cover
Contact Name
Eva Dina Chairunisa
Contact Email
evadinach19@gmail.com
Phone
+6282281267851
Journal Mail Official
jurnalkalpataru@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang Gedung E Lantai 1, Kampus A Jl. Jend A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
ISSN : 24606383     EISSN : 26217058     DOI : 10.31851/kalpataru.v6i1.4646
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles 200 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BUKTI-BUKTI BANGUNAN MASJID KUNO DI PALEMBANG BERBASIS ANDROID Varokah Widiyanti; Eva Dina Chairunisa; Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6308

Abstract

Bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang adalah media pembelajaran untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik berupa aplikasi yang terdapat materi di dalamnya serta dapat membangun motivasi serta rasa ingin tahu bagi peserta didik. Permasalahan di dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan media pembelajaran berbasis Android pada materi bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android pada materi bukti-bukti bangunan masjid kuno di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian ini dari hasil penggunaan oleh ahli validasi media mendapatkan rata-rata total penilaian 87,5% hasil tersebut menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan dan hasil penelitian dari peserta didik mendapatkan nilai rata-rata penilaian 86,25% yang menunjukkan masuk ke dalam kategori “sangat baik” untuk digunakan. Dari hasil uji lapangan yang dilakukan oleh ahli media dan peserta didik dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran digital berbasis Android dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL SEJARAH KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA MATERI BENTENG MARLBOROUGH BENGKULU Hamzah Kurniawan
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5258

Abstract

Media audio visual adalah bentuk multimedia. Multimedia merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 4 Palembang, dilihat dari kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran sejarah masih belum memaksimalkan multimedia, hal ini disebabkan antara lain guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan media pembelajaran yang masih berbentuk visual, untuk dikategorikan sebagai media hal tersebut belum mencangkup materi secara keseluruhan. Media audio visual ini dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan pertimbangan untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di SMA Negeri 4 Palembang. Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan suatu produk media pembelajaran sejarah khususnya materi Sejarah Kolonialisme Barat di Indonesia Materi Benteng Marlborough Bengkulu dapat dijadikan alternatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model perkembangan melalui sepuluh tahap berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan awal dari produk, (4) pengujian lapangan awal, (5) revisi awal produk, (6) uji coba pertama, (7) perbaikan dan penyempurnaan produk, (8) validasi produk, (9) revisi produk akhir, (10) menyebarluaskan produk. Hasil pengembangan media audio visual tergolong baik, meliputi penilaian dari media berada pada kriteria baik, penilaian dari isi media baik serta penilaian dari guru mata pelajaran sejarah di sekolah yang berada pada kriteria baik.
ANALISIS KONSEP GENDER DALAM UNDANG-UNDANG SIMBUR CAHAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Ruli Annisa; Muhamad Idris; Kabib Sholeh
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6276

Abstract

Undang-undang Simbur Cahaya merupakan hukum adat yang berkalu di wilayah Uluan Sumatera Selatan pada abad ke-17 Masehi pada masa Kesultanan Palembang Darusalam sampai zaman Kolonial pada akhir abad ke-20 Masehi yang digagaskan oleh Ratu Sinuhun terdiri dari 5 BAB yang salah satunya mengatur tentang bujang gadis dan hukum perkawinan. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana hasil analisis konsep gender yang terdapat dalam Undang-undang Simbur Cahaya sehingga dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis konsep gender yang terdapat dalam Undang-undang Simbur Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara mendalam. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa konsep gender yang terdapat Naskah Undang-undang Simbur Cahaya memiliki hubungan dengan hukum Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah.Kata Kunci: Gender, Simbur Cahaya,
PERKEMBANGAN SOSIAL BUDAYA SUKU JAWA DI DESA KAPASAN TEGALREJO BK X KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MUHAMMADIYAH 2 KARANG TENGAH Ratna Puspita Dewi; Sukardi Sukardi; Mirza Fansyuri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5254

Abstract

Kebudayaan merupakan ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan. Kebudayaan merupakan hasil interaksi kehidupan bersama. Manusia sebagai anggota masyarakat senantiasa mengalami perubahan-perubahan. Dalam suatu proses perkembanganya, tingkat keberadaban dan kreatifitas masyarakat sebagai pemiliknya sehingga kemajuan kebudayaan yang ada pada suatu cermin dari kemajuan peradaban masayarakat. Suku Jawa adalah salah satu suku yang memiliki jumlah terbesar di Indonesia yaitu sekitar 41,7 % dari 259 juta jumlah penduduk Indonesia. Disebut Jawa karena segala adat istiadat, norma dan aspek hubungan masyarakat memakai bahasa Jawa sebagai bahasa ibu. Dalam setiap budaya selalu mengajarkan nilai-nilai tertentu, demikian juga halnya pada budaya Jawa. Desa Kapasan Tegalrejo adalah salah satu desa yang memiliki ragam suku, ras, agama, dan kebudayaan. Selain suku Jawa terdapat pula suku lainya seperti suku Padang, Sunda, Batak, Bali, dan suku Komering. Walaupun mayoritas suku Jawa tetapi tidak menjadi penghalang untuk suku pribumi dan dari suku lain-lainya berekspresi. Kendati demikian kebudayaan suku Jawa di desa KapasanTegalrejo dapat diterima dengan baik oleh masayarakat suku lain desa KapasanTegalrejo.
HUBUNGAN JAWA-MELAYU DALAM DUNIA ARSITEKTUR MELAYU SUMATERA SELATAN reyvaldy Uyun; Muhamad Idris; Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6309

Abstract

Hubungan Jawa dengan Melayu telah berlangsung setidaknya sejak masa Kedatuan Sriwijaya. Hubungan ini mempengaruhi sistem yang ada di tanah Melayu, tepatnya di Sumatera Selatan. Termasuk dalam hal arsitektur di Sumatera Selatan. Arsitekur adalah sebuah karya seni manusia yang dibuat dalam merancang dan membangun sebuah bangunan atau ruang dengan sebaik mungkin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data secara sistematis dan sumber data yang mendalam dan berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei lapangan, wawancara mendalam, pencatatan dokumen dan studi pustaka. Dalam penelitian kualitatif, ada empat teknik mencapai keabsahan data, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa adanya hubungan Jawa-Melayu dalam dunia arsitektur Melayu di Sumatera Selatan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA NEGERI 3 PALEMBANG Sarinah Sarinah; Nur Ahyani; Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5259

Abstract

Model dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai jembatan atau media tranformasi pelajaran terhadap proses belajar siswa secara efektif, sesuai dengan materi yang disampaikan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri 3 Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri 3 Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 3 Palembang dan sampel  penelitian ini adalah siswa kelas X.7 dengan jumlah siswa 36 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X.8 dengan jumlah siswa 36 orang (50) sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian terbukti bahwa “ada pengaruh penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri 3 Palembang”. Dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 79,75, sedangkan kelas kontrol 70,86. Sehingga didapat  4,728 dan  1,66691. Dengan ini dapat disimpulkan   ≥ sehingga  ditolak dan  diterima.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 2 MESUJI Taufik Sidiki Al-Haq; Nur Ahyani; Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6277

Abstract

Permasalahan di dalam penelitian ini apakah ada perbedaan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X IPS 1 dan X IPS 2 di SMA Negeri 2 Mesuji tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yaitu pertama model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions sebagai kelas eksperimen 1 yang di perlakukan di kelas X IPS 1 yang kedua model pembelajaran Jigsaw sebagai kelas eksperimen 2 yang di perlakukan di kelas X IPS 2. Pemilihan sampel ini menggunakan teknik sampling secara acak, hasil data diperoleh dari hasil tes, teknik analisis data yang digunakan adalah uji-T. Dari hasil analisis data tes menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogenitas. Dari hasil pengujian hasil hipotesis didapat kan thitung = 3,52 > ttabel 1,671 pada taraf signitifikan 5% dan dk = (n1 + n2 - 2) sehingga dapat diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini ada perbedaan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri 2 Mesuji tahun pelajaran 2020/2021.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN SEJARAH TOKOH-TOKOH PEMBANGUNAN PACSA KEMERDEKAAN DI SUMATERA SELATAN Susi Susanti; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah dan pengembangan e-modul pembelajaran sejarah tokoh-tokoh pembangunan pasca kemerdekaan di Sumatera Selatan. E-modul merupakan suatu modul berbasis TIK. Rumasan masalah dalam penilitian ini bagaimana pengembangan e-modul pembelajaran  sejarah tokoh-tokoh pembangunan pasca kemerdekaan di Sumatera Selatan. Manfaat penelitian  adalah bagi siswa dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan bagi guru, tersedianya sumber pembelajaran  sejarah pada materi sejarah Indonesia. Penelitian yang digunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasikan produk tertentu dan menguji keefektifan metode tersebut. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung ke lokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian yang diperoleh menujukkan e-modul pembelajaran sejarah yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar berdasarkan perolehan nilai rata-rata keseluruhan skor aspek dari ketiga validator yaitu pada aspek penyajian dan pemanfaatan yaitu 92,7 %, aspek isi materi dan strategi pembelajaran yaitu 90%, dan aspek keseluruhan  skor dari aspek respon siswa terhadap e-modul yaitu 89,2% dengan kategori sangat layak.
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA IKONOGRAFI MEGALITH DI LAHAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH NASIONAL Jainal Arifin; Sukardi Sukardi; Dina Sri Nindiati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 1 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v7i1.6310

Abstract

Lahat dikenal sebagai surganya megalith karena memiliki sekitar 1027 peninggalan megalith yang tersebar di 41 situs di Kabupaten Lahat, salah satunya ialah situs Padang Perigi. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sejarah dan budaya ikonografi megalith yang ada di Lahat khususnya situs Padang Perigi agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi nilai-nilai sejarah dan budaya ikonografi megalith di Lahat khususnya situs Padang Perigi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah tentang ikonografi megalith, nilai sejarah, nilai budaya, dan nilai modernitas yang didapat dari 3 arca manusia dan 1 batu datar yang ada di situs Padang Perigi. Materi ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah nasional, karena terdapat dalam KD. 3.4. Memahami hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat.Kata Kunci: Nilai,
MASYARAKAT DAN PERANANNYA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TARI SAYAK DI DESA AIR BATU KECAMATAN RENAH PEMBARAP KABUPATEN MERANGIN Nelly Harizah
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5709

Abstract

Penulis tertarik untuk mengkaji penelitian ini yaitu keberadaan Tari Sayak di tengah masyarakat modern saat ini. Dimana sebelumnya Tari Sayak ini sempat hilang selama ±60 tahun lamanya, namun dapat dihidupkan kembali oleh masyarakat setempat. Fokus penelitian adalah bagaimana peran masyarakat dalam pelestarian kesenian Tari Sayak yang sempat hilang cukup lama tersebut. Kesenian Tari Sayak merupakan kesenian masyarakat Desa Air Batu yang merupakan identitas masyarakat setempat dan biasanya ditampilkan dalam acara pernikahan, penyambutan tamu, acara besar dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan emik yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari peran masyarakat dalam pelestarian kesenian Tari Sayak adalah sebagai koordinator, promotor dan fasilitator. Koordinator adalah tindakan mengkoordinasikan kepada berbagai pihak mengenai upaya pelestarian kesenian Tari Sayak. Promotor yaitu tindakan mempromosikan kesenian Tari Sayak kepada seluruh khalayak agar kesenian Tari Sayak dapat diakui keberadaannya. Fasilitator yaitu suatu tindakan memfasilitasi penyelenggaraan kesenian Tari Sayak

Filter by Year

2015 2024