KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles
200 Documents
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA YOUTUBE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMK PGRI 2 PALEMBANG
Riska Anggraini;
Nur Ahyani;
Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6306
Permasalahan penelitian ini adalah siswa kurang tertarik dalam pembelajaran sejarah karena pembelajaran hanya berpusat pada guru dan membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta kurangnya penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran oleh guru. Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media Youtube pada proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO 2 sebagai kelas eksperimen berjumlah 36 siswa dan kelas X TKRO 1 sebagai kelas kontrol berjumlah 36 siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik pengambilan data penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data adalah uji normalitas data, uji homogenitas data, dan uji hipotesis yang menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMK PGRI 2 Palembang dan hasil analisis data, maka didapat hasil perhitungan pada Uji-t yaitu thitung adalah 7,54, dan ttabel dengan dk = n1 + n2 - 2 dan taraf signifikan 5% maka tabel adalah 1,67. Sehingga thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan dari media pembelajaran Youtube di mana kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.
PERAN PENDIDIKAN SEJARAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA
Sukardi Sukardi;
Jeki Sepriady
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5256
Pembelajaran sejarah pada dasarnya merupakan proses pendidikan yang merupakan usaha pengembangan daya manusia agar dapat membangun diri dan bersama sesama dapat membudayakan alam dan membangun masyarakat. Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang berpengaruh terhadap pembangunan karakter bangsa. Penelitian ini mengangkat tema peran pendidikan sejarah dalam membentuk karakter bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran pendidikan sejarah dalam membentuk karakter bangsa. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pendidikan sejarah sangat berpengaruh dalam meningkatkan karakter bangsa. Karena di dalam materi-materi sejarah itu terdapat pesan-pesan yang dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, sehingga dapat membentuk karakter bangsa.
MINAT SISWA TERHADAP SEJARAH DAN BUDAYA PALEMBANG DI SMA NEGERI 15 PALEMBANG
Febbi Astuti;
Muhamad Idris;
Kabib Sholeh
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6311
Sejarah dan budaya Palembang merupakan salah satu warisan kekayaan yang dimiliki oleh Kota Palembang, sehingga generasi remaja harus memiliki ketertarikan atau minat mempelajari sejarah dan budaya yang beragam agar sejarah dan budaya tersebut tidak hilang dimakan zaman. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana minat siswa SMA Negeri 15 Palembang terhadap sejarah dan budaya Palembang? Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui minat siswa SMA Negeri 15 Palembang terhadap sejarah dan budaya Palembang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriftif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuisioner (google form) dan dokumentasi. Uji instrumen penelitian yang digunakan ialah uji validitas, reabilitas dan uji regresi linier sederhana. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian adalah minat generasi remaja di SMA Negeri 15 Palembang pada sejarah dan budaya Palembang berada pada tingkat yang rendah. Karena dari hasil analisis data yang telah dilakukan pada 72 sampel penelitian, ditemukan bahwa hampir keseluruhan dari sampel penelitian masuk dalam kriteria cukup baik. Untuk kriteria sangat baik dan baik, itu tidak ada satupun yang masuk dalam kriteri tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, minat siswa dalam sejarah dan budaya Palembang di SMA Negeri 15 Palembang adalah Rendah.
Perpaduan Peninggalan Bentuk Akulturasi Arsitektur Di Kota Palembang
Muhammad Reza Arviansyah
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5407
Akulturasi merupakan proses yang menarik apabila dilihat dari sisi kebudayaan, yang mana percampuran antara satu bentuk kebudayaan dengan kebudayaan lain akan mengahasilkan sebuah perpaduan kebudayaan yang indah bila dilihat, kebudayaan merupakan hasil pemikiran manusia yang dituangkan dan diwariskan secara turun temurun dan bersifat statis yang dapat menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Contohnya perpaduan kebudayaan di Kota Palembang dapat dilihat pada beberapa bangunan yang ada di kota Palembang yakni Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo (Masjid Agung Palembang), Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho (Masjid Cheng Ho Palembang), dan Rumah Limas (Rumah Adat Sumatera Selatan). Yang mana masing-masing bangunan ini memiliki corak kebudayaan yang beragam dan tercampur menjadi sebuah perpaduan akulturasi seperti perpaduan kebudayaan dari melayu Palembang, Tiongkok Cina, dan Arab Timur Tengah dalam bidang Arsitekturnya. Sehingga dapat dilihat bagaimana percampuran kebudayaan yang ada pada tiga bangunan yang akan dibahas. Maka dari itu penulis dalam tulisannya ini akan mengumpulkan data-data tertulis yang berhubungan dengan tema yang akan dikaji, sehingga diharapkan dapat menghasilkan informasi yang dapat bermanfaat bagi semua orang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU (SEJARAH) KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 PALEMBANG
Neka Dapistri;
Nur Ahyani;
Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5251
Model pembelajaran berfungsi sebagai media transportasi pembelajaran terhadap tujuan yang ingin dicapai. Model dan alat pembelajaran yang digunakan harus benar-benar efektif sesuai materi yang di sampaikan demi mencapai tujuan pembelajaran. Diharapkan dengan adanya model pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta keefektifan belajar siswa lebih optimal dan memberikan kemudahan untuk mamahami materi yang diajarkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu (Sejarah) di kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang. Dalam penelitian ini menjadi populasi adalah kelas VIII di SMP Negeri 2 Palembang yang berjumlah 337 yang terbagi menjadi 9 kelas. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara random sampling yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas VIII.1 dan yang menjadi kelas kontrol VIII.2. Metode yang digunakan adalah hasil tes. Tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil belajar siswa pada model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Ada beberapa teknik analisa data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis adalah uji-t di peroleh nilai t. Hasil analisis uji-t diproleh nilai yang lebih besar dari pada nilai dimana nilai =550,251 dan =1,67022 dapat diyatakan bahwa =550,251 = 1,67022 Maka ditolak dan diterima.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPA SMA SHAILENDRA PALEMBANG
Christina Leovita Saragih;
Nur Ahyani;
Aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6307
Metode pembelajaran Daring adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi, pesan suara, email, dan video streaming online. Pembelajaran dapat dilakukan secara masif dengan jumlah peserta yang tidak terbatas, bisa dilakukan secara gratis maupun berbayar. Masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh metode pembelajaran Daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas XI IPA SMA Shailendra Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil pembahasan didapat t = 11,6 dari hasil tes yang dilakukan pada siswa eksperimen (menggunakan metode pembelajaran Daring) dapat diketahui bahwa rata-rata nilai siswa eksperimen adalah x = 75, sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol (tidak menggunakan metode pembelajaran Daring) adalah x = 71. Untuk hasil dari persentase koefisien kolerasi 9%. Hasil yang diperoleh dari perhitungan uji-t korelasi didapat bahwa nilai t = 11,6 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, dengan anggapan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran Daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas XI IPA SMA Shailendra Palembang.
SEJARAH PENGAJARAN MANTRA MELAYU DI TENGAH PERUBAHAN MASYARAKAT BESEMAH
Muhamad Idris;
Eva Dina Chairunisa;
Jeki Sepriady
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5257
Mantra Melayu sedang mengalami ancaman tergerus modernisasi, tidak banyak masyarakat meneruskan tradisi melestarikan mantra sebagai bagian kehidupan keseharian di Sumatera Selatan. Permasalahan penelitian: bagaimana bentuk dan strategi pengajaran mantra Melayu di masyarakat Besemah Sumatera Selatan dalam arus modernisasi dan globalisasi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui bentuk dan strategi pengajaran mantra Melayu di masyarakat Besemah Sumatera Selatan dalam arus modernisasi dan globalisasi. Manfaat penelitian tersedianya data dan informasi bentuk dan strategi pengajaran mantra Melayu di masyarakat Besemah Sumatera Selatan dalam arus modernisasi dan globalisasi. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: mantra Melayu Besemah dikemas dalam bentuk rejung, tadut, guritan, tangis ayam, mantra sardundun. Pengajaran mantra secara tradisional dilakukan dengan metode lisan dari mulut ke mulut, namun diera keterbukaan dan upaya mengangkat budaya lokal di bidang pendidikan mantra diajarkan di sekolah-sekolah di kota Pagaralam dalam materi muatan lokal. Terobosan pengajaran ini dapat menyelamatkan mantra Besemah dari kepunahan.
KONDISI POLITIK ORDE BARU DI GORONTALO TAHUN 1968-1998
yulia wati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.5844
Dalam suatu negara pentingnya peranan pemerintah untuk membangun atau mengatur jalannya pemerintahan dari segala bidang yang lain dan tidak bukan untuk mensejahterakan rakyatanya. Pada hal ini sama yang terjadi bahwasannya peran politik bukan hanya sekedar peran yang dikesampingkan melainkan satu diantaranya saling berkesinambungan. Presiden yang di kenal dengan sikap tegas dan otoriternya sudah bisa gambarkan pada rezim yang dinamakan Orde Baru. Pada rezim ini lah yang mampu bertahan sampai kurang lebih 30 tahun lamanya. Mencatat sejarah baru dengan kepemimpinan yang lama dari biasanya ini. Perlu diketahui pada rezim ini pahit dan manis sudah di telan mentah-mentah rakyat Indonesia khususnya di Gorontalo. Perubahan yang diharapkan oleh masyrakat Gorontalo sangat dirasakan entah dari aspek politik, ekonomi dan social budaya. Penelitian ini dilakukan disalah satu provinsi yang ada di Indonesia, khususnya di pulau Sulawesi bagian Utara yang berkembang menjadi provinsi sendiri. Untuk memperoleh data yang akurat tulisan ini dibantu dengan beberapa kajian literatur yang lebih spesifikasi yang berkesinambungan dengan judul yang diangkat dan narasumber yang hidup pada masanya pada waktu itu. Penelitian ini juga didukung menggunakan penulisan karya ilmiah metodologi sejarah yang didalamnya terdapat heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Tujuannya penulis menuliskan suatu karya ilmiah dengan judul “Kondisi Politik Orde Baru di Gorontalo Tahun 1968-1998” ini untuk memberikan pemahaman atau informasi kepada masyrakat Indonesia maupun masyarakat Gorontalo yang belum hidup pada zamannya sehingga dari tulisan ini dapat membuka wawasan, serta pengetahuan sejarah. Pada dasarnya tidak semua masyarakat Gorontalo mengetahui cerita atau alur kondisi politik pada masa itu.
NILAI BUDAYA MASJID JAMI’ SUNGAI LUMPUR KELURAHAN II ULU PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Maya Susanti;
Muhamad Idris;
Aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6275
Masjid Jami’ Sungai Lumpur Palembang adalah salah satu masjid tertua yang berada di Kota Palembang (1259 H/1837 M) hingga sampai saat ini Masjid Jami’ Sungai Lumpur masih terawat dengan rapi. Permasalahan penelitian adalah untuk mengetahui nilai budaya Masjid Jami’ Sungai Lumpur sebagai sumber pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya Masjid Jami’ Sungai Lumpur sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan kajian pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Masjid Jami’ Sungai Lumpur memiliki nilai sejarah syiar Islam di Kota Palembang pada abad 19 Masehi. Masjid Jami’ Sungai Lumpur memiliki nilai budaya berupa nilai tangible dan intangible. Nilai budaya tangible Masjid Jami’ Sungai Lumpur antara lain seni arsitektur bangunan masjid, seni ukiran, seni lukis, benda upacara keagamaan (bedug, bendera, tongkat, panggung kotbah). Nilai budaya intangible Masjid Jami’ Sungai Lumpur antara lain: konsep sembilan, konsep kearifan lingkungan pelestarian lahan basah. Nilai sejarah dan nilai budaya Masjid Jami’ Sungai Lumpur dapat dijadikan sumber ajar, materi pengayaan materi penyebaran agama Islam dan sejarah lokal.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH DALAM MATERI KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP QURANIAH PALEMBANG
Tri Nur Ariani;
Eva Dina Chairunisa;
Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5253
Media pembelajaran pada masa sekarang sangat banyak digunakan, karena kurikulum yang baru yakni kurikulum 2013 mewajibkan siswanya lebih aktif di dalam kelas dan guru sebagai perantara untuk mereka. Dizaman sekarang banyak guru yang telah menggunakan berbagai macam media agar siswa juga tidak merasakan jenuh saat proses belajar mengajar, agar mereka dapat melihat potensi siswa yang diajar pada saat kelas berlangsung. Google Earth yang artinya “gambaran bumi dari berbagai sisi” yaitu siswa dapat menjadi guru bagi temannya apabila mereka mengerti meteri yg teleh dijelaskan oleh gru lalu guru memberi instruksi pada siswa untuk berdiri kedepan dan menjelaskan dengan cara mereka agar dapat membantu teman-temannya yang kurung memahami miteri yang telah dijilaskan oleh guru tersebut. Dalam pembelajaran IPS Terpadu sendiri metode ini sangat kooperatif bagi guru IPS Terpadu dan dapat divariasikan dengan ini memberi tantangan bagi para siswa yaitu siswa yang mengerti langsung dapat kedepan kelas dan menjelaskan kembali apa yang telah mereka ketahui dan teman-teman mereka dapat menambahi materi yang menurut mereka dapat ditambahi.