cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kedokteran FKIK Universitas Tadulako.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
STRATEGI BAURAN PROMOSI SISIR LASER HAIRMAX SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KETERTARIKAN KONSUMEN AWAM UNTUK MEMBELI HAIRMAX SEBAGAI TERAPI KERONTOKAN RAMBUT DAN KEBOTAKAN Azhar, Hifziel; Ishardyatmo, Handono; Lesmana, Hengky
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCurrently the development of pharmaceutical industry in Indonesia is solid. The growth of the domestic medical devices market turned out to be in line with the growth of the drug business. Lately, the marketing of medical devices whose purpose is to solve hair problems are increasingly widespread. Hairmax is one of the medical devices which have earned the recognition from the FDA to overcome hair loss and baldness which is HairMax laser comb. The purpose of this study is to determine whether the HairMax laser comb can be accepted by the general public as an alternative therapy to cope with hair loss and baldness. This research is a descriptive and verificative research which were collected through questionnaires (questionnaire). The data collection technique was done by directly interviewing the respondents in the location in question were. The respondents of this research were 375 people. Data obtained from the questionnaires analyzed statistically using SPSS software version 21. The most effective promotional mix to market the Hairmax directly to the general public is advertising followed by personal selling, sales promotion and direct marketing. The most effective advertising activities to market Hairmax are through television, internet and radio. The recommended personal selling activity is through demonstrations about Hairmax. The recommended sales promotion is to provide discounts to certain programs. And last, the recommended direct marketing activity is to sell Hairmax through an online store. Keywords : Promotional mix, consumer interest, advertising, direct marketing, personal selling, sales promotion. ABSTRAK Saat ini perkembangan industri farmasi Indonesia tergolong solid. Pertumbuhan pasar alat kesehatan domestik ternyata sejalan dengan pertumbuhan bisnis obat. Belakangan ini pemasaran alat kesehatan yang tujuannya untuk mengatasi permasalahan pada rambut semakin marak dilakukan. Hairmax adalah salah satu alat kesehatan yang telah mendapatkan pengakuan dari FDA untuk mengatasi kerontokan rambut dan kebotakan yaitu sisir laser Hairmax. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sisir  laser Hairmax dapat diterima oleh masyarakat awam sebagai terapi alternatif  untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan rambut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan verifikatif yang dikumpulkan melalui daftar pertanyaan (kuesioner). Teknik pengisian dilakukan dengan wawancara langsung terhadap responden di lokasi yang bersangkutan berada. Responden dari penelitian ini berjumlah 375. Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dianalisa secara statistik menggunakan software SPSS versi 21. Bauran promosi yang paling efektif untuk memasarkan Hairmax secara langsung ke masyarakat awam adalah advertising. diikuti dengan personal selling, sales promotion dan kemudian direct marketing. Kegiatan advertising yang paling efektif untuk pemasaran Hairmax yaitu melalui televisi, internet dan radio. Kegiatan personal selling yang harus dilakukan yaitu dengan banyak melakukan demonstrasi mengenai Hairmax. Sales promotion yang harus dilakukan yaitu dengan memberikan potongan harga dengan program-program tertentu. Dan yang terakhir adalah direct marketing, kegiatan direct marketing yang haurs dilakukan adalah dengan melakukan penjualan Hairmax secara online. Kata kunci : Bauran promosi, ketertarikan konsumen, advertising, direct marketing, personal selling, sales promotion
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH TERHADAP KEJADIAN UROLITHIASIS DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2014-2016 Az-Zahra, Haifa; Munir, Muhammad Ardi; Rupawan, I Kadek
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Asam urat adalah hasil metabolisme purin, peningkatan asupan purin akan menyebabkan akumulasi kristal urat. Hiperurisemia adalah kondisi kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Beberapa penelitian menunjukkan hiperurisemia dapat menjadi faktor risiko untuk pembentukan urolithiasis. Sekitar 5-10% dari batu yang terbentuk berasal dari asam urat. Penyakit batu saluran kemih juga dikenal sebagai urolithiasis adalah penyakit ketiga di bidang urologis yang paling umum ketiga disamping benign prostat hiperplasia dan infeksi saluran kemih. Urolithiasis adalah salah satu penyakit utama dari bidang urologi yang merupakan sumber utama morbiditas. Telah dilaporkan bahwa prevalensi urolitiasis adalah 1-12% di dunia, dan 1-5% di Asia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat dalam darah terhadap kejadian urolithiasis di RSUD Undata Palu tahun 2014-2016. Metode: Pada penelitian ini, jenis penelitian yang di pakai adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling yaitu purposive sampling. Sampel terdiri dari 38 pasien dengan urolithiasis dan 14 pasien non urolithiasis yang melakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi-square (α = 0,05) Hasil: Berdasarkan 52 sampel data yang telah di teliti, kemudian data di analisis menggunakan uji Chi Square Yates Correction dan di dapatkan nilai p 0.037 untuk hubungan kadar asam urat dalam darah terhadap kejadian urolithiasis di RSUD Undata Palu 2014-2016. Kesimpulan: Adanya hubungan yang bermakna antara kadar asam urat dalam darah terhadap kejadian urolithiasis di RSUD Undata Palu 2014-2016, pada penelitian ini meningkatnya kadar asam urat dalam darah berpotensi meningkatkan kejadian urolithiasis. Kata Kunci: asam urat, hiperurisemia, urolithiasis.
IDENTIFIKASI BAKTERI UDARA DI RUANG RAWAT INAP PAVILIUN MELATI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2017 Pratama, Agung Cahya; Bangkele, Elli Yane
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit selain untuk mencari kesembuhan juga merupakan sumber dari berbagai penyakit. Kuman penyakit dapat hidup dan berkembang di lingkungan rumah sakit, seperti udara, air, lantai, makanan dan benda-benda peralatan medis maupun non medis. Jadi infeksi yang mengenai seseorang selama perawatan di lingkungan rumah sakit disebut infeksi nosokomial. Di Rumah sakit memiliki fasilitas meliputi ruangan rawat inap. Ruang rawat inap berpotensi tinggi menyebabkan infeksi nosokomial di rumah sakit dipengaruhi oleh personal pasien, lingkungan rumah sakit serta dari faktor mikroorganisme. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bakteri udara di ruang rawat inap Paviliun Melati RSUD Undata Palu tahun 2017. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dipakai adalah kuantitatif dengan studi observasional desktiptif. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan cara total sampling. Sampel diambil dengan cara meletakan 8 buah cawan petri yang masing masing berisi 4 media agar darah dan 4 McConkey agar yang kemudian ditempatkan pada 4 titik ruangan. Semua cawan yang sudah terdapat pertumbuhan bakteri kemudian dilakukan pewarnaan gram dan uji biokimia untuk mengidentifikasi jenis bakteri. Hasil: Dari 32 cawan yang berisi sampel yang diambil dalam 2 minggu berturut-turut didapatkan kesemuanya mengalami pertumbuhan bakteri. Sampel dilanjutkan untuk dilakukan uji biokimia dimana hasilnya adalah Staphylococcus sp (28,1%), Staphylococcus epidermidis (25%), Klebsiella sp (9,37%), Micrococcus varians (9,37%), Proteus penneri (9,37%), Pseudomonas sp (9,37%), dan Staphylococcus aureus (9,37%). Kesimpulan: Staphylococcus sp adalah bakteri terbanyak yang didapatkan di Ruang Rawat Inap Paviliun Melati RSUD Undata Palu tahun 2017 Kata kunci: Bakteri Udara, Identifikasi, Ruang Rawat Inap
Pengaruh Pemberian Buah Apel Segar Varietas Rome beauty Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Guru-Guru SMAN 5 Palu, Sulawesi Tengah Tahun 2017 Sari, Junita Ratna; Widajandja, I Nyoman; Rahma, Rahma
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Saat ini masalah kesehatan telah bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit degenerative. Gaya hidup kurang aktivitas, terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak dan kolesterol dapat memicu penyakit degeneratif. Buah apel diktahui memiliki Flavonoid Quercetin yang tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol total. Hal ini mendasari dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian buah apel segar varietas Rome beauty terhadap kadar kolesterol total. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah apel segar varietas Rome beauty terhadap kadar kolesterol total. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan desain Pretest, Midtest and Post Test Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 12 guru yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengaruh buah apel segar varietas Rome beauty terhadap kadar kolesterol total pada Pretest, Midtest dan Posttest dianalisis dengan menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil: Kadar rata-rata Pre test, Mid Test dan Post test kelompok perlakuan adalah 245,83mg/dL, 216,33mg/dl, 179,16mg/dl dan pada kelompok kontrol 171,67mg/dL, 184 mg/dL, 222,83mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh (100%) mengalami penurunan kadar kolesterol total. Dari uji analisis t test-independent didapatkan nilai p Pre test p=0,00, Mid test p=0,10, Post test p = 0,19. Nilai p<0,005 yang artinya bahwa H1 diterima atau buah apel segar varietas Rome beauty memberikan pengaruh terhadap kadar kolesterol total. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian buah apel segar varietas Rome beauty terhadap kadar kolesterol total pada Guru-Guru SMAN 5 Palu tahun 2017 Kata Kunci: apel Rome beauty, Kadar Kolesterol Total
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI SMA NEGERI 5 PALU TAHUN 2016 Putra, Multazam Eko; Sumarni, Sumarni; Rupawan, I Kadek
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) erat kaitannya dengan penyakit Hipertensi baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Kegemukan atau obesitas adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan penyakit jantung dan dapat menyebabkan kelainan metabolisme yang dapat mempengaruhi tekanan darah kolesterol, trigliserid, dan resistensi hormon insulin. Obesitas yang lebih berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah obesitas sentral. Obesitas sentral dapat dikur dengan teknik pengukuran lingkar pinggang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pegawai SMA Negeri 5 Palu. Metode: Desain penelitian yang dipakai adalah analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Sejumlah 77 orang. pengukuran indeks massa tubuh diperoleh dari data tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan mikrotoa dan timbangan, sedangkan lingkar pinggang menggunakan pita pengukur. pengukuran langsung menggunakan sfigmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil: Analisis data menggunakan uji chi-square diperoleh nilai probabilitas 0,000 untuk hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah dan nilai probabilitas 0,000 untuk hubungan lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pegawai SMA Negeri 5 Palu Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pegawai SMA Negeri 5 Palu. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Lingkar Perut, Tekanan Darah)
PENGARUH KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE); KUALITAS PELAYANAN; DAN LOKASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN APOTEK DI KOTA TANGERANG Abdul Rahman, Reza Ismail; Sarnianto, Prih; Derriawan, Derriawan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe decline in drug sales that has occurred since the adoption of the National Health Insurance (JKN) requires pharmacies to develop better marketing strategies to increase customer satisfaction and loyalty. This study is intended to look at marketing factors related to communication, information and education (KIE), service quality and pharmacy location on customer satisfaction and their impact on customer loyalty. From the results of this study it can be concluded that the variables of communication, information and education (KIE) and service quality each have a significant positive effect of 40% in increasing customer satisfaction, and location variables have a significant positive effect of 13% on customer satisfaction. Meanwhile, the variable customer satisfaction has a significant positive effect of 90% on customer loyalty. Keywords: KIE, Customer Satisfaction, Customer Loyalty, Structural Equation Modeling (SEM) ABSTRAK Penurunan penjualan obat yang terjadi sejak penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengharuskan apotek untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat faktor pemasaran terkait komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), kualitas pelayanan dan lokasi apotek terhadap kepuasan pelanggan serta dampaknya terhadap loyalitas pelanggan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta kualitas pelayanan  masing-masing memiliki pengaruh positif signifikan sebesar 40% dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, dan variabel lokasi memiliki pengaruh positif signifikan sebesar 13% terhadap kepuasan pelanggan. Sementara itu, variabel kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif signifikan sebesar 90% terhadap loyalitas pelanggan. Kata kunci: KIE, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas Pelanggan, Structural Equation Modelling (SEM) 
PENGARUH BRAND EXTENTION DAN BEHAVIOURAL INTENTION TERHADAP BRAND IMAGE SUATU PRODUK (Penelitian pada Produk Purebaby Liquid Cleanser di DKI Jakarta, Banten dan Bogor) Sidiq, Amir Kemal; Sampurno, Sampurno; Djoharsjah, Djoharsjah
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPurebaby is a category of liquid bottle cleanser and baby accesories product. The Purebaby product are widely distributed throughout major city in Indonesia, especiallly Jakarta, Banten and Bogor. Purebaby liquid cleanser is a brand extention from purebaby and a first formed in 2010. The purpose of this study is to detemine te influce of brand extention and behavioural intention to brand image of a Purebaby liquid cleanser product. This study used descriptive method. The analytical method used SPSS  for windows for statistical analysis. Independent variable used brand extention and behavioural intention, dependent variable is brand image of a Purebaby liquid cleanser product. Behavioural intention partially affect the brand image of Purebaby liquid cleanser product,  while the influence variable brand extention and behavioural intention simultaneously affect the brand image of Purebaby liquid cleanser product. Keywords : Brand extention, Behavioural Intention, Brand Image, Purebaby Liquid Cleanser ABSTRAK Purebaby Liquid Cleanser merupakan produk kategori cairan pembersih botol dan aksesoris bayi. Produk purebaby liquid cleanser sudah tersebar luas di baby shop  seluruh kota besar di Indonesia terutama di daerah DKI Jakarta, Banten dan Bogor. Purebaby liquid cleanser merupakan perluasan merek atau brand extention dari brand purebaby yang pertama kali terbentuk pada tahun 2010.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand extention, behavioural intention terhadap brand image produk Purebaby liquid cleanser. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, Metode  analisis yang digunakan yaitu analisis statistik SPSS for windows, Variabel bebas (independent Variable) yang digunakan pada penelitian ini adalah brand extention, behavioural intention  sedangkan variabel terikat (dependent Variable) adalah brand image produk Purebaby liquid cleanser. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand extention berpengaruh terhadap brand image produk Purebaby liquid cleanser. Secara parsial, behavioural intention  berpengaruh terhadap brand image produk Purebaby liquid cleanser. Sedangkan Variabel pengaruh brand extention dan behavioural intention. secara bersama-sama berpengaruh terhadap brand image produk urebaby liquid cleanser.Kata kunci : Brand extention, Behavioural Intention, Brand Image, Purebaby Liquid Cleanser
KAJIAN POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DAN DIAGNOSA PASCAOPERASI HUBUNGANNYA DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RUMAH SAKIT SWASTA Amelia, Kiki; Sumarny, Ros; Hasan, Delina; Komar, Hafid
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTProphylaxis antibiotics are antibiotics given to patients who have not yet had an infection, but are thought to have a high risk of being infected or if an infected can have an adverse effect on the sufferer. Prophylaxis antibiotics are given to prevent surgical site infection (SSI). SSI is one of the most common post-surgical and nosocomial infections in surgical patients. This SSI can cause functional disability, decrease the quality of life of patients, increase morbidity and mortality and increase the length of care and maintenance costs. This study aimed to examine the pattern of the use of prophylaxis antibiotics on the incidence and SSI risk factors. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. SSI observation was directly observed in postoperative wounds, the first in the treatment room at the time of dressing change, the second observation was carried out in the surgical clinic at the time of repeated control. Surgical site infection are classified into three types, namely SSI superficial incisional, SSI incisional inside, SSI organ. The total sample during the study period was 57. The results of this study showed the incidence of SSI in digestive surgery patients was 17.5% (10 out of 57 samples). SSI was found as early as the third day and no later than the fifth day of post surgery. Data analysis included univariate and bivariate data analysis. The most widely used prophylaxis antibiotics ware the third generation cephalosporin group ceftriaxone (96,5%), the time for partial prophylaxis antibiotics was given <60 minutes before the incision (71,9%), and the duration of prophylaxis antibiotics was >48 hours (71%). Chi-square bivariate analysis showed that the time of prophylactic antibiotics (p = 0.00) and postoperative diagnosis (p = 0.00) had a significant relationship to SSI incidence (p <0.05). Keywords : Antibiotic Prophylaxis, Surgical Area Infection, SSI, Digestive Surgery. ABSTRAK Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan kepada penderita yang belum mengalami infeksi, tetapi diduga berpeluang besar untuk terinfeksi atau bila terkena infeksi dapat berdampak buruk bagi penderita. Antibiotik profilaksis diberikan untuk mencegah Infeksi Daerah Operasi (IDO). IDO atau Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu komplikasi pasca bedah dan infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada pasien bedah. IDO ini dapat menyebabkan ketidakmampuan fungsional, penurunan kualitas hidup pasien, peningkatan morbiditas dan mortalitas serta peningkatan lama perawatan dan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan antibiotik profilaksis terhadap angka kejadian dan faktor resiko IDO. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang (Cross sectional) prosfektif. Observasi IDO diamati secara langsung luka pascaoperasi, yang pertama diruang perawatan pada saat ganti perban, observasi kedua dilakukan di poliklinik bedah pada saat kontrol berulang. Infeksi Daerah Operasi diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu  IDO insisional superfisial, IDO insisional dalam, IDO organ/rongga. Total sampel selama periode penelitian sebanyak 57, dari hasil dari penelitian ini menunjukkan angka kejadian IDO pada pasien bedah digestif sebesar 17,5% (10 dari 57 sampel). IDO ditemukan paling cepat hari ketiga dan paling lama pada hari kelima. Analisa data meliputi analisa data univariat dan bivariate. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu ceftriaxone (96,5%), waktu pemberian antibiotik profilaksis sebagian diberikan <60 menit sebelum insisi (71,9%), dan lama pemberian antibiotik profilaksis sebagia besar >48 jam (71%). Hasil analisa bivariate dengan Chi-square menunjukkan bahwa waktu pemberian antibioti profilaksis dan diagnosa pascaoperasi mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05).Kata kunci : Antibiotik Profilaksis, Infeksi Daerah Operasi, IDO, bedah digestif.
ANALISIS KOMPARATIF BIAYA HEMODIALISIS PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN BOGOR Rosiana, Rosiana; Sarnianto, Prih; Anggriani, Yusi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTChronic kidney disease (CKD) is a chronic disease that is a major global health problem with an increased incidence, prevalence and high morbidity. Globally, CKD has a high prevalence of 11-13%. Treatment of CKD is focused on slowing the decline in kidney function and at some stage hemodialysis (HD) and kidney transplantation are needed. Hemodialysis must be done continuously and requires very expensive costs that cause a high economic burden on the health system. In 2011, nearly 400,000 patients undergoing hemodialysis in the United States spent nearly $ 90,000 in health care costs per patient per year . Private hospitals feel that the rates of INACBGs are lower than the hospital rates, so that hospitals feel a loss with a claim pattern based on INACBGs. Cost research uses descriptive quantitative by comparing the real cost, hospital rates, and ideal costs for hemodialysis compared to the costs borne by BPJS based on INACBGs. Based on the research results the hospital rates and ideal costs for hemodialysis measures are greater than the rates paid by BPJS Health, meaning that the InaCBGS rates are still lacking. And if real unit costs are calculated, the INaCbgs rate is only 5% which cannot cover indirect costs and fixed costs. Keywords : Comparative Costs, Hospital Rates, Real Unit Costs, InaCbgs, Hemodialysis ABSTRAK Penyakit ginjal kronis (PGK, chronic kidney disease, CKD) merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan utama dunia dengan peningkatan insidensi, prevalensi serta tingkat morbiditas yang tinggi. Secara global PGK memiliki prevalensi yang tinggi yaitu 11-13%. Penanganan PGK difokuskan pada memperlambat penurunan fungsi ginjal dan pada tahap tertentu dibutuhkan hemodialisis (HD) dan transplantasi ginjal. Hemodialisis harus dilakukan terus menerus dan membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga menyebabkan beban ekonomi tinggi terhadap sistem kesehatan. Pada 2011, hampir 400.000 pasien yang menjalani hemodialisis di Amerika Serikat, menghabiskan biaya kesehatan hampir $ 90.000 per pasien per tahun. Rumah sakit swasta merasakan bahwa tarif INACBGs lebih rendah dibandingkan tarif RS, sehingga RS merasakan kerugian dengan pola klaim berdasarkan INACBGs. Penelitian biaya menggunakan deskriptif kuantitattif dengan membandingkan biaya real cost, tarif RS, serta ideal cost untuk tindakan hemodialisis dibandingkan biaya yang ditanggung oleh BPJS berdasarkan INACBGs. Berdasarkan hasil penelitian tarif RS dan biaya ideal untuk tindakan hemodialisis lebih besar dibandingkan tarif yang dibayarkan BPJS Kesehatan, artinya tarif InaCBGS masih kurang. Dan apabila dihitung real unit cost maka tarif INaCbgs hanya lebih besar 5% yang tidak dapat mengcover biaya tidak langsung dan fixed cost.Kata kunci : Komparatif Biaya, Tarif RS, Real Unit Cost, Inacbgs, Hemodialisis
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI PENDEKATAN PARSIPATORY HYGIENE AND SANITATION TRANSFORMATION (PHAST) Di SDIT HIDAYATULLAH PALU Sapriana, Sapriana
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia adalah 56,2 persen. Sulawesi Tengah merupakan salah satu propinsi dengan persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat yang rendah (30,90) disamping Papua dan Papua Barat (Kementerian Kesehatan, 2013). Rendahnya persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat di Sulawesi Tengah berdampak pada beberapa penyakit berbasis lingkungan yang jumlah kasusnya meningkat atau KLB. Pada tahun 2014, ada lima penyakit menular berbasis lingkungan dari sembilan jenis penyakit yang diklasifikasikan sebagai KLB (Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas PHAST pada siswa PHBS (i) SDIT Hidayatullah Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan The One Group Pretest Posttest. Data dikumpulkan dengan menilai pre post test. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis untuk melihat perbedaan PHBS sebelum dan sesudah PHAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHAST efektif untuk meningkatkan pengetahuan PHBS dan Penyakit pada siswa (i) di SDIT Hidayatullah Palu, namun tidak efektif terhadap perbaikan sikap PHBS. Dari 7 item praktik PHBS yang diperiksa sebelum dan sesudah penerapan PHAST, praktik 3M masih sangat rendah yaitu 15% (sebelum) dan 35% (setelah), namun masih menunjukkan peningkatan sebesar 2,3 kali. Praktik PHBS lainnya relatif tidak menunjukkan adanya perubahan atau peningkatan yang berarti. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pengetahuan tentang PHBS dan penyakit yang sering dialami anak sekolah secara terus menerus, dan berusaha melengkapi sarana sanitasi sekolah. Kata Kunci: PHBS, PHAST

Page 11 of 13 | Total Record : 124