cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20888961     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa (ISSN : 2088-8961) diterbitkan dua kali setahun (April dan September) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang mulai tahun 2011. Jurnal ini membawa misi menyebarluaskan berbagai hasil penelitian dan karya tulis ilmiah mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Segitiga Pos Obat Sebagai Penanggulangan Anak Jalanan Mustika, Arlina; A., Devi; Loycia, Ellen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.074 KB)

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, khususnya untuk pekerja anak sebagai pembantu rumah tangga, jumlahnya terus mengalami kenaikan dari 310.378 anak pada tahun 1999 menjadi 600.000 anak pada tahun 2001. Dalam kasus anak jalanan bila kita kalikan jumlah mereka sesuai data BPS di atas (150.000 anak) dengan jumlah penghasilan yang mereka peroleh perhari berkisar Rp 20.000 (perhitungan paling minim, biasanya Rp 30.000), maka setiap harinya rakyat Indonesia membuang receh sebesar 3 milyar rupiah. Satu angka dahsyat yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita karena menganggap memberi lembaran seribu tatkala menemui tangan-tangan kecil yang menengadah adalah salah satu filantropi minimal yang bisa kita lakukan. Patut disayangkan bila nominal sebesar itu seringkali mereka habiskan –sesuai natur-untuk jajan, bermain dingdong atau tempat penyewaan play station. Hal ini berpengaruh pada konsumsi makan yang dimakan mengakibatkan kecukupan gizi mereka kurang, ini berdampak pada kecerdasan otak, kecerdasan adversiti, serta tingkat imunitas terhadap penyakit, namun sedikit yang memperhatikan masalah gizi. Padahal pada usia anak-anak kecukupan gizi sangatlah penting. Perkembangan kecerdasan adversiti yang terganggu mempengaruhi tingkat inovasi, kurangnya kemampuan merespon stres (coping mechanism) yang baik serta berkurangnya kemauan dan kemampuan untuk mencapai puncak prestasi hal inilah yang menyebabkan anak jalanan tidak bisa mandiri dan berkembang mereka hanya suka untuk menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain. Selain kecerdasan, tingkat imunitas menjadi lebih rendah sehingga pencegahan terhadap penyakit dan infeksi menjadi lemah. Dengan lemahnya tingkat imunitas anak jalanan lebih sering terkena penyakit. Ini juga mengganggu perkembangan tubuh mereka karena pada usia mereka tubuh sedang mengalami perkembangan sehingga memerlukan asupan gizi yang tinggi. Dengan tidak tercukupinya asupan gizi maka proses perkembangan tubuh terganggu sehingga perkembangan tubuh tidak sempurna. Dengan pengadaan Segitiga Pos Obat serta pelaksanaan tiga tools (Gizi, Kemandirian, dan Pemeliharaan Kesehatan) dapat menanggulangi permasalahan yang terjadi pada anak jalanan serta dapat meningkatkan kualitas dari sumberdaya manusia yang berfungsi sebagai pembangun dan pengembangan Negara Indonesia menjadi lebih baik
Peer Education Suatu Strategi Pencegahan HIV dan Aids Amila Sholikha, Dewi; Damawanti, Bhinuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.748 KB)

Abstract

Pemerintah kurang memberikan dukungan dan perhatian dalam pencegahan HIV dan AIDS. Upaya penanganan HIV dan AIDS belum melibatkan mahasiswa. Padahal, mereka termasuk kelompok risiko tinggi tertular HIV dan AIDS serta berpotensi untuk diberdayakan dalam pencegahan HIV dan AIDS. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan telaah hasil kajian kepustakaan (library research) dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil kajian menunjukkan bahwa model pemberdayaan melalui peer education berbasis mahasiswa perlu diterapkan dalam pencegahan HIV dan AIDS di kalangan mahasiswa. Hal itu dapat dilaksanakan dengan strategi : meningkatkan koordinasi dan mengembangkan kesepakatan operasional di semua tingkatan sampai ke lini lapangan, mengembangkan dan memantapkan institusi pengelola peer education, meningkatkan motivasi untuk menjadi peer educator oleh institusi pengelola, meningkatkan pengelolaan peer education melalui kemitraan dengan berbagai sektor, melakukan montoring dan evaluasi oleh institusi pengelola peer education, advokasi untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dalam bentuk dikeluarkannya peraturan perundang-undangan atau kebijakan dan peningkatan APBD dalam pencegahan HIV dan AIDS, serta dilengkapinya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penerapan peer education
Genetically Modified Mosquito (GMM) Langkah Jitu Berantas Aedes Aegypti Setyo, Hervian; Indrasukma, Briandany; Ari Saputra, Sigit
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.858 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan global. Secara global, 2,5 miliar orang tinggal di daerah di mana virus dengue dapat ditularkan, diperkirakan 50 juta infeksi demam berdarah terjadi setiap tahun, dengan 500.000 kasus DBD dan setidaknya 22.000 kematian. Pada kawasan tropis dengan curah hujan yang tinggi, membuat nyamuk semakin mendapat tempat untuk berkembang biak. Peningkatan kasus DBD seiring dengan peningkatan jumlah populasi nyamuk vektor. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan program penanggulangan untuk mengurangi kasus DBD yang terjadi, terutama di Indonesia. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode Genetically Modified Mosquito (GMM). GMM adalah sebuah solusi dalam pemberantasan nyamuk yang dilakukan dengan merekayasa genetika pada nyamuk jantan dan dimasukkan gen letal dominan. Tujuan dari nyamuk jantan GMM ini adalah untuk membuahi nyamuk betina liar agar tidak dapat menghasilkan keturunan yang hidup. Pemberantasan nyamuk vektor dengan GMM ini dapat mengurangi populasi nyamuk. Sehingga dengan berkurangnya populasi nyamuk sebanding dengan berkurangnya kasus DBD di kawasan tropik.
Eco-Development Menuju MDGs 2015 Mulyani, Tri; Sari, Fenita; Noor A., Nissa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.352 KB)

Abstract

Salah satu gas konstribusi terbesar efek rumah kaca adalah metana (CH4). Gas metana adalah gas yang dihasilkan dari perombakan anaerobik senyawa-senyawa organik. Gas ini dihasilkan dari limbah-limbah manusia sendiri. Tinja manusia juga merupakan salah satu bahan yang menyumbang produksi gas metana. Maka dari itu tinja manusia perlu didaur ulang agar dapat mengurangi risiko pemanasan global. Selain itu, lingkungan pun dapat terjaga karena tidak ada lagi pencemaran lingkungan yang disebabkan tinja manusia. Program ini juga ditujukan guna mendukung Copenhagen Accord dan MDGs yang memiliki target untuk mengurangi pemanasan global dan kelestarian lingkungan. Prinsip kerja pembentukan biogas adalah pengumpulan feses baik feses dari ternak maupun feses manusia. Kotoran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam suatu tangki kedap udara (digester). Di dalam digester kotoran dicerna dan difermentasi oleh bakteri yang menghasilkan gas metana serta gas-gas lain. Gas yang timbul dari proses ini di tampung di dalam digester. Penumpukan produksi gas akan menimbulkan tekanan sehingga dapat disalurkan ke rumah dengan pipa. Dalam hal ini solusi yang akan ditawarkan adalah program untuk pengembangan perumahan secara komunal yaitu dengan cara membuat septic tank komunal. Sejumlah rumah yang memiliki toilet dapat menyalurkan tinja bersama-sama ke septic tank komunal tersebut sebagai penampungan umum. Seperti kita ketahui, jarak rumah pada perumahan-perumahan di Indonesia sangat berdekatan. Oleh karena itu septic tank di perumahan sebaiknya dibuat menjadi komunal. Baik perumahan sederhana maupun perumahan mewah
Pukis “Bangga” (Bayam-Mangga) Untuk Mengatasi Anemia Fidyatun, Erna; Rachmawati, Ayudhia; Lestari, Oniek; Handayani, Puri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.137 KB)

Abstract

Data Riskesdes dan organisasi pangan dan pertanian (FAO) prevalensi gizi buruk pada balita 5,4% dan gizi kurang 13% pada tahun 2007. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001 menunjukkan dan 47% anak usia 0-5 tahun menderita anemia. Dengan adanya permasalahan tersebut diperlukan solusi yang strategis dan efektif dalam menangani masalah anemia gizi besi pada masyarakat terutama anak-anak. Salah satu solusi yaitu dengan cara menciptakan suatu kreasi dan inovasi makanan, seperti pukis “bangga”. Secara fisiolofis, tubuh manusia memang membutuhkan 3,9 gr zat besi dan 40 gr vitamin C. Maka dapat diperkirakan dalam setiap pembuatan pukis “bangga” terkandung 375 gr tepung terigu, 100 gr bayam, dan 750 gr mangga, dimana dalam satu resep dihasilkan 30 pukis “ bangga”, dengan perhitungan perkiraan setiap pukis mengandung, Fe = 3,3 gr dari bayam serta Vitamin C= 25 gr yang diperoleh dari mangga. Berdasarkan hasil perhitungan paling tidak 1 pukis mampu memenuhi kebutuhan zat besi, akan tetapi akibat dari proses pemasakan pukis tersebut maka kemungkinan kandungan Fe dalam bayam menjadi berkurang. Dengan pembuatan produk ini diharapkan dapat mengatasi anemia gizi zat besi dan dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat serta mengurangi bahaya yang di timbulkan dari cemilan yang tidak sehat yang beredar di pasaran.
Carang Gesang Untuk Mengatasi Sariawan Tyas P., Raetina; Nurul P., Rikha; S., Yuliana; Bakti P., Ria; Salas F., Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.631 KB)

Abstract

Sariawan merupakan salah satu keluhan mulut yang sering terjadi pada penduduk Indonesia. Penyakit ini dalam istilah kedokteran disebut stomatitis. Faktor penyebab sariawan antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, stress ataupun tergigit. Sariawan dapat diobati dengan berbagai cara, baik secara tradisional maupun modern. Secara medis obat sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, dan vitamin C. Penderita sariawan biasanya tidak merasa nyaman ketika makan karena mulut terasa sakit apabila tersentuh makanan yang sedang dikunyah. Penderita sariawan tidak memiliki nafsu makan karena rasa sakit yang ditimbulkan, sehingga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh berkurang. Penderita sariawan perlu makanan, minimal berupa camilan, yang apabila dikunyah terasa lembut dan bergizi. Dengan menggunakan pisang olahan, akan didapatkan sebuah camilan yang lembut dan bergizi sesuai kebutuhan para penderita sariawan. Dengan adanya kewirausahaan pembuatan carang gesing, dapat diketahui berapa besar prospek usaha ini. Carang gesing yang diproduksi memiliki format baru, khususnya pada kemasan carang gesing. Kemasan carang gesing memang tetap berbahan daun pisang, tetapi berinovasi dengan packaging (kemasan luar) . Dalam prosesnya diperlukan rencana usaha mengenai kapasitas produk, perencanaan tempat produksi, perencanaan tempat penjualan, dan langkah untuk penjualan
Permainan Hanihon Sebagai Media Pembelajaran Aksara Jawa Ganiajri, Faqihani; Romadhoni, Awaludin; Dewi N., Erosa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.051 KB)

Abstract

Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah dengan jumlah penutur yang paling banyak. Mata pelajaran Bahasa Jawa dimasukkan dalam kurikulum sekolah tingkat dasar, menengah, dan atas. Aksara hanacaraka atau aksara Jawa menjadi salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Jawa. Namun penggunaan aksara Jawa dalam surat resmi, surat kabar, televisi dan media ruang lainnya tergolong terbatas. Hal ini karena aksara latin lebih mudah penggunaanya dan lebih mudah dimengerti oleh pendatang dari daerah lain. Oleh karena itu dalam pembelajaran Bahasa Jawa terutama aksara Jawa diperlukan inovasi berupa penggunaan alat peraga atau media dalam bentuk permainan. Permainan ini papan yang digunakan memiliki ukuran 15 kotak x 15 kotak dengan jumlah tekel untuk aksara nglegena 84 buah, aksara pasangan 40, aksara murda 5 buah, sandhangan 93 buah, pa cerek 3 buah, nga lelet 3 buah dan 2 tekel kosong. Pemain terdiri dari 2-4 orang dan pemain memiliki rak masing-masing satu. Penilaian dengan cara setiap aksara yang diletakkan pada kotak dengan bonus “dilipatkan tiga” atau “ dilipatkan dua” maka nilai aksara tersebut akan dilipatkan dua atau dilipatkan tiga, kemudian jumlahkan semua skor yang didapatkan dari aksara pada kata tersebut (baik yang baru diletakkan maupun yang sudah ada), jika ada aksara yang diletakkan pada kotak bonus “kata dilipatkan tiga” atau “ kata dilipatkan dua”, maka skor setiap aksara pada kata tersebut dilipatkan tiga atau dua, kotak bonus berpengaruh pada skor semua aksara, maka kotak bonus hanya dapat digunakan sekali. Bonus tidak berlaku pada aksara yang digunakan untuk membentuk kata lain.
Intensive Community Empowerment Strategi Menurunkan Angka Kematian Ibu Noor Annashr, Nissa; Prasetyo, Joko; hidayatullah, Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.632 KB)

Abstract

Kesehatan ibu merupakan target dalam Millenium Development Goals (MDGs) atau tujuan pembangunan millennium. Poin kelima dari target tersebut adalah meningkatkan kesehatan ibu. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator untuk menilai tingkat kesehtaan ibu. Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki Angka AKI tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tahun 2003, Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut telah turun menjadi 290,8 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. Data terakhir pada tahun 2007 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2015  yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan studi literatur dengan memperoleh data-data dari referensi atau literatur yang kemudian dianalisis. Untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dapat dilakukan sebuah upaya atau program yaitu Intensive Community Empowerment. Intensive Community Empowermet atau pemberdayaan masyarakat yang intensif merupakan suatu upaya yang intensif untuk membuat masyarakat menjadi lebih berdaya dan mandiri dalam memelihara kesehatannya.  Dengan kata lain Intensive Community Empowermet merupakan program yang berbasis masyarakat dengan langkah-langkah yang teridiri dari mapping strategy, penyuluhan intensif yang dilakukan oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya dan pemberdayaan dukun bersalin.
Cakupan Kunjungan Pertama Ibu Hamil Pada Pelayanan Antenatal Care Norma, Eka; Febriani, Isra; Zahro, Fatimatus; Utari, Rifqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.308 KB)

Abstract

Pentingnya pemeriksaan K1 erat kaitannya dengan besar peranan ibu dalam mewujudkan sasaran pembangunan kesehatan, sehingga perlu terjalin kesinergisan dari peran pemerintah dengan masyarakat untuk menurunkan angka kematian ibu atau dikenal dengan Mother Mortality Rate (MMR) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih cukup tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif research, yang bertujuan untuk menghitung proporsi dan menggambarkan cakupan K1 serta deteksi dini kehamilan berisiko, dan mengidentifikasi permasalahannya. Penelitian ini menjelaskan variable umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rata-rata keluarga. Antenatal Care atau dikenal dengan ANC merupakan suatu pemeriksaan yang sangat penting untuk ibu hamil, diketahui bahwa ANC sendiri terdiri K1 dan K4. Pentingnya pemeriksaan K1 erat kaitannya dengan besar peranan ibu dalam mewujudkan sasaran pembangunan kesehatan, sehingga perlu terjalin kesinergisan dari peran pemerintah dengan masyarakat untuk menurunkan angka kematian ibu.
Megono Instan Pemasaran Budaya Kuliner Khas Pekalongan Kurniawati, Triya; Khoirunisa, Haning; Sutrusmi, -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.242 KB)

Abstract

Megono merupakan  makanan khas dari Pekalongan yang memiliki nilai gizi yang baik dan memiliki potensi ekonomis yang tinggi. Akan tetapi, megono masa kadaluarsanya tidak lebih dari 6 jam. Sifat bahan yang banyak mengandung air menyebabkan megono mudah busuk. Penulisan karya tulis ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomis dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan megono sebagai makanan oleh-oleh, lebih khususnya memberikan gagasan untuk memperpanjang masa kadaluarsa megono sehingga bisa dijadikan makanan oleh-oleh khas Pekalongan dengan menggunakan metode pengemasan megono dengan teknologi pengemasan pangan. Salah satu tekniknya adalah menggunakan strategi dalam tahap pemasakannya serta pengemasan yang praktis, mudah dan bermutu, sebagai contoh megono instan yang dikemas dengan besek. Sosialisasi penerapan megono instan di masyarakat dapat dimulai dengan lobbying pada pemerintah daerah, yang kemudian dilanjutkan dalam pelatihan-pelatihan di lingkungan masyarakat dan yang terakhir publikasi produk melalui media – media yang menjangkau daerah luar Pekalongan.