cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
PERAN NU DAN MUHAMMADIYAH DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK DI KUDUS Ulya, Ulya
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.843

Abstract

ROLE OF NU AND MUHAMMADIYAH IN THE PROCESS OF MAKING PUBLIC POLICY IN KUDUS. This study aims to determine the role of  mass organizations in the process of  making public policy in the local level. It was especially the role played by the two largest Islamic organizations in Kudus called  NU  and  Muhammadiyah.  Examining  regulations,  such as UU No. 25/2004 on national development planning system, community involvement has a strong legal basis. The method used in this research was qualitative research using case studies to explore the issues. Data collection techniques used in-depth interviews of the main actors of  the organization, organizational documents and newspaper clippings. The main results of this research as follows; First, NU and Muhammadiyah considers that public policies are matters of  society life at large, but the presence of NU and Muhammadiyah more often considered as formality so that they are less successful in influencing the issues raised. Second, NU and Muhammadiyah fight more for the issues raised by persuasiveness because the government is open enough to have dialogue, but the space that can be utilized is still very limited. Third, although NU and Muhammadiyah have big network and members in the village, they are still less in developing and exploring the resources to get involved in public policy-making process.Keywords: Mass organizations, NU, Muhammadiyah, Participation, Public Policy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi massa dalam proses pembuatan kebijakan publik di tingkat lokal, terutama peran yang dilakukan dua ormas Islam terbesar di Kudus yakni NU dan Muhammadiyah. Dilihat dari aspek regulasi, misalnya UU 25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, keterlibatan   masyarakat   memiliki   dasar   hukum   yang   kuat. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah riset kualitatif  dengan menggunakan  studi  kasus  untuk  mendalami  isu  yang  diambil. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in depth interview) terhadap aktor utama organisasi, dokumen organisasi maupun kliping koran. Hasil utama riset ini sebagai berikut; pertama, NU dan Muhammadiyah memandang bahwa kebijakan publik adalah urusan yang menyangkut hidup masyarakat secara luas, namun karena kehadiran NU dan Muhammdiyah lebih sering dianggap formalitas sehingga kurang berhasil memengaruhi isu yang diangkat. Kedua, NU dan Muhammadiyah lebih banyak memperjuangkan isu yang diangkat melalui pendekatan persuasif  karena memang pemerintah cukup terbuka untuk diajak dialog, tetapi ruang yang bisa dimanfaatkan masih sangat terbatas. Ketiga, walaupun kaya jaringan dan anggota yang mengakar di desa, NU dan Muhammadiyah masih kurang mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mau terlibat secara maksimal dalam proses pembuatan kebijakan publik.Kata kunci: Organisasi massa, NU, Muhammadiyah, partisipasi, kebijakan publik
PEMAKNAAN AYAT AL-QURAN DALAM MUJAHADAH: Studi Living Qur’andi PP Al-Munawwir Krapyak Komplek Al-Kandiyas Muhtador, Moh.
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1343

Abstract

DEFINITION OF THE VERSES OF THE QUR’AN IN MUJAHADAH (THE STUDY OF THE LIVING QUR’AN IN PP Al-MUNAWWIR KRAPYAK Al-KANDIYAS COMPLEX). The Qur’an as a guideline of life for Muslims and became the authoritative source in the realm of social reality has developed its meaning. Relation to the development of meaning in al-Qur’an is the potential of the Qur’an itself that keeps studied and preserved in the realm of the theoretical and praxis. In the theoretical realm of the Qur’an continues to experience the reconstruction of understanding, reconstruction is related to the Qur’an itself, as is the case. About what enclosing the Qur’an when down and what is contained in the Qur’an itself. Both of them does not close the possibility to continue to be developed with different variants of the science to be an approach in digging the content of its science value, such as sociology, anthropology, historiy, and hermeneutic. On the other hand the study of praxis, in relation to the Qur’an is how the verses of the Qur’an are understood and practiced. This study assesses the reality of the society with the Qur’an. In that sense, the strive of mujahadah devotee community when interacting with verses of the Qur’an which become the practices and had a magical and mystical power. Because in practice a conviction verses are read when mujahadah contains a value that cannot be expressed. So the verses of the Qur’an become alive amongst the people, but it’s merely as a discourse and perception, it also confines the substantial meaning of a verse which contained in it when being interpretated or takwil.
Implikasi Kebijakan Penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1330

Abstract

PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Nisa, Khoirun
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.832

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM (Konsep Pendidikan Hadhari) Bashori, Bashori
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2031

Abstract

AbstrakPersoalan pendidikan islam sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sosial yang menarik untuk tetap dikaji. Persoalan relevansi pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, hingga dikotomi pendidikan menjadi hal yang masih eksis dalam kajian akademik. Salah satu peran dalam melihat banyaknya persoalan tersebut, maka diperlukan pembaharuan strategi pendidikan yang membumi, dan untuk melakukan pembaharuan pendidikan Islam diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Islam sendiri tidak mengenal adanya dikotomi. Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber umat Islam telah memberikan penjelasan yang lugas adanya ilmu pengetahun (Science) dan pemahaman agama secara baik. Masalah dikotomi keilmuan pun menjadi persoalan yang tidak pernah habisnya diperdebatkan dalam pendidikan Islam. Dari uraian tersebut, secara fundamental pendidikan hadhari adalah pendidikan yang berupaya membangkitkan kembali spirit keilmuan Islam yang integratif tanpa dikotomi dengan menginternalisasikan prinsip-prinsip wahyu dan etika Islam tentang  pendidikan. Ketiga entitas yaitu hadharah al-nash, hadharah al-falsafah dan hadharah al-‘ilm adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri.  Hadharah al-nash tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadharah al-‘ilm dan  hadharah al-falsafah dan sebaliknya. Relevansi pendidikan hadhari dengan permasalahan pendidikan Islam saat ini adalah pendidikan Islam harus mampu menginternalisasikan sumber nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam melihat permasalahan kontemporer sebagai landasan penyelesaian pendidikan Islam.Kata Kunci: Paradigma, Pendidikan Islam, Hadhari
Pembelajaran Kontekstual dalam Membangkitkan Kepemimpinan Transformatif Pramono, Nur Wahyu Eko
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1320

Abstract

Teologi AhmAdiyAh dulu, SekArAng, dAn AkAn dATAng di indoneSiA A. malik, Ridwan
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.749

Abstract

THE THEOLOGY OF AHMADIYAH IN THE PAST, PRESENT, AND FUTURE IN INDONESIA. In Indonesia, the existence of Ahmadiyah got the anarchist criticism from some quarters, although there is a small group that defends it. Among the cons against Ahmadis, who put forward the reason that Ahmadiyah includes the cult because it had violated the principles of Islam. Among people supporting Ahmadiyah are more likely to look at the human side, that is “man” Ahmadiyah has a right to breathe the air of freedom in Indonesia. In historical records, Ahmadiyah has two strongholds, the stronghold of Lahore which is still on the rack of islam and the stronghold of Qadyan that is beyond the principles of Islam. In Indonesia, it is unclearly identified which one is included stronghold of Lahore and whicah one is included the Qadyan camp. Attitudes and this research should be encouraged in order to establish a more objective assessment process against the Ahmadiyah. keywords: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.Abstrak Di Indonesia, eksistensi Ahmadiyah mendapat kecaman anarkis dari sebagian kalangan, walaupun masih ada sebagian kecil golongan melakukan pembelaan. Kalangan yang kontra terhadap Ahmadiyah, yang dikedepankan adalah alasan bahwa Ahmadiyah termasuk aliran sesat karena telah melanggar prinsip ajaran Islam. Adapun kalangan yang pro terhadap Ahmadiyah lebih cenderung melihat pada sisi kemanusiaan, yaitu “manusia” Ahmadiyah berhak menghirup udara kebebasan di Indonesia. Dalam catatan sejarah, Ahmadiyah memiliki dua kubu, yaitu kubu Lahore yang masih berada dalam jalur prinsip Islam dan kubu Qadyan yang berada di luar prinsip ajaran Islam. Di Indonesia, belum jelas teridentifikasi atau terinventaris mana yang termasuk kubu Lahore dan mana yang termasuk kubu Qadyan. Sikap dan penelitian inilah yang mesti digalakkan dalam rangka menuju proses penilaian yang lebih objektif terhadap aliran Ahmadiyah.kata kunci: Ahmadiyah, Lahore, Qodyan, Indonesia.
SPIRIT GUSJIGANG KUDUS DAN TANTANGAN GLOBALISASI EKONOMI Mustaqim, Muhamad; Bahruddin, Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 9, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i1.848

Abstract

THE SPIRIT OF GUSJIGANG KUDUS AND THE ECONOMIC GLOBALIZATION CHALLENGES. This paper intends to reveal the role of  Gusjigang business spirituality in facing the global economy. Kudus society known to have unique typology in business and learning, it is known as “Gusjigang”, it stands for the good, recite the Qur’an, and trade. Studies on the relationship between spirituality and business have been conducted a lot, but the study of the ethical spirit that focuses on business behavior of Muslim community in the context of  the trend of  economic globalization would still limited. The unique format and typology resulting from this study is expected to be a new concept for the development of Islamic economics and business at a different time and space in the future. In general, the results of this study came to the conclusion that Gusjigang spirit as glokalitas in business behavior. Glokalitas is a local moral value that is expected to become a universal character. This universal value if applied in the free competition, it will generate business behavior which always brings the perpetrators to goodness.Keywords: Gusjigang, Globalization, Economics.Tulisan ini bermaksud mengungkap peran spiritualitas bisnis Gusjigang dalam menghadapi ekonomi global. Masyarakat Kudus dikenal memiliki tipologi unik dalam berbisnis dan belajar, yang dikenal dengan istilah “Gusjigang”, kepanjangan dari bagus, ngaji, dan dagang. Kajian tentang hubungan antara spiritualitas dan perilaku bisnis memang sudah banyak dilakukan, tetapi kajian tentang spirit etik yang berfokus pada perilaku bisnis masyarakat Muslim konteksnya dengan kecenderungan globalisasi ekonomi kiranya masih terbatas. Format dan tipologi unik yang dihasilkan dari kajian ini diharapkan mampu menjadi konsep baru untuk pengembangan ekonomi dan bisnis Islam pada ruang dan waktu yang berbeda di masa mendatang. Secara umum, hasil kajian ini sampai pada penyimpulan spirit Gusjigang sebagai glokalitas dalam perilaku bisnis. Glokalitas merupakan nilai kearifan lokal yang diharapkan mampu menjadi  karakter  universal.  Nilai  universal  ini  jika  diterapkan dalam persaingan bebas, maka akan menghasilkan perilaku bisnis yang senantiasa membawa pelakukunya kepada kebaikan.Kata Kunci: Gusjigang,Globalisasi, Ekonomi.
EVALUASI PENGAJARAN BAHASA ARAB DI STAIN KUDUS: UPAYA UNTUK MENEMUKAN BENTUK IDEAL PENGAJARAN BAHASA ARAB Sa’diyah, Zaimatus
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1820

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam, STAIN Kudus mempunyai tanggungjawab untuk menjaga keberlangsungan pengajaran bahasa Arab bagi mahasiswa.Hal ini terwujud dalam bentuk mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa di lingkungan STAIN Kudus.Meski mungkin bagi sebagian besar mahasiswa STAIN Kudus bahasa Arab bukan lagi menjadi hal yang baru, namun hal ini tidak menggugurkan beban kewajiban lembaga pendidikan ini untuk mengajarkan bahasa Arab pada mahasiswa.Hal ini tentu saja berdasar pada kesadaran atas hubungan yang erat antara bahasa dan kualitas hidup seseorang.Secara teoritis, bahasa berperan penting dalam menciptakan bangsa yang unggul.Keunggulan suatu bangsa bertumpu pada pencapaian prestasi generasinya, prestasi ini bertumpu pada keunggulan berpikir, dan keunggulan berpikir berbanding lurus dengan keunggulan berbahasa.
Pendidikan Islam Berbasis Inklusifisme dalam Kehidupan Multikultur Kurniallah, Nasri; Suharti, Sri
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1337

Abstract

Page 8 of 38 | Total Record : 376