cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JKP (Jurnal Konseling dan Psikoedukasi)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 25024000     DOI : -
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi dengan e-ISSN: 2502-4000 merupakan jurnal elektronik dan media komunikasi ilmiah yang berisi ringkasan hasil-hasil penelitian dalam bidang bimbingan dan konseling serta kajian psikologi dalam terapan ilmu pendidikan yang diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Penggunaan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying siswa kelas XII MIA SMA Negeri 5 Palu Prihatin, Rizki; Munir, Abd; Nurwahyuni, Nurwahyuni
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 1, June 2016
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v1i1.6265

Abstract

Penggunaan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying siswa
Efektivitas layanan informasi manajemen stress dalam mereduksi stress akademik siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Pasangkayu Nansar, Nansar; Munir, Abd; Nurwahyuni, Nurwahyuni
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 1, June 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v1i1.6267

Abstract

Efektivitas layanan informasi manajemen stress dalam mereduksi stress akademik siswa
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI CARA BELAJAR MANDIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 15 PALU Silawati, Devi; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9505

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini apakah layanan informasi cara belajar mandiri berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendekripsikan kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif layanan informasi cara belajar mandiri terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 25 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskritif dan inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan teknik statistik yaitu uji t pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskritif menujukan bahwa kemandirian belajar siswa sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri yaitu 24% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi 64% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah dan 12% siswa yang memiliki kemandirian belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah mengkuti layanan informasi cara belajar mandiri maka terjadi peningkatan kemandirian belajar yaitu 4% siswa yang kemandirian belajar  sangat tinggi, 68% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, dan 28% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 15 Palu sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT BERKONSULTASI SISWA SMA NEGERI 1 BALAESANG Fatma, Fatma; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9510

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling, untuk mengetahui minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing, serta untuk menjelaskan hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 481 orang siswa, sampel yang diambil sebanyak 175 orang siswa yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling dan minat berkonsultasi. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment pada signifikan 95% (α = 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 12,57% siswa memiliki persepsi yang sangat positif tentang layanan bimbingan dan konseling, 84% siswa memiliki persepsi yang positif tentang layanan bimbingan dan konseling. 3,42% siswa memiliki persepsi yang negatif tentang layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya 11,42% siswa memiliki minat berkonsultasi yang sangat tinggi, 62,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang tinggi, dan 26,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI PEMANFAATAN WAKTU LUANG TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 1 SINDUE TOBATA Yusna, Yusna; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9515

Abstract

The problem in this research is how learning independence of students before and after implementation of information service utilization of leisure time, also is there learning independence of students after implementation of information service utilization of leisure time higher than before given the information services utilization of leisure time. This research intented to describe and explain the improvement of learning independence students before and after implementation of information service utilization of leisure time. The subjects in this research were 20 students. The instrument was collected by having learning independence questionnaire.  The data was processed and analyzed in descriptive and inferentially using the formula t-test (one-tailed) in 95% significance level. The result of descriptive analysis showed that before implementation of information service there were 20% of students had high learning independence, 70% of students had low learning independence, and 10% of students had very low learning independence. On the other side after implementation of information service there were 55% of students had high learning independence and 45% of students had low learning independence.  The result of inferential analysis showed the learning independence of students after implementation of information service utilization of leisure time higher than before given the information services utilization of leisure time.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS XI SMKN 5 PALU Djahara, Nur Halifah; Munir, Abd; Puswiartika, Dhevy
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9749

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana motivasi belajar, dan bagaimana disiplin belajar siswa serta apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan disiplin belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi motivasi belajar dan mendeskripsikan disiplin belajar siswa, serta menjelaskan hubungan antara motivasi belajar dengan disiplin belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 59 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket motivasi dan disiplin belajar siswa. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial, Untuk menguji hipotesis digunakan teknik korelasi product moment pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa 34% siswa memiliki motivasi belajar tinggi, 58% siswa memiliki motivasi belajar rendah, dan 8%  siswa memiliki motivasi belajar sangat rendah. Sedangkan disiplin belajar siswa menunjukan 4% siswa mempunyai disiplin belajar sangat tinggi, 52% siswa mempunyai disiplin belajar tinggi, dan 44% siswa mempunyai disiplin belajar rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan disiplin belajar siswa.
Upaya mengurangi perilaku membolos melalui konseling individual dengan teknik behavior contract pada siswa SMP Negeri 6 Palu Tutiona, Marti Yoan; Munir, Abd; Ratu, Bau
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 1, June 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v1i1.6266

Abstract

Upaya mengurangi perilaku membolos melalui konseling individual dengan teknik behavior contract pada siswa
Pengaruh layanan informasi dampak negatif minuman keras terhadap sikap siswa pada minuman keras di kelas VIII A SMP Negeri 12 Sigi Asrina, Asrina; Munir, Abd; Ratu, Bau
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 1, June 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v1i1.6268

Abstract

Pengaruh layanan informasi dampak negatif minuman keras terhadap sikap siswa pada minuman keras
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Behavioral Dalam Meningkatkan Perilaku Empati Teman Sebaya (Studi kasus di SMA Negeri 2 PALU) Ika Sartika, Dewi; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9506

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku empati teman sebaya setelah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku empati teman sebaya sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral serta untuk menjelaskan keefektivan pelaksanaan konseling kelompok behavioral dalam meningkatkan perilaku empati teman sebaya. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku empati teman sebaya. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian, terdapat 1 siswa dengan inisial MR memiliki perilaku empati teman sebaya yang sangat rendah dan 5 siswa dengan inisial RF, AD, RA FP, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang rendah. Setelah mengikuti konseling kelompok behavioral mengalami peningkatan perilaku empati teman sebaya  yaitu 1 siswa dengan inisial RA memiliki perilaku empati teman sebaya yang tinggi, kemuadian 3 siswa dengan inisial AD, MR, dan RFV memiliki perilaku empati teman sebaya yang sedang. Namun terdapat 2 siswa dengan inisial RF dan FP yang tidak mengalami perubahan perilaku empati teman sebaya yang signifikan, yaitu memiliki perilaku empati teman sebaya yang masih redah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku empati teman sebaya dari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian sesudah mengikuti konseling kelompok behavioral lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok behavioral.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAMA MENINGKATKAN PERILAKU PERCAYA DIRI SISWA (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 11 PALU) Norrahma, Hayati; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9511

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilakupercaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instructionlebih tinggijika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction. Tujuan penelitian ini adalahmenjelaskan keefektifan layanan konseling kelompok teknik self instruction dalam meningkatkanperilaku percaya diri siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 6 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman observasi perilaku percaya diri siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis desktiptif diperoleh data perilaku percaya diri siswa sesudah pelaksanaan konseling kelompok self instructionbahwa 17% siswa yang mempunyai perilaku percaya diri sangat rendah, 33% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang rendah, dan 50% siswa mempunyai perilaku percaya diri yang tinggi. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai T wilcoxon = 0,N=6 dengan taraf kepercayaan 95% (0,05), diperoleh nilai T wilcoxon = 2, sehingga 0 < 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku percaya diri siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction lebih tinggi jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik self instruction.