cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021" : 7 Documents clear
KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI SEKITAR KAMPUS 4 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA Indra Putra, Ichsan Luqmana; Setiawan, Haris; Suprihatini, Novilia
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.12905

Abstract

Keanekaragaman adalah jenis-jenis makhluk hidup yang ada di bumi, baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya, salah satunya semut. Semut dapat ditemukan di berbagai habitat, baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman semut yang berada disekitar kampus 4 UAD Yogyakarta dan mengetahui spesies semut dominan yang ditemukan. Area pengambilan sampel mewakili 4 area sekitar kampus yaitu persawahan, perumahan, kampus, dan lahan kosong. Setiap area pengambilan sampel ditentukan 2 plot dengan ukuran 700 m2 (35 m x 20 m) yang tersebar pada area pengambilan sampel. Kemudian di dalam plot ditentukan 5 subplot dengan ukuran 150 m2 (15 m x 10 m) yang tersebar di dalam plot. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan metode tidak langsung dengan menggunakan jebakan sugar trap dan bait trap. Lima trap dipasang di setiap subplot, sehingga total terdapat 25 jebakan pada masing-masing plot. Semut yang didapatkan kemudian diidentifikasi dengan melihat ciri morfologinya sampai tingkat spesies. Hasil identifikasi kemudian ditabulasikan untuk kemudian dihitung tingkat keanekaragaman semut. Perhitungan tingkat keanekaragaman tersebut dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener dan untuk menghitung dominansi semut menggunakan formula Ludwig dan Reynolds (1981). Hasil penelitian ini, didapatkan tingkat keanekaragaman semut disekitar kampus 4 UAD memiliki tingkat rendah dengan nilai H’ 0,78 yang disebabkan oleh pengaruh dari alih fungsi lahan dan diperoleh spesies semut yang paling melimpah adalah Monomorium minimum dengan jumlah 3734 individu dan yang tidak melimpah yaitu spesies Cardiocondyla elegans dengan jumlah 1 individu.
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI DANAU SIPIN KOTA JAMBI Suraida, Suraida; Syefrinando, Boby; Alfian, Alfian
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.14816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spesies penyusun makrozoobenthos, tingkat keanekaragaman jenis, dan mengetahui kualitas air di Danau Sipin Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penempatan stasiun dilakukan secara “Purposive Random Sampling”. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ditemukan kehadiran spesies makrozoobenthos di stasiun pengamatan yang diartikan hasilnya adalah 0 (nol). Dengan analisis lebih lanjut bahwa indeks keanekaragaman jenis makrozoobenthos adalah 0 (nol) yang memiliki arti bahwa H’ < 1 maka keanekaragaman jenis tergolong rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem yang tidak stabil. Indeks Keseragaman (E) memiliki hasil nilai 0<E≤0,5 maka komunitas tertekan keseragaman rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kehadiran yang nihil menunjukkan bahwa keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Akibat dari komunitas yang tertekan menyebabkan keseragaman rendah dan dominansi rendah. Berdasarkan hasil indeks keanekaragaman makrozoobenthos yang < 1,0 dan faktor lingkungan maka diindikasikan bahwa kualitas air Danau Sipin Kota Jambi dalam standar klasifikasi tingkat pencemaran tergolong berat/tinggi yang hanya layak dimanfaatkan sebagai penyedia air untuk pertamanan, atau usaha perkotaan atau usaha lain yang sesuai dengan persyaratan mutu air golongan IV.
Keseragaman dan Kestabilan Karakter Tanaman Melon (Cucumis Melo L. ‘Tacapa Gold’) Berdasarkan Karakter Fenotip dan Inter-Simple Sequence Repeat Hidzroh , Faridatul; Daryono, Budi Setiadi
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.14817

Abstract

Melon ‘Tacapa Gold’ merupakan varietas melon hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Laboratorium Genetika dan Pemuliaan yang memiliki karakter berupa bentuk globular, kulit muda hingga tua berwarna dasar kuning dengan net pada kulit buahnya serta warna daging buah hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keseragaman dan kestabilan karakter fenotip berdasarkan karakter morfologis dan molekuler. Metode yang yaitu pengamatan karakter fenotip dan amplifikasi DNA dengan PCR-ISSR. Analisis karakter kuantitatif menggunakan analisis sidik ragam menggunakan PKBT-STAT 3.1. dengan metode Turkey (5%). Pengambilan data keseragaman secara molekuler dilakukan dengan menggunakan metode PCR-ISSR dengan primer UBC-807, UBC-808, UBC- 810, dan UBC-824. Hasil analisis fenotip kualitatif menunjukkan karakter melon ‘Tacapa Gold’ seragam. Karakter fenotip secara kuantitatif cenderung masih bervariasi dan belum seragam apabila dibandingkan dengan melon 'Tacapa Gold’ generasi sebelumnya. Hasil keseragaman fenotip melon ‘Tacapa Gold’ berdasarkan penanda ISSR memiliki tingkat keseragaman yang tinggi (indeks similaritas ≥70%). Rata-rata polimorfisme pada melon ‘Tacapa Gold’ rendah yaitu 24,25%.
KEMAMPUAN PRODUKSI DOMBA EKOR TIPIS PADA BERAT BADAN AWAL BERBEDA YANG DIBERI PAKAN KANGKUNG KERING Maulana, Hamdani; Baliarti, Endang
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.14818

Abstract

Bobot awal ternak akan sangat berdampak pada pertambahan bobot badan terutama pada usaha penggemukan. Ternak dengan kondisi yang kurus namun sehat memiliki kemampuan pertambahan bobot badan harian yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan awal yang baik untuk DET dalam usaha penggemukan menggunakan kangkung kering. Total 24 ekor domba ekor tipis betina umur 5-12 bulan digunakan yang dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan, ukuran kecil (UK)(n=14) dan ukuran besar (UB)(n=10). Pembagian kelompok berdasarkan bobot awal ternak, yaitu UK (10,01-15,00 kg) dan UB (15,01-20,00 kg). Ternak dipelihara secara intensif dalam kandang penggemukan selama 6 minggu (42 hari). Pakan yang diberikan adalah konsentrat dan kangkung kering (Ipomea reptans). Kemampuan produksi yang diukur meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), feed conversion ratio FCR), Feed cost (FC), dan Feed cost per gain (FC/G). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada konsumsi pakan DET ukuran kecil dan ukuran besar (P>0,05), baik pada konsumsi asfed, bahan kering, bahan kering per bobot badan metabolik, dan harga pakan yang dikonsumsi. Domba ekor tipis kelompok UK memiliki kemampuan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan UB pada FCR dan FC/G (P<0.05), meskipun PBBH berbeda tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Domba ekor tipis dengan bobot badan awal 10,01-15,00 kg memiliki kemampuan produksi yang paling baik selama proses penggemukan dengan pakan kangkung kering. Hasil penelitian ini juga menjadi salah satu penerapan sistem pertanian berkelanjutan dengan pemanfaatan sumberdaya lokal (pertanian) untuk mengatasi krisis pakan ternak selama musim kemarau (bidang peternakan).
LAJU FILTRASI KERANG HIJAU (Perna viridisLinn. 1758) YANG BERBEDA UKURAN PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS TERHADAP MIKROALGA Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968) ningsih, ika rahayu; efendi, eko; Yuliana, Darma
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.4194

Abstract

Kerang hijau (Perna viridis) merupakan organisme yang memiliki sifat non selective filter feeder yang merupakan pemakan mikroalga di perairan. Mikroalga dapat tumbuh tidak terkontrol akibat banyaknya kandungan nutrien di perairan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kelimpahan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju filtrasi kerang hijau yang berbeda ukuran pada tingkat salinitas yang berbeda terhadap Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan  Sembilan perlakuan dan tiga taraf pengulangan. Masing-masing perlakuan mengkombinasikan salinitas 25‰, 30‰, 35‰ dan ukuran 3, 6 and 8 cm. Kepadatan mikroalga yang diberikan pada tiap perlakuan sebanyak 5 x 106 sel/l. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh ukuran kerang hijau dan salinitas terhadap laju filtrasi kerang hijau yang diberi pakan Chaetoceros calcitrans.
KUALITAS FISIKOKIMIA DAN SENSORI PASTA GIGI Anadara granosa YANG DITAMBAHKAN Citrus medica Solang, Margaretha; Tomayahu, Tian; Abdul, Aryati
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.12333

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume perasan buah Citrus medica dan ukuran partikel tepung cangkang Anadara granosa terhadap nilai viskositas, daya sebar, pH dan organoleptik pasta gigi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Biologi, FMIPA. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari dua faktor yaitu faktor volume perasan buah Citrus medica (0 mL, 2 mL, 4 mL dan 6 mL) dan faktor ukuran partikel tepung cangkang Anadara granosa (140 mesh dan 200 mesh). Analisis data menggunakan Analisis Varians Two Ways dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume perasan buah Citrus medica 0 mL, 2 mL, 4 mL dan 6 mL dan ukuran partikel tepung cangkang Anadara granosa 140 mesh dan 200 mesh berpengaruh terhadap nilai viskostas, daya sebar, pH dan organoleptik warna, aroma, tekstur serta rasa pasta gigi. Semua kombinasi perlakuan pada penelitian ini memiliki interaksi yang signifikan (<0,05) terhadap nilai viskositas, pH dan organoleptik warna, tekstur serta rasa pasta gigi, namun tidak memiliki interaksi yang signifikan terhadap nilai daya sebar dan nilai organoleptik aroma pasta gigi. Perlakuan ukuran partikel tepung 140 mesh dengan penambahan volume perasan 6 mL memiliki kualitas fisikokimia pasta gigi sesuai syarat mutu SNI. Kata Kunci: Pasta Gigi, Citrus medica, Cangkang, Anadara granosa
PEMANFAATAN TANAMAN PENINGKAT DAYA TAHAN TUBUH PADA MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT SELAMA PANDEMI COVID-19 Awaliyah, Nurdianti; Qurbaniah, Mahwar
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.16584

Abstract

Selama pandemi Covid-19, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat menjaga ataupun meningkatkan daya tahan tubuh. Di Indonesia, banyak terdapat tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat menjaga atau meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanaman obat apa saja yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi Covid-19. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei dengan 60 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang dibutuhkan adalah angket dan literatur-literatur lainnya yang mendukung. Dari hasil kajian literasi sebelumnya ada sekitar 19 tanaman obat yang dapat menjaga ataupun meningkatkan daya tahan tubuh yang kemudian disurvei kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan tanaman untuk menjaga daya tahan tubuh yang dimanfaatkan oleh masyarakat Provinsi Kalimantan Barat dengan rincian jahe 100 %, jahe merah 72 %, temu lawak 77 %, temu manga 40 %, kunyit 98 %, kencur 91 %, lengkuas 91%, cengkeh 75 %, jintan hitam 54 %, bawang putih 95 %, cabe merah 80 %, pegagan 56 %, meniran 23 %, sambiloto 28 %, kelor 54 %, mengkudu 72 %, kantong semar 23 %, kelapa 100 % dan jambu biji 100%

Page 1 of 1 | Total Record : 7