cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20888961     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa (ISSN : 2088-8961) diterbitkan dua kali setahun (April dan September) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang mulai tahun 2011. Jurnal ini membawa misi menyebarluaskan berbagai hasil penelitian dan karya tulis ilmiah mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Sandal Kesehatan Dari Limbah Biji Kelengkeng Untuk BerbagaI Penyakit Purnama Sari, Fenita; Noor A., Nissa; Mulyani, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.238 KB)

Abstract

Meningkatnya berbagai macam penyakit merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang bisa menjadi masalah besar jika tidak segera ditangani. Kesehatan merupakan harta tak ternilai bagi manusia. Salah satu faktor penentu kesehatan yang cukup vital yaitu titik-titik syaraf pada tubuh.  Setiap organ tubuh memiliki titik-titik saraf. Organ jantung, paru-paru, lambung dan hati mimiliki titk-titik saraf tersendiri pada telapak kaki. Pembuluh darah tersebar luas dibagian telapak kaki. Terdapat 36 bagian titik saraf telapak kaki yang masing-masing menghubungkan anggota-anggota tubuh tertentu. Dari hal itulah muncul berbagai ide tentang sandal refleksi atau sandal kesehatan yang bisa merefleksi berbagai syaraf penting guna melancarkan peredaran darah ke syaraf-syaraf tersebut. Dalam hal ini digagaslah suatu produk baru sandal kesehatan yaitu berupa sandal kesehatan yang terbuat dari limbah biji kelengkeng  yang merupakan salah satu solusi yang bernilai ekonomis dan praktis. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mempersiapkan tempat produksi, persiapan alat dan bahan, persiapan bahan baku berupa limbah biji kelengkeng, penentuan harga, produksi sandal kesehatan, riset pasar dan pengenalan produk ke masyarakat, pemasaran, analisis usaha serta pembuatan laporan. Sandal kesehatan dengan limbah biji kelengkeng dipasarkan dengan harga Rp 25.000,00 sepasang. Selama 2,5 bulan. Produk yang telah terjual sebanyak 68 pasang dengan omset penjualan sebesar Rp 1.700.000,00 . Total laba penjualan bersih selama 2,5 bulan adalah Rp. 681.750,00. Sandal kesehatan dengan limbah biji kelengkeng ini memiliki keunggulan berupa keunikan dan keergonomisan bagi pemakainya.
"BROTOKOL” PENGUSIR HAMA TIKUS RAMAH LINGKUNGAN PENOPANG PERTANIAN Lukmanjaya, Gangsar; Diah Kusuma, Fitri; Susanti, Heni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.468 KB)

Abstract

Tikus adalah hama penyebab kerusakan dan kehilangan produksi jagung di indonesia. Banyak alat dan racun serangga yang ditemukan untuk menghalau tikus. Tetapi jika petani tidak memahami cara penggunaan racun hama tersebut maka akan berbahaya untuk lingkungan, kesehatan dan ketahanan hama itu sendiri. Salah satu solusi untuk memecahkan pemasalahan tersebut adalah dengan ”Brotokol” yang merupakan perpaduan antara brotowali dan jengkol brotowali (Tinospora crispa) dan merupakan tumbuhan yang mempunyai senyawa kimia antara lain zat pahit pikroretin-barberin, hijau daun (chlorofil), alkoloid, dan senyawa tinokrisposid. Diseluruh bagian tanaman, dari akar, batang ,sampai daun yaitu berkhasiat sebagai obat. Dalam gagasan ini, kami mengambil batangnya, sebagai senyawa kimia pahit (pikroretin dan alkaloid berberina) berfungsi untuk pengahalau tikus. Brotokol dibuat dalam bentuk cair berfungsi sebagai pengganti racun tikus yang alami, sehingga aman digunakan baik itu untuk lingkungan (tanah, udara, dan perairan) maupun penggunanya. Dilihat dari segi ekonomi pun, brotokol juga punya kelebihan yaitu bahan-bahan banyak terdapat di lingkungan sekitar dengan harga yang sangat terjangkau serta dapat dibuat sendiri. Dalam penyelengaraan pembuatannya bekerjasama dengan melibatkan para petani, Dinas Pertanian, Pemerintah Daerah, dan KUD agar terjalin adanya pemberdayaan masyarakat suatu daerah, penyuluhan dan pemantauan yang tepat dari dinas terkait serta lebih teratur dalam pembuatan maupun sosialisasinya. Cara pembuatannya cukup mudah, hanya merendam jengkol kemudian menghaluskannya bersama brotowali lalu diberi air secukupnya. Setelah itu dengan alat penyemprot brotokol disemprotkan ke tanaman jagung. Dengan terciptanya brotokol maka terdapat sebuah trobosan baru dalam pembasmian hama tikus yang efektif, murah, mudah dan ramah lingkungan sehingga diharapkan dapat mencegah kegagalan panen petani serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
URVEI JENTIK SEBAGAI DETEKSI DINI PENYEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) BERBASIS MASYARAKAT DAN BERKELANJUTAN Lutfiana, Muftika; Winarni, Tri; Zulmiati, -; Novarizqi, Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.987 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang belum ada vaksin maupun obatnya dan berpotensi menimbulkan wabah. Kota Semarang merupakan salah satu daerah endemis DBD. Kasus DBD di Kota Semarang mengalami peningkatan tahun 2003 (1.128 kasus), 2004 (1.621 kasus), 2005 (2.297 kasus) dan tahun 2007 (2.602 kasus). Hal tersebut mengindikasikan bahwa program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) saat ini belum optimal,  sehingga diperlukan strategi alternatif untuk mengatasinya. Salah satunya dengan survei jentik berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Melalui survei jentik diharapkan kejadian DBD dapat dideteksi secara dini, sehingga pemberantasan dan penanggulangan DBD dapat segera dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian adalah 114 rumah di wilayah RT 2, RT 3 dan RT 4, RW IV, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Survei jentik dilakukan  secara visual melibatkan peran serta masyarakat lima dasa wisma (Dawis) dengan fasilitator mahasiswa FKM UNDIP. Sasaran survei adalah kontainer di dalam rumah maupun di sekitar rumah. Hasil survei jentik menunjukkan bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) di RT 2 (56%), RT 35(56%) dan RT 4(72%), RW IV Kelurahan Gedawang dengan rata-rata 61,4 % masih jauh dibawah Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 95% untuk membatasi penyebaran DBD. Masih rendahnya ABJ memperlihatkan besarnya kemungkinan penyebaran DBD di lokasi survei mengingat radius penularan DBD adalah 100 meter dari tempat penderita. Untuk itu, masyarakat harus waspada dan melakukan PSN DBD secara intensif berdasar analisis ABJ.
Sampah Plastik Sebagai Alternatif Pengisi Bantal Anik, Rini; Mahfudhoh, Tohirotun; Fazilah, Umi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.967 KB)

Abstract

Banyak bencana yang terjadi di Indonesia terutama di Kota Semarang yang diakibatkan oleh penumpukan sampah berlebih. Dari mulai penumpukan sampah yang mengakibatkan bau tidak sedap, penyumbatan selokan yang dapat mengakibatkan bau tidak sedap, penyumbatan selokan yang dapat mengakibatkan banjir apabila terjadi hujan terus-menerus. Tanah longsor yag diakibatkan oleh berkurangnya daya serap tanah akibat pencemaran tanah oleh sampah plastik. Oleh karena bantal adalah barang yang tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat maka kami membuat inovasi mengenai pembuatan bantal berisi sampah plastik. Bukan hanya dapat mengurangi penumpukan sampah, pembuatan bantal ini dapat meningkatkan nilai ekonomis sampah, yang bagi kebanyakan orang adalah barang yang sudah tidak berharga.  Pembuatan bantal sampah adalah solusi yang tepat. Alasan pemilihan  sampah plastik sebagai bahan pengisi bantal tersebut adalah karena plastik memiliki karakteristik yang kuat, tahan terhadap jamur, bisa dicuci dan dikeringkan, tidak mudah hancur serta mudah didapat dengan harga yang sangat murah, serta hampir semua jenis plastik dapat digunakan.  Bantal sampah tidak hanya dapat mengurangi penumpukan sampah, memberikan keuntungan bagi orang-orang yang ulet, tetapi juga dapat memperindah tampilan rumah. Dalam pengenalan bantal sampah ini dibutuhkan peranan berbagai pihak, dari mulai perangkat desa, ibu rumah tangga, masyarakat umum hingga mahasiswa. Apabila inovasi ini dapat dikembangkan maka bisa tercipta usaha yang padat karya, karena dalam pembuatannya sendiri tidak membutuhkan kemampuan khusus, jadi setiap orang yang berkemauan bisa mambuatnya.
Ekstraksi Nikotin Dari Daun Tembakau (Nicotina Tabacum) Dan Pemanfaatannya Sebagai Insektisida Nabati Pembunuh Aedes Sp. Kiky Listiyati, Alif; Nurkalis, Undari; -, Sudiyanti; Hestiningsih, Retno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.692 KB)

Abstract

Pemakaian insektisida kimia memang sangat mudah dan cepat membunuh serangga sasaran. Akan tetapi, efek yang ditinggalkan adalah berupa residu yang dapat masuk ke dalam komponen lingkungan karena bahan aktif sangat sulit terurai di lingkungan. selain itu, resistensi terhadap serangga sasaran pun dapat terjadi dengan penggunaan insektisida kimia secara tidak bijak. Untuk itu, diperlukan insektisida nabati untuk mengurangi resistensi dan residu di lingkungan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida adalah daun tembakau. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan nikotin pada daun tembakau, mengekstraksinya, memanfaatkan ekstrak tersebut sebagai insektisida nabati pembunuh Aedes sp. dan memformulasikan dosis yang tepat serta menentukan efektitivitasnya dalam membunuh nyamuk Aedes sp. dalam lingkungan pemukiman. Penelitian ini menggunakan metode maserasi limbah daun tembakau yang diujicobakan ke nyamuk Aedes sp. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu tahap pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, rearing nyamuk, dan penyemprotan ekstrak pada nyamuk. Hasil yang diperoleh sebanyak 1 kg limbah daun tembakau dapat menghasilkan 100,7 ml ekstrak maserasi tembakau. Dan sebesar 95,3% ekstraks maserasi daun tembakau konsentrasi 90% efektif untuk membunuh nyamuk Aedes sp.
“PAP” Prevent Aedes Pump Sebagai Alat Untuk Memutus Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Dan Meningkatkan Efisiensi Pembersihan Air Di Bak Mandi Skala Rumahan Febriantoro, Yulhaimi; Alvira, Lidya; Hadi Hanif, Abdul; Ardi Hidayat, Banu; Juita, Netti; Wahyuningsih, Nur Endah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.999 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi umumnya ditemukan di daerah tropis dan ditularkan melalui hospes perantara jenis serangga khusus Aedes spesies. Di Indonesia, kasus demam berdarah dengue setiap tahunnya belum mengalami penurunan yang siginifikan. Peningkatan prevalensi kasus DBD ini bersamaan dengan meningkatnya habitat nyamuk, yaitu air bersih yang menggenang. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk yang paling efektif adalah menguras bak mandi lebih sering yaitu dua kali dalam seminggu. Ketersediaan air bersih di Indonesia sangat terbatas, pengurasan bak mandi untuk mengurangi jentik nyamuk merupakan pemborosan air. Vaksin untuk pencegahan terhadap infeksi virus dan obat untuk penyakit DBD belum ada dan masih dalam proses penelitian, sehingga pengendaliannya terutama ditujukan untuk memutus rantai penularan, yaitu melalui pengendalian vektornya dengan cara menghilangkan memutus rantai perkembangbiakan Aedes aegypti. Breeding place nyamuk Aedes aegypti yaitu pada air genang yang bersih, dan hingga saat ini belum ada yang menemukan bahwa nyamuk dapat bertelur pada air yang berarus, seperti di aliran sungai. Atas dasar itu, maka diperlukan suatu pemikiran baru mengenai cara untuk membuat arus pada air. Air berarus dan mengalir ini diharapkan menjadi penyebab nyamuk tidak dapat bertelur di bak mandi. Untuk itu dalam usulan ini, kami akan menciptakan suatu alat yang dimodifikasi mampu membuat nyamuk tidak bisa bertelur pada tempat-tempat penampungan air di masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengurangi intensitas pengurasan bak mandi. Yaitu PAP yang dapat menimbulkan aliran dan arus pada bak mandi, sehingga nyamuk tidak mau bertelur di bak tersebut dengan tujuan mengurangi angka kesakitan DBD dan penghematan air bersih sebagai salah satu sumber energi terbatas.
Chitosan Pada Sisik Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Sebagai Alternatif Pengawet Alami Pada Bakso Faridah, Fathin; Khafidzoh, Anisatul; Mustikawati, Dewi; Anggraeni, Nofi; Dharmawan, Yudhy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.203 KB)

Abstract

Manusia membutuhkan makanan. Makanan yang baik adalah makanan tanpa zat aditif. Indonesia memiliki beragam jajanan kuliner, salah satunya bakso. Dalam pengolahan bakso, diperlukan zat pengawet. Penggunaan boraks pada bakso dapat membahayakan kesehatan. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan alam potensial, salah satunya adalah hasil perikanan. Bandeng (Chanos chanos), selain mudah didapat dan enak untuk dikonsumsi, sisiknya pun memiliki manfaat untuk pengawet makanan. Chitosan adalah produk alami dari chitin, polysaccharide pada eksoskeleton ikan. Bahan dasar chitosan antara lain dari sisik ikan. Chitosan mempunyai kelebihan dan tingkat keamanan lebih dibandingkan dengan boraks karena mempunyai gugus aktif yang akan berikatan dengan mikroba, maka chitosan mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini akan membuktikan keefektifan chitosan pada sisik ikan bandeng sebagai pengawet pada bakso. Luaran yang diharapkan adalah pembuktian terkait keefektifan pemanfaatan chitosan pada sisik ikan sebagai pengawet alami. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu berdasarkan karakteristik subjek yang telah ditentukan oleh peneliti.
Grand Desain Simulasi Bencana Merapi 2014 Solusi Perencanaan dan Pengelolaan Aspek Kesehatan Masyarakat Pengungsi Fauzi, Muh; Prilian P., Evika; Iskandar, Agus; Ratna R., Yunisa; Resatika, Febita; Wahyuningsih, Nur Endah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.56 KB)

Abstract

Saat terjadi bencana selalu terjadi kedaruratan disemua aspek kehidupan. Bencana menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Aspek kesehatan menjadi hal utama selama tinggal di pengungsian. Dampak yang sangat menonjol dari segi kesehatan di pengungsian bencana Merapi adalah merebaknya penyakit kulit dan batuk-batuk. Bantuan hidup dasar juga sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Kebutuhan air bersih, MCK, sanitasi, gizi dan bilik asmara perlu disediakan untuk para pengungsi. Untuk memperoleh jumlah perkiraan pengungsi Merapi pada tahun 2014 dan perhitungan jumlah kebutuhan dasar pengungsi yang tercetak dalam sebuah buku panduan yang disebut Grand Desain sedangkan metode yang digunakan didasarkan pada proyeksi penduduk untuk memperkirakan jumlah orang yang akan mengungsi di wilayah KRB Merapi Regional Jawa Tengah dan menghitung kebutuhan dasar pengungsi dari aspek kesehatan masyarakat pengungsi secara fisiologis. Dengan menggunakan rumus proyeksi penduduk diperoleh jumlah perkiraan pengungsi di KRB Merapi Jawa Tengah pada tahun 2014 sebanyak 319.126 jiwa. Jumlah kebutuhan dasar pengungsi yang harus dipenuhi mencakup kebutuhan air bersih, gizi, MCK, sanitasi dan persampahan, serta kebutuhan bilik asmara. Sebanyak 319.126 jiwa pengungsi membutuhkan setidaknya 6.382.520 liter air bersih per hari untuk keperluan memasak, makan, minum. Kebutuhan MCK setidaknya membutuhkan 6.383 sampai 12.764 buah MCK. Kebutuhan gizi pengungsi Merapi mencakup setidaknya 127.650 ton beras per hari dan diperkirakan pula akan dihasilkan jumlah timbulan sampah dipengungsian sebanyak 638,3 m3 per hari. Tingginya jumlah timbulan sampah membutuhkan setidaknya 80 truk pengangkut sampah per hari untuk mengangkut sampah keluar dari tempat pengungsi.
Analisis Proporsi Perokok Tingkat SMK di Kota Semarang Dwijayanti, Fifi; Fauzi, Muh; Megalaksari, Gesti; Faridatus, Alfi; Ratna R., Yunisa; Widjanarko, Bagoes
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.095 KB)

Abstract

Tingginya prevalensi perokok di Indonesia saat ini yang mencapai 70% dari total penduduk akan memicu banyak masalah sumber daya manusia Indonesia (Fatmawati, 2006). Bahkan pada tahun 2011, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah perokok terbesar ketiga didunia. Pertumbuhan konsumsi rokok dikalangan generasi muda Indonesia juga tercepat didunia, sedangkan prevalensi di negara maju mulai mengalami penurunan. Menurut WHO, angka kematian akibat merokok di Indonesia telah mencapai angka 400.000 orang per tahun. Prevalensi perokok paling banyak terjadi dikalangan usia pelajar. Peningkatan tertinggi terjadi pada usia 5-9 tahun, sedangkan peningkatan pada usia 15-19 tahun sebesar 144% selama periode 1994-2004. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh yaitu responden yang tidak merokok (56,55%) tidak jauh berbeda dengan responden yang merokok (40,46%) dan 2,99% responden tidak menjawab. Berdasarkan geografis, persentase reponden yang tidak merokok di kota lebih tinggi (65%) dibandingkan dengan daerah lainnya dan persentase responden yang merokok di desa lebih tinggi (47%) dibandingkan dengan kota dan pesisir. Persentase reponden yang tidak mendukung kegiatan merokok lebih tinggi (80%) dibandingkan dengan responden yang mendukung kegiatan merokok (20%). Kriteria responden sebagai perokok ringan lebih tinggi (65%) dibandingkan dengan kriteria lainnya. Kriteria perokok ringan merupakan pelajar yang merokok 1-4 batang per hari, kriteria sedang menghisap 5-14 batang rokok per hari dan kriteria berat menghisap lebih dari 15 batang per hari. Persentase responden mulai mencoba merokok pertama kali saat SMP lebih tinggi (57%) dibandingkan dengan SD (26%) dan SMK (17%). Persentase remaja yang merokok terinspirasi dari iklan rokok lebih kecil (12%) dibandingkan dengan remaja yang merokok tanpa dipengaruhi iklan.
“Table Kroasia” Tablet Krokot Berkhasiat, Inovasi Effervescent Dari Tanaman Krokot (Portulacaoleracea L) Sebagai Alternatif Minuman Bersuplemen Bagi Penderita Radang Usus Buntu Noviandhita Anggarani, Devy; Kartika, Dita; Ayu Novitasari, Dwi; Arlita Nasution, Mardiah Nur; Dhesti Arindita, Nia; Rahfiludin, M. Zen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.461 KB)

Abstract

Appendicitis atau yang dikenal sebagai penyakit usus buntu adalah penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya muara usus buntu oleh suatu benda dan mengakibatkan terjadinya pembekakan infeksi di usus buntu. Penyakit ini memang tidak masuk dalam kategori penyakit berstadium tinggi, namun jika tidak segera diobati, maka akan mengancam kesehatan manusia, bahkan dampak terburuknya dapat mengakibatkan kematian. Peningkatan penyakit ini harus diwaspadai, mengingat banyaknya efek fatal yang bisa ditimbulkan dari penyakit tersebut. Oleh karena itu, diperlukan berbagai alternative untuk mengobati penyakit ini. Banyak alternative yang sudah dikembangkan sebelumnya untuk mengobati penyakit ini, antara lain dengan teripang dan ganggang yang memiliki kandungan Cell Growth Factor (CGF) sehingga dapat menstimulus proses regenerasi dan memperbaiki organ dan sistem yang rusak. Dan, yang terakhir adalah herbal jombang. Kandungan dalam herbal jombang dapat berperan sebagai antibiotik, antiradang dan dapat melancarkan pengeluaran empedu ke usus. Dewasa ini, riset telah membuktikan bahwa penggunaan obat herbal jauh lebih efektif, aman serta resiko yang kccil daripada obat-obatan kimia. Oleh karena itu, diperlukan pembaharuan inovasi untuk menciptakan suatu produk yang banyak diminati akan tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh terutama untuk penderita penyakit radang usus buntu. Sehingga muncul sebuah gagasan untuk mengembangkan penggunaan obat-obatan herbal demi mengatasi permasalahan yang ada. Dalam PKM GT  ini akan membahas tentang pemanfaatan tanaman krokot atau Portulacaoleracea L sebagai salah satu solusi untuk menyembuhkan penyakit Apendidictis yang dikemas dalam bentuk effervesence. Effervesence merupakan salah satu minuman bersuplemen yang dikemas dalam bentuk tablet yang sangat praktis dan mudah digunakan. Aktivitas antioksidan effervescent formula terpilih diukur dan dibandingkan dengan aktivitas antioksedan tertinggi yang mampu dicapai minuman komponen tunggalnya.