cover
Contact Name
Eva Dina Chairunisa
Contact Email
evadinach19@gmail.com
Phone
+6282281267851
Journal Mail Official
jurnalkalpataru@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang Gedung E Lantai 1, Kampus A Jl. Jend A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
ISSN : 24606383     EISSN : 26217058     DOI : 10.31851/kalpataru.v6i1.4646
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles 200 Documents
MAKNA SIMBOLIK KAIN ULOS PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI PALEMBANG Maria Sherly; Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 2 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v1i2.537

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Indonesia pada umunya telah mengenal tenun ulos. Di Sumatera Utara kerajian tenun yang khas adalah tenun ulos. Ulos merupakan kain tenun yang berbentuk selendang dengan panjang dan lebar tertentu. Pada zaman dahulu kain ulos merupakan simbol atau lambang  masyarakat Batak Toba. Hal ini dilihat dari adat-istiadat atau upacara adat yang dilakukan masyarakat Batak Toba. Adat-istiadat tersebut diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga menjadi tradisi yang tetap dilakukan masyarakat batak toba seperti pada upacara pernikahan, kelahiran dan upacara kematian. Berdasarkan bahasan masalah di atas, maka permasalahan yang penulis bahas dalam penelitian ini adalah mengenai makna simbolik kain ulos pada masyarakat Batak Toba di palembang. Tujuan penelitian ini adalah apa saja makna simbolik kain ulos pada masyarakat Batak Toba di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu memahami dan menafsirkan makna dari suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dengan  menggunakan tiga macam komponen berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa kain ulos merupakan salah satu perlengkapan hidup manusia yang mempunyai makna yang berbeda dalam setiap upacara adat Batak. Dalam adat Batak Toba kain Ulos juga mempunyai fungsi yang berbeda-beda yaitu sebagai pakaian resmi dalam adat, sebagai pakaian pelengkap saat manortor, dan sebagai penghargaan kepada seseorang.  Kata kunci : makna simbolik, ulos, Batak Toba
NILAI BUDAYA BANGUNAN DAN RAGAM HIAS CANDI KEMBAR BATU MUARA JAMBI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA AZHARYAH PALEMBANG Fitria Larasati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 1 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i1.1614

Abstract

Candi Kembar Batu Muara Jambi memiliki nilai sejarah yang tinggi serta meninggalkan banyak peninggalan-peninggalan kebudayaan. nilai budaya bangunan terdapat pada fungsi dari candi itu sendiri sedangkan ragam hias ditemukannya relif bentuk stupa pada bagian depan gapura atau pintu gerbang candi. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakan nilai budaya bangunan dan ragam hias candi Kembar Batu Muara Jambi dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai budaya banguna dan ragam hias candi Kembar Batu Muara Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan cara pengumpulan sumber-sumber secara sistematis  dan menggunakan sumber data secara mendalam. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan  tiga cara yakni dokumentasi, wawancara, dan observasi. Minimal ada tiga hal yang digambarkan dalam penelitian kualitatif yaitu, karakteristik pelaku, kegiatan atau kejadian-kejadian yang terjadi selama penelitian berlangsung, dan keadaan lingkungan atau karakteristik tempet penelitian kualitatif. Hasil penelitian: Nilai budaya pada bangunan candi Kembar Batu Muara Jambi terletak pada fungsi candi itu sendiri yang mana candi kemudian dikaitkan dengan bangunan kematian atau pemujaan arwah, Sedangkan ragam hias yang terdapat pada candi Kembar Batu sendiri adalah adanya relif berbentuk stupa yang terletak pada bagian depan gapura atau pintu gerbang candi. Stupa merupakan salah satu dari objek religius terpenting agama Buddha karena stupa dianggap sebagai gambaram makrokosmos yang berkaitan dengan sang Buddha
SEJARAH TULUNG SELAPAN SEBAGAI SUMBER PENULISAN SEJARAH LOKAL OGAN KOMERING ILIR Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2496

Abstract

Sejarah lokal disusun dengan memanfaatkan sumber sejarah yang masih tersebar di masyarakat baik secara sadar dan tidak sadar keberadaannya diakui dan tidak diakui oleh masyarakat itu sendiri. Banyak data sejarah di masyarakat Tulung Selapan yang belum dimanfaatkan dalam penyusunan sejarah lokal Ogan Komering Ilir. Permasalahan penelitian: sejarah lokal apa saja yang masih ada di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penulisan sejarah lokal Ogan Komering Ilir. Tujuan penelitian untuk mengetahui sejarah lokal Tulung Selapan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penulisan sejarah lokal Ogan Komering Ilir. Metode penelitian dengan metode survei. Sumber data adalah dokumen, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian adalah sumber sejarah lokal Tulung Selapan dapat dikelompokkan ke dalam: sumber berupa benda, bangunan, cerita rakyat dan toponim.
SEJARAH DAN BUDAYA PALEMBANG BARAT SEBAGAI SUMBER BUKU SAKU SEJARAH Riki Andi Saputro; Muhamad Idris; Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4647

Abstract

Buku saku adalah kumpulan kertas yang berjilid berisi tulisan maupun gambar dan keterangan. Maka buku saku ini adalah buku panduan yang sudah disederhanakan namun tetap memuat informasi yang berkaitan. Sub Fokus Penelitian: benda cagar budaya, situs, ecofak, tofonim, sejarah dan kebudayaan Palembang Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini: nilai sejarah dan budaya apakah yang ada pada sejarah dan budaya Palembang Barat yang dapat dijadikan sebagai sumber penulisan buku saku sejarah. Tujuan penelitian adalah untuk menyediakan sumber penulisan buku saku sejarah dan kebudayaan Palembang yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah di SMA Kota Palembang. Manfaat penelitian ini adalah tersedianya sumber penulisan buku saku sejarah dan budaya Palembang Barat yang dapat dijadikan sebagai sumber penulisan buku saku dan referensi penulisan sejarah Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan multi disipliner, yaitu: arkeologi, ilmu budaya dan geografi untuk mengungkap fenomenafenomena sejarah dan budaya Palembang Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil Penelitian: “Sejarah dan budaya palembang barat sebagai sumber buku saku sejarah”. Isi buku saku “Sejarah dan Budaya Palembang Barat” memuat materi sejarah dan budaya yang sesuai dengan pembabakan sejarah Palembang dari masa Sriwijaya, Masa Pengaruh Majapahit, Masa Kesultanan Palembang Darussalam, Masa Kolonial Belanda, Masa Penjajahan Jepang, dan Masa kontemporer. Buku ini juga memuat data toponim.
BALAI ARKEOLOGI PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL SUMATERA SELATAN Lilis Aryanti; Sukardi Sukardi; Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v1i1.528

Abstract

ABSTRAK Permasalahan penelitian ini adalah sumber apa saja yang ada di Balai Arkeologi Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal Sumatera Selatan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah ruang lingkup Balai Arkeologi Palembang sebagai sumber pembelajaran dan peninggalan sejarah lokal pada masa Hindu-Buddha koleksi Balai Arkeologi Palembang sebagai sumber pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan ialah teknik studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan kualitatif dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ruang lingkup Balai Arkeologi Palembang dapat dijadikan sumber pembelajaran karena mempunyai perpustakaan, koleksi temuan dan dokumentasi yang dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya peninggalan sejarah lokal. Peninggalan-peninggalan sejarah lokal pada masa Hindu-Buddha koleksi Balai Arkeologi Palembang antara lain manik-manik Hindu-Buddha, bata bergores, mangkuk keramik, kelereng Dinasti Ming, cepuk, Arca Wisnu. Peninggalan-peninggalan sejarah lokal dapat dijadikan sumber pembelajaran peninggalan sejarah yang ada di Kota Palembang dan menciptakan rasa tanggung jawab untuk melestarikan dan menjaga peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kota Palembang.  Kata kunci: Balai Arkeologi Palembang, sumber belajar, sejarah lokal
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PEMIKIRAN TASAWUF DI ACEH PADA ABAD KE-16 M Sifa Sasmanda
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1600

Abstract

Penggunaan ajaran tasawuf sebagai salah satu media proses penyebaran dan penyiaran agama Islam inilah yang membuat penulis berminat untuk melakukan penelitian tentang, “Sejarah Perkembangan dan Pemikiran Tasawuf di Aceh Pada Abad Ke 16”. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan dan pemikiran tasawuf di Aceh pada abda ke 16. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui sejarah perkembangan tasawuf di Aceh pada abad ke 16 dan (2) untuk mengetahui mengenai pemikiran-pemikiran tasawuf di Aceh pada abad ke 16. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah atau metode sejarah dengan tahapan penelitian, yakni: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Teknik pengumpulan data yang di gunakan ialah tehnik kepustakaan, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perkembangan tasawuf di kalangan Islam mengalami beberapa periode, yakni priode pembentukan pada abad I Hijriah yang ditandai munculnya bibit-bibit tasawuf, priode pengembangan pada abad III dan IV Hijriah yang sudah mempunyai corak yang berbeda dengan tasawuf sebelumnya, priode konsolidasi pada abad V Hijriah yang ditandai dengan kompetisi dan pertarungan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf Sunni, priode falsafi pada abad ke VI Hijriah yang ditandai dengan munculnya tasawuf Falsafi dan periode pemurnian yang terjadi setelah abad VI Hijriah.
PENGARUH METODE QUESTION STUDENT HAVE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA MUHAMMADIYAH 2 PALEMBANG Wulantari Wulantari; Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2453

Abstract

Metode Question Student Have adalah suatu strategi pembelajaran yang digunakan untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisan dalam bentuk sebuah pertanyaan. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh metode Question Student Have terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 2 Palembang?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode Question Student Have terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Muhammadiyah 2 Palembang yang berjumlah 48 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Software SPSS 22. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini yang dilakukan dengan uji hipotesis  menunjukkan bahwa hasil dari  nilai probabilitas (sig) = 0,006 dan nilai taraf signifikan (0,05. Jadi 0,006 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan metode Question Student Have terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 2 Palembang.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN SEJARAH PERJUANGAN TOKOH-TOKOH MILITER PEJUANG KEMERDEKAAN DI SUMATERA SELATAN Devi Putrianata; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v5i2.3553

Abstract

Pengaruh positif globalisasi terhadap dunia pendidikan berupa pembelajaran interaktif multimedia. Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan inovasi berkelanjutan untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik. E-modul merupakan suatu modul berbasis TIK. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah pengembangan e-modul pembelajaran sejarah tokoh-tokoh militer pejuang kemerdekaan di Sumatera Selatan. Manfaat penelitian adalah bagi siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan bagi guru tersedianya sumber pembelajaran sejarah pada materi Sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan metode tersebut. Penelitian ini juga secara sistematis ada kegiatan pokok yang dilakukan yaitu: teknik pengumpulan datamelalui observasi langsung ke lokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan e-modul pembelajaran sejarah yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, berdasarkan perolehan nilai rata-rata keseluruhan skor aspek dari ketiga validator yaitu pada aspek kelayakan penyajian yaitu 3,82%, aspek kebahasaan 2,19% dan aspek kegrafisan 4,45% dan keseluruhan skor aspek respon siswa terhadap e-modul yaitu 80% dengan kategori sangat baik.
NILAI FAEDAGOGI PERKAWINAN ETNIS MELAYU DI DESA SAKO KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN Sepriady Jeki
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1318

Abstract

Perkawinan dalam adat Melayu merupakan fase life cycle yang memiliki nilai moral (sakral) dan amat penting. Oleh sebab itu, keterlibatan dalam upacara perkawinan tersebut tidak hanya pasangan pengantin saja, tetapi juga keluarga, kerabat dekat kedua belah pihak. Penelitian ini berjudul “Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin”. Adapun rumusan masalah penelitian ini: Nilai faedagogik apasajakah dalam Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Tujuan penelitian adalah 1. Untuk mengungkapkan nilai fedagogik Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif adalah metode yang membicarakan berupa pengamatan wawancara atau penelaahan dokumen, penelitian ini secara sistematis ada kegiatan pokok yang dilakukan yaitu: Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancara, observasi (pengamatan). Dokumentasi, berbentuk gambar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif suatu analisis yang tidak menggunakan angka-angka tetapi berupa penjelasan-penjelasan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin memiliki beberapa tahapan dari sebelum perkawinan, proses perkawinan sampai sesudah perkawinan.
SENI PAKAIAN PADA KEBUDAYAAN MATARAM KUNO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI IKONOGRAFI RELIEF CANDI BOROBUDUR) Prengki Prengki
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i2.1632

Abstract

Candi Borobudur banyak menyimpan cerita tentang kehidupan manusia pada masa lampau salah satunya, seni pakaian pada kebudayaan Mataram Kuno. Data kesejarahan tersebut belum dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah dari pakaian Pada kebudayaan Mataram Kuno yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Tujuan penelitian mengetahui seni pakaian pada kebudayaan Mataram Kuno. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang akurat dan dapat dipercaya mendeskripsikan segala peristiwa atau kejadian yang terjadi pada masa sekarang dengan menggunakan pendekatan hasil ekstensi dua subjek penelitian dan partisipasi melalui pengamatan dan wawancara yang mendalam menggamberkan secara riset dan lengkap. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian: masyarakat Mataram Kuno menggunakan pakaian berdasarkan peruntukan, waktu dan status sosial, memiliki 7 jenis pakaian masyarakat Mataram Kuno pada abad ke 9-11 Masehi

Page 11 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2015 2024