cover
Contact Name
Jaya Hardi
Contact Email
jr.hardi0803@gmail.com
Phone
+6281341314717
Journal Mail Official
kovalen.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas MIPA, Uniiversitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta Km. 9, Tondo Palu, 94117
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 24775398     DOI : https://doi.org/10.22487/kovalen
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Tadulako University, Indonesia. This journal concern with publishing the original research articles, review articles, and the current issues related to chemistry. Publishing frequency 3 issues per year, in April, August, and December.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April" : 12 Documents clear
STUDI REAKSI SENYAWA SITRONELAL DENGAN L-TIROSINA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Famri Rusdin; Hardi Ys.; Syamsuddin Syamsuddin
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.914 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.9328

Abstract

Penelitian modifikasi dan sintesis senyawa kimia untuk tujuan antibakteri terus berkembang, diantaranya adalah kajian hubungan antara struktur senyawa dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan melalui kajian reaksi dua senyawa yaitu sitronelal dan L-tirosinaa yang ada hubungannya antara struktur senyawa dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Reaksi tersebut menggunakan metode schiff base dengan cara merefluks campuran dengan katalis KOH pada suhu 600C selama 8 jam. Hasil reaksi dikarakterisasi dengan KLT dan Spekrofotometri IR. Senyawa hasil sintesis berbentuk padatan amorf berwarna kuning dengan berat 0,061 gram beserta titik leleh 265-269oC. Hasil pengujian antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode dilusi pada konsentrasi 1200 µg/mL. Sifat antibakteri hasil reaksi mengindikasikan masih adanya hubungan struktur senyawa dengan aktivitas yang lemah.Kata kunci : Sitronelal, L-tirosina, Aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus.
PENGARUH PENAMBAHAN AKTIVATOR DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF AMPAS TAHU SEBAGAI ADSORBEN MINYAK JELANTAH Ma'rifah Ma'rifah; Jamaluddin Jamaluddin; Yonelian Yuyun; Agustinus Widodo
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.489 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.9363

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan berulang kali akan mengalami kerusakan seperti peningkatan bilangan peroksida dan asam lemak bebas yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Penelitian ini memvariasikan aktivator pada proses pembuatan karbon aktif ampas tahu yaitu NaCl 10%, Na2CO3 5% dan H3PO4 1M untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida dalam minyak jelantah. Minyak yang digunakan adalah minyak goreng kemasan yang digunakan untuk menggoreng ikan kering, ikan basah, tahu-tempe dan daging ayam. Tahapan pemurnian minyak yaitu proses despising, netralisasi dan bleaching. Pengujian mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) 7709:2012 sebagai syarat mutu minyak goreng. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas tertinggi dan terendah yang diperoleh yaitu 0,1925% dan 0,1473%, sedangkan bilangan peroksida tertinggi dan terendah yaitu 9,3203 meq O2/kg dan 4,3526 meq O2/kg. Aktivator yang paling berpengaruh pada penurunan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida adalah Na2CO3 dimana diperoleh kadar rata – rata asam lemak bebas 0,1473% dengan persentase penurunan sebesar 57,68% dan kadar  rata – rata penurunan bilangan peroksida yaitu 4,3526 meq O2/kg dengan persentase penurunan sebesar 59,04%. Jadi, aktivator Na2CO3 merupakan aktivator yang paling baik digunakan untuk aktivasi karbon ampas tahu sebagai adsorben minyak jelantah.Kata Kunci:    Aktivator, Karbon Aktif, Ampas Tahu, Adsorben, Minyak Jelantah. 
KAJIAN EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) Darwin Darwin; Ahmad Ridhay; Jaya Hardi
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.324 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman dan rasio antara berat tulang ikan mujair terhadap volume asam sitrat 9% (b/v) dalam menghasilkan gelatin dengan rendemen tertinggi dan mutu terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf waktu kontak yaitu 24, 36, 48, 60,dan 72 jam dan 5 taraf rasio berat tulang ikan mujair: asam sitrat 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 dan 1:6. Penentuan pengaruh waktu perendaman dan rasio dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan 5 parameter pengujian yakni rendemen, kadar abu, kadar air, viskositas, dan kekuatan gel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh waktu perendaman dengan menggunakan 5 parameter tertinggi adalah 36 jam dan rasio adalah 1:6, dengan rendemen 9,439%, kadar abu 2,8%, kadar air 5,81%, viskositas 5,24 cP, dan kekuatan gel terbaik 38,1 mm/kg.sKata kunci : Gelatin, tulang ikan mujair, asam sitrat, viskositas, kekuatan gel
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatior) BERDASARKAN TINGKAT KEPOLARAN PELARUT Ivitri Susana; Ahmad Ridhay; Syaiful Bahri
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.267 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10178

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan ekstrak batang kecombrang (Etlingera elatior) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan, selanjutnya dengan pelarut etil asetat, dan etanol. Hasil ekstraksi dengan masing-masing pelarut diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai IC50 pada ekstrak n-heksan, etil asetat, etanol masing – masing adalah 711,67 ppm, 760,73 ppm, 535,78 ppm dan sebagai pembanding asam askorbat diperoleh nilai IC50 51,78 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, aktivitas antioksidan terbaik adalah pada tingkat pelarut bersifat polar (ekstrak etanol) dibandingkan dengan tingkat kepolaran pelarut lainnya.Kata Kunci : Batang Kecombrang,  Ekstraksi,  Antioksidan
PEMBUATAN KONSENTRAT PROTEIN DARI BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) DAN ANALISIS PROFIL ASAM AMINO Nurhayati Nurhayati; Mappiratu Mappiratu; Musafira Musafira
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.651 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10180

Abstract

Penelitian tentang pembuatan konsentrat protein dari biji kelor dan analisis profil asam amino telah dilakukan, dengan tujuan untuk menentukan tingkat kejenuhan amonium sulfat yang menghasilkan konsentrat protein dengan rendemen dan kadar protein tertinggi, rasio tepung biji kelor terhadap amonium sulfat yang menghasilkan konsentrat protein dengan rendemen dan kadar protein tertinggi, dan mengetahui profil asam amino konsentrat protein biji kelor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan variasi tingkat kejenuhan amonium sulfat 50%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80% dan variasi rasio tepung biji kelor terhadap amonium sulfat 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, dan 1:6 (b/v), setiap perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali. Tingkat kejenuhan amonium sulfat terbaik diperoleh pada 65% dengan rendemen sebesar 46,56% dan kadar protein 72,18%. Rasio amonium sulfat terhadap tepung biji kelor diperoleh rasio terbaik  1:6 dengan rendemen sebesar 70,96% dan kadar protein sebesar 74,16%. Profil asam amino konsnentrat protein biji kelor yaitu asam amino essensial berupa arginin (77,3 mg/g), fenilalanin (27,61 mg/g), leusin (27,39 mg/g), valin (15,19 mg/g), isoleusin (13,16 mg/g), threonin (11,29 mg/g), metionin (10,67 mg/g), lisin (7,57 mg/g), dan triptofan (3,49 mg/g). Asam amino non essensial berupa asam glutamat (97,2 mg/g), prolin (26,3 mg/g), glisin (24,74 mg/g), alanin (17,57 mg/g), asam aspartat (17,45 mg/g), serina (15,16 mg/g), tirosin (11,29 mg/g), dan sistina (5,9 mg/g).Kata kunci : Asam amino essensial biji kelor, Biji kelor, Konsentrat protein, Profil asam amino
MODIFIKASI PATI SUKUN (Artocarpus altilis) MENGGUNAKAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN MIE Nurhaeni Nurhaeni; Pratiwi Dwiasmukti; Prismawiryanti Prismawiryanti
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.26 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10181

Abstract

Penelitian tentang modifikasi pati sukun (Artocarpus altilis) menggunakan anhidrida asam asetat dan aplikasinya pada pembuatan mie telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi anhidrida asam asetat terbaik dalam menghasilkan kadar asetil dan derajat substitusi tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu konsentrasi anhidrida asam asetat terdiri atas 5 taraf (0,05%; 0,10%; 0,15%; 0,20% dan 0,25%) dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan untuk masing-masing taraf sehingga didapatkan 10 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi anhidrida asam asetat terbaik diperoleh pada 0,25% dengan kadar asetil 5,75%, dan derajat substitusi 0,23. Hasil uji organoleptik pada parameter rasa dan tekstur, mie pati sukun asetat lebih disukai dibandingkan dengan mie pati alami. Kata Kunci : Sukun, pati sukun asetat, kadar asetil,derajat substitusi.
PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI SELULOSA PELEPAH POHON PISANG Dina Apriana Putri Husni; Erwin Abdul Rahim; Ruslan Ruslan
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.312 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan rasio polietilen glikol pada selulosa asetat yang menghasilkan karakteristik membran selulosa asetat terbaik. Selulosa diperoleh dari proses ekstraksi pelepah pohon pisang. Selulosa asetat diperoleh dari sintesis selulosa. Pencetakan membran dilakukan dengan melarutkan selulosa asetat ke dalam pelarut aseton 1:45 (b/v) dan ditambahkan pemlastis PEG dengan variasi 0; 2; 4; 6; dan 8 %. Membran diuji ketebalannya menggunakan micrometer sedangkan untuk kuat tarik dan elongasi diuji dengan Universal Testing Machine.  Rendemen selulosa yang diperoleh adalah 62,5 %. Rendemen selulosa asetat dari hasil sintesis adalah 50 %. Berat molekul selulosa asetat 24.961,48 g/mol. Karakteristik membran terbaik diperoleh pada penambahan PEG 8% yang memiliki ketebalan 0.0206 mm, kuat tarik sebesar 20,29 MPa, dan elongasi sebesar 3%.Kata Kunci : Selulosa, Selulosa Asetat, Membran, PEG
KANDUNGAN KAROTEN KERUPUK SIMULASI WORTEL (Daucus carota L.) VARIASI SUHU PENYIMPANAN Ulfa Mustika Sari; Syaiful Bahri; Dwi Juli Puspitasari
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.72 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10184

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kandungan karoten kerupuk simulasi wortel variasi waktu penyimpanan.Tujuannya adalah untuk mengetahui umur simpan kerupuk produk hasil olahan wortel pada penyimpanan suhu ruang berdasarkan kandungan karoten dari kerupuk tersebut. Penelitian meliputi tahap produksi kerupuk dan waktu penyimpanan kerupuk pada suhu ruang. Tahap produksi kerupuk dilakukan dengan metode simulasi. Kerupuk wortel disimpan pada suhu ruang selama 63 hari dengan selang waktu pengamatan retensi karoten setiap 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karoten awal 75,80mg/100g dan kandungan karoten kerupuk minggu pertama hingga minggu 9 (atau 63 hari) secara berturut-turut 71mg/100g, 68,5mg/100g, 62mg/100g, 59,5mg/100g, 55mg/100g, 52,5mg/100g, 49mg/100g, 45mg/100g, 43,5mg/100g dan 40mg/100g. Masa simpan kerupuk berdasarkan reaksi orde satu adalah 133 hari dengan kandungan karoten 21,3mg/100g.Kata kunci: wortel, karoten, kerupuk simulasi wortel, masa simpan
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI KULIT BUAH KLUWIH (Artocarpus camansi Blanco) Yesy Febriyanti; Abd. Rahman Razak; Ni Ketut Sumarni
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.251 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10185

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan karakterisasi pektin dari kulit buah kluwih (Artocarpus camansi Blanco). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio dan waktu terbaik yang diperlukan untuk menghasilkan ekstrak pektin dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu rasio perbandingan sampel terhadap pelarut dan waktu ekstraksi yang masing–masing dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio terbaik diperoleh pada perbandingan 1:50 b/v dengan rendemen pektin 47,2% dan waktu terbaik diperoleh pada 120 menit dengan rendemen 48,30%. Hasil karakterisasi  pektin yang diperoleh antara lain yaitu kadar air 1,55%, kadar abu 2,2 %, berat ekivalen 609,99 mg, metoksil 11,49%, kadar galakturonat 42,47%, derajat esterifikasi 47,65% dan berat molekul 16.177,83 g/mol.Kata Kunci : ekstraksi, karakterisasi, pektin, kluwih.
PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) Nina Rahmadani; Ruslan Ruslan; Pasjan Satrimafitrah
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.365 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i1.10186

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan metode ekstraksi pelarut dalam pemisahan minyak atsiri jahe merah (Zingiber officinale Var.rubrum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang menghasilkan ekstrak minyak atsiri jahe merah dengan rendemen yang tinggi dan komponen senyawa minyak atsiri jahe merah.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang terdiri atas lima perbandingan rasio yaitu 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, dan 1:11 (b/v) dengan dua kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah yang tertinggi tardapat pada rasio 1:11 sebesar 6,695%. Analisis GC-MS minyak atsiri jahe merah menunjukkan bahwa terdapat 6 komponen senyawa yang dihasilkan. Kata Kunci  :  Minyak Atsiri Jahe, Ekstraksi, Gas Cromatography-Mass Spektrofotometri (GC-MS)

Page 1 of 2 | Total Record : 12