cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kedokteran FKIK Universitas Tadulako.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN NAMNAM (Cynometra cauliflora L.) SEBAGAI SUMBER VITAMIN C Komarudin, Dede; Fauziah, Siva; Nisa, Ima Vera
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAscorbic acid from hexose derivatives which is water soluble and easily oxidized. Ascorbic acid is also one of the vitamins needed by the body that works to improve the body’s immune system. To complement the need for ascorbic acid, as one source of ascorbic acid  is namnam leaf. Other health benefits of namnam leaf for stopping diarrhea, trearing urinary stones, antidote to high blood pressure and diabetes and can reduce weight. The purpose of this study was to identified and determine the levels of ascorbic acid contained in namnam leaves which were extracted with 70 % ethanol. The sample use was namnam leaf obtained from Balittro Bogor, West Java. The method use in this study was TLC-densitometry and uv-vis spectrophotometry with three test. The solvent used for namnam leaf extract was 70 % ethanol while the solvent used in the TLC-densitometry and uv-vis spectrophotometry methods is methanol. This research was conducted  in Bogor Balittro and Laboratory Research University of Pancasila. The results was ascorbic acid of namnam leaf ethanol extract identified by the TLC-densitometry method and  analysis  by spectrophotometry uv-vis was 6,46 %. Keywords : Ascorbic acid, Namnam leaf, TLC-Densitometry, Spectrophotometry Uv-vis ABSTRAK Vitamin C merupakan turunan heksosa yang larut dalam air dan mudah teroksidasi. Vitamin C juga merupakan vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Untuk melengkapi kebutuhan akan vitamin C, sebagai salah satu sumber vitamin C adalah daun namnam. Manfaat daun namnam bagi kesehatan lainnya menghentikan diare, mengobati penyakit kencing batu, penawar darah tinggi serta kencing manis dan dapat menurunkan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar vitamin C yang terdapat dalam daun namnam yang diekstrak dengan etanol 70 %. Sampel yang digunakan adalah daun namnam yang diperoleh dari Balittro, Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah KLT-densitometri dan spektrofotometri uv-vis dengan tiga kali pengujian. Pelarut yang digunakan untuk ekstrak daun namnam adalah etanol 70 % sedangkan pelarut yang digunakan dalam metode KLT-densitometri dan spektrofotometri uv-vis adalah metanol. Penelitian ini dilakukan di Balittro Bogor dan Laboratorium Penelitian Universitas Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C ekstrak etanol daun namnam dapat diidentifikasi dengan metode KLT-densitometri, dan pengujian kadar vitamin C dengan metode spektrofotometri uv-vis adalah 6,46 %.Kata kunci : Vitamin C, Daun Namnam, KLT-Densitometri, Spektrofotometri Uv-vis
PENGARUH PENERIMAAN PASAR DAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI PRODUK MAKEUP ANAK PADA MILLENNIAL MOM (Penelitian di Wilayah DKI Jakarta) Wiejayanti, Syelvi; Sumaryono, Wahono; Widiastuti, Sri
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTMillennial moms have different behaviors in shopping for children's items, and the use of makeup is considered as a trend in childre1. Unfortunately, there are currently no special children's makeup products tailored to the needs of children. This study aims to explore how market acceptance of the use of makeup in children, then further translated into a marketing strategy concept that is suitable for children's makeup products so that they can be well received by target consumers, namely Millennial moms who have 3- to 6-year-old girls. 11 years old. The research method used is descriptive verification with market acceptance independent variables (X1) and marketing mix strategies (X2), as well as the dependent variable purchase interest (Y). Data obtained through surveys using questionnaires for 250 millennial mom respondents, who lived in the DKI Jakarta area, which were then analyzed by correlation test and multiple regression test. The results showed that the market acceptance of children's makeup products was positive so that it was potentially good to be marketed with a marketing mix strategy that was in line with the target market for children's makeup products, namely girls aged 3-11 years. As for the verification study shows that there is an influence of market acceptance and marketing mix strategies both partially and simultaneously on the interest in buying children's makeup products. Keywords : market acceptance, marketing mix strategy, buying intention, makeupfor kid, millennial mom. ABSTRAK Millennial mom memiliki perilaku berbeda dalam berbelanja barang-barang anak, dan penggunaan makeup maka pada anak dianggap sebagai suatu tren. Namun sayangnya saat ini belum tersedia produk makeup khusus anak yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana penerimaan pasar terhadap penggunaan makeup pada anak, untuk selanjutnya diterjemahkan lebih jauh menjadi sebuah konsep strategi pemasaran yang sesuai untuk produk makeup anak tersebut sehingga bisa diterima dengan baik oleh target konsumen yaitu para Millennial mom yang memiliki anak perempuan berusia 3-11 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif verifikatif dengan variabel bebas penerimaan pasar (X1) dan strategi bauran pemasaran (X2), serta variabel terikat minat pembelian (Y). Data diperoleh melalui survey menggunakan kuesioner pada 250 responden millennial mom, yang tinggal di wilayah DKI Jakarta yang selanjutya dianalisis dengan uji korelasi dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pasar produk makeup anak positif sehingga berpotensi baik untuk dipasarkan dengan strategi bauran pemasaran yang sesuai dengan target pasar produk makeup anak yaitu anak perempuan usia 3-11 tahun. Adapun untuk studi verifikatif menunjukkan bahwa ada pengaruh penerimaan pasar  dan strategi bauran pemasaran baik secara parsial dan secara simultan terhadap minat pembelian produk makeup anak.Kata kunci : penerimaan pasar, strategi bauran pemasaran, minat pembelian, makeup anak, millennial mom
IDENTIFICATION OF BACTERIA VARIATION AT POLYCLINIC OF TADULAKO GENERAL HOSPITAL IN 2018 Amri, Imtihanah; Ramadani, Fifi; Adawiyah, Rabiatul
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit juga merupakan tempat yang rentan terjadinya infeksi nosokomial akibat kurangnya kesadaran terhadap pemeliharaan kebersihan. Poliklinik adalah balai pengobatan umum yang tidak untuk perawatan atau pasien menginap. Pasien sering berkunjung ke poliklinik khususnya untuk RSU Tadulako yang belum membuka pelayanan rawat inap dan kebanyakan orang-orang yang berkunjung ke poliklinik maupun rumah sakit sering terkena infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variasi bakteri pada ruang poli RSU Tadulako tahun 2018.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dipakai adalah jenis penelitian kualitatif dengan studi observasional deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara judgement sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan kapas lidi steril dengan mengapuskan pada gagang pintu bagian dalam ruaang poli dan tepi dari tempat tidur. Bakteri diidentifikasi dengan uji biokimia dan pewarnaan gramHasil: Hasil penelitian menunjukkan pada sampel ditemukan  3 genus, yakni Citrobacter sp. (42,8%), Hafnia alvei (35,7%), dan Serratia sp. (21,4%).Kesimpulan: Ragam variasi bakteri yang ditemukan di poliklinik Rumah Sakit Umum Tadulako adalah Citrobacter sp, Hafnia alvei, dan Serratia sp. dengan Citrobacter sp. sebagai populasi tertinggi. Kata kunci: bakteri, infeksi, rumah sakit  ABSTRACTBackground: Hospital is a health care institution that provide individual health service in plenary which provides inpatient, outpatient, and emergency care.  The hospital is also a vulnerable place for nosocomial infections due to lack of awareness of hygiene maintenance. Polyclinic is a general treatment hall that is not for treatment or patient stay. Patients often visit the clinic especially for Tadulako General Hospital which has not opened inpatient service and most people who visit polyclinic or hospital are often infected. The purpose of this research was to identify bacterial variation at the polyclinic of Tadulako General Hospital in 2018.Method: The type of research was qualitative research with descriptive observational study. Sampling as carried by judgment sampling. The sample were taken by sterile cotton stick than swab it off inside the door handle and the edge of the hospital bed. Bacterial species was identified by biochemical test and gram staining was performed which resulted inResults: The results showed that samples contained 3 genus which are Citrobacter sp. (42.8%), Hafnia alvei (35.7%), and Serratia sp. (21.4%).Conclusion: Variety of bacteria found in polyclinic of Tadulako General Hospital are Citrobacter sp, Hafnia alvei, andSerratia sp. with Citrobacter sp. as the highest population. Keywords: bacteria, infection, hospital
PEMBUATAN DAN EVALUASI PARFUM PADAT DARI MINYAK ATSIRI VANILLA (Vanilla planifola), MELATI (Jasminum sambac (L.) Ait, JERUK MANIS (Citrus sinensis (L.) Osbeck) DALAM KEMASAN BROS Hardiyati, Iin; Simanjuntak, Partomuan; Suwarno, Tisno
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEssential oils of vanilla (Vanilla plafonia), Melati (Jasminum sambac (L) Ait, Jeruk Manis (Citrus sinensis (L) Osbeck), used as the main material in the formuulation and evaluation of solid perfumes, which are then packaged in brooches. It is formulated into solid perfume preparations, essential oils used with a concentration of 20%, formulated using carrageenan as a base preparation with a concentration of 2.5%, then dispersed with distilled water compared with 1:30, and base of stearic acid wax concentration of 2%, cetil alcohol as stiffening concentration agent 1 %, propylene glycol as humectant concentration of 15%, then melted both using a 1% triethanolamine emulsion concentration with ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) as a 1% surfactant and added nipagin preservative concentration of 0.2%, 0.05% nipasol as preservative and patchouli essential oil concentration of 2% as a fixative so that the aroma of solid perfume can be stronger.  Essential oils can be made solid perfume, solid perfume preparations are then packaged and evaluated with product comparison in the market through hedonic test preparation, sensory test, and stability test, and the evaluation results of hedonic test fragrance of jeruk manis essential oil is very preferred with a percentage of 28.3%, and the sensory test of jasmine essential oil has a very strong fragrance with percentage of 31.6%. The solid perfume after formulation has perfume resistance up to 12 days, with the test results losing the smallest weight on the preparation with jeruk manis fragrance at 40C with a percentage of 16.92%, at a temperature of 250C with a percentage of 36.16% and at a temperature of 400C with a percentage of 53.19%, and in solid perfume packaging, the percentage is 33.3% Keywords : Solid Perfume, Brooch Packaging, Solid Perfume Packaging, Vanilla Essential Oil, Perfume Packaging Variant  ABSTRAK Minyak atsiri vanilla (Vanilla plafonia), Melati (Jasminum sambac (L) Ait, Jeruk Manis (Citrus sinensis (L)Osbeck), digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan dan evaluasi parfum padat, yang kemudian dikemas dalam bros. Minyak atsiri tersebut diformulasikan menjadi sediaan parfum padat, minyak atsiri yang digunakan dengan konsentrasi 20%, diformulasikan menggunakan  karagenan sebagai basis sediaan dengan konsentrasi 2.5%, kemudian didispersikan dengan aquades berbandingan 1:30, dan  basis lilin asam stearat konsentrasi 2%,  cetil alkohol sebagai stiffening agen konsentrasi 1%, propilen glikol sebagai humektan konsentrasi 15%, kemudian dilebur keduanya menggunakan emulgaator triethanolamin konsentrasi 1% dengan ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) sebagai surfaktan konsentrasi 1% dan ditambahkan pengawet nipagin konsentrasi 0.2% nipasol 0.05% sebagai pengawet serta minyak atsiri nilam konsentrasi 2% sebagai fixative agar aroma parfum padat bisa lebih kuat. Dari minyak atsiri tesebut dapat dibuat parfum padat, sediaan parfum padat kemudian dikemas dan di evaluasi. dengan pembanding produk dipasaran melalui uji hedonik sediaan, uji sensori, serta uji stabilitas., dan hasil evaluasi sediaan uji hedonik wangi minyak atsiri jeruk manis amat sangat disukai dengan persentase 28,3%, dan pada uji sensori minyak atsiri melati memiliki wangi sangat kuat dengan persentasi 31,6%. Parfum padat setelah diformulasikan memiliki ketahanan wangi parfum hingga 12 hari, dengan  hasil uji kehilangan berat yang paling kecil pada sediaan dengan wangi jeruk manis di suhu 4◦C dengan persentasi 16,92%, pada suhu 25◦C dengan persentasi 36,16% dan pada suhu 40◦C dengan persentasi 53,19%, dan pada kemasan parfum padat bros di sukai persentasi 33,3%Kata kunci : Parfum Padat, Kemasan Bros, Kemasan Parfum Padat, Minyak Atsiri Vanilla, Minyak Atsiri Melati, Minyak Atsiri Jeruk Manis, Varian Parfum
HUBUNGAN PRILAKU SEKSUAL DAN KEBERSIHAN ALAT REPRODUKSI EKSTERNAL DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KOTA PALU Palesa, Hayati; Sridani, Ni Wayan; Adawiyah, Rabiatul
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerilaku seksual dan kebersihan alat reproduksi eksternal dengan  kejadian penyakit menular seksual (PMS) pada Usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu. Penyakit menular seksual (PMS) Merupakan penyakit yang ditularkan terutama melalui hubungan seksual, Kejadian PMS remaja terbanyak di wilayah kota palu yaitu Puskesmas Talise berjumlah 1,172 kasus. Yang di obati hanya 417 kasus.   Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis Hubungan Perilaku seksual dan kebersihan alat reproduksi eksternal pada usia remaja di wilayah kerja Puskesmas talise Kota Palu. Jenis penelitian merupakan rancangan penelitian case control. Jumlah sampel sebanyak 84 Responden. Tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data menggunakan Chy Square. Hubungan prilaku seksual dengan  kejadian penyakit menular seksual (PMS) pada Usia remaja di tambah nilai p value  0,006  (α = 0,005). Hubungan kebersihan alat reproduksi eksternal dengan  kejadian penyakit menular seksual (PMS) pada Usia remaja  di tambah niali p value  0.016  (α = 0,005). Kesimpulan  penelitian ini adalah ada hubungan antara prilaku seksual dan kebersihan alat reproduksi eksternal dengan kejadian penyakit menular seksual (PMS) pada usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu. Saran bagi Instansi terkait untuk perbaikan perencanaan maupun implementasi program kesehatan reproduksiKata kunci: Prilaku seksual,Kebersihan alat reproduksi eksternal.ABSTRACTRelationship between  sexual behavior and cleanliness of external reproductive devices with the incidence of sexually transmitted diseases (STDs) in adolescents in the working  area of the Palu City Health Center Talise. Sexually transmitted diseases (STDs) Is a disease that is transmitted primarily through sexual intercourse, the highest incidence of adolescent STDs in the hammer city area, namely the Talise Health Center totaling 1,172 cases. Only 417 cases were treated. The purpose of this study was to analyze the relationship between  sexual behavior and  cleanliness of external reproductive devices in adolescence in the working area of the Talise Health Center in Palu City. This type of research is a case control research design. The number of samples was 84  respondents. Accidental sampling technique for sampling.Data analysis using Chy Square. The relationship of sexual behavior with the incidence of sexually transmitted diseases (STDs) in adolescents added a p value of 0.006 (α = 0.005). The relationship between the cleanliness of external reproductive devices with the incidence of sexually transmitted diseases (STDs) in adolescents is added to the value of p value 0.016 (α = 0.005). The conclusion of this study is that there is a relationship between sexual behavior and cleanliness of external reproductive devices with the incidence of sexually transmitted diseases (STDs) in adolescence in the working area of the Palu City Talise Health Center. Suggestions for related institutions to improve the planning and implementation of reproductive health programsKeywords: sexual behavior, cleanliness of external reproductive devices.
PENGARUH EKSPERIENTIAL PEMASARAN DAN IKLAN TERHADAP KESADARAN MEREK SERTA DAMPAKNYA KEPADA KEPUTUSAN PEMBELIAN VAPE MEREK TESLA INVALDER PRODUK ENDS Sinaga, Alex Handani; Sampurno, Sampurno; Derriawan, Derriawan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWith the development of technology, companies engaged in e-cigarettes always change the marketing target of their products including steam products. In terms of marketing targets, according to Prescient & Strategic Intelligence (2018) "The global e-cigarette market that received $ 13,899.9 million in 2017 and estimates the value of CAGR will move by 19.6% during 2018-2023". Based on electronic cigarette users in Indonesia according to the report of the Global Adult Tobacco Survey: Indonesia Trouble (GATS) in the book tobacco use Indonesia (2012) data shows that in adults, the contribution of e-cigarettes in Indonesia in 2011 reached (10.90% ) but only (0.3%) uses the product. The design of this study is a case study with quantitative evaluations carried out by collecting data and information to obtain patterns of consumer relationships with questionnaires, and analyzing statistical data with (SEM Software Amos 19 test), with the aim to test hypotheses that have been provided.  The trend of using Invalder vape tesla in the city of Jakarta about experimental marketing variables on brand awareness = 0.005; advertising variables on brand awareness p = 0.024 and brand awareness variables on purchasing decisions p = 0.00 conversely the marketing experiential variable on purchasing decisions is not significantly significant p = 0.789, and the advertising variable on buying decisions p = 0.237. Based on the value of the Goodness Of Fit criteria, a Chi-square value of 0.060 is obtained, a GFI value of 0.915 from the standard> 0.90, an NFI value of 0.844 from the standard of <0.90 and a TLI value of 0.910, from a standard> 0.90 so that it can be obtained the developed model is acceptable (Fit). Keywords : Experiential Marketing, Advertising, Brand Awareness, and Invalder Vape Tesla Purchasing Decisions ABSTRAK Dengan perkembangan tekhnologi maka perusahaan yang bergerak dibidang e-rokok selalu memperhitungkan target pemasaran produknya termasuk produk vapor. Dari segi target pemasaran, menurut Prescient & Strategic Intelligance (2018), menyatakan “Pasar e-rokok global dihargai $ 13.899,9 juta pada 2017 dan diperkirakan nilai CAGR akan mengalami inflasi sebesar 19,6% selama 2018-2023”. Berdasarkan pengguna rokok elektronik di Indonesia menurut  laporan Global Adult Tobacco Survey: Indonesia Repot (GATS) dalam buku tobacco use Indonesia (2012) data menunjukkan pada orang dewasa proporsi e-rokok yang ada di Indonesia mencapai pada tahun 2011 mencapai (10,90%) namun hanya (0,3%) yang menggunakan produk tersebut. Desain penelitian ini adalah penelitan kasualitas dengan pendekatan secara kuantitatif dilakukan dengan cara pengumpulan data dan informasi untuk memperoleh pola perilaku konsumen berupa kuisioner, dan analisa data bersifat statistika dengan (uji SEM Sofwere Amos 19), dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tren penggunaan vape tesla Invalder di kota Jakarta secara langsung dipengaruhi oleh variabel eksperiental pemasaran terhadap kesadaran merek = 0.005; variabel iklan terhadap kesadaran merek p= 0,024 dan variabel kesadaran merek terhadap keputusan pembelian p= 0.00 sebaliknya variabel ekperiental pemasaran terhadap keputusan pembelian tidak berpengaruh secara signifikan p = 0,789, dan variabel iklan terhadap keputusan pemebelian p = 0,237. Berdasarkan nilai kriteria Goodness Of Fit  diperoleh nilai Chi square sebesar 0,060, nilai GFI sebesar 0,915 dari standar >0,90, nilai NFI sebesar 0,844 dari standar sebesar < 0,90 dan nilai TLI sebesar 0,910, dari standar > 0,90 sehingga dapat dikatakan bahwa model yang dikembangkan dapat diterima (Fit).Kata kunci : Eksperiental Pemasaran, Iklan, Kesadran Merek dan Keputusan Pembelian Vape tesla Invalder
PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN PRODUCT KNOWLEDGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ENERVON ACTIVE SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS KONSUMEN DI JAKARTA Nugrahini, Lestari; Sampurno, Sampurno; Haryani, Iha
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAlong with the growing public awareness of a healthy lifestyle, the market of multivitamins in Indonesia is growing. Realizing the growth in 2016, PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk launched a new product, namely Enervon Active. In the third year after its launch in 2018, there was rationalization some Stock Keeping Unit (SKU) of Enervon Active in 2 biggest minimarket in Indonesia. This proves that the competition condition of multivitamins increasingly strict, and PT. Darya-Varia Laboratoria, TBK should be able to survive and continue to grow, one of them through improving the strategy in terms of price and promotion and increase Product knowledge that to be able to influence consumer decisions in making purchases so that consumers decide to make repeat purchases and become loyal customers to Enervon Active. The purpose of this research is to analyze the influence of price, promotion, and product knowledge to purchasing decisions of Enervon Active and its impact on consumer loyalty in Jakarta. The research method used in this research uses quantitative research methods by conducting a questionnaire to 193 consumers Alfamart DKI Jakarta. The Structural Equation Modeling (SEM) method with the Lisrel 8.70 program is used as a data analysis technique. The results of this study indicate that the price has no influence on the purchasing decision of Enervon Active with t-value 0,59. Price has an influence on the decision of consumer loyalty with t-value 2,00. Promotion has an influence on the purchasing decision of Enervon Active with t-value 2,14. Promotion has an influence on consumer loyalty with t-value 2,53. Product Knowledge has no influence on the purchasing decision of Enervon Active with t-value 0,88. Product Knowledge has an influence on consumer loyalty with t-value 4,10. Purchasing decisions of Enervon Active has an influence on consumer loyalty with t-value 1,99. Keywords : Price, Promotion, Product Knowledge, Purchasing Decision, Customer Loyalty, Enervon Active ABSTRAK Seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, pasar multivitamin di Indonesia pun mengalami pertumbuhan. Menyadari pertumbuhan tersebut maka pada tahun 2016, PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk meluncurkankan produk baru yaitu Enervon Active. Di tahun ketiga setelah peluncurannya yaitu di tahun 2018, terjadi rasionalisasi terhadap beberapa Stock Keeping Unit (SKU) Enervon Active di 2 minimarket terbesar di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa kondisi persaingan kategori multivitamin semakin ketat, dan PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk harus mampu bertahan dan terus berkembang, salah satunya melalui peningkatan strategi pada segi harga dan promosi serta meningkatkan product knowledge agar dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian sehingga konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian berulang dan menjadi konsumen yang loyal terhadap Enervon Active. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga, promosi serta product knowledge terhadap keputusan pembelian serta dampaknya terhadap loyalitas konsumen. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 201 konsumen Alfamart DKI Jakarta. Metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan program Lisrel 8.70 digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Enervon Active dengan nilai t yaitu 0,59. Harga memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen dengan nilai t yaitu 2,00. Promosi memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Enervon Active dengan nilai t yaitu 2,14. Promosi memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen dengan nilai t yaitu 2,53. Product Knowledge tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Enervon Active dengan nilai t yaitu 0,88. Product Knowledge memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen Enervon Active dengan nilai t yaitu 4,10. Keputusan pembelian Enervon Active memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen dengan nilai t yaitu 1,99.Kata kunci : Harga, Promosi, Product Knowledge, Keputusan Pembelian, Loyalitas Konsumen, Enervon Active
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS-KESEHATAN RAWAT JALAN RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA Mardiana, Lina Aliyani; Aritonang, Aritonang; Derriawan, Derriawan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research was conducted to determine the effect of Service Quality on Patient Satisfaction, the influence of Service Quality on Perceived Quality and the influence of Perceived Quality on Patient Satisfaction, as well as the picture/impression of patients towards Bayu Asih Hospital, especially BPJS-Outpatient Health patients. Questionnaires with closed statements as research instruments, and samples in the study were 150 respondents. The data analysis technique uses the SEM (Structural Equation Modeling) method with the help of SPSS 24 for Windows and AMOS 4.0 programs. The results showed that Service Quality has positive and significant effect on Patient Satisfaction (P=0.013 (<0.05) and coefficient of 0.0439). This means that the higher the value of Service Quality will affect the high value of Patient Satisfaction. Service Quality has positive and significant influence on Perceived Quality (P=0,000 (<0.05) and coefficient of 0.926). This means that the higher the value of Service Quality will affect the high value of Perceived Quality. Perceived Quality has positive and significant influence on Patient Satisfaction (P=0.002 (<0.05) and coefficient of 0.543). This means that the higher the value of the Perceived Quality will affect the high value of Patient Satisfaction. The patient's image/impression on the Bayu Asih Hospital is quite good, has a moderate value, with an average score of 3.30, seen from the speed of service, the friendliness and professionalism of the officers, outpatient facilities, availability and completeness of diagnostic support, accuracy service time, suitability of procedures and accuracy of officer decision making. Keywords: Service Quality, Perceived Quality, Patient Satisfaction. ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien, pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Perceived Quality dan pengaruh Perceived Quality terhadap Kepuasan Pasien, serta Gambaran/Kesan pasien terhadap RSUD Bayu Asih, khususnya pasien BPJS-Kesehatan Rawat Jalan. Kuesioner dengan pernyataan tertutup sebagai instrument penelitian, dan sampel dalam penelitian sebanyak 150 responden. Teknik analisis data menggunakan Metode SEM (Structural Equation Modeling) dengan bantuan program SPSS 24 for windows dan AMOS 4.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap  Kepuasan Pasien, dengan P=0,013 (<0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,0439. Hal ini berarti semakin tinggi nilai Kualitas Pelayanan akan mempengaruhi tingginya nilai Kepuasan Pasien. Kualitas Pelayanan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap Perceived Quality dengan P=0,000 (<0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,926. Hal ini berarti semakin tinggi nilai Kualitas Pelayanan akan mempengaruhi tingginya nilai Perceived Quality. Perceived Quality mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien dengan P=0,002 (<0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,543. Hal ini berarti semakin tinggi nilai Perceived Quality akan mempengaruhi tingginya nilai Kepuasan Pasien. Gambaran/Kesan pasien terhadap RSUD Bayu Asih cukup baik, memilki nilai sedang, dengan skor rata-rata 3,30, Gambaran/Kesan pasien dilihat dari kecepatan pelayanan, keramahan dan profesionalisme petugas, fasilitas rawat jalan, ketersediaan dan kelengkapan alat penunjang diagnosa, ketepatan waktu layanan, kesesuaian prosedur dan ketepatan pengambilan keputusan petugas. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Perceived Quality, Kepuasan Pasien.
ASPEK LABORATORIUM BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA Harun, Haerani
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBenign prostatic hyperplasia (BPH) atau hiperplasia prostat jinak didefinisikan sebagai  proliferasi sel stroma prostat yang menyebabkan kelenjar prostat membesar. Prostat yang membesar menyebabkan penekanan pada uretra pars prostat dan mengganggu aliran urin dari kandung kemih. Resistensi aliran urin dapat menyebabkan gejala-gejala seperti sering berkemih, urgensi, berkemih pada malam hari, berkemih terputus-putus, pancaran urin melemah, dan menunggu lama untuk berkemih. Prevalensi BPH dan LUTS meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Androgen, estrogen, interaksi stroma-epitelial, faktor pertumbuhan (GF) dan neurotransmitter kemungkinan memiliki peranan pada BPH baik secara terpisah maupun kombinasi.Diagnosis BPH diperoleh bardasarkan riwayat medis pasien, antara lain dengan menggunakan International prostate symptom score (IPPS) dan pemeriksaan prostat yaitu dengan digital rectal examination (DRE). Pemeriksaan PSA dapat digunakan sebagai penanda BPH di mana kadar PSA dalam darah meningkat apabila terjadi pembesaran prostat. Pemeriksaan tambahan untuk BPH antara lain uroflowmetri, PVR urin, sistouretroskopi, pemeriksaan radiologi dan biopsi prostat. Penatalaksanaan untuk BPH terdiri dari menunggu dan memperhatikan untuk pasien dengan gejala LUTS ringan, pengobatan farmakologi dan pembedahan. Kata Kunci : hiperplasia, prostat, urin ABSTRACTBenign prostatic hyperplasia (BPH) is defined as proliferation of prostate stromal cells which causes the prostate gland to enlarge. The enlarged prostate causes pressure on the prostatic urethra and disrupts the flow of urine from the bladder. The resistance of urine flow can cause symptoms such as frequent urination, urgency, urination at night, intermittent urination, weakening of the urine, and long waiting for urination. The prevalence of BPH and LUTS increases with age. Androgens, estrogen, stroma-epithelial interactions, growth factors (GF) and neurotransmitters may have a role in BPH both separately and in combination. The diagnosis of BPH is obtained based on the patient's medical history, by using the International prostate symptom score (IPPS) and prostate examination by digital rectal examination (DRE). PSA examination can be used as a marker of BPH in which PSA levels in the blood increase when prostate enlargement occurs. Additional examinations for BPH include uroflowmetry, urine PVR, cystouretroscopy, radiological examination and prostate biopsy. Management for BPH consists of waiting and paying attention to patients with mild symptoms of LUTS, pharmacological treatment and surgery. Keywords : hyperplasia, prostatic, urine
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DARI FRAKSI N-HEKSANA KULIT LUAR BUAH JENGKOL (ARCHIDENDRON JIRINGA (JACK) I.C.NIELSEN.) DAN UJI TOKSISITAS DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST ( BSLT ) Arif Hidayat; Partomuan Simanjuntak; Ahmad Darmawan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTJengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen.) Is a plant that is already familiar in Indonesia and is widely used as a processed food that is quite popular. One of the underutilized parts of the jengkol plant is the skin. Jengkol fruit skin contains alkaloid compounds, flavonoids, tannins, glycosides, sapoinin and steroids or triterpenoids. The purpose of this study was to isolate and identify toxic compounds from the n-hexane fraction of jengkol fruit outer skin, toxicity test with BSLT method (Brine Shrimp Lethality Test) stating the n-hexane fraction had toxic properties, and fraction of Hex-5-4 outer skin Jengkol fruit has toxic properties with an LC50 value of 75.85 ppm. Based on the results of the analysis using FTIR spectrophotometry, and Nuclera Magnetic Resonance Spectrophotometry (1H-NMR and 13C-NMR). That the compounds contained in the Hex-5-4 fraction of the outer skin of jengkol fruit which are toxic are β-Sitosterol compounds. Keywords : (Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen.), N-hexane fraction, toxicity, Isolation ABSTRAK Jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen.)merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi di Indonesia dan banyak digunakan sebagai pangan olahan yang cukup digemari.Salah satu bagian tanaman jengkol yang kurang dimanfaatkan adalah kulitnya.Kulit buah jengkol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, glikosida, sapoinin dan steroid atau triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa toksik dari fraksi n-heksana kulit luar buah jengkol , uji toksisitas dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) menyatakanfraksi n-heksana mempunyai sifat toksik, dan fraksi dari Hex-5-4 kulit luar buah jengkol memiliki sifat toksik dengan nilai LC50 75,85 ppm.Berdasarkan hasil analisis menggunakan spektofotometri FTIR, dan Spektrofotometri Nuclera Magnetic Resonance (1H-NMR dan 13C-NMR).Bahwa senyawa yang terkandung dalam fraksi Hex-5-4 kulit luar buah jengkol yang bersifat toksik adalah senyawaβ-Sitosterol.Kata kunci : (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen.),fraksi n-heksana, toksisitas, Isolasi

Page 12 of 13 | Total Record : 124