cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JKP (Jurnal Konseling dan Psikoedukasi)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 25024000     DOI : -
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi dengan e-ISSN: 2502-4000 merupakan jurnal elektronik dan media komunikasi ilmiah yang berisi ringkasan hasil-hasil penelitian dalam bidang bimbingan dan konseling serta kajian psikologi dalam terapan ilmu pendidikan yang diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KEBERSIHAN KELAS DISERTAI PAPAN BIMBINGAN TERHADAP PERILAKU MENJAGA KEBERSIHAN KELAS SISWA SMP NEGERI 13 PALU Fiitrianti, Fitrianti; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10559

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang seringkali menunjukan perilaku tidak menjaga kebersihan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku siswa menjaga kebersihan kelas SMP Negeri 13 Palu sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan, serta menjelaskan adanya pengaruh positif layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan  terhadap perilaku siswa menjaga kebersihan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa.Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi perilaku menjaga kebersihan kelas.Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan teknik statistik yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan yaitu siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas yang rendah yaitu 30% dan siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah yaitu 70%. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan terjadi peningkatan yaitu 10% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas tinggi, 15% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sedang, 30% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas rendah dan 45% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel atau 5,70> 1,73. Hal ini berarti  ditolak.Berdasarkan hasil analisis inferensial dapat dibuktikan bahwa pemberian layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan berpengaruh positif terhadap perilaku menjaga kebersihan kelas siswa SMP Negeri 13 Palu. Kata Kunci : Kebersihan Kelas, Papan Bimbingan, Perilaku Menjaga Kebersihan Kelas.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEREDUKSI PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 7 DONGGALA Risky, Risky; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10809

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi negatif siswasebelum dan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling, apakah layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling efektif dalam mereduksi persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Subjek penelitian ini adalah 20 siswa.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi negatif siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa persepsi negatif siswa sebelum diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konselingyaitu 20% siswa dengan klasifikasi sangat tinggi, 45% siswa dengan klasifikasi tinggi, 35% siswa dengan klasifikasi rendah, 35%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling terjadi penurunan persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling yaitu 30% siswa dengan klasifikasi tinggi, 65% siswa dengan klasifikasi rendah, dan 10% siswa dengan klasifikasi sangat rendah. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling mengalami pengurangan 55%.Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling dalam mereduksi persepsi negatif siswa bterhadap guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Banawa Selatan.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MANAJEMEN WAKTU DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DISEKOLAH PADA KELAS XI DKV SMK NEGERI 5 PALU Juliati, Juliati; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10807

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan pengaruh-pengaruh layanan informasi manajemen waktu dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah serta mendeskripsikan disiplin siswa disekolah sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu.Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa yang melakukan pelanggaran disiplin di sekolah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket perilaku disiplin. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku disiplin siswasebelum diberikanlayanan manajemen waktu yaitu 25% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, dan 65% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah dan 10% siswa memiliki perilaku disiplin sedang. Sedangkan sesudah diberikanlayanan informasi manajemen waktu  maka terjadi pengembangan perilaku disiplin siswayaitu 10% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, 55% siswa memiliki perilaku disiplin rendah, dan 35% siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa disiplin siswa lebih baik sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi manajemen waktu.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) SMK NEGERI 5 PALU Linawati, Lusiana; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10810

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku agresif verbal siswa sesudah diberikan layanan konseling kelompok behavioral lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral. Tujuan utama penelitian adalah menjelaskan efektivitas konseling kelompok behavioral dalam mengurangi perilaku agresif verbal siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku agresif verbal siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon signed rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral, siswa IN, W dan AK memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi dan siswa FR dan AR memiliki perilaku agresif verbal yang sedang. sesudah mengikuti layanan konseling kelompok behavioral, terjadi penurunan perilaku agresif verbal yaitu siswa W memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi, siswa IN memiliki perilaku agresif verbal yangsedang, dan siswa FR, AK dan AR memiliki perilaku agresif verbal yang rendah.Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa perilaku agresif verbal siswa di SMK Negeri 5 Palu  sesudah mengikuti layanan konseling kelompok behavioral lebih rendah jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MANFAAT KEPRAMUKAAN TERHADAP PENINGKATAN MINAT MENGIKUTI KEPRAMUKAAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KASIMBAR Jumadil, Muhammad; Munir, Abd; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10951

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana minat siswa terhadap kegiatan kepramukaan sesudah diberikan layanan informasi manfaat kepramukaan dibandingkan sebelum pemberian layanan Informasi manfaat kepramukaan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ada pengaruh positif pemberian layanan informasi manfaat kepramukaan terhadap peningkatan minat mengikuti kepramukaan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasimbar. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket minat mengikuti kepramukaan. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan infrensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa minat siswa mengikuti kepramukaan sebelum diberikan layanan informasi manfaat kepramukaan yaitu 25% subjek memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti kepramukaan,dan 75% subjek yang memiliki minat rendah untuk mengikuti kepramukaan.Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi  manfaat kepramukaan terjadi peningkatan minat siswa  yaitu 50% subjek memiliki minat sangat tinggi untuk mengikuti kepramukaan,dan 50% subjek memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti kepramukaan. Dari hasil analisis infrensial menunjukan bahwa ada pengaruh positif layanan informasi manfaat kepramukaan terhadap peningkatan minat siswa untuk mengkuti kepramukaan
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MANAJEMEN DIRI DISERTAI MEDIA POSTER UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR DI SEKOLAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 15 PALU Ahmad, Ulfa; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v3i1.10979

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah disiplin belajar di sekolah siswa sesudah mengikuti layanan informasi manajemen diri disertai media poster lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi manajemen diri disertai media poster.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui efektifitas layanan informasi manajemen diri disertai media poster untuk meningkatkan disiplin belajar siswa di sekolah.Subjek dalam penelitian ini adalah 16 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah pedoman observasi disiplin belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan rumus uji t. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum pelaksanaan layanan informasi manajemen diri disertai media poster yaitu ada 25% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolah sedang, 62,5% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolah rendah, dan ada 12,5% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolah yang sangat rendah. Sedangkan sesudah pelaksanaan layanan informasi manajemen diri disertai media postermaka terjadi peningkatan disiplin belajar di sekolah yaitu 6,25% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolah tinggi, 75% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolahsedang dan 18,75% siswa yang memiliki disiplin belajar di sekolah rendah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa layanan informasi manajemen diri disertai media poster efektif untuk meningkatkan disiplin belajar di sekolah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palu.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK REALITA DALAM MENGURANGI PERILAKU BOLOS SISWA SMP NEGERI 18 PALU diniyah, Usrotun; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v3i1.10984

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku bolos siswa sesudah mengikuti konseling kelompok realita lebih rendah dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok realita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku bolos siswa sebelum dan sesudah mengikuti konseling kelompok realita serta untuk menjelaskan keefektifan  pelaksanaan konseling kelompok realitadalam mengurangi perilaku bolossiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku bolos siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok realitadari 6 siswa yang menjadi subjek penelitian,terdapat 6 siswa memiliki perilaku bolos yang sangat tinggi. Sesudah mengikuti konseling kelompok realitamengalami pengurangan perilaku bolosyaitu 3 siswa  memiliki perilaku bolos yang tinggi, kemudian 3  siswa lainnya memiliki perilaku bolos yang sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku perilaku bolossiswa yang menjadi subjek penelitian sesudah mengikuti konseling kelompok realita lebih rendah dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok realita.
UPAYA MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL TEKNIK PENGUATAN POSITIF PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALU Afrilian, Melda; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10924

Abstract

Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah siswa sulit menolak ajakan teman untuk membolos dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku membolos siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart. Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 8 siswa kelas VIII, dengan pertimbangan subjek sulit menolak ajakan teman membolos yang mengakibatkan tingginya frekuensi perilaku membolos. Jenis tindakan yang dilakukan melalui pemberian layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga instrumen yaitu pedoman observasi, dokumentasi dan pedoman wawancara. Melalui pemberian layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positifyang dilaksanakan 2 siklus dan 6 tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan 1 minggu pratindakan frekuensi membolos kedelapan siswa sebanyak 78 kali, 1 minggu setelah pemberian layanan siklus I diberikan 3 tindakan frekuensi membolos berkurang menjadi 32 kali, pada siklus II diberikan 3 tindakan, frekuensi membolos berkurang menjadi 27 kali. Jadi konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positif efektif mengurangi perilaku membolos siswa SMP Negeri 3 Palu.
PENGARUH BIMBINGAN PEMBUATAN JADWAL BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 6 SMA NEGERI 4 PALU Anggriani, Ria; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10952

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kedisiplinan belajar siswa sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan bimbingan pembuatan jadwal belajar dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus uji t. Hasil  analisis desktiptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar terdapat 2 atau 6.67% siswa yang memiliki kedisiplinan belaja tinggi, 3 atau 10% siswa yang memiliki kedsiplinan belajar rendah dan 25 atau 83.33% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat rendah. Sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar terdapat 1 atau 3.33% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat tinggi, 9 atau 30% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar tinggi, 14 atau 46.67% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar  rendah dan 6 atau 20% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Palu sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar
PENGARUH LAYANAN INFORMASI PROFESI JURNALIS TERHADAP MINAT MENJADI JURNALIS SISWA KELAS XI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SMK NEGERI 5 PALU Perkasa, I Made; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 1, June 2018
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v3i1.10980

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif layanan informasi profesi jurnalis terhadap minat menjadi jurnalis siswa kelas XI desain komunikasi visual SMK Negeri 5 Palu.  Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh layanan informasi profesi jurnalis terhadap minat menjadi jurnalis siswa kelas XI desain komunikasi visual SMK Negeri 5 Palu. Subjek penelitian ini berjumlah 15 siswa. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket minat menjadi jurnalis. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa minat menjadi jurnalis sebelum dilaksanakan layanan informasi profesi jurnalis yaitu : 33,3% siswa yang memiliki minat menjadi jurnalis yang tinggi, 53,3% siswa yang memiliki minat menjadi jurnalis yang rendah, dan 13,3% siswa yang memiliki minat menjadi jurnalis sangat rendah. Setelah diberikan layanan informasi profesi jurnalis maka terjadi peningkatan minat menjadi jurnalis yaitu : 13,3% siswa memiliki minat menjadi jurnalis yang sangat tinggi, 73,3% siswa memiliki minat menjadi jurnalis yang tinggi, dan 13,3% siswa memiliki minat menjadi jurnalis yang rendah. Hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh positif layanan informasi profesi jurnalis terhadap minat menjadi jurnalis siswa kelas XI Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 5 Palu. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh positif layanan informasi profesi jurnalis terhadap minat menjadi jurnalis siswa kelas XI desain komunikasi visual SMK Negeri 5 Palu.