cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20888961     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa (ISSN : 2088-8961) diterbitkan dua kali setahun (April dan September) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang mulai tahun 2011. Jurnal ini membawa misi menyebarluaskan berbagai hasil penelitian dan karya tulis ilmiah mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Sekolah Petra (Penanganan Trauma) Bagi Anak Korban Bencana Alam Utari Nugroho, Dwi; Unggul P.R., Nurulia; Shinta Rengganis, Nur; Asmita Wigati, Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.961 KB)

Abstract

Kurangnya perhatian pada penanganan korban bencana alam, khususnya upaya pemulihan trauma di setiap bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang belum ditangani secara serius dan efektif. Padahal trauma dapat menyebabkan masalah besar dalam kehidupan pasca bencana alam. Bencana berarti juga terhambatnya laju pembangunan. Berbagai hasil pembangunan ikut menjadi korban sehingga perlu adanya proses membangun ulang. Siswa pun harus terpaksa berhenti sekolah. Kenyataan seperti ini berarti pula muncul kemungkinan kegagalan di masa mendatang. Dari berbagai masalah seperti itu bisa menyebabkan timbulnya trauma (Faturochman,  2013). Melalui kajian pustaka, sebuah gagasan membentuk Sekolah Petra muncul sebagai solusi permasalahan di atas. Sekolah Petra dengan metode penanganan berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan tiga aspek penting dalam korban, yaitu emosional, intelektual, dan spiritual diharapkan mampu memulihkan kondisi korban bencana secara menyeluruh. Sekolah Petra diterapkan secara bertahap: pertama, identifikasi masalah dengan mengumpulkan data-data di lapangan; kedua, spesifikasi masalah berdasarkan data-data yang telah diambil, sehingga terbentuk kelompok-kelompok yang digolongkan berdasarkan tingkat trauma, permasalahan, dan kepribadian korban, dan kategori lain yang dianggap penting; ketiga, pemecahan masalah dengan mencari solusi yang tepat terhadap penanganan masing-masing kelompok. Setelah terbentuk kelompok-kelompok dengan metode penanganan masing-masing, maka sekolah dapat dimulai. Lamanya waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan korban dan mengacu pada evaluasi yang dilakukan. Program Sekolah Petra dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan trauma pada korban bencana alam terutama untuk anak-anak. Di harapkan Sekolah Petra mampu menyembuhkan luka trauma secara permanen dan memulihkan kondisi, serta meningkatkan kualitas hidup korban bencana alam.
Mie Sehat Meniran Sebagai Upaya Mempercepat Pengobatan Penyakit Tuberkulosis Sahulika, Himma; Pramodya Wardhani, Juwita; Rahayu Utami, Intan; Hanani, Yusniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.367 KB)

Abstract

Meniran dengan nama botani (Phyllanthus niruri L) merupakan tanaman obat yang banyak ditemukan sebagai tanaman liar di pekarangan halaman rumah, sawah, ladang, hutan maupun pinggiran jalan. Tanaman meniran yang tumbuh disepanjang musim ini sangat mudah dikenali, daunnya mirip pohon asam, tinggi 30-50 cm, daun dan tangkai berwarna hijau serta banyak buah di sepanjang tangkai dibawah daun. Pemanfaatan meniran untuk pengobatan begitu luas, terutama untuk penyakit infeksi yang kronis dan infeksi viral. Baru-baru ini, tanaman tradisional meniran (Phyllanthus nirusi L) ternyata dapat digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis (Tb), bahkan bisa dikembangkan menjadi pengobatan terkini dalam pemberantasan Tb. Khasiat meniran sebagai tanaman untuk mengobati tuberkulosis tersebut sudah teruji melewati studi yang dilakukan oleh dr. Zulkifli Amin, seorang pakar imunologi TBC dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam studinya dr. Zulkifli Amin menunjukkan bahwa meniran sangat efektif untuk mengurangi jumlah bakteri tahan asam (BTA, salah satu indikator TBC). Dalam pengolahannya selama ini tanaman meniran hanya dibuat dalam bentuk  bentuk minuman berupa seduhan dan kapsul yang berisi ekstrak meniran. Karya tulis ini bertujuan untuk mengkreasikan tanaman meniran yang bukan hanya dapat dijadikan obat dalam bentuk seduhan ataupun kapsul, tetapi juga dapat diolah dalam bentuk makanan berupa mie sehat. Dengan demikian inovasi dalam pengolahan tanaman meniran diharapkan dapat menjadi suatu alternatif untuk menekan angka penderita tuberkulosis dengan cepat di tengah-tengah masyarakat indonesia
Metode Plester Herbal Berbahan Bunga Teratai (Nelumbium Nelumbo Druce) Bagi Penderita Impetigo Sari Aprilina, Maya; Putri Nastiti, Dian; Dwi Putriandani, Anggy; Hestiningsih, Retno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.726 KB)

Abstract

Penyakit radang kulit bernanah atau sering disebut impetigo merupakan penyakit infeksi menular pada kulit yang superficial, yaitu hanya menyerang epidermis kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut rokok atau api. Penyakit ini merupakan salah satu contoh pioderma yag sering dijumpai di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bulosa yang disebabkan oleh Stafilokokus aureus dan non-bulosa yang disebabkan oleh Streptokokus β hemolitikus. Dasar infeksinya adalah kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi kulit. Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh dunia. Paling sering mengenai usia 2-5 tahun, umumnya mengenai anak yang belum sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan untuk semua umur dimana frekuensi laki-laki dan wanita sama. Dengan melakukan pemanfaatan bunga teratai yang memiliki kandungan Quercetin yaitu salah satu senyawa flavonoid yang dapat mengurangi atau meringankan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas, karena radikal bebas dapat mengaktifkan faktor transkripsi yang menghasilkan sitokin pro-inflamasi yang sering ditemukan pada pasien yang menderita peradangan kronis. Pengobatan ini dilakukan dengan metode plester herbal berbahan bunga teratai yang dapat digunakan oleh penderita impetigo untuk penyembuhan dan penanganan dini terhadap infeksi tersebut.
Pemanfaatan Sansevieria Tanaman Hias Penyerap Polutan Sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Udara Di Kota Semarang Tiara Rosha, Putri; Noor Fitriyana, Meuthika; Fadhila Ulfa, Shofia; -, Dharminto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.574 KB)

Abstract

Pencemaran udara merupakan masalah yang selalu ada di kota-kota besar, salah satunya kota Semarang. Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, kota tersebut berkembang pesat, baik dalam bidang transportasi maupun industrinya. Kota Semarang pun terus membangun berbagai macam fasilitas perkotaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan industri meningkatkan pencemaran udara di kota Semarang. Pencemaran udara dapat mempengaruhi lingkungan seperti meningkatnya suhu udara dan mengakibatkan global warming. Selain itu, pencemaran udara juga mengganggu kesehatan manusia yaitu gangguan pernapasan serta ganngguan penglihatan. Pencemaran udara juga dapat meningkatkan kejadian ISPA. Solusi yang pernah dilakukan pemerintah yaitu membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kesadaran dan kemauan Pemerintah sangat baik untuk mewujudkan RTH, tetapi kemampuan untuk merawat serta mempertahankan kurang maksimal. Pemilihan jenis tanaman perlu dipertimbangkan. Diperlukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu dengan memanfaatkan Sansevieria. Sansevieria merupakan tanaman hias yang memiliki bentuk unik dan memiliki manfaat dapat menyerap karbon monoksida, karbon dioksida, asap rokok dan gas beracun lainnya. Seluruh komponen pemerintah perlu mendukung ide ini dan mengimplementasikannya, diharapkan dapat mengurangi pencemaran udara di kota Semarang, sehingga tercipta kota Semarang bersih, sehat, nyaman dan indah
Kartu Dokter Kecil Keluarga Indonesia (Dokkelin) Sebagai Media Permainan Edukatif Untuk Anak Usia Sekolah Dasar Candra Dirgantara, Ria; Chairunnisa, Syifa; Marlina, Sinta; Nugraheni, S.A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.368 KB)

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan anak dengan kategori banyak mengalami perubahan yang sangat drastis baik mental maupun fisik. Menurut Seifferd dan Haffung, usia anak SD yang berkisar antara 6-12 tahun memiliki tiga jenis perkembangan, yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Usia sekolah dasar merupakan masa-masa aktif anak yang biasanya banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman dan mengenal lingkungan sekitar sehingga seringkali ditemukan kecelakaan ringan, seperti terjatuh, terpeleset, dan lain sebagainya. Sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa 1 dari 9 anak kecil setiap tahunnya mengalami kecelakaan sementara maupun permanen di dalam rumah. Pengetahuan dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pada anak usia sekolah dasar sangat diperlukan supaya anak dapat mengenal P3K sederhana dan melakukan penanganan terhadap kecelakaan ringan yang terjadi di sekitarnya. Solusi yang pernah ada sebelumnya adalah pelatihan dokter kecil dan buku-buku materi P3K, namun hal ini belum. Oleh karena itu, Kartu Dokter Kecil Keluarga Indonesia (Dokkelin) merupakan terobosan baru dari penulis untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dasar mengenai P3K. Konsep yang digunakan adalah belajar sambil bermain sehingga anak dengan mudah memahami P3K. Media permainan edukatif baru, yaitu kartu Dokter Kecil Keluarga Indonesia (Dokkelin) mempunyai beberapa keunggulan, antara lain yaitu daya tarik visual yang tinggi karena kartu Dokkelin dilengkapi oleh gambar sehingga anak cenderung mudah mengingat, bahasa Indonesia yang mudah dimengerti oleh anak membuat materi P3K mudah dipahami. Diharapkan dengan adanya Kartu Dokter Kecil Keluarga Indonesia (Dokkelin), anak usia sekolah dasar mampu mengenal Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dengan mudah
Mentel (Permen Wortel) Sebagai Solusi Penambah Vitamin A Lidiyawati, Rita; Dwijayanti, Fifi; Yuwita S., Nurasih; Fatimah Pradigdo, Siti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.79 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang mempunyai hasil panen sayuran dan buah-buahan yang sangat tinggi misalnya wortel (Daucus carota). Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun, terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan wortel mernbutuhkan sinar matahari dan dapat turnbuh pada semua musim. Perkembangan zaman menyebabkan timbulnya permintaan konsumen yang selalu menginginkan inovasi baru dalam pengolahan makanan. Disisi lain tingkat konsumsi wortel sebagai bahan pangan masih rendah. Solusi tentang pengolahan wortel sebagai upaya meningkatkan nilai jual produk wortel, menumbuhkan minat masyarakat agar senang mengkonsumsi wortel. Untuk meningkatkan nilai jual wortel, maka muncul inovasi produk wortel berupa permen wortel. Kandungan β-karoten dalam wortel merupakan provitamin A yang berfungsi melindungi mata dan kandungan antioksidan sebagai antikanker. Dari hasil produksi tersebut, permen wortel dapat menghasilkan produk pangan baru yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Sehingga kebutuhan gizi masyarakat Indonesia tercukupi.
Smoking Effect Video Learning Berbasis Mobile Sebagai Media Penyuluhan Kesehatan Anti Rokok Dian Lestari, Vifta; Umamah, Muflikhatun; Lili Pramasari, Adindha; Dharmawan, Yuddy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.584 KB)

Abstract

Di Indonesia, kasus merokok merupakan salah satu kasus yang susah untuk diberantas. Kasus merokok bisa dibilang meningkat disetiap tahunnya. Padahal, berbagai metode telah dilakukan mulai dari diadakannya berbagai penyuluhan, pamphlet, poster-poster anti merokok, serta artikel-artikel kesehatan di media cetak. Namun, metode ini tidak cukup dalam menangani kasus yang sekarang ini mulai meningkat. Apalagi kasus ini menggerayangi para remaja. Tidak bisa dibayangkan akan seperti apa masa depan mereka nantinya karena merokok sangat berbahaya dan banyak penyakit yang dapat ditimbulkan dari efek merokok. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya kehidupan masyarakat tidak lepas dari barang-barang canggih dan internet. Bahkan sekarang handphone sudah merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat. Selain untuk berkomunikasi, mereka bisa mengakses berbagai hal-hal baru melalui jaringan internet yang ada pada layanan handphone tersebut. Video merupakan salah satu media yang cukup efektif dalam mempengaruhi penontonnya. Melalui media yang satu ini, bisa dilakukan penyuluhan kesehatan anti rokok dengan berbasis mobile yang nantinya dapat diakses lewat handphone dan dilakukan melalui kerjasama dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari berbagai provider handphone. Penyebaran video ini diharapkan dapat menekan kasus merokok yang saat ini marak di Indonesia. Maka dari itu untuk mencapai hasil yang maksimal, tentunya diperlukan peran oleh berbagai pihak antara lain melibatkan tanggungjawab kemitraan antara pemerintah, lembaga, sumberdaya komunitas, juga komunitas lokal (setempat) dan masyarakat.
“Pos Box” (Portable Smoker Box) Sebagai Alat Untuk Mengurangi Resiko Kejadian ISPA Pada Pengasapan Ikan Dengan Arang Aktif -, Dwiyanto; Febriantoro, Yulhaimi; Kusuma Nugraha, Fendi; -, Ekawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.725 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim mempunyai hasil laut yang melimpah, ikan dari hasil laut pada umumnya di olah menjadi ikan asin maupun ikan asap. Dalam pengolahan ikan asap ini, keberadaan asap yang berlebihan di tempat pengolahan ikan menjadikan salah satu faktor resiko terhadap para pekerja untuk menderita ISPA. Pekerjaan di pengasapan ikan merupakan pekerjaan yang paling banyak terpapar oleh asap sisa pembakaran batok kelapa ataupun arang sehingga berpotensi menimbulkan penyakit ISPA di kalangan pekerja. Terlebih lagi di kawasan pesisir Jawa terdapat ribuan tempat pengasapan ikan yang cara produksinya masih menggunakan sistem tradisional, sehingga asap hasil pembakaran langsung mencemari ruangan. Dari situlah muncul inovasi “Pos Box” (Portable Smoker Box) sebagai alat untuk mengurangi resiko kejadian ISPA pada pengasapan ikan dengan arang aktif. Sehingga bukan hanya mengisolasi asap yang di akibatkan dari pengasapan tetapi juga meminimalkan pekerja berkontak langsung dengan asap karena asap di serap oleh karbon aktif dan terlebih lagi alat ini bersifat portable sehingga mudah di bawa kemana-mana. Pos Box merupakan modifikasi dari alat pengasapan ikan yang berbentuk kubus tertutup dan memiliki prinsip kerja dari asap dan kalor yang dilepaskan dari bagian pembakaran akan di alirkan ke atas, sehingga ikan akan terasapi dan asap akan keluar diserap karbon aktif  melalui cerobong sehingga racun dalam asap akan di serap oleh karbon aktif. Alat tersebut memiliki dimensi 1 x 1 x 2 m dan kapasitas produksi ikan asap ±300 potong yang terbuat dari rangka besi dan di lapisi kulit seng dan triplek sehingga alat tidak menyebabkan iklim kerja yang panas.
Pengaruh Ovitrap Sebagai Monitoring Keberadaan Vektor Aedes sp di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang Nur Latifa, Kurnia; Bayu Arusyid, Whawan; Iswidaty, Tyas; Sutiningsih, Dwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.35 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Penularan Penyakit di sebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Penularan Virus Dengue (VirDen) terjadi secara transexual atau induk jantan ke induk betina namun juga secara transovarial dari induk betina ke keturunan-keturunanya. Tempat Perkembangbiakan (TP) nyamuk vektor DBD adalah wadah (container) yang berisi air jernih yang ada di dalam dan sekitar rumah. Survai yang dilakukan, angka jentik Aedes sp. di beberapa daerah masih tinggi. Angka CFR DBD Kota Semarang di tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 sebanyak 0,77% menjadi 1,76%. Jumlah Penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Rowosari dari bulan Januari-Oktober 2013 mencapai 49 kasus dari 38.396 jiwa dengan IR/10.000 penduduk adalah 11,72. Di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang terdapat 5 kasus dari 3924 penduduk RW 03 merupakan kejadian yang paling tinggi yaitu 3 kasus dari 932 penduduk. IR/10.000 sebesar 32,19. Kegiatan monitoring dengan cara survei telur memasang ovitrap dinilai sangat efektif untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Aedes sp di suatu daerah dan bahkan pada level yang rendah.
“DRHIVA” Metode Baru Dalam Upaya Penanggulangan Dan Pencegahan Napza Dan HIV/AIDS Priyantika, Devi; Raga Wida D., Antonius; Maulida M., Hana; Tirto Husodo, Besar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.729 KB)

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, penggunaan dan peredaran narkoba secara ilegal di seluruh dunia menunjukkan peningkatan tajam dan merambah semua bangsa. Penyalahgunaan  narkoba juga berkaitan erat dengan tindak kejahatan, kecelakaan lalu lintas dan saat ini pada tahap penularan virus HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai dampak dan informasi mengenai NAPZA dan HIV/AIDS, pengaruh trend, serta dampak teknologi yang semakin canggih menjadi faktor penyebab  tingginya kasus NAPZA dan HIV/AIDS di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, akan tetapi pada kenyataannya dampak yang dirasakan  remaja masih belum efektif untuk menjauhi NAPZA dan HIV/AIDS. Berdasarkan hal tersebut, melalui “Drhiva (Drugs and HIV/AIDS)” yaitu inovasi game sebagai media sosialisasi menjadi salah satu solusi untuk dapat menurunkan angka penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS  khususnya bagi remaja di Indonesia.