenis bahaya dalam penelitian ini yaitu bahaya bencana banjir yang dapat terjadi di setiap tahun bahkan bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir di Sub DAS Masamba Kabupaten Luwu Utara. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, untuk bahaya bencana banjir didasarkan oleh curah hujan yang tinggi, kemiringan lereng, ketinggian, penggunaan lahan, tekstur tanah dan jarak dari sungai dan dilakukan analisis overlay untuk menghasilkan tingkat bahaya bencana banjir di wilayah Sub DAS Masamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Sub DAS Masamba memiliki tingkat bahaya yang rendah hingga tinggi akan bencana banjir. Kata Kunci : Overlay, bahaya, bencana banjir, Sub DAS Masamba
STRATEGI PENGEMBANGAN KABUPATEN KONAWE SELATAN MENJADI KABUPATEN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
Risnawati K
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40840
ABSTRAK Penelitian ini tentang Strategi Pengembangan Kabupaten Konawe Selatan menjadi Kabupaten yang Berwawasan Lingkungan. Pokok permasalahannya adalah bagaimana Strategi Pengembangan Kabupaten Konawe Selatan menjadi Kabupaten yang Berwawasan Lingkungan. Masalah ini dengan melihat Kebijakan spasial dan perkembangan Kabupaten Konawe Selatan yang Saat ini pembangunannya sedang berkembang, dengan demikian penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif Alat analisis ini digunakan untuk menganalisis Strategi Pengembangan Kabupaten Konawe Selatan menjadi Kabupaten yang Berwawasan Lingkungan dengan menggambarkan kebijakan dan peran wilayah pengamatan atau sesuai data yang diperoleh yaitu mengklasifikasikan dan menyajikan data dalam bentuk tabel, penguraian dan gambar dan analisis ini dilakukan untuk mempertimbangkan Strategi Pengembangan Kabupaten Konawe Selatan menjadi Kabupaten Berwawasan Lingkungan. Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Lingkungan
TIPOLOGI DESA BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA
Intan Nurlita;
Khairul Sani Usman;
Fadhil Surur;
Muhammad Anshar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40882
ABSTRAK Kecamatan Bajeng adalah salah satu wilayah peri urban yang secara tata guna lahan terbagi atas lahan perkotaan di sektor perdagangan dan jasa dan lahan pertanian. Wilayah peri urban memberikan dampak negatif karena semakin berkurangnya lahan pertanian yang telah dikonversi menjadi lahan untuk permukiman atau aspek lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengatahui bagaimana tipologi wilayah Kecamatan Bajeng berdasarkan penggunaan lahan dan kepadatan bangunan serta bagaimana arah perkembangan wilayah berdasarkan tipologinya di Kecamatan Bajeng. Penelitian ini menggunakan analisis transformasi wilayah peri urban dan analisis kepadatan bangunan yang kemudian dilakukan overlay untuk mengabungkan bobot nilai dari setiap variabel sehingga kita dapat mengetahui tipologi wilayah peri urban di Kecamatan Bajeng. Hasil penelitian ini adalah Kecamatan Bajeng terdapat 2 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobikodes yakni: Kelurahan Kalebajeng dan Desa Panciro, 9 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobideskot yakni: Desa Bontosunggu, Desa Lempangang, Desa Bone, Kelurahan Mata Allo, Kelurahan Limbung, Kelurahan Tubajeng, Desa Tangkebajeng, Desa Panyangkalang dan Desa Paraikatte dan 3 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobides yakni: Desa Maradekaya, Desa Maccinibaji dan Desa Pabentengan. Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kebutuhan, Sarana dan Prasarana
EVALUASI PROGRAM KOTAKU TERHADAP INDIKATOR KEKUMUHAN JARINGAN JALAN DI KELURAHAN BONTO-BONTOA
Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40884
ABSTRAK Indonesia sebagai negara yang berkembang dengan kondisi demografi yang tidak stabil tercermin pada angka pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Jumlah penduduk yang cukup besar tidak dibarengi dengan perbaikan ekonomi yang lebih baik. Kondisi perekonomian yang tidak teratur semakin menambah angka kemiskinan di negara kita yang mana berdampak pada kondisi fisik dan non fisik kehidupan masyarakat yang secara nyata dan jelas tercermin pada menurunnya kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakatnya. Bahkan yang terjadi sekarang adalah banyaknya permukiman kumuh atau kawasan kumuh. Kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Gowa terkhusus di kelurahan Bonto-Bontoa terletak di daerah kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Sesuai dengan kriteria kawasan kumuh bahwa kawasan tersebut memiliki pola permukiman yang tidak teratur, kualitas bangunan tidak layak huni, serta tidak dilengkapi sarana dan prasarana serta utilitas (jalan, air bersih, air limbah, drainase dan sistem persampahan). Kelurahan ini memiliki luas wilayah 1,61 km2. Lokasi kumuh Kelurahan Bonto-Bontoa berada di RT 1 RW 3 dan RT 2 RW 3. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kumuh di Kelurahan Bonto-Bontoa dari aspek jaringan jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif . Hasil identifikasi Kelurahan Bonto-Bontoa terhadap jaringan jalan yaitu memiliki jaringan jalan dengan lebar yang kurang memadai serta masih terdapat permukaan jalan yang rusak. Kata Kunci: Identifikasi, Permukiman Kumuh, Jaringan Jalan
POTENSI PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN PADA KAWASAN INDUSTRI KAB. BANTAENG
Nurfatimah Nurfatimah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40888
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktifitas pertambangan terhadap potensi pencemaran lingkungan pada kawasan industri Kabupaten Bantaeng. Lokasi penelitian ini dilakukan pada Desa Papanloe Kecamatan Pa’jukukang Kabapaten Bantaeng karena terdapat PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia. Perusahan ini melakukan aktivitas pertambangan nikel. Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 96 responden yang akan diambil datanya dengan kuesioner. Hasil penelitian yang menjadi temuan bahwa aktivitas pertambangan terhadap potensi pencemaran lingkungan di kawasan industri Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan terhadap potensi pencemaran lingkungan di kawasan industry Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dilihat dari 3 indikator yakni pencemaran air, tanah dan udara. Maka aktivitas pertambangan memiliki perngaruh yang kuat terhadap pencemaran lingkungan sebesar 87% dan 13% dipengaruhi oleh variabel lain. Secara umum aktivitas pertambangan sebagai kawasan strategis di Kabupaten Bantaeng perlu mempertimbangkan pencemaran lingkungan baik itu pencemaran air, tanah dan udara. Kata Kunci : Pertambangan, Pencemaran Lingkungan, Kawasan Industri
IDENTIFIKASI LETAK DAN FUNGSI RUANG TERBUKA PUBLIK DI PULAU KODINGARENG LOMPO
Muhammad Zaki;
Muhammad Yusri Lukman;
Adithya Yudistira
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.41003
Hampir semua studi mengenai perencanaan kota (yang dipublikasikan dalam bentuk rencana umum tata ruang kota dan pendetailannya) menyebutkan bahwa kebutuhan ruang terbuka di perkotaan berkisar antara 30% hingga 40%, termasuk di dalamnya bagi kebutuhan jalan, ruang-ruang terbuka perkerasan, danau, kanal, dan lain-lain. Ini berarti keberadaan ruang terbuka hijau (yang merupakan sub komponen ruang terbuka) hanya berkisar antara 10 % – 15 %. Salah satu ruang terbuka kota yang selama ini kurang mendapat perhatian adalah ruang terbuka yang berada di daerah pesisir laut yang lebih dikenal dengan pantai. Menurut UNESCO (1993), kawasan pesisir merupakan kawasan yang paling padat dihuni, dimana dua pertiga kota-kota di dunia dengan penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa terdapat di wilayah pesisir (kurang lebih 60%). Salah satunya di pulau Kodingareng Lompo luas area daratan di pulau ini seluas 48 Ha. Tutupan daerah pulau umumnya didominasi oleh permukiman, sekitar 85% lahan di pulau Kodingareng Lompo digunakan untuk permukiman selebihnya adalah fasilitas dan vegetasi pulau. Permasalahan yang dihadapi yaitu Tidak adanya peruntukan ruang terbuka publik yang jelas sebagai media interaksi masyarakat Pulau Kodingareng Lompo dan konsep dan arahan desain dalam merancang ruang terbuka publik yang refresentatif. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif (field research). Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Penulis mendeskripsikan data-data yang diperoleh secara langsung dari Pulau Kodingareng Lompo. Data tersebut di deskripsikan sesuai dengan keadaan nyata dilapangan dan dibandingkan dengan teori yang sudah ada dan menjadi dasar dari penelitian ini. Keywords: Ruang Terbuka Publik , Kawasan Pesisir
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEMPADAN PANTAI TANJUNG UBAN KECAMATAN BINTAN UTARA
M Alamsah;
Uul Hidayah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.41237
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bintan No. 1 Tahun 2020 menjelaskan adanya melarang mendirikan bangunan pada sempadan pantai khususnya permukiman. Pada kondisi aktual saat ini sempadan pantai di Kecamatan Bintan Utara terdapat beberapa bangunan permukiman. Penelitian ini bertujuan penilaian kesesuaian sempadan pantai terbangun dengan RTRW Kabupaten Bintan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif. Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah jumlah dan jenis yang berada di sempadan pantai. Berdasarkan hasil pemetaan diperoleh data tentang jumlah bangunan yang tidak sesuai adalah bangunan sebanyak tempat tinggal sebanyak 255 unit, sedangkan bangunan yang sesuai ada 98 unit. Sebanyak 255 unit 27,24% dari 353 unit bangunan yang terbangun di wilayah pesisir Tanjung Uban, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu pada Kecamatan Tanjung Uban selatan sebanyak 7 bangunan tempat tinggal, Kecamatan Tanjung Uban Utara sebanyak 47 bangunan tempat tinggal dan Kecamatan Tanjung Uban Kota sebanyak 201 bangunan tempat tinggal. Berdasarkan hasil evaluasi bangunan pada sempadan pantai terdapat bangunan permukiman yang tidak sesuai dengan Perda tersebut atau melanggar sempadan pantai.
IDENTIFIKASI DAMPAK KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP REVITALISASI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI DUSUN BABANA KECAMATAN SINJAI TIMUR
Didiet Haryadi Hakim
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v12i1.41551
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan akibat dari Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh di Dusun Babana Kecamatan Sinjai Timur, dengan cara mengidentifikasi dampak terhadap lingkungan yang timbul akibat peningkatan kualitas lingkungan. Pendekatan penelitian menggunakan metode survey lapangan. Pengumpulan data melaui observasi, wawancara, dokumentasi untuk data primer, sedangkan untuk data sekunder meliputi data kependudukan, iklim, kualitas udara, dan sosial ekonomi. Analisis data menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif dalam upaya mengidentifikasi dampak yang timbul akibat Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh di Dusun Babana kecamatan Sinjai Timur Identifikasi dampak yang merupakan awal dari proses analisis dampak mempunyai kedudukan yang sangat menentukan. Baik buruknya atau tajam tidaknya kajian dampak lingkungan bergantung pada identifikasi dampak.Identifikasi Dampak Kualitas Lingkungan Permukiman Kumuh difokuskan pada kegiatan suatu usaha atau kegiatan yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat kegiatan Revitalisasi Kawasan Permukiman kumuh di Kawasan Dusun Babana.. Kata Kunci : Identifikasi; lingkungan; kumuh;