cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kedokteran FKIK Universitas Tadulako.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI UDARA DI RUANG HEMODIALISA RSUD UNDATA PALU TAHUN 2016 Wahyuni, Rosa Dwi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan suatu institusi pelayanan medis yang memberikan pelayanan personal secara paripurna antara lain rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat . Rumah sakit adalah suatu tempat dimana orang yang sakit dirawat dan ditempatkan dalam jarak yang sangat dekat. Di tempat ini pasien mendapatkan terapi dan perawatan untuk dapat sembuh. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri udara di ruang hemodialisa RSUD undata Palu tahun 2016. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Observasional dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 8. Isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Sulawesi Tengah. Hasil. Hasil dari penelitian ini yaitu pada sampel di ruangan Hemodialisa ditemukan jenis bakteri antara lain Staphylococcus epidermidis (37,5%), Staphylococcus cohnii (25%), Staphylococcus aureus (12,5%) dan Proteus penneri (25%). Kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada RSUD Undata Palu yang bertempat di Ruang Hemodialisa, maka di dapatkan 4 jenis bakteri dengan bakteri yang terbanyak adalah Staphylococcus epidermidis dan ditemukan 1 jenis bakteri patogen yaitu Proteus penneri. Kata Kunci. Rumah sakit, Identifikasi Bakteri, Bakteri Udara, Ruang Hemodialisa , Staphylococcus epidermidis
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT TERHADAP KEPUASAAN PASIEN PADA PESERTA BPJS KELAS 3 DI RSU ANUTAPURA PALU (STUDI KASUS PASIEN PESERTA BPJS YANG RAWAT INAP) TAHUN 2016 Puspa, Annisa Sarining; Bangkele, Elli Yane
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Sebagai penerima jasa pelayanan kesehatan BPJS, keluarga peserta seringkali mengeluh kurang puas dengan pelayanan kesehatan yang diterimanya.Pengukuran kepuasan pasien relatif mudah di kerjakan dan di harapkan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan rumah sakit dalam segi kepuasan pasien. RSU Anutapura sebagai salah satu rumah sakit yang yang memberikan pelayanan kesehatan pada pasien peserta BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan Rumah Sakit terhadap kepuasan pasien peserta BPJS kelas 3 di RSU Anutapura Palu (Studi kasus pasien peserta BPJS yang rawat inap) Tahun 2016. Metode. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan cross sectional study. Penelitian dilakukan di RSU Anutapura Palu pada bulan Oktober-Desember 2016. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dari 95 peserta BPJS. Analisis hubungan dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil. Hasil uji chi-square pengaruh kehandalan dengan kepuasan pasien p = 0.026, pengaruh jaminan dengan kepuasan pasien p = 0.006, pengaruh bukti langsung dengan kepuasan pasien p = 0.012, pengaruh empati dengan kepuasan pasien p = 0.021, pengaruh ketanggapan dengan kepuasan pasien p = 0.004. Kesimpulan, Dapat disimpulkan bahwapengaruh kualitas pelayanan Rumah Sakit berdampak pada kepuasaan pasien yang datang ke Rumah Sakit. Kata Kunci : Rumah Sakit, BPJS, Kualitas Pelayanan.
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III Wulan, Sri; Setyawati, Tri; Towidjojo, Vera Diana; Wahyuni, Rosa Dwi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kasus demam berdarah meningkat dan menyebabkan kematian setiap tahun. Upaya mengontrol vektor demam berdarah dengan menggunakan larvasida kimia tidak aman untuk populasi dan lingkungan. Dampak negatif diminimalkan dengan menerapkan larvasida alami menggunakan ekstrak Phaleria macrocarpa. Flavonoid, saponin, dan tanin yang terkandung dalam daun Phaleria macrocarpa diduga memiliki potensi larvasida terhadap larva nyamuk, salah satunya larva Aedes aegypti yang pada stadium nyamuk menjadi vektor utama penyebab demam berdarah dengue, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas larvasida ekstrak daun Phaleria macrocarpa terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III Metode: Jenis penelitian true experimental post control design only, menggunakan ekstrak daun Phaleria macrocarpa dengan beberapa konsentrasi yang terdiri dari enam kelompok perlakuan yaitu ekstrak daun phaleria macrocarpa konsentrasi 1500 ppm , 2000 ppm , 2500 ppm , 3000 ppm , kontol positif dan kontrol negatif. Kontrol positif menggunakan temephos 1% dan kontrol negatif menggunakan aquadest. Penelitian menggunakan metode ekstraksi yaitu metode maserasi. Pengamatan kematian larva nyamuk Aedes aegypti instar III dilakukan pada jam ke-1 dan jam ke-24 untuk mengetahui konsentrasi LC50. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji One Way Anova. Hasil: Rata rata mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti instar III pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 81%, konsentrasi 2000 ppm sebesar 89%, konsentrasi 2500 ppm sebesar 94% konsentrasi 3000 ppm sebesar 97%. Kontrol positif adalah 100% kontrol negatif 0%. Kesimpulan: Ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) mempunyai efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti instar III pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 81%, konsentrasi 2000 ppm sebesar 89%, konsentrasi 2500 ppm sebesar 94% konsentrasi 3000 ppm sebesar 97%. Kontrol positif adalah 100% kontrol negatif 0%. Kata kunci: Larvasida, Ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), Larva nyamuk Aedes aegypti intar III
KARAKTERISTIK PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA RUANG RAWAT INAP ANAK DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2017 Agustini, Ita Indah; Bangkele, Elli Yane; Salman, Muhammad; Munir, Muhammad Ardi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Di Indonesia penyakit DBD masih merupakan masalah kesehatan karena masih banyak daerah yang endemik. Daerah endemik DBD pada umumnya merupakan sumber penyebaran penyakit ke wilayah lain. Tujuan peneletian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Karakteristik pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) pada ruang rawat inap Anak di RSUD Undata Palu tahun 2017. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tehnik pengambilan total sampling sebanyak 49 orang anak yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh dari data rekam medis RSUD Undata Palu tahun 2017. Hasil : Ditemukan distribusi penderita DBD anak tertinggi menurut usia >5-14 tahun 37 orang (75%). Jenis Kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 28 orang (57%). Keluhan utama paling banyak berupa demam, mual, pusing, muntah serta lemah yaitu 29 orang (59%). Manifestasi klinis terbanyak adalah petekie dan pendarahan spontan sebanyak 26 kasus (53%). Jumlah trombosit ≤ 100.000/mm3 sebanyak 32 kasus (65%). Persentase hematokrit paling banyak adalah ≤ 40% 35 orang (71%). Derajat keparahan yang paling banyak dialami yaitu derajat I sebanyak 28 orang ( 57%). Berdasarkan penatalaksanaan paling banyak adalah tidak sesuai standar prosedur medis (SPM) 38 orang (77%). Lama rawat inap yang paling banyak adalah < 7 hari yaitu 42 orang (85%). Kesimpulan : Karakteristik pasien DBD pada ruang rawat inap Anak di RSUD Undata Palu tahun 2017 terbanyak adalah usia tertinggi >5-14 tahun, jenis Kelamin perempuan. Keluhan utama II, Manifestasi klinis II, Jumlah tombosit ≤ 100.000/mm3, Persentase hematokrit ≤ 40%. Derajat keparahan derajat I, Penatalaksanaan tidak sesuai standar prosedur medis (SPM), Lama rawat inap < 7 hari. Kata Kunci : Karakteristik, DBD anak, RSUD Undata Palu
UJI EFEKTIVITAS REPELLENT MINYAK ATSIRI DAUN SERAI WANGI Cymbopogon nardus (L) Randle YANG DIKOMBINASI DENGAN MINYAK ATSIRI DAUN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendron Linn.) DAN VCO (Virgin Coconut Oil) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Riris, Magdalena; Umar, Miranti; Fitriani, Junjun
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Aedes aegypti adalah vektor utama yang mentransmisikan virus yang menyebabkan demam berdarah. Dampak negatif dalam penggunaan repellent mengandung insektisida adalah residunya yang sulit terdegradasi sehingga membahayakan bagi pengguna maupun lingkungan. Maka perlu dilakukan penelitian dan pengembangan sediaan repellent yang berasal dari bahan alami. Dimana tanaman yang memiliki efek insektisida alami dan memiliki kandungan minyak atsiri dari daun serai wangi Cymbopongon nardus (L) Randle dan daun Kayu putih (Malaleuca leucadendron Linn.) Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meguji efektivitas repellent minyak atsiri daun kayu putih yang dikombinasikan dengan minyak atsiri daun serai wangi terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah sampel sebanyak 500 nyamuk yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan yang dibagi berdasarkan banyaknya komposisi dengan 3 kali pengulangan. Dikatakan efektif bila daya tolak nyamuk rata – rata yang dihasilkan selama 4 jam tidak kurang dari 80%. Hasil: Total daya tolak nyamuk pada komposisi A dengan total daya proteksi terhadap nyamuk selama 4 jam sebesar 51%, B (1:3:1) dan C (1:1:3) dengan total daya proteksi terhadap nyamuk selama 4 jam sebesar 83%. Total daya tolak nyamuk yang paling efektif adalah pada komposisi B (1:3:1) dan C (1:1:3). dengan total daya proteksi terhadap nyamuk selama 4 jam sebesar 83%. Hasil Uji statistic post – hoc menunjukkan bahwa perbandingan komposisi B dan C hanya memiliki sedikit perbedaan dan ada pengaruh yang bermakna dari pengolesan bahan repellent terhadap frekuensi hinggap nyamuk Aedes aeygpti yang dinyatakan dengan P value < 0,05. Kesimpulan: Minyak atsiri daun serai wangi yang dikombinasi dengan minyak atsiri daun kayu putih dan VCO memiliki efek repellent pada nyamuk Aedes aegypti. Kata Kunci: Repellent, Daun serai wangi, Cymbopongon nardus (L) Randle, daun kayu putih, (Malaleuca leucadendron Linn.), minyak atsri, DBD
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS YANG MENGALAMI MASALAH KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT DENGAN PENERAPAN KEPERAWATAN LUKA MODERN DRESSING DI RUANGAN KENARI RSU ANUTAPURA PALU 2018 Devi, Ratna; Parmin, Parmin; Aswira, Ziand
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The background of : Diabetes melitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by an increas in blood glucose levels (Hyperglycemia). The highest prevalence based on DM symptoms is in central Sulawesi, Which is 3,7% and the most common complications about 15% are called diabetic foot wounds in 2017The purpose of the study : to describe the nursing care in patients with diabetes melitus who have problems with damage to the application of modern wound care dressig in the walnut room RSU Anutapura Palu.Research methode : the methode used is a qualitative method of  researchers doing direct wound care dressing directly and observed directly by researchers.Results : based on the assumption that the authors made with the main problem found in both patients namely damage to skin integrity and carried out modern wound care interventions dressing in both patients was resolved.Conclusions and suggestions : the results of case studies show that modern wound care dressings have an influence on wound healing and overcome skin integrity problems. It is expected that further researchers can carry out this action better. Keywords : modern wound dressing, damage to skin integrity and diabetes melitus             ABSTRACT Latar belakang : Deabetes melitus (DM), merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang di tandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Prevalensi berdasarkan gejala DM yang tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah yaitu sebesar 3,7% dan komplikasi yang paling sering dialami oleh penderita diabetes mellitus adalah komplikasi pada kaki sekitar 15 % yang disebut luka kaki diabetes pada tahun 2017.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus yang mengalami masalah kerusakan integritas kulit dengan penerapan keperawatan luka modern dressing di ruangan kenari RSU Anutapura Palu.Metode penelitian : Metode yang di pakai adalah metode kualitatif, peneliti melakukan tindakan perawatan luka modern dressing secara langsung dan di observasi langsung oleh peneliti.Hasil : Berdasarkan askep yang penulis lakukan dengan masalah utama yang di temukan pada ke dua pasien yaitu kerusakan integritas kulit dan di laksanakan intervensi perawatan luka modern dressing pada ke dua pasien tersebut teratasi.Kesimpulan dan saran :  hasil studi kasus menunjukan bahwa perawatan luka modern dressing memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka dan mengatasi masalah integritas kulit. Di harapkan peneliti selanjutnya dapat menjalankan tindakan ini dengan lebih baik lagi.Kata Kunci: Pembalut Luka Modern, Kerusakan Integritas Kulit, dan diabetes mellitus.
BIAYA SENDIRI DAN FAKTOR PENENTU KESULITAN EKONOMI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG PERIODE OKTOBER–DESEMBER 2018 Syari, Delviza; Sarnianto, Prih; R, Hesti Utami
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTChronic Kidney Disease (CKD) is a global public health problem with increasing prevalence and incidence, poor prognosis and high costs. The prevalence of CKD increases with the increasing number of elderly people and the incidence of diabetes mellitus (DM) and hypertension. In Indonesia, the treatment of kidney diseases is the second largest financing of the Health Social Security Organizing Agency (BPJS-K) after heart disease. In addition to the cost of hemodialysis, indirect costs or own costs or costs according to the patient's perspective (out of pocket, OOP) must be borne with the patient. OOP costs can absorb most household resources and have an impact on poverty. Analitical descriptive research with cross sectional method is intended to find out determine the own costs incurred by patients and the factors that cause economic difficulties. Primary data was taken through interviews with a structured questionnaire for 74 people with CKD who underwent hemodialysis therapy for more than one year at the Tangerang District General Hospital Tangerang in October-December 2018. Own costs that incurred by the family of patients are calculated in accounting determinant of economic difficulties were analyzed by logistic regression tests using appropriate software. The costs that spent by (families) CKD patients at General Hospital include transportation costs including parking (average Rp 528.000), consumption (Rp 413.625), purchase of drugs and supplements that are not covered (Rp 315.319), costs of caregiver (Rp 650.000) and decreased in productivity (Rp 878,112). Patients affected economic difficulties is 50 people (67,6%). In addition to OOP, the factors that significantly influence the economic difficulties (family) of patients are income. Patients who have the potential to experience economic difficulties are those who earn Rp>4.000.000 (p = 0,020; OR = 0.253), will experience economic difficulties 3,95 times less than patients with odds income of Rp<2.000.000 and Rp2.000.000-4.000.000. Economic difficulties are illustrated by the inability of patients to pay home installments/house rent, electricity, telephone, water bills, drug purchases and pay for children's education. Also, economic difficulties can be shown from the situation after patients doing hemodialysis, moving house, using savings that should be for other purposes, asking for financial assistance from friends, borrowing money with personal guarantees, selling assets or other assets, and implementing other strategies to continue to finance life. Keywords: chronic kidney failure (CRF), out of pocket (OOP), economic difficulties, hemodialysisABSTRAK Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insiden yang terus meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. Selain besarnya biaya hemodialisis, biaya tidak langsung atau biaya sendiri atau biaya menurut perspektif pasien (out of pocket, OOP) harus ditanggung pasien. Adanya pengeluaran biaya OOP dapat menyerap sebagian besar sumber daya rumah tangga dan berdampak pada kemiskinan. Penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui biaya sendiri yang dikeluarkan oleh pasien serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan ekonomi. Data primer diambil melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur terhadap 74 orang pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisis lebih dari satu tahun di RSU Kabupaten Tangerang pada Oktober–Desember 2018. Biaya sendiri yang dikeluarkan oleh pasien dihitung secara akuntansi dan faktor penentu kesulitan ekonomi dianalisis dengan uji regresi logistik menggunakan perangkat lunak yang sesuai. Biaya sendiri yang dikeluarkan oleh (keluarga) pasien PGK di RSU Kabupaten Tangerang meliputi biaya transportasi termasuk parkir (rata-rata Rp 528.000), makan dan minum (Rp 413.625), pembelian sendiri obat dan suplemen (Rp 315.319), biaya untuk pendamping (Rp 650.000) dan penurunan produktivitas (Rp 878,112). Pasien yang mengalami kesulitan ekonomi berjumlah 50 orang (67,6%). Selain biaya sendiri, faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kesulitan ekonomi (keluarga) pasien adalah penghasilan. Pasien yang berpotensi mengalami kesulitan ekonomi adalah yang berpenghasilan Rp>4.000.000 (p = 0,020; OR = 0,253) akan mengalami kesulitan ekonomi 3,95 kali lebih kecil dibandingkan pasien dengan penghasilan Rp<2.000.000 dan Rp2.000.000-4.000.000. Kesulitan ekonomi yang dialami pasien hemodialisis berupa keadaan keadaan ekonomi/keuangan pasien yang pas-pasan/miskin. Kesulitan ekonomi digambarkan dengan ketidakmampuan pasien membayar cicilan rumah/uang sewa rumah, tagihan listrik, telepon, air, pembelian obat dan membayar pendidikan anak. Kesulitan ekonomi juga dapat dilihat dari keadaan setelah pasien menjalani hemodialisis yaitu mengalami pindah rumah, menggunakan tabungan yang seharusnya untuk keperluan lain, meminta bantuan keuangan dari kerabat, pinjam uang dengan jaminan pribadi, jual asset atau harta lainnya serta melakukan strategi lain agar dapat terus membiayai hidup. Kata Kunci: penyakit ginjal kronik (pgk), biaya sendiri, kesulitan ekonomi, hemodialisis
TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DI DAERAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2017 Cicilia, Feby; Mangiwa, Stefanus T.; Qalbi, Rina Nurul; Widajandja, I Nyoman
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Sebagian besar pasien Puskesmas masih mengeluhkan pelayanan puskesmas yang kurang memuaskan. Kepuasan pasien dapat dinilai berdasarkan lima dimensi kepuasan, yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan/asuransi (assurance), empati (empathy) dan bukti fisik (tangibles). Metode Penelitian Penelitian dilakukan di Puskesmas Mamboro, Kecamatan Palu Timur, Sulawesi Tengah pada tanggal tanggal 4-5 September 2017 dengan menggunakan metode observasional deskriptif. Cara pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi (SPSS 21) yang ditampilkan dalan bentuk distribusi persentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menggambarkan rata-rata tingkat kepuasan pasien Puskesmas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Mamboro berada pada tingkatan sangat puas (100%). Tingkat kepuasan pasien Puskesmas berdasarkan dimensi kehandalan (Reliability) pada kategori sangat puas (96,58%), ketanggapan (Responsivenes) pada kategori sangat puas (91,8%), jaminan (Assurance) pada katagori sangat puas (92,6%), kepedulian (Empathy) pada kategori sangat puas (93,8%) dan berdasarkan dimensi bukti fisik (Tangibles) berada pada kategori sangat puas (93,9%). Kesimpulan: Dari kelima indikator dimensi mutu pelayanan, semuanya memenuhi kriteria sangat memuaskan dan termasuk ke dalam kategori konfirmasi. Dari kelima dimensi tersebut, terlihat bahwa dimensi dengn indeks tertinggi adalah dimensi kehandalan (reability). Hal ini memperlihatkan bahwa Pelayanan Puskesmas Mamboro Tahun 2017 memiliki mutu pelayanan yang paling maksimal pada indeks tersebut. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan mutu pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas MamboroTahun 2017 telah sesuai dengan yang diharapkan oleh responden terhadap kinerja mutu pelayanan yang diterima di Puskesmas Mamboro. Kata kunci : Tingkat kepuasan, Puskesmas
MANAJEMEN WAKTU BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI UNIVERSITAS TADULAKO Kiay Demak, Indah Puspasari; Mansur, Siti Rahma; Hutasoit, Gina Andyka; Sulistiana, Ria
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kurikulum PBL melibatkan mahasiswa pada proses pembelajaran mandiri dalam berbagai aspek kegiatan belajar yang dapat berdampak positif atau negatif pada hasil akademik mahasiswa tergantung bagaimana mahasiswa dapat mengatur waktu pada jadwal perkuliahan. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen waktu belajar mahasiswa program studi kedokteran dalam PBL di Universitas Tadulako. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Terdapat 1 informan kunci dan 12 informan biasa. Hasil penelitian: Faktor internal individu seperti rasa malas, menunda-nunda waktu belajar, kebiasaan datang terlambat kuliah, mengerjakan tugas 1 jam dari deadline, berbagai aktivitas non akademik, jadwal yang padat dan banyaknya tugas yang harus dikerjakan mempengaruhi manajemen waktu belajar. Strategi mahasiswa dalam memanajemen waktu belajar yaitu bertanya pada teman sejawat mengenai hal yang berkaitan dengan learning objektif PBL,fokus menerima materi kuliah, dan membuat jadwal harian. Alasan pentingnya manajemen waktu belajar bagi mahasiswa kedokteran karena dalam lingkup dunia kedokteran belajar memang dibutuhkan terus-menerus untuk meningkatkan wawasan dan skill sebagai seorang tenaga medis. Manajemen waktu belajar akan berpengaruh pada peningkatan kemampuan mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dari skenario yang ditutorialkan serta keaktifan dalam berdiskusi. Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran tahun IV Universitas Tadulako masih merasa kesulitan memanajemen waktu belajarnya dengan efektif dan efisien dalam mendukung padatnya aktivitas kemandirian belajar pada pelaksanaan PBL. Kata Kunci: PBL, Manajemen Waktu Belajar
PERBANDINGAN KADAR KESADAHAN AIR PDAM DAN AIR SUMUR SUNTIK KELURAHAN TONDO KOTA PALU TAHUN 2017 CS, Regina Ni Nyoman; Amri, Imtihanah; Harun, Haerani
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan untuk hidup manusia sehingga kualitas air harus diperhatikan. Salah satu standar kualitas air merupakan kadar kesadahan. Standar kesadahan air minum yang dianjurkan kurang dari 50 mg/l. Kadar kesadahan yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung dan urolithiasis. Metode Penelitian. Penelitian ini memakai metode deskriptif . Tempat dilakukan penelitian adalah Kelurahan Tondo Palu dimana sampel diambil di dua tempat yang berbeda yaitu RT 4 RW 13 dan RT 1 RW 3. Sampel air pada penelitian ini diambil pada Februari 2018. Hasil Penelitian. Hasil stasistik menunjukan bahwa nilai rata-rata kadar kesadahan dari air sumur suntik adalah 14,067 ±6,595 dan hasil untuk air PDAM menunjukan nilai rata-rata kadar kesadahan adalah 13,4 ±10,432. Hasil ini menunjukan bahwa kadar kesadahan dari air PDAM dan air sumur suntik dengan uji-t Independent tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p= 0,836) Kesimpulan. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan secara bermakna antara kadar kesadahan dari air PDAM dan air sumur suntik di kelurahan tondo kota palu. Kata kunci: Air PDAM, Air Sumur Suntik, Kesadahan, Magnesium, Kalsium

Page 9 of 13 | Total Record : 124