EMARA : Indonesian Journal of Architecture
MARA Indonesian Journal of Architecture merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan masa terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun. Yang menjadi pokok bahasan EMARA Indonesian Journal of Architecture adalah kajian evaluasi, kajian teori/literatur, dan hasil pemikiran kritis yang meliputi: Desain Arsitektur, Desain Lingkungan dan Tata Kota, Arsitektur Lingkungan dan Prilaku, Permukiman Berkelanjutan, Struktur dan Konstruksi Bangunan serta Manajemen Proyek. Emara Indonesian Journal of Architecture is a journal published by Department of Architecture, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya with 2 (two) issue periods in a year. What become the subject of Emara Indonesian Journal of Architecture are the evaluation studies, literature studies, and the critical thinking papers that include: Architectural Design, Environmental Design and Urban Planning, Architecture Environment and Behavior, Settlement Planning, Structure and Building Construction and Project Management.
Articles
111 Documents
Penilaian Kondisi Bangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Se-Kabupaten Madiun
Parmo, Parmo;
Sucipto, Mohammad Hadi;
Sumarkan, Sumarkan
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1223.112 KB)
Facilities and infrastructure are important elements to achieve the successful education and teaching process. The procurement of adequate and standardized buildings become an effort to comply with the minimum standards of infrastructure required by the government. This study focus on conducting an analyzis the damage level at State Primary School (SDN) buildings in Madiun regency.Building condition assessment conducted through a direct surveys and then proceed by weighting the data to obtain the level of damage categorized as good, minor, moderate and heavily damaged . Among the 431 of state primary school buildings surveyed, 36.53% of the classrooms in a minor damage while 25.42% others considered heavily damaged. For the teachers office, 38.04% were in a minor damage, while 23.23% others considered heavily damaged. For the library buildings, 38.14% of them considered in a minor damage and 24.53% others heavily damaged. For teacher latrines condition, 49.53% of teacher latrines considered heavily damaged, while 24.03% were moderate damage. While 49.82% of student latrines were heavily damaged and 23.49% others considered in a moderate damage.From the assessment, it can be concluded that the latrines facility repairment, both for teachers and students, should become top priority for the local government in the implementation of school quality improvement programs.buildings condition, level of damage, primary school building <w:LsdException Locked="false" Priority="21" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"
Evaluasi Tingkat Kualitas Hidup bagi Permukiman Nelayan di Desa Pesisir Tambak Wedi dengan Kriteria Eco-Settlement
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
As an archipelago, Indonesia has vast expanse of coastal area, that become a prominent source of economic revenue for some communities in Indonesia. Numerous fishing village was formed as a result of economic activity. But unfortunately, the condition of settlements are very dense without orientation to the sustainable environment. The low quality of human resources affect the interpretation of the definition about healthy and livable housing for the community. Research on the quality of life (liveability) of the fishermen settlement area at Tambak Wedi RT.03 RW.02 coastal village in eco-settlement concepts is necessary to investigate the possibility of restructuring the fishing villages settlement into a more livable standards and appropriately the character of the local community. This research using descriptive, evaluative and development methods. The evaluation result about liveability level at Tambak Wedi RT.03 RW.02 coastal village by the eco-settlement criteria, which is consist of ecological, social, economic and institution aspect, show that the settlement is weak in the ecological aspect. Therefore, it is the most possible aspect to be restructured with some actual and simple action, so that the fishermen settlements become liveable and has good quality of life.
Kajian Sustainable Design Pada Savill Building
Oktavi Elok Hapsari
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.957 KB)
Beberapa periode terakhir perkembangan disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture design) yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Penerapan sustainable design pada bangunan dapat dilakukan dari bentuk disain, penggunaan material berupa sumber daya terbarukan, serta dampak bangunan terhadap lingkungan disekitarnya. Objek yang dikaji kali ini adalah Savill Building yang mendapatkan penghargaan The Woods Award pada tahun 2006. Savill Building merupakan bangunan dengan dinding transparan yang memiliki struktur gridshell lengkung yang kompleks berbahan utama kayu dan baja. Bangunan yang terletak pada tapak bergelombang ini tampil secara tegas. Pengolahan disain dan lanskap yang baik membuat Savill Building tampak mencolok tetapi masih memiliki kesinambungan dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya. Bangunan ini tidak hanya berungsi sebagai fasilitas umum ramah lingkungan, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung. Dengan adanya kajian terhadap Savill Building, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sustainable design dan menjadi referensi dalam perancangan arsitektur khususnya bagi perancangan arsitektur di Indonesia.
Gambaran Persepsi Lansia Terhadap Kualitas Huniannya dan Hubungannya Dengan Kesehatan Psikososial
Muhamad Ratodi
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.764 KB)
Salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah adalah meningkatnya angka lansia terlantar dari tahun ke tahun. Pemerintah dengan program Panti Werdha merupakan salah satu alternatif solusi bagi isu lansia terlantar. Akan tetapi terbatasnya jumlah dan daya tampung panti ditambah dengan kondisi bangunan fisiknya yang belum dirancang sesuai dengan kebutuhan lansia disinyalir akan memicu dampak negatif bagi kesehatan para lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang persepsi lansia akan kualitas huniannya dan hubungannya dengan kondisi kesehatan psikososial para lansia. Penelitian dilaksanakan di PSTW Budi Sejahtera dengan 65 orang penghuninya yang telah memenuhi kriteria inklusi sebagai responden penelitian. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 53.8% responden berpendapat kualitas hunian mereka dalam kategori kurang baik, dengan 36.9% menilai kurang untuk kondisi drainase , 30.8% responden berpendapat kondisi akses ke hunian dalam kondisi yang kurang baik dan 27.7% responden merasa kurang nyaman dengan kondisi kloset yang ada saat ini. Korelasi positif antara persepsi kualitas hunian dengan kondisi kesehatan psikososial lansia juga muncul dan dikategorikan ke dalam hubungan sedang. Kesimpulan: kualitas hunian bukanlah menjadi faktor utama yang berhubungan dengan kondisi kesehatan psikososial lansia, akan tetapi diperlukan perhatian yang spesifik dalam merancang sebuah hunian bagi kelompok usia lanjut agar hunian itu sendiri mampu mengakomodir kebutuhan sosial dan aktifitas fisik lansia secara optimal, sehingga pada akhirnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan derajat kesehatan para penghuninya.
Parameter Hidrologi dan Hidrogeologis Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sebagai Landasan Dalam Perencanaan Ruang
Rahmad Junaidi
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.965 KB)
Indonesia mulai merasakan dampak pemanasan global (global warming) yang telah dibuktikan dengan terjadinya perubahan musim, di mana musim kemarau menjadi lebih panjang serta bencana alam yang terjadi. Hal tersebut seiring dengan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dengan kondisi kritis. Beberapa bencana yang terjadi di Indonesia telah memberikan dorongan perencanaan ruang yang memperhatikan kaidah-kaidah konservasi, baik konservasi tanah maupun konservasi air yang bertujuan agar terwujudnya keseimbangan lingkungan, sehingga pertumbuhannya tidak menyebabkan bencana. Tujuan dari kajian ini yaitu mendapatkan prosedur penataan ruang berdasar parameter hidrologi dan hidrogeologis suatu DAS.Pengetahuan tentang hubungan siklus hidrologi dalam suatu DAS dijadikan sebagai landasan dalam perencanaan ruang. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam merancang pola perencanaan ruang serta dapat dijadikan sistem pendukung dalam pengambilan keputusan (decision support systems) untuk perencanaan RTRW yang mengacu pada konservasi tanah dan air.
Analisa Kekuatan Tahanan Lateral Sambungan Kayu-Beton
Efa Suriani
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.042 KB)
Perkiraan kekuatan tahanan lateral pada sambungan kayu beton menggunakan alat sambung Lag-screw atau sekrup kunci akibat beban lateral sangat diperlukan dalam desain konstruksi sambungan. Hal tersebut diperlukan agar diketahui perilaku sambungan sehingga kegagalan sambungan dapat diprediksi. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tahanan lateral dilakukan pengujian geser sambungan dengan pembebanan monotonik dan model analisa mengadopsi dari model EYM (European Yield Model). Kayu yang digunakan: Toona sureni (berat jenis 0,45), Swietenia mahagoni (berat jenis 0,51) dan Artocarpus heterophyllus (berat jenis 0,54) dan mutu beton aktual 15,93 MPa. Sekrup kunci dipakai diameter 8 mm (panjang 130 mm), ring penutup diameter 22,8 mm, dan fischer S14. Hasil penelitian menunjukkan persentase tahanan lateral (metode 5% offset) antara prediksi dengan eksperimen adalah 36,40% sampai 48,15%. Hasil ini memperlihatkan tahanan lateral prediksi dengan persamaan tahanan lateral EYM cukup mendekati dari hasil tes.
Evaluasi Jembatan di Sungai Boyong Yogyakarta Pasca Erupsi Gunung Merapi 2010
Mega Ayundya Widiastuti
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.079 KB)
Gunung Merapi merupakan salah satu dari 129 gunungapi aktif di Indonesia yang sering meletus. Pada 26 Oktober 2010 Gunung Merapi mengalami erupsi kembali. Bencana ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan bencana serupa dalam lima periode waktu sebelumnya yakni tahun 1994, 1997, 1998, 2001 dan 2006. Dampak lanjutan erupsi Gunung Merapi yaitu lahar dingin, berpotensi merusak bangunan-bangunan yang terdapat di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,seperti jembatan. Salah satu sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi adalah sungai Boyong dimana hilir alur sungai ini melintasi tengah kota Yogyakarta yang dilintasi 19 jembatan, 8 jembatan melintasi sungai Boyong dan 11 jembatan melintasi sungai Code yang merupakan bagian dari sungai Boyong sebagai induk sungainya. Oleh karena itu penting untuk dilakukan evaluasi kondisi existing jembatan pasca erupsi Gunung Merapi.Adanya keterbatasan dana yang disediakan oleh Pemerintah dalam upaya memulihkan fungsi dan kondisi jembatan dalam satu alur sungai, menjadi penyebab perlunya penyusunan skala prioritas, guna menentukan jembatan yang harus ditangani/diperbaiki terlebih dahulu
Identifikasi Isu Strategis Penataan Kawasan Berbasis Pendapat Masyarakat
Arfiani Syariah
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.043 KB)
Perubahan paradigma pembangunan dari sistem terpusat ke daerah cukup memberikan porsi penting bagi masyarakat untuk ikut andil di dalam kegiatan perencanaan pengembangan sebuah kawasan. Untuk dapat memberikan peran secara efektif, masyarakat dituntut untuk memahami isu-isu strategis atas potensi dan permasalahan lokal yang ada untuk kemudian diangkat dalam bagian kegiatan perencanaan pembangunan. Penemuan Isu – isu strategis yang ada akan ditindaklanjuti dengan perumusan indikasi program penataan bangunan dan lingkungan/ perancangan kawasan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, penyebaran kuesioner dan kemudian dilakukan Focus Group Discussion (FGD). Analisis yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menampilkan tabel kesepahaman atas isu strategis penataan kawasan. Lokasi studi yang diambil yakni berada di Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan yang memenuhi kriteria sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan aspek ekonomi. Dari hasil kajian ini, selain bertujuan menemukan isu strategis penataan kawasan studi, diharapkan juga dapat menambah wacana tentang proses identifikasi isu strategis penataan kawasan berbasis masyarakat dan sumberdaya lokal.
Media Rekam Jejak Tahapan Pra Desain dengan Poster : Meningkatkan Kinerja dan Luaran pada Studio Perancangan Arsitektur
Fibria Conytin Nugrahini
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 2 (2015): EIJA | December 2015 ~ February 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.637 KB)
Proses pra desain yang meliputi pentahapan dari pengamatan, analisis dan pemrograman, merupakan proses mencari dan mendata informasi yang sifatnya terarah dan lebih pasti dari pada proses desain pada studio perancangan. Kegiatan pra desain menurut pengamatan penulis selama ini di studio perancangan/di kelas seringkali kurang optimal dikarenakan kinerja dan kreativitas mahasiswa dalam proses ini tergolong rendah. Hal ini menyebabkan luaran yang dihasilkan dari proses pra desain kurang maksimal selain tidak terdokumentasikan/ tidak punya rekam jejak yang baik. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan ide kreatif pada studio perancangan dengan menggunakan poster sebagai media rekam jejak tahapan pra desain. Tulisan ini merupakan penelitian tindak kelas berupa hasil pengembangan kegiatan pra desain dengan inquiry method menggunakan poster sebagai media rekam jejak pada studio perancangan arsitektur. Metode penelitian meliputi pengamatan dan penilaian hasil luaran pra desain mahasiswa, serta pengisian kuisioner oleh mahasiswa. Pengamatan luaran poster diberikan penilaian berdasar beberapa kriteria. Pengisian kuisioner sifatnya menguji kelayakan media poster dalam meningkatkan kinerja dan luaran dilihat dari proses dan pengalaman mahasiswa. Karena merupakan penelitian tindak kelas maka penelitian ini dibatasi pada kelas studio dimana penulis melakukan perkuliahan dan bimbingan studio. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja mahasiswa dalam pencarian materi, pengamatan, bahan analisis, maupun pemrograman dalam penggunaan media rekam jejak yaitu poster. Selain itu mahasiswa merasa puas dan lebih kreatif memvisualisasikan ide-ide mereka dalam tahapan pra desain dengan menggunakan media poster.
Optimalisasi Fungsi Ekologis Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Surabaya
Rita Ernawati
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 1 No. 2 (2015): EIJA | December 2015 ~ February 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (717.057 KB)
|
DOI: 10.29080/emara.v1i2.8
Ruang terbuka hijau merupakan elemen penting dalam menciptakan kota yang impresif dan berkualitas dalam mewujudkan kota ekologis. Penetapan proporsi 30% oleh pemerintah merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan pembangunan kota. Kota Surabaya memiliki komitmen penembangan RTH publik yang sangat kuat dalam pembangunan fisik dan pengelolaan RTH. Meskipun secara umum capaian pembangunan RTH di Kota Surabaya sudah tergolong baik, namun perlu dikaji optimalisasi fungsi ekologis RTH. Dengan metode kuantitatif diskriptif, kajian ini menilai RTH publik di Kota Surabaya berdasarkan aspek dominasi ruang hijau dan kualitas (pemeliharaan). Fungsi ekologis RTH memberi kontribusi dalam peningkatan kualitas air tanah, mencegah terjadinya banjir, mengurangi polusi udara, dan pendukung dalam pengaturan iklim mikro. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum kondisi RTH makam dan taman di Kota Surabaya sudah optimal dalam melaksanakan fungsi ekologis. Upaya peningkatan kualitas RTH publik untuk mengoptimalkan fungsi ekologis harus disinergikan dengan program lain seperti pengembangan biopori, pengelolan, saluran dan sungai, pengelolaan sampah dan pengelolaan RTH privat secara baik dengan melibatkan seluruh stakeholder pembangunan. Melalui pengelolaan RTH yang optimal disetiap wilayah yang merupakan implementasi pembangunan berkelanjutan mampu menciptakan Kota Surabaya yang cerdas, manusiawi dan ekologis.