cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
KEBIJAKAN PROFESI GURU MADRASAH MELALUI PROGRAM SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM Utomo, Sigit Tri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i1.4143

Abstract

Educators are human resources who contribute in the exploration of students at an educational institution. In general, educators should have four competencies such as professional competence, paedagogik competence, personality competence, and social competence.As an educator who has the task of developing the potential of learners, it is clear that a teacher should improve his ability with various efforts, including by writing, discussing, following scientific activities, following seminars, and other activities that are able to hone his noble duty as an educator. Because some competencies to be developed are social competence, competence, pedagogy, and professional competence. A good teacher is those who meet the requirements of professional skills either as educators. Herein lies the importance of teachers' professional quality standards to ensure the quality of teaching and learning process.In addition to being a professional educator, with the certification of teachers is expected to be an economically prosperous educator. In addition to the economic welfare it will obviously increase the motivation of teachers to develop their professional tasks through several activities such as delegation of subject teachers work (MGMP), KKG, seminars, discussion activities and even motivation to continue higher education. Because of the cost of functional allowance to teachers who have passed a certified teacher can really focus on the task of becoming an educator in an effort to educate the nation by no longer thinking about the family economy that has been the burden of teachers in Indonesia. Because we know there are still many teachers who are still far from welfare. Many who have a double profession other than to be a teacher like a buyer of used goods, public transportation drivers, newspaper delivery, fried sellers, and so forth. So ultimately the dignity of a teacher can occupy at the highest social stratification through this certification program.                   Methods of data collection in this study using literature study. In this stage, the researchers try to select the data (books) that have relevance to the professional policy of madrasah teachers through certification program in improving the quality of Islamic education. Then the authors also use the synthesis analysis that is by handling of certain scientific objects by combining the understanding of one with another understanding, which ultimately can be obtained by the new knowledge of professional policy of madrasah teachers through certification program in improving the quality of Islamic education. The author also uses content analysis that is research conducted on the information documented in the recording, good pictures, sounds, writings and others.                    With this method will be done data analysis and processing scientifically about the content of writing policy of the profession of madrasah teachers through certification program in improving the quality of Islamic education research results indicate that the government certification to teachers intended as an effort to project teachers into educators who are actually able to do their duties with good and professional who have a predetermined standard of competence. Specifically, the objectives of teacher certification are: To improve the competence of madrasah teachers in their field of knowledge, to strengthen the teaching ability of madrasah teachers, to develop madrasah teacher competence holistically so as to be able to act professionally and improve the ability of Madrasah teachers in scientific research and activity activities, information communication technology for learning purposes Keywords: Profession Policy of Madrasah Teachers, Certification, Quality of Islamic Education 
PENGARUH MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA RELIGIUS TERHADAP KESALEHAN SOSIAL SISWA DI MI NEGERI KABUPATEN GROBOGAN Nizar, Fahrudin Ali
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.7903

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out the influence of character education management and religious culture on the social piety of students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri Grobogan Regency. This research is a field research using descriptive analytic research with a quantitative approach. The population in this study were all students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri Grobogan Regency totaling 1365 people and the sample used was 310 students. Collecting data using questionnaires and data analysis techniques used with multiple regression analysis, t test, F test and coefficient of determination. The results of the study concluded that there is a significant influence on the management of character education and religious culture together on the social piety of students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri Grobogan Regency, seen from the results of the F test, it is obtained that the F value is 26.486 from this test to determine the contribution contributed by the character education and religious culture management variables to the social piety of students calculated using R Square of 14.7%
PENGUATAN PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI DALAM MEMBANGUN GENERASI TAAT KONSTITUSI Ibda, Hamidulloh
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i2.6528

Abstract

Penguatan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi menjadi solusi membangun generasi taat konstitusi. Penguatan Pendidikan Pancasila sangat mendukung untuk mewujudkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Mahkamah Konstitusi. Perkuliahan Pendidikan Pancasila harus mengacu nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Ketiga nilai utama itu ditujukan dalam rangka mencapai budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Ketaatan pada konstitusi dimulai dari beberapa hal. Pertama, kesadaran hukum yang bisa dikuatkan dalam perkuliahan Pendidikan Pancasila. Kedua, pemenuhan seorang untuk paham hukum agar tidak melanggarnya dan terkena sanksi. Ketiga, identifikasi terhadap ketakutan terhadap hukum itu sendiri. Keempat, internalisasi ketaatan hukum itu sendiri agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan Pancasila, konstitusi, dan hukum itu sendiri. Ketaatan pada konstitusi diwujudkan dengan menaati semua substansi yang ada pada UUD 1945 beserta segala aspek yang dikuatkan melalui Pendidikan Pancasila. Kompetensi perkuliahan Pendidikan Pancasila harus berorientasi pada mutu dan perilaku nyata. Kompetensi di sini tidak sekadar berupa pengetahuan dan keterampilan, namun ditekankan pada pembentukan sikap dan tindakan nyata untuk taat konstitusi. Membangun negara demokrasi konstitusional bisa dikuatkan melalui implementasi Pancasila lewat sila-silanya. Dalam jangka panjang bisa dilakukan perguruan tinggi dengan menguatkan mata kuliah Pendidikan Pancasila agar mereka paham politik, konstitusi, demokrasi, Pemilu dan lainnya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID KODULAR MATERI ZAKAT MATA PELAJARAN FIKIH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DI MADARASAH IBTIDAIYAH Cholid, Nur; Ambarwati, Herni
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9530

Abstract

Pengembangan media pembelajaran android merupakan salah satu Langkah yang ditempuh agar pendidikan jarak jauh saat ini terfasilitasi dengan maksimal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui langah-langkah pengembangan media pembelajaran android kodular pada materi zakat pelajaran fikih, mengetahui hasil validasi ahli terhadap produk dan mengetahui respon peserta didik terhadap motivasi belajar setelah menggunakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Model penelitian yang digunakan dalam pengembangan ini merujuk pada penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono subjek penelitian yang terlibat terdiri dari ahli materi, ahli media, guru dan peserta didik dua puluh Sembilan. Ahli materi memberikan nilai validasi kelayakan terhadap kevalidan materi, ahli media memberikan nilai validasi kelayakan terhadap kevalidan media sedangkan peserta didik sebagai subjek penelitian dengan mengisi angket motivasi belajar siswa dan mengisi pre test serta post test. Data yang diperoleh dianalisis secara analisis diskriptif kuantitatif. Aplikasi android mobile fikih (Moki) layak digunakan dibuktikan  dengan hasil valiasi ahli materi pada aspek pembelajaran dengan  kategori sangat baik  diperoleh nilai 4,7 dan pada aspek isi dengan kategori sangat baik di peroleh nilai 4,5. Sedangkan ahli media pada aspek keterampilan   dengan kategori sangat baik  diperoleh nilai 4,7 dan pada aspek pemograman diperoleh kategori sangat baik diperoleh nilai 4,8. penilaian oleh validator menunjukkan bahwa aplikasi android  sangat layak digunakan untuk media pembelajaran fikih.
PERAN WALISONGO DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA AKULTURASI BUDAYA JAWA Waluyo, Waluyo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.8771

Abstract

Berbicara Walisongo tidak akan habis untuk menjadi diskursu yang menarik, siapa sosok dan bagaimana metode pendidikan Islam sehingga banyak pengikutnya. Fenomena yang berkembang di masyarakat baik yang positif dan negatif mewarnai diskursus tentang Walisongo. Keberhasilan Walisongo dalam pendidkan Islam di Jawa menjadi satu bukti akan keberadaan Walisongo. Tulisan ini akan fokus pada fakta sejarah pendidkan Walisongo di Jawa, dengan memahami konsep ajaran dan pola akulturasi budaya dengan agama Islam. Pendekatan tulisannya ini bersifat kualitatif, paparan konsep dari buku yang selanjutnya dianalisa dengan kritis. Tanpa menafikan keberhasilan dakwah yang terjadi pada saat Walisongo di Jawa. Dikarenakan Walisongo seain menjadi fenomena dalam pendidika Islam karena keberhasilan juga pandangan sakralitas dari masyarakat yang mengalir di dalamnya. Masalah yang ingin dikaji dalam tulisan ini ialah tentang bukti keberadaan Walisongo dalam pendidikan Islam, bagaimana konsep pendidikan Islam dan kenapa masyarakat Jawa bisa menerimanya. Sehingga dengan demikian akan kita dapati satu wawasan keilmuan akan Walisongo dari dimensi pendidikan Islam. Tulisan ini akan memaparkan konsep-konsep dan selanjutnya menganalisa berdasarkan pendidikan Islam sekarang. Akhirnya kita mampu implentasikan dalam pendidikan Islam saat ini dengan mengilhami pendidkan kearifan lokal dan kemajuan zaman serta semua perangkat di dalamnya sebagai rujukan konsep transformasi pendidikan.
RELEVANSI ILMU TASAWUF DENGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Uyun, Vika Fitrotul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9536

Abstract

Tasawuf merupakan salah satu bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Perkembangan tasawuf baik secara teoritis maupun keilmuan praktis ternyata memiliki dampak yang luar biasa dalam mempengeruhi perkembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang saat ini semakin canggih. Kelahiran tasawuf sebagai perwujudan dari pemahaman al-Qur’an dan al-Hadits sesuai dengan konteks zamannya. Namun, selama ini sebagian besar masyarakat memahami tasawuf secara pasif sebatas suatu sikap atau kesalehan individual saja. Seiring berkembangnya kajian tentang tasawuf, semakin banyak pula para pakar tasawuf yang banyak membedah tasawuf menjadi lebih kontekstual. Tasawuf hadir dalam rangka menyeimbangkan antara moral dengan perkembangan sains dan teknologi. Selain itu, tasawuf juga berfungsi untuk mengontrol pemanfaatan sains dan teknologi tersebut. Manusia dibekali akal bisa membuat kreativitas yang tidak terbatas, dan dengan bekal hati manusia bisa mengendalikan hasil kerja otak yang sangat dasyat itu. Jadi, relevansi tasawuf dalam perkembangan sains dan teknologi adalah tetap menyesuaikan diri dengan perkembangan sains dan teknologi dengan titik tekannya pada aspek moral dan penggunaannya serta menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Tasawuf dengan segala aspek ajaran-ajarannya memberikan semangat spiritualitas yang bersifat global kepada umat manusia agar para pelaku dan pengguna teknologi mawas diri.  
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL PADA DA’I BADAN KOORDINASI MASJID DAN MUSHOLLA KABUPATEN KUTAI TIMUR Bagus, Sobirin; Bakri, Maskuri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.8689

Abstract

Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada da’i BKMM Kutai Timur memang perlu dilaksanakan demi pengamalan multikulturalisme yang lebih komprehensif karena multikulturalisme merupakan hal yang baru dalam konteks ketimuran seperti di kabupaten Kutai Timur. Artikel ini ditulis tujuannya adalah untuk menganalisis dan menguraikan nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan, proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural, dan kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikulturalisme pada da’i BKMM Kutai Timur. Sehingga diharapkan artikel ini bisa menjadi bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada BKMM Kutai Timur, dan menambah wawasan dan pengalaman para da’i BKMM Kutai Timur serta sebagai pijakan ilmiyah bagi penulis selanjutnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisisnya menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasilnya adalah bahwa nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan pada da’i BKMM Kutai Timur antara lain : nilai toleransi, nilai saling menghargai, nilai saling menghormati, nilai persatuan, nilai kerjasama, dan solidaritas antar etnis, budaya, dan suku. Proses penanamannya melalui ceramah, diskusi, dan khitobah, dan kendalanya adalah terbatasnya kitab rujukan, mindset da’i, tingkat pendidikan sebagian da’i, dan komitmen waktu para da’i.
PERAN KOIN ZAKAT NAHDLATUL ULAMA DALAM MENINGKATKAN KESALEHAN MASYARAKAT INDONESIA Makmur, Jamal
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9502

Abstract

Kesalehan individu dan sosial menjadi indikator totalitas penghambaan manusia kepada Allah. Salah satu indikator kesalehan sosial adalah kepedulian yang tinggi kepada orang lain yang diwujudkan dengan kecintaan berbagi kepada orang lain. Zakat, infak, dan sedekah adalah wujud kesalehan sosial. Zakat, infak dan sedekah adalah bentuk filantropi Islam demi menebar kebahagiaan secara luas. Di Sragen Jawa Tengah, terdapat gebrakan program yang dikenal dengan nama koin sebagai media penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran koin zakat Nahdlatul Ulama di Sragen Jawa Tengah dalam meningkatkan kesalehan masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif analitis. Studi dokumen dan wawancara digunakan untuk mengungkat data yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini adalah: koin zakat ini sudah dirintis sejak tahun 2015 yang bergerak dari satu komunitas ke komunitas lain yang berjalan secara kontinu dan berkelanjutan. Kelompok sasaran program ini adalah masyarakat yang ada di pelosok se-Kabupaten Sragen, seperti jamaah pengajian selapanan. Kotak koin yang didistribusikan mencapai 44.000 (empat puluh empat ribu). Pada tahun 2018, angka perolehan koin Sragen mencapai 7 milyar. Nominal sebanyak ini digunakan untuk memberdayakan ekonomi umat, baik dengan jalan konsumtif maupun produktif. Konsumtif dilakukan dengan memberikan santunan fakir-miskin, bedah rumah, dan lain-lain. Produktif dilakukan dengan membuka usaha baru yang prospektif dan mampu menyerap tenaga kerja. Pusat perbelanjaan dan rumah sakit berhasil dirintis dari spirit koin ini.
HAK ASASI MANUSIA DALAM UNDANG-UNDANG NO. 18 TAHUN 2019 TENTANG PESANTREN Mulyo, A. Mufrod Teguh; Hasyim, A. Dardiri; Darsinah, Darsinah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i2.9501

Abstract

Secara umum disebutkan dalam UU No 18 Tahun 2019 bahwa pengaturan pada Pesantren diarahkan pada beberapa aspek, yaitu: penyelenggaraan, proses pembelajaran, pengelolaan dana, kerjasama, dan partisipasi masyarakat serta Negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan UU 18 Tahun 2019 terhadap rumusan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) rumusan HAM sebagai perpaduan antara Konferensi Wina 1993 dengan UUD 1945 yang saling terkait satu sama lain, yang dapat digunakan sebagai indikator dalam menjawab sejauhmana penerapan HAM dalam UU Pesantren. Sementara itu terdapat beberapa pasal yang dinilai sejalan dengan kelima indikator tersebut di atas.
KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS MAHASISWA ASING MENGGUNAKAN BAHASA DI UIN WALISONGO SEMARANG Maya Rini Handayani
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.2939

Abstract

Abstraksi Artikel ini membahas mengenai kemampuan membaca dan menulis responden yang merupakan mahasiswa asing di UIN Walisongo Semarang. Responden berasal dari wilayah kelompok propinsi Thailand Selatan. Kemampuan membaca dan menulis responden diukur menggunakan indikator bahasa Indonesia (Bahasa) yaitu kemampuan membaca dan menulis. Responden berjumlah 37 orang, terdiri dari 25 mahasiswi dan 12 mahasiswa yang tersebar di 3 fakultas di UIN Walisongo Semarang. Responden berusia antara 20 hingga 28 tahun dari angkatan 2012 hingga 2016. Bahasa asli dari responden adalah bahasa Melayu. Bahasa kedua yang dikuasai responden adalah bahasa Thailand. Responden belum cukup mempunyai bekal kemampuan Bahasa sebelum tiba di Indonesia. Pengumpulan data pada artikel ini menggunakan kuisioner. Hasil temuan yang diperoleh untuk indikator membaca adalah mean atau rata-rata responden dalam membaca tulisan Bahasa berada pada angka 22. Angka tersebut berada di antara interval 21 – 22  yang menunjuk pada kategori sedang. Sedangkan hasil temuan untuk indikator menulis adalah mean berada pada angka 25. Angka 25 terletak di antara interval 24 – 25 yang menunjuk pada kategori sedang. Kategori ini menggunakan interval standar lima yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam artikel ini adalah baik kemampuan membaca dan menulis responden menggunakan Bahasa berada pada kategori sedang.Kata kunci : membaca, menulis Bahasa, mahasiswa Thailand Selatan ***AbstractThis article discusses the writing and reading skills of South Thailand students at UIN Walisongo Semarang. The respondents were from the province of South Thailand, their skills were measured by using an indicator of ability to write and speak Bahasa. They were 37 students from 2012 till 2016, who aged between 20 to 28 years old. The 12 students were males while the rest were female students. These students were spread across 3 faculties. Their original language was Malay whereas the second one was Thai. They actually did not have adequate language skills preparation before having come to Indonesia. Data were collected by using questionnaires with average skills of reading Bahasa was 22. The score of 22 is located between 21-22 interval, which it refers to medium category. While the average of writing skills was in 25 (in a medium category as well). The conclusion that can be obtained in this article is that both the ability to read and write respondents using the language is in the medium category.Keywords :reading, writing Bahasa, students of South Thailand***

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue